28.3 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1198

Paguyuban Kades se-Bogor Barat Bantu Korban Banjir Cigudeg

0

Cigudeg l  Jurnal Inspirasi

Paguyuban Kepala Desa se-Bogor Barat  menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan bagi para korban banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Cigudeg. Sekretaris Paguyuban  Jani Nurjaman menjelaskan, baksos tersebut sebagai bentuk kepedulian Paguyuban Kepala Desa yang mencakup 14 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat guna memberikan bantuan terhadap warga yang terdampak musibah bencana alam.

“Bantuan yang diberikan hasil iuran para kepala desa yang ada di wilayah Bogor Barat,” kata Jani Nurjaman, kemarin.

Jani Nurjaman sekaligus Kepala Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung  menerangkan, sebelum keberangkatannya meuju lokasi,  pihaknya  berkumpul di Kantor Kecamatan Cigudeg. Dengan dikawal, pihak kepolisian serta Koramil dan Pol PP setiba di lokasi  langsung disambut oleh ketua DPK Apdesi Kecamatan Cigudeg H.Ali yang merupakan  Kepala Desa Batujajar.

Dijelaskannya, bantuan tersebut untuk meringankan beban warga yang terdampak akibat bencana banjir. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok makanan seperti beras ukuran 50 kg sebanyak 16 karung. Ditambah mie instan 25 dus berikut lauk pauk, serta  perlengkapan kebutuhan  bayi seperti pampers.

** Arip Ekon

Masuk 6 Besar Lomba Desa, Pemdes Bojong Nangka Siap Jadi Juara

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pemerintahan Desa Bojong Nangka siap menjadi juara dalam Lomba Desa tingkat Kabupaten Bogor. Hal tersebut disampaikan H.Amir Arsyad, Kepala Desa Bojong Nangka saat disambangi Tim Penilai secara mendadak, Selasa (24/5).

Kepada Jurnal Bogor H.Amir mengatakan, saat ekspose Senin (23/05), pihaknya menunjukan ada beberapa bidang mulai dari administrasi pemerintahan, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan, BUMDes, beserta program yang akan dicanangkan kedepan UMKM dan bidang pertanian.

“Semua kita serahkan kepada Tim Penilai yang datang hari ini, hanya saja kita agak dibuat sibuk karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” pungkas H.Amir.

Dirinya berharap Dsa Bojong Nangka ini menjadi desa terbaik di Kabupaten Bogor. “Dengan kemampuan yang saya miliki untuk memajukan Desa Bojong Nangka menjadi terdepan, dan semoga bisa menjadi juara dalam Lomba Desa Tahun 2021 ini.

Ditempat yang sama , Rudi Hermawan, Ketua Tim Penilai mengatakan, kegiatannyai merupakan hasil rangkaian saat Senin kemarin ekspose Kepala Desa Bojong Nangka. “Kami datang secara mendadak untuk melihat apa yang diekspose oleh kepala desa sama dengan kondisi sehari-hari saat melakukan tugasnya dalam menjalankan Pemerintahan Desa Bojong Nangka.”

“Ada 3 bidang yang kita cocokan dari hasil ekspose yang dipaparkan Kepala Desa Bojong Nangka yaitu bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatnya, yang meliputi kesehatan, pendidikan , administrasi desa, dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Rudi.

Menurut Rudi, potensi-potensi yang ditonjolkan oleh Pemdes Bojong Nangka dilihat seperti Saung Herbal yang sudah bekerja sama dengan Sidomuncul, administrasi desa mulai dari penyusunan Perdes selama 2020 sudah berapa banyak.

“Dari awal semua desa diikutsertakan namun dari hasil seleksi mengerucut menjadi 6 desa dengan nilai terbaik yang pada akhirnya kita undang untuk ekspose, 6 desa tersebut ialah Desa Bojong Nangka kecamatan Gunung Putri, Desa Hambalang Kecamatan Citeureup, Desa Ciasmara Kecamatan Pamijahan, Desa Leuwisadeng Kecamatan Leuwisadeng, dan Desa Nanggung Kecamatan Nanggung,” jelasnya.

Dia menjelaskan lagi, ada beberapa unsur dinas yang dilibatkan dalam kegiatan Lomba Desa kali ini yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satpol PP , dan Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa. “Hasil pengumuman akan kita sampaikan nanti saat Hari Jadi Bogor,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Pio Heran Penderita Kanker Hati Harus Rawat Jalan

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PPP Ferry Roveo Chechanova  geleng-geleng kepala menanggapi perihal kejadian yang dialami Muhammad Fajri (12), warga desa Sanja RT 04/RW 04 kecamatan Citeureup yang divonis menderita kanker hati. Pasalnya, Fajri yang sudah mengalami keanehan pada kesehatannya tersebut tak jua mendapatkan perawatan intensif dari tenaga kesehatan atau pihak rumah sakit.

“Harusnya ada penanganan serius dari rumah sakit tempat Fajri berobat di Jakarta, untuk jenis penyakit yang diderita Fajri harusnya sudah dirawat secara intensif di tempatnya berobat di RS Gatot Subroto,” jela Pio biasa disapa.

Menurutnya agak aneh adalah adanya anjuran berobat jalan. Mestinya kata dia, didampingi bidan desa atau Puskesmas setempat harus membantu menjelaskan kondisi Fajri terhadap dokter di RS Gatot Subroto. “Saya berharap ada penanganan serius dari pihak rumah sakit dan didorong oleh pemerintah desa serta Puskesmas untuk kesembuhan Fajri,” pungkas Pio.

Sebelumnya, Eko Priyono, orang tua Fajri menjelaskan anaknya sudah sejak bulan November 2020 lalu, anaknya makan dalam porsi banyak namun tubuhnya malah menjadi kering dengan perut yang membuncit.

” Sudah berobat jalan 2 minggu sekali ke Rumah Sakit Gatot Subroto, dan selanjutnya saya memberitahukan kepada Ketua RT setempat, namun didatangi bidan desa hanya hari itu saja tidak ada kelanjutannya lagi,” jelasnya.

Terpisah Kades Sanja Edi Yusuf saat dimintai tanggapannya mengatakan saat ini sedang dalam tahap berobat jalan dan Pemdes akan membantu hal lainnya. “Sedang dalam berobat jalan, kita coba bantu hal lainnya,” pungkas Edi Yusuf saat dimintai keterangan via Whatsapp oleh Jurnal Bogor.

** Nay Nur’ain

Diduga Putus Cinta, Seorang Pria Berusia 24 di Pamijahan Ditemukan Gantung Diri

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Warga di Kampung Cibitung Ilir, Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan digegerkan dengan seorang pria berusia 24 tahun dalam kondisi tergantung di sebuah rumah kosong pada, Rabu (26/05/2021).

Menurut keterangan warga sekitar, Rahmat Septian Wijaya, penemuan jasad pria berinisial LRP (24) itu sekitar pukul 14.40 WIB.

“Awalnya adanya beberapa anak kecil sedang bermain di sekitar lokasi kejadian, kemudian menemukan korban sudah tergantung di lantai dua bangunan kosong, kemudian melaporkan kepada warga yang saat itu sedang mencari kaso (kayu bakar-red),” kata Rahmat kepada awak media di lokasi kejadian.

Rahmat mengatakan, korban yang tergantung dengan tali tambang berwarna biru dan mengenakan  sweater putih tersebut kemudian dievakuasi oleh pihak Kepolisian Sektor Cibungbulang.

“Dievakuasi tadi sekitar pukul 17.00 WIB, korban merupakan warga disini juga, rencananya sih sama pihak keluarga mau dimakamkan besok,” ucapnya.

Rahmat menambahkan, rumah itu sudah kosong sudah sekitar 29 tahun, memang di depan rumah kosong tersebut sedang dibersihkan rumput ilalangnya karena akan dipakai sebagai tempat parkir untuk warga yang akan melaksanakan hajatan.

“Emang mau halamannya sedang dibersihkan juga buat parkiran yang hajatan,” bebernya.

Sementara, Kapolsek Cibungbulang AKP Agus Permana  membenarkan kejadian tersebut. “Memang dari pihak keluarganya tidak mau divisum, karena keluarga tidak mau rame, ya memang itu tadi putus cinta,” tukasnya.

** Cepi Kurniawan

Warga Kampung Tugu Bersyukur Ada Pembangunan Sarana Air Bersih

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Warga Kampung Tugu di lingkungan RW 09, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung  merasa bersyukur dengan adanya pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Ketua Kelompok Masyarakat (KKM) program Pamsimas Ahyani mengatakan, selama ini warga Desa Bantarkaret memanfaatkan sumber air dari Gunung Tugu daerah aliran sungai kali Cikaret. “Dibangunnya Pamsimas warga bisa teratur menggunakan air,” ujar Ketua KKM Pamsimas Desa Bantarkaret Ahyani, kepada wartawan, Rabu (26/5).

Menurutnya, penyediaan air melalui Pamsimas nantinya betul-betul bias dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan berdampak positif bagi  kesejahteraan warga. “Program Pamsimas tercetus pada 2020, kini masih berlangsung pengerjaannya. Adapun informasi selama berlangsungnya pembangunan program Pamsimas itu tidak mencantumkan papan kegiatan itu tidak benar. Papan informasi kegiatan  sudah kami buat namun belum terpasang,” jelasnya.

Biar publik mengetahui, dipastikan papan inpormasi secepatnya akan segera dipasang,” ungkapnya.

Dibantu  Pemerintah Desa Bantarkaret sebanyak 12 anggota pengelola Pamsimas  memanfaatkan   sumber air dari Gunung Tugu sepanjang 800 meter untuk mengalirkan air ke pemukiman warga.

** Arip Ekon

Warga Geruduk Penampungan Limbah Milik PT Sinar Banten Indonesia

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Puluhan warga kampung Gunungputri Utara, RT 3/RW 13, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, mengeluhkan tempat penampungan limbah B3 yang diduga ilegal lantaran membuang limbah di sekitar pemukiman warga.

Penampungan limbah diduga ilegal milik PT Sinar Banten Indonesia (SBI) tersebut, seolah sengaja dibuang ke pemukiman yang mengarah ke sungai saat hujan turun. Hal itu menimbulkan bau menyengat dan  mencemari lingkungan.

Ibnu Ubaidillah, Ketua LPM Desa Gunung Putri mengatakan, kegeraman warga terkait adanya pembuangan limbah ini sudah sejak lama, dan saat ini merupakan puncak kekesalan warga. Lantaran limbah yang dibuang itu mengeluarkan minyak dan bau menyengat.

“Warga inginnya perusahaan ini (PT SBI,red) ditutup, tidak boleh ada aktivitas, Karena amat merugikan warga. Sebetulnya warga sudah kesal karena mencium bau menyengat, tapi baru sekarang puncaknya karena tidak ada itikad baik dari perusahaan,” kata Ibnu, Rabu (26/5).

Menurut Ibnu selain sumur-sumur warga yang akan terdampak oleh limbah itu, tanah pun akan menjadi sasaran berikutnya. Tanah akan berubah menjadi tidak subur lagi selain itu dia juga mengultimatum keras atas masuknya Limbah B3 yang dibuang ke arah kali melalui tanah-tanah warga.

“Dampak yang paling terasa adalah bau, lalu lanjut ke sumur-sumur warga yang akan terganggu kejernihannya. Mungkin sekarang gak kerasa, tapi nanti pasti akan sangat terasa dampaknya,” kritik Ketua LPM ini.

Ibnu menegaskan, jika permasalahan perusahaan ini tidak segera ditangani, maka warga akan mengambil keputusan sendiri. “Jika tidak ada tindak lanjut dari pemerintah warga akan menyegel perusahaan ini atas nama warga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri, setelah mendapat aduan warga terkait pembuangan limbah liar di lokasi pull mobil PT. SBI yang dialirkan ke tanah warga hingga sungai terdekat, pihaknya bergegas meninjau lokasi yang dikeluhkan warganya tersebut.

“Ada aduan warga terkait pembuangan limbah, kami langsung ke lokasi dan melihat kondisi sebenarnya. Ketika di lokasi memang betul adanya limbah yang berceceran dekat pemukiman warga. Seharusnya limbah-limbah ini di buang ke pembuangan/perusahaan limbah bukan dibuang di lingkungan,” katanya.

Hingga saat ini, Pemerintah Desa masih berusaha untuk menghubungi pihak perusahaan. “Mungkin karena ini hari libur, nanti di hari kerja akan kami panggil ke desa, untuk menindak pengawasan pembuangan limbah liar ini,” tutur Daman Huri.

Menurutnya perusahaan ini sudah berada di lingkungannya hampir satu tahun lamanya dengan izin pool mobil perusahaan. “Warga sangat riskan terkait limbah ini, karena ditakutkan limbah-limbah tersebut masuk ke sumur warga yang akan mempengaruhi kesehatan, ditambah lagi tentu saja ini merusak lingkungan,” tukasnya.

** Nay Nur’ain

Dewan, BPD dan Tokoh Selatan Dukung DOB

0

Megamendung | Jurnal Inspirasi

Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS), terus menggaungkan wilayah selatan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Hal itu mengemuka saat para tokoh dan elemen masyarakat yang ada di tujuh kecamatan wilayah selatan, hadir dalam kegiatan Halalbihalal dan Diskusi WhatsApp Group Bogor Selatan di Colecer Garden Cafe, di Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Senin (24/5) lalu.

Para tokoh dan elemen masyarakat yang hadir dalam acara tersebut, mulai dari Kecamatan Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Cigombong, Cijeruk dan Tamansari sepakat dan setuju wilayah selatan pisah dengan Kabupaten Bogor atau kabupaten induk.

Tidak hanya tokoh dan elemen masyarakat saja yang ikut kegiatan silaturahmi sekaligus Diskusi WAG Bogor Selatan tersebut, hadir juga dalam acara perdana PMBS sebagai wadah Forum Inisiator Pemekaran Bogor Selatan (FIPMBS), anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Gerindra asal daerah pemilihan (Dapil) III, Heri Aristandi.

Heri Aristandi mengatakan, dirinya mendukung keinginan masyarakat selatan yang sedang menyusun perjuangan untuk menjadi DOB. “Saya hadir disini, bukan sebagai anggota dewan. Tapi saya sebagai warga wilayah selatan yang mendukung DOB,” ungkapnya.

Namun, Heri meminta kepada masyarakat yang tergabung kedalam PMBS, untuk segera mengurus legalitas wadah pergerakan DOB. Selain itu, pihaknya yang duduk di legislatif sedang mengusulkan agar adanya revisi rencana program pembangunan daerah. “Setelah ada legalitas, langsung daftarkan ke Kesbangpol Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, anggaran yang dihasilkan Kabupaten Bogor wilayah selatan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar ini, bagaimana caranya bisa dikelola sendiri oleh wilayah Bogor Selatan. “Di wilayah selatan sudah komplit, ada Rumah Sakit, Kampus, sektor pariwisata dan pendukung lainnya yang mendukung terjadinya pemekaran,” papar Anen panggilan akrab Heri Aristandi.

Sementara, Ketua Umum (Ketum) PMBS, M.Muhsin mengungkapkan, acara dalam bingkai silaturrahim ini menjadi sebuah tanda kebersamaan akan adanya perjuangan pembentukan Kabupaten Bogor Selatan. “Banyak yang terlibat di dalam PMBS ini. Acara ini juga menjadi sebuah tonggak sejarah, jika nantinya Kabupaten Bogor Selatan terbentuk dan menjadi kabupaten mandiri,” imbuhnya.

Ketua Paguyuban BPD Kabupaten Bogor, Ma’mun yang turut hadir dalam acara diskusi tersebut mengutarakan dukungannya terhadap pemekaran Bogor Selatan. “Yang harus kita lakukan adalah tetap bersatu. Karena sumber daya manusia (SDM) yang ada di Bogor Selatan ini cukup memadai. Dan kita harus bisa duduk bersama untuk mewujudkan Bosel jadi DOB,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Rawan Kecelakaan, Warga Kampung Situhiang Kembali Pertanyakan Jalan Curugbitung

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Lagi, warga Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung meminta jalan Curugbitung, Cihiris-Cisarua untuk segera diperbaiki. Tuntutan warga bukan tanpa alasan akibat jalan rusak parah itu, tak sedikit pengendara motor terjatuh atau tergelincir.

Seperti Ika Ripani  (25), pengguna jalan yang hendak berobat ke Puskesmas Curugbitung akibat jalan rusak dia mengalami kecelakaan di ruas Jalan tersebut tepatnya di Kampung  Situhiang.

“Dengan kondisi jalan seperti ini kami sangat mengeluhkan. Tadi aja kami jatuh akibat berserakannya batu kerikil yang disertai jalan berlubang,” keluh dia kepada wartawan, kemarin.

Akibat jalan rusak parah, kata dia, keselamatan pengendara terancam saat melintasi jalan itu. “Banyak yang jatuh di jalan ini, kami aja mau  berobat malah kecelakaan, ” kata dia.

Sebelumnya, bentuk protes warga  jalan tersebut pernah ditanami pohon pisang. Beberapa waktu lalu, pihak UPT Jalan dan Jembatan wilayah VI Cigudeg melakukan penanganan sementara dilakukan mengurukan  jalan yang berlubang dengan menggunakan material beskos.

Pantauan Jurnal Bogor di lokasi, Jalan Curugbitung, Cihiris-Cisarua keadaanya kembali rusak berat. Diberitakan sebelumnya, UPT VI Jalan dan Jembatan melalui pengamat wilayah Kecamatan Nanggung Idris menerangkan,  UPT sudah mengusulkan untuk perbaikan jalan tersebut.

”Mudah mudahan jadi prioritas, karena sudah diusulkan ke dinas, insya Allah terealisasi tahun sekarang,” tukasnya.

**Arip Ekon

Selain Konveksi, RM Group Hadirkan Layanan Travel

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Tour dan travel merupakan salah satu bagian dari travel agent, yang sering digunakan atau dipakai oleh masyarakat maupun para wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata, dinas, juga perihal bisnis. Bisnis tour serta travel ini memiliki sifat yang bukan musiman, sehingga bisnis ini merupakan bagian yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Keuntungan yang didapat dari menggunakan tour dan travel ialah lebih mudah dalam memesan atau memboking pesawat. Maka tour dan travel ini sangat tepat untuk kalian yang hanya ingin duduk manis dan terima jadi.

Sama halnya dengan RM tourntravel, mereka melayani jasa travel dengan harga hemat bagi kalian yang ingin pergi menggunakan travel agent. RM tourntravel secara de facto berdiri sejak tahun 2017, sedangkan secara de jure dari tahun 2019. Tour dan travel ini berlokasikan di Bogor, tepatnya di Jalan Cijujung Tengah, Cijujung, Sukaraja, Bogor.

“Selain paket tour, kita juga menghadirkan paket seminar, MICE, ada juga outbound,” ujar CEO Rahayu Mandiri Group, Rendy kepada Jurnal Bogor, Rabu (26/5).

Rendy juga menjelaskan tentang alasannya mendirikian bisnis ini, karena ingin mengajak anak muda untuk melihat dunia. “Jelasnya, saya ingin mengajak anak muda, kaya mahasiswa gitu untuk melihat dunia dengan harga yang hemat bersahabat. Dalam aplikasi RM tourntravel, meskipun kami memberikan harga hemat akan tetap kualitas tetap top,” jelasnya.

“Kami menyediakan tour dan travel ke Singapore, Malaysia Thailand, Hongkong, Macau juga Domestik seperti Bali, Labuan Baju. Adapun kami fokus pada Tour Internasional. Tapi kalo dari yang biasanya kita layani, mereka lebih banyak tour ke Singapore, Malaysia, sama Thailand,” terangnya.

Untuk harga sendiri, mereke membanderol dari harga Rp4.000.000/pelanggan dan sudah mendapatkan fasilitas lengkap tour 3 negara (Singapura, Malaysia, Thailand).  “Makanya tur ke 3 negara tersebut lebih banyak diminati,” tambahnya.

“Untuk customer fokus market kami, lebih kepada mahasiswa dan pemuda karena memang tur dan travel ini kita basiskan dengan harga hemat,” terangnya.

Untuk pendapatan sendiri, saat ini sama sekali belum ada perjalanan karena faktor pandemi. Akan tetapi mereka yakin akan kembali beroperasi dan normal ketika pandemi usai dan mulai reda.  Terakhir, untuk hari ramai pada tour dan travel ini terjadi ketika tibanya awal semester serta  liburan semester akhir tahun.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Libur Waisak, Wana Gria Dipadati Pengunjung

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Libur Waisak 2021 tempat wisata pantai buatan Wana Gria, di Jalan Raya Cogreg, Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor ramai dipadatii para wisatawan dari berbagai daerah seperti Bogor, Tangerang, Depok dan Jakarta, Rabu (26/5/201).

Wisatawan mengaku berkunjung ke wisata Wana Gria selain mudah dijangkau juga penasaran dengan suasana pantai buatan dengan hamparan pasir laut.

Meskipun diakuinya tempat wisata itu ramai pengujung dan rasa ada khawatir karena masih dalam pandemi, namun untuk menghilangkan rasa jenuh tetap datang ke wisata pantai buatan itu.

“Sebenernya takut banyak orang, ke pantai asli banyak yang dilarang akhirnya bersama temen-temen saya pergi berlibur ke sini, menikmati suasana pantai meskipun hanya pantai buatan,” kata Pitra Faujiah kepada wartawan.

Warga lain, Deni berasal dari Serpong mengaku, ia dan keluarga datang ke wisata pantai buatan itu baru pertama kalinya .

“Saya datang bersama keluarga dan baru pertama dan ternyata ramai, suasananya enak dan banyak permainan anak juga, saran saya sih ke pengelola prokesnya lebih diperketat aja,” kata Deni.

Sementara menurut pengelola wisata pantai buatan Wana Gria, Pandi, awalnya pantai buatan ini dulu sebuah kolam ikan yang pada 2013 di sulap menjadi wisata pantai buatan dengan hamparan pasir asli pasir laut.

“Ini awalnya merupakan kolam ikan yang dibuat tempat wisata pantai, selain pengunjung bisa menikmati suasan pantai, juga kami menyajikan wahana pemancingan, permainan anak, kolam renang, dan terapi ikan,” kata Pandi.

Adapun untuk masuk ke wisata pantai buatan itu wisatawan membayar Rp 10 ribu, dengan parkir roda 2 Rp 5 ribu, roda 4 Rp 10 ribu dan untuk masuk ke wahana lain mengeluarkan uang lagi rata rata sekali masuk wahana Rp 10 ribu.

** Cepi Kurniawan