26.8 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1269

SMKN 1 Kemang Kantongi Izin PTM dari Disdik Kabupaten

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

SMK Negeri 1 Kemang, Kabupaten Bogor  sudah hampir sepekan melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Meksipun SMK kewenangannya di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, namun untuk izin kegiatan pembelajaran tatap muka seizin Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah untuk SMKN 1 Kemang mendapatkan izin uji coba pembelajar tatap muka tentu dengan menerapkan Prokes yang ketat dan shifting dan jumlah siswa dibatasi hanya 18 siswa setiap kelasnya dan  pembelajaran hanya 3 jam ,” kata Wakasek Kurikulum  SMK Negeri 1 Kemang Sugaepi, Jumat (26/3/2021).

Sugaepi menjelaskan, “Untuk izinya PTM ini yang merekomendasi itu Disdik Kabupaten Bogor dan Gugus Tugas Kabupaten Bogor, dengan syarat syarat prokes yang ketat termasuk vaksinasi terhadap guru-guru,” kata Sugaepi.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan kegiatan PTM ini  berharap pembelajaran bisa berjalan maksimal. Pasalnya sudah setahun ini  kegiatan belajar mengajar secara online dan kurang maksimal apalagi SMK yang  hampir 60 persen itu melakukan pembelajaran praktik.

“Dengan adanya PTM ini siswa belajar lebih fokus, beda dengan secara online melalui komputer di rumah siswa kurang memahami apalagi SMK lebih banyak praktik,” katanya

Dengan PTM sambung Sugaepi, pendidikan karakter siswa akan terbentuk kembali, beda dengan belajar di rumah kadang aktivitas siswa tidak terlalu terpantau.

Sementara itu salah seorang siswi Kelas X TKJ II SMKN 1 Kemang, Anisa Rahmawati mengatakan, meskipun ada khawatir karena masih adanya pandemi, namun mengaku senang dengan kegiatan PTM kembali dilakukan.

“Khawatir pasti ada. Karena masih ada corona, tapi kalau belajar di rumah secara online itu kurang paham, beda dengan langsung tatap muka dengan guru lebih bisa dipahami apalagi SMK kan banyak praktiknya,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

TPAS Galuga Ambles, Kadis DLH Kabupaten Bogor Salahkan Hujan

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Penyebab terjadinya pergeseran tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Galuga di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang milik Kota dan Kabupaten Bogor diduga karena intensitas curah hujan tinggi.

Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Asnan, bahwa yang terjadi kemarin itu bukan longsor tanahnya. “Karena ini pergeseran sampah terbawa air karena kemarin hujan, meskipun kemarin hujan terus hari ini tidak hujan airnya itu tertampung disitu akhirnya gerak,” ungkap Asnan kepada wartawan, Sabtu (27/03/2021).

Asnan mengatakan, guna mengantisipasi hal itu tim dari DLH sudah melakukan peninjauan lokasi kejadian. “Tadi tim dari DLH sudah meninjau supaya nanti kita bikin sodetan supaya airnya mengalir ke IPAL yang ada di bawah,” ujarnya.

Sebelumnya, TPA Galuga amblas pada Jumat (26/3/2021), disinyalir karena tumpukan sampah di pembuangan akhir itu over kapasitas. Kejadian itu pun dibenarkan Sekcam Cibungbulang Agus Sutardi bahwa TPA ambles pada pukul 15.30 Wib. “Kejadian ambles itu TPA di area milik Kota dan Kabupaten kejadian pukul tiga sore,” kata Agus.

** Cepi Kurniawan

Achmad Fathoni Dukung Camat Jonggol Hentikan Kegiatan Kavling Az-Zahra Hill

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Adanya oknum pengusaha yang juga menjabat sebagai kepala desa, namun tidak mengindahkan aturan yang ada dalam membuat usaha, membuat anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni gerah. Polisi asal Fraksi PKS ini mendukung penuh jika ada seorang pemimpin seperti Camat berani untuk mengambil tindakan bahkan ingin memberhentikan kegiatan yang melalaikan aturan.

“Saya sangat mendukung sikap tegas pejabat berwenang dalam menegakkan aturan harus tegas dan tidak pandang bulu,” jelas Achmad Fathoni kepada Jurnal Bogor melalui WhatApps, Sabtu (27/03).

Secara garis besar kata dia, semua usaha dan semua pihak yang melakukan kegiatan mesti mengikuti aturan yang berlaku termasuk terkait perizinan dan jangan melakukan tindakan yang merugikan konsumen, dan membahayakan pihak lain.

“Jadi kalau Az-Zahra Hill belum beres perizinannya, dan apalagi di lapangan terbukti merugikan kepentingan umum seperti kondisi jalan yang berlumpur dari kegiatan tersebut, maka saya sangat setuju adanya tindakan tegas penghentian kegiatan,” pungkasnya.

Terpisah, Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan, dirinya akan melayangkan surat teguran pertama agar pihak perusahaan menghentikan kegiatan apapun sebelum mengantongi izin kegiatannya. “Besok Senin surat pemberhentian turun dan akan kami tembuskan kepada Satpol PP Kabupaten,” katanya.

Terpisah, Kabid Operasional DPMPTSP Adi Nugraha  mengatakan, PT. Az-Zahra Mulia Karya tidak terdaftar dan tidak pernah mendaftarkan izin usahanya. “Ini kan kalo liat spanduk Az-Zahra Hill agro wisata villa dan resort jadi harus mengantongi IMB, karena pasti ada bangunan diatas tanah tersebut, namun disini nama PT. Az-Zahra Mulia Karya tidak terdaftar, dalam arti tidak pernah mengurus izin jadi usaha tersebut bodong,” kata Adi.

Dia berharap agar konsumen mengkroscek terlebih dahulu keabsahan usaha tersebut sebelum melakukan investasi jangan tergiur harga murah tapi endingnya bermasalah. “Kasus Kampung Kurma kita jadikan acuan, jangan sampai ada korban-korban selanjutnya,” kata Adi mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Senyum dalam Tangisan BPP Wlingi Kostratani Blitar

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) memiliki peran penting dalam pertanian. Kostratani adalah gerakan pembangunan pertanian  di tingkat kecamatan dengan mengoptimalkan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa kostratani harus mampu menjalankan lima peran utama, yaitu sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, dan pusat konsultasi agribisnis, serta pusat pengembangan jejaring dan kemitraan. 

Ujung tombak pembangunan pertanian berada di BPP. “Penyuluh Pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Medik Veteriner, Paramedik Veteriner dan lain-lain, harus bisa men-drive BPP agar mampu melaksanakan peran dengan memanfaatkan teknologi informasi,” tuturnya.  

Kunjungan Tim Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), BPPSDMP ke BPP Wlingi diterima oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar  Ir. Wawan Widianto, koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Wlingi Ninik Dwi Handayani, para penyuluh pertanian yang mengikuti sertifikasi tenaga THL-TBPP level Fasilitator serta  staf BPP Wlingi.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas kabupaten Blitar menyampaikan bahwa kabupaten Blitar mempunyai 22 BPP Konstratani,  keseluruhannya sudah tersambung dengan AOR, namun demikian 6 BPP belum mempunyai tempat sendiri, sebagai contoh BPP Wlingi baik tanah maupun Bangunannya milik Balai Benih Padi Dinas Pertanian provinsi Jawa Timur.

Dengan dukungan 143 orang penyuluh, Kabupaten  Blitar akan mampu mendorong masyarakat untuk mendukung sektor pertanian dan menjadi salah satu lumbung pangan nasional sekaligus menjadi pemasok untuk mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia 2045.

Pada tahun 2019 sebanyak 24 THL-TBPP mengikuti sertifikasi di level Fasilitator, dalam rangka memenuhi persyratan pengangkatan tenaga P3K. dari jumlah tersebut, 15 orang yang masuk katagori P3K, sedangkan 9 orang lagi pihak Dinas masih terus memperjuangkan  karena 7 orang tenaga POPT baik tingkat pendidikan maupun pekerjaan tidak sesuai diantaranya lulusan/jurusan bahasa Inggris dan ilmu komputer, 2 orang lainnya berbasis perkebunan.

Sementara dalam perbincangan dengan Ninik Dwi Handayani koordinator penyuluh dari BPP Wlingi, mengatakan kecamatan Wlingi, berada diwilayah Blitar bagian utara, BPP Wlingi didukung oleh 8 personil, meliputi 6 orang penyuluh pertanian, 1 orang penyuluh POPT dan 1 orang petugas malam.

meliputi luasan wilayah 9 desa kelurahan yang terdiri dari 5 kelurahan dan 4 desa.

Ninik melanjutkan dalam mengelola kelompoktani, BPP Wlingi melakukan secara bersama sama, artinya meskipun setiap penyuluh sudah memiliki wilayah binaan sendiri sendiri, tetapi ketika ada kegiatan dilakukan bersama sama, jumlah kelompok tani yang ada di BPP Wlingi, dan sudah masuk ke dalam SIMLUHTAN sejumlah 68 kelompoktani yang tergabung dalam 9 Gapoktan. Salah satu Gapoktan yang ada dikecamatan Wlingi adalah Gapoktan Manunggal.

Lebih lanjut Ninik menyampaikan bahwa sementara ini kami ada dibangunan BPP yang nota bene bangunannya adalah menumpang di Balai Benih Dinas Pertanian provinsi Jawa Timur, disadari sekalipun kondisi BPP Wlingi, tidak layak huni, namun kami tidak dapat berbuat apa-apa karena semua asset yang kita tempati adalah aset provinsi, sehingga dari pihak pemerintah Daerah Kabupaten Blitar, tidak dapat melakukan renovasi maupun pembangunan untuk pemeliharaan kantor.

Namun dengan keterbatasan seperti itu, tidak mengurangi semangat para penyuluh untuk selalu berkarya, mewujudkan bagaimana kita dapat memfasilitasi kelompok tani, bisa menjembatani petani dalam memberikan informasi hal ini dibuktikan pada event-event tertentu yang sebelum pandemik covid 19 secara rutin selalu diadakan kegiatan berupa perlombaan, kami selalu mendapat terbaik diantara 22 kecamatan yang ada dikabupaten Blitar. Seperti didalam event-event agrofestival yang diadakan setiap tahun oleh dinas pertanian kabupaten Blitar,

Keberhasilan ini tentunya, memang bukan hasil kerja keras kita sendiri, tetapi hasil kerjakeras kolaborasi kita selaku penyuluh pendamping petani dengan para kelompok tani yang tergabung dikecamatan Wlingi.

Spesifik lokalita di kecamatan Wlingi, memang sentra padi dengan luas baku sawah 1525 Ha, kami mampu mencapai IP, 2.5 artinya dalam 2 tahun kita mampu melakukan produksi selama 5 x tanam. Karena irigasi atau pengairan kami adalah irigasi teknis yang tidak menggantungkan dengan tadah hujan, artinya aliran irigasi yang berasal dari sungai sangat membantu didalam proses produksi di usaha tani padi. Demikian jelas Ninik.

** T2S/BBPP Batu

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kepramukaan, Kwarcab Kota Bogor Gelar Akreditasi Gugus Depan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bogor menggelar kegiatan akreditasi gugus depan (Gudep) untuk setiap pangkalan yang ada di Kota Bogor.

Setiap tahunnya Kwarcab Kota Bogor menargetkan 30 pangkalan dan masing – masing Kwartir Ranting (Kwarran) mendaftarkan 6 sampai 7 pangkalan. Akreditasi ini termasuk kedalam rencana program kerja 5 tahun terakhir Kwarcab Kota Bogor periode 2020 – 2025.

Komisi organisasi, hukum, perencanaan dan pengembangan, Yudiansyah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menilai sejauh mana kesiapan gugus depan dari semua standar yang seharusnya dikelola gugus depan.

“Seperti pengelola gudep, organinasi gudepnya, program – program kegiatanya sampai persyaratan persyaratannya itu dilihat kira – kira kondisinya seperti apa,” ujar Yudi kepada Jurnal Bogor, Jumat (26/03/21).

Selain itu, penyelengaraan akreditasi ini berguna untuk menarik minat peserta didik di setiap pangkalan untuk masuk dan menjadi anggota Pramuka dan guna bisa mendapatkan legalitas mengadakan kegiatan kepramukaan.

Yudi berharap gugus depan yang ada di Kota Bogor bisa terakreditasi dengan baik dan merata supaya kebijakan yang ada di dalam kegiatan pramuka bisa lebih dirasakan, sehingga banyak pendukung pendukung untuk penyelenggaraan kegiatan pramuka bisa lebih jelas dan tegas agar dapat menjadi dasar bagi pendidikan kepramukaan khususnya gugus depan.

** Ajeng, Mutia, Naning [ MG/UIK-jb ]

Kementan Terus Cetak Generasi Milenial Melalui Bimtek

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petani Milenial di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 27 Maret 2021. Dalam acara ini, Mentan menyampaikan 5 pesan penting sebagai acuan dalam membangun pertanian masa depan.

Pertama, anak muda harus membuat rencana jangka panjang dengan planning yang jelas sebagai modal dasar dalam melangkah. Artinya, kata Mentan, petani muda tidak bisa berdiam diri tanpa memikirkan inovasi.

“Planningnya jelas dan harus terus perkuat. Jelas artinya budidayanya tidak kabur. Pemasarannya sudah dikonsepkan dan pemasarannya sudah dipikirkan,” katanya.

Kedua, petani milenial juga harus memiliki atensi dan berpikir keras untuk meraih kesuksesan. Dalam poin ini, anak kuda tidak boleh menyerah dengan satu kali kegagalan.

“Gagal itu biasa, kalau perlu gagal dulu baru berhasil. Dan yang paling penting atensinya terus bermain. Tidak boleh hanya disatu tepat saja,” katanya.

Poin ketiga adalah mempergunakan ilmu pengetahuan sebagai modal dalam berpikir dan bertindak. Pengetahuan harus disiapkan dengan cara belajar dan mengasah rasa keingintahuan. “Kalau saya bilang poin ini harus lebih banyak memakai knowledge. Pakai pengetahanmu sebab keringat tidak pernah mengingkari janji,” katanya.

Adapun poin keempat dan kelima adalah mau berkorban dengan keringat yang lebih banyak tanpa mengabaikan integritas. Berkorban demi sebuah cita-cita harus dilakukan untuk sesuatu yang lebih besar.

“Intinya alam kita ini sudah tuhan kasih untuk dirawat dan dioptimalkan. Tinggal kita belajar yang rajin dan mau berusaha. Jadi saya sarankan selesai bimtek ini cari jalanya. Cari inovasinya. Insyaallah semua bisa kita lakukan,” tutupnya.

Dalam pembukaan Bimtek dihadiri Kementan RI, Bupati Jombang, KaBadan PPSDMP RI Prof. Dedy Nursyasyi dan jajaranya, Anggota Komisi IV DPR RI dan 113 peserta Bimtek. Materi Bimtek kali ini antara lain Dukungan Kebijakan dan Program Pembangunan Pertanian, Peluang Usaha Bidang Pertanian.

Kreatifitas dan Inovasi Kewirausahaan, disampaikan oleh Junairdi, Presiden Kelompok Pencita Bisnis Indonesia (KPBI) Menejemen Pengelolaan Usaha dan Strategi Pemasaran yang disampaikan oleh Gus Habibul Amin dari Pimpinan Ponpes Fatkul Ulum Jombang.

Antusias peserta luar biasa mereka sangat menikmati dan mencermati apa yang disampaikan oleh para praktisi, intinya kalau ingin sukses, kita harus mengilangkan kemaluan, kita harus punya inovasi.

Ditempat yang sama Kepala Balai BBPP Batu Dr Wasis Sarjono, SPt M.Si menyampaikan, bahwa bimtek yang di hadiri dan di sampaikan Pak Mentan sangat bermanfaat, pasalnya memang betul bahwa Peran BPPSDM Pertanian sangatlah mendukung untuk menciptakan petani yang unggul modern.

“Oleh sebab itu, hadirnya BPPSDM Pertanian sangatlah berarti bagi petani milenial di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

** Catur Puryanto/ BBPP Batu

HADITS HARI INI

0


28 Maret 2021
14 Sya’ban 1442 H

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ تَابَعَهُ شُعْبَةُ وَأَبُو حَمْزَةَ وَابْنُ دَاوُدَ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ

Telah bercerita kepada kami Musaddad, telah bercerita kepada kami Abu Awanah dari Al A’masy dari Abu Hazim dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya, lalu istrinya menolaknya sehingga dia melalui malam itu dalam keadaan marah, maka Malaikat melaknat istrinya itu hingga shubuh.

Hadits ini diikuti pula oleh Syu’bah, Abu Hamzah, Ibnu Daud dan Abu Mu’awiyah dari Al A’masy.

HR Bukhari No. 2998.

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Habib Rizieq Sebut Logika Polisi dan Jaksa Menyesatkan

0

Polisi dan Jaksa Diingatkan Segera Tobat

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Terdakwa kasus kerumunan protokol kesehatan, Habib Rizieq Shihab meminta aparat kepolisian dan kejaksaan segera bertaubat sebelum mendapat azab dari Allah SWT. 

Sebab, logika polisi dan jaksa dinilainya sangat menyesatkan terkait kasus yang dihadapinya. Karena menyamakan undangan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan hasutan melakukan kejahatan.

“Melalui sidang ini, saya serukan kepada Kepolisian dan Kejaksaan segeralah taubat kepada Allah SWT sebelum kalian kena azab Allah SWT,” kata Habib Rizieq saat sidang eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Jumat, 26 (26/3).

Padahal, Habib Rizieq Shihab dan panitia Maulid Nabi mengundang umat datang untuk memuliakan Nabi Muhammad dan menjadikannya sebagai suri tauladan, bukan untuk menghasut umat melakukan kejahatan. Makanya, logika berpikir Kepolisian dan Kejaksaan dinilai salah besar.

“Demi Allah, saya bersumpah bahwasanya hanya manusia tidak beragama atau antiagama yang memfitnah undangan ibadah undangan ibadah sebagai hasutan kejahatan,” ujarnya.

Sebab, Habib Rizieq khawatir apabila undangan Maulid Nabi difitnah oleh Kepolisian dan Kejaksaan sebagai hasutan kejahatan berkerumun, maka ke depan adzan panggilan shalat ke masjid dan undangan kebaktian di gereja dan imbauan ibadah di pura dan klenteng bisa juga akan difitnah sebagai hasutan kejahatan. “Sehingga, ini akan menjadi krimininalisasi agama,” tandasnya.

**ass/viva

BAZNAS Ajak Mahasiswa Tumbuhkan dan Jaga Nilai Antikorupsi

0

Bogor | Jurnal Insoirasi

Dalam upaya pencegahan praktik korupsi melalui jalur pendidikan di Indonesia, BAZNAS menggelar agenda Pembinaan Peserta dan Alumni Beasiswa BAZNAS, dengan mengusung tema “Menumbuhkan dan Menjaga Nilai-nilai Antikorupsi”, Sabtu (27/3).

Saat ini, tindak korupsi masih menjadi indikator suatu negara mengalami penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat, karena adanya penyelewengan dana yang seharusnya disalurkan sesuai prosedur, namun ternyata digunakan untuk kepentingan pribadi. Korupsi terjadi ketika tidak adanya nilai-nilai antikorupsi yang ditanamkan dalam diri, serta minim pengetahuan tentang penyimpangan sosial tindak korupsi secara menyeluruh.

 “Masih banyak masyarakat luas yang hanya memahami korupsi sebagai tindakan yang merugikan keuangan negara. Padahal, yang harus kita pahami dalam UU 31/1999 jo UU 20/2001, bahwa korupsi memiliki 30 jenis tipikor yang dikelompokkan menjadi 7 kelompok. Seperti, mengenai kerugiaan keuangan  negara, suap meyuap, gratifikasi, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan penggelapan dalam jabatan,” tutur Teguh Widodo, Penyidik Keuangan Bidang Swasta Direktorat Antikorupsi Badan Usaha KPK RI.

Pembinaan  Peserta dan Alumi Beasiswa BAZNAS, yang melibatkan 408 partisipan dihadiri pula oleh Saidah Sakwan, pimpinan BAZNAS RI. Dia memaparkan point penting dari materi mengenai nilai-nilai anti korupsi, sebagaimana dijelaskan bahwa dalam kualitas pribadi seseorang dapat dilihat dari kedalaman pemahaman agama mereka dalam mengaplikasikan keilmuannya terhadap prilaku dan moralitasnya.

“ Hidup di dunia ini kita seolah berlomba-lomba menjadi pemenang, dan melakukan penyimpangan sosial seperti tindak korupsi, kolusi, manipulasi harta,  tidak menjadikan kamu sebagai seorang pemenang, karena pemenang sesungguhnya terletak pada teguhnya akhlakul karimah seseorang, yang memiliki tingkat moralitas tinggi Itu akan menjadikan kamu memiliki kooperatif value dalam membangun kemaslahatan  umat,” jelasnya.

Berdasarkan data KPK Tahun 2004-2020, terdapat 739 kasus penyuapan, 236 kasus pengadaan barang dan jasa, 50 kasus penyalahgunaan anggaran, 38 kasus TPPU, 26 kasus pungutan, 23 kasus perizinan dan 10 kasus merintangi proses KPK. Tingginya angka kasus korupsi yang terjadi setiap tahunnya. Pemateri mengajak para mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia yang mengikuti pembinaan tersebut, agar meningkatkan kesadaran dan melek hukum untuk melaporkan tindak korupsi yang terjadi di lingkungan sekitar.

Teguh Wdidodo selaku pemateri menjelaskan, “Proses pengaduan masyarakat akan tindak korupsi bisa dengan berbagai cara, bisa secara langsung dengan mendatangi gedung KPK. Menyampaikan bagaimana modus korupsi yang ditemuinya dan memberikan bukti-bukti untuk memudahkan kami melakukan penyelidikan. Adapun secara tidak langsung dengan mengirimkan surat, fax dan email yang nanti tentu akan kita pertanyakan sesuai unsur 5W+1H dan apakah kasus tersebut ada indikasi merugikan negara atau tidaknya”.

KPK juga menjamin keselamatan pelapor dengan melindungi indentitasnya. “Tentu KPK secara undang-undang wajib melindungi identitas pelapor, adapun sistem yang kami miliki untuk menjaga kerahasiaan pelapor dengan Whistleblower’s System (KWS) yang dilakukan secara daring dan tetap proses pengaduan korupsi dijalankan sesuai prosedur yang berlaku,” sambungya.

Antusias peserta dalam mengikuti serangkaian materi yang dipaparkan, terlihat dari keaktifikan dalam mengajukan beberapa pertanyaan kepada pemateri, hingga di akhir acara. Teguh Widodo selaku pemateri memberikan nasehat kepada para mahasiswa untuk memiliki etos kerja yang tinggi dengan pribadi jujur, disiplin, tanggung jawab, adil, berani menolak, peduli akan kondisi lingkungan masyarakat, kerja keras, mandiri, sederhana dan malu.

“Untuk kawan-kawan yang sedang dalam proses belajar dan membangun relasi, kita sedari sekarang harus meningkatkan rasa malu, malu jika kita ingin gelar yang tinggi namun dengan membeli gelar tersebut, malu jika harta yang kita terima bukan dari hasil kerja keras kita. Karena korupsi berawal dari hilangnya rasa malu dalam bertindak dan hilangnya rasa peduli kepada orang lain,” ujarnya.

** Hesti Yuniar [MG/UIK-Jb]

Pembangunan Wilayah Utara Diminta Ketua DPRD Kapupaten Bekasi Segera Direalisasikan

0

Bekasi | Jurnal Inspirasi

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah berharap agenda pembangunan Kabupaten Bekasi bagian wilayah  utara yang dideklarasikan seluruh unsur stakeholder Kabupaten Bekasi dapat segera direalisasikan. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi BN Holik Qodratullah di Pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat ke IV Tahun 2021, di Hotel Grand Zuri, Jababeka, CIkarang, Bekasi – Jawa Barat.

Harapan BN Holik tersebut sebelumnya juga diungkapkan pada momentum pelantikan pengurus SMSI Bekasi Raya, agar pada 31 Agustus 2021 lalu. Harapannya, pembangunan ini dapat ditindaklanjuti secepatnya di hadapan ketua umum SMSI, Firdaus, ketua SMSI Provinsi Jawa Barat Hardiyansyah, Ketua SMSI Bekasi Raya, Doni Ardon sewrta Ketua SMSI Bogor dan Ketua SMSI daerah lainnya dalam pembukaan Rakerda SMSI Jabar 2021, Rabu (24/3/2021).

“Konsep tersebut sangat mulia dan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bekasi setelah dibangun. Lalu setelah Bekasi Utara ini berkembang, masyarakatnya diharapkan akan lebih maju dan sejahtera serta bisa berlanjut kepada tahap pemekaran wilayah,” kata BHN Holik.

Menurut mantan aktivis tani itu, dirinya mengingatkan saat ini banyak informasi secara masif dengan mudah masuk ke dunia media online, sehingga informasi palsu atau berita bohong (hoaks-red) pun dengan mudah pula menyebar.

“Sekarang, dengan jari saja sebuah informasi yang belum tentu benar bisa begitu cepatnya disebarkan. Hanya dengan jempol bisa melanggar hukum, bisa menimbulkan situasi yang tidak kondusif,” kata ketua DPRD.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Qodratullah (kanan) ketika menghadiri Pembukaan Rakerda SMSI Jabar 2021 di Bekasi.

Untuk itu, ia berharap SMSI sebagai wadah media siber bisa ikut berperan menangkal penyebaran informasi hoaks ke masyarakat. Selain itu, diharapkan7 pula, bahwa pemberitaan media siber dapat selalu mengutamakan fakta dan aktual sehingga kualitas berita tetap terjaga.

“Nah, perusahaan perusahaan media siber yang tergabung dalam organisasi pimpinan kang Doni Ardon di Bekasi ini mempunyai peran besar untuk melawan berita-berita bohong, menyampaikan informasi-informasi yang membangun dan menyejukkan,” ujarnya.

Lebih lanjut BN Holik mengatakan, dengan adanya informasi yang membangun disiarkan oleh media pers, khusunya media siber (online-red), maka diharapkan juga dapat menginformasikan program-program pemerintah kepada rakyat Indonesia

“Saya berharap perusahaan media siber yang tergabung dalam SMSI ikut berperan aktif dengan tetap menjaga kualitas dan berperan dalam kepentingan nasional,” imbuhnya.

** ass