26.6 C
Bogor
Thursday, February 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 12

Tujuh Rumah di Cijeruk Rusak Akibat Cuaca Ekstrem, PMI dan Relawan Siaga Bencana

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan longsor yang melanda Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, selama sepekan terakhir mengakibatkan sedikitnya tujuh rumah warga mengalami kerusakan. Selain merusak rumah, bencana tersebut juga berdampak pada sawah, kebun, serta aliran air milik warga.

Menanggapi kejadian tersebut, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama relawan bencana, Satpol PP Kecamatan Cijeruk, serta unsur terkait lainnya langsung bergerak melakukan pendataan korban dan kerugian akibat bencana alam.

Pengurus PMI Kabupaten Bogor Bidang Relawan, Suganda, menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama terjadinya bencana di sejumlah wilayah Cijeruk.

“Selama sepekan ini intensitas hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan tiga rumah ambruk, serta beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan. Tiga rumah berada di Desa Cipelang, satu rumah di Desa Cibalung, satu rumah di Desa Warung Menteng, dan dua rumah di Desa Sukaharja,” ujar Suganda, Minggu (25/01/26).

Selain kerusakan rumah, lanjut Suganda, longsor juga terjadi di Desa Tanjung Sari dan Cipelang, termasuk di kawasan perbukitan Blok Picung Celeng, Desa Cijeruk. Longsoran tersebut memiliki panjang sekitar 70 meter dengan ketinggian mencapai 250 meter, yang berdampak pada akses dan aliran air warga.

“Setelah dilakukan pendataan dan dilaporkan ke pimpinan serta dinas terkait, para korban bencana alam akan mendapatkan bantuan baik dari PMI maupun instansi lain seperti Dinas Sosial, Baznas, dan DKPP Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Suganda menegaskan, dalam peristiwa bencana tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian bersifat materiil. Untuk memastikan data yang dihimpun akurat, PMI Kecamatan Cijeruk bersama Satpol PP dan relawan bencana terus berkeliling desa-desa terdampak.

“Sesuai instruksi PMI Kabupaten Bogor, seluruh relawan PMI bersama Kencana, Destana, dan Satpol PP diminta untuk tetap siaga bencana, mengingat hujan diperkirakan masih akan terus mengguyur wilayah Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kecamatan Siaga Bencana (Kencana) Cijeruk, H. M. Farullah, mengatakan pihaknya telah menyiagakan seluruh relawan bencana, termasuk relawan tingkat desa (Destana), menyusul meningkatnya kejadian bencana dalam beberapa hari terakhir.

“Tim Kencana sudah siaga sejak beberapa waktu lalu. Seperti kejadian Kamis (22/01), dapur rumah warga di Desa Tanjung Sari roboh akibat longsor, dan hari ini terjadi pohon tumbang di Desa Cipelang. Alhamdulillah semuanya sudah kami tangani,” ujarnya.

Ia menambahkan, Tim Kencana Kecamatan Cijeruk melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, organisasi kepemudaan (OKP), hingga lembaga desa, sehingga setiap laporan bencana dapat segera ditindaklanjuti.

“Setiap ada laporan dari masyarakat, kami pasti langsung menuju lokasi untuk membantu evakuasi material longsoran dan melakukan penanganan awal, kemudian melaporkannya ke tingkat Kabupaten Bogor untuk tindak lanjut,” pungkasnya.

** Yudi

12 Desa di Kecamatan Caringin Diterjang Longsor dan Pohon Tumbang

0

Caringin | Jurnal Bogor
Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang mengakibatkan bencana tanah longsor dan pohon tumbang di 12 desa di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, sejak Jumat hingga Sabtu, 24 Januari 2026.

Desa-desa yang terdampak di antaranya Desa Tangkil, Pasir Muncang, Muarajaya, Caringin, Cimande Hilir, Ciherang Pondok, Ciderum, Cimande, Pancawati, Lemah Duhur, dan beberapa wilayah lainnya.

Salah satu kejadian menonjol terjadi di Kampung Cibeling RT 02 RW 07, Desa Cinagara, di mana tanah longsor disertai pohon tumbang menutup akses jalan warga. Beruntung, dalam seluruh kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Pihak desa yang dibantu BPBD Kabupaten Bogor serta Satpol PP Kecamatan Caringin bergerak cepat melakukan evakuasi. Jalan yang sempat tertutup material longsor kini telah kembali dapat dilintasi pada Sabtu (24/1/2026).

Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Caringin, Andriansyah, mengungkapkan bahwa bencana terjadi merata di hampir seluruh desa sejak Kamis hingga Sabtu akibat hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang.

“Semua desa mengalami kejadian berbeda-beda, baik longsor maupun pohon tumbang, sejak Kamis hingga Sabtu,” ujar Andriansyah, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, kejadian paling menonjol terjadi di Desa Cinagara, di mana longsor membawa rumpun bambu hingga menutup badan jalan.

“Yang paling menonjol di Desa Cinagara, tanah longsor membawa rumpun pohon bambu menutup badan jalan. Namun alhamdulillah Satpol PP Kecamatan Caringin, dibantu pihak desa, Linmas, dan BPBD langsung melakukan evakuasi sehingga kondisi kembali normal dan bisa dilintasi,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Cinagara, Burhanuddin. Ia membenarkan adanya longsor dan pohon tumbang yang sempat menutup jalan kabupaten di wilayahnya.

“Sabtu pagi di Kampung Cibeling terjadi tanah longsor yang membawa rumpun bambu hingga menutup badan jalan milik Kabupaten Bogor. Alhamdulillah kami bersama Linmas, Satpol PP, dan BPBD segera melakukan evakuasi sehingga jalan kembali dapat dilintasi dengan aman,” ujar Burhanuddin.

Pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

** Yudi

Saan Minta NasDem Kota Bogor Bangun Pengurus di Level RT

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Bogor resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kota Bogor pada Sabtu (24/1).

Agenda ini menjadi momentum krusial bagi partai untuk memperkuat infrastruktur hingga level akar rumput demi menyongsong kontestasi politik mendatang.

Acara pelantikan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, serta Ketua DPW NasDem Jawa Barat.

Dalam arahannya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem menekankan pentingnya pembangunan struktur partai yang solid hingga ke tingkat unit terkecil.

Ia menginstruksikan agar pengurus DPC yang baru dilantik segera membentuk Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) di tingkat kelurahan dengan basis Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kita harapkan mereka mampu membangun kepengurusan yang berbasis TPS. Hal ini untuk memudahkan Partai NasDem ke depan terkait persoalan saksi, baik saat Pemilu maupun Pilkada,” ujar Saan.

Ia juga memberikan tenggat waktu selama 6 bulan kepada DPD untuk memastikan seluruh infrastruktur partai di tingkat kelurahan (DPRt) telah terbentuk sempurna di seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bogor.

Menilik rekam jejak di Kota Bogor, NasDem mengalami tren positif dengan kenaikan signifikan dari 1 kursi menjadi 4 kursi pada pemilu terakhir. Untuk tahun 2029, target ambisius telah ditetapkan yaitu, minimal 6 hingga 8 kursi DPRD Kota Bogor, mengisi kekosongan di satu Dapil yang belum mendapatkan kursi serta mempertahankan kursi yang sudah ada, memetakan potensi wilayah yang bisa menghasilkan dua kursi per dapil.

“Politik itu adalah persepsi. Jika NasDem dipersepsikan positif oleh publik Kota Bogor karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat, insyaallah target itu akan tercapai,” tambahnya.

Senada dengan pusat, Ketua DPD NasDem Kota Bogor, Benninu Argoebie, menyatakan optimismenya. Saat ini, pembentukan pengurus tingkat kelurahan (DPRt) di Kota Bogor sudah mencapai angka 70%.

“Kami pastikan sebelum tenggat waktu habis, 68 kelurahan sudah terbentuk semua. Kehadiran Waketum dan Ketua DPW hari ini menjadi penambah semangat bagi kami untuk terus bekerja,” kata Benninu

Lebih jauh, Beninu menegaskan bahwa perintah partai bukan sekadar menambah perolehan kursi legislatif, melainkan juga menargetkan eksekutif.

“Partai NasDem diperintahkan tidak hanya bersiap menambah kursi, tapi ke depan harus ambil kursi Wali Kota Bogor,” tegasnya.

Ia berpesan kepada seluruh pengurus DPC agar bekerja maksimal dan menjaga soliditas internal.
“Masalah besar dikecilkan, masalah kecil dihilangkan. Kerja bersama-sama akan sangat efektif untuk membawa kemenangan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Longsor di Gunung Guruh Diduga Akibat Ulah Penambang Ilegal, Camat Cigudeg Koordinasi Pihak Terkait

0

Cigudeg l Jurnal Bogor

Terkait terjadinya longsor di lokasi dimana tempat aktivitasnya para penambang ilegal di Gunung Guruh di kawasan Perum Perhutani,Camat Cigudeg Ade Zulfahmi akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Ini yang kita khawatirkan adanya penambang emas illegal, selain taruhannya nyawa juga merusak alam. Atas kejadian longsor tersebut nanti kita koordinasikan lebih lanjut,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026)

Sebelumnya diwartakan, longsor terjadi di lokasi Gunung Guruh di kawasan hutan Perum Perhutani wilayah administratif Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Informasi di lapangan, salah satu penyebab longsor di Gunung Guruh itu diduga karena maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di lokasi tersebut.

Lokasi tebingan di Gunung Guruh kerap terjadi longsor dan telah merenggut nyawa korban penambang di lubang di kawasan hutan Perhutani Gunung Guruh.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Cigudeg AKP Budi Sehabudin menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi perihal informasi terkait adanya longsor di Gunung Guruh tersebut.

“Meski baru mengetahui, informasi longsor di Gunung Guruh itu akan segera koordinasikan dengan pihak Kecamatan Cigudeg. Segera dikoordinasikan, karena di Kecamatan itu ada Satgasnya,” kata AKP Budi kepada Jurnal Bogor, Sabtu (24/1/2026).

Lebih jauh Kapolsek Cigudeg menjelaskan, terkait permasalahan di Gunung Gunung di lokasi tambang tanpa izin telah dilaporkan serta dalam penanganan Polres Bogor.

“Sudah lama, semenjak adanya korban penambang meninggal di lubang Gunung Guruh permasalahan ini telah ditangani tim Tipidter Polres Bogor,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Jakarta Waspada Kebanjiran, Puncak Mulai Diterjang Bencana

0

Hujan Turun Tiada Henti di Puncak


Cisarua | Jurnal Bogor
Sejak Kamis hingga Sabtu (24/1/26, wilayah Puncak terus diguyur hujan tanpa henti. Hal ini mengakibatkan terjadinya longsir dan pohon tumbang di beberapa desa. Termasuk pohon tumbang di tikungan Pinus, Tugu Utara, Jumat (23/1/2026) siang.

Meskipun tidak ada korban jiwa, tumbangnya pohon pinus tersebut sempat menimpa sebuah mobil minibus Suzuki AVV warna hitam.

Begitu juga, di Desa Cipayung sebuah jembatan Pasir Angin terputus hingga tudak bisa dilalui kendaraan sampai saat ini. Untuk arus lalu lintas di wiatah itu terpaksa dialihkan ke jalan lain.

Tim Pol PP dan Kecamatan Megamendung dan BPBD terjun ke lokasi untuk melakukan efakuasi material longsiran.

“Iya terjadi lingsor. Tidak ada korban jiwa, kita Pol PP Kecamatan Megamendung terus melakukan pembersihan material longsoran, ” ujar Bayu.

Untuk berjaga jaga, Tim Trantib Megamendung hingga kini terus siaga. “Hujan yang turun tanpa henti selama dua hari ini membuat kita siaga. Kita terus berkomunikasi dengan linmas yang ada di setiap Desa,” imbuh Bayu.

Sementara itu, tingginya turun hujan di wilayah Puncak membuat semua sungkan ke kali karena volume airnya meluap. Hal ini bisa menimbulkan banjir kiriman ke arah hilir Depok dan Jakarta.

“Jika turun hujan seperti ini, wilayah Depok dan Jakarta benar-benar harus siaga. Semua kali dan sungai-sungai yang ada di Puncak mengalirkan air yang cukup deras dan besar, ” pungkas Manut, relawan Cisarua.

** Dadang Supriatna

Marak PETI, Gunung Guruh Longsor

0

Cigudeg l Jurnal Bogor
Longsor terjadi di lokasi Gunung Guruh di kawasan hutan Perum Perhutani wilayah administratif Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Informasi di lapangan, salah satu penyebab longsor di Gunung Guruh itu diduga karena maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di lokasi tersebut.

Lokasi tebingan di Gunung Guruh kerap terjadi longsor dan telah merenggut nyawa korban penambang di lubang di kawasan hutan Perhutani Gunung Guruh.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Cigudeg AKP Budi Sehabudin menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi perihal informasi terkait adanya longsor di Gunung Guruh tersebut.

“Meski baru mengetahui, informasi longsor di Gunung Guruh itu akan segera koordinasikan dengan pihak Kecamatan Cigudeg. Segera dikoordinasikan, karena di Kecamatan itu ada Satgasnya,” kata AKP Budi kepada Jurnal Bogor, Sabtu (24/1/2026).

Lebih jauh Kapolsek Cigudeg menjelaskan, terkait permasalahan di Gunung Gunung di lokasi tambang tanpa izin telah dilaporkan serta dalam penanganan Polres Bogor.

“Sudah lama, semenjak adanya korban penambang meninggal di lubang Gunung Guruh permasalahan ini telah ditangani tim Tipidter Polres Bogor,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Jalanan Tebing Malasari Kerap Longsor, Pengendara Mesti Berhati- Hati

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Selama tiga hari terakhir hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor bagian barat mengakibatkan akes jalan di Desa Malasari, Nanggung, longsor.

Longsor tersebut menutup akses jalan menuju tempat wisata perkebunan teh Nirmala di Desa Malasari.

“Badan jalan tertutup akibat longsor, sementara pengendara tak bisa melintasi jalur itu,” ujar Kepala Dusun O4 Desa Malasari Ubun kepada Jurnal Bogor, Jumat (23/1/2026).

Kepala Dusun yang akrab dipanggi Abah Ubun menjelaskan, longsor yang melanda di wilayahnya itu terjadi pada Jumat (23/01/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Pengendara menjadi kesulitan saat melintas disebabkan tebingan itu longsor menutup badan jalan.

Agar mobilitas masyarakat tetap berjalan, maka material longsoran yang menutupi jalan tersebut akan segera dibersihkan.

“Sudah dikoordinasikan melalui para ketua RT dan RW agar dilakukan gotong royong membersihkan material tanah longsoran itu,” tandasnya

Para ketua RT dan RW telah diminta untuk membawa peralatan ke lokasi longsor tersebut agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Abah Ubun meyebut jalanan di sekitaran tebing di Desa Malasari kontur tanahnya labil dan rawan longsor hingga disarankan kalau tidak adanya kepentingan mendesak lebih baik ditunda.

“Musik penghujan jalanan di sepanjang tebing di Malasari kerap terjadi longsor, kami imbau bagi pengendara untuk berhati-hati,” pungkasnya.

**Arip Ekon

Jaga Ketahanan Pangan, Perpadi Targetkan Bangun Sentra Beras

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kota Bogor periode 2025–2030 resmi dilantik di Gedung Serbaguna DPRD Kota Bogor oleh Ketua DPD Perpadi Jawa Barat, Carmin Sanjaya, Kamis (22/1/2026).

Diketahui, Fitri Wita resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPC Perpadi Kota Bogor. Sebanyak 32 orang pengurus dilantik, yang mayoritas berasal dari kalangan pengusaha beras.

Kepada wartawan, Fitri Wita mengatakan bahwa DPC Perpadi Kota Bogor sejatinya telah dibentuk sejak 2025, dan pelantikan ini menjadi peresmian kepengurusan secara formal.

Ia menjelaskan, Perpadi adalah asosiasi yang menaungi penggilingan padi dan pengusaha beras, meski Kota Bogor memang bukan daerah penghasil padi, tetapi bisa jadi pusat distribusi beras untuk Bogor Raya.

“Perpadi berdiri sejak 1968 dan mengalami perkembangan signifikan pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2001, ketika organisasi ini memperluas perannya hingga sektor hilir dengan menaungi para pengusaha beras,” ujar Fitri.

Menurut dia, rantai pangan tidak berhenti di penggilingan, tetapi harus sampai ke tangan konsumen. Atas dasar itu, Perpadi Kota Bogor akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan sejumlah program strategis. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah yang digagas Badan Pangan Nasional bersama Dinas Ketahanan Pangan.

“Perpadi Kota Bogor telah meluncurkan produk Beras Petani, sebagai alternatif beras berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” ungkapnya.

Fitri menuturkan bahwa Perpadi juga mendorong upaya menghidupkan kembali penggilingan padi lokal yang masih ada di wilayah Bogor Selatan dan Bogor Barat.

“Kami ingin merangkul petani, menggerakkan kembali penggilingan, hingga menghasilkan beras yang dikemas dan didistribusikan untuk masyarakat,” jelas dia.

Lebih lanjut, sambung dia, Perpadi Kota Bogor menargetkan penguatan rantai pasok beras dengan mendatangkan langsung pasokan dari daerah penghasil ke Kota Bogor serta membentuk Sentra Beras yang akan melayani wilayah Bogor Raya.

Hal itu, kata dia, lantaran potensi pasar beras di Kota Bogor dinilai sangat besar. Meski jumlah penduduknya sekitar satu juta jiwa, volume perdagangan beras di Kota Bogor tercatat mencapai 1,3 juta ton per tahun, mendekati Kabupaten Bogor yang mencapai 1,6 juta ton. Kondisi ini menempatkan Kota Bogor sebagai pusat perdagangan dan distribusi pangan bagi wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, H Zenal Abidin mendukung penuh keberadan Perpadi. Menurutnya, organisasi itu akan berperan sangat strategis dalam menjaga ketahanan pangan, stabilitas harga, hingga ketersediaan barang.

Selain itu, ia juga mengapresiasi peluncuran produk Beras Petani serta mendukung rencana revitalisasi penggilingan padi lokal dan pembentukan Sentra Beras di Kota Bogor.

“Kalau dikelola secara sinergis bersama BUMD, sektor pangan berpotensi besar berkontribusi terhadap peningkatan PAD. Kami berharap Perpadi berkontribusi menjaga ketahanan pangan Kota Bogor,” harapnya.

** Fredy Kristianto

Kapolda Jabar Akan Cegah Masyarakat jadi Gurandil

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan akan mendorong perubahan perilaku masyarakat yang selama ini memilih menjadi penambang emas tanpa izin (PETI) atau gurandil.

Dorongan tersebut seiring terjadinya peristiwa meninggalnya para penambang emas tanpa izin (PETI) dalam insiden asap di kawasan PT ANTAM UBPE Pongkor, Nanggung menyisakan duka yang mendalam bagi semua pihak.

Kejadian ini menjadi catatan bagi para pemangku kebijakan termasuk kepolisian dalam menangani praktik tambang ilegal.

“Kita akan melakukan bagaimana merehabilitasi masyarakat sekitar tambang yang ada di 4 kecamatan supaya mereka tidak mengulangi kembali,” ucapnya usai mengunjungi kawasan ANTAM Pongkor, Kamis (22/1).

Empat kecamatan yang dimaksud di antaranya Nanggung, Sukajaya, Cigudeg, dan Leuwiliang.

Dari kejadian tersebut, Rudi Setiawan, pihaknya juga masih melakukan pendalaman terkait penyebab munculnya asap sehingga menelan korban.
Termasuk bagaimana agar praktek penambangan emas ilegal tidak kembali terjadi khususnya di wilayah Nanggung dan sekitarnya.

“Sehingga mereka tidak lagi memenuhi kebutuhan hidupnya melalui upaya-upaya penambangan ilegal yang sangat berbahaya bagi dirinya sendiri, yang berakibat pada keluarganya,” tuturnya.

Sementara dalam kunjungannya, Kapolda Jabar mengaku telah melihat lokasi yang diduga menjadi titik sumber munculnya asap.

Meski demikian, masih adanya kepulan asap yang masih di ambang batas aman membuat petugas masih harus berhati-hati dan diperlukan alat yang memadai.

“Sampai hari ini masih relatif tinggi atau belum aman sepenuhnya untuk dimasuki oleh orang tanpa alat dan melakukan kegiatan-kegiatan,” tukasnya.

** Arip Ekon

Akibat Jalanan Sempat, Kecelakaan Terjadi Lagi di Turunan Panjang Malasari

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Dua kendaraan mengalami kecelakaan, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 10: 30 WIB akibat jalan sempit disertai turunan panjang di Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Akibat kecelakaan itu, sopir pengangkut hebel mengalami luka-luka hingga di bawa ke Puskesmas terdekat. “Sopir truk engkel dilakukan pengobatan medis di Puskesmas,” kata warga sekitar, Uya.

Kecelakaan terjadi, ketika truk engkel pengangkut material bata hebel saat melaju berhadapan dengan kendaraan jenis L300. Namun, lepas kendali, sopir truk engkel mengalami rem blong hingga terperosok dan terguling.

“Di jalan turunan panjang itu, seringkali terjadi kecelakaan baik pemotor maupun pengendara roda empat,” ungkap Uya.

Salah satu pengendara, Andriwan menyebut, di jalan tersebut seringkali terjadi Lakalantas, pemicunya selain sang sopir mengalami rem blong dan jalanan sempit juga bisa menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

“Salah satu penyebab sering terjadinya kecelakaan, karena jalan itu sempit,” kata pengguna jalan Adriawan yang kerap menggunakan jalur tersebut.
Menurutnya, jalan milik Kabupaten Bogor yang merupakan akses Destinasiwisata di Malasari sudah semestinya dilebarkan. Jalan menuju Malasari lebarnya hanya sekitar 2,5 meter sehingga pelebaran jalan tersebut menjadi bagian kebutuhan masyarakat.

Sesuai kebutuhan jalan itu layak dilebarkan, menyusul Bupati Bogor Rudy Susmanto berencana akan melaksakan tugasnya dengan berkantor di Pendopo eks Bupati pertama di Malasari.

** Arip Ekon