26.8 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1270

Harga Daging Sapi dan Cabai Masih Tinggi di Pasar Ciseeng

0

Ciseeng | Jurnal Inspirasi

Ramadan 1443 Hijriah tinggal beberapa pekan lagi, tentu jelang Ramadan banyak masyarakat yang berburu bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari berpuka puasa dan sahur. Namun hingga saat ini kenaikan bahan pokok di sejumlah pasar terus terjadi, tidak terkecuali harga cabai dan daging sapi masih mendominasi kenaikan, Sabtu (27/3/2021).

Seperti di Pasar Ciseeng, Kabupaten Bogor harga daging dan cabai merah rawit atau orang biasa menyebutnya cabai setan, harganya masih tinggi.

Diungkapkan pedagang daging sapi, harga saat ini masih terus terjadi kenaikan. Terbaru saat ini jelang Ramadan mencapai Rp 130 ribu. Bahkan di Pasar Tanah Abang, Palmerah Jakarta, saat ini sudah menembus angka Rp 150 ribu.

“Masih tinggi harga daging sapi terus alami kenaikan sejak awal tahun 2021 ini, bahkan kenaikan diprediksi masih akan terus terjadi menjelang idul Fitri nanti,” kata Muhtadin kepada wartawan, Sabtu (27/3/2021).

Muhtadin mengatakan, kenaikan masih terus terjadi hingga saat ini diakibatkan karena pasokan daging sapi lokal sedikit.

“Karena pasokan daging sapi lokal sedikit jadi harga terus naik, akibatnya daya beli masyarakat menurun karena tingginya harga ,” kata Muhtadin.

Tidak hanya daging sapi, harga cabai rawit merah juga harganya masih terus tinggi, bahkan kenaikan sudah hampir 6 bulan tidak kunjung turun ke harga normal.

“Harganya masih tinggi, khususnya cabai rawit merah atau cabai rawit setan sekarang harganya 120 ribu rupiah padahal harga normalnya 60 ribu rupiah per kilogramnya, kenaikan diakibatkan karena pasokan cabai sedikit faktor cuaca,” kata Yani.

Sementara menurut pembeli, Ela warga yang juga penjual soto di Ciseeng mengatakan, akibat kenaikan yang masih tinggi pada daging sapi dan cabai mengurangi pembelian.

“Paling sedikit sekarang belinya, biasanya banyak sekarang dikurangi karena harga masih pada tinggi apalahi jelang Ramadan pasti sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan, kami berharap harga kembali normal,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Waspada TPA Galuga Ambles, Pemulung Diimbau Berhati-hati

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang ambles, Jumat (26/3). Disinyalir amblesnya tumpukan sampah di pembuangan akhir itu karena over kapasitas.

Kejadian itu pun dibenarkan Sekcam Cibungbulang Agus Sutardi bahwa amblesnya TPA sampah milik kota dan Kabupaten Bogor terjadi pada pukul 15.30 Wib.

“Kejadian ambles itu TPA di area milik Kota dan Kabupaten kejadian pukul tiga sore,” kata Agus.

Dalam kejadian tersebut beruntung tidak ada korban jiwa saat itu para pemulung sudah kembali ke basecamp.

“Saat kejadian para pemulung tidak melakukan aktivitas mulung, beruntung tidak ada korban jiwa,” kata Agus

Untuk kedalaman ambles Agus belum bisa memastikan berapa panjang dan dalamnya tumpukan sampah itu.

“Belum tahu panjang dan dalamnya berapa ambles tumpukan sampah itu, yang terpenting tidak ada korban jiwa, dan tadi sudah dilakukan peninjauan oleh pihak terkait,” kata Agus.

Agus mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas memulung di lokasi TPA Galuga, baik itu di area Pemkot dan Pemkab Bogor lebih berhati-hati.

“Apalagi saat musim hujan diharapkan lebih berhati-hati dan tetap jaga keselamatan diri,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

HADITS HARI INI

0


27 Maret 2021
13 Sya’ban 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا جَرِيرٌ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ عَنْ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي قَالَا الَّذِي يُوقِدُ النَّارَ مَالِكٌ خَازِنُ النَّارِ وَأَنَا جِبْرِيلُ وَهَذَا مِيكَائِيلُ

Telah bercerita kepada kami Musa, telah bercerita kepada kami Jarir, telah bercerita kepada kami Abu Raja’ dari Samurah berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Aku bermimpi pada suatu malam, ada dua laki-laki yang datang kepadaku. Keduanya berkata: Malaikat yang menyalakan api adalah Malik sebagai penunggu Neraka sedangkan aku adalah Jibril dan ini Mika’il”.

HR Bukhari No. 2997.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ade Yasin Ajak Warga Sukseskan Bogor Gelap 2021

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor Ade Yasin mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor untuk berpartisipasi dalam kegiatan Bogor Gelap 2021 melalui akun Instagramnya pada Jumat (26/3).

“Masyarakat dapat berpartisipasi dengan cara mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak digunakan selama 1 jam pada hari Sabtu, 27 Maret 2021 mulai dari pukul 20.30-21.30 WIB,” ujar Ade.

Ia menjelaskan kegiatan ini bukan pemadaman listrik secara menyeluruh dari PLN akan tetapi aksi kesadaran diri sendiri. “Ayo sayangi bumiku, bumimu dan bumi kita semua,” tutup Ade.

** Reka Faturachman [MG/Uik-Jb]

Terpesona Si Putih Jamur Tiram, Calon Duta Petani Milenial Rela Turun dari Panggung Model

0


Purwakarta | Jurnal Inspirasi

Terpesona potensi Si Putih jamur tiram membuat Nopan Purwadi warga Desa Sukahaji Kecamatan Tegal Waru Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, rela meninggalkan hiruk pikuk dunia model dan melenggang sebagai petani.

Lahir dari keluarga petani, Nopan mengaku mantap memilih menjadi petani dan merasa lebih bahagia karena bisa memberdayakan masyarakat sekitar dengan usaha jamur tiramnya. Berkat dedikasinya ini pada 2018 kelompoknya memperoleh penghargaan Bupati Purwakarta sebagai kelompok yang berhasil mengentaskan kemiskinan di wilayahnya dan penghargaan sebagai Petani Milenial Usaha Budidaya Jamur Tiram di tahun 2020. Dari hasil taninya pula Ia bisa melanjutkan pendidikan.

“Saya seneng dengan bertani karena saya merasa lebih fresh. Hati dan pikiran saya adem,Saya merasa uang lebih berkah dan bermanfaat. Dari hasil tani selain bisa bantu mempekerjakan orang tetangga sekitar juga bisa melanjutkan pendidikan, “ ucapnya Kamis (25/03/2021).

Belajar otodidak melalui internet dan media lainnya Nopan bisa membuat kultur jaringan. Ia menjadikan lorong rumah ukuran 1,5 m x 4 meter sebagai awal usaha jamur tiram, yang kini mantap ditekuninya. Lorong rumah tersebut diisi 500 baglog dan hasil panen pertamanya langsung Ia buat jamur crispy yang dijual menyasar anak – anak sekolah dengan kemasan sederhana dibandrol seharga 1000an rupiah.

Seiring waktu, usaha tani jamurnya semakin berkembang dan memerlukan perluasan lahan. Iapun memanfaatkan kamar rumah dan kandang sapi yang disulap menjadi rumah jamur (Kubung). Jamur yang dihasilkan langsung diolah menjadi olahan jamur tiram crispy berbagai rasa yang dikemas cantik dan laris manis di pasaran dengan brand Jamur Crispy Ngehe yang berarti Ngeunah dan Hemat.

Produksinya ini bisa diperoleh di pasar – pasar online terkemuka. Dalam sehari Ia memproduksi 30 – 40 kilogram jamur crispy dan setiap dua minggu Iapun sibuk memenuhi pesanan khusus rutin 100 kg. Hal ini lantas mendorong Nopan berinovasi mengembangkan kaldu jamur dan rendang jamur kemasan.

Kesuksesannya memunculkan animo warga sekitar berusaha tani jamur yang kemudian membuka peluang usaha penjualan baglog. Dalam sebulan tak kurang dari 400 – 7000 log berhasil keluar. Hasil jamur warga sekitar Ia tampung, dilakukan packing selanjutnya dijual langsung kekonsumen.

“Yang membeli baglog, hasil jamurnya kami tampung juga, kami kemas dan kami jual langsung ke konsumen, jamur kami, “ terangnya.

Cita – cita besarnya saat ini ialah membangun tempat wisata edukasi khusus jamur dan mengajak kalangan muda untuk menjadi petani. Ia merasa pertanian bisa membawanya pada kehidupan yang lebih layak.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, di era modern ini Ia meminta kepada petani untuk mulai menjual hasil panen setelah melalui proses. Kata Mentan mengelola pertanian harus dimulai dari hulu, kemudian, pascapanennya.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi. Ia menekankan agar petani mengelola komoditas pertanian yang dihasilkan sampai hilir. Pengelolaan sampai hilir terbukti memberikan keuntungan sektor pertanian yang jauh lebih besar daripada yang pengelolaannya hanya berhenti di hulu.

“Semakin hilir nilai tambahnya semakin besar. Jadi petani padi jangan jual padi, petani ubi jangan jual ubi, tapi harus jual olahannya, karena olahan itu sebetulnya memberikan nilai yang semakin besar., “ tegasnya.

** Regi/PPMKP

HADITS HARI INI

0


26 Maret 2021
12 Sya’ban 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ هِلَالِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَحَدَكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا دَامَتْ الصَّلَاةُ تَحْبِسُهُ وَالْمَلَائِكَةُ تَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ مَا لَمْ يَقُمْ مِنْ صَلَاتِهِ أَوْ يُحْدِثْ

Telah bercerita kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir, telah bercerita kepada kami Muhammad bin Fulaih, telah bercerita kepada kami bapakku dari Hilal bin Ali dari Abdur Rahman bin Abu Amrah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Seseorang dari kalian akan selalu dihitung berada di dalam shalat selagi shalat itu mengekangnya (orang tersebut menanti shalat ditegakkan) dan malaikat akan mendo’akan: “Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia, selama dia belum berdiri dari tempat shalatnya atau telah berhadats”.

HR Bukhari No. 2990.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hambalang Diungkit Kubu KLB

0

Demokrat Kubu AHY Sebut Alihkan Isu

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Perseteruan Partai Demokrat kubu KLB Moeldoko dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kian memanas setelah kubu KLB menggelar konferensi pers di area Hambalang Sport Center atau Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Kamis (25/3). Kubu KLB mengklaim upaya itu jadi saksi kudeta SBY kepada Anas Urbaningrum, yang saat itu menjadi Ketua Umum. Sebaliknya, kubu AHY menuding hanya untuk mengalihkan isu dari rentetan kegagalan upaya pembohongan publik.

Juru Bicara Partai Demokrat versi KLB, M Rahmad mengatakan, proyek pembangunan Hambalang yang sekarang hampir menjadi ‘Candi Hambalang,” katanya kepada awak media, Kamis (25/3).

Menurutnya, setelah SBY gagal mengkudeta ketua umum melalui jalur politik, maka kemudian melakukan kudeta melalui jalur hukum yang terkesan sangat dipaksakan. “Nah, kalau kita buka lembaran-lembarannya. Map Hambalang ini secara detail ternyata jaraknya itu lebih dekat kepada Cikeas daripada Duren Sawit nanti,” tukasnya satir.

Sedangkan Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat kubu AHY, Herzaky Mahendra Putra mengatakan konferensi pers kubu Moeldoko di Hambalang, merupakan bentuk frustasi dan upaya menutupi rasa malu kepada peserta Kongres Luar Biasa Deli Serdang dan khalayak luas. Herzaky juga menilai pemilihan lokasi itu bentuk pengalihan isu.

“Kami mengajak publik untuk tidak terpengaruh atas upaya pengalihan isu yang dilakukan para pelaku ‘begal politik’. Mari kita selamatkan demokrasi dari para pelaku ‘begal politik’ yang terus menebar fitnah dan hoaks,” ujar Herzaky dalam keterangannya, Kamis (25/3).

“Mereka mengalihkan isu dari rentetan kegagalan upaya kebohongan publik yang mereka lakukan selama dua minggu terakhir,” kata dia.

Herzaky mengatakan ada sejumlah kegagalan kubu KLB Deli Serdang. Pertama, dia mengungkit klaim bahwa berkas hasil KLB Deli Serdang akan segera didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. “Faktanya butuh waktu lebih dari seminggu untuk mengajukan,” kata Herzaky.

Kegagalan kedua menurut Herzaky ialah ditolaknya laporan Marzuki Alie ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri. Marzuki sebelumnya melaporkan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan empat politikus Demokrat dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Ketiga, lanjut Herzaky, yakni kegagalan karena laporan kubu Moeldoko ke Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) juga ditolak. Kubu KLB Demokrat sebelumnya hendak melaporkan Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat Andi Alfian Mallarangeng yang dianggap memfitnah Moeldoko.

Kegagalan terakhir menurut Herzaky tercermin dari tindakan Marzuki Alie dkk mencabut gugatan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dia menyebut batalnya gugatan itu lantaran Marzuki Alie cs tak yakin terhadap legal standing mereka.

Menurut Herzaky, Demokrat akan tetap berfokus menunggu sikap Kementerian Hukum dan HAM untuk menggugurkan permohonan kubu KLB. Sebab, kata dia, permohonan tersebut tak memenuhi persyaratan hukum yang diatur Peraturan Menkumham dan bertentangan dengan konstitusi partai.

Sementara, awan hitam menyelimuti lokasi tempat digelarnya konferensi pers kubu KLB hingga hujan deras, angin kencang yang disertai petir. Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita yang datang ke lokasi bersama para pengurus PAC dan relawan juga sempat akan membubarkan Konfrensi pers tersebut.

“Awalnya akan membubarkan kumpulan tersebut, konfrensi pers pun nampak seperti di percepat penutupannya saya tadi lihat, mungkin karena hujan deras disertai angina kencang dan kilatan petir yang cukup besar,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Kang Dechan’s itu menuturkan, konferensi pers yang dilakukan kubu KLB Moeldoko dilakukan di sebuah lahan terbuka dengan menggunakan tenda berwarna putih. Namun, saat berlangsungnya acara tersebut diguyur hujan deras dengan disertai angin kencang dan kilatan petir yang cukup besar.

Dede Chandra Sasmita yang merupakan Sekertaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor menuturkan, dirinya mendapat kabar bahwa para kader kubu Moeldoko yang menggelar acara itu nyaris terkena sambaran petir. “Iya tadi hujan deras disertai angin kencang dan ada sambaran petir. Untung saja tidak tersambar petir,” katanya.

Iapun menyarankan agar tidak menggelar konferensi pers di tempat terbuka pada saat hujan mengguyur. “Ya, lain kali buat konfrensi pers itu jangan di tempat terbuka saat hujan deras dan petir seperti ini, bahaya,” tuturnya.

** ass

Pemkot Segera Ambil Alih Pasar Tekum

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) begitu menggebu-gebu mengambil alih Pasar Teknik Umum (Tekum) Kemang, pasca Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mendatangi pasar tersebut, beberapa waktu lalu.

Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ Muzakkir menyatakan bahwa pengambil alihan pengelolaan Pasar Tekum dapat segera dilakukan paling lambat akhir Maret. Sebab, setelah kunjungan Forkopimda beberapa waktu lalu, sudah dibentuk tim untuk merealisasikan pengambil alihan.

Muzakkir menuturkan bahwa PPJ bersama Forkopimda telah membentuk tim untuk proses ini. Bersama TNI-Polri, Pemkot Bogor hingga DPRD. “Kami memang menunggu pemkot untuk ambil alih. Namun tetap disiapkan dulu segala sesuatunya, termasuk membuat pos-pos dan tim bersama Forkopimda,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (25/6).

Kata dia, untuk mengantisipasi jika terdapat ekses dari pengambil alihan pengelolaan pasar nantinya, pihaknya juga berkomunikasi dengan PT Galvindo.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor Alma Wiranta mengatakan bahwa pengelolaan pasar Tekum Kemang, ramai setelah ada aspirasi pedagang pasar atas semrawutnya sampah. Tetapi, retribusi kebersihan pedagang tetap dipatok tinggi.

“Yang telah berjalan adalah aspek non litigasi, yakni musyawarah atau negosiasi. Namun jika diperlukan kepastian hukum, akan diambil jalur litigasi atau penegakan hukum. Sebab jika dibiarkan, akan berlarut-larut dan berdampak pada opini masyarakat, seolah-olah Pemkot tidak bisa tegas menuntaskan persoalan yang terjadi,” bebernya.

Alma menyatakan, akan tetap mengedepankan komunikasi dengan PT Galvindo. Tetapi, terdapat beberapa opsi yang telah dibicarakan tidak bisa mendapatkan titik temu.

Kata dia, berawal dari adanya Perjanjian Kerjasama yang dibuat bersama pada 2001, dengan klausul hak pengelolaan dikembalikan ke Pemerintah Daerah pada tahun 2007, yang tidak dilaksanakan hingga sekarang.

“Jadi adanya pernyataan yang menyatakan Pasar Tekum adalah milik yang bersangkutan, ini jadi pemicu ketegangan. Walau selama ini Pemkot Bogor selama ini terus mengupayakan komunikasi dengan cara baik. Pedagang resah karena adanya pungutan yang cukup tinggi di masa pandemi,” ucapnya.

Kata dia, langkah kebijakan untuk mengambil alih pengelolaan Pasar Tekum tidak dapat ditunda dengan cara tak melanggar hukum. “Pertama dengan menghentikan semua operasional retribusi yang diambil oleh PT Galvindo dan mengembalikan sesuai kedudukannya pengelolaan Pasar TU kepada Perumda Pasar Pakuan Jaya sesuai Surat Keputusan Wali Kota Bogor tahun 2012,” jelasnya.

Kedua, sambung Alma, memberikan waktu kepada PT Galvindo untuk segera memenuhi kewajibannya dan menjelaskan kepada Pemkot Bogor tentang adanya dua kali pembayaran parkir dan pembayaran lainnya, tanpa memberikan restribusi ke Pemerintah sesuai Peraturan Wali Kota Bogor.

“Yang ketiga, terhadap potensi hilangnya penerimaan keuangan negara yang seharusnya menjadi Pendapatan Asli Daerah sejak 2007 hingga kini atau pungutan liar yang dilakukan oknum bakal dilaporkan agar diproses aparat penegak hukum.

Terakhir, kata dia, Pemkot Bogor bersama TNI, Polri, BPN, komunitas pedagang dan masyarakat di Pasar Tekum, secara bersama-sama mendengar penjelasan PT Galvindo menyangkut aset tanah bangunan dan hak yang sesuai regulasi untuk dipemetakan.n

** Fredy Kristianto

1 Polisi Terlapor Unlawful Killing FPI Tewas Kecelakaan

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyebut bahwa satu personel jajaran Polda Metro Jaya yang menjadi terlapor di kasus Unlawful Killing Laskar FPI meninggal dunia karena kecelakaan. “Informasi yang saya terima saat gelar perkara, salah satu terduga pelaku MD (meninggal dunia karena kecelakaan),” kata Agus, Kamis (25/3).

Namun, Agus belum bisa memaparkan penyebab pasti kecelakaan yang dimaksud, sehingga menyebabkan satu orang terlapor itu meninggal dunia. Begitu juga identitas dari personel yang tewas itu. “Silakan di konfirmasi kepada penyidik atau PMJ (Polda Metro Jaya) ya,” ujarnya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono juga membenarkan satu dari tiga anggota Polda Metro Jaya yang menjadi terlapor kasus unlawful killing terhadap anggota FPI telah meninggal dunia akibat kecelakaan. “Iya betul,” jawab Argo saat dikonfirmasi, Kamis (25/3).

Saat dikonfirmasi lebih lanjut perihal kecelakaan apa yang dialaminya dan kapan kecelakaan itu terjadi, Argo belum menjawabnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam laskar Front Pembela Islam (FPI), Abdullah Hehamahua belum bisa berkomentar jauh ihwal kabar meninggalnya satu personel jajaran Polda Metro Jaya, terlapor di kasus Unlawful Killing Laskar FPI, yang meninggal dunia. Personel itu disebut meregang nyawa karena kecelakaan.

Abdullah meminta agar pihak kepolisian dapat mengautopsi jenazah polisi dan hasinya dapat diumumkan secara terbuka kepada masyarakat luas agar tidak memunculkan spekulasi liar. “Apakah ada hasil autopsi resmi dari pihak berwenang tentang penyebab meninggalnya polisi tersebut? Dari autopsi itu baru saya dapat menganalisis,” katanya, Kamis (25/3).

Menurut Abdullah, jika hasil autopsi tersebut sudah keluar, barulah dia bisa menyimpulkan apakah hal tersebut berkaitan dengan sumpah mubahalah yang sebelumnya dilakukan oleh para keluarga korban. Mubahalah adalah sumpah antara dua pihak untuk saling memohon dan berdoa kepada Allah SWT, supaya melaknat dan membinasakan atau mengasah pihak yang batil (salah).
“Apakah meninggalnya ada hubungannya dengan sumpah mubahalah yang dilakukan keluarga korban atau tidak,” ujarnya.

Dia menyebut, bilamana meninggalnya tidak berkaitan langsung dengan sumpah mubahalah yang dilakukan, maka bisa muncul dugaan bahwa meninggalnya dalam rangka penghilangan saksi fakta. Tujuannya, sambung Abdullah, untuk menutupi siapa sebenarnya yang memberi komando penembakan tersebut.

“Oleh karena itu, agar tidak ada dugaan bukan-bukan terhadap institusi kepolisian maka transparan lah polisi ke publik sebagaimana janji presiden Jokowi ketika menerima Tim TP3 beberapa waktu lalu,” katanya.

** ass

Pemkot Bakal Bangun RSUD Baru di Rancamaya

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mewacanakan membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe A baru. Fasilitas kesehatan itu bakal dibangun di daerah Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan. Diketahui, pembangunan rumah sakit pelat merah itu bertujuan agar pemerataan layanan kesehatan dapat diealisasikan di Kota Bogor.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir mengatakan bahwa saat ini masyarakat harus didekatkan dengan pelayanan kesehatan. Sehingga diperlukan kehadiran rumah sakit baru, walaupun ini dalam sebatas wacana. Namun, mesti disikapi secara serius.

“Untuk membangun RSUD tipe A baru, ada beberapa syarat. Yakni, kapasitas tempat tidur harus diatas 250 unit tempat tidur. Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan,” ujar Ilham saat ditemui wartawan di Balaikota, Kamis (25/3).

Kata dia, RSUD Kota Bogor sudah bisa menjadi rumah sakit tipe A dengan total kapasitas tempat tidur sebanyak 395 tempat tidur. Namun, masih ada beberapa visi-visi RSUD yang belum terpenuhi, sebelum benar mendapat predikat tipe A.

“Jadi rumah sakit tipe A itu ada rumah sakit tipe A untuk umum, ada rumah sakit tipe A pendidikan. Nah, kayaknya kita ini masuk ke rumah sakit tipe A umum,” jelas Ilham.

Ilham menuturkan bahwa dipilihnya Rancamaya lantaran di kawasan itu, Pemkot memiliki 9 hektar lahan kosong. Sedangkan RSUD saat ini hanya berdiri di atas lahan seluas 3 hektar. “Ada lahan kosong 9 hektar, jadi bisa dibangun lebih bagus lagi,” katanya.

Kata Ilham, saat ini sedang mematangkan perencanaan dan kebijakan. Setelah rampung akan masuk ke dalam proses Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED) hingga Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Kami tinggal masukkan dalam sisi kebijakan. Masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, red) dan rencana berikutnya. Nanti kan ada Dinas Kesehatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah itu untuk kebijakan. Kalau kita hanya operasional dan mengelola,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, saat ini RSUD Kota Bogor memiliki fasilitas vetomaternal, pelayanan bedah torax, dan bedah subspesialis. Bahkan, rencananya akan ditambah dengan subspesialis ginjal.

“Kami juga sedang berupaya menjadi rujukan kanker. Karena banyak pasien dari Kabupaten Bogor, Cianjur, Sukabumi, Depok dan Tangerang datang ke RSUD,” tandasnya.

** Fredy Kristianto