22.4 C
Bogor
Thursday, April 16, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1092

Muscam KNPI di Nanggung Ricuh, Ini Penjelasan Panitia Penyelenggara

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Panitia penyelenggara membantah tudingan miring kecurangan ketika kericuhan terjadi pada Muscam PK KNPI Kecamatan Nanggung pada Minggu (12/9) lalu. Ketua Panitia Muscam KNPi Hafid Solihin menyatakan bahwa terjadinya kericuhan saat Muscam PK KNPI Kecamatan Nanggung, itu justeru adanya indikasi rencana menggagalkan pelaksanaan Muscam.

“Kita lihat adanya mobilisasi massa di luar peserta, kami anggap bagian dari upaya membuat Muscam chaos dan menjadi gagal,” ungkapnya.

Padahal, menurut Hapid dari hasil mediasi kedua calon tersebut sudah siap dan berkomitmen menjaga kondusifitas Muscam yakni salah satunya klausul dari pakta integritas. “Perjanjian itu berbunyi jika ada salah satu calon tidak mendukung kondusifitas maka bersedia untuk digagalkan pencalonannya. Jadi kami sangat menyayangkan upaya-upaya terkesan anarkisme  untuk menggagalkan Muscam tersebut,” jelasnya.

Saat ini, kata dia,  kebijakan selanjutnya adanya di pihak DPD KNPI Kabupaten Bogor dan pihaknya masih menunggu. Panitia juga membantah dengan sikap salah satu OKP yang menyebut adanya pelolosan surat keterangan organisasi kepemudaan (SK OKP) yang tidak legal atau ganda.

“Kami tegaskan pernyataan itu tidak benar, karena ditahap verifikasi surat keputusan (SK) pada perinsipnya panitia hanya menerima salinan SK OKP berdasarkan rilis data dari DPD Kabupaten Bogor,” kata dia.

Sementara tuduhan dengan kecenderungan keberpihakan panitia terhadap salah satu calon, ia menyebut hal itu adalah pernyataan ngawur dan jelas keliru alias liar dan tidak berdasar. “Tidak ada bukti panitia berpihak ke salah satu calon, prinsip panitia tetap menjaga netralitas dan menyelenggarakan Muscam secara aman dan kondusif,” tegasnya.

“Kami sebagai panitia justru menyayangkan adanya tindakan anarkis dari pendukung salah satu calon tersebut,” tandasnya.

** aripekon

Tingkatkan Mobilitas Warga dan Petani, Pemdes Karehkel Buka Jalan dengan Pisew dan Samisade

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor terus melakukan pembangunan. Selain melakukan pembangunan dengan menggunakan duit Samisade, juga melaksanakan kegiatan pembangunan yang bersumber dari PUPR dengan Program Infratruktur Swadaya Ekonomi Wilayah atau Pisew.

Kepala Desa Karehkel, Odih Marwan mengatakan, di Kampung Bojong Abuya dan Kampung Bojong  Tengah ada 2 titik pembangunan yaitu pembukaan akses jalan dengan melakukan   pembangunan TPT melalui program Pisew dengan panjang  1200 meter tinggi  bervariasi 1,2 meter,  lebar 30 cm dan betonisasi memakai dana Samisade dengan panjang 2 kilometer.

“Untuk membuka akses jalan dan bisa mempermudah jalan yang menghubungkan antara RW di wilayah sana,” kata Odih kepada wartawan.

Direalisasikan Program Samisade dan Pisew di lokasi tersebut untuk mempermudah akses warga yang semula tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat kini setelah pembangunan selesai kendaraan roda 4 bisa masuk.

“Dengan begitu para petani di sana ketika jalan sudah selesai dibangun itu bisa mengurangi ongkos pikul, karena mobil bisa langsung masuk,”katanya.

Odih berharap dengan program Bupati yang baru ini (Samisade)  bisa meningkatkan infrastruktur wilayah di masing-masing desa dengan tujuan membuka akses perekonomian warga.

“Mudah mudahan Wilayah yang ada di kabupaten Bogor minimal akses jalan tidak ada lagi yang terisolir dan untuk pisew sebagai upaya dukungan pembangunan yang mendukung program reguler dan bisa memudahkan mobilitas perekonomian,”pungkasnya.

Lebih lanjut kata Kades, untuk pengerjaan itu dilakukan swadaya oleh warga dan untuk peralatan itu dari BUMDes. “Jadi kita secara bergantian yang kerjanya melibatkan masyarakat, dan BUMDes itu alatnya,” pungkasnya.

** cepikurniawan

Tambal Ban dan Bensin Eceran Terbakar Bikin Warga Panik

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Sebuah bangunan tambal ban dan bensin eceran milik pensiunan polisi di Kampung Geledung, Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor ludes terbakar, Selasa (14/9/2021).

Seorang penjaga konter Lisna menceritakan, api langsung membesar bahkan tumpahan bensin yang berceceran ke jalan membuat api merembet dan membuat warga dan penggunaan jalan panic hingga sempat terjadi kemacetan.

“Warung itu milik pa Djuanda (pensiunan polisi) tambal ban dan sebelahnya ada bensin eceran, gak ada korban jiwa hanya warga sini yang sedang berada disana kena luka bakar di bagian kakinya,” kata Lisna (37) kepada wartawan.

Menurut Komandan Sektor Dinas Pemadam kebakaran Sektor Leuwiliang, Sukmayadi, kebakaran itu dipicu saat pemilik tambal ban sedang menambal ban motor, namun api dari cairan spirtus  menyambar ke bensin yang saat itu dituangkan ke botol.

“Sehingga api merembet dan langsung membakar bangunan tambal ban yang terbuat dari bahan kayu,” katanya.

Sukmayadi mengatakan dalam peristiwa kebakaran itu tidak ada korban jiwa, namun satu warga mengalami luka bakar ringan, dan ditaksir kerugian mencapai Rp 50 juta. “Atas kejadian itu juga aliran listrik padam karena kabel yang saat itu persis berada di atas bangunan tambal ban itu terputus akibat kena kobaran api,” pungkasnya.

** cepikurniawan

Sering Digerus Hujan, Jalan di Nanggung Ambles Cukup Parah

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Akses jalan utama milik Kabupaten Bogor tepatnya di Kampung Dukuhkawung RT 05 RW 02, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Seperti diketahui, jalan itu ambles pada Agustus lalu, namun hingga kini belum ada perbaikan dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Salah satu pengendara, H Yaya menerangkan, amblesnya jalan itu sekitar 3 meter dan panjang 15 meter sehingga bergeser mendekati kali besar sepanjang 5 meter. Awal mula kejadian itu pada pertengahan  Agustus, salah satu penyebab amblesnya jalan itu adanya aktivitas galian tanah hingga berkurangnya resapan air, ditambah beban berat penumpukan material tanah sehingga meimbulkan beban berat dan berdampak pada kerusakan jalan.

“Setiap hujan lebat jalanan itu terus bergeser, hingga posisi mendekati tebingan yang berdekatan dengan kali besar. Setelah diguyur hujan tadi malam (Senin /13/9 malam) kerusakan jalan itu keadaannya semakin parah,” terang H Yaya kepada Jurnal Bogor, Selasa (14/9).

Menurutnya, saat ini pengendara terpaksa harus berhati-hati saat melintasi jalan itu. Karena, jalan tersebut saat ini hanya bisa dilalui satu arah secara bergantian. Bahkan, warga juga sangat menyayangkan dengan kondisi jalan seperti itu yang hingga saat ini belum juga diperbaiki oleh dinas terkait.

Menurutnya, dilihat keadaan sekarang, kata H. Yaya kondisi jalan sangat membahayakan dan berharap segera diperbaiki agar tidak terjadi korban kecelakaan.

Sementara itu, Kepala  UPT Jalan dan Jembatan wilayah VI Cigudeg Punti Minesa  mengaku telah mengetahui perihal jalanan yang ambles di Jalan Ace Tabrani Kampung Dukuhkawung dan bahkan sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan penanganan darurat untuk meminimalisir  pergeseran tanah itu,” ucap Punti saat dikonfirmasi via selulernya.

Kemungkinan nantinya kata dia ada beberapa bagian yang harus diturap ataupun dilakukan pengurukan agar tidak terlalu dalam amblesnya. “Nanti kami atur jadwal dulu karena alat beratnya masih digunakan penanganan bencana longsor yang berada di wilayah Cigudeg,” pungkasnya.

**aripekon

Dukung Pemerintah, KKBK Beri Sembako Bagi Pelajar dan Warga yang Divaksin

0

Pamijahan l Jurnal Inspirasi

Kesatuan Keluarga Besar Kesepuhan (KKBK) memberikan ratusan paket sembako bagi masyarakat yang divaksin di kediaman Ketua Umum KKBK  Abah Surya di Kampung Cisalak, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, kemarin.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 tersebut digagas mahasiswa KKN-Dik STKIP Muhammadiyah Bogor yang bekerjasama dengan Puskesmas Ciasmara serta Pemdes Cibunian dengan sasaran vaksinasi yakni 50 pelajar SMP dari Yayasan Putra Mutiara Bangsa dan 350 warga setempat.

“Pelaksanaan vaksinasi adalah sebuah bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan vaksinasi Covid 19,” ujar Abah Surya.

Kegaiatan tersebut berjalan lancar, dan Abah Surya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam vaksinasi. “Ditargetkan sebanyak 400 warga dalam vaksinasi ini, dan alhamdulillaah telah tercapai. “Vaksinasi ini juga salah satu persiapan menuju Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah,” ucap Abah Surya.

Abah Surya

Tak hanya itu,  persiapan PTM juga kata dia ingin membentuk herd immunity terhadap masyarakat, dengan harapan Indonesia Sehat dan Berjaya. Masih menurut Abah Surya Atmaja, melihat animo  masyarakat akan vaksinasi yang begitu tinggi, pihaknya kedepan berencana melakukan kegiatan serupa.

Sementara itu, Ketua Panitia Vaksinasi Covid-19 Siti Khodijah yang juga sebagai mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bogor menambahkan, pelaksanaan vaksinasi tersebut selain sasaran kalangan pelajar, juga orangtua siswa.

**aripekon

Anggaran Diklat 3in1 Tidak Besar Tapi Bermanfaat Besar

0

Stenly Ngelo: Refocusing Anggaran Diklat 3in1 Sangat Tidak Tepat

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Organisasi Pekerja Garmen Seluruh Indonesia (OPGI) merespon positif Diklat 3in1. Program dari Kementerian Perindustrian RI ini dinilai luar biasa memberikan manfaat kepada masyarakat. “Bagi kami sebagai asosiasi pekerja patut dicontoh oleh lembaga lain baik pusat maupun daerah. Banyak program pelatihan pekerja dari pemerintah pusat maupun daerah yang sangat disayangkan tidak berorientasi pada penempatan kerja, bagi kami kegiatan itu percuma di laksanakan,” ujar Ketua Umum OPGI Stenly Ngelo dalam keterangannya, Selasa (13/9).

Menurutnya, seyogianya program yang tepat sasaran dan bermanfaat, harus terus dikembangkan untuk semua bidang kerja. Pasalnya, penggangguran semakin banyak akibat pandemi Covid-19 sehingga perlu perhatian, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk melaksanakan progam yang benar dan tepat sasaran serta bermanfaat.

Stenly juga menegaskan mengenai informasi yang sangat menganjal bahwa saat ini anggaran Diklat 3in1 di refocusing untuk penanganan Covid-19. Padahal anggaran Diklat 3in1 kata dia, tidak besar tapi bermanfaat besar. Dalam penanganan bencana ada 3 hal penting yang di laksanakan. Mitigasi-Tanggap Darurat-Rehab/Recont. Apakah melatih dan menempatkan kerja orang yang mengganggur karena bencana tidak masuk dalam penaganan bencana? atau rehab/recont,” tandas Stenly yang juga Ketua B2P3 (Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila) Jawa Barat.

Seperti diketahui Diklat 3in1 merupakan Pelatihan-Sertifikasi-Penempatan kerja adalah program pelatihan yang barbasis Sertifikasi dan penempatan kerja. Program ini mangacu kepada SKKNI Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan KKNI Kompetensi Kerja Nasional Indonesia serta di assessment oleh LSP Lembaga Sertifikasi Profesi yang sah dan terdaftar di BNSP Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Proses pelaksanaan program ini adalah sebelum dilaksanakan, perusahaan mengajukan permohonan kebutuhan pekerja (kebutuhan pekerja dalam 1 bulan dan 1 tahun, peserta direkrut berdasarkan syarat ketentuan perusahaan, dilaksanakan pelatihan sesuai dengan keterampilan kerja yang dibutuhkan perusahaan, dan perusahaan wajib menerima peserta diklat yang telah dinyatakan lulus uji kompetensi.

**asepssayyev

Cerita UMKM Kuliner Rendang Mak Tuo yang Tetap Cuan Meski di Tengah Pandemi

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Berbagai dampak dirasakan oleh semua orang di berbagai sektor, terutama sektor ekonomi yang membuat para pengusaha harus berpikir keras menghadapi kondisi new normal seperti sekarang ini. Ternyata tidak semua pengusaha terdampak pandemi, salah satunya Sukiatno pendiri sekaligus pemilik UMKM Rendang Kemasan dengan merek dagang Mak Tuo.

“Alhamdulillah, selama pandemi ini permintaan Rendang Mak Tuo malah meningkat,” ungkap Sukiatno. Berkah yang dirasakan Sukiatno itu berkat konsistensinya dalam menjaga mutu dan memasarkan Rendang Mak Tuo.

“Kalau menyangkut mutu memang saya tidak pernah mau kompromi. Saya sendiri yang membeli dan menyiapkan bahan baku, seperti daging sapi dan rempah-rempah,” jelas Sukiatno dari dapur produksi rendangnya di Jl. Wijaya 1 Gg. Langgar Rt. 006 / 003 Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sukiatno mengatakan, usaha rendang kemasan yang dikelolanya sudah berlangsung selama enam tahun. Sebelum jadi pengusaha rendang yang sukses, Sukiatno sempat mencoba berbagai profesi, termasuk menjual masakan untuk acara kekahan. Sukiatno tidak memungkiri, ketika usaha rendangnya ini baru berdiri, ia menemui banyak tantangan salah satunya masalah dalam permodalan.

“Walaupun rendang produksi saya itu banyak disukai pelanggan, tapi sulit berkembang karena kekurangan modal,” jelas Sukiatno. Akibat kekurangan modal itu, produksinya menjadi terbatas dan pemasaran pun sulit berkembang. Kesulitan itu berubah menjadi optimisme setelah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan memberikan bantuan permodalan. Telkom sendiri memang sejak lama punya kepedulian dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Berkat bantuan itu, saya mulai bisa mengembangkan usaha,” kata Sukiatno. Ia pun membenahi rumahnya sekaligus tempat produksinya. Berbagai peralatan memasak pun ditambahkan sehingga kapasitas produksinya naik. Salain itu, sebagai Mitra Binaan Telkom Rendang Mak Tuo kerap diajak mengikuti berbagai pameran agar dapat mempromosikan Rendang Mak Tuo. Selain dukungan modal, Telkom juga membantu Rendang Mak Tuo untuk memperoleh Sertifikat P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari Pemerintah.

Reseller Bikin Laris

Jika banyak pelaku UMKM kerap kesulitan dalam memasarkan produknya, tidak demikian dengan rendang Mak Tuo. Pemasaran rendang Mak Tuo terbilang mulus, dalam arti laris-manis. Pola pemasaran Mak Tuo adalah memanfaatkan para reseller. Rendang Mak Tuo saat ini memiliki tidak kurang dari 100 reseller. Para reseller inilah yang aktif menjual rendang Mak Tuo kepada konsumen atau memasukkan ke toko- toko.

Pola kerjasama dengan reseller ini dipandang paling tepat untuk memasarkan Mak Tuo. “Mereka yang membuka pasar, saya cukup fokus kepada produksi dan quality control,” ujar Sukiatno yang akrab dipanggil Kiat ini. Kiat menjelaskan, para reseller-nya ia nilai cukup kreatif. Selain memasukan ke toko- toko dan menjual langsung kepada pelanggan, reseller juga mengembangkan pemasaran digital, yakni melalui marketplace atau media sosial.

“Namun saya engga mau sembarang kerjasama dengan calon reseller yang tidak saya kenal baik,” tambah Kiat. Produk unggulan Mak Tuo adalah rendang sapi kering hitam. Tapi Mak Tuo juga menyediakan Rendang Paru Kering.

“Rendang Paru cita rasanya gurih dan renyah layaknya kerupuk yang ketika digigit bunyinya kriuk kriuk,” jelas Sukiatno. Tidak ketinggalan, Rendang Paru Basah, yang juga siap menggugah selera. Coba juga rendang jengkol Mak Tuo! Iya jengkol, kata orang bila makan jengkol kita susah berhenti sebelum habis. Apalagi kalau jengkol itu dipadu dengan rendang. Siapa berani nolak ?

Ingin makan rendang tapi berpantang makan daging? Jangan khawatir Mak Tuo juga menyediakan rendang tanpa daging alias bumbu rendangnya saja. Sedangkan buat anak-anak tersedia Rendang Anak, yang berbentuk bola daging dan tidak pedas. Menu lain yang wajib dicoba adalah rendang kentang.

“Ciri khas Rendang Mak Tuo adalah kering dan hitam,” ujar Sukiatno, seraya menjelaskan bahwa memasak rendang tentu tak main-main. Rendang dimasak dengan suhu rendah dalam waktu lama. Proses masaknya bahkan bisa memakan waktu berjam-jam. Itulah sebabnya, ia dibantu oleh 12 karyawan yang bekerja secara bergiliran. Rendang Mak Tuo bisa didapat mulai dari harga Rp70 ribuan untuk kemasan (peles) 200 gram, hingga Rp150 ribuan untuk kemasan (peles) 600 gram. Sedangkan varian rasanya ada yang original dan pedas. Rendang Mak Tua jika disimpan di suhu ruangan tetap baik disantap sampai satu bulan, sementara di lemari es bisa bertahan sampai tiga bulan. Siapa mau coba?

**frs/rls

H. Anton : Masyarakat Harus Bersatu Hadapi Pandemi

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Anggota MPR RI H. Anton Anton Sukartono Suratto merasa sangat optimistis dengan bersatu, bangsa Indonesia bisa menghadapi pandemi Covid-19. Pandemi harus menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebangsaan. 
 
“Konsensus kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD RI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, telah menjadi perekat bangsa dan sudah teruji dalam menghadapi krisis sejak Indonesia merdeka tahun 1945, maka dari itu dengan bersatu saya yakin dan optimis Indonesia dapat melalui pandemi ini,” ujar H. Anton dalam acara Dengar Pendapat Masyarakat Empat Pilat MPR, di Aula Terbuka Demokrat Sport Center, Selasa (3/08/2021)

 
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu menuturkan karakter bangsa Indonesia diturunkan dari empat pilar kebangsaan. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. 

“Karakter bangsa itu antara lain saling hormat menghormati, rasa kebersamaan dan tolong menolong, rasa persatuan dan kesatuan, rasa peduli dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan,” tutur dia. 
  
Dalam kesempatan ini, H. Anton juga mengajak masyarakat untuk terus menerapkan protocol Kesehatan sesuai anjuran yang telah di keluarkan pemerintah, ia juga mengajak masyarakat mengikuti kegiatan vaksinasi.

“Gerakan hidup sehat dan bersih harus senantiasa di terapkan oleh masyarakat di kala pandemi saat ini, penggunaan masker juga harus di terapkan sesuai anjuran yang sudah di keluarkan, serta saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan katip dalam kegiatan vaksinasi supaya herd immunity di Indonesia akan segera tercapai,” pungkasnya.

Gita Purnama

Kang Anton Ajak Lurah dan Camat Bumikan Empat Pilar ke Masyarakat

0
H. Anton Sukartono Suratto Anggota MPR RI tengah menyampaikan materi sosialisasi empat pilar MPR RI

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Anggota MPR RI yang juga menjabat Sekretais MPR RI Fraksi Demokrat H. Anton Sukartono Suratto, mengajak lurah dan camat di wilayah Kabupaten Bogor ikut membumikan atau sosialisasi empat pilar MPR ke masyarakat.

Empat pilar MPR yaitu pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. 

Pria yang akrab disapa Kang H. Anton mengatakan, kolaborasi ini diharapkan dapat membuat Empat Pilar MPR membumi di bumi tegar beriman, sehingga di tingkat desa dan kecamatan dapat terus di gemakan terkait Pancasila, UUD 1945 NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika kepada semua lapisan masyarakat. 

“Kami berharap, melalui peran aktip para lurah dan camat di wilayah kbupaten bogor, Empat Pilar MPR dapat di sosialisasikan secara massif kepada masyarakat, sehingga pengamalan empat pilar MPR dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat,” ucap H. Anton Sukartono Suratto, di aula terbuka Demookrat Sport Center, Rabu (9/06/2021).

Menurut Kang Anton, penyampaian sosialisasi empat pilar MPR yang disampaikan para lurah maupun camat, diharapkan dapat tersampaikan pesannya dengan baik dan lebih mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. 

“lurah dan camat yang ada di sini pasti banyak kader dan simpatisannya, sehingga bisa memberikan manfaat dengan menyampaikan empat pilar MPR. Penyampaiannya, bisa bentuk penulisan, atau langsung secara lisan,” papar Anton. 

Gita Purnama

Dugaan Tipikor Baju Batik Guru

0

Polres Bogor Tunggu BPKP Jabar

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Polisi Resort (Polres) Bogor masih melakukan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pengadaan baju batik guru di Kabupaten Bogor pada awal Tahun 2021.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Bogor, Ajyn Komisaris Polisi (AKP) Handreas Adrian mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap dugaan perkara dengan salah satu saksi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagin) Kabupaten Bogor tersebut.

“Kami melibatkan instansi terkait untuk mengetahui adanya kerugian negara atau tidak. Kami baru kirim permintaan audit ke BPKP Jabar,” ujar AKP Handreas kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Polres Bogor telah melakukan pemanggilan sejumlah saksi terhadap dugaan kasus pengadaan baju batik para pendidik di wilayah Bumi Tegar Berikan.

AKP Handreas menerangkan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap pejabat eselon dua di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Iya kami sudah panggil dan saudara Entis memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas dugaan kasus tipikor pengadaan baju batik guru,” ungkapnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Purwakarta itu menegaskan, pihaknya masih terus memproses atas dugaan kasus tipikor kegiatan tahun 2021.

“Kami masih melanjutkan penyelidikan atas dugaan perkara Tipikor pada kegiatan tahun 2021 yang meilbatkan Disdik Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa penyidik telah meminta keterangan lebih dari tiga orang saksi dalam dugaan perkara tersebut. “Sudah ada 5 saksi yang diklarifikasi, itu termasuk saudara Entis Sutisna,” katanya.

Sementara itu, Entis Sutisna menjelaskan, bahwa belanja baju batik guru pada awal tahun 2021 tersebut tidak memakai anggaran belanja Pemkab Bogor.

“Beli batik guru itu non APBD. Anggaran belanja baju batik itu menggunakan uang guru yang memang dikumpulkan di bendahara Disdik Kabupaten Bogor,” jelas Entis.

Kadisdagin Kabupaten Bogor itu menerangkan, pembelian seragam batik para pendidik Kabupaten Bogir tersebut tanpa ada unsur paksaan pihaknya.

“Beli baju batik khas Disdik itu atas permintaan guru-guru. Dari 11 ribu guru yang ada di Kabupaten Bogor yang beli baju batik ada sebanyak 8160 dengan total anggaran hampir 2 miliar rupiah. Tidak semua guru beli baju batik, artinya tak diwajibkan,” terangnya.

Lebih lanjut mantan Camat Ciampea itu memaparkan, panggilan Polres Bogor tersebut atas adanya aduan masyarakat (Dumas) terhadap belanja batik guru.

“Iya, ini ada Dumas lah yang melaporkan. Belanja tersebut tidak melalui proses lelang karena memang tidak ada pagu anggaran alias non APBD,” paparnya.

**noverando.h