24.1 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1277

PT. PPLI Sampaikan Permohonan Maaf

0

Klapanungga| Jurnal Inspirasi

PT Prasadha Pamulah Limbah Industri (PPLI) menyampaikan permohonan maaf, Senin (22/3), kepada masyarakat yang terdampak bau. Melalui siaran pers yang disampaikan oleh Arum Tri Pusposari selaku Public Relations Manajer PT. PPLI, perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) terintegrasi.

“Kami menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang terjadi pada hari Jumat, 19 Maret 2021 sekitar pukul 17.30 WIB. Insiden yang dimaksud adalah timbulnya uap berlebih dan bau menyengat yang muncul akibat dari proses pengolahan limbah B3 di fasilitas pengolahan limbah terpadu PT. PPLI yang berlokasi di Bogor,” ujar Arum dalam keterangannya, Senin (22/3).

Menurut Arum, insiden yang terjadi langsung ditangani oleh Tim Tanggap Darurat perusahaan hingga dampak kepada masyarakat sekitar bisa teratasi. “Saat ini PT. PPLI dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI), Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor melakukan investigasi lebih lanjut, dan hasil investigasi akan dikomunikasikan oleh PT. PPLI dengan segera,” jelasnya.

Lebih jauh, Arum memaparkan, Presiden Direktur PT. PPLI, Yoshiaki Chida memberikan instruksi langsung kepada seluruh departemen terkait operasional pengolahan limbah B3 untuk bertindak juga segera melaksanakan tindakan korektif dan preventif yang dianggap perlu. “Fokus kami saat ini adalah kenyamanan dan keamanan masyarakat sekitar lokasi PT. PPLI di Klapanunggal dan sekitarnya, juga meminimalisir dampak terhadap operasional pelanggan kami. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah ini,” paparnya.

Arum menuturkan, sebagai tindakan permohonan maaf terhadap masyarakat, PT. PPLI menurunkan 1 dokter dan 2 perawat klinik perusahaan untuk membantu penanganan di Puskesmas Desa Nambo. “Sejauh ini kita sudah menerima laporan dan menangani sebanyak 56 orang yang mengeluhkan gangguan pernafasan, yang mungkin akibat kejadian kemarin,” kata dia.

Arum menambahkan, selain di Puskesmas Desa Nambo, masyarakat pun diizinkan datang ke klinik khusus yang ada di perusahaan tersebut. “Gak harus warga Desa Nambo, siapa aja secara umum boleh dateng kesini,” tukasnya.

** Nay Nur’ain

Satpol PP Bongkar Kembali Puluhan PKL Pasar Cisarua

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Meski surat pemberitahuan nomor 330.1/215-Tibum terkait penertiban atau pembongkaran para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar pintu masuk Pasar Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, sudah dilayangkan dari 9 Maret 2021 lalu, namun eksekusi baru dilaksanakan tim gabungan anggota Satpol PP Kabupaten Bogor, Senin (22/3) pagi.

Puluhan PKL sodetan yang selama ini menjamur di pintu masuk Pasar Cisarua, akhirnya dibongkar juga oleh Satpol PP Kabupaten Bogor. Pembongkaran PKL sodetan bukan kali pertama dilakukan, bahkan sudah beberapa kali. Tidak ada solusi membuat pedagang menabrak aturan demi bisa kembali berusaha.

Selain itu, minimnya koordinasi antara eksekutor dengan dinas terkait untuk ditindaklanjuti membuat lokasi bekas PKL dibiarkan terbengkalai, sehingga membuka peluang bagi pedagang untuk kembali mendirikan bangunan.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Imam W Budiana mengatakan, penertiban PKL sodetan di pintu masuk Pasar Cisarua masuk dalam program penertiban pasar di seluruh Kabupaten Bogor. “Pasar Cisarua menjadi yang kelima setelah Pasar Parung, Cileungsi, Cibinong dan Pasar Cigudeg,” ujarnya.

Disinggung penertiban ini pesanan Perumda Pasar Tohaga, ia membantahnya. Menurutnya, penertiban ini karena adanya aduan warga yang ketertiban dan keamanannya terganggu, karena lokasi yang digunakan pedagang bukan peruntukannya.  “Bukan pesanan Perumda Pasar Tohaga ini ada aduan warga,” tegasnya.

Sementara, Ujang salah seorang pedagang PKL sodetan tak bisa berbicara banyak setelah bangunan kiosnya rata dengan tanah. Apalagi pembongkaran dilakukan saat ekonomi masyarakat sedang terpuruk karena terdampak pandemi Covid-19.

Selain itu, yang membuat pedagang sedih, pembongkaran dilakukan disaat akan memasuki bulan suci Ramadhan. “Ini lagi pandemi dan sebentar lagi akan puasa, kok masih tega saja bongkar kios,” keluhnya.

Ia mengaku, tidak habis pikir dengan cara kerja Satpol-PP yang tidak melihat kondisi ekonomi masyarakat saat ini, dimana Pemerintah Pusat saja sedang jor-joran memberikan bantuan untuk memulihkan ekonomi masyarakat. “Tapi ini malah dipaksa dibongkar,” terangnya.

Ia meminta, Bupati Ade Yasin untuk mengevaluasi cara-cara seperti ini tanpa mempersiapkan solusi terlebih dahulu.

Jangan karena penegakan aturan, sambung dia, tapi masyarakat yang disengsarakan. Senada dikatakan, Siti pedagang sayuran di PKL sodetan. Dirinya mengaku bingung dengan pembongkaran yang menimpa kiosnya ini. “Ini tempat mencari nafkah satu-satunya sejak ditinggal suaminya tiga tahun lalu, sekarang harus bagaimana agar anak saya bisa makan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Satu Remaja Putri Korban Tenggelam Akhirnya Ditemukan

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Sopi Azis (10), korban yang tenggelam dan terbawa arus sungai Cibeber berhasil ditemukan di aliran sungai Cikaniki tepatnya di Kampung Tonjong, Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang oleh warga sekitar, Senin siang (22/03/2021). Sebelumnya disebutkan tiga orang remaja putri tercebur ke kali Cibeber, Minggu (21/3), hingga sore hari, ketiga remaja putri yang tercebur ke kali baru ditemukan 2 orang yakni Jihan (10) dalam kondisi selamat dan Aan Anisa Wati (15) meninggal.

Ketua Tim Relawan Pandawa Abdul Jeje Mustofa mengatakan, pihaknya menerima informasi pada pukul 12.00 WIB dari warga sekitar bahwa ada jenazah korban hanyut di pinggiran aliran sungai Cikaniki. Mengetahui informasi tersebut kemudian pihaknya bersama tim bergerak ke tempat ditemukannya korban guna memastikan kebenaran informasi itu.

“Alhamdulillah ternyata benar itu korban Sofi Azia di daerah Tonjong ditemukan oleh warga sekitar, dan kami pun lanjut membawa jenazah ke rumah duka dan sudah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Abdul Jeje Mustofa yang akrab disapa kang Uje kepada wartawan.

Uje menyampaikan, jenazah korban Sofi Azia ditemukan sejauh lima kilomater dari titik awal dua korban yang tenggelam di aliran sungai Cibeber.

“Korban yang pertama kemarin sudah diketemukan dari titik awal diketemukannya korban pertama itu sekitar satu kilo meter, sedangkan untuk yang kedua ini dari titik awal sekitar lima kilometer,” ungkapnya.

Uje menjelaskan kronologinya, bahwa saat itu kedua korban Aan Anisa Wati alias Ida  (15) dan Sofi Azia (10) tersebut sedang mencuci rambut di Sungai Cibeber kemudian tersenggol oleh temannya terus jatuh,  pada saat hendak ditolong kemudian terpeleset juga akhirnya kedua korban hanyut.

“Saat itu memang seusai melaksanakan ulang tahun karena di rambutnya banyak telur terus dicuci kemudian tersenggol oleh temannya yang dibelakang,” bebernya.

Dari pantauan, jenazah korban Sofi Azia tiba dirumah duka pada pukul 12.15 WIB. Ratusan warga sekitar memadati rumah duka, sementara itu pihak korban Sofi dimakamkan di pemakaman keluarga di Kampung Gunung Tangkil yang tidak jauh dari rumah orang tua korban.

** Cepi Kurniawan

Petugas TNGGP dan LSM Penjara Temukan Dugaan Penyerobotan Lahan Kehutanan

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Petugas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mendapati adanya lahan kehutanan di Blok Pasir Ipis, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, diduga diserobot pemilik villa. Hal itu diketahui setelah petugas dari TNGGP mendatangi lokasi villa yang diketahui milik warga asal Korea, Senin (15/3) lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan TNGGP wilayah III Bogor, Dadang Suryana mengatakan, pada saat melakukan peninjauan ke lokasi villa yang berada di Blok Pasir Ipis, Desa Tangkil, pihaknya menduga ada lahan kehutanan yang diserobot. “Kita ambil kesimpulan sementara adanya kemungkinan lahan kehutanan yang masuk ke area villa,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (22/3).

Dugaan penyerobotan lahan TNGGP oleh pemilik villa, lanjut Dadang, diketahui dari titik gerbang tembok yang ditandai tapal batas kehutanan, hingga jalan desa dan jalur patroli menuju lokasi villa. “Fakta di lapangan, sebagian lahan villa tersebut masuk dalam patok batas Taman Nasional,” paparnya.

Mengetahui adanya dugaan penyerobotan lahan milik TNGGP tersebut, LSM Penjara akan melakukan somasi kepada Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Ketua DPC LSM Penjara Kabupaten Bogor, Bangbang Feri mengungkapkan, berdasarkan investigasi yang dilakukan pihaknya, banyak lahan kehutanan yang diserobot dan dikuasai warga di Desa Tangkil.

Menurutnya, berdasarkan hasil kajian dan analisis atas kasus penjualan tanah garapan atau milik negara Eks PTP XI, telah mengantongi subjek hukum atas keluarnya SHM pada IX bidang tanah yang berada di Desa Tangkil.  “Tapi produk SHM lahan tersebut berada di objek Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin,” tegas Bangbang.

Dari fakta di lapangan dan data yang ada, sambung Bangbang, kuat dugaan tanah TNGGP yang masuk atau dikuasai warga negara asing asal Korea ini, diperkuat dengan atas nama pegawainya berinisial AT.

“Tapal batas kehutanan telah dilanggarnya sekitar 2 meter dan panjang 300 meter. Dimulai dari gerbang depan hingga ketempat villa,” imbuhnya.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H) beserta perubahannya) dengan ancaman sanksi pidana bagi barangsiapa yang secara melawan hukum melanggarnya.  “Jadi sanksi pidana harus diberikan kepada siapapun dalam kasus ini,” tukas Bangbang.

** Dede Suhendar

Satu Orang Positif Covid-19, Pemdes Pangkaljaya Kembali Gelar Protkes

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Satuan tugas (Satgas) Covid-19  mengoptimalkan razia masker bagi pengguna kendaraan untuk meningkatkan disiplin mematuhi protokol kesehatan. Operasi razia masker itu melibatkan Babinsa, Bhabinkabtimas dan Satpol PP dari Kecamatan Nanggung. Tak mau ketinggan  Organisasi kepemudaan (OKP) dari Karang Taruna Desa Pangkaljaya ikut ambil bagian membagikan masker ke para pengguna jalan.

“Mengingat masih ada warga desa, hal ini masih positif Covid-19, maka itu  secara rutin  melaksanakan operasi razia masker bagi para pengendara,” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Desa Pangkaljaya, Taupik Sumarna kepada wartawan, Senin (22/3).

Dengan begitu, kata dia, masih banyak pemotor yang akan sadar menggunakan masker, namun tidak sedikit pula pengguna jalan yang diberi sanksi sosial lantaran kedapatan tidak menggunakan masker. Taupik menyebutkan, masih banyak  pengguna jalan yang belum mematuhi Protkes, sehingga diberi sanksi seperti push-up dan membaca Pancasila. “Setelah itu, kami berikan masker kepada pengendara,” terangnya.

Taupik Sumarna yang juga Kepala Desa Pangkaljaya menjelaskan, ditengah pemberlakuan PPKM Mikro, pihaknya akan terus  memperingatkan  warganya akan bahayanya virus yang  masih mewabah ini. “Karena masih ada satu warga yang masih aktif Covid-19, selain di jalan nanti kita akan turun ke setiap lingkungan,” tandasnya.

** Arip Ekon

Kapasitas Petani Milenial Sampang Ditingkatkan Melalui Bimtek Pembuatan Pupuk Organik Padat

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Saat ini, peran petani milenial sangatlah penting. Karena untuk melanjutkan pembangunan di sector pertanian tentunya dibutuhkan dukungan  SDM pertanian yang maju, mandiri dan modern. Sebagai negara agraris, jumlah petani diIndonesia sesuai data tahun 2020 sebanyak 33 juta jiwa dengan persentase petani yang memiliki  rentang usia kurang dari 40 tahun, atau disebut petani milenial hanya 29 %. 

Jumlah ini tentunya harus terus ditingkatkan, karena factor pengungkit produktivitas yang terbesar adalah SDM yaitu sebesar 50 % sedangkan inovasi teknologi  dan sarana prasarana pertanian serta peraturan perundangan termasuk kearifan lokal kontribusinya masing-masing hanya sekitar 25 %.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, “Generasi milenial akan menjadi penentu kemajuan pertanian nasional. Karena milenial mempunya inovasi dan gagasan kreatif yang akan bermanfaat bagi kelangsungan pertanian. Dengan memanfaatkan teknologi , dunia dalam genggaman anak-anak muda”.

Kepala Badan PPSDMP Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi menyampaikan, ”Pembangunan pertanian belum cukup kalau hanya bicara inovasi, sarana prasarana, termasuk kebijakan peraturan perundangan. Yang utama adalah bagaimana kita meningkatkan SDM, sehingga mampu mengimplementasikan  inovasi, sarana dan prasarana dengan baik dan benar serta mampu mengusulkan kebijakan peraturan perundangan yang mendukung pertanian “.

Sejalan dengan hal tersebut, maka BBPP Batu kembali melaksanakan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani. Bimtek dilaksanakan selama 1 hari pada tanggal 22 Maret 2021 yang berlokasi di Gedung Serba Guna Al Imran Ketapang . Kegiatan Bimtek diikuti oleh 100 orang petani milenial dari Kab. Sampang. Kegiatan Bimtek dibuka oleh Anggota Komisi IV DPR RI Slamet Ariyadi, S.Pi.

Dalam sambutannya, Slamet Ariyadi menyampaikan, “Saya memiliki harapan bahwa petani milenial yang mengikuti bimtek ini dapat meningkat SDM nya sehingga dapat membawa Kab. Sampang menjadi lebih maju serta petani milenial ini dapat ikut serta membantu dan mensukseskan  program-program  pemerintah”.

Tujuan kegiatan Bimtek saat ini adalah untuk memberikan wawasan dan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta tentang cara pembuatan dan manfaat pupuk organic padat. Dengan materi yang terdiri dari Kebijakan pembangunan pertanian, mengenal bahan pembuatan pupuk organic, membuat pupuk organic dan memanfaatkan pupuk organik.

Peserta sangat antusias sekali dalam mengikuti materi yang diberikan sehingga tujuan atau hasil yang diharapkan dari pelaksanaan bimtek diharapkan  dapat tercapai.

** Dwi Lestari /BBPP Batu

Mobil Laundry Nyungsep di Katulampa

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebuah mobil Laundry Dry Cleaning, Pick Up and Delivery nyungsep di saluran air di Katulampa, Bogor pada Senin (22/3), sekitar pukul 03.00 WIB pagi.

Kepala Seksi Pengendalian dan Ketertiban (Daltib) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Ridwan mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB atau menjelang Subuh.

Mobil itu melintasi jalan yang kondisinya gelap dan diperkirakan jalannya lurus. “Berdasarkan pengakuan dari sopir, jalan itu terlihat lurus, akan tetapi faktanya jalan itu berbelok jadi menyebabkan mobil ke cebur,” kata Ridwan melalui aplikasi WhatsAppnya.

Pada siangnya, Dishub mencoba untuk mengevaluasi mobil tersebut, namun armada derek tidak sanggup dan berkoordonasi dengan Jasa Marga.

“Armada derek kami tidak sanggup dikarenakan katrol dereknya lemah, lalu minta bantuan Jasa Marga dan akhirnya bisa diangkat,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Peringati Isra Mi’raj, Warga Pasarean Adakan Lomba Thafidz Tingkat SD Hingga SMP

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Warga Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor mengadakan lomba tahfidz yang diikuti tingkat SD sampai SMP. Lomba ini diadakan oleh Pemuda Remaja Masjid Darul Hijrah (Prismada) di aula Pasarean RT 04, Minggu (21/3/2021), dan Isra’ Mi’raj sendiri digelar di Majelis Ta’lim Kampung Pasarean RT 02, Kamis, 25 Maret 2021.

“Pada awalnya Prismada mengadakan lomba tahfidz qur’an ini mencoba untuk berkolaborasi dengan komunitas cinta baca, jadi karena kolaborasi tersebut dibuatlah penambahan 4 lomba yaitu lomba berpidato, lomba berpuisi, dan juga lomba cerdas cermat, “ ujar Ketua Prismada, Fakhry.

Untuk rangkaian acaranya dilaksanakan dua sesi, yang pertama sesi perlombaan dan yang kedua adalah acara puncaknya yaitu kegiatan Isra Mi’raj nya. Untuk acara besarnya Isra Mi’rajnya diisi oleh KH. Tatan Mubarok selaku ulama setempat.

Diadakannya lomba ini kata dia, untuk memaksimalkan khusunya dalam kegiatan Isra Mi’raj sehingga bisa timbul adanya semangat yang tumbuh dalam beribadah dan juga dengan bermumalah. Di dalam kegiatan ini, warga Kampung Pasarean memberikan tanggapan yang positif dalam kegiatan lomba yang diadakan oleh Prismada.

“Mereka (warga) sangat antuias, sangat senang dan bangga khususnya para orang tua karena anak-anaknya memiliki wadah untuk menyalurkan bakat dan juga menyalurkan kegiatan yang positif terlebih pada saat kondisi wabah seperti ini,” jelas Fakhri.

Dia mengatakan, lomba tahfidz ini hanya diadakan oleh seluruh SD hingga SMP, karena dilihat bibit dari kecil, lalu anak-anak juga merupakan bibit unggul dan kader-kader terbaik untuk masa depan khususnya Kampung Pasarean dan juga bisa menjadi pemimpin atau menjadi orang yang sukses di masa mendatang. 

“Harapan untuk acara ini adalah semoga acara ini bisa dilaksanakan dengan lancar dan sukses tanpa ada hambatan,  dan juga banyak adanya dukungan dari berbagai sponsor yaitu salah satunya dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bogor Barat yang siap untuk mensupport logistik kegiatan ini, kemudian adanya dukungan dari warga ibu-ibu dan bapak-bapak Kampung Pasarean, BPRS Amanah Ummah, Yayasan Darul Hijrah, Majelin Talim Darul Hijrah, Pesantren Darul Hijrah, Komunitas Cinta Baca, Komunitas UI Kesyakhsiyah, dan DKM masjid darul hijrah,” jelas Fakhri.

** Nur Anisah Rahmahnda [MG-UIK-Jb]

5 Ribu Pelaku Wisata Belum Divaksin

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 5.000 pelaku pariwisata di Kota Bogor masih menunggu giliran untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) pun menargetkan pada April mendatang vaksinasi dapat dilakukan.

“Jadi total yang terdata sementara ada 7.500 orang. Yang sudah divaksin tahap pertama 2.500 yang sudah. Sedangkan sisanya belum,” ujar Kepala Disparbud, Atep Budiman kepada wartawan, Minggu (21/3).

Menurut dia, sebanyak 5.000 pelaku wisata itu berasal dari hotel, restoran, seniman, pelaku ekonomi kreatif, destinasi wisata, museum dan lain sebagainya.

“Kami sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait adanya 5 ribu pelaku wisata yang belum divaksin. Tapi sampai sekarang kami masih inventarisir, total keseluruhan,” kata Atep.

Ia menjelaskan, di Kota Bogor terdapat 1.600 restoran, 160 hotel dan belasan destinasi wisata. Atas dasar itu, pelaku wisata menjadi salah satu prioritas untuk menerima vaksin, agar dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan untuk berkunjung ke ‘Kota Hujan’. Sehingga dapat membangkitkan sektor perekonomian, yang sempat terpuruk saat pandemi berlangsung.

“Untuk mempercepat vaksinasi massal, kami sudah komunikasi dengan mal dan hotel untuk menyediakam tempat. Tapi kendalanya untuk hotel waktunya terbatas, tidak seperti di Puri Begawan atau GOR,” jelasnya.

Sementara itu, pegawai ritel di pusat perbelanjaan pun mulai mendapatkan vaksinasi. Namun, dari 16.403 pegawai ritel yang terdata di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), baru 750 yang divaksin, mulai dari pengelola mal, karyawan tenan dan lainnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, gelombang pertama vaksinasi untuk pegawai mal dan ritel menyasar 1.500 orang, dengan rincian 750 sasaran vaksin per harinya.

Langkah itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo, yang menginginkan percepatan vaksinasi. Sehingga, vaksinasi tidak cukup hanya di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) saja.

“Fasyankes saja tidak akan cukup, 750 pegawai ritel se-Kota Bogor. Total, 1.500 pegawai divaksin selama dua hari,” ujar Bima.

Kata dia, sudah enam mal yang terdaftar sebagai sasaran vaksin hari pertama di mal Boxies

Selain vaksinasi di mal Boxies, Pemkot Bogor akan melaksanakan program vaksinasi di mal lain. Sehingga targetnya bukan saja akselerasi vaksin, tetapi strategi membangkitkan ekonomi.

“Kita berharap mal kembali bergairah, kembali ramai dikunjungi dengan protokol kesehatan,” katanya.

Menurutnya, pandemi sangat terasa dalam penurunan kunjungan dan geliat warga berbelanja. Hal itu terjadi di semua mal.

“Ada penurunan, saya kira dimana-mana ada penurunan sekitar 20 persen. Maka kita berharap bisa vaksinasi di mal bisa mendongkrak ekonomi, selain kejar target vaksinasi,” ungkapnya.

Bima menilai bahwa proses vaksinasi di mal Boxies, ia merasa bisa meningkatkan kapasitas di mal tidak hanya 750 orang, tapi 1.500 sasaran vaksin per hari.

Dengan demikian, jika pelaksanaan vaksin di berbagai tempat, mulai dari gedung Puri Begawan, IIC Mall Botani Square, Fasyankes, hingga drive thru di GOR Pajajaran, ia mengklaim target 109.000 warga yang divaksin bakal tercapai.

“Bila berjalan lancar, target pertama 109.000 akan terpenuhi pada Juni,” imbuhnya.

** Fredy Kristianto

Begini Upaya GMKB Kenalkan Kaulinan Sunda

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB) dan Paguyuban Tarikolot gelar jalan santai budaya lintas alam. Kegiatan tersebut adalah upaya mempelopori Kampung Tarikolot sebagai salah satu kampung tematik wisata budaya kaulinan sunda.

Seperti diketahui, meskipun Kota Bogor adalah kota berbasis suku Sunda, namun sudah sangat jarang ditemui anak-anak yang berinteraksi dengan budaya kaulinan Sunda.

Kegiatan jalan santai itu juga bertujuan untuk mengeksplor alam wilayah Ciluar Bogor Utara yang merupakan sisi terluar Kota Bogor.

Ketua Umum GMKB Ridho mengatakan, hal itu dimaksudkan untuk menarik minat masyarakat para wisatawan datang ke kesana . “Setelah acara jalan santai kita menyaksikan permainan kaulinan Sunda yg dimainkan anak anak setempat,” kata Ridho.

Disamping itu lanjut Ridho, melalui kegiatan itu juga membantu UKM. Karena dalam kegiatan tersebut ada beberapa UKM yang menjual produk warga setempat seperti kripik singkong, gulasi, sirup bakul, pia dan sebagainya.

“Yang, uniknya alat tukar nya adalah dengan kepingan bambu yang diberi nilai. Sebelumnya kita tukar kan uang kita dengan kepingan bambu,” ujarnya.

Acara tersebut cukup sukses, karena dihadiri oleh Kasi Promosi Wisata Nina yang merupakan perwakilan Dinas Pariwisata. Selain itu juga turut dihadiri Kasi Budaya Dian Sudiono dan Anggota DPRD Kota Bogor H Akhmad Saiful Bakhri.

“Kedepan kita rencanakan untuk mengadakan festival budaya kaulinan Sunda antar keluarahan. Ini idenya pa ASB kampung budaya kaulinan sunda. beliau sangat suport,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto