30.4 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1184

Reuni Sekolah Jadi Energi Positif Untuk Persaudaraan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Kendati momentum Idul Fitri 1442 Hijriah udah berlalu beberapa pekan lalu. Namun suasana silaturahmi masih tetap terjalin dan bisa dirasakan oleh elemen masyarakat yang menggelar acara Halal Bi Halal.

Momentum Halal Bi Halal inilah yang jadi spirit EF Joy Pendhita untuk menggelar acara silaturahmi dan reuni alumni SMA Bina Sejahera Kota Bogor angkatan 1991

Acara Silaturahmi dan Reuni SMA Bina Sejahtera tahun 1991 ini diadakan di kediaman rumah EF Joy Pendhita di kawasan Cimanggu, Kota Bogor, Minggu 5 Juni 2021

Joy mengatakan, reuni sekolah adalah momentum untuk melepas rasa kangen atau rindu setelah sekian lama tak berjumpa satu sama lain.

” Reuni dan silaturahmi antar teman sekolah ini jadi spirit positif persaudaraan diantara keluarga besar alumni SMA Bina Sejahtera angkatan 1991, ” tambahnya

Tak hanya itu, lelaki yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I KONI Kabupaten Bogor berharap agenda pertemuan atau reuni sekolah ini bisa dilakukan minimalnya satu tahun sekali.

” Dengan semakin banyak silaturahmi antar temen sekolah ini minimal akan membuka celah untuk melakukan inovasi dan berkreatifitas hingga menjadikan komunitas alumni ini menjadi berkualitas, tegas Joy yang tengah mengikuti jajak pendapat calon Ketua AMK Pusat.

” Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran sahabat sahabat terbaik alumni Sma Bina Sejahtera 91, ” papar Joy

Ia juga mohon maap apabila dalam penerimaannya masih kurang memuaskan.

” karena saya sadar bahwa kekurangan mutlak milik saya dan kelebihan hanya milik Allah SWT, ” bebernya lagi

Lebih lanjut, kata Joy , semoga Silaturahmi ini dapat berkesinambungan untuk hal hal yang lebih baik di internal alumni atau untuk saudara saudara kita diluar sana yang belum beruntung.

” Semoga dengan silatutahmi dan berkumpulnya kita inib dapat memupuk ilmu iman dan Amal yg di ridhoi Allah SWT , ” pungkasnya. .

** ASY

Kekayaan Yaqut Naik Drastis Jadi Rp 11 Miliar

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas jadi sorotan setelah mengumumkan pembatalan keberangkatan haji 2021. Terlepas dari hal tersebut, Yaqut adalah satu di antara pejabat negara yang wajib melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diketahui sebelum menjabat sebagai Menteri Agama, Yaqut atau yang akrab disapa Gus Yaqut adalah anggota DPR RI.

Dikutip dari elhkpn.kpk.go.id, Senin (7/6). sejak menjabat sebagai Menteri Agama, harta kekayaan Yaqut kini sudah mencapai Rp 11.158.093.639 dari sebelumnya Rp 900 juta saat ia menjadi anggota DPR RI. Jumlah ini naik Rp 10 miliar lebih seperti yang tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang dilaporkannya saat menjadi Menag pada 31 Maret 2021.

Dari LHKPN per 19 Juni 2019, harta kekayaan Yaqut mencapai sebesar Rp 936.396.000. Saat itu, Yaqut Cholil Qoumas memiliki satu bidang tanah, dua kendaraan, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas.

Sementara saat menjadi Menag, Yaqut memiliki enam bidang tanah yang nilainya mencapai Rp 9.320.500.000. Ia masih memiliki dua kendaraan senilai Rp 1.270.000.000; harta bergerak lainnya Rp 220.754.500; dan kas dan setara kas Rp 646.839.139. Namun, Ketua GP Ansor itu juga memiliki utang sebesar Rp 300 juta sehingga mengurangi jumlah asetnya.

**ass

Pemindahan Pusat Pemerintahan Dijegal

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) hingga kini masih dibahas di DPRD Kota Bogor. Kendati sudah ada kesepakatan antara Badan Pembuat Perda (Bapemperda) dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Bogor. Namun, dewan tetap bersikeras bahwa pusat pemerintahan tidak dapat dipindah ke kawasan Bogor Raya, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Anggota Bapemperda DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti mengatakan, dalam raperda tersebut terdapat poin bahwa pusat pemerintahan eksisting tetap berada di Bogkr Tengah sesuai dengan Wilayah Pengembangan (WP) Samida.

“Di dalam peta warnanya pun jelas. Bahasa perdanya seperti itu. Jadi pusat pemerintahan tetap di Balai Kota. Kalau di Katulampa, ya paling kantor dinas saja, karena sekarang banyak yang tidak representatif,” ujar Endah kepada wartawan, Minggu (6/6).

Menurut Endah, apabila melihat poin tersebut, otomatis Pemkot Bogor hanya dapat menambah perkantoran untuk dinas saja. “Kalau pusat pemerintahan mau dipindah ke Katulampa, pemkot harus dari nol lagi. Rubah lagi RTRW-nya,” katanya.

Endah mengakui bahwa mengenai lokasi pusat pemerintahan baru sudah tertuang dalam rapat pembahasan panitia khusus (pansus) DPRD periode sebelumnya. “Itu memang sudah ada sebelumnya,” tegasnya.

Kata Endah, pasal per pasal serta struktur dalam raperda tersebut selama ini selalu berubah-ubah, termasuk kontennya. “Makanya kami berkali-kali meminta agar itu dirapihkan. Permintaan Banmus tiga hal, yang pertama hasil paripurna terakhir 2016, legalisasinya sudah diparipurnakan karena nggak ada karena proses pemindahannya. Kedua proses drafting hasil paripurna. Kemudian kami juga meminta runutan cerita karena ada satu pasal yang hilang dalam draft,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Endah, apabila nantinya kantor dinas dibangun di Katulampa, Pemkot Bogor harus memastikan bila aset-aset bangunan yang sebelumnya ditempati jangan sampai hilang.

Sementara itu, Kepala Bappeda, Rudy Mashudi mengatakan bahwa dalam draft tersebut, penambahan pusat pemerinyahan baru sesungguhnya pasalnya tidak berubah dari pasal Perda 8 tahun 2011 maupun pada hasil kesepakatan pansus.

“Saya sudah klarifikasi, bukan memindahkan pusat pemerintahan, tapi menambah kantor pemerintahan di semua wilayah. Itu isi nomenklaturnya. Jadi ini prinsipnya menyangkut semua wilayah, bukan satu titik. Misalnya di Layungsari tidak layak, dipindahkan ke Rancamaya,” jelasnya.

Rudy mengakui, bila dalam draft raperda itu isinya bukanlah pemindahan ibukota, melainkan penambahan kantor pemerintahan baru. “Tetapi, tetap bisa dipindahkan (pusat pemerintahan) karena di perda sebelumnya sudah ada menunjuk wilayah Bogor Timur,” ungkapnya.

Rudy pun optimis bahwa raperda RTRW akan segera rampung. Sebab, dewan sudah mengagendakan membawa raperda itu ke Banmus pada 8 Juni dan diparipurnakan 9 Juni.

** Fredy Kristianto

Ngeri, ‘Cagar Budaya’ Dirobohkan, Crane pun Tumbang

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Alat berat jenis Crane mengalami kecelakaan dengan posisi terbalik di salahsatu lokasi Proyek pembangunan Double Track di Kelurahan Lawanggintung tepatnya di Buni Asih (Gonggo_red) Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Crane tersebut ambruk ketika mengangkat untuk memindahkan jembatan rel lama yang diketahui dibangun pada jaman Kolonial Belanda.

Warga setempat Arif Rusmana, 39 tahun, mengatakan kejadian crane rubuh itu sore hari sekira pukul 16.30. Arief menyebut kecelakaan kerja tersebut tidak saja karena kelalaian secara lahiriyah, namun juga syarat dengan hal mistis.

“Itu dibuat jaman Belanda, udah ratusan tahun. Belum lagi di sekitar kejadian itu ada Benda Cagar Budaya peninggalan Pajajaran. Kalau menurut saya keganggu itu penunggunya,” kata Arif kepada media, Minggu (6/6/2021).

Arif mengatakan selama proses pengerjaan pembangunan jalur kereta ganda Bogor-Sukabumi di wilayah Batu Tulis, sudah ada empat jembatan peninggalan Belanda yang di angkat. Bahkan, di area sekitar masih ada rumah peninggalan penjajah Indonesia yang dulu sempat di beli oleh Gubernur Papua.

“Rumah itu angker, bahkan sosok noni (wanita muda Belanda) suka terlihat kalau malam,” ucap Arif.

Sebelum kejadian ambruknya crane berwarna merah itu, Arif mengatakan ada satu rumah tua yang letaknya persis di depan stasiun Batutulis yang hendak diratakan. Namun anehnya, menurut Arif, saat hendak dihancurkan alat berat yang akan digunakan tidak mau berfungsi sama sekali.

“Sekitar sini banyak mistisnya, waktu kejadian puting beliung juga itu kan karena sumur tujuh peninggalan Pajajaran mau di ratakan. Penunggunya ngamuk,” ucap Arif.

Diantara benda cagar budaya yang ada di sekitar lokasi Proyek Batu Tulis, Arif menyebut ada Sumur Tujuh, Bungker Pejuang Kemerdekaan, Taman Bunga Siliwangi, Istana Batu Tulis, Sumber Air Kejayaan dan lain sebagainya.

“Kalau kata orang tua dulu, di sekitar sini jangan sompral (sembarangan berbuat atau berkata) harus ijin atau permisi-permisi dulu,” kata Arif.

Teguh Agung Nugraha, Humas PT. Nindya Karya selalu kontraktor pelaksana pembangunan proyek double track itu mengatakan pascaambruknya crane itu, belum bisa memberikan keterangan detail penyebab ambruknya crane. “Saat ini kami masih belum bisa kasih statement apapun karena team kami masih investigasi dan mendalami. Kalau sudah ada hasil akan diinfo lebih lanjut,” kata Teguh saat dikonfirmasi.

** Handy Mehonk

32 Positif Covid, Dinkes Swab Ratusan Santri

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan swab PCR terhadap 421 santri beserta pembimbingnya. Hal itu merupakan imbas dari adanya temuan 32 santri yang positif Covid-19 pada salah satu pondok pesantren (ponpes) di Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan.

“Insya Allah besok (hari ini) sudah ada hasilnya. Setelah itu kami akan menentukan langkah,” ujar Bima kepada wartawan, Minggu (6/6).

Sementara ini, sambung dia, ponpes tersebut ditutup total, tidak ada yang boleh masuk dan keluar. “Posko tim gabungan juga sudah didirikan disana,” katanya.

Bima juga meminta pengurus ponpes terus berkoordinasi memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes). “Ya, walau antigen negatif tapi masker dan jaga jarak tetap dilakukan,” katanya.

Selain itu, Bima meminta Perumda Pasar Pakuan Jaya untuk menyuplai logistik ke ponpes tersebut.

Kata Bima, saat ini 20 santri diisolasi di BPKP Ciawi, sedangkan sisanya dibawa oleh keluarga untuk isolasi mandiri.

Lebih lanjut, Bima meminta Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor dan camat untuk mendata ponpes yang saat ini sedang mengikuti ujicoba PTM.

Hal itu lantaran banyak santri yang baru saja datang dari kampung halamannya di luar Bogor. “Semua santri yang baru tiba ke Bogor harus di PCR. Kami akan maksimalkan PCR,” ucapnya.

Langkah tersebut dilakukan karena berkaca pada kasus Griya Melati, dimana banyak warga yang antigennya negatif, namun ketika di PCR positif.

** Fredy Kristianto

Di Masa Pandemi Petani Binaan IPB University Bisa Ekspor

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (MenkopUKM), Teten Masduki mengunjungi kebun IPB University di Sukamantri, Bogor, (6/6). Kunjungan itu dalam rangka Temu Wicara dengan para petani tanaman hias. Mereka adalah para petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Tanaman Hias Sukamantri binaan Fakultas Pertanian IPB University.

Kebun percobaan Sukamantri merupakan salah satu teaching industry IPB University. Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyebut, dengan lahan seluas 39,9 hektar, kebun IPB University di Sukamantri adalah tempat untuk kegiatan penelitian, magang, pembelajaran petani sekaligus sebagai wisata dan bisnis.

“Ada 202 petani tanaman hias yang kita bina. Sebagian mereka sudah menjadi eksportir. Bahkan tanaman ekspor mereka ada yang satu pot harganya bisa sampai 70 juta rupiah. IPB University akan terus bekerjasama dengan petani, karena visi kita adalah agar IPB University bisa memberikan nilai tambah dimanapun,” ujarnya dalam siaran pers IPB University, Minggu (6/6).

Kolaborasi antara IPB University, Kemenkop UKM dan PT Bank BNI juga dalam rangka membangun ekosistem industri yang kuat. Kelembagaan dan sumber daya manusia, sebut Prof Arif, merupakan aspek penting dalam kemajuan pertanian.

“IPB University juga hadir untuk bisa terus menyemangati petani agar mereka tetap optimis bergerak di sektor ini. Di masa pandemi ini, petani mitra IPB University justru bisa mengekspor produknya. Ini satu hal yang harus kita syukuri bahwa petani memberikan andil sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dari desa. Ke depan kita perkuat dengan hadirnya koperasi yang unggul dan modern serta menjadi inspirasi bagi petani yang lain,” terang Prof Arif.

Sementara itu Menkop UKM, Teten Masduki menuturkan, koperasi merupakan model bisnis yang tepat bagi sektor pertanian. Sehingga ke depan, petani tidak lagi orang per orang namun sudah dikonsolidasi menjadi satu dalam kelembagaan.

“Kami melihat di banyak negara, baik itu di Eropa, Amerika, Australia, bahwa di sektor pertanian, koperasi yang jadi bisnis model mereka. Karena petani kalau berhadapan langsung dengan market secara  sendiri-sendiri itu berat. Karenanya perlu konsolidasi, bergabung dalam koperasi sehingga bisa masuk ke skala ekonomi,” tuturnya.

Saat ini, Kebun IPB University di Sukamantri ini menjadi sentra tanaman hias daun terbesar di Indonesia. Ke depan, Sukamantri juga ditargetkan menjadi pusat tanaman hias daun nomor satu di Asia Tenggara. Karenanya KemenkopUKM menyambut baik kolaborasi dengan IPB University dan BNI.

“Tanaman hias daun ini saya kira bisa menjadi trendsetter. Kita kuasai dunia dengan tanaman hias Indonesia,” tegas Teten.

Sis Apik Wijayanto, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI, mengatakan siap mendukung baik dari sisi pembiayaan maupun juga literasi keuangan dan pendampingan UMKM. “BNI sebagai bank yang go global, kami sangat senang dan bangga dengan kerjasama ini. Tentu ini adalah salah satu dari tri dharma, yakni bersama masyarakat untuk membangun ekonomi,” ujarnya.

** Cepi Kurniawan/rls

Warganya Dipukul Bos Limbah, Ini Kata Damanhuri

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Mendapati laporan warga RW 13 Desa Gunung Putri dipukul oleh bos limbah yang sedang ramai di desanya, Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri angkat bicara, menurutnya pada pukul 13.05 WIB dirinya mendapatkan telepon dari salah satu warga desa RW 13 bahwa telah terjadi pemukulan oleh inisial G (40) owner perusahaan limbah PT. Sinar Banten Indonesia (SBI) yang sedang berurusan dengan warga.

“Saya minta warga yang dipukul tersebut untuk menghadap saya, dan menjelaskan kronologi kejadiannya seperti apa,” ungkap A Heri biasa disapa, Minggu ( 6/06)

Kades menceritakan, dalam pertemuan diutarakan bahwa korban AS sedang memancing di kolam, dan saat itu dihampiri oleh G terjadi percekcokan dengan tuduhan bahwa AS yang telah melaporkan kasus limbah tersebut, karena tensi semakin naik owner perusahaan tersebut mencekik dan menghajar muka AS dan mematahkan joran pancingnya.

“Saya menghubungi Babinmas desa Gunung Putri Bripka Andis agar ada solusi dan disarankan Binmas agar kerumah sakit untuk melakukan visum dan kemudian kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Gunung Putri, setelah mendapatkan arahan tersebut korban AS langsung menjalankannya dan sampai saat ini belum ada konfirmasi lagi ke saya,” jelas Kades Gunung Putri tersebut.

Terpisah, AS  yang menjadi korban pemukulan saat dimintai keterangan oleh Jurnal Bogor melalui telepon celular mengatakan kejadian tersebut berlangsung pukul 10.00 WIB dimana dirinya sedang mancing di kolam dan G langsung menghampiri saya dengan marah – marah dan tiba- tiba memukul serta mencekik saya.

“Saya dipukul di bagian pipi dan kemudian dicekik, karena posisi sedang memegang joran dan saya ingin melepaskan cekikan G maka saya halau dan menyebabkan joran saya patah,” jelasnya AS.

Menurutnya, dia dituduh telah menyebarkan pemberitaan pembuangan limbah yang terjadi di Gunung Putri oleh G selaku owner perusahaan tersebut. “Setelah visum, saya langsung ke Polsek untuk buat BAP, dan sekarang saya sedang di BAP,” pungkasnya.

Sampai diturunkannya berita ini belum ada keterangan resmi dari Polsek Gunung Putri perihal pemukulan yang dilakukan G kepada AS di kolam pancing Gang Yapsa, Ddesa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri.

** TM/Red

Pelaku Pencurian Santroni SMAN 1 Cibungbulang, Gondol Sejumlah Barang Senilai Puluhan Juta Rupiah

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Sekolah SMAN  1 Cibungbulang atau yang dikenal SMAN Bul yang berada di Desa Cibatok 1, Kecamatan Cibungbulang belum lama ini telah disantroni maling. Bahkan dikabarkan sejumlah barang yeng merupakan aset sekolah tersebut hilang digondol maling.

Humas SMAN 1 Cibungbulang Bambang Sugiarto membenarkan kejadian tersebut yang terjadi pada Jumat dini hari (04/06/2021) pukul 03.00 WIB. Bambang mengatakan pelaku terekam CCTV lewat pagar belakang sekolah dan pelaku menggasak  dua buah drone, dua buah kamera, satu buah microphone dan satu buah TV LCD dengan total kerugian yang dialami mencapai Rp 56.650.000.

“Kejadian pada jumat pagi sekitar pukul 03.00 WIB, saya taunya dari kepala sekolah, saat hendak laporan kepala sekolah sudah mengetahui ada kejadian tersebut,” kata Bambang Sugiarto kepada wartawan pada, Minggu (06/06/2021).

Sementara, Kapolsek Cibungbulang AKP Agus Permana mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah menerima laporan adanya kawanan maling yang masuk di lingkungan sekolah dengan meloncat pagar belakang sekolah tersebut dan sempat terekam kamera pengawas CCTV.

“Kami sudah memberikan imbauan kepada pihak sekolah untuk segera melakukan perbaikan CCTVnya, dan memberikan saran untuk memasang kawat berduri di atas pagar,” ungkapnya.

Setelah melompat dari pagar belakang sekolah, AKP Agus Permana menambahkan, pelaku yang diduga memanfaatkan situasi sepi tersebut kemudian mencongkel jendela. Pihaknya menduga, pelaku kemungkinan orang yang tahu situasi di gedung sekolah.

“Kemudian saat ini kami masih melakukan pelacakan terhadap pelaku, dari rekaman CCTV yang ada pelaku terlihat dari pinggirnya, belum mengantongi identitas pelaku namun yang dicurigai sudah ada,”pungkasnya.

Sebelumnya, sekolah jadi sasaran tindak kriminal seperti di SMK Islam Asy-Syuhada di Kampung Sawah, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin pada Jumat (28/5/2021). Sekolah tersebut dirampok dimana pelaku berjumlah dua orang menggasak 3 unit laptop, 1 buah handphone dan uang sebesar Rp 50 juta.

** Cepi Kurniawan

Pol PP Kabupaten Bogor Bakal Turun ke Lokasi Galian di Cisarua

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridallah menanggapi serius perihal galian C yang dikeluhkan masyarakat lantaran keberadaan galian itu berdampak pada kerusakan  Jalan  Curugbitung- Cisarua lingkar Cihiris, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, baru baru ini.

Kasatpol menyatakan bakal turun ke lokasi galian pertambangan cadas tersebut dan akan menindak sesuai ketentuan. ” Iya nanti kita tindak sesuai ketentuan,” kata Agus Ridallah saat dikonfirmasi Jurnal Bogor via WhatsApp, kemarin.

Agus menyebutkan langkah awal pihaknya akan mengecek mengenai perizinannya. ” Terlebih dahulu akan dicek perizinan galian tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Cisarua, H Ipit Idris geram setelah Jalan Curugbitung-Cisarua lingkar Cihiris mengalami keruksakan akibat dilalui alat berat. Kades Cisarua H Ipit Idris menyebutkan jalan yang berstatus milik Kabupaten Bogor setelah dilalui alat berat kondisi aspalnya banyak yang mengelupas.

Diduga kerusakan jalan tersebut akibat dilalui kendaraan alat berat milik sebuah perusahaan yang sedang menggarap sebuah galian C di Kampung Cepakceungir. “Belum diketahui secara pasti pengelola galian C itu, karena tahunya pihak desa alat berat tersebut sudah ada di lokasi galian,” sebut Ipit Idris.

Persisnya, kata dia, pihak desa tidak mengetahui  adanya kegiatan galian tersebut. “Kami harap penegak Perda hal ini Pol PP untuk segera turun tangan untuk mentertibkan galian yang diduga ilegal itu,” paparnya.

Lanjut H Ipit mengatakan, tak sedikit masyarakat maupun pemotor  mengeluhkan aktivitas galian tersebut. Musababnya, akibat adanya kegiatan itu bahu jalan banyak yang rusak.

** Arip Ekon

Katanya Kaos Solusi Bersama Untuk Terlihat Keren

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Konveksi merupakan salah satu dari usaha yang memproduksikan pakaian dalam jumlah yang banyak serta dibuat secara massal. Konveksi ini merupakan bisnis industry berskala rumah tangga yang membuat pakaian jadi, seperti kemeja, kaos, polo shirt, jaket, celana, dan lain sebagainya. Selama Ini Konveksi menjadi salah satu sarana atau salah satu jalan untuk pemesanan pakaian yang seragam.

Sama halnya dengan penyedia jasa konveksi Katanya Kaos, mereka siap membantu kalian dalam menyelesaikan baju seragaman yang berbeda dengan lainnya. “Alasan saya mendirikan atau membuat brand dengan nama Katanya Kaos, karena ingin membuat perbedaan dan membuat ciri khas profesi dan daerah,” ujar Pencetus Katanya Kaos Karvin Fadila, kepada Jurnal Bogor, Minggu (06/06).

Karvin juga menjelaskan, bahwa berdirinya jasa konveksi ini sejak tahun 2019 lalu. “Untuk masalah pengerjaannya umum ya. Seperti proses pembuatan berbagai jenis pakaian, costum, sesuai permintaan client. Kedepannya akan dibuat pakaian khusus yang menjadi branding dari sini,” jelasnya.

“Untuk harga sendiri, dimulai dari Rp60.000 sampai dengan Rp350.000, untuk minimal pemesanannya berjumlah 20 pcs,” ujarnya. Karvin mengakui, kebanyakan client yang memesan di katanya kaos ini berasal dari kalangan mahasiswa serta orang tua. “Untuk pemesanan baju atau model, biasanya banyak di baju seragam sama perusahaan,” tambahnya.

Hari ramai pemesanan pada katanya kaos ini, bisa sampai setiap hari. “Hampir setiap hari kalau ramai. Karena proses pengerjaan tidak sehari langsung selesai, melainkan berhari-hari, berminggu-minggu, jadi nambah list lagi. Jika pelanggan tetap, itu ada. Semisal dari sekolah, instansi pemerintah, dan perusahaan,” terangnya.

“Menurut saya hal yang menarik dari sini, jadi mampu untuk berinovasi dari segi pakaian, dan terupgrade juga. Kemudian dari ilmu pelayanan ada juga, missal dari bidang jasa serta salah satu bisnis yang gak akan ada habisnya,” tutupnya.

** Azizah [MG/UIK-Jb]