Bank DKI dan Filantra Gelar Pengolahan Sayur Hidroponik

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Setelah sukses dan mendapatkan antusias yang luar biasa dari warga Rusunawa Pondok Bambu dengan program pelatihan pengolahan produk Hidroponik yang pertama, kali ini Bank DKI dan Filantra kembali mengadakan pelatihan pengolahan sayur hidroponik untuk kedua kalinya pada Rabu (24/3).

Berbeda dengan pelatihan pertama yang membuat olahan mie, dalam pelatihan kali ini para warga rusunawa pondok bambu diajarkan untuk bisa membuat smoothie berbahan dasar pakcoy.

Sebanyak 15 orang warga Rusunawa Pondok Bambu hadir dalam kegiatan kali ini.

Pemateri pada pelatihan pelatihan sayur hidroponik kali ini adalah Atun Rodinatun, yang merupakan pegiat Lingkungan dan peraih gelar wanita inspiratif II di kabupaten Bekasi.

Dalam pemaparannya, Atun menjelaskan manfaat dari olahan sayur pakcoy yang diolah menjadi smoothie.

Selain itu Atun juga memotivasi para peserta pelatihan agar bisa memiliki dan berwirausaha berbekalkan ilmu yang diperoleh dari Program Kebun Hidroponik Bank DKI. Yaitu melalui usaha jajanan sehat berbahan dasar sayur hidroponik.

Terlihat keseriusan peserta dalam memperhatikan penjelasan dari Atun.

“Rasanya Unik mas, bukan kayak kita makan sayur biasa. Lebih ke rasa jus Alpukat. Tapi manfaat sayurnya ga hilang ” ujar Maryam mengomentari hasil olahan sayur pakcoy.

Imam selaku ketua Pelaksana Program Kebun Hidroponik Bank DKI mengaku sangat senang dengan adanya program ini. Karena manfaat dari kebun hidroponik yang ada serta ilmu dari pelatihan yang diberikan sangat berguna bagi warga Rusunawa Pondok Bambu.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bank DKI atas terselenggaranya program inj, Alhamdulillaah warga Rusun sangat merasakan manfaatnya,” tutur Imam.

Hal senada juga diungkapkan Nurdin yang merupakan Fasilitator Program. “Kami bersyukur dan berterimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini. Tentunya banyak manfaat yang dirasakan oleh warga. Dan insya Allah kedepannya kita akan coba kembangkan program yang lebih inovatif lagi untuk warga rusunawa” tutup Nurdin.

** w2n /rls

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here