22.4 C
Bogor
Thursday, April 16, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1090

Angka Kehamilan Melonjak, Pembagian Kontrasepsi tak Maksimal

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Program pembagian alat kontrasepsi pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) rupanya tak efektif. Diketahui, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor angka kehamilan di Kota Bogor mencapai ribuan orang selama pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, keberadaan alat kontarasepsi di Kota Bogor sendiri semuanya dipenuhi oleh BKKBN Pusat melalui BKKBN Provinsi Jawa Barat. Alat kontrasepsi yang di sediakan adalah IUD, implant , suntik, pil dan kondom.

Sedangkan alat penunjang pelayanan KB berupa IUD kit dan Implant pengadaannya di lakukan oleh DPPKB Kota Bogor dengan dana yang berasal dari Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Kesehatan-Keluarga Berencana dengan jumlah pengadaan untuk tahun 2021 adalah 27 unit IUD kit dan 27 Unit Implant kit , dengan total anggaran Rp.307.335.600.

Sekretaris Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, jumlah angka kehamilan di Kota Bogor terus meningkat.pada 2021, angka kehamilan di Kota Bogor hingga Juli mencapai 11758 dari estimasi sasaran 19238. “Untuk tahun 2020 sendiri angka kehamilan mencapai 20605 dari estimasi 20.902,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/9).

Menurut dia, upaya pengendalian kehamilan terus dilakukan dinas kesehatan Kota Bogor dengan berbagai cara.

Diantaranya edukasi, konseling, mengadakan pelayanan kb lewat pelayanan rutin di semua puskesmas di Kota bogor, bidan praktek mandiri dan safari Keluarga Berencana dengan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif mencegah kehamilan.

“Untuk edukasi, kita lakukan ke pasangan usia subur di edukasi tersebut dijelaskan untuk menjarangkan kehamilan lewat program KB. Sedangkan untuk konseling dilakukan pada remaja untuk mencegah terjadinya pernikahan dini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dalduk KB Kota Bogor, Rakhmawati mengatakan bahwa alat kontrasepsi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu.

Apabila diuangkan, sambung dia, bantuan itu sekitar Rp400 juta, sebab untuk karya implan dan Ayudi sama, harga satuannya Rp17 juta.

“Untuk sosialisasi selama ini terus jalan dan yang mencari sasaran adalah kader. Jadi kader yang membawa ke rumah sakit atau pada pusat kesehatan,” pungkasnya.

**fredykristianto

Jatah Bolos ASN Dipangkas, Tak Masuk Kerja 28 Hari, Dipecat!

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah pusat memangkas jatah bolos Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 46 hari menjadi 28 hari. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Poin penting yang tertuang dalam regulasi yang diteken per 31 Agustus 2021 oleh Presiden Jokowi itu, yakni berupa pemberhentian ASN yang membolos 28 hari secara komulatif tanpa alasan yang jelas.

Diketahui, dalam pasal 11 ayat (2) huruf d angka 3, berbunyi Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS bagi PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah secara kumulatif selama 28 (dua puluh delapan) hari kerja atau lebih dalam 1 (satu) tahun.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Formasi Data dan Kepangkatan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK­PSDM) Elyis Sontikasyah mengatakan, kendati terdapat perubahan dalam sanksi pemberhentian, tetapi regulasi itu tak serta merta langsung diterapkan. Sebab, masih harus menunggu aturan turunan dari Permendagri.

“Kalau mengacu pada ketentuan Pasal 6 PP 94 tahun 2021, mengenai teknis penerapan kewajiban PNS masuk kerja. Itu diatur Permen, sehingga kami masih menunggunya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/9).

Ia mengatakan, saat ini Permendagri tersebut belum diterbitkan dari pusat ke daerah. Selain itu, ketentuan jam kerja pada PP 94 Tahun 2021 juga belum diterbitkan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri mengaprrsiasi adanya regulasi tersebut. Menurutnya, aturan itu akan merangsang para ASN untuk lebih meningkatkan kinerja dan mengabdi kepada masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi langkah pemerintah pusat. Ini salah satu terobosan dalam mengubah perilaku. Sehingga tak ada lagi oknum ASN yang bekerja semaunya dan abai terhadap tanggung jawab,” imbuhnya.

**fredykristianto

Mahasiswi KKN UIKA Gelar Sosialisasi Vaksin di SMA dan SMP Desa Cibunian

0

Pamijahan | Jurnal Inspirasi

Adanya program vaksinasi dalam rangka mencegah dan memutus rantai COVID-19 sudah lama berjalan. Program ini diperlukan dukungan masyarakat untuk menyukseskannya. Oleh karena itu, peran aktif dari berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam mengedukasi masyarakat terkait program vaksinasi itu penting.

Oleh karena itu, Tim KKN Mahasiswi Ibnu Khaldun Bogor menggelar sosialisasi vaksin di SMP Al Fikri dan SMA Bumi Putra Desa Cibunian. “Saya rasa sosialisasi vaksin dilokasi terkait sangat dibutuhkan. Selain mengajak untuk vaksin, sosialisasi juga sangat berperan penting agar mereka tidak takut vaksin, dan sadar bahwa pentingnya vaksinasi untuk diri kita sendiri,” ujar pemateri dari salah satu team KKN UIKA, Azizah kepada Jurnal Bogor, Rabu (15/9/21).

Selain memberi pengertian COVID-19, pemateri juga memaparkan betapa pentingnya vaksinasi untuk diri sendiri. Agar lebih dimengerti, pemateri juga menunjukkan ilustrasi bagaimana cara kerja vaksin ketika memasuki tubuh kita masing-masing. “Untuk partisipan sendiri  sangat antusias, sebelumnya juga mereka sudah mengetahui bahwa vaksin itu memang penting. Dari sosialisasi ini, kita tinggal menekankan, serta benar-benar meyakinkan aja,” ujarnya.

Karena SMP dan SMA terkait sudah melakukan pembelajaran tatap muka meski diminimkan kapasitasnya, tak lupa, pemateri juga mengingatkan agar ketat dan taat dalam menjalankan prokes yang sudah ditentukan oleh Satgas COVID-19. ” Yang pasti harapan dari semua, pandemi ini cepat berlalu. Apalagi vaksinasi juga sudah berjalan dan sudah banyak juga yang divaksin, jadi sangat besar harapan kita semuanya kembali seperti semula,” tutupnya.

** ummiazzahazizah-kkn/Uika

Anggota Dewan Minta PUPR Segera Perbaiki Jalan Ambles di Nanggung

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung meminta Dinas PUPR untuk segera melakukan penanganan insfrastruktur jalan yang mengalami ambles di wilayah Kecamatan Nanggung. Jalan utama milik Kabupaten Bogor itu tepatnya di Kampung Dukuhkawung RT 05 RW 02, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor terjadi ambles sejak Agustus lalu.

“Kalau memang kejadian amblesnya jalan itu pada bulan Agustus, kami anggap Dinas PUPR sangat lamban untuk penanganan jalan itu,” papar Permadi saat dihubungi Jurnal Bogor, Rabu (15/9).

“Kami minta UPT jalan, untuk segera melakukan perbaikan kondisi jalan yang ambles. Jangan datang hanya nongol doang tetapi harus ada tindakannya,” bebernya lagi.

Tak hanya itu, wakil rakyat dari PAN itu mempertanyakan kondisi jalan yang masih mengalami kerusakan diantaranya di wilayah Kecamatan Nanggung dan Sukajaya. “Kami akan tanyakan langsung sejauh mana untuk penanganan jalan itu. Ini menjadi agenda pembahasan serius agar  Dinas PUPR harus  peka dalam penangani permasalahan insfrastruktur yang sudah lama kondisi rusak.”

“Sekarang kami mau rapat  dengan PUPR,  dan kami pertanyakan jalan yang di Nanggung juga, itu realisasinya bagai mana? Karena, itu jalan Kabupaten yang tidak pernah disentuh oleh mereka,” ujarnya.

Dalung menegaskan, semua Infrastruktur jalan yang ada di Kecamatan Nanggung menjadi agenda pembahasan serius untuk Dinas PUPR. “Jadi harapan kami PUPR harus segera tanggap memperbaiki jalan-jalan yang ruksak yang ada di Bogor bagian barat,” katanya.

“Pokoknya yang di wilayah Bogor barat kami harap secepatnya PUPR itu bergerak. karena ini kan sudah mulai musim hujan, jalanan sudah pasti rusak sehingga bisa menyebabkan banyak pengguna jalan yang jatuh,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, salah satu pengendara, H Yaya menerangkan, amblesnya jalan itu sekitar 3 meter dan panjang 15 meter sehingga bergeser mendekati kali besar sepanjang 5 meter. Awal mula kejadian itu pada pertengahan  Agustus. Salah satu penyebab amblesnya jalan itu adanya aktivitas galian tanah hingga berkurangnya resapan air, ditambah beban berat penumpukan material tanah sehingga menimbulkan beban berat dan berdampak pada kerusakan jalan.

“Setiap hujan lebat jalanan itu terus bergeser, hingga posisi mendekati tebingan yang berdekatan dengan kali besar,” pungkasnya.

**aripekon

Ade Yasin Resmikan Program TMMD Ke-112 Tahun 2021

0

2.450 Meter Jalan Pengubung Desa Bojong dan Desa Cikahuripan Dilebarkan dan Dikeraskan

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor, Ade Yasin meresmikan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 di wilayah Kodim 0621/Kabupaten Bogor di Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal. Peresmian TMMD dilakukan di Auditorium Sekretariat Daerah, Cibinong, Rabu (15/9/2021).

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Achmad Fauzi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Sukur Hermanto, serta jajaran Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Ade Yasin mengatakan, setiap tahun program TMMD sudah berjalan, sehingga diantara bulan September dan Oktober kami meluncurkan kegiatan TMMD. TMMD kali ini  berupa pelebaran dan perkerasan jalan sepanjang 2.450 meter dengan lebar 7 meter, yang menghubungkan Desa Bojong dan Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, yang mana sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat.

“Terima kasih kepada TNI atas program TMMD ke-112 tahun 2021, karena pembangunan desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi melibatkan semua unsur baik TNI maupun POLRI dan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Ade dalam keterangan pers yang disampaikan Diskomindo diterima Jurnal Bogor.

Ade Yasin menerangkan, dengan luas wilayah yang cukup besar, 40 kecamatan dan 435 desa/kelurahan, masih banyak desa yang belum terbuka akses jalannya. TMMD bisa membantu membuka akses jalan tersebut. Selanjutnya untuk kegiatan Bhakti TNI tahun ini ada pada program pembangunan jembatan rawayan. Jadi selama ini kami selalu bersinergi dengan TNI dalam pembangunan infrastruktur di pedesaan.

Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Achmad Fauzi mengungkapkan, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor, Ade Yasin atas perhatiannya dan dukungannya kepada TNI Angkatan Darat lewat program TMMD dan Bhakti TNI yang dapat kita laksanakan semuanya.

“Kegiatan TMMD ini sesuai dengan tujuan pokok TNI Angkatan Darat yaitu turut serta dalam pembangunan daerah terisolir, daerah terpencil, daerah yang ekonominya tidak berkecukupan dan daerah perbatasan,” tukasnya.

Ia menambahkan, kegiatan TMMD ini tidak hanya dilakukan TNI Angkatan Darat saja, kami bekerja sama dengan matra lain seperti TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Sinergi tiga matra dalam TMMD ini sudah kami laksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Kami juga melibatkan semuanya, yakni TNI, POLRI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan elemen masyarakat yang ada.

Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Sukur Hermanto menjelaskan, Program TMMD ke-112 ini dilaksanakan selama 30 hari, dimulai pada tanggal 15 September sampai 14 Oktober 2021.  Program TMMD merupakan salah satu program operasi TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan antara TNI dengan kementerian, lembaga, pemerintahan non kementerian, pemerintah daerah dan seluruh masyarakat lainnya, untuk membantu mendukung percepatan pembangunan di daerah khususnya di Kabupaten Bogor.

“Sasaran fisik pada TMMD ke-112 ini adalah pelebaran dan perkerasan jalan dengan ukuran 7 meter x 2.450 meter. Keberadaan jalan tersebut sebagai sarana penghubung wilayah Desa Bojong dengan Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, sehingga sangat penting menunjang aktivitas masyarakat, diantaranya memudahkan anak-anak menjangkau sekolah, efisiensi waktu bagi karyawan atau buruh pabrik dalam melaksanakan aktivitas kerja, usaha dan sebagainya, serta sebagai jalur alternatif pemecah kemacetan jalan pada saat masuk dan pulang kerja karyawan atau buruh pabrik,” jelasnya.

Dandim Sukur Hermanto menambahkan, untuk sasaran TMMD non fisik yakni penyuluhan KB dan kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan hukum dan Kamtibmas, penyuluhan keagamaan, kemudian penyuluhan stunting dan Posyandu.

“Dengan kegiatan non fisik tersebut, diharapkan terdapat kehidupan masyarakat yang semakin baik, bersih dan sehat, memudahkan dan melancarkan penyaluran hasil pertanian dan peternakan, semakin memperkuat kecintaan dan kebanggaan terhadap NKRI, Kamtibmas semakin lebih baik. Selanjutnya saling mengerti dan memahami  tentang toleransi beragama dalam kehidupan,” tandasnya.

**ded/diskominfo

Tidak Ada Laporan, Proyek RKB SDN Jambu Luwuk 2 Dipertanyakan

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, mempertanyakan pembangunan ruang kelas baru (RKB) lantai 2 di SDN Jambu Luwuk 2. Sebab, pelaksana proyek yang bersumber anggaran dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2021 itu, tidak memberikan laporan kepada pemerintah desa saat akan mulai pelaksanaan pembangunan.

Anggota LPM Desa Jambu Luwuk, Hartono menyayangkan sikap pelaksana proyek SDN Jambu Luwuk 2 yang tidak punya etika. Karena tidak pernah memberitahukan adanya pembangunan.

 “Kalau pun ke masyarakat tidak ada sosialisasi, minimalnya ada  pemberitahuan ke pihak desa. Ini sama sekali tidak ada, baik secara lisan maupun bersurat,” ungkapnya kepada wartawan.

Kendati proyek yang dikerjakan CV. Nilas Jaya milik pemerintah, katanya, namun lokasi kegiatan proyek yang menelan anggaran rakyat sebesar Rp69 juta lebih itu berada di wilayah.  “Disini kan ada masyarakatnya, pemerintah desa dan lembaga lainnya. Proyek ini juga hasil usulan di wilayah,,” jelas Hartono.

Selain itu, besarnya anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan RKB lantai 2 di sekolah tersebut, menjadi sorotan dari masyarakat. Dimana hanya dengan pembangunan RKB, pemerintah harus mengucurkan duit hampir 700 juta.

 “Ini patut dipertanyakan. Masa membangun RKB saja nilainya sebesar itu,” tegas Indra, tokoh pemuda Kampung Karakal, Desa Jambu Luwuk.

Indra berharap agar pihak terkait dalam hal ini inspektorat atau pun Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, ikut turun mengawasi pelaksanaan pembangunannya. “Setelah selesai pembangunan kita hitung bersama-sama, total anggaran yang habis untuk membangun ruang kelas itu. Panggil tim ahli teknis dari luar,” tukasnya.

Sementara, pihak CV. Nilas Jaya selaku pelaksana proyek hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan.

**dedesuhendar

Bupati Bogor: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Wilayah Jonggol Melesat di Angka 40%

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Bupati Bogor, Ade Yasin bersama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan peninjauan vaksinasi Covid -19 di Citra Indah City Cibubur, Kecamatan Jonggol, Rabu (15/9). Upaya ini dilakukan untuk melihat langsung sejauhmana persentase cakupan vaksinasi Covid-19 di wilayah Kecamatan Jonggol.

Ade Yasin menyatakan bahwa antusias masyarakat wilayah Kecamatan  Jonggol cukup tinggi dan cakupannya sudah mencapai 40% lebih dari total jumlah penduduk sebanyak 143 ribu jiwa. “Memang sudah lebih melesat dari wilayah lain, saya harapkan melalui Dinas Kesehatan ketika minat masyarakat masih tinggi sebaiknya diakomodir,” tegas Ade Yasin.

Menurutnya, untuk mencapai daerah level 2 karena Kabupaten Bogor adalah wilayah aglomerasi, otomatis Kabupaten Bogor harus sama dengan Jakarta. Jika Jakarta masih tinggi walaupun Kabupaten Bogor terus menurun hingga 9% tetap Kabupaten Bogor masuk kedalam wilayah PPKM level 3.

“Karena khawatir ketika kita beda dengan Jakarta dari Jakarta pindah main ke Bogor dan jadilah penumpukan masyarakat di Bogor,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan,  vaksinasi  sudah mencapai sekitar 50 ribu per hari, jika itu dilakukan 30 hari akan ada 1,5 juta yang tervaksinasi. Masih ada waktu di bulan Oktober, November dan Desember sehingga pada 3 bulan sudah 4,2 juta penduduk tervaksinasi akan tercapai.

“Syaratnya semua harus bergerak mulai dari institusi pemerintah daerah seperti Puskesmas, Rumah Sakit, TNI, Polri, dan dari pihak ketiga seperti kelompok usaha, partai politik,  organisai masyarakat juga organisasi profesi. Kesempatan hari ini adalah contohnya dari Grup Ciputra membantu Pemkab Bogor dan kabupaten lain se-Indonesia untuk mempercepat  pelaksanaan vaksinasi,” terang Ridwan Kamil.

Katanya, terlebih bagi masyarakat yang punya anak sekolah, untuk menyambut kegiatan Pembelajaran Tatap Muka dengan ketenangan dan keamanan, minimal gurunya itu harus 100% sudah divaksinasi dan muridnya sambil berjalan. “Atas nama Pemprov Jabar, kami ucapkan terima kasih kepada Grup Ciputra,”ucapnya.

Ia juga mengingatkan, untuk terus disiplin 5M salah satunya yang terpenting memakai masker karena 80% dapat mencegah dari paparan Covid-19. “Kita salah satu terbaik di dunia dalam urusan pengendalian Covid-19 dari Presiden, Bupati, militer, TNI, Polri, Dandim, Kapolres kerja luar biasa. Negara lain hari ini sedang panik kita sudah lebih terkendali. Kita jaga agar terus terkendali aman nyaman dengan selalu menaati protokol kesehatan,” tukasnya.

**naynur’ain

Pastikan Tersalur dengan Baik, TKSK Pantau Penyaluran BPNT Desa Pasir Eurih

0

Tamansari  | Jurnal Inspirasi

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, memantau penyaluran program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kampung Pasir Eurih, RT 1 RW 14, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Rabu (15/9).

TKSK Tamansari Nurul Sulisfarini saat ditemui mengatakan, agendanya kali ini adalah,memantau penyaluran pembagian bantuan program BPNT di agen Anggi di Kampung Pasir Eurih. “Alhamdulilah saya pantau semuanya berjalan dengan baik, lancar dan kondusif, serta sangat memuaskan, KPM yang akan mengambil BPNT tetap menerapkan protokol kesehatan, dan wajub memakai masker,” ujarnya kepada Jurnal Bogor.

Nurul sapaan akrabnya menambahkan, bantuan yang diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) sering dipantau mutu komiditi yang akan diserahkan kepada KPM. “Alhamdulillah untuk mutu sudah cukup baik. Harapan saya bantuan program BPNT ini bisa bermanfaat untuk warga,” tambahnya.

“Alhamdulillah kami menyalurkan BPNT perluasan mandiri, supaya tidak terjadi penumpukan warga, kita bagi waktunya. Dan tetap kita laksanakan prokes dan wajib memakai masker,” sambung agen Anggi di lokasi.

Salah satu KPM, Eka Suherlan bersyukur pembagian BPNT berjalan lancer dan komoditi yang diterima sesuai harapannya. Bantuan ini kata dia sangat dirasakan manfaatnya oleh warga lainya juga. “Alhamdulillah sangat bermanfaat dalam kadaan pendemi seperti sekarang ini. Harapan saya program BPNT ini terus ada,” pungkasnya.

** cepikurniawan

Warga Kesulitan Air Bersih

0

Sumber Air Bersih di Kampung Ciatar dan Jatinunggal Hilang Tergerus Longsor

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Sumber mata air yang biasa ditampung di bak penampungan yang digunakan warga untuk mengambil air bersih keperluan memasak, mencuci baju, dan mandi, kini hilang. Sumber mata air itu tergerus longsor dan pergerakan tanah beberpa waktu lalu yang menerjang 2 Kampung Ciatar dan Jatinunggal, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Bahkan saat ini warga 2 kampung tersebut mengalami kesulitan air bersih.

Seperti yang diungkapkan Alda Rahayu (36), warga Ciatar yang sudah lebih sebulan ini kesulitan air bersih. Tak hanya dirinya, warga lainnya juga merasakan kesulitan mencari air sejak bencana longsor yang pertama pada Agustus 2021 lalu.

Menurut Alda, kini warga selain mencari air ke kampung yang masih ada airnya, belakangan ini bantuan itu ada dari BPBD Kabupaten Bogor. “Setiap kali ada bantuan dari BPBD warga selau buru-buru menyewa galon untuk mendapatkan bantuan air dari BPBD Kabupaten Bogor,” kata Alda

Hal serupa diungkapkan Basri alias Kubil (48), warga Kampung Ciatar yang menjadi korban longsor memohon bantuan air bersih seyogyanya dikirm setiap hari. “Saya memohon kalau bisa bantuan iar bersih dikirim setiap hari, karena warga di sini benar -benar membutuhkan air bersih,”pintanya.

Sementara itu petugas BPBD Kabupaten Bogor, Hayat mengakui memang betul saat ini warga di 2 kampung yakni Kampung Jatinunggal dan Ciatar yang terdampak bencana longsor kekurangan air. Bahkan sampai saat ini pihak BPBD Kabupaten Bogor selalu mengirimkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki BPBD.

“Kita selalu menyalurkan bantuan air bersih disana karena mereka kekurangan air bersih pasca wilayah sini diterjang longsor,” pungkasnya.

** cepikurniawan

Warga Pertanyakan Jalan Raya Salabenda – Atang Sendjaja Belum Juga Dibuat Pedestrian

0

Kemang | Jurnal Inspirasi

Pasca ditertibkan sejumlah bangunan liar atau bangli di sepanjang Jalan Raya Salabenda – Atang Sendjaja, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, kini mulai dipertayakan warga. Penertiban tersebut  akan dijadikan jalur hijau dan akan dibangun pendestrian. Namun, sudah cukup lama sejak penertiban tersebut belum ada tanda-tanda dibuat pedestrian.

“Sudah beberapa bulan lahan eks bangli belum ada tanda-tanda akan dibangun jalur hijau atau dibuat pedestrian. Padahal kalau wacana itu terealisasi lahan eks bangli jadi rapi dan bisa dimanfaatkan oleh warga untuk berolahraga,” ujar warga sekitar Rifai, Rabu (15/9/2021).

Sementara salah satu pengendara, Riyan Anugrah (43) mengatakan, pemanfaatan lahan eks bongkaran bangli tidak maksimal. Dirinya yang setiap hari melalui jalan tersebut menyebut ada beberapa titik terlihat kumuh.

“Harus secepatnya dibangun atau dibereskan. Jangan sampai terlihat kumuh kembali. Dan takut kedepanya berdiri lagi bangunan – bangunan yang baru. Sebagai jalan lintas menuju Kota Bogor kawasan ini harus rapi tertata,” pungkasnya.

Sebelumnya ratusan bangunan liar yang berdiri di tanah negara di sepanjang Jalan Raya Salabenda sampai Jalan Raya Atang Sendjaja dibongkar oleh petugas gabungan beberapa waktu lalu. Pembongkaran bangli tersebut akan dijadikan jalur hijau dengan pedestarian dan jogging trek.

** cepikurniawan