30.5 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1182

Rumah Retak, Warga Tuntut Pelaksana Proyek Double Track Bogor-Sukabumi

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Warga Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menuntut ganti untung kepada pelaksana pembangunan proyek Double Track Bogor-Sukabumi. Sebab, adanya pembangunan proyek PT KAI, sebagian rumah milik warga mengalami retak-retak. 

Adhit, warga Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong mengatakan, semenjak adanya proyek pembangunan Doble Track sebagian dinding rumahnya retak-retak. “Pagar rumah pun tembokannya juga retak akibat getaran alat berat di lokasi proyek,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, warga yang rumahnya mengalami kerusakan, sudah pernah menyampaikan kepada pihak PT Tri Muda, selaku pelaksana pembangunan proyek Double Track. Namun, sampai sekarang belum juga ditanggapi, baik pelaksana maupun PT KAI. “Jadi saya bingung harus mengadu ke siapa lagi,” ujar Adhit.

Selain dirugikan rumah retak-retak, lanjut Adhit, kegiatan pembangunan proyek yang dilaksanakan pihak ketiga pun mengganggu kenyamanan warga, terutama saat aktivitas malam hari. “Hampir 24 jam pengerjaan proyek ini dilaksanakan pelaksana,” paparnya.

Adhit minta adanya perwakilan dari pihak pelaksana maupun PT KAI turun dan melakukan kroscek ke lingkungan warga yang lokasinya bersebalahan dengan proyek tersebut. “Rumah saya inikan jaraknya dekat dan bersebelahan persisnya depan Stasiun Cigombong. Tapi anehnya tidak pernah ada perwakilan yang datang untuk melihat kondisi rumah kami,” kesalnya.

Tak hanya itu, Adhit menuding pihak PT Tri Muda dan PT KAI tidak pernah melakukan sosialisasi saat akan melaksanakan pengerjaan proyek rel ganda yang sudah hampir selesai tersebut. “Kami disini merasa tidak pernah ada sosialisasi dari pihak mana juga sebelum atau sesudah proyek berjalan,” tegasnya.

Sementara, hingga berita ini diterbitkan, baik dari pihak pelaksana proyek Double Track, PT Tri Muda maupun pihak PT KAI belum memberikan keterangan terkait keluhan warga yang berada di lokasi ring satu pelaksanaan pembangunan Double Track Bogor-Sukabumi itu.

** Deni/Dede Suhendar

DLH Temukan Kantor SBI tak Berpenghuni

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak menemukan aktivitas di kantor PT.Sinar Banten Indonesia (SBI) saat inspeksi mendadak (sidak), Selasa (8/6). Kantor PT SBI yang beralamat di Perumahan Griya Bukit Jaya, Blok N11/25, RT 09/27, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor terlihat kosong.

Kasi Pengaduan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bogor Riri Agustina menyampaikan kantor PT SBI kondisinya tidak berpenghuni. “Tidak ada aktivitas sama sekali dari dalam rumah, dan bisa jadi penghuni tersebut bersembunyi di dalam rumah. Sedangkan kegiatan kita hari ini, kami hanya ingin mencari data pemilik PT SBI ini karena tidak terdaftar di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor,” tandasnya

Terpisah, Kades Gunung putri Damanhuri berharap persoalan limbah ini cepat mendapatkan titik terang karena sejauh ini persoalannya sudah sampai ke ranah kepolisian. Dia meminta instansi terkait, baik DLH maupun kepolisian untuk transparan dalam memberitahukan hasil penyelidikan persoalan limbah. Pasalnya, Desa Gunung Putri dan masyarakat desa khususnya adalah pihak yang dirugikan akibat peristiwa tersebut.

“Perkara limbah belum selesai, ada lagi perkara pemukulan terhadap warga saya, maka dari itu melihat warga saya yang dalam kondisi ketakutan karena pemberitaan dari media yang mengatakan bahwa bos limbah tersebut akan melaporkan balik, maka saya arahkan agar meminta bantuan hukum ke Peradi, dan saat ini alhamdulilah kasus pemukulan ini sudah dikuasakan kepada kuasa hokum,” pungkasnya.

** Tm/red

Kades Gunung Putri Launching Sekolah Adiwiyata

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Kepala Desa Gunung Putri, Damanhuri melakukan lunching sekolah Adiwiyata se-Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor di aula desa , Selasa (8/6).

Lunching sekolah tersebut untuk menopang kegiatan kampung ramah lingkungan, juga untuk menanamkan kebiasaan kepada generasi penerus agar menjaga lingkungan alam sekitar.

” Sekarang kita gencar membuat kampung ramah lingkungan, tapi kita abai terhadap kebiasaan anak yang masih membuang sampah sembarangan dan mengabaikan kesehatan lingkungan, oleh karena itu saya berinisiatif mengadakan sekolah Adiwiyata se – Desa Gunung Putri agar kebersihan dan kebiasaan menjaga lingkungan sudah tertanam pada anak sejak dini,” jelas A Heri biasa disapa.

Menurutnya, program ini akan menjadi program keberlanjutan karena untuk membangunkan Desa Gunung Putri yang sudah lama tidur, fan mesti dibangkitkan dengan mengisi program-program yang nantinya akan membangun kemandirian warga desa.

” Kedepan, kami akan membuat setiap RW klaster-klaster yang akan memiliki pendapatan tambahan, dengan memiliki hasil dari kegiatan bercocok tanam di wilayah masing – masing, oleh karena itu saya berharap mendapat dukungan penuh baik dari pemerintah maupun Indocement sebagai CSR yang selalu mendukung kegiatan – kegiatan Desa Gunung Putri,” tukasnya.

Senada disampaikan Ketua Gugus Sekolah se – Desa Gunung Putri Maria Sunarti S.pd yang mengapresiasi penuh atas undangan dari Kepala Desa Gunung Putri akan kegaiatan Adiwiyata untuk sekolah di desa Gunung Putri , apalagi desa mendukung penuh untuk kegiatan ini dengan menggandeng CSR Indocement.

” Untuk sekolah negeri di Desa Gunung Putri sendiri sudah mendapatkan gelar Adiwiyata semua dari Kabupaten Bogor, baru kali ini kami pihak sekolah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah desa untuk melakukan kegiatan yang ada di sekolah maka dari itu kami sangat apresiasi sekali,” cetus Maria.

Dia berharap kedepannya Pemerintah Desa Gunung Putri selalu mensupport kegiatan – kegiatan yang ada di sekolah , dan sukses selalu untuk menjadi desa yang terdepan di kepemimpinan Kepala Desa Damanhuri.

** Nay Nur’ain

11 Nakes di Puskesmas Kayumanis Positif Covid

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kasus positif Covid-19 di Kota Bogor kembali menjadi sorotan. Pasalnya, ada 11 tenaga kesehatan di Puskesmas Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, terpapar virus corona.

Hal itu pun dibenarkan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Mulanya, halnitu terdeteksi saat perawat pada poli gigi terkonfimasi positif pada pekan lalu. “Yang bersangkutan masih bertugas pada hari Rabu dengan empat pegawai lain di Pustu Kencana,” katanya kepada wartawan, Senin (7/6).

Kemudian, keesokan harinya yang bersangkutan mengeluh tidak enak badan, namun masih masuk kerja. Lantaran salah seorang dokter sedang cuti, lantas digantikan oleh kepala puskesmas.

“Bersamaan itu salah seorang OB juga hasilnya positif. Begitu juga dengan petugas pendaftaran yang mengeluhkan gejala tidak enak badan. Kemudian pada akhir pekan lalu 10 orang kontak erat dan pegawai yang bergejala di swab PCR, dan di periksa di labkesda, dan hasilnya positif. Sehingga total pegawai ada 11 yang positif,” katanya.

Satgas Covid-19, sambung dia, kembali melakukan swab PCR terhadap 34 pegawai pada Senin (7/6). Selain itu, layanan kesehatan di Pustu Kencana dan Puskesmas Kayumanis ditutup hingga lima hari kedepan.

“Kami sudah lakukan disinfeksi ruangan dan lingkungan pada area tersebut,” katanya.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan yang positif akan diisolasi di BPKP Ciawi. “Kalau untuk perawat poli gigi sudah diisolasi di rumah sakit,” tuturnya.

** Fredy Kristanto

Hina DPR di Medsos Bisa Dipenjara 2 Tahun

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Draf Rancangan Undang-Undang KUHP memuat ancaman hukuman 2 tahun penjara, jika masyarakat menghina lembaga negara melalui media sosial, salah satunya adalah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sedangkan penghinaan kepada Presiden dan Wakil Presiden dapat dikenakan hukuman maksimal 4,5 tahun penjara.

Hal itu diatur dalam RUU KUHP Bab IX Tindak Pidana Terhadap Kekuasaan Umum dan Lembaga Negara bagian kesatu. Adapun beberapa pasal yang mengatur adalah Pasal 353 RUU KUHP, Pasal 354 RUU KUHP, serta Pasal 242 RUU KUHP.

Eks Sekretaris Menteri BUMN Muhammad Said Didu mempertanyakan mengapa DPR selaku wakil rakyat menghukum rakyatnya sendiri. Lebih lanjut, ia mempertanyakan bagaimana seandainya jika masyarakat protes dengan cara tidak memilih anggota DPR. “Wakil rakyat menghukum rakyat? Bagaimana kalau rakyat bersatu tidak memilih anggota DPR?” cuitnya, Senin (7/6).

Beberapa warganet terlihat ikut memberikan tanggapan melalui kolom komentar. “Pengen dianggap pejabat kali om, padahal dulunye ngemis-ngemis minta suara,” cuit pengguna akun @ex_pasget.

“Yang milih kok dihukum sama yang dipilih. Sudah kebolak balik di negeri ini,” komentar pengguna akun @HudSuharg.

“Efek karena dijajah Belanda, jadi gila jabatan. Gila pangkat,” komentar pengguna akun @TKoncek.

“Perbaiki saja kinerja, kalau tindakan dan perbuatan bagus, siapa yang mau menghina? Gak perlu pake ancaman,” sambungnya.

Dilain kesempatan, seorang pegiat media sosial dengan nama akun @Zarazettirazr juga terlihat membagikan berita tersebut. “Hati-hati, hina DPR lewat medsos bisa terancam 2 tahun penjara,” cuitnya.

** ass

Boncengan Hendak ke Ponpes, Santri Dihantam Truk Hingga Tewas

0

Leuwisadeng | Jurnal Inspirasi

Kakak beradik yang hendak menuju Ponpes di Pangaradin Jasinga asal Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor mengalami kecelakaan di Jalan Raya Leuwisadeng, Senin (7/6). Naas salah satu dari korban tewas dihantam truk yang mengarah dari arah Jasinga ke Bogor.

Yaitu Nanang (39) dan Asep, saat kejadian korban yang mengendarai sepeda motor matic berwarna hitam bernomor polisi F 4925 FCC itu  terjatuh hingga salah satu korban bernama Nanang terhantam truk, sedangkan Asep terpental dan selamat dari maut

Menurut keterangan warga di lokasi kejadian, Romdoni, korban bernama Nanang berboncengan dengan adiknya bernama Asep melaju dari arah Leuwiliang menuju Jasinga. Tepat di Jalan Leuwisadeng terjadi kecelakaan. “Menurut informasi dari pengendara motor yang hendak disalip oleh korban itu,” ujarnya.

“Dua orang berboncengan, adiknya korban selamat sedangkan kakak korban meninggal dunia. korban merupakan warga Puraseda dari arah rumahnya menuju Jasinga,” tuturnya

Warga sekitar lainnya Widodo mengatakan, kejadian kecelakaan itu sekitar pukul 17.30 WIB, setelah mendengar suara keras kemudian dirinya keluar rumah mendapati motor sudah tergeletak di badan jalan raya. “Korban tergeletak ditengah jalan kemudian dikepinggirkan oleh saudaranya korban dibantu pengendara yang melintas,” katanya.

Tak berselang lama, petugas Unit Laka Lantas Dramaga datang dan mengevakuasi jasad korban sebelum dibawa ke RSUD Leuwiliang. Sementara sopir truk bersama keneknya diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Menurut pantauan, beberapa Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Raya Leuwisadeng mati sehingga jalan tersebut tampak gelap.

** Cepi Kurniawan

Pedagang Blok A Lebih Pilih Pasar Pafesta Daripada Kios Penampungan Sementara

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi
Ratusan pedagang Blok A-B Pasar Cisarua sudah hampir dua pekan menempati kios penampungan sementara menyusul akan direvitalisasinya pasar tersebut.

Hanya saja, dari 192 tempat penampungan sementara, ada puluhan kios masih terlihat kosong. Bahkan, ada ratusan pedagang memilih tempat berjualan sementara di pasar swasta Pafesta

Kepala unit Pasar Cisarua, Mira Fatriana mengatakan, 192 kios sementara yang dibangun PD Pasar Tohaga semuanya sudah ada yang punya.

Namun, banyak dari mereka memang sengaja ingin istirahat alias tidak berjualan dulu.

“Semua kios sementara sudah ada yang punya, tapi memang masih banyak yang belum diisi, karena berbagai alasan,” ujar Mira kepada wartawan, Senin (7/6/2021).

Soal banyak pedagang Blok A-B mengisi di Pasar swasta Pafesta, pihaknya tidak bisa melarang karena itu hak pedagang.

“Tapi ratusan pedagang yang berada di Pafesta ini karena mereka punya kios disitu sebelumnya, mungkin karena saat ini Pasar Cisarua akan diperbaiki, ya mereka memilih disitu,” ucapnya

Terkait ukuran kios sementara yang dianggap terlalu kecil yaitu 2 x 1,5 meter, Mira mengaku ukuran itu sudah menjadi kesepakatan.

“Karena sebelum kita bangun kios sementara, kita musyawarahkan dulu, baik soal ukuran maupun harga buat bangunan,” terangnya.

Jadi, kata dia, kalau ada yang keberatan soal ukuran, berarti pedagang tersebut tidak mengikuti musyawarah yang digelar PD Pasar Tohaga dan pedagang sebelum pembongkaran Blok A dan B beberapa Waktu lalu.

“Soal biaya juga sesuai kesepakatan sebesar 2,5 juta, itu untuk bangun kios sementara, karena tidak ada anggaran kios sementara dari pemerintah,” tandasnya.

** Dede Suhendar

Oknum Pol PP Pamijahan Diamankan Polisi, Sekcam Belum Terima Laporan

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Beredar informasi adanya dugaan oknum anggota Pol PP Kecamatan Pamijahan yang diamankan karena penyalahgunaan narkoba. Sekretaris Kecamatan Pamijahan Yudi Hartono mengatakan, pihaknya belum memberikan keterangan perihal kabar tersebut.  

“Kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena sampai saat ini belum mendapatkan tembusan dari instansi terkait (polisi),” kata Yudi Hartono saat dikonfirmasi, Senin malam (7/6/2021).

Meksipun demikian Yudi mengatakan  terkait adanya kabar tersebut Camat Pamijahan langsung  mengumpulkan staff dan Anggota  Pol PP untuk diberikan himbauan dan pembinaan.

“Tentu tadi pimpinan, dalam hal ini pak camat sudah merespon, mengumpulkan kami dari mulai pejabat struktural, sekcam, kasubag, kasie dikumpukan, diberikan arahan oleh beliau supaya semuanya bisa mengawasi dan mengingatkan para stafnya,” kata Yudi.

Yudi juga mengatakan atas beredarnya kabar tersebut dirinya telah menanyakan kepada Kanit Pol PP Kecamatan Pamijahan, menanyakan masuk atau tidaknya semua anggotanya. “Tadi anggota kita kan setiap hari ada apel pagi semua itu kan, namun dari informasi ada satu orang tidak masuk kenapa, dari informasi ini memang kawan kita yang satu belum terkonfirmasi,” bebernya.

Sementara Kapolsek Cibungbulang AKP Agus Permana membenarkan dugaan adanya penangkapan oknum anggota Pol PP Pamijahan tersebut. “Itu yang nangkap Polres (Satnarkoba) kejadian Sabtu malam, satu orang pemakai,” kata Agus.

Pihak Polsek pun untuk kedepan menunggu waktunya akan melakukan pembinaan terhadap Pol PP yang berada di wilayah Hukum Polsek Cibungbulang. “Untuk pembinaan pasti nanti nunggu waktunya kita jadwalkan pembinaan,”pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Camat Jonggol Cek Protokol Kesehatan di Sekolah SMA

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Camat Jonggol Andri Rahman melakukan kunjungan dan monitoring evaluasi ke sekolah – sekolah tingkat menengah atas (SMA) yang melaksanakan ujian guna mengecek protokol kesehatan yang diterapkan di sekolah tersebut, Senin (7/06).

Pada Jurnal Bogor, Andri Rahman mengatakan tujuan kunjungan dirinya ke SMA guna untuk melakukan monitoring pelaksanaan tatap muka di sekolah dalam rangka ujian dan penerapan prokes. “Dalam monitoring tersebut mengevaluasi terkait dengan penerapan prokesnya, dan alhamdulilah semua sekolah melaksanakan prokes dengan baik, mulai dari thermo gun, cuci tangan / hand sanitizer,” jelas Andri Rahman.

Menurutnya, dalam pembelajaran tatap muka saat ujian ini sangat rentan siswa akan terpapar jika tidak melaksanakan standar protokol kesehatan, maka dari itu kami Pemerintah Kecamatan Jonggol akan intens mengecek ke sekolah – sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka jelang ujian kali ini, bagi yang melaksakan tatap muka

“Monitoring mulai kami lakukan dari SMA 1 Jonggol, SMA 2 Jonggol, SMA Nurul Hikmah, SMA Cikal Harapan, SMA Citra Berkat, SMA Riyadhul Jannah, dan SMA PGRI 27 Jonggol, namun untuk SMA Citra Berkat dan SMA Cikal Harapan masih melaksanakan ujian secara Daring,” cetusnya.

Dirinya berharap selama melaksanakan kegiatan tatap muka pihak sekolah selalu intens dalam menegakkan protokol kesehatan agar tidak merebaknya penyebaran Covid apalagi kepada siswa-siswi yang sedang melaksanakan ujian.

” Sebagai aparat pemerintah, kami Pemerintahan Kecamatan Jonggol akan selalu siaga guna memutus mata rantai penyebaran Covid pada masyarakat Jonggol khususnya,” pungkas Andri Rahman.

** Nay Nur’ain

1.858 Orang Jadi Target Penerima Vaksin

0

Bogor | Jurnal Bogor

Vaksinasi massal Covid-19 terus digeber di Kota Bogor. Senin (7/6), Polresta Bogor Kota melaksanakan vaksinasi di gedung Puri Begawan, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur.

Sebanyak 1.858 orang pun jadi target penerima vaksinasi nasional di Kota Bogor. “Polresta Bogor Kota bersama Dinkes Kota Bogor mendukung program vaksinasi nasional, dan hari ini targetnya 1.000 orang lebih,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Senin (7/6).

Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai perintah Kapolri untuk percepatan program vaksinasi pemerintah menuju herd imunty agar bisa menekan penyebaran Covid-19.

Menurut dia, program vaksinasi massal Polresta Bogor Kota tahap pertama ini tidak hanya diikuti Bhayangkari dan keluarga anggota saja, melainkan turut menyasar masyarakat yang sudah terdaftar berdasarkan analisa Bhabinkamtibmas di wilayah.

“(Untuk masyarakat umum) Diluar target Dinkes. (Mereka) yang bersentuhan langsung atau dia memang rentan tertular Covid-19. Maka kami pilih orang-orangnya,” ujarnya.

Adapun rincian ke-1.858 orang yang menjadi sasaran penerima program vaksinasi Polresta Bogor Kota pada tahap pertama ini. Terdiri dari perwakilan Bhayangkari sebanyak 100 orang, purnawirawan dan keluarga anggota sebanyak 230 orang.

Sementara untuk warga Kecamatan Bogor Tengah dan Tanahsareal sebanyak 220 orang, warga Kecamatan Bogor Barat dan Utara sebanyak 240 orang serta warga Kecamatan Bogor Selatan dan Timur sebanyak 220 orang. Pelaksanaan giat vaksinasi tahap kedua rencananya akan dilaksanakan pada pekan depan.

** Fredy Kristianto