25.2 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1109

Upaya Menuntaskan Vaksinasi di Kota Bogor

0

Pemerintah Kota Bogor terus berupaya menuntaskan vaksinasi covid-19. Untuk memudahkan masyarakat mengakses dan mendekatkan mereka dengan lokasi vaksinasi, Pemerintah Kota Bogor membuka sentra vaksinasi di 68 kelurahan, Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung 26-28 Agustus 2021 dengan sasaran utama warga berusia di atas 12 tahun. Peserta disyaratkan membawa fotocopy E-KTP/Kartu Keluarga, Surat Keterangan Domisili dari RW/Kelurahan (Jika bukan penduduk setempat), Surat Kendali Vaksin (Dapat diperoleh di RT/RW) dan membawa alat tulis.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Irwan Riyanto mengatakan, vaksinasi digelar dengan memberikan vaksin Pfizer. Vaksin  ini menurutnya, selain dapat dipergunakan untuk  usia remaja juga masyarakat umum. Saat ini vaksin Pfizer yang tersedia untuk untuk 64.300 orang. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyebut, sasaran vaksinasi remaja di Kota Bogor mencapai 104.417 orang.  “Saat ini untuk dosis 1 sebanyak 16.423 orang (15,56 persen) dan dosis 2 sebanyak 7.643 orang (7,32 persen),” ungkapnya.

Percepatan vaksinasi ini antara lain ditujukan untuk menyambut  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor yang sudah mendapatkan ‘lampu hijau’, dengan syarat para pelajar sudah disuntik vaksin.“Selain persiapan PTM juga untuk membuka sektor ekonomi. Kata kuncinya kita ingin membentuk Herd Immunity,” jelas Irwan. 

Untuk mempercepat pelaksanaannya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bogor telah membentuk tim Satgas Vaksinasi beranggotakan 18 kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. ”Tujuannya mempercepat target vaksinasi dalam membantu dinkes, camat dan lurah dalam memobilisasi warga ke sentra vaksin,” lanjutnya. Pada pelaksanaannya di sentra-sentra tersebut, juga diterjunkan para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bogor untuk membantu kelancaran proses vaksinasi.

Sebelumnya pada saat menjelang upacara penurunan bendera di Plaza Balaikota Bogor, Selasa (17/8) lalu Satuan Tugas Penanganan Covid – 19 Kota Bogor meresmikan tim satgas vaksinasi dan bus vaksinasi. Sekaligus pada kesempatan itu memberikan penghargaan kepada 14 RW yang sudah 100 persen melakukan suntik vaksin warganya. Ada 3 unit bus Uncal yang dijadikan bus antar jemput untuk peserta vaksin menuju sentra – sentra yang ada.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, tim satgas vaksinasi terdiri dari para kepala dinas di lingkup Pemerintahan Kota Bogor. “Terdiri dari 18 direktur sentra vaksin yang semuanya adalah para kepala dinas. Tujuannya adalah 47 persen vaksinasi yang diharapakan sudah dicapai dengan target akhir September, kita sudah bisa menuntaskan 100 persen warga yang memiliki kekebalan terhadap Covid-19,” katanya.

Menurutnya, kata kuncinya adalah bagaimana masyarakat memiliki semangat untuk mengikuti vaksinasi. Sementara itu, pembatasan mobilitas akan berbasis pada kesadaran masyarakat. “Titik checkpoint itu nanti juga akan berfungsi untuk melakukan pengecekan vaksin. Dan sekaligus sebagai tempat pendaftaran para peserta vaksin. Sehingga kita harapkan percepatan ini semakin masif,” sambungnya.

Sampai dengan Selasa (24/8/2021) Dinas Kesehatan Kota Bogor melaporkan, sebanyak 452.737 warga  sudah divaksin (55,25%) dari jumlah sasaran 819.444 warga. Sedangkan warga yang belum divaksin masih berjumlah 366.707 warga (44,8%). Juga disampaikan, capaian dari seluruh sentra vaksin. Sasaran Dosis 1 = 5.890 orang dengan capaian Dosis 1 =  6.154 orang (104,5%).Sasaran Dosis 2 = 3.199 orang dengan capaian Dosis 2 =  3.003 orang (93,9%). Sementara sasaran Dosis 3 (tenaga kesehatan) = 600 orang dengan capaian Dosis 3 =  178 orang (29,7%).

Untuk mengejar pencapaian hasil pelaksanaan vaksinasi 100% pada September ini, Pemerintah Kota Bogor telah menetapkan  target 15.000 orang divaksin setiap harinya dengan menyiapkan 24 sentra vaksin. Tercapainya target pada September ini, juga membutuhkan dukungan warga masyarakat. Oleh karenanya, segera manfaatkan kesempatan ini dan datangi segera pusat-pusat vaksinasi terdekat.

**adv

Tips Berburu Baju Thrift di Pasar Senen

0

Bogor | Jurnal inspirasi

Beberapa waktu lalu istilah Thrifting sedang ramai diperbincangkan di jagat maya, terutama pada kalangan kawula muda. Thrifting itu sendiri adalah sebuah aktivitas jual beli produk bekas pakai. Walaupun dikenal dengan barang bekas, tetapi belum tentu kualitas barang tersebut tidak layak pakai.

Thrifting itu sendiri identik dengan barang yang berbau vintage dan klasik. Sehingga menjadi daya tarik bagi penggemarnya. Pada barang thrift juga kamu akan mendapatkan harga-harga yang jauh lebih murah dibanding harga aslinya.

Salah satu lokasi yang cukup terkenal akan barang thrift ialah Pasar Senen, yang berada di Jakarta Pusat. Disana kamu akan menemukan berbagai macam baju serta barang lainnya yang bertemakan 90-an. Tetapi kamu juga harus pandai dalam memilih setiap barang yang akan dibeli.

Maka dari itu, berikut tips belanja barang thrift di Pasar Senen untuk kamu!

  1. Menjelajahi Setiap Toko

Agar mendapatkan baju yang kamu suka tetapi tetap dengan kualitas yang bagus, maka disarankan untuk teliti serta jelajahi dahulu setiap baju-baju yang dipajang pada toko. Karena banyak baju bagus yang tersembunyi yang tidak dipajang di depan toko. Maka kamu harus sabar dan selalu bertanya kepada penjual mengenai stok dari baju yang diinginkan tersebut.

  1. Perhatikan detail pada baju

Baju-baju thrift ini terkadang terdapat noda atau cacat yang biasanya tidak kita sadari. Maka tetap perhatikan baju yang kamu pilih dengan melihat warnanya, modelnya dan setiap detailnya. Karena ini merupakan baju bekas yang tidak semuanya dijual dalam kondisi bagus dan baik.

  1. Perhatikan ukurannya

Karena baju thrift ini tidak pada persediaan atau stok ukuran yang banyak, maka kamu harus bertanya kepada penjual mengenai ukurannya. Terlebih jika kamu ingin membeli celana, yang terkadang hanya menjual satu ukuran pada satu modelnya. Maka cek dulu ukurannya!

  1. Tawar Menawar

Terakhir, jangan sungkan untuk tawar harganya, belanja thrift di Pasar Senen ini dapat memudahkan kamu dalam proses tawar menawar. Apalagi para penjualnya yang terbiasa melayani pembeli yang menawar baju yang akan mereka beli. Jangan ragu dan malu untuk menawar meskipun harga baju yang dijual sudah terbilang paling murah.

** Edfyra Amelia-mg/UP

Salurkan Bantuan RTLH dari Perumda Tirta Pakuan, Dedie: Anggaran Pemkot Bogor Terbatas

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Untuk membantu persoalan masyarakat, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tak bisa sendiri. Apalagi, ditengah keterbatasan anggaran yang dimiliki pemkot saat ini. 

Hal itu Dedie katakan saat kegiatan pemberian bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dari CSR Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor, Selasa (24/8/2021), beberapa waktu lalu.

Bantuan tersebut diberikan kepada dua kepala keluarga di dua lokasi yang berbeda. Yakni renovasi RTLH atas nama Kosasih di RT 5 RW 4 Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal dan renovasi RTLH milik Ana di RT 2/12 Kampung Muara Babadak, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur. 

“Hari ini kita kunjungi dua lokasi rumah warga yang perlu dibantu oleh pemerintah. Tapi kan keterbatasan anggaran pemerintah, tidak bisa tertanggulangi sendiri. Oleh karena itu saya sangat berterimakasih atas peran serta dan kontribusi dari PDAM,” kata Dedie. 

Terpisah, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan menambahkan, untuk tahun 2021 ini saja ada total enam rumah yang direnovasi. Tentunya dengan nilai renovasi yang berbeda – beda. 

“Memang setiap tahun itu kita alokasikan CSR kita untuk rumah tidak layak huni. Kita pakai untuk satu kecamatan satu (bantuan RTLH). Untuk tahun ini kita sudah enam bantuan RTLH yang kita salurkan,” kata Rino. 

Para penerima bantuan RTLH ini, kata Rino, sudah melewati serangkaian proses seleksi dan survei sebelumnya. Terutama untuk mensurvei kelayakan rumah tersebut. Untuk kemudian, bantuan tersebut diberikan sesuai dengan anggaran yang diberikan. 

“Tapi kadang kita sesuaikan dengan kondisi keluarga. Misalnya bapaknya tidak kerja, maka kita buatkan juga tempat berjualan. Jadi ada sejenis toko atau kios di teras rumahnya untuk berjualan,” sambung Rino. 

Masih kata Rino, bantuan ini tidak hanya diberikan bagi warga Kota Bogor. Namun juga diluar daerah dimana menjadi sumber – sumber mata air untuk distribusi ke Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. 

Handy Mehonk | *

PT MPM Serahkan 20 Persen Lahan Bagi Petani

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

PT Maskapai Perkebunan Moellia (MPM) sebagai perusahaan yang memegang Hak Guna Usaha (HGU) atas lahan ± 1020 di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur makin giat menata perkebunannya.

PT MPM mengajak mengajak masyarakat petani penggarap warga asli Desa Batulawang untuk bermitra mengembangkan perkebunan kopi, tanaman pakis, hortikultura, tanaman pangan seperti sayaur mayur dan buah buahan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan untuk wilayah Cianjur, Bogor, Jakarta dan sekitarnya.

“Program PT MPM lainnya yang sudah berjalan adalah bekerja sama dengan Pesantren Al Mubaroq Cianjur dan GP Ansor Cianjur dalam rangka program deradikalisasi eks napi teroris dan penguatan moderasi beragama di Wilayah Cianjur,” papar Antoni, SH, MH kuasa hukum PT MPM dalam keterangan persnya, Kamis (26/8).

Saat ini, kata Antoni PT MPM juga telah menyerahkan ± 20 persen lahan HGU-nya kepada pemerintah sebagai program reforma agraria (redistribusi) untuk dibagikan kepada masyarakat petani penggarap yang selama ini bermitra dengan PT MPM. Proses Redistribusi saat ini sedang berlangsung dibawah oleh Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang dikordinasikan oleh Bupati Cianjur.

“Sebelumnya, lahan HGU kami sempat diserobot oleh oknum yang mengaku berasal dari ormas tertentu dengan mengerahkan ratusan anggota ormas tersebut dari berbagai daerah di Indonesia untuk menduduki ± 40 persen luas HGU tersebut. Mereka merusak tanaman teh terbaik milik perusahaan seluas ±300 hektar. Kejadian itu membuat kerugian besar bagi perusahaan. Namun saat ini PT MPM telah kembali menguasai dan menata kembali lahan HGU tersebut,” jelasnya.

Sayangnya, saat PT MPM tengah menata kembali kebunnya, gangguan ganguan kecil di lapangan yang dilakukan para spekulan tanah kembali terjadi di mana modus operandinya sama yakni aksi penyerobatan lahan.
Bahkan, salah satu yang melakukannya adalah oknum aparat negara bersenjata yang mencoba menguasai lahan HGU tersebut. Atas kejadian tersebut, PT MPM secara resmi telah melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo.

“Betul kami telah bersurat kepada bapak presiden untuk meminta perlindungan hukum yang kami juga tembuskan ke instansi terkait,” ujar Antoni.

Menurut Antoni, oknum pejabat negara ini membangun vila peristirahatan pribadi di atas lahan HGU PT MPM. Untuk mempertahankan vila yang di bangun di atas lahan illegal, oknum pejabat negara ini bahkan mengirimkan anak buahnya berpakaian dinas.

Kata Antoni, oknum pejabat negara ini juga memprovokasi warga asli yang berprofesi sebagai petani penggarap agar program redistribusi lahan HGU yang tengah dilaksanakan PT MPM yang bermitra dengan warga asli tidak terlaksana.

“Padahal warga asli sebagai petani penggarap tengah menunggu program tersebut karena mereka akan mendapatkan hak nya di atas lahan yang akan di redistribusi,” papar Antoni.

Untuk itu, kata Antoni PT MPM memohon instansi terkait yang terlibat dalam program redistribusi lahan HGU melakukan pengawasan di lapangan agar kepentingan masyarakat asli yang bekerja sebagai petani penggarap terlindungi dari oknum-oknum yang sengaja mengambil keuntungan dari program tersebut.

“Apalagi kami dan masyarakat asli tengah mengembangkan program tanaman pangan dan holtikultura. Tolong jangan ganggu kemitraan kami,” ujar Antoni.

** Fredy Kristianto

Polres Bogor Dalami Dugaan Korupsi Batik Guru

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Polisi Resort (Polres) Bogor masih penyidikan atas dugaan korupsi anggaran pengadaan baju batik guru pada Tahun Anggaran (TA) 2021 senilai Rp2,2 miliar.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Handreas Ardian mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

“Masih tahap-tahap konfirmasi. Intinya kami masih melakukan penyidikan kasus dugaan tipikor pengadaan batik guru tersebut,” ujar Handreas kepada Jurnal Bogor, Rabu (25/8).

Mantan Kasat Rekrim Polres Purwakarta itu menerangkan, pihaknya telah memintai keterangan sejumlah saksi atas dugaan kasus Disdik yang masih dikepalai oleh Entis Sutisna yang saat ini menjadi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor.

“Kami sudah meminta keterangan saksi sebanyak kurang lebih empat orang atas dugaan perkara pengadaan baju batik dengan pagu anggaran Rp2 miliar tersebut,” terangnya.

Ia menambahkan, pihaknya belum memanggil Kepala Disdik yang bertindak sebagai pengguna anggaran pengadaan baju batik guru tersebut.

“Kami belum panggil Entis untuk dimintai keterangan. Bukan hanya itu, guru juga belum dimintai keterangan sebagai saksi atas dugaan kasus ini,” katanya.

** Noverando H

Ade Yasin: Mari Layani Masyarakat Dengan Hati

0

Luwiliang | Jurnal Inspirasi

Bupati Ade Yasin menginstruksikan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar melayani masyarakat dengan hati. Hal tersebut dikatakannya saat meresmikan gedung rawat inap RSUD Leuwiliang, Rabu (25/8).

Ade Yasin pun mengungkapkan, dapat bocoran dari salah satu pasien yang mengaku RSUD Leuwiliang bagus dan pelayanannya juga baik. Hadir pula dalam peresmian tersebut, Wakil Ketua dan Ketua Komisi III DPRD, Kepala Cabang BJB Cibinong, Ketua PMI Kabupaten Bogor, Direktur RSUD Ciawi, Cileungsi, Cibinong, dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Ade Yasin turut bangga atas selesainya gedung rawat ini. Upaya ini adalah komitmen Pemkab Bogor terhadap program Pancakarsa yaitu Bogor Sehat, yang niatnya semata-mata agar masyarakat terlayani dengan baik. Pemkab Bogor juga terus berupaya meningkatkan kapasitas tidak hanya dari aspek infrastruktur saja, melainkan seluruh aspek yang dapat menunjang kinerja pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.

“Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap pelayanan kesehatan, kami ingin semua masyarakat terlayani dengan baik. Makanya saya selalu tekankan kepada Direktur RSUD agar melayani dengan hati,” ucap Ade Yasin dalam siaran pers Diskominfo, Rabu (25/8).

Bupati juga menambahkan, kalau sekadar melayani, semua orang mungkin bisa, tetapi melayani dengan hati itu berbeda. Diakuinya melayani dengan hati itu tidak sulit, tinggal bagaimana menerapkan senyum dengan baik, melayani dengan ramah sehingga bisa mempercepat pemulihan masyarakat yang sakit.

“Ketika melayani masyarakat, kita juga harus selalu evaluasi dan memperbaiki diri. Harus banyak koordinasi dengan para dokter, perawat, dan petugas lainnya. Setiap minggu harus dievaluasi agar dapat melayani masyarakat dengan lebih baik lagi,” terang Ade Yasin.

Bupati Ade Yasin pun mengungkapkan, dirinya melihat vaksinasi sudah rutin dilaksanakan, masyarakat juga cukup antusias. Sedikit masukan kepada RSUD Leuwiliang, agar antrean vaksinasi yang panjang dikasih tenda. Khawatir masyarakat kepanasan terus pusing, yang ada nanti jatuh sakit, dan tidak bisa divaksin. Hal-hal kecil seperti ini juga harus kita perhatikan agar masyarakat merasa terlayani dengan baik.

Selanjutnya, Direktur RSUD Leuwiliang, Hesti Iswandari menjelaskan, RSUD Leuwiliang dibangun untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah barat. Semangat kebersamaan terbangun dari seluruh insan yang ada didalamnya. Mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, dan penunjang lain seperti sekuriti sampai kepada cleaning service. Sejak tahun 2018 sampai saat ini RSUD Leuwiliang memiliki klasifikasi sebagai Rumah Sakit Kelas Umum B dengan predikat paripurna.

“Sesuai dengan motto kami, melayani dengan hati bertindak dengan logika, serta nilai budaya kerja “PRAYOGA” yakni Profesional, Responsif, Aktual, Yakin, Orientasi, Gigih, serta Amanah, dalam menjawab tantangan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat,” tandas Hesti.

Hesti menambahkan, memang masih ada kekurangan dan keluhan dari masyarakat, yang akan terus kami perbaiki, salah satunya dengan penambahan gedung rawat inap ini. Oleh karenanya kami mengucap terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemkab Bogor yang senantiasa mendukung kami dalam pembangunan gedung rawat inap.

** Cepi Kurniawan/Diskominfo

PWI Kabupaten Bogor Serahkan Santunan Terhadap 32 Anak Yatim

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Majlis Ta’lim Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor pada bulan Muharram 1443 Hijriah menyantuni 32 anak yatim. Penyerahan santunan secara simbolis diberikan kepada 11 orang anak yatim di Musolla Al-Ikhbar Jl Bersih No 1 Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Bogor, Cibinong, Rabu (25/8).

Pengurus Majlis Ta’lim (MT) Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor Abdul Manan mengatakan, santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan rutin setiap tahun, tepatnya setiap bulan Ramadhan dan Muharram. Untuk bulan Muharram tahun ini, santunan berupa uang sebesar 200 ribu per orang, beras 5 Kg, paket sembako dan satu dus mie instant.

“Alhamdulillah, di Tahun Baru Islam 1443 H,  Majlis Ta’lim Al-Ikhbar telah menyalurkan bantuan santunan kepada 32 orang anak yatim berupa uang tunai yang dikumpulkan dari anggota PWI Kabupaten Bogor dan para donatur,” kata Manan.

Manan mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah memberikan sebagian hartanya untuk anak yatim. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Koperasi Warta Karya Mandiri PWI Kabupaten Bogor yang ikut serta memberikan sebanyak 32 karung beras masing-masing 5 Kg per karung. Begitu juga Alfamart yang memberikan 30 paket sembako serta pimpinan PT Hutomo Mandala Sepuluh Sebalas yang mengirimkan 35 dus mie instan.

“Semoga bantuan yang telah diberikan ini bisa bermanfaat, dicatat sebagai amal jariyah dan dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat ganda,” ujar Manan.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bogor H Subagiyo menyampaikan apresiasi kepada para anggota yang telah melakukan kewajibannya dalam menyisihkan rejeki untuk bisa berbagi kepada anak yatim binaan Majlis Ta’lim Al-Ikhbar.

 “Alhamdulilah, walaupun dimasa sulit saat ini karena pandemi masih belum berakhir, kita dari PWI Kabupaten Bogor masih bisa berbagi, karena dari rejeki yang kita terima ada hak orang lain yang perlu kita berikan,” ujar Bagio mengingatkan.

** Nay Nur’ain

Bupati Resmikan Gedung Rawat Inap RSUD Leuwiliang

0

Kasus Covid Turun, Kabupaten Bogor Level 3

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Saat ini Kabupaten Bogor tengah berada di PPKM Level 3, tentu sejumlah kelonggaran pun telah diberikan Pemkab Bogor dengan sejumlah syarat seperti membatasi jumlah maksimum dalam aturan PPKM. Bahkan Pemkab Bogor akan segera melakukan pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat ini, meskipun saat ini angka vaksinasi di Kabupaten Bogor masih berada di angka 13 persen dari target Desember 2021 sebesar 70 persen.

Seperti diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin usai meresmikan Gedung Rawat Inap RSUD Leuwiliang pada Rabu (25/08/2021). Ade Yasin mengatakan, saat ini Kabupaten Bogor setelah aglomerasi berada di Level 4 menjadi Level 3, dan penyebaran kasus Covid-19 menurun.

“Pemkab Bogor memberikan kelonggaran dan relaksasi seperti aturan makan di tempat makan itu harus 30 menit, masuk mal harus dengan syarat mengunduh aplikasi Pedulilindungi, PTM di beberapa sekolah sudah mulai dilakukan, namun belum serentak, hanya 50 persen dan untuk PAUD diizinkan tapi hanya 30 persen,” ungkapnya.

Tidak hanya itu,  Ade Yasin mengatakan, bahwa kegiatan olahraga baik indoor maupun outdoor  dan acara hajatan juga sudah boleh dengan jumlah tamu undangan dibatasi. “Sementara untuk tempat wisata saat ini belum diijinkan, dikhawatirkan terjadi kerumunan,” ujarnya.

Adanya kelonggaran tersebut, Bupati Bogor meminta, kepada masyarakat untuk tidak terlena, guna menghindari wabah Covid-19 kembali menular. “Pemkab Bogor juga terus menggeber vaksinasi dengan target per hari 100 ribu orang, terkait PTM untuk seluruh guru sudah dilakukan vaksinasi, sambil menyusul kalangan pelajar untuk dilakukan vaksinasi serentak di masing-masing sekolah,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Wabup Ikuti Rakor, Jokowi Ingatkan Pengendalikan Inflasi Daerah Dilakukan hati-hati

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2021 dengan Presiden RI Joko Widodo di Pendopo Bupati secara virtual, Rabu (25/8). Joko Widodo memaparkan untuk mengendalikan inflasi perlu waspada dan berhati-hati dalam mengatur antara keseimbangan kesehatan dengan ekonomi terlebih ditengah pandemi Covid-19.

Jokowi menjelaskan, meskipun Indonesia masih menghadapi ketidakpastian, perekonomian negara ini semakin membaik akan tetapi tetap harus menjaga kewaspadaan. Dikuartal kedua tahun 2021 Indonesia mampu tumbuh 7,07% dengan tingkat inflasi terkendali di angka 1,52%,angka inflasi itu jauh di bawah target inflansi 2021 yaitu 3%. Inflansi yang rendah bukan hal yang menggembirakan karena bisa saja ini mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat akibat pembatasan aktifitas dan mobilitas.

“Di kuartal ketiga tahun 2021 kita harus waspada dan berhati-hati mengatur keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi dengan mengatur rem dan gas antara ekonomi dan pengendalian penyebaran Covid-19.  Harus bisa kita kendalikan dan masyarakat yang rentan harus bisa kita lindungi, daya beli masyarakat harus terus ditingkatkan yang akan mendorong sisi permintaan serta bisa menggerakan mesin pertumbuhan ekonomi,” papar Jokowi.

Joko Widodo menekankan ada beberapa hal untuk menjadi perhatian yakni TPIP dan TPID agar bisa terus menjaga ketersedian stock dan stabilitas harga barang utamanya barang kebutuhan pokok, karena dalam kondisi daya beli masyarakat yang menurun serta stabilitas harga bahan pangan sangat penting bagi rakyat Indonesia, oleh sebab itu segera selesaikan, jika ada hambatan di lapangan baik itu kendala diproduksi maupun kendala didistribusi. Tiap kota harus cek lihat lapangan, apakah ada kendala produksi maupun distribusi.

Kemudian dirinya juga meminta agar TPIP dan TPID tidak hanya fokus pada mengendalikan inflansi saja, tetapi juga harus proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh, karena makin produktif membantu meningkatkan produktifitas petani dan nelayan, memperkuat sektor UMKM agar mampu bertahan dan bisa naik kelas.

“Kita juga harus memanfaatkan pandemi ini dalam meningkatkan nilai tambah disektor pertanian, karena ditengah pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi sektor unggulan, bisa  bergerak dan melibatkan banyak tenaga kerja.  Alhamdulillah di kuartal pertama 2021 sektor pertanian mampu tumbuh positif patut kita syukuri, tumbuh positif 2,95% dan di kuartal  kedua masih kembali tumbuh positif diangkat 0,38%, saya yakin Insyallah di kuartal ketiga sektor petanian juga masih bisa tumbuh lebih baik lagi, karena potensi pasar tetap masih sangat besar baik di dalam negeri maupun untuk ekspor keluar pada semester pertama tahun 2021 dari Januari sampai Juni 2021,” jelas Jokowi.

Menurutnya, kelembagaan petani dengan model cluster perlu diperkuat oleh Badan Usaha Milik Petani atau koperasi, perlu terus dikembangkan sehingga nilai tambah dari pasca panen ini terus bisa ditingkatkan. Askes pemasaran harus diperluas dengan menjalin kemitraan dengan industri, akses pembiayaan juga perlu dipermudah, disederhanakan dalam hal pembiayaan.

Pemerintahan akan terus cepat menyalurkan dalam KUR, terutama KUR pertanian tahun 2021 sebesar 70 triliun. Khusus untuk KUR pertanian dari total KUR yang ada 253 triliun rupiah, skema penyaluran KUR akan terus disempurnakan agar sesuai dengan karakteristik usaha-usaha yang ada di bidang pertanian.

“Persyaratan KUR juga harus dipermudah, KUR juga harus bisa dimanfaatkan untuk peningkatan pasca panen seperti dalam pengadaan RMMU sehingga KUR semakin dirasakan petani. Selain itu saya minta kepada para menteri , kepala lembaga, kepala daerah untuk memperkuat pendampingan para petani akan teknologi termasuk platform digital untuk mendorong peningkatan produktifitas petani dan memotong panjangnya mata rantai pemasaran UMKM pangan,” terangnya.

Selanjutnya, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, sampai Juli 2021 inflasi terjaga rendah dihampir seluruh daerah, karena kerja keras serta stimulasi dan stabilitas kuatnya permintaan dan ketersedian pasokan, diperkirakan inflasi di tahun 2021 dan 2022 akan mencapai kisaran 3%.  Meskipun risiko kenaikan inflasi pada tahun 2022 perlu diantisipasi sejak kenaikan permintaan domestik dan harga komunitas dunia.

Rakornas ini perlu dijadikan momentum untuk memperkuat peran 4M. Dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia dan kesejahteraan masyarakat, ia memandang upaya penguatan kepada UMKM pangan dalam ekosistem ekonomi serta integrasi disertai adaptasi penggunaan teknologi digital perlu terus diperluas dari hulu hingga hilir, termasuk akses pasar yang lebih luas bagi UMKM pangan.

“Kami bersama ibu Menteri Keuangan baru saja menyepakati keputusan bersama yang ketiga dalam kerjasama pemilihan, penanaman, kesehatan dan kemanusiaan yang melonjak karena dampak Delta Varian Covid-19. Melalui transformasi UMKM, termasuk UMKM pangan, pengembangan terus kami lakukan di kantor pusat dan diseluruh 46 kantor-kantor di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Kedepan dirinya akan membuka peluang, menembus dan memperluas ekspor termasuk mendorong peran kegiatan ekpor yang telah memanfaatkan platfrom digital sebagai penghubung dengan pasar internasional,” tukasnya.

** Nay Nur’ain

Mediasi tak Buahkan Hasil, Karyawan PT TMM Akan Adukan ke Disnaker

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pihak perusahaan PT.Trinitans Metals and Mineral (TMM) melakukan mediasi dengan karyawan, Rabu (25/8). Namun pertemuan tersebut tak membuahkan hasil mengenai jumlah pesangon yang akan diterima 20 orang karyawan PT TMM yang sudah di PHK. Karyawan PT TMM pun akan adukan perusahaan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor dan akan menempuh jalur hukum jika haknya tidak dipenuhi.

PT. TMM yang berada kampung Parung Tanjung Nomor 89, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri diduga telah melakukan hal diluar prosedur terhadap beberapa karyawannya, mulai dari iuran BPJS Ketenagakerjaan yang tidak dibayarkan serta penunggakan pembayaran gaji karyawan.

Sigit Nugraha, salah satu karyawan yang menjadi korban PHK PT TMM mengatakan, dirinya kecewa dengan hasil mediasi karena hasil pembahasan masih sama dengan pertemuan sebelumnya.

“Kami meminta hak kami sesuai aturan yang sudah ditentukan, yaitu memberikan pesangon sebesar 1 PMTK dan dibayarkan 3 kali bayar jika perusahaan tidak mampu membayar sekaligus, walaupun jika mengikuti aturan normalnya seharusnya berhak mendapatkan 2 PMTK,” jelas Sigit kepada Jurnal Bogor, Rabu (25/08/21).

Masih kata dia, pada kenyataannya apa yang disampaikan perusahaan masih sama dengan yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya dengan alasan merugi selama 2 tahun sehingga pihak perusahaan melalui kepala HRD Julliana  dan Sri Suprihatin tetap bersikeras hanya akan memberikan pesangon sebanyak 0,5 PMTK dalam jangka waktu 12 bulan.

“Yang benar saja kami mau dibayar sebanyak 0,5 PMTK selama 12 bulan pula, udah seperti kredit panci, sedangkan selama ini kami masih kooperatif menunggu niat baik perusahaan, tapi jika perusahaan masih keukeuh dengan keputusannnya , maka kami akan ambil langkah selanjutnya dengan melibatkan Disnaker dan pengacara jika perlu,” jelas Sigit.

Menurutnya , selama ini dirinya dan rekan – rekan lainnya sudah cukup sabar karena tidak membongkar kezoliman yang dilakukan perusahaan, mulai dari tidak dibayarkannya iuran BPJS Ketenagakerjaan per Oktober 2020. Namun anehnya dalam slip gaji sudah dipotong iuran BPJS tersebut.

“Kecurangan ini tadinya tidak mau kami ungkit asalkan berikan hak kami untuk menerima pesangon 1 PMTK, dan kami sudah memberikan keringanan kok jika tidak mampu sekaligus maka perusahaan bisa mencicil 3 kali bayar,” katanya dengan nada kesal.

Dia berharap, dinas terkait dan DPRD Kabupaten Bogor turut memperhatikan nasib mereka karena apa yang dirasakan ini adalah dampak dari kebijakan pemerintah. Dia meminta pemerintah jangan tutup mata terhadap pihak perusahaan yang memanfaatkan kebijakan untuk memberhentikan karyawan secara sepihak tanpa mengikuti aturan yang seharusnya.

Saat dimintai keterangan melalui telepon selularnya, Kepala HRD Julliana tidak menanggapi dan langsung menutup teleponnya. Sampai diturunkannya pemberitaan ini belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan.

** Nay Nur’ain