24.6 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1273

Hindari Kemacetan, Petugas UPT Perbaiki Jalan Cikereteg Malam Hari

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Kerusakan sejumlah ruas jalan di wilayah tugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah III, mulai dari Kecamatan Cisarua, Megamendung, Ciawi dan Caringin, sudah mulai dilakukan perbaikan.

Bahkan, untuk memberikan kenyamanan kepada para pengendara dan mengantisipasi terjadinya kemacetan saat melaksanakan perbaikan, petugas UPT mulai bekerja dari pukul 20.00 WIB atau setelah kondisi arus lalulintas tidak terlalu padat.

Seperti perbaikan di ruas Jalan Cikereteg-Ciletuh, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, para petugas kepanjangan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor itu, memperbaiki jalan-jalan berlubang hingga larut malam.

 “Kalau dilakukan siang, pasti mengganggu arus lalulintas di ruas jalan ini,” ungkap Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah III, Rizki Akbar kepada wartawan, Rabu (24/3).

Menurutnya, sebelum melakukan perbaikan, tim teknis terlebih dulu turun ke ruas jalan itu dan mengawasi volume kendaraan yang melintas.

Dari hasil pengawasan, lanjut Rizki Akbar atau yang biasa dipanggil Bombom, perbaikan di ruas Jalan Cikereteg-Ciletuh tidak bisa dilakukan siang hari. “Arus lalulintas disana sangat padat,  karena jalur wisata. Belum lagi keberadaan pasar yang ramai aktivitas,” paparnya.

Selain ruas jalan tersebut, Bombom mengaku sudah memperbaiki kondisi Jembatan Cisadane yang berada di Jalan Caringin-Maseng, lantaran rusak parah. “Jika tidak segera ditangani, kondisi jembatan bisa cepat rusak. Makanya, kami langsung perbaiki atas jembatan dengan mengaspal kembali agar tidak ada yang bolong,” jelasnya.

Bombom berharap adanya peran serta masyarakat dalam menjaga kondisi jalan agar tidak mudah rusak, yakni dengan tidak mencuci kendaraan di bahu jalan serta melarang adanya pembuatan tanggul besar.

 “Kalau pun mau cukup membuat tali kejut saja. Bisa dengan menggunakan bahan bekas ban mobil. Yang penting tidak besar dan membahayakan pengendara,” imbuhnya.

Sementara, Cece, warga Kampung Cikereteg, Desa Ciderum meminta agar dari pihak UPT untuk memperhatikan drainase jalan. Sebab, di ruas Jalan Cikereteg persisnya di sekitar pasar, drainase jalan tidak berfungsi.

 “Kenapa kami membuat tanggul, biar air saat turun hujan tidak masuk ke rumah warga, tapi ke saluran Irigasi Cikereteg yang ada di sebelah kanan jalan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Cece menilai keberadaan tanggul yang dibuat warga Cikereteg, semata-mata untuk keamanan dan mencegah adanya pengendara ngebut atau ugal-ugalan. “Kami pasang tanggul di sekitar depan masjid dan sekolah,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok di Parung Naik

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Jelang bulan suci Ramadhan 1443 H, sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Parung, Kabupaten Bogor mengalami kenaikan, tak terkecuali untuk ikan segar yang mengalami kenaikan hingga 70 persen.

Pedagang ikan di Pasar Parung, Edi mengatakan bahwa jelang Ramadhan, ada beberapa jenis ikan yang harganya mengalami kenaikan dan masyarakat banyak yang mencari udang.

“Kalau jelang puasa ini, ada kenaikan untuk ikan kembung jumbo, semula harganya Rp 26 ribu sekarang menjadi Rp 30 ribu. Kemudian ikan emas semula Rp 35 ribu sekarang menjadi Rp 42 ribu per kilo,” ujarnya, Rabu (24/3/2021).

Edi mengatakan, kenaikan juga terjadi pada  harga udang yang sebelumnya Rp 70 ribu sekarang menjadi Rp 80 ribu. “Itu jenis udang paris dan panami. Udang memang dicari masyarakat jelang puasa, kenaikan harga udang dan ikan itu sudah terjadi sejak awal bulan Maret,” katanya.

Sementara itu jelang dua pekan bulan suci Ramadan, kenaikan juga terjadi pada sayur mayur dan harga cabai yang mengalami kenaikan yang cukup tinggi sampai hari ini. Pedagang sayur, Musrianto mengatakan bahwa harga cabai di Pasar Parung mengalami kenaikan untuk jenis tertentu.

“Harga cabai itu naik sejak dua bulan yang lalu. Yang mengalami kenaikan itu untuk jenis cabai rawit setan. Semula harga Rp 60 ribu dan sekarang harganya Rp 125 ribu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Musrianto memaparkan bahwa kenaikan harga cabai itu berbeda di masing-masing pasar. “Harga Rp 125 ribu itu hanya di Pasar Parung. Kalau di pasar lain sampai Rp 140 ribu untuk harga cabai rawit setan,” jelasnya.

Musrianto mengatakan bahwa kenaikan harga cabai itu dipengaruhi oleh faktor cuaca. “Kenaikan harga cabai itu ada beberapa faktor, salah satunya tergantung cuaca. Sudah dua bulan yang lalu naik. Kan kemarin cuaca hujan,” jelasnya.

Musrianto juga membeberkan bahwa jenis cabai merah besar dan cabai keriting harganya masih normal. “Kalau cabai merah besar Rp 40 ribu. Itu masih standar dan cabai keriting Rp 40 ribu,” tegasnya.

Dari pantauan, harga daging sapi dan ayam  juga mengalami kenaikan. Harga daging yang semula Rp 110 ribu, kini Rp 115.000 ribu. Sementara ayam potong biasanya per kilogram Rp 24 ribu saat ini mencapai Rp 30 ribu.

** Cepi Kurniawan

Kendaraan Odol Ditertibkan Kemenhub, Asosiasi Truk Indonesia Minta Jangan Tebang Pilih

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan BPTD Wilayah IX Provinsi Jawa Barat melaksanakan  kegiatan normalisasi kendaraan bermotor dalam rangka mewujudkan program zero over dimensi dan over load atau odol  nasional tahun 2023 dan program padat karya di UPPKB Kemang Kabupaten Bogor, Rabu (24/3/2021).

Dalam kegiatan padat karya dan pemotongan 12  kendaraan dipimpin langsung Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiadi, Sekda Kabupaten Bogor Burhanuddin, Wakil Walikota Bogor Dedi A Rahim dan Anggota DPR RI Komisi V Mulyadi dan Eneng Aam  serta pihak TNI -Polri.

“Hari ini kita melakukan kegiatan pemotongan kendaraan odol yang secara sukarela  dilakukan pemotongan oleh pihak perusahaan dan pemilik tranportasi untuk dilakukan pemotongan,” kata Budi Setiyadi kepada wartawan.

Sampai saat ini Budi mengatakan ada 1000 pemilik kendaraan, baik itu dari perusahaan tranportasi atau pun perusahaan angkutan barang yang secara sukarela kendaraan untuk dilakukan pemotongan agar sesuai standar dimensi dan muatannya tidak over load.

“Ada 1000 pemilik kendaraan yang secara sukarela sudah menyerahkan kendaraan odolnya untuk dilakukan pemotongan,”kata Budi.

Lanjut Budi, akibat banyak kendaraan odol negara pun dirugikan 46 triliun  karena banyak kendaraan yang over load yang mengakibatkan jalan kabupaten, provinsi, bahkan nasional mudah rusak. “Diharapkan juga secara bertahap penertiban kendaraan odol bisa dilakukan dan 2023 bebas kendaraan odol, dan pemilik serta asosiasi truk bisa mengerti dan jangan sampai membadel karena sudah ada sanksi yang tidak mengikuti aturan ini,” kata Budi.

Menanggapi hal itu Sekda Kabupaten Bogor Burhanuddin mengapresiasi kegiatan itu karena mengingat di Kabupaten Bogor banyak sekali kendaraan besar yang over kapasitas. Sehingga tak jarang menyebabkan kecelakaan bahkan jalan jalan cepat rusak.

“Saya pun meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk menambah jembatan timbang kendaraan truk besar tidak hanya di Kemang, namun di Cariu, dan Parung Panjang karena di daerah tersebut banyak sekali truk tronton besar,” kata Sekda.

Sementara itu menurut  Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Provinsi Jawa Barat Widya Wibawa, tidak masalah dengan 2023 bebas odol, namun untuk saat ini pemerintah juga harus memikirkan dampak dari penertiban kendaraan odol.

“Tentu dampak ekonomi yang dirasakan oleh pengusaha saat pandemi seperti ini juga harus dipikirkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Bukan hanya itu saja, pemerintah juga diharapkan tidak tebang pilih dalam rangka menertibkan kendaraan odol.

“Jangan tebang pilih kan selama ini juga banyak kendaraan milik BUMN yang melebihi over load, nah kami dari Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia minta keadilan kendaraan milik BUMN juga dilakukan hal yang sama,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Polsek Parung Pantau Pelaksanaan PTM di Parung dan Ciseeng

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Polsek Parung terus melakukan pemantauan terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayah Parung, Kabupaten Bogor. Pengawasan PTM di Parung yakni mencakup beberapa sekolah di antaranya SMPN 1 Ciseeng, SMAN 1 Ciseeng, SDIT Andalusia Ciseeng, SMPN 1 Parung, SMAN 1 Parung, dan MA Almanar.

Pelaksanaan PTM itu sesuai dengan keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Nomor 421/85-DISDIK terkait penetapan satuan pendidikan jenjang SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA Percontohan/Model yang diizinkan untuk menyelenggarakan PTM terbatas pada masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Kapolsek Parung, Kompol Puji Astono mengatakan pihaknya beserta unsur aparat keamanan lainnya ikut memantau terselenggaranya PTM dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Sekolah yang dipantau itu adalah sekolah yang mendapatkan izin PTM. SDIT Andalusia, SMPN 1 Ciseeng, SMAN 1 Ciseeng, SMK Almanar Ini bentuk pengawasan protokol kesehatan. Sesuai dengan SK Disdik Kabupaten Bogor,” ujarnya, Rabu (24/3/2021).

Lebih lanjut Puji menjelaskan bahwa pihak kepolisian beserta perangkat lainnya tidak bosan untuk terus mengimbau terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan. “Kita tidak pernah bosan untuk mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, pengecekan suhu badan. Ini dilakukan setiap hari di setiap sekolahan yang menggelar PTM,” paparnya.

Puji berharap agar sekolah yang menggelar PTM untuk tidak mengabaikan aturan dan kepercayaan yang sudah diberikan. “Harapannya dengan pelaksanaan diperbolehkannya PTM agar pihak sekolah membantu mengawasi PTM dengan prokesnya. Untuk Parung sendiri masuk kategori zona kuning,” tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Merasa Dirugikan, Mahfud Supeltas Nyentrik Tempuh Jalur Hukum

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mahfud, seorang sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) yang terkenal nyentrik dan kerap ‘beraksi’ di Jalan Sancang, Kecamatan Bogor Tengah, mengadu ke Kantor Hukum Sembilan Bintang and Partners. Lantaran ia merasa dirugikan karena saat ia sakit namanya digunakan untuk mencari donasi demi kepentingan lain.

Dijetahui jumlah yang dikumpulkan sekelompok anak muda pada salah satu yang jumlahnya mencapai Rp431 juta.

Tetapi, Mahfud hanya menerima uang Rp30 juta yang digunakan untuk berobat jalan selama ia sakit ada September 2020. Nominal itupun disebut tak mencukupi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Kepada wartawan, Direktur Kantor Hukum Sembilan Bintang and Partners, R Anggi Triana Ismail mengatakan, Mahfud meminta bantuan hukum guna menuntut keadilan.

“Donasi yang terkumpul hampir setengah miliar, tapi tidak sepenuhnya sampai ke tangan Pak Mahfud. Yayasan hanya menyerahkan sebagian donasi itu kurang lebih Rp30 juta,” ujarnya, Rabu (24/3).

Kata dia, berdasarkan keterangan Mahfud, biaya itu hanya habis untuk pengobatan jalan dan belum beli obat serta kebutuhan sehari-harinya. Sebab saat sakit selama 4 bulan lebih, Mahfud tidak ada pemasukan sama sekali.

“Ini tidak manusiawi. Bagaimanapun klien kami merupakan subjek penerima manfaat dari sumbangan yang terkumpul melalui yayasan. Seyogyanya mereka menyerahkan semuanya ke pak Mahfud guna kebutuhan pengobatan dan kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Namun, penyerahan uang itu tak dibarengi dengan penjelasan yang konkret dari yayasan. Padahal, sambungnya, apabila merujuk pada Undang Undang No. 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang / Barang, jelas pemanfaatannya semata untuk kesejahteraan bagi yang membutuhkan.

“Hal ini sudah tak bisa di tolerir lagi, kami akan sikapi dengan tegas yayasan ini yang diduga telah melakukan perbuatan yang bersifat melawan hukum ini,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Mengganggu, Knalpot Racing Ditindak Polsek Nanggung

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Belasan  sepeda motor dengan kapasitas mesin 250 cc ke bawah yang menggunakan knalpot racing ditindak Polsek Nanggung. Knalpot ini meresahkan masyarakat karena suaranya yang bising. Kanit Reskrim Polsek Nanggung Ipda Rahman mengatakan, sudah satu pekan ini pihaknya  melakukan razia para pemotor yang menggunakan knalpot bising.

“Knalpot modifikasi dengan cara menggunakan knalpol racing jelas menimbulkan keresahan pada masyarakat, terlebih  sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan jalan raya,” kata Ipda Rahman kepada Jurnal Bogor, Rabu (24/3).

Razia yang dilakukan Polsek Nanggung kata dia, selain telah dilakukan secara nasional,  ditambah adanya usulan yang disampaikan kepala desa melaui rapat minggon yang berlangsung di Kecamatan Nanggung. “Jelang Ramadhan mesti dilakukan razia knalpot bising dan meminta lebih difokuskan di setiap wilayah desa,” jelasnya.

“Usulan itu diterima, tinggal nanti ditentukan apakah pusat kegiatannya didepan kantor desa atau apakah di titik lokasi lain. Jelang bulan Ramadhan ini knalpot bising akan kami bersihkan,” tegasnya.

Menurutnya, knalpot yang tidak dirazia adalah yang standar yang dikeluarkan dari pabrikan karena produk pabrikan itu sendiri telah ada spesifikasi standar dan tidak menimbulkan kebisingan.

“Razia rutin, selama satu pekan pemotor yang melanggar yang menggunakan knalpot racing sebanyak 19 unit motor. Dari 19 unit motor, 4 masih diamankan lantaran sudah 3 hari ini pelanggar belum membawa knalpot standar, begitu pula belum bisa menunjukan surat kepemilikan kendaraan. Sebelum kendaraan  diambil, pengendara wajib menunjukan surat- surat kepemilikan,” jelasnya.

 ** Arip Ekon

Bank DKI dan Filantra Gelar Pengolahan Sayur Hidroponik

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Setelah sukses dan mendapatkan antusias yang luar biasa dari warga Rusunawa Pondok Bambu dengan program pelatihan pengolahan produk Hidroponik yang pertama, kali ini Bank DKI dan Filantra kembali mengadakan pelatihan pengolahan sayur hidroponik untuk kedua kalinya pada Rabu (24/3).

Berbeda dengan pelatihan pertama yang membuat olahan mie, dalam pelatihan kali ini para warga rusunawa pondok bambu diajarkan untuk bisa membuat smoothie berbahan dasar pakcoy.

Sebanyak 15 orang warga Rusunawa Pondok Bambu hadir dalam kegiatan kali ini.

Pemateri pada pelatihan pelatihan sayur hidroponik kali ini adalah Atun Rodinatun, yang merupakan pegiat Lingkungan dan peraih gelar wanita inspiratif II di kabupaten Bekasi.

Dalam pemaparannya, Atun menjelaskan manfaat dari olahan sayur pakcoy yang diolah menjadi smoothie.

Selain itu Atun juga memotivasi para peserta pelatihan agar bisa memiliki dan berwirausaha berbekalkan ilmu yang diperoleh dari Program Kebun Hidroponik Bank DKI. Yaitu melalui usaha jajanan sehat berbahan dasar sayur hidroponik.

Terlihat keseriusan peserta dalam memperhatikan penjelasan dari Atun.

“Rasanya Unik mas, bukan kayak kita makan sayur biasa. Lebih ke rasa jus Alpukat. Tapi manfaat sayurnya ga hilang ” ujar Maryam mengomentari hasil olahan sayur pakcoy.

Imam selaku ketua Pelaksana Program Kebun Hidroponik Bank DKI mengaku sangat senang dengan adanya program ini. Karena manfaat dari kebun hidroponik yang ada serta ilmu dari pelatihan yang diberikan sangat berguna bagi warga Rusunawa Pondok Bambu.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bank DKI atas terselenggaranya program inj, Alhamdulillaah warga Rusun sangat merasakan manfaatnya,” tutur Imam.

Hal senada juga diungkapkan Nurdin yang merupakan Fasilitator Program. “Kami bersyukur dan berterimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini. Tentunya banyak manfaat yang dirasakan oleh warga. Dan insya Allah kedepannya kita akan coba kembangkan program yang lebih inovatif lagi untuk warga rusunawa” tutup Nurdin.

** w2n /rls

Mendaki Gunung, Ini Persiapan yang Harus Dibawa

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Mendaki gunung saat ini sangat digemari oleh kalangan masyarakat, dari orang tua, remaja, bahkan sampai anak anak pun sudah diajarkan mendaki gunung sejak dini. Tidak heran saat ini mendaki banyak disukai oleh kalangan masyarakat, bahkan mendaki saat ini sudah menjadi hobi oleh kalangan masyarakat.

Bukan hanya menyajikan keindahan dari ketinggian atau menjadi tempat bersantai dan menikmati suara alam untuk melepas penat serta pikiran dari aktivitas sehari hari, tetapi terkadang mendaki gunung bisa dijadikan sebagai filosofis kehidupan oleh sebagian orang.

Sekarang saya akan memberitahu kalian apa saja persiapan serta perlengkapan apa saja yang harus kalian bawa ketika mendaki gunung.

1. Tentukan lokasi dan cek level pendakian

Lokasi dan level pendakian sangat penting, walaupun jalur hiking diciptakan sama, tetapi kalian harus memerhatikan kondisi track hiking yang akan kita daki, carilah gunung yang sekiranya kalian masih sanggup untuk mendakinya, apabila kalian yang pemula, disarankan untuk tidak menaiki gunung dengan trek yang sulit, karena sangat membahayakan untuk diri kita sendiri.

2. Sendiri atau bersama teman?

Mungkin untuk kalian yang sering mendaki gunung, perjalanan sendiri pun tidak masalah, tetapi untuk pendaki yang baru pertama kali, disarankan mengajak teman yang sering mendaki gunung, karena sangat penting buat kalian untuk menjadi pemandu jalan serta menjadi pengingat kalian untuk tidak melakukan hal hal aneh saat mendaki gunung, mendaki bersama teman untuk bisa membuat kalian lebih aman.

3. Cek cuaca

Cek cuaca sangat penting dalam pendakian, karena sebelum kalian naik kalian harus mengecek cuaca di internet atau informasi official account gunung yang akan kalian daki. Kenapa? Karena dengan kalian mengecek cuaca, kalian bisa mempersiapkan diri kalian serta peralatan apa saja yang kalian bawa. 

4. Budget

Selain beberapa persiapan yang di atas, budget menjadi salah satu yang sangat penting untuk kalian yang ini mendaki gunung. Bawalah budget sesuai dengan kebutuhan ketika kalian mendaki gunung, dari mulai budget transportasi, logistik serta pendaftar masuk gunung tersebut.

5. Persiapan fisik

Fisik menjadi alat yang sangat penting untuk kalian yang ingin mendaki gunung. Karena mendaki gunung bukan hal mudah, fisik kalian akan terkuras ketika mendaki gunung, disarankan, minimal 2 minggu sebelum mendaki, kita melakukan olahraga seperti jogging, serta olahraga fisik lainnya.

6. Asupan makanan sebelum mendaki gunung

Sebelum kalian mendaki, kalian harus memperhatikan asupan makanan kalian, karena untuk mendaki gunung idealnya kalian harus memakan makanan yang mengandung tinggi karbohidrat dan protein, sebaiknya kalian memakan nasi, sayuran, buah buahan. Itu adalah asupan makanan yang cerdas.

7. Peralatan atau barang yang perlu dibawa.

Ada beberapa barang yang harus kalian bawa saat mendaki gunung

• Kompas atau Gps
• Kotak P3K
• Air secukupnya
• Makanan secukupnya
• Carrier atau tas gunung
• Tenda (sudah termasuk flysheet)
• Kompor portable
• Pisau, gelas, piring atau kertas nasi
• Matras
• Gas portable
• Baju ganti, minimal 2 atau 3
• Membawa jaket hangat, sarung tangan serta kaos kaki
• Sleeping bag atau kantung tidur
• Senter atau headlamp
• Korek api
• Identitas diri
• Sepatu gunung
• Ponsel atau radio 2 arah
• Dan, membawa kantung plastik sampah (trash bag) untuk membuang sampah

Itulah beberapa persiapan serta peralatan yang harus kalian bawa saat mendaki gunung. intinya saat kita mendaki gunung, kita harus memerhatikan plang yang sudah ditetapkan oleh pengurus setempat, mematuhi peraturan setempat, selalu menjaga sopan santun saat di gunung, dan yang terpenting, selalu menjaga kebersihan alam, agar bumi kita tetap indah dan nyaman.

** Aldi Herlanda [MG/Unp-Jb]

Satgas Covid-19 Ungkap Lima Fakta Strategi Keberhasilan Tangani Pandemi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) mengungkapkan lima fakta strategi keberhasilan berbagai negara dalam penanganan Covid-19.

Hal ini dipaparkan Sekretaris Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan Satgas Covid-19 dr. Mariya Mubarika dalam Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Tentara Nasional Indonesia (Rakorniskes TNI) 2021 di Aula Gatot Soebroto Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/3).

Dihadapan para peserta Rakorniskes TNI dr. Mariya Mubarika – yang ditugaskan khusus mewakili Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19/Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo – menyatakan pemerintah tegas dan disiplin dalam menegakkan aturan merupakan penentu keberhasilan dalam menjaga kestabilan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. Seperti yang dilakukan Pemerintah Cina, Hong Kong, Cina Taipei, dan Vietnam.

dr. Mariya Mubarika, yang pernah jadi Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan 2019-2021, melanjutkan presentasinya bahwa kerja sama masyarakat sangat perlu dan juga menentukan keberhasilan. Selain itu, mengkaji perkembangan profil terbaru Covid-19 serta usaha mitigasi penyebaran Covid-19 yang segera diterapkan menjadi efektif dan efisien.

Lebih lanjut dr. Mariya Mubarika,  mengatakan jika berbagai pendekatan tidak ada perbaikan, perlu segera memikirkan metode lain sebelum terlambat dan malahan tereliminasi oleh Virus yakni dengan jumlah angka kematian terus meninggi.

Terakhir atau fakta keberhasilan kelima, perlu dibuat sistem perlindungan satu langkah di depan serangan virus (One-Step a Head), karena kita tidak mungkin terus di ombang ambing dari perubahan mutasi virus yang secara alamiah memang terus bermutasi, berdampak ke perubahan virulensi, kematian ataupun bisa menghindar dari antibodi. Kita harus lebih cerdas dari virus.

“Negara yang baik dan berhasil menangani pandemi Covid-19 itu model kepemimpinannya seperti TNI dengan mematuhi garis komando. Cepat dan kalau dari atas A sampai ke bawahnya A,” ujar dr. Mariya Mubarika.

Sementara itu Kepala Subdirektorat Imunisasi, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan dr. Asik Surya, MPPM menyatakan tingkat kedisiplinan masyarakat kita dalam menggunakan masker jauh lebih baik dibandingkan dengan negara Amerika Serikat yang menganut paham demokrasi liberal.

Apalagi penggunaan masker dan vaksinasi ini sangat penting dalam menekan angka penyebaran virus corona ini. “Amerika Serikat tigabelas kali lipat lebih parah daripada Indonesia,” ujar peraih gelar Master Public Policy and Management lulusan University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat tahun 1999 ini.

dr. Asik, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, menyatakan saat ini seluruh dunia berharap dengan vaksin, termasuk Indonesia, meski sudah menjalani protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi) dan 3T (testing, tracing, dan treatment).

“Pemerintah menyiapkan ketersediaan vaksin untuk seluruh masyarakat secara bertahap serta melakukan inovasi pelaksanaan vaksinasi guna mengejar target yang dicanangkan Bapak Presiden selama 300 hari sudah harus selesai,” ujar dr Asik.

Menjelang acara penutupan Rakorniskes TNI 2021 Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, MARS, MHKes mengatakan peningkatan sumber daya manusia (SDM), organisasi, sistem komunikasi, integrasi, dan sinergi dengan Kepolisian RI dan juga di lingkungan internal TNI sangat penting dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Kita sama-sama berkolaborasi dan bersinergi dalam penggunaan kekuatan tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 yang bisa memberikan ancaman dan mengganggu ketahanan negara,” ujar Mayjen TNI Tugas Ratmono.

Jenderal Bintang Dua – yang saat ini menjabat pula sebagai Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat – menekankan pentingnya sinergitas TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, Satgas Covid-19/BNPB, dan kepala daerah dalam memutus penyebaran Covid-19.

“Sudah beberapa kali ditekankan Bapak Panglima TNI dan Ketua Satgas Covid-19 masih banyak yang perlu disinergikan untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di negara kita,” papar Mayjen TNI Tugas Ratmono sebelum menutup Rakorniskes TNI yang juga diikuti Kepala Kesehatan Kodam se-Indonesia melalui Zoom Meeting.

**ass/rls

HADITS HARI INI

0


24 Maret 2021
10 Sya’ban 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَرُ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ وَعَدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِبْرِيلُ فَقَالَ إِنَّا لَا نَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ صُورَةٌ وَلَا كَلْبٌ

Telah bercerita kepada kami Yahya bin Sulaiman berkata, telah bercerita kepadaku Ibnu Wahb berkata, telah bercerita kepadaku Umar dari Salim dari bapaknya berkata; Malaikat Jibril berjanji kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, katanya:

Kami tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar ataupun anjing.

HR Bukhari No. 2988

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ