24.1 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1120

Petugas Damkar Evakuasi Kobra Jawa dari Pemukiman Warga Nagrog

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Petugas Damkar Kabupaten Bogor berhasil mengevakuasi satu ekor ular Kobra Jawa yang hendak masuk ke rumah warga di Kampung Nagrog RT 06, RW 06, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Senin (16/8/2021).

Ular tersebut dari informasi warga, datang dari arah Perumahan Bumi Tegar Beriman (BTB) yaitu perumahan yang tidak jauh dari pemukiman. Saat itu anak pemilik rumah sedang berada di belakang rumah dan duduk diatas dahan pohon rambutan, namun tiba-tiba ular kobra yang panjang sekitar 1 meter itu malah menghampiri bahkan hendak mematuknya beruntung anak dari pemilik rumah refleks dan langsung meloncat.

“Saya kaget ular itu mau menyerang saya saya loncat dan langsung mengusirnya menggunakan kayu, tapi ular tersebut malah masuk ke sela sela tumpukan genting yang berada di belakang rumah,” kata Ade Irawan, anak pemilik rumah.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan akhirnya pemilik rumah langsung menghubungi call center Damkar Kabupaten Bogor.

“Saya pikir dari pada beriiko mending langsung menghubungi petugas damkar yang lebih profesional,” katanya.

Sementara Danru Rescue Damkar Kabupaten Bogor Arman Riyanto mengatakan, ular kobra yang berhasil dievakuasi satu ekor, dalam proses evakuasi sempat mengalami kendala karena ular tersebut berada di bawah tumpukan genting.

“Tapi Alhamdulillah akhirnya ular tersebut berhasil dievakuasi, jenis ular tersebut ular kobra Jawa dan berbahaya karena berbisa,” kata Arman.

Lebih lanjut kata Arman untuk ular yang terlah berhasil dievakuasi langsung dibawa ke tempat penampungan hasil Rescue di Mako Damkar Kabupaten Bogor.

“Untuk satu bulan ini kami sudah berhasil mengevakuasi 30 ular dari hasil laporan warga di Kabupaten Bogor,” katanya.

** Cepi Kurniawan

Vaksin di Sentul City, Pulang Bawa Bingkisan Bahan Pokok

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

PT Sentul City Tbk bekerjasama dengan Satuan Tugas Covid-19 Kecamatan Babakan Madang, Kodim 0621/Kabupaten Bogor dan warga Sentul City menggelar kegiatan vaksinasi massal pada 16-18 Agustus 2021 di Gedung Sentul International Convention Center (SICC), Sentul City, Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang dihadiri Bupati Bogor Ibu Hj Ade Yasin, Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol (Inf) Sukur Hermanto ini diikuti sekitar 5.000 peserta. Yang menarik dan menyentuh hati pada kegiatan ini dimana setiap warga yang di vaksin mendapat bingkisan bahan pokok melalui Program Sentul City Peduli Sesama.

Program ini dilayangkan oleh Manajemen PT. Sentul City, Tbk dalam mewujudkan perannya sebagai perusahaan swasta yang memiliki komitmen yang kuat sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Fokusnya adalah Sentul City berbagi untuk tujuan agar warga sehat, jelas Tjetje Muljanto, Presiden Direktur PT. Sentul City,Tbk.

“Dalam rangka rasa syukur Kemerdekaan RI yang ke-76 tahun maka Program vaksin massal ini disertai dengan bingkisan yang isinya paket bahan pokok sehari-hari. Kami memahami bahwa dimasa pandemi covid19 yang masih berlangsung ini banyak warga masyarakat, khususnya warga di kawasan Kecamatan Babakan Madang yang membutuhkan uluran tangan secara nyata paling tidak sekedar kebutuhan bahan pokok pangan mereka.

Melalui Program Sentul City Peduli Sesama kami sangat komit untuk membangun dan meningkatkan solidaritas sosial sesama anak bangsa,” jelas Novi Kaligis, Ketua Panita pelaksana Sentul City Peduli Vaksin dalam keterangan persnya, Senin (16/8).

Menurut Novi, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mengingat jumlah peserta yang mencapai kurang lebih 5.000 orang. Adapun mekanisme pelaksanaannya, dihari pertama yang diivaksin sebanyak 1.500, demikian juga hari kedua sebanyak 1.500 dan hari terakhir sebanyak 2.000 peserta. Untuk menghindari kerumunan dan penumpukkan, peserta juga diatur kedatangannya sesuai jam kedatangan.

Kami sangat optimis bahwa pelaksanaan kegiatan ini akan efektif karena sejak awal selalu berkolaborasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kecamatan Babakan Madang khususnya Satgas Covid 19 Kecamatan dalam hal mekanisme dan teknis pelaksanaan vaksin covid19.

“Peserta yang mendaftar mayoritas dari Kecamatan Babakan Madang yang berada di sembilan desa yaitu Desa Babakan Madang, Bojong Koneng, Cijayanti, Cipambuan, Citaringgul, Kadungmangu, Karang Tengah, Sentul dan Sumur Batu meskipun ada juga warga dari wilayah lain kita layani juga,” terang Novi.

Selain orang dewasa, Panitia menerima peserta vaksin dalam usia 12 tahun keatas sesuai ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Untuk usia tersebut, saat vaksinasi diwajibkan di antar orangtua dan membawa Kartu Keluarga.

“Kita ketahui bersama bahwa Ibu Bupati Bogor telah melaunching vaksinasi remaja tanggal 12 Agustus 2021 lalu di Stadion Pakansari Cibinong. Jadi kami meresponi adanya vaksin remaja di wilayah kami,” ujarnya.

Selain itu, papar Novi, Panitia juga akan melaksanakan pelayanan warga untuk vaksin kedua. Syaratnya, peserta membawa sertifikat vaksin pertama dan vaksinasi pertama tersebut sudah lebih dari 28 hari atau satu bulan.

“Untuk yang baru pertama kali vaksin, syaratnya harus membawa KTP dan copynya, Kartu Keluarga (KK) dan copynya sedangkan bagi yang masih berusia 12 tahun keatas cukup membawa KK dan copynya, serta diharapkan setiap peserta membawa pulpen ,” ujarnya.

Dalam closing statementnya, Panitia berharap bahwa melalui program ini, PT Sentul City, Tbk ikut serta memaknai peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 dengan sorotan tema “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh” kami ikut berkontribusi menunjang program pemerintah menuju “Indonesia Sehat” khususnya dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid19 yang bermuara pada bergeraknya kembali roda perekonomian bangsa untuk kemajuan Indonesia tercinta.

Fredy Kristianto |*

Etika Berkomunikasi dengan Dosen via Online

0


 
Bogor | Jurnal Inspirasi
 
Memasuki tahun ajaran baru, saat ini setiap universitas negeri maupun swasta membuka pendaftaran bagi mahasiswa baru untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi, namun saat ini pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat mahasiswa dan dosen diharuskan berinteraksi secara daring, teknologi saat ini semakin berkembang dan mudah tetapi saat berkomunikasi dengan dosen etika sangat diperhatikan.

Dengan berkomunikasi secara daring tak jarang timbul miskomunikasi antara mahasiswa dan dosen bila dilakukan secara tidak tepat, maka dari itu mahasiswa yang ingin bertanya terkait perkuliahan kepada dosen perlu sekali memahami waktu dan etika berkomunikasi yang baik dan tepat.


1.       Hubungi diwaktu kerja.
Sebelumnya mahasiswa perlu mengetahui jam kerja dosen baik dikampus maupun diluar kampus baiknya untuk berkomunikasi mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00, diusahakan tidak menggunakan panggilan telepon, jika ingin berkomunikasi saat hari libur atau dimalam hari tentunya harus sudah disepakati secara bersama dengan dosen terkait.


2.       Ucapkan salam dan perkenalkan diri.
Meski dosen sering melakukan perkenalan diawal pertemuan namun ia tak akan ingat karena banyak sekali mahasiswa yang diajar oleh dosen dari berbagai Universitas, dengan mengucapkan salam dan perkenalkan diri seperti nama, nomor induk mahasiswa, mata kuliah, kelas, Universitas dan Fakultas, serta angkatan berapa, perhatikan penggunaan kata Pak/Ibu serta ucapkan nama dosen terkait.


3.       Jelaskan Inti Pertanyaan.
Dosen selalu mempunyai jam kerja yang terbilang cukup sibuk, maka dari itu dalam berkomunikasi dengan dosen diusahakan tidak melontarkan pertannyaan yang berbelit – belit cukup secara singkat padat dan jelas selain itu usahkan juga bahwa tujuan berkomunikasi dengan dosen terkait dalam perkuliahan yang penting.


4.       Penggunaan kata yang baik dan formal.
Berbagai macam karakter dosen dari berbagai Universitas, biasakan menggunakan kata yang baik dan sopan saat berkomunikasi dengan dosen sekalipun dosen tersebut sangat baik dan asyik saat di dalam kelas tetap etika berkomunikasi secara personal harus tetap dilakukan, serta meski cara berkomunikasi yang baik meskipun secara singkat padat dan jelas hindari kata singkatan.


5.       Tutup dengan mengucapkan salam dan terimakasih.
Apabila dosen telah menjawab akhiri dengan mengucapkan salam dan terimakasih atas jawaban serta waktunya, hindari melontarkan beberapa pertanyaan secara beruntun.

Begitulah etika yang baik dalam berkomunikasi dengan dosen bagi mahasiswa baru, dalam proses pengenalan kampus yang dilakukan secara daring membuat mahasiswa baru kurang pemahaman bagaimana lingkungan kampus serta budaya di sekitaran kampus, dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) juga sering terjadi miskomunikasi atau pesan dan materi yang disampaikan dosen sulit dipahami oleh mahasiswa.
 
** Yudha Rezky Diliantoro-mg/UP

Inovasi Lomba 17 Agustus Virtual di Tengah Pandemi

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia, setiap tahunnya masyarakat selalu memeriahkan 17 Agustus ini dengan mengadakan berbagai perlombaan. Namun dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, yang tidak memungkinkan adanya kerumunan warga. Pemerintah menghimbau untuk tidak menggelar acara ataupun perlombaan pada 17 Agustus mendatang.

Hal ini lantas tak membuat masyarakat kehabisan ide, bahkan banyak terciptanya ide lomba Agustusan yang kreatif dan inovatif. Yaitu perlombaan online melalui media sosial Instagram dan Tiktok. Hal ini mengundang antusias dan semangat masyarakat untuk turut memeriahkan lomba 17 agustusan secara online.

Lomba Tarik Tambang Online

Baru-baru ini ramai diperbincangkan oleh warganet, melalui laman Instagram @osistrikabta, akun resmi Osis SMAN 3 Kabupaten Tangerang. Mereka menyelenggarakan lomba tarik tambang secara online. Yang dimana menggunakan fitur voting yang tersedia pada Instagram Story.

Aturannya yaitu setiap kelasnya akan diadu satu sama lain sehingga akan menghasilkan voting tertinggi. Yang mendapat vote lebih banyak maka ia yang akan menang. Hal ini tentunya mendapat banyak perhatian dari warganet karena lomba yang inovatif dan terbilang unik.

Lomba Kulineran 17-an di TikTok

Akun resmi TikTok Indonesia ikut menyambut semarak 17-an dengan mengadakan berbagai perlombaan yang dilakukan secara online melalui media sosial TikTok. Salah satunya yaitu Lomba Kulineran 17-an, yang dimana isi kontennya menampilkan cara memasak kuliner Indonesia yang bertemakan Merah Putih.

Dengan total hadiah 76 juta bagi 17 orang pemenang, serta menggunakan hastag #BerjuangBerkreasi. Terlihat banyaknya warganet yang sudah mengikuti lomba kulineran ini dengan memasak berbagai makanan bertema Merah Putih.

Lomba Makan Kerupuk di TikTok

Lomba yang diadakan TikTok selanjutnya yaitu Lomba Makan Kerupuk. Menggunakan fitur filter yang disediakan dalam aplikasi TikTok, para pengguna dapat ikut mencoba filter tersebut. Dengan memakan kerupuk yang berjatuhan dan nantinya akan dihitung berapa poin kerupuk yang anda habiskan.

Dengan ikut memeriahkan lomba ini setidaknya bisa menjadi penghibur warganet dikala ditiadakannya lomba Agustusan secara langsung. Para warganet yang mengunggah lomba makan kerupuk ini terlihat tampak heboh dan meriah.

Lomba Poster Kemerdekaan

Lomba yang dapat dilakukan di tengah pandemi selanjutnya yaitu lomba desain poster yang bertemakan kemerdekaan. Dalam lomba ini juga dapat sekaligus mengasah kemampuan mendesain dan kreatifitas para pengikut lomba.

Sudah banyaknya masyakarat yang mengadakan lomba mendesain poster kemerdekaan ini, seperti yang dilakukan oleh OSIS berbagai sekolah bahkan mahasiswa dan mahasiswi yang dimeriahkan dari berbagai Universitas.

Maka dengan ini masyarakat dapat tetap menyemarakkan perayaan hari kemerdekaan, walaupun hanya dari rumah saja. Dengan mengikuti berbagai rangkaian acara dan perlombaan yang tersedia melalui berbagai media sosial.

** Edfyra Amelia-mg/UP

Ini Hasil Survey IPB Soal Pandemi Covid-19

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan IPB University melakukan survey persepsi masyarakat Kota Bogor terhadap pandemi Covid-19. Ada empat isu yang paling sering ditanyakan atau paling banyak menjadi bahan diskusi, yakni vaksin, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kepatuhan protokol kesehatan (prokes), dan dampak sosial ekonomi.

Total ada 20.819 responden yang tersebar di 68 kelurahan di Kota Bogor dengan memperhatikan strata demografi penduduk. 43 persen responden laki-laki dan 57 persen perempuan.

Hasil survei pengambilan data terhitung 3-9 Agustus 2021 ini disampaikan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Ernan Rustiadi, Ahli Ilmu Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Fredian Tonny Nasdian dan Ahli Ekonomi dan Bisnis, Raden Dikky Indrawan di Paseban Sri Bima Balai Kota Bogor, Minggu (15/8).

Hasil kesimpulannya di antaranya, ada 47 persen responden sangat optimis dan 37 persen optimis Covid-19 akan berakhir. Namun ada ancaman penyakit baru yang diderita responden saat Pandemi berdasarkan jenis Pekerjaan, yakni Hipertensi dan Penyakit Mental. 82,93 persen responden mahasiswa menyebutkan penyakit mental.

Selain itu, tingkat pengetahuan warga Kota Bogor terhadap Pandemi, Vaksin dan PPKM sudah Sangat Baik. Ada sebanyak 97 persen responden memahami pengertian vaksin, 2 persen menyatakan vaksin produk konspirasi elite global dan 1 persen menjawab lainnya.

Kemudian, 85 persen sudah melakukan vaksin dan 15 persen belum divaksin. Dari 85 persen yang sudah divaksin, 2 kali suntik ada 62 persen dan 1 kali suntik ada 38 persen.

Perilaku dan Kepatuhan Warga Kota Bogor sudah baik dalam melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes), namun terus harus ditingkatkan pada beberapa lokasi fasilitas umum seperti Pasar, Terminal dan Angkutan Umum.

Warga Kota Bogor menilai pelaksanaan Vaksin di Kota Bogor sudah baik, namun diperlukan perbaikan untuk penambahan sentra vaksin, antar jemput dan percepatan pelaksanaan Vaksinasi.

Disamping itu, pelaksanaan PPKM mempengaruhi ekonomi warga Kota Bogor dengan turunnya pendapatan sekitar 65 persen. Diperlukan upaya jangka pendek (bantuan sosial sembako, program sosial berbasis kepedulian masyarakat dan stimulus konsumsi masyarakat) dan jangka menengah (persebaran dan perluasan kesempatan kerja, relaksasi ekonomi, dan jaminan sosial ketenagakerjaan). Kemudian 32 persen menyatakan pendapatannya tetap dan 3 persen naik.

Tak hanya itu, dampak dari kebijakan PPKM ada sebanyak 41 persen responden menjawab kehilangan pekerjaan dan 59 persen menyatakan tidak.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebutkan, dibandingkan hasil survei tahun 2020 lalu yang menunjukan angka 19 persen warga Kota Bogor tidak percaya Covid-19. Namun di tahun 2021 ini menurun drastis hingga 2 persen.

“2 persen ini gak boleh dilepas, kita harus putuskan strateginya, karena semua warga Bogor harus kita selamatkan. 2 persen itu siapa, kita dalami lagi. Kemungkinan mereka yang terdampak ekonomi, kemudian mudah terprovokasi berita-berita dan sebagainya,” kata Bima Arya.

Di sisi lain katanya, pemahaman publik tentang Covid-19 dan vaksin jauh lebih baik, mayoritas antusias dan ingin divaksin. Namun kebijakan PPKM meninggalkan banyak catatan, karena banyak warga yang kehilangan pekerjaan.

“PPKM itu banyak catatannya. Warga itu patuh, namun berdasarkan hasil survei banyak yang terpengaruh secara ekonomi, ada yang kehilangan pekerjaan cukup banyak, kemudian juga warga melihat PPKM ini menurunkan pendapatan mereka, terutama pekerjaan harian. Jadi, ini harus ada langkah-langkah antisipatif,” jelasnya.

Menyinggung pendampingan psikologis, Bima Arya menyebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor memiliki program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dengan tugas konselingnya.

“Ini yang akan mengintervensi keluarga yang mengalami persoalan secara psikologis, kita akan bekerja sama dengan kampus. Untuk mahasiswa ini akan kita garap, kemudian untuk keluarga ada beberapa program yang akan digarap,” katanya.

Rektor IPB University, Arif Satria mengapresiasi survei yang dilakukan Pemkot Bogor, sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat terukur. Ia berharap kebijakan ini dilakukan pemerintah daerah di Indonesia.

Sebab kata dia, saat ini masih sedikit keterlibatan survei dalam penentuan kebijakan diambil pemerintah berdasarkan science based policy atau kebijakan berdasarkan sains (keilmuan).

Turut hadir, Wakil Kepala LPPM Bidang Penguatan Sumberdaya, Kerja sama dan Pengembangan, Prof. M. Faiz Syuaib, Ahli Gizi dan Kesehatan Masyarakat Prof. Ikeu Tanziha, Kapolresta Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Dandim 0606 Kolonel Inf. Roby Bulan, Ketua DPRD Atang Trisnanto, Dandenpom III/1 Letkol CPM Sutrisno dan Kepala Bappeda Rudy Mashudi.

** Fredy Kristianto

Sarankan Survey IPB Jadi Acuan Penanganan Covid

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerjasama dengan IPB University melakukan survey terhadap masyarakat Kota Bogor terkait persepsi masyarakat terhadap Covid-19. Hasil survey ini pun dijabarkan kepada awak media di Balaikota Bogor, Minggu (15/8).

Bersama dengan Wali Kota Bogor Bima Arya, Ketua Atang Trisnanto Atang Trisnanto mendengarkan pemaparan yang disampaikan oleh Rektor IPB University Arif Satria beserta anggota tim survey lainnya.

Dari 20.819 responden yang mengikuti survey secara online ini, didapatkan data bahwa masyarakat meningkat kesadarannya terhadap Covid-19.

“Hasil survey ini bisa menjadi acuan untuk memperbaiki kebijakan dan langkah penanganan covid-19. Apresiasi untuk Pemkot dan IPB yang sudah melakukan studi secara maksimal. Pendekatan berbasis ilmiah sangat penting dalam pembuatan kebijakan”, jelas Atang.

Banyak indikator yang cukup menggembirakan dari hasil studi tersebut. Kesadaran akan prokes, vaksinasi, maupun kepedulian sosial yang tinggi antar warga.

Diluar catatan-catatan tersebut, Atang memberikan catatan masukan dalam tiga hal pokok. Yaitu terkait vaksinasi, penanganan masalah sosial ekonomi, dan penanganan masalah kesehatan serta pendidikan.

Dari sisi vaksinasi, sebanyak 85 persen sudah mengikuti vaksinasi. Mereka mengeluhkan masalah kerumunan dan jarak lokasi vaksinasi menjadi salah satu pembatas yang belum vaksinasi. “Memperbanyak lokasi vaksinasi yang mendekat ke wilayah dan pengaturan jam kehadiran penting dilakukan”, imbuh Atang.

“Selanjutnya, perlu studi lanjutan untuk memotret warga yang belum vaksin. Karena respondennya mayoritas yang sudah vaksin. Sedangkan yang belum vaksin, belum tercapture secara rinci. Ini penting untuk mencarikan solusi atas kendala yang dihadapi warga yang belum vaksin”, ungkapnya.

Nantinya data tersebut akan berguna untuk memaksimalkan program vaksinasi. Dari data survey tersebut juga diketahui bahwa masalah ekonomi dan sosial masih menjadi persoalan bagi masyarakat Kota Bogor.

Karena sebanyak 65 persen warga mengalami penurunan pendapatan selama pemberlakuan PPKM. Tak hanya itu, sebanyak 41 persen responden juga mengakui kehilangan pekerjaan akibat penerapan PPKM.

“Masalah ini perlu segera dicarikan jalan keluarnya. DPRD Kota Bogor bersama Bappeda dan TAPD Kota Bogor bisa merumuskan kebijakan untuk menangani masalah ini. Mumpung kita sedang membahas anggaran. Agar tepat kebijakannya. Jangka pendek perlu ada solusi cepat. Jangka menengah panjangnya perlu kebijakan yang strategis”, jelasnya.

Terakhir, data dari IPB University menunjukkan munculnya penyakit baru di masyarakat selama pandemi Covid-19 berlangsung. Yaitu penyakit mental dan hipertensi.

“Data penyakit yang diderita sebelum dan sesudah covid, data penerima vaksinasi, data masalah warga yang belum vaksinasi menjadi data penting untuk pelayanan kesehatan”, ungkap Atang.

Lebih lanjut, Atang pun meminta kepada tim Pemerintah dan IPB University, jika ada survey lanjutan maka perlu menambahkan pertanyaan tentang masalah pendidikan selama pandemi.

Ia mengaku ingin mengetahui bagaimana dampak Covid-19 dan PPKM terhadap sektor pendidikan. Terutama bagi anak-anak di SD, SMP, dan SMA. Agar stakeholder di Kota Bogor bisa mendapatkan solusi untuk persoalan dunia pendidikan.

“Overall saya sangat mengapresiasi Pemkot dan IPB, sehingga semua langkah kebijakan kita akan menjadi lebih terarah dan scientific base,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Selamatkan Seniman Jalanan, FKPPI Galang Dana

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

GM FKPPI Kota Bogor bekerjasama dengan Disparbud Kota Bogor memfasilitasi para seniman jalanan untuk menggelar penggalangan dana untuk para pekerja seni jalanan. Dengan tema, “Merdeka ditengah pandemi bersama musisi jalanan Kota Bogor”, acara dilaksanakan di Wisma Endie, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal pada Minggu (15/8).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua GM FKPPI Kota Bogor Andri S Amarald, Kepala Disparbud Kota Bogor Atep Budiman, Herie Matahari dari Keboen Sastra dan dipandu moderator Rudi Ilham dari Megaswara Bogor.

Seniman jalanan yang dihadirkan diantaranya Keboen Sastra KPJ Bogor, Tilu Warna, Lauk Senggal KPJ Merdeka, Oncom Hideung dan Doni Ketapel. Acara itupun disiarkan secara live virtual via media sosial Instagram dan Facebook dengan akun keboensastraofficial, YouTube rumah kreatif keboensastra official dan YouTube Bogor Influencer.

Ketua GM FKPPI Kota Bogor, Andri S Amarald mengatakan, para seniman jalan merupakan pihak yang terdampak pandemi Covid-19 dan membutuhkan perhatian maupun bantuan. Dengan penggalangan dana yang dilakukan ini, semoga bisa membantu para seniman jalanan yang ada di Kota Bogor.

“Dari rasa prihatin teman-teman seniman jalanan yang terdampak pandemi, kamk membuatkan acara diskusi dan penggalangan dana secara live streaming untuk event mereka. GM FKPPI meminta agar para seniman jalanan menjadi relawan berjuang melawan covid-19, dan ikut mensukseskan program percepatan vaksinasi di Kota Bogor,” ucap Andri.

Nantinya, kata Andri, acara seperti ini juga akan dilaksanakan di masing-masing kecamatan di 6 titik se-Kota Bogor. “Seniman jalanan ini banyak dan di masing-masing wilayah ada. Jadi nanti kita akan gelar di tiap Kecamatan. Terkait donasi, pihak Keboen Sastra akan mengelola keuangan secara transparansi dan mendistribusikan hasil donasi kepada para seniman jalanan di Kota Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kota Bogor, Atep Budikan menuturkan, kondisi pandemi masih terjadi dan beberapa bulan kemarin covid-19 di Kota Bogor terjadi cukup tinggi. “Pandemi masih ada di tengah tengah kita dan belum ada yang tahu kapan berakhir.

Kondisi ini butuh perhatian kita semua dan pemerintah juga menjadi bagian yang terkena efek pandemi. Kota Bogor sedang gencar dan fokus vaksinasi bagi warga, dan September nanti ditargetkan seluruh warga Kota Bogor sudah di vaksin semua pada tahap pertama,” kata Atep.

Walaupun masih dalam masa PPKM level 4 saat ini, tetapi sudah ada pelonggaran, seperti untuk restoran yang diperbolehkan makan ditempat dengan penerapan Prokes ketat. Data statistik Kota Bogor sudah semakin membaik dan zona sekarang sudah memasuki zona orange, namun masyarakat tetap harus mempertahankan kondisi ini.

Dengan kegiatan panggung virtual berbasis online ini, menjadi salah satu upaya membantu para seniman jalanan yang menjadi bagian terdampak Covid-19. “Semoga kegiatan penggalanan dana ini membantu para seniman jalanan di masa pandemi ini,” harapnya.

Kata Atep, untuk para seniman jalanan, sebenarnya ada program dari Provinsi Jawa Barat dan sudah mulai pendataan, bagi para pelaku pariwisata, seniman kreatif. Saat ini sedang menunggu proses realisasi dan pencairan yang akan langsung diterima oleh para seniman.

“Program itu sudah masuk kedalam proses pendataan dan jenis bantuannya uang bagi para seniman kreatif. Jadi bantuan diberikan kepada kelompok dari sektor pariwisata dan seni kreatif. Semoga para seniman kreatif bisa segera dibantu dengan berbagai program pemerintah,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Imbas Pandemi, Ada Warga Terkena Gangguan Mental

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

IPB University merilis survey terkait pandemi Covid-19 yang dimulai sejak Maret 2020. Hal itu ternyata memberi dampak bagi warga Kota Bogor, hingga ada mengalami gangguan mental serta hipertensi.

Kepala LPPM IPB Ernan Rustiadi mengatakan, survei dilakukan secara daring menggunakan Google Form terhadap 20.819 orang warga Kota Bogor secara random pada 3-9 Agustus 2021 dan hasilnya dianalisis pada 9-14 Agustus 2021. Tingkat pendidikan responden, mulai dari SD, SMP, SMA, diploma, sarjana, hingga pascasarjana.

Jenis kelamin laki-laki 43 persen dan perempuan 57 persen. Dalam salah satu pertanyaan mengenai apakah selama pandemi ada yang mengalami penyakit baru?. Responden menjawab secara beragam.

Diketahui, sebanyak 87,69 persen menjawab tidak. Tetapi ada 4,51 persen menjawab menderita penyakit hipertensi dan 1,38 persen menjawab menderita gangguan mental.

Selain itu, 1,13 persen menjawab menderita penyakit paru-paru, 0,78 persen mengaku menderita jantung.

Kemudian, sebanyak 0,76 persen mengaku menderita diabetes dan 0,18 persen menderita TBC.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa berdasarkan survey ternyata berimbas terhadap adanya dampak penyakit baru saat pandemi. Sehingga hal itu perlu mendapat perhatian lebih.

“Ada warga yang mengalami gangguan mental ada pemuda yang harusnya tetap produktif,” ujar Bima kepada wartawan, Minggu (15/8).

Menurut dia, pihaknya bersama Rektor IPB Arif Satria akan memberikan kegiatan yang membuat pemuda menjadi lebih produktif.

** Fredy Kristianto

Proyek Alun-Alun Sudah 16 Persen

0

Dedie Minta Pelaksana Geber Pekerjaan

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meminta agar pembangunan Alun-Alun digeber agar rampung pada 180 hari kerja. Pasalnya, proyek senilai Rp13,6 miliar itu hingga Minggu (15/8) progresnya baru 16 persen

“Pekerjaan Alun-Alun ini harus cepat selesai. Karena masih banyak PR yang lain yang harus dikerjakan,” ujar Dedie kepada wartawan, Minggu (15/8).

Menurut dia, masih banyak yang harus disiapkan pada tahun anggaran 2021. Diantaranya Masjid Agung yang terintegrasi dengan Alun-alun Kota Bogor, dan rencana dari Balai Besar Teknik Perkeretaapian membangun skybridge yang menghubungkan Stasiun Bogor dengan Stasiun Paledang.

“Jadi masih banyak sekali hal-hal yang kita persiapkan. Seperti perencanaan untuk TOD Batutulis,” katanya.

Sebab, dalam proyek itu ada area yang akan dimanfaatkan bersama antara PT KAI dengan Pemkot Bogor dan Istana Batutulis untuk dijadikan tempat semacam taman.
“Jadi untuk Skybridge kita masih nunggu dari Daop 1,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Juniarti Estiningsih menjelaskan bahwa konsep pembangunan Alun-Alun bakal dibagi dalam empat zona. Yakni, botani, olahraga, plaza dan rohani.

“Ada banyak fasilitas dan sarana prasarana penunjang lainnya di alun-alun Kota Bogor ini nantinya,” ucapnya.

Zona botani, kata dia, akan ditanami sekitar 300 lebih jenis tanaman. Kemudian zona olahraga akan dilengkapi joging trek dan sarana lainnya. Sementara plaza bakal terdapat fasilitas teater, sehingga dapat digunakan untuk pertunjukan seni.

“Kalau zona rohani akan pasang hiasan Asmaul Husna. Di alun-alun Kota Bogor ini juga nantinya kami akan lengkapi dengan sejumlah diorama perjuangan pahlawan,” jelasnya.

** Fredy Kristianto

Bima Arya Lelang Barang Pribadinya

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor Bima Arya melelang puluhan barang pribadinya kepada publik, Minggu (15/8). Seluruh dana hasil dari kegiatan lelang tersebut didonasikan untuk membantu biaya pendidikan dan kebutuhan lainnya bagi anak-anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19.

 Dalam lelang yang dilakukan secara daring melalui akun instagram @bimaaryasugiaryo, terkumpul dana Rp 53.750.000. 46 koleksi pribadi Bima Arya sukses terlelang dalam waktu sekitar 3 jam, seperti batik, kemeja, jaket, tas, sepatu, jam tangan hingga sepeda.

Sepeda lipat menjadi barang dengan penawaran tertinggi dan laku terlelang sebesar Rp 6,5 juta. Ada juga barang-barang lainnya yang memiliki cerita tersendiri bagi Bima Arya, seperti jaket yang dipakai saat blusukan dengan Presiden Joko Widodo hingga batik khas Bogor yang dipakai saat mengikuti berbagai pertemuan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Donasi yang terkumpul dari lelang Rp 53 juta. Ini merupakan solidaritas warga Bogor. Mereka antusias. Batik-batik saya ada yang laku Rp 500 ribu, ada yang laku Rp 1 juta. Ada juga jaket kampanye yang mengantarkan saya menjadi wali kota, ada jaket yang mendampingi Pak Jokowi terjual Rp 2 juta, ada juga baju saat umroh. Agak sedih juga melepasnya, tapi ikhlas untuk bantu anak yatim,” ungkap Bima Arya.

Donasi ini, kata Bima, untuk membantu anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19. “Alhamdulillah dan terima kasih kepada yang sudah bergabung dalam lelang. Kita akan salurkan bersama-sama Temanco dan Salamaid untuk membantu anak yatim piatu. Kita koordinasikan juga dengan Camat, Lurah dan dinas terkait untuk pendataannya, dikumpulkan juga dengan donasi lainnya untuk memastikan anak-anak yatim piatu di Kota Bogor kita perhatikan pendidikannya, kesehatannya dan semuanya. Semoga Allah ridhoi, semoga berkah untuk semua,” ujarnya.

** Fredy Kristianto