33.5 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1223

Gunung Batu Ditambang, Achmad Fathoni Kaget Tanah Negara Dikelola Pribadi

0

Sukamakmur | Jurnal Inspirasi

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni heran tanah negara dikelola oleh pribadi. Hal itu dia ungkapkan menindaklanjuti informasi adanya penggerudukan warga ke lokasi aktivitas tambang di Gunung Batu, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Politisi PKS ini juga mengaku kaget saat mendengar adanya aktivitas penambangan di Gunung Batu. “Ini milik negara, kok ditambang pribadi. Dapat ijin dari siapa? Karena setahu saya, itu adalah aset negara. Jika dimiliki pribadi, patut untuk dilakukan penyelidikan proses jual belinya,” ungkapnya, Senin (28/06/2021).

Achmad Fathoni pun menegaskan, dia sudah melaporkan penambangan tersebut ke Bupati Bogor Ade Yasin, Ketua DPRD Rudy Susmanto dan Ketua UPTD ESDM Provinsi Jawa Barat. “Saya yakin beliau-beliau akan bersama rakyat Bogor menjaga Gunung Batu dan alam kita. Saya yakin dengan komitmen beliau-beliau terhadap alam kita,” ucapnya.

Menurutnya, Komisi III DPRD Kabupaten Bogor pernah berkunjung ke Gunung Batu pada tahun lalu dan sudah minta untuk tidak boleh adanya penambangan apapun. “Disamping tidak ada ijin, adanya aktivitas tambang ini juga bahaya untuk kelestarian alam serta potensi wisata, maka dari itu saya akan terus jaga Gunung Batu dan alam kita,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ratusan Ribu Barang Bukti Narkotika Dimusnahkan BNN

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Tumpukan barang bukti dari berbagai jenis narkotika dimusnahkan Badan Narkotika Nasional di gedung rehabilitasi BNN Lido, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (28/6/2021). Pemusnahan barang bukti narkotika ini sebagai rangkai kegiatan Hari Anti Narkotika Nasional (HANI)  tahun 2021 yang dihadiri langsung Kepala BNN Irjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M.

Menurutnya, pemusnahan barang bukti narkotika dari berbagai kasus ini diungkap sejak April hingga Juni 2021. Barang bukti yang dimusnahkan ini antara lain, sabu seberat 1,39 ton, ekstasi sebanyak 74.340 butir dan ganja seberat 437,27 kilogram

“Jadi ini buki kami meski sedang dalam masa pandemi Covid-19, namun BNN tak pernah lengah terhadap ancaman bahaya narkotika yang juga merupakan pandemi berkepanjangan,” ujar Irjen. Pol. Dr. Drs Petrus Reinhard Golose, M.M.

Selain barang bukti narkotika, ada seluas 87,5 hektar ladang ganja yang disita. Tidak hanya mengungkap kasus tindak pidana narkotika, BNN juga membongkar tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil kejahatan narkotika sebesar Rp. 116.862.409.817.

“Barang bukti berupa aset dan uang tunai yang disita ini selanjutnya akan dimanfaatkan oleh BNN untuk kepentingan P4GN,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, BNN juga terus memantau situasi peredaran narkotika jenis baru yang saat ini mulai meresahkan masyarakat atau disebut New Psychoactive Substanses (NPS) yang beredar di Indonesia.

Dari 1.047 jenis NPS yang beredar di dunia, BNN berhasil mengidentifikasi 86 jenis NPS yang kini telah memiliki ketetapan hukum. Sehingga pengedar maupun penyalahgunaannya akan dikenakan sanksi hukum sesuai UU No. 35 Tahun 2009.

Dalam momentum peringatan HANI kali ini, dengan menggandeng tagline “War on Drugs” BNN mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut bahu membahu “Angkat senjata” berperang melawan narkotika dengan mengarahkan seluruh kemampuan yang dimiliki. “Dan bersama mewujudkan Indonesia Bersinar,” pungkasnya

Sementara, Kepala Humas BNN Brigjen Sulistyo Pujo Hartono menambahkan, BNN dalam melaksanakan tugasnya melakukan beberapa upaya diantaranya melalui strategi soft power approach, hard power approach dan smart power approach

“Pada strategi soft power approach, BNN melakukan tindakan preventif agar masyarakat memiliki ketahanan diri dan daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkotika,” ujar Pujo, sapaan akrabnya.

Selain itu, saat ini BNN sedang gencar melaksanakan program Desa Bersinar, dimana Desa Bersinar adalah progam BNN yang bekerjasama dengan kementerian terkait khususnya Kemendes dan Kementerian Dalam Negeri

Tujuan dari Desa Bersinar ini, memaksimalkan potensi yang ada di kementerian maupun kita dengan menyentuh desa-desa agar desa iu memiliki daya dekat dan daya tangkal. “Mereka diedukasi atau dilatih agar bisa melihat pengedar-pengedar narkotika pada tahap awal,” terangnya.

Selain itu, Mereka juga harus bisa melihat pergerakan orang-orang yang menggunakan narkoba di tingkat desa. “Dengan Desa Bersinar  atau desa tanggap narkotika tadi, desa-desa bisa mengetahui pemakai-pemakai awal tadi, siaap saja di desanya yang menggunakan narkoba, desa jadi lebih peduli,” tandasnya.

** Deny

Pemerataan Sekolah tak Jadi Prioritas

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Masifnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membangun infrastruktur publik, rupanya tidak dibarengi dengan meratanya jumlah sekolah tingkat SMP dan SMA. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto ketika membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), belum lama ini.

Menurut dia, kendati jumlah sekolah belum merata, namun pemerintah justru tak memiliki rencana untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Padahal, sambung dia, dengan tidak meratanya jumlah sekolah negeri masalah penerimaan peserta didik baru (PPDB) akan terus muncul dan muncul. Dimana para pelajar Kota Bogor akan kesulitan untuk masuk ke sekolah negeri karena faktor zonasi.

“Di Bogor Utara itu sulit untuk menjangkau sekolah negeri, di Bogor Barat juga begitu dan saya belum lihat di RKPD 2022 ini adanya penambahan infrastruktur sekolah baru. Jangan sampai di pemerintahan Walikota sekarang jumlah sekolah tidak ada yang bertambah. Kita apresiasi adanya penambahan ruang terbuka hijau, penambahan trotoar dan lain-lain. Tapi terus terang kami sayangkan jika tidak terjadi penambahan infrasturktur pendidikan dan ini perlu pemerataan untuk SMP dan SMA yang ada di pinggir kota,” beber Atang.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin. Menurutnya, dalam pemaparan RKPD yang dilakukan oleh Pemkot Bogor tidak ada penjabaran arah dari Pemkot Bogor di 2022 dalam menyelesaikan persoalan pendidikan yaitu peningkatan kualitas pengajaran dan pembelejaran di masa adaptasi kebiasaan baru.

Berdasarkan data yang ia miliki dari kegiatan reses yang ia lakukan, Jenal mengungkapkan banyak pejalar di Kecamatan Bogor TImur yang sulir mendapatkan sekolah negeri. Bahkan dalam tingkat presentase hanya 42 persen ketersediaan sekolah negeri untuk peserta didik baru.

“Kalau kita breakdown lagi, di Kecamatan Bogor Timur yang hanya memiliki satu SMA Negeri, banyak warga yang mengeluh karena zonasi,” katanya.

Lebih lanjut, Jenal pun menagih janji Walikota Bogor yang berencana membuat kajian kebutuhan ideal sekolah negeri untuk mengcover seluruh pelajar di Kota Bogor. Sebab, kepoercayaan masyarakat kepada pendidikan di sekolah negeri sangat tinggi, selain biaya lebih murah.

“Jadi saya harap Pemerintah Kota Bogor bisa memperhatikan apa yang kami sampaikan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Darurat, Pemkot Bogor Kembali Aktivasi RS Lapangan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kasus positif Covid-19 yang semakin menggila, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengaktivasi kembali Rumah Sakit Lapangan untuk menangani pasien corona. “Ya, Insya Allah Minggu ini RS Lapangan akan diaktivasi,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya kepada wartawan, Senin (28/6).

Bina mengaku akan segera menemui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana terkait rencana mengaktifkan kembali RS Lapangan. “Sore ini saya akan bertemu dengan kepala BNPB. Kemungkinan besar pakai anggaran dari BNPB dan tetap dibantu,” jelas Bima.

Bima juga mengaku bahwa saat ini Pemkot Bogor tengah menyiapkan tempat isolasi bagi pasien atau orang tanpa gejala atau (OTG) di tingkat wilayah.

“Ya pekan ini juga ada aktivasi pusat isolasi baru, kerjasama dengan IPB. Ada asrama IPB yang bisa dijadikan pusat isolasi berbasis masyarakat. Di kelurahan lain pun sama, sedang dijajaki,” paparnya.

Diketahui, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, selama dua pekan terakhir terjadi peningkatan kasus harian virus Corona. Penambahan kasus positif rata-rata di angka 200 orang per hari. Hingga Minggu (27/6), jumlah pasien yang masih dirawat atau isolasi sebanyak 3.023 orang.

Akibat penambahan kasus secara signifikan membuat tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bogor kini mencapai 81,6 persen.

Kondisi ini menyebabkan ketersediaan tempat tidur di ruang perawatan maupun ICU rumah sakit hampir terisi penuh. “Kami akan lakukan penambahan tempat tidur minimal 30 persen di seluruh rumah sakit,” papar Bima.

Selain itu, pihaknya saat ini tengah kekurangan tenaga kesehatan (Nakes). Hal itu lantaran meningkatnya jumlah pasien Covid-19, sebanyak 336 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung di rumah sakit dan fasilitas kesehatan terpapar l.

“Jadi sangat tidak seimbang kalau tenaga kesehatannya terpapar. Kalau begitu maka siapa yang mengoperasionalkan nanti,” katanya.

Kata dia, pihaknya bisa saja merekrut tenaga kesehatan dari mahasiswa yang sudah lulus, tetapi hal itu harus memenuhi persyaratan surat tanda registrasi (STR). Sementara surat itu baru bisa keluar kurun waktu 3 bulan. “Sekarang kita berpacu dengan waktu. Jadi, kita mengantisipasi kelangkaan tenaga kesehatan dari sekarang dengan kebijakan yang ketat,” bebernya.

Bima meminta kepada pemerintah pusat untuk mengeluarkan kebijakan yang lebih ketat di wilayah Jabodetabek. Sebab, sambung dia, PPKM mikro yang tengah diterapkan masih belum efektif.

“PPKM tidak akan efektif apabila tidak bersamaan dengan pembatasan yang lebih ketat dalam kebijakan yang lebih makro. PPKM selama ini tidak akan mampu untuk mengatasi persoalan ketika tidak diimbangi dengan kebijakan yang lebih tegas dan ketat di wilayah makro,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Bima Lantik 311 ASN di Jalan R3

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor Bima Arya kembali melantik sebanyak 311 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor di Jalan R3, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin (28/6).

Pada kesempatan itu, Bima mengganti dua posisi camat. Yakni Camat Bogor Barat dan Camat Bogor Timur.

Camat Bogor Barat, saat ini diisi Abdul Rahman, yang sebelumnya duduk sebagai kepala bidang di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Setelah sebelumnya kosong pasca ditinggal Juniarti Estiningsih, yang dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim).

Sementara Camat Bogor Timur dijabat Rena Da Frina, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Camat Bogor Timur. Sedangkan camat sebelumnya, yakni Wawan Sanwani, dipindahtugaskan ke jabatan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.

Bima Arya pun meminta semua jajaran Pemkot Bogor untuk tetap fokus bekerja namun tanpa mengesampingkan protokol kesehatan (prokes). Hal itu lantaran mereka akan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ia juga meminta agar Camat Bogor Timur yang baru, Rena Da Frina, untuk menyelesaikan proyek infrasturktur Jalan Regional Ring Road (R3). Sebab dari total 10 kilometer, baru terselesaikan sekitar 7 kilometer.

Diketahui, Bima memilih Jalan R3 sebagai tempat pelantikan lantaran ia ingin menuntaskan proyek tersebut.

“Saya pilih lokasi ini untuk pelantikan, untuk menguatkan komitmen pemkot untuk menyelesaikan infrasturktur jalan ruas R3 ini. Saya minta semua berkordinasi. Ada Bu Camat baru, koordinasikan dengan Bappeda, BKAD, Dishub, semuanya. Untuk memastikan keberlanjutan R3, sehingga sebelum 2024 harus sudah tuntas,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

28 ODGJ di RS Marzuki Mahdi Terpapar Covid

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 28 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tengah dirawat di RS Marzuki Mahdi, Jalan Semeru, Kelurahan Menten, Kecamatan Bogor Barat, terpapar Covid-19.

Direktur Utama Rumah Sakit Marzuki Mahdi (RSMM) Dr Fidiansyah mengatakan bahwa pihaknya butuh pendekatan tersendiri.

“Penularan itu ada interaksi terjadi karena kerumunan kemudian pengabaian protokol serta tadi vaksinasi,” kata Fidiansyah kepada wartawan, Minggu (27/6).

Atas dasar itu, sambung dia, vaksinasi menjadi langkah utama untuk menekan angka covid untuk ODJG. Vaksin sendiri sudah digaungkan dengan sasaran orang dengan gangguan jiwa termasuk disabilitas sehingga dia menjadi prioritas.

“Alhamdulillah kita sudah berproses setiap hari melakukan pemantauan
hanya tadi ada keterbatasan yang harus kami lakukan karena harus ada persetujuan dari keluarga dibanding orang dengan kesehatan yang umum dia tidak perlu persetujuan lagi,” ucapnya.

Namun, kata Fidi, ODGJ harus mendapatkan persetujuan warga sebagai perwakilan kalau memahami nanti dampak efek samping melapor kemana oleh karena itu ada formkonsen yang harus kami minta kekeluargaan.

“Kalau dari sisi perawatan yang 28 itu, mereka rawat inap namun nanti konsep peratawan gangguan jiwa denggn umum sama saja hanya mungkin karena ada kombinasi sehingga tidak semua rumah sakit siap,” tukasnya.

“* Fredy Kristianto

Pengendara Trail Tewas di Jalan Raya Cibungbulang

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Pengendara sepeda motor trail bernomor polisi F 6595 FFJ bernama Egi Purnawan berusia 40 tahun, warga Cibeber, Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, tewas di lokasi kecelakaan di Jalan Raya Cibungbulang dekat UPT Pajak, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Senin pagi (28/9/2021) pukul 9.00 Wib.

Menurut anggota Lantas Polsek Cibungbulang Bripka Muhamad Ilyas, korban merupakan warga Curug Bitung yang mengalami laka tunggal dan meninggal di tempat karena luka cukup parah di bagian kepala.

“Ini merupakan laka tunggal kronologi pasti belum tahu karena belum ada saksi, ini warga Cibeber Nanggung korban meninggal di lokasi,” kata Bripka Muhamad Ilyas kepada wartawan.

Muhammad Ilyas melanjutkan, untuk kasus laka tunggal ini selanjutnya akan ditangani unit Laka Polsek Dramaga Resor Bogor.

“Dan tadi di TKP ada berkas, dan dompet korban dan kita juga sudah hubungi pihak keluarga korban,” katanya.

Sementara menurut Ganjar, warga sekitar, kejadian diduga korban gagal nyalip dan oleng dan terjatuh hingga kepala korban terbentur kendaraan lain.

“Korban dari arah Leuwliang menuju Bogor diduga gagal nyalip dan terlindas karena bagian kepala luka cukup para,” kata Ganjar.

Sementara motor trail korban berwarna biru hanya rusak pada bagian depan dan belakang. Kini korban langsung dibawah ke RSUD Leuwliang untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas Unit Laka Polsek Dramaga berserta kendaraan.

Kecelakaan tersebut menyebabkan kemacetan cukup parah sekitar 1 kilometer dari arah Leuwiliang menuju Bogor maupun sebaliknya.

** Cepi Kurniawan

42 ASN Terpapar Covid, Pemkot Bogor WFH 100 Persen

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerapkan Work From Home (WFH) 100 persen pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) mulai Selasa (29/6) hingga sepekan kedepan. Hal itu menyusul melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di ‘Kota Hujan’, termasuk di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa hingga Senin (28/6) jumlah ASN dan pegawai perumda yang terpapar Covid-19 mencapai 42 orang.

“Sudah 42 orang yang terkonfirmasi positof Covid-19. Karena itu kami mengambil langkah untuk memberlakukan WFH 100 persen. Kecuali dinas pelayanan sehari-hari, DLH, Dinkes, Dishub. Ini bukan libur tidak boleh keluar kecuali mendesak, dan wajib melaporkan semua kegiatan pekerjaan,” ujar Bima kepada wartawan, Senin (28/6).

Menurut Bima, langkah ini diambil untuk menghindari penularan corona di kalangan ASN, dan mengurangi mobilitas masyarakat.

“Kami ingin memberikan contoh untuk menahan diri tidak keluar. Saat ini grafik kasus positif meningkat tajam,” katanya.

Kata dia, penambahan tempat isolasi tidak seimbang dengan tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar corona.

** Fredy Kristianto

Ada Pergerakan Tanah, Koramil 2116 Leuwiliang Imbau Warga Cisaranten Waspada

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Sejak satu pekan terakhir wilayah Kampung Cisaranten di lingkungan RW 04 dan RW 09 di Dusun 02 serta Dusun 03, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor dilanda pegerakan tanah. Bencana alam ini terjadi di area pesawahan dan perkebuanan. Komandan Koramil 2116 Leuwiliang Kapten Infanteri Koswara mengimbau warga Desa  Wangunjaya untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Ia menjelaskan pihaknya terus mengikuti perkembangan situasi lokasi pergerakan tanah dengan melibatkan para anggotanya  yang dibantu oleh komunitas radio antar penduduk (RAPI) satgas desa, serta tokoh masyarakat.

Utamanya menguji alat komunikasi seperti  radio HT agar bisa tersambung dari titik pantau ke posko utama Koramil.

“Kami menempatkan pos-pos penyekatan aktivitas warga, dengan dipasangnya tulisan larangan di jalan – jalan agar warga tidak datang ke lokasi,” kata Kapten Infanteri Koswara kepada Jurnal Bogor, Senin (28/6).

Meski  ditemukan adanya warga secara sembunyi -sembunyi  melangsungkan akktivitas memanen di lokasi bencana alam pergerakan tanah, namun karena lokasi pergerakan tanah dianggap berbahaya, pihaknya mengharuskan warga petani untuk segera  pulang meninggalkan lokasi tersebut.

Ia menerangkan, saat ini kondisi lumpur dan bongkahan tanah yang disebabkan pergerakan tanah berdampak pada penutupan bendungan kali Cisaranten.

“Akibanya  lumpur yang terseret arus air yang terus aktif bergerak hingga menutup lokasi pesawahan warga,” jelasnya.

Koswara menerangkan, diperkirakan bencana alam pergerakan tanah  akan berdampak pada Kampung Cisaranten yang dihuni sebanyak 70 kepala keluarga. Termasuk dampaknya akan masuk ke wilayah Cisaranten 2 dan wilayah Desa tetangga, yakni Desa Sadengkolot

Kendati demikian upaya antisipasi terus dilakukan, bahkan  tempat evakuasi warga kini telah disiapkan diantaranya 2 Masjid Cisaranten 3, gedung SDN Cisarenten 3, aula Kantor Desa Wangunjaya dan Mushola Huntara Wangunjaya.

“Kita siagakan satgas bencana dan mengaktifkan Siskamling sekaligus membuat grup pemantau bencana,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Desa Wangunjaya Hanafi menyebutkan, sekitar 10 hektare lahan pesawahan dan perkebunan di wilayahnya  porakporanda akibat bencana alam pergerakan tanah.”

“Sudah satu pekan ini pergerakan tanah masih aktif dan berakibat pada penyempitan kali Cisaranten,” ujarnya.

Kejadian ini sudah dikomunikasikan dengan Musipika maupun pihak BPBD Kabupaten Bogor.

“Kami menganggap wilayah Wangunjaya dalam kondisi bahaya, karena musibah ini secara berturut mulai dari 2019 terjadi tanah longsor di kampung Suluduk kemudian longsor kembali di kampung Pasirwangun, Kampung Curug dan Kampung Cepaknangka.”

“Hingga musibah pergerakan tanah merambah pada Juni 2021 tepatnya di Kampung Cisaranten,” tandasnya.

** Arip Ekon

82 Orang dari Klaster Ponpes di Harjasari Sembuh

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh dari klaster Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Madani di Kota Bogor, terus bertambah. Hingga Jumat (25/6/2021), jumlah pasien positif Covid-19 dari klaster ponpes yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 82 orang. Sisanya 11 orang masih menjalani perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, sampai dengan 25 Juni 2021 konfirmasi masih sakit ada 11 orang dan konfirmasi selesai/sembuh 82 orang dari total 93 kasus.

“Dari 11 orang konfirmasi masih sakit, 4 orang isolasi di rumah dan 7 orang dirawat. Kemudian dari 7 orang yang dirawat, 5 orang di BPKP Ciawi dan 2 orang di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta,” katanya, Sabtu (26/6).

Tercatat, Senin (21/6), tidak ada penambahan kasus konfirmasi. Pemulangan 3 orang santri putra dan 2 orang santri putri dari BPKP Ciawi.

Selasa (22/6), tidak ada penambahan kasus konfirmasi. 2 orang santri putri yang diisolasi di rumah dinyatakan sembuh. Pemulangan 1 orang santri putra dan 2 orang santri putri dari BPKP Ciawi.

Rabu (23/6), tidak ada penambahan kasus konfirmasi. Pemulangan 1 orang santri putri dari BPKP Ciawi. Kamis (24/6), tidak ada penambahan kasus konfirmasi. Pemulangan 9 orang santri putri dari BPKP Ciawi.

Jumat (25/6) tidak ada penambahan kasus konfirmasi. Sementara ada pemulangan 3 orang santri putra dan 10 orang santri putri dari BPKP Ciawi.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor terus melakukan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di Ponpes Bina Madani.

** Fredy Kristianto