28.2 C
Bogor
Thursday, March 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 12

Sat Res PPA dan PPO Polres Bogor Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas di Citeureup

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Polres Bogor melalui Sat Res PPA dan PPO berhasil mengungkap kasus kekerasan seksual terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas intelektual di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Tersangka telah diamankan dan kini menjalani proses hukum.
Kasus tersebut dilaporkan melalui LP Nomor LP/B/2439/XII/2024/SPKT/RES BGR/POLDA JABAR. Sejak laporan diterima, penyidik melakukan pendalaman secara bertahap dan komprehensif dengan mengedepankan perlindungan serta pendampingan khusus bagi korban.

Peristiwa diketahui terjadi pada Sabtu, 14 Desember 2024, sekitar pukul 01.30 WIB di Kampung Kebon Kopi, Desa Puspanegara, Citeureup. Korban berusia 42 tahun dan memiliki disabilitas intelektual, sementara tersangka berinisial A (25) merupakan buruh harian lepas dan bertetangga dengan korban.

Setelah alat bukti dinilai cukup, tersangka ditangkap pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, dan telah ditahan di Rutan Polres Bogor. Penyidik turut mengamankan visum et repertum (VER) sebagai bagian dari alat bukti.

Tersangka dijerat Pasal 473 ayat (2) huruf d dan/atau Pasal 415 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Polres Bogor menegaskan komitmennya menangani setiap laporan secara profesional dan tuntas demi memberikan keadilan bagi korban serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Berkomitmen Dalam Pelayanan, RSUD R Moh Noh Nur Respons Cepat Penanganan Pasien Telantar

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor menunjukkan komitmen dalam pelayanan kemanusiaan melalui penanganan seorang pasien laki-laki berinisial Mr. X yang ditemukan di Desa Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, dalam kondisi tidak sadar pada Jumat, 12 Februari 2026.

Sehari sebelumnya, Kamis, 11 Februari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, pasien ditemukan di pinggir jalan oleh pemerintah setempat bersama PSM. Pasien kemudian dibawa ke Puskesmas Parung Panjang untuk mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD R Moh Noh Nur. Pasien tiba sekitar pukul 17.38 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan serta perawatan menyeluruh oleh tim medis.

Dalam proses identifikasi, tidak ditemukan dokumen kependudukan maupun identitas resmi sehingga pasien dinyatakan sebagai Mr. X. Berdasarkan catatan medis, pasien mengalami lemas, pusing, sulit diajak komunikasi, dan tampak kebingungan. Penanganan dilakukan secara intensif hingga kondisi pasien dinyatakan stabil oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan setelah menjalani perawatan selama tujuh hari.

Untuk memastikan data kependudukan pasien, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bogor turut melakukan pengecekan langsung ke ruang rawat inap. Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa identitas pasien tidak ditemukan dalam data kependudukan, sehingga statusnya tetap dinyatakan sebagai Mr. X dan penanganan dilanjutkan melalui mekanisme sosial.

Proses pendampingan sejak awal turut dilakukan oleh Humas RSUD R Moh Noh Nur bersama Kader IPSM Leuwiliang, Ibu Ratna Ningsih. “Yang terpenting beliau segera mendapatkan pertolongan medis dan tidak dibiarkan tanpa penanganan,” ujar Ratna Ningsih.

Setelah kondisi pasien memungkinkan, RSUD R Moh Noh Nur berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk tindak lanjut penanganan melalui UPT Balai Kesejahteraan Sosial (BKS). Rumah sakit juga memfasilitasi proses pengiriman pasien ke UPT BKS sebagai bagian dari kesinambungan layanan.

Ibu Fitri selaku Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Bogor, dalam pernyataannya pada Selasa, 3 Maret 2026, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan penanganan yang dilakukan.

Ia menjelaskan bahwa setelah identitas kependudukan pasien tidak ditemukan meski telah dilakukan pengecekan, pasien ditetapkan sebagai Mr. X, dirawat hingga pulih, kemudian dirujuk ke Dinas Sosial melalui UPT BKS.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada RSUD R Moh Noh Nur yang telah merawat dan memfasilitasi proses rujukan klien ini. Kami berharap kolaborasi dalam penanganan warga terlantar di Kabupaten Bogor dapat terus diperkuat,” ujarnya.

Seluruh rangkaian proses, mulai dari penemuan, perawatan di rumah sakit, pengecekan data kependudukan, hingga serah terima kepada Dinas Sosial, dilengkapi dengan laporan resmi sebagai bentuk pertanggungjawaban pelayanan kepada publik.

RSUD R Moh Noh Nur menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan melalui kolaborasi aktif bersama IPSM, Dinas Sosial, dan Dukcapil Kabupaten Bogor.

(yev/cc)

Sambut Ramadan, Ah Pek Kopitiam Margonda Hadirkan Fusion Melayu-Timur Tengah: Nasi Kebuli Kari Jadi Jagoan Buka Puasa di Depok

0

Depok | Jurnal Bogor
Pada bulan suci Ramadhan, pencarian tempat berbuka puasa yang nyaman dengan menu yang menggugah selera menjadi agenda utama warga Depok. Menjawab hal tersebut, Ah Pek Kopitiam Depok yang berada di Jalan Margonda Raya resmi memperkenalkan rangkaian menu spesial Ramadhan yang memadukan kehangatan rempah Timur Tengah dengan keasentikan rasa Melayu.

Sebagai destinasi kuliner yang dikenal dengan konsep kopitiam modern, Ah Pek Kopitiam Depok melakukan inovasi berani tahun ini melalui peluncuran Nasi Kebuli Kari dan Nasi Kebuli Ayam Rempah.

Menu fusion ini dirancang khusus untuk memberikan energi maksimal setelah seharian berpuasa dengan profil rasa yang kaya dan aromatik. Kesegaran Tropis pendamping Hidangan Rempah Untuk menyeimbangkan rasa rempah yang kuat, Ah Pek Kopitiam juga menghadirkan seri minuman berbasis kelapa dan sirup segar.

Menu minuman ini dikurasi agar cocok dinikmati bersama Nasi Kebuli, di antaranya,Es Cendol, Manis gurih yang klasik untuk memanjakan lidah. Es Jeruk Kelapa  Perpaduan asam segar dan kelapa muda yang menghidrasi. Es Bandung Rose Syrup Kesegaran bunga mawar dengan sentuhan susu yang lembut.

Paket Spesial Buka Bersama (Bukber) memahami tradisi berkumpul bersama kerabat, Ah Pek Kopitiam Depok menyediakan Paket Buka Bersama Khusus yang ekonomis namun lengkap.

Paket ini terdiri dari: 1. Sajian Utama: Nasi Kebuli 2. Camilan: Roti Prata 3. Minuman: Es Teh Tarik khas Ah Pek Ramadan kali ini menghadirkan pengalaman yang berbeda di Depok.

“Melalui perpaduan Nasi Kebuli dengan sentuhan Kari khas Melayu, kami menawarkan alternatif berbuka yang mengenyangkan sekaligus kaya rasa. Kehadiran minuman segar berbasis kelapa juga kami siapkan sebagai penawar dahaga yang sempurna,” ujar Aliya Marsha, Public Relation Ah Pek Kopitiam Jabodetabek kepada Jurnalbogor, via Whatsap Rabu (4/2/2026)

Bagi masyarakat Depok dan sekitarnya yang ingin merencanakan momen berbuka puasa, Ah Pek Kopitiam Margonda kini telah membuka layanan reservasi untuk area indoor yang nyaman maupun area komunal bagi rombongan.

Tentang Ah Pek Kopitiam
Ah Pek Kopitiam adalah jaringan kuliner yang menyajikan hidangan khas peranakan dan Melayu dengan atmosfer modern. Berkomitmen menyajikan bahan-bahan berkualitas, Ah Pek terus berinovasi dalam menu dan pelayanan untuk menjadi rumah kedua bagi para pecinta kopi dan kuliner di Indonesia.

**wawan Hermawanto

Potensi Pajak ASN Kota Bogor Capai Rp8,3 Miliar

0

Bogor | Jurnal Bogor

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor menyelenggarakan Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026 di Plaza Balaikota Bogor, Rabu (4/3).

Agenda ini menjadi upaya pemerintah daerah untuk melakukan “jemput bola” guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Bappenda Kota Bogor, Abdul Wahid, mengatakan bahwa Pekan Panutan 2026 akan berlangsung selama dua hari, yakni 4 hingga 5 Maret 2026. Fokus utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepatuhan wajib pajak di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Abdul Wahid mengungkapkan bahwa potensi pajak dari ASN yang terdata cukup signifikan. Berdasarkan data Bappenda, terdapat 3.776 wajib pajak dari ASN dengan total potensi nilai pajak mencapai Rp8,3 miliar.

​”Melalui acara ini, diharapkan ASN dapat menjadi contoh atau role model bagi masyarakat umum dalam memenuhi kewajiban perpajakan tepat waktu,” jelas Abdul Wahid.

​Untuk menarik minat para wajib pajak, Pemerintah Kota Bogor memberikan dorongan berupa program relaksasi pajak.

Abdul Wahid menyebutkan bahwa masyarakat dan ASN bisa menikmati potongan harga yang cukup besar tergantung pada ketetapan pajaknya.

​”Diskon Pajak yang tersedia mulai dari 5% hingga 20%,” ungkap Wahid.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarmaan Adil mengatakan dana yang terkumpul dari PBB-P2 dan PKB akan dialokasikan kembali untuk kepentingan masyarakat.

​”Tujuan utama optimalisasi pajak ini adalah meningkatkan PAD Kota Bogor guna menyelesaikan berbagai masalah masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Adityawarman.

​Ia juga menekankan bahwa pencapaian target APBD 2026 memerlukan sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif.

Adityawarman berharap kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi memberikan dampak nyata pada kas daerah.

** Fredy Kristianto

Terlibat Scamming Lintas Negara, 13 Warga Negara Jepang Diciduk

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sebanyak 13 warga negara Jepang ditangkap Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor. Mereka diduga terlibat praktik penipuan daring (online scamming) di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (2/3) malam.

Kasus ini menjadi yang pertama kalinya di wilayah kerja Imigrasi Bogor yang melibatkan WNA Jepang dalam dugaan kejahatan siber lintas negara.

Penindakan dilakukan setelah tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) melakukan pengamatan intensif selama beberapa hari terhadap aktivitas mencurigakan di sebuah kawasan hunian di Sentul.

Berdasarkan hasil operasi pengawasan tersebut, petugas menggerebek tiga rumah berbeda dan mengamankan 13 pria berkebangsaan Jepang.

Saat pemeriksaan awal di lokasi, satu orang di antaranya tidak dapat menunjukkan paspor asli ketika diminta petugas. Seluruh WNA tersebut diduga menjalankan praktik penipuan daring yang menyasar korban di negara asal mereka, yakni Jepang.

Dalam operasi tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kejahatan siber. Barang bukti itu antara lain atribut menyerupai seragam dan tanda pengenal Kepolisian Jepang, puluhan unit telepon genggam dan perangkat komputer, perangkat penguat (booster) dan pengacak sinyal, serta berbagai perangkat elektronik pendukung lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Imigrasi dalam menjaga kedaulatan hukum serta mencegah penyalahgunaan izin tinggal oleh warga asing.

“Pengawasan orang asing merupakan tugas dan fungsi kami untuk memastikan setiap warga negara asing yang berada di wilayah Indonesia mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Dalam kasus ini, kami melakukan tindakan secara profesional dan terukur setelah melalui proses pengawasan yang mendalam,” ujar Ritus kepada wartawan, Rabu (4/3).

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk aktivitas ilegal yang dilakukan WNA di wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, yang turut hadir dalam konferensi pers, menyatakan bahwa pemeriksaan akan dilakukan secara mendalam dan menyeluruh.

“Petugas kami akan mendalami pemeriksaan terhadap yang bersangkutan serta berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk kepolisian dan perwakilan negara terkait, apabila ditemukan unsur tindak pidana yang lebih luas,” ucapnya.

Kini, sebanyak 13 waega Jepqmg itu telah dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor untuk menjalani pemeriksaan intensif dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Fokus penyelidikan meliputi dugaan penyalahgunaan izin tinggal sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian serta pendalaman dugaan tindak pidana penipuan lintas negara.

Diketahui, kasus ini menambah daftar perhatian aparat terhadap maraknya kejahatan siber internasional yang memanfaatkan wilayah Indonesia sebagai basis operasional. Imigrasi memastikan akan terus memperketat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing guna menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Indonesia.

** Fredy Kristianto

Pemilihan LPM Tengah Diwarnai Adu Ide

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong diwarnai adu gagasan dan ide dalam melakukan akselerasi pembangunan. Kontestasi ini juga jadi pertaruhan politik yang dapat digunakan dari pemilu ke pemilu.

Ketua RT 4 RW 5 Kelurahan Tengah, Aripin berharap pemilihan Ketua LPM Kelurahan Tengah jadi awal perubahan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, dari yang kurang baik menjadi baik.

“Apa yang sudah baik bisa jadi lebih baik lagi dan yang kurang baik bisa jadi baik,” kata Aripin kepada awak media, Rabu (4/3/2026).

Aripin menjelaskan dari segi pembangunan infrastruktur, wilayah Kelurahan Tengah yang berdampingan langsung dengan kompleks Perkantoran Pemkab Bogor masih perlu ditingkatkan.

“Terutama jalan rusak, renovasi Posyandu, peningkatan kualitas pelayanan PKK kepada masyarakat, aktivasi giat IPSM jadi lebih baik lagi,” ujar Aripin.

Selain itu, perlu ada peningkatan kinerja para ketua RT dan Ketua RW melalui berbagai kegiatan. “Yang sering jadi masalah itu kan kenakalan anak muda, tawuran karena putus sekolah, masalah kesehatan warga, masalah pengelolaan sampah, bangunan tanpa ijin yang membuat banjir. Masalah-masalah seperti ini sudah jadi makanan sehari-harinuntuk dituntaskan. Jadi perlu ditingkatkan lagi kegiatan sosialisasinya di tengah warga,” kata Aripin.

Kedekatan geografis wilayah administrasi Kelurahan Tengah dengan Kompleks Perkantoran Pemkab Bogor, dikatakan Aripin, di antaranya memberikan dampak pada akses komunikasi dan birokrasi.

“Selama ini dekat itu tak berarti harus jauh. Kedekatan dengan wilayah administrasi Kelurahan Tengah adalah mudahnya akses komunikasi lewat jalur birokrasi. Kekuhan, kritik dan saran bisa langsung direspon baik oleh kecamatan maupun kantor dinas langsung,” ungkap Aripin.

Kini, Aripin berharap agar Ketua LPM yang terpilih di 7 Maret 2026 adalah figur terbaik dan mampu menjembatani berbagai masalah di tengah masyarakat. “Kita cuma bisa berusaha dan berdoa, sisanya serahkan kepada Allah, karena Allah tahu yang terbaik,” tandas Aripin. n Herry S

Polsek Tamansari Salurkan Zakat Kapolres Bogor untuk Warga

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Polsek Tamansari melaksanakan kegiatan pembagian zakat dari Polres Bogor kepada warga di Kecamatan Tamansari, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut berlangsung dengan melibatkan unsur pemerintah kecamatan dan TNI. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Tamansari serta perwakilan dari Koramil Ciomas, bersama jajaran anggota Polsek Tamansari.

Kapolsek Tamansari, IPTU Azis, mengatakan bahwa penyaluran zakat ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya di wilayah Tamansari.

“Total penerima sebanyak 80 orang yang berasal dari masyarakat di delapan desa se-Kecamatan Tamansari, masing masing desa mengirimkan 10 orang,” ujar IPTU Azis.

Ia menambahkan, bantuan zakat tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga di wilayah Kabupaten Bogor. Yudi

Satu Langkah – Clean Sheet Indonesia Bersihkan Lokasi Bencana di Aceh

0

Bogor | Jurnal Bogor – Satu Langkah berkolaborasi dengan Clean Sheet Indonesia bersama Elang Mahkota Teknologi (EMTEK), jaringan media SCTV dan Indosiar, serta Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP), melaksanakan aksi kemanusiaan berupa pembersihan rumah warga dan fasilitas umum yang terdampak bencana di Aceh.

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi lintas komunitas dan korporasi dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana, khususnya pada aspek kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Ceo Satu Langkah, M. Sirojul Abidin, mengatakan bahwa aksi ini menjadi bagian dari komitmen komunitasnya untuk terus hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar penanganan pascabencana dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Melalui kerja bersama, kami berharap dapat meringankan beban warga terdampak serta membantu menciptakan kembali lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Sementara itu, Ceo Clean Sheet Indonesia, Dihqon Nadaamist menyampaikan bahwa keterlibatan relawan dalam kegiatan ini difokuskan pada pembersihan lumpur, sampah, serta sisa material bencana di rumah-rumah warga dan fasilitas umum.

“Langkah ini penting untuk mencegah munculnya penyakit serta mempercepat aktivitas masyarakat kembali normal,” katanya.

Selain pembersihan, kegiatan sosial tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada warga terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pascabencana.

Diharapkan, sinergi yang terbangun antara komunitas, dunia usaha, dan media ini dapat terus berlanjut dalam berbagai aksi kemanusiaan di daerah lain yang membutuhkan. Yudi

MBG di Nanggung Diduga Terlalu Ngambil Untung, Wali Murid Kecewa

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor membuat wali murid kecewa. Kekecewaan wali murid yang merupakan keluarga penerima manfaat bukan tanpa alasan. Pasalnya, menu MBG yang dikirim ke SDN Parakanmuncang 02 pada Senin (2/3/2026), terdapat buah salak dengan kondisi busuk sehingga tidak bisa dikonsumsi.

Menurut sumber yang tidak bersedia disebut namanya membenarkan, buah salak yang dikirim ke sekolah itu busuk. Meski pengelola SPPG mengganti buah yang busuk itu, namun keadaan sekolah sudah sepi karena anak sekolah sudah pulang.

“Penggantian buah dari SPPG itu sore, namun sejumlah murid sudah pada pulang,” kata dia kepada Jurnal Bogor, Selasa (3/3/2026).

“MBG yang dikirim tadi juga, jeruknya ada yang busuk juga dan fotonya sempat kami kirim ke sekolah,” paparnya. “Makin gak jelas aja nih MBG,” keluhnya. “Pihak terkait atau bagian pengawasan MBG ini kemana saja,” tanya dia.

Melihat kondisi ini, sejumlah wali murid protes dan sempat datang ke sekolah. ” Waktu itu, pengelola SPPG melalui sekolah hanya meminta maaf. Tetapi kejadian ini terulang lagi, jeruk busuk aja masih dikirim, emang gak disortir dulu,” keluh dia lagi.

“Kami anggap pengelola SPPG terlalu besar ngambil keuntungannya, bayangkan MBG yang dikirim sewaktu libur selama enam hari sebelum Ramadhan. Paket MBG yang dikirim, susu full cream ultra ukuran satu liter merk frisian flag, roti tawar tanpa merk, kemasan buah, pisang dua, jeruk dua buah apel satu biji berikut kurma 4 biji.”

Menurutnya, dari menu MBG yang dikirim untuk enam hari paling habisnya maksimal sekitar Rp40 ribuan.

“Paling abisnya 40 ribuan, sebab setahu kami dari 15 ribu, 5 ribunya buat operasional pengelola MBG sedangkan 10 ribunya untuk penerima manfaat paket MBG selama enam hari. Gampang kan ngitungnya, maksudku ngambil keuntungan boleh saja tapi jangan keterlaluan,” bebernya.

Paket MBG serupa yang dikirim dari SPPG 02 Desa Parakanmuncang itu bukan ke SDN Parakanmuncang 02 saja. Seperti sekolah SDN Parakanmuncang 01, SDN Parakanmuncang 03, SDIT Al-Munawwar, TK Al-Mnawwar, PAUD Simpati, Putra Qusoy, Riyadussibyan dan PAUD Darul Ibtida.

“Kurang lebih 2.000 penerima manfaat MBG dikirim dari SPPG 02 Parakanmuncang kalau tidak salah nama kepala SPPG-nya pak Anang,” ujarnya.

Jurnal Bogor mengkonfirmasi gambar buah salak busuk ke aplikasi WhatsApp milik Anang yang disebut sebut sebagai kepala SPPG Parakanmuncang 02, namun tak merespons.

Sebelum disebutkan, setelah banyak keluhan terkait menu MBG di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor lantaran dinilai tak mencerminkan prinsip nilai gizi seimbang, pemerhati kebijakan publik, Fikri Muhammad meminta pihak pengelola MBG atau SPPG memberikan penjelasan dengan menggelar audensi.

** Arip Ekon

Perkuat SDM Bidang Kesehatan, Danone Indonesia dan IPB University Tandatangani Kerja Sama Program Praktik Kerja Profesi Gizi

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Di tengah berbagai tantangan gizi dan kesehatan masyarakat, peran ahli gizi atau nutrisionis dituntut semakin adaptif. Tidak hanya harus memiliki fondasi ilmiah yang kuat, ahli gizi juga harus mampu mengomunikasikan sains secara efektif, serta berkontribusi dalam program edukasi berbasis bukti.

Saat ini, pendidikan pun menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri agar program pendidikan profesi dapat menghadirkan pengalaman praktik nyata, sehingga para lulusan memiliki kesiapan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan isu kesehatan masyarakat.

Sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, Danone Indonesia menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University dalam penyelenggaraan Program Praktik Kerja Profesi (Internship) bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Nutrisionis, Selasa (3/3/2026).

Program ini bekerja sama dengan divisi Healthcare Nutrition (HN) Danone Indonesia, yang merupakan unit khusus yang berfokus pada ilmu gizi serta implementasi program edukasi kesehatan masyarakat berbasis bukti. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pengalaman praktik industri bagi calon nutrisionis, sekaligus mendorong pendidikan profesi gizi yang lebih kolaboratif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen IPB dalam mengembangkan pendidikan profesi agar lebih responsif terhadap tantangan kesehatan saat ini dan kebutuhan masyarakat.

“Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata dan berdampak. Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB memiliki peran strategis dalam memperkuat pendekatan di mana kesehatan manusia, lingkungan, dan sistem sosial saling berkaitan dan menjadi prioritas utama. IPB menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Danone Indonesia, untuk menghadirkan perspektif industri serta pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif, khususnya terkait isu krusial seperti kesehatan dan gizi. Melalui program ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana riset dan pendekatan berbasis bukti dijalankan secara profesional di industri kesehatan. Kami berharap para lulusan, nantinya dapat berperan di layanan primer, mampu menjembatani teori dan implementasi di masyarakat serta menghadirkan kontribusi yang terukur bagi kesehatan publik,” paparnya.

Program praktik kerja profesi ini akan melibatkan mahasiswa Pendidikan Profesi Nutrisionis sepanjang tahun 2026 yang dilaksanakan dalam beberapa gelombang. Selama program berlangsung, peserta tidak hanya melakukan observasi dan pendampingan profesional, tetapi juga terlibat aktif dalam penyusunan konten edukasi berbasis sains, pengembangan materi komunikasi seperti infografis, penyelenggaraan diskusi dan webinar, hingga layanan konsultasi gizi bagi karyawan dan masyarakat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu dengan balita. Skema ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman praktik yang terstruktur dan aplikatif, sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikan program kesehatan berbasis bukti di lingkungan industri.

“Kolaborasi ini menegaskan komitmen Danone Indonesia dalam memperkuat pengembangan SDM kesehatan yang adaptif dan berorientasi pada praktik nyata. Tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks menuntut pendekatan yang kolaboratif dan berbasis bukti. Sebagai bagian dari komitmen global kami melalui Danone Impact Journey yang bertumpu pada pilar People, Health, dan Environment, kami percaya bahwa penguatan talenta kesehatan merupakan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan publik. Sebagai perusahaan yang berfondasi pada riset di bidang kesehatan dan nutrisi, kami juga meyakini bahwa pengembangan SDM kesehatan memerlukan sinergi erat antara dunia akademik dan industri. Kerja sama program praktik kerja ini membuka ruang pembelajaran aplikatif, di mana mahasiswa, khususnya program studi nutrisionis dapat terlibat langsung dalam riset, program screening kesehatan, serta inisiatif community development berbasis sains yang kami jalankan dari sisi industri. Kami berharap pengalaman ini tidak hanya memperkaya perspektif mahasiswa, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka menjadi nutrisionis yang kompeten secara teknis dan mampu menghadirkan solusi berbasis bukti yang relevan serta berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Medical Science Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Nutrisionis IPB University, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS menilai kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi strategis antara dunia akademik dan industri.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kompetensi nutrisionis, khususnya dalam aspek health promotion. Ke depan, nutrisionis tidak hanya berperan di layanan kesehatan, tetapi juga perlu aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan platform digital. Kami berharap pengalaman ini membekali mahasiswa untuk menjadi nutrisionis yang adaptif, komunikatif, serta mampu menyampaikan pesan gizi secara tepat dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujarnya.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi fondasi awal bagi kemitraan jangka panjang antara dunia akademik dan industri dalam memperkuat kapasitas nutrisionis Indonesia. Integrasi antara pembelajaran profesi dan pemahaman terhadap implementasi program edukasi kesehatan menjadi bagian dari upaya sistematis untuk membangun ekosistem edukasi dan layanan gizi yang lebih responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat.

Program praktik kerja profesi kolaborasi Danone Indonesia dan IPB ini diharapkan dapat menghadirkan lulusan nutrisionis yang adaptif dan mampu menerjemahkan ilmu gizi menjadi intervensi edukasi yang relevan, efektif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.

**cc/rls