25.7 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1066

Dikelola Bumdes, Erick Thohir Resmikan Setu Lebak Wangi

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, bersama Bupati Bogor Ade Yasin mengunjungi Desa Pemagasari, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor meresmikan desa wisata yaitu Setu Lebak Wangi yang dikelola sebagai potensi wisata lokal, Kamis (7/10/2021).

Erick Thohir menyatakan mendukung penuh hadirnya wisata baru yang dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Alhamdulillah, ini suatu hal yang sangat bagus, dimana wisata ini bisa dikelola langsung oleh Pemerintah Desa dan tentunya bermanfaat untuk warga juga,” ujarnya dalam pidato sambutan.

Tidak hanya memberikan sambutan, Erik didampingi Ade Yasin juga menaiki perahu yang terdapat di area setu dan berkeliling melihat fasilitas yang tersedia.

Menurut Bupati Bogor Ade Yasin, di Kabupaten Bogor ada 98 setu dan yang sudah dikelola itu ada di wilayah Timur seperti Setu Gede, dan Cibinong dan Setu Lebakwangi ini.

“Jadi ada juga yang belum dimanfaatkan sebetulnya ketika kita manfaatkan justeru kita akan beri pemahaman dulu bahwa sebenernya dikelola masyarakat itu bukan untuk dirusak, namun itu tadi perlu ada regulasi yang jelas soal pemanfaatan setu dari Pemrov Jabar,” katanya.

Bupati juga mengatakan, Pemkab Bogor dengan Program Samisade atau satu miliar satu desa siap membantu dalam peningkatan infratrukturnya. “Kabupaten Bogor juga dengan program Samisade ini diharapkan bisa mendorong peningkatan infratruktur untuk desa wisata yang ada di Kabupaten Bogor ini,” katanya.

Sebelumnya, pada 7 September 2021, Setu Lebak Wangi telah diproyeksikan menjadi desa wisata. Pemerintah pusat dan daerah pun turut memberikan perhatian dalam upaya pengembangan wilayah tersebut.

Hal tersebut ditandai dengan kunjungan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi, Anggota Komisi VIII DPR Adian Napitulu, dan Bupati Bogor Ade Yasin. Hadir pula mewakili Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Direksi Mind Id Dani, dan Komisaris Semen I Indonesia Sonny Subrata.

**cepikurniawan

Dispora Kukuhkan Duta Wawasan Kebangsaan

0

Cibungbulang l Jurnal Inspirasi

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor mengukuhkan Duta Wawasan Kebangsaan Tingkat Kabupaten dengan  mengikutsertakan diantaranya purna Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertempat dikawasan Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kamis (07/10).

Sekretaris Dinas Dispora Trian Turangga mengatakan, program  ini sasaranya untuk mengenalkan ke masyarakat tentang  kepedulian dalam mengurai  sampah organik maupun organik yang ada di sekitaran kita.

“Peserta Duta Wawasan Kebangsaan melibatkan purna Paskibraka Kabupaten Tahun 2021,” kata Sekdis Dispora.

Trian Turangga yang juga menjabat sebagai Plt  Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) menjelaskan, dengan dikukuhkannya  Duta Wawasan Kebangsaan, masalah krusial selama ini disemua daerah adalah sampah bisa diminimalisasi.

“Maka dari itu, mereka mitra binaan tujuannya untuk membantu meringankan  permasalahan sampah.. Sejauh ini kami lihat di Kabupaten Bogor tengah berupaya guna menyelesaikan bersama adalah permasalahan  sampah,” imbuhya

“Jadi kami ingin purna Paskibraka atau pun mitra binaan dari Dispora turut berkontribusi dalam penanganan masalah sampah di wilayah  Kabupaten Bogor,” kata dia.

“Setidaknya ada tambahan wawasan. Jadi kami harap mereka itu (Paskibraka-red) tidak bicara disiplin  saja dan baris berbaris, tetapi juga melakukan pekerjaan riil salah satunya bisa berkontribusi tentang masalah sampah di Kabupaten Bogor ini,” ungkapnya.

Dikesempatan itu, Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor Fadli Masnen mengatakan,  DLH mendukung dengan memfasilitasi kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Jadi, Dispora kan ada pembinaan untuk Pemuda dan termasuk alumni Paskibraka yang kemarin menjadi pengibar bendera di Kabupaten Bogor.”

“Maka dari situ sebelum pelakasanaan dilakukan diskusi antara DLH dengan Dispora tentang adanya  keinginan Duta Kebangsaan, salah satunya peduli lingkungan dan TPAS ini jadi tujuan karena belum banyak yang tahu,” tutur Fadli.

Salah satu cakupannya adalah TPAS Galuga. “Kami bawa kesini untuk melihat tempat pembuangannya dan nantinya bisa dipilah di rumah atau pun ditempat lain.”

“Kami harap mereka bisa menginisiasi kegiatan untuk lingkungan sehat salah satunya dengan merampingkan sampah di rumahan,” tukasnya.

**aripekon

Pelajar Bogor Tewas Dikeroyok

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Siswa berinisial RMP (18) warga Babakan, Bogor Tengah, Kota Bogor, tewas dikeroyok oleh orang tidak dikenal di Jalan Palupuh Raya, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, tepatnya di sebuah taman bernama Palupuh pada Rabu (06/10) malam.

Saat itu, pelajar tersebut bersama satu temannya datang ke taman tersebut dengan menggunakan kendaran roda dua.

Tak lama kemudian korban dan saksi didatangi oleh terduga pelaku menggunakan kendaraan roda dua sebanyak tiga kendaraan.

Camat Bogor Utara, Marse Hendra Saputra membenarkan peristiwa pengeroyokan terhadap seorang pelajar yang mengakibatkan meninggal dunia.

Kata Marse, peristiwa pengeroyokan sendiri terjadi pada malam hari pukul 22.30 WIB.

“Sempat terjadi adu mulut antara terduga pelaku dan korban hingga akhirnya terjadi pembacokan yang dilakukan oleh terduga pelaku,” ujar Marse kepada wartawan, Kamis (07/10).

Ia menuturkan, pada saat itu sedang ke warung kemudian kembali ke dekat taman melihat korban sudah tergeletak tak bernyawa dengan luka tusukan dan pembacokan tepat dibagian dada.

Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari polisi.

**fredykristianto

Tingkatkan Kemajuan Pertanian, Kementan Terapkan Kartu Tani dan e-RDKK

0

Majalengka | Jurnal Inspirasi

Kementerian Pertanian menerapkan  kartu tani dan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemajuan pertanian di Indonesia. Sutrisno anggota Komisi IV dan Badan Musyawarah DPR RI mengatakan e- RDKK sangatlah penting, karena semua fasilitas pemerintah dan negara yang diberikan kepada petani harus terdaftar di e-RDKK. Data pada e- RDKK akan berpengaruh pada sebuah program apakah dilanjutkan atau tidak.

“ Ini adalah permintaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Maka itu hari ini saya menghadirkan kepala desa, gapoktan dan stake holder yang terkait dengan proses pembuatan RDKK, karena semuanya saling berhubungan dengan proses itu,“ ujarnya dalam pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani dan Penyuluh, Rabu (6/10/2021).

Sebagai informasi Bimtek bagi Petani dan Penyuluh di Kabupaten Majalengka, wilayah koordinasi Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor diikuti 120 ketua gapoktan dan poktan seKabupaten Majalengka digelar di Aula Balai Desa Jatiwangi Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Didampingi Kepala PPMKP Yusral Tahir, Sutrisno menjelaskan penerapan kartu tani dan database e-RDKK bertujuan agar kebijakan alokasi anggaran kebutuhan pertanian terutama subsidi pupuk tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan para petani sehingga subsidi pupuk yang dialokasikan akan sesuai dengan yang dibutuhkan, serta dapat dibagi secara adil untuk para petani.

Alokasi pupuk bersubsidi dikatakan Sutrisno ditetapkan berdasarkan usulan petani sendiri melalui e- RDKK. Iapun menghimbau agar semua petani, melakukan input data dan  usulan kebutuhannya di e-RDKK sesuai dengan kondisi di lapangan agar kebutuhanya akan pupuk dapat tercukupi.

“ Ada petani yang sudah memiliki kartu tani namun belum menginput kebutuhan pupuk di e-RDKK atau data yang diinput tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan,” tutur Bupati Majalengka 2008-2013 dan 2013-2018 ini.

Dalam proses pembuatan RDKK selain gapoktan, penyuluh dan dinas terlibat didalamnya sehingga dalam penyusunan dibutuhkan musyawarah sebelumnya sehingga tak terjadi kesalahan dalam data.

“ Kelompok tani, coba lakukan dulu musyawarah dengan anggota untuk menetapkan kebutuhan pupuknya, agar jumlah yang diusulkan tepat. Dan ketika musim tanam pupuknya sudah dialokasikan, penyuluh di kecamatan hendaknya bisa mendampingi petani dalam penyusunan RDKK kemudian divalidasi kades dan selanjutnya dinas kabupaten dan provinsi,“ ucapnya

Dalam sebuah kesempatan Kepala Badan Pennyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi tak menampik jika penyuluh memiliki peran yang cukup penting dalam hal pupuk subsidi. Kata Dedi penyuluh memiliki peran yang cukup penting dalam alokasi dan distribusi pupuk subsidi, karena dia bersentuhan langsung dengan petani di lapangan

“Implementasi pupuk subsidi tak lepas dari peran penyuluh mulai dari pengkajian RDKK, verifikasi kuota hingga menentukan kapan musim tanam pertama, kedua dan seterusnya, sampai pada penebusan pupuk subsidi menggunakan Kartu Tani,” tutur Dedi.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan, setiap tahun pemerintah selalu berupaya memperbaiki mekanisme pupuk bersubsidi. Salah satu kunci program pupuk bersubsidi bisa tepat sasaran adalah data e-RDKK yang akurat. Ia minta, e-RDKK dibuat dengan validitas yang benar.

“Kelompok tani memiliki peran penting agar data e-RDKK benar-benar valid,” tuturnya.

**Regi/PPMKP

Anggi Williansyah Raih Medali Emas Cabor Anggar

0

Merauke | Jurnal Inspirasi

Atlet anggar Kota Bogor, Anggi Williansyah, yang memperkuat Kontingen Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, berhasil meraih medali emas dari nomor Epee perorangan putra, yang berlangsung di aula Archelaus Sai, Kabupaten Merauke, Rabu (6/10/2021).

Anggi Wiliansyah

Raihan satu medali emas tersebut diraih Anggi Wiliansyah, setelah berhasil mengalahkan atlet anggar perwakilan Provinsi Riau, M Fajrin, dengan skor 15-14. Dengan begitu Anggi keluar sebagai juara pertama, sedangkan M Fajri keluar sebagai juara kedua. Sementara peraih medali perunggu (juara tiga bersama) diraih atlet Jawa Timur, Sigy Kanadela dan perwakilan dari Riau, M Fachroji.

Ketua Umum Pengurus Cabang Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengaku bangga dengan capaian satu medali emas yang telah dipersembahkan Anggi Williansyah untuk Jawa Barat di ajang PON 2021.

“Ini adalah hasil dari kerja keras Anggi selama berlatih, sehingga Anggi tampil maksimal di partai final nomor Epee perorangan putra, dan mempersembahkan medali emas untuk Jawa Barat dari cabang olahraga anggar di ajang PON 2021,” ujar Rino.

Ia menjelaskan, jika proses latihan yang tekun dijalankan atlet-atlet anggar Kota Bogor. Mudah-mudah akan membuahkan hasil yang manis, sebab yang namanya proses dan perkuangan tidak pernah menghianati proses, dan kali ini Anggi mampu membuktikan dengan raihan medali emas.

“Anggi adalah aset Kota Bogor. Apalagi Anggi kerap mengharumkan nama Kota Bogor di event-event olahraga yang diikutinya, hingga di ajang PON 2021 kali ini,” pungkasnya.

**as.pangrango

Penembak Kota Bogot Kembali Sabet Medali Emas PON Papua

0

Jayapura | Jurnal Inspirasi

  • Dua atlet menembak putra Jawa Barat, asal Kota Bogor Ipung S Tamami dan Fathur, berhasil meraih satu medali emas nomor 10 Meter Air Rifle Men, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di Lapangan Menembak Kampung Harapan, Kabupaen Jayapura, Rabu (6/10/2021).

Ipung dan Fathur berhasil menyelesaikan pertandingan final nomor 10 Meter Air Rifle Men dengan total nilai tertinggi 1238.0 point. Disusul atlet menembak DKI Jakarta, dan dengan nilai 1226.4 point. Sedangkan posisi ketiga ditempati atlet dari Kalimantan Selatan dengan nilai 1133.8 point.

Pelatih Kepala Menembak Jawa Barat, Moch Benninu Argoebie, sangat bangga dengan tambahan satu medali emas dari cabor menembak yang dipersembahkan Ipung dan Fathur di ajang PON 2021 ini.

“Kita sudah memprediksi sejak awal, kalau Ipung dan Fathur akan meraih medali emas di nomor 10 Meter Air Rifle Men Tim,” ujar Moch Benninu Argoebie, Rabu (6/10/2021).

Pria yang tercatat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor ini menerangkan, jika saat ini atlet Jawa Barat masih akan bertanding di nomor perorangan putra.

“Mudah-mudahan dari nomor perorangan 10 Meter Air Rifle Men atlet menembak Jawa Barat bisa menambah pundi-pundi medali emas untuk Jawa Barat,” pungkasnya.

**as.pangrango

Negara Diminta Hadir, KSB Gagal Bayar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sejumlah nasabah mendatangi kantor pusat Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSB) di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (6/10). Mereka menuntut agar KSB segera melakukan pembayaran dari yang sudah dijanjikan September lalu. Tak hanya nasabah, sejumlah marketing simpan pinjam (MPS) dari beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta juga meminta langsung Ketua Pengawas KSB Iwan Setiawan mencarikan solusi.

“Negara mesti hadir, kami sudah pusing dikejar-kejar anggota (nasabah) KSB yang belum menerima pembayaran,” ujar Toto, MPS dari Klaten.

Dia menjelaskan, KSB memiliki 180 ribu anggota dengan total gagal bayar mencapai Rp 7,1 triliun dengan simpanan dan investasi masing-masing anggota bervariasi dari jutaan hingga miliaran. “Situasi sulit sekarang saya butuh uang, ada 35 juta disini (KSB) hasil dari menyisihkan uang dari gaji yang saya simpan, nabung setiap bulannya 60 ribu,” ujar nasabah dari Cibinong, Desi.

Hal yang sama juga dikatakan Jagur yang keponakannnya sudah 5 tahun menabung, namun saat membutuhkan uang, dananya tidak ada. “Kami ingin ada kepastian dan tadi sudah negosiasi mudah-mudahan uangnya ada dan secepatnya diterima, Kami datang baik-baik dan damai, secepatnyalah,” ujarnya.

Begitu juga dengan Romauli dari Tanah Saeral yang uangnya Rp278 juta belum jelas kepastian kapan diterimanya. Dia mengharapkan KSB melakukan pembayaran agar masalah ini tak berlarut-larut menjadi polemik.

Sebelumnya masalah gagal bayar ini pada Agustus 2020 lalu, Pengadilan Tinggi Jakarta telah memvonis atau menyatakan koperasi ini masuk dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dalam perdamaian PKPU maka utang akan menjadi tanggungjawab koperasi. Namun demikian koperasi ini tetap diizinkan beroperasi karena kesulitan yang dialami karena faktor eksternal, yaitu pandemi Covid-19 dimana terjadi kesulitan dalam pengembalian maupun pembayaran pinjaman.

**ass

Dedie Rachim: Wisata Malam GLOW Tunggu Kajian Dulu

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wisata malam GLOW di Kebun Raya Bogor (KRB) terus menjadi polemik. Penolakan pun terus mengalir deras dari berbagai kalangan. Hal itu pun membuat Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim angkat bicara. Menurut dia, PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku pengelola dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menunggu hasil kajian terlebih dahulu terkait dampak yang ditimbulkan dari wisata tersebut.

“Sikap pemkot jelas, Wali Kota Bogor Bima Arya sudah meminta dilakukan kajian oleh IPB maupun BRIN,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/10).

Selain itu, sambung Dedie, pemkot juga meminta agar pengelola melakukan langkah komprehensif kepada masyarakat agar tak terjadi miss komunikasi. Sebab, sejauh ini Pemkot Bogor tak memiliki kewenangan 100 persen terhadap KRB.

Kata Dedie, seyogyanya kajian yang dibahas harus dibarengi praktik agar lebih menyeluruh dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

“Bila ternyata hasilnya negatif, ikuti rekomendasinya. Ini harus ada kesepakatan. Artinya semua orang punya pertimbangan dan pandangan, semua harus duduk bersama. Yang menjadi objek pun yang harus diawasi,” jelasnya.

Ia menyatakan, nantinya kajian harus disampaikan secara terbuka ke masyarakat agar paham. “Ya, bila perlu dikoreksi, ya koreksi. Kalau perlu ditutup, ya disesuaikan dengan hasil kajian,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Padjajaran Saleh Nurangga mengaku keberatan atas pengelolaan KRB yang dilakukan oleh swasta. Sebab, ia menilai sejak dikelola swasta, KRB semakin kehilangan marwah.

“Misalnya ada acara-acara di malam hari, merubah tatanan yang ada seperti jalan-jalan yang sengaja dibuat dari bebatuan agar tetap menjadi resapan air hujan, kini di tutup dengan semen. Apalagi GLOW menggunakan sound sistem yang memecah keheningan di waktu malam serta penggunaan lampu-lampu berlebihan yang bahkan diarahkan ke beberapa tempat yang medianya adalah tanaman,” ungkapnya.

Atas dasar itu, kata Saleh, budayawan dan masyarakat Bogor merasa wajib menegur kepada pihak terkait kondisi KRB saat ini. “Kembalikan fungsi KRB seperti semula, yakni sebagai area penelitian, area edukasi, dan area rekreasi alam bagi seluruh lapisan masyarakat yang terjangkau oleh semua kalangan,” bebernya.

Selain itu, kata Saleh, pihaknya juga menolak keras segala bentuk komersialisasi yang berkaitan dengan ekploitasi KRB, karena akan berdampak pada rusaknya tatanan originalitas yang sudah terbentuk selama berabad-abad.

“KRB sebagai Hutan Kota, resapan air, jantung oksigen kota, jaga kelestarian ekosistem 15 ribu jenis tumbuhan dan pohon, menolak adanya penginapan maupun hotel. KRB itu kawasan sakral ada maqom leluhur atau orangtua Bogor,” ungkapnya.

Saleh menceritakan, KRB mulanya merupakan bagian dari “Samida” hutan buatan atau taman buatan yang setidaknya pada saat pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi), 1474 – 1513) dari kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis.

Hutan buatan, sambungnya, ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih-benih kayu yang langka. “Hutan ini kemudian dibiarkan setelah kerajaan Sunda takluk dari kesultanan Banten, hingga Gubernur Jendral Van der Capellen membangun rumah peristirahatan disalah satu sudutnya pada pertengahan abad 18,” jelasnya.

Kemudian, pada awal 1800 Gubernur Jendral Thomas Stamford Rafles yang mendiami istana Bogor dan memiliki dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W.Kent yang membangun Kew Garden di London. “Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik, inilah awal mula KRB,” pungkasnya.

**fredykristianto

Muscam KNPI Cigudeg Diharapkan Berjalan Sukses

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Perhelatan Musyawarah Kecamatan (Muscam) Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK-KNPI) Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor tak lama lagi akan segera digelar. Salah satu kandidat Rizki Muhammad mengajak mensukseskan hajatan muscam PK-KNPI, Oktober 2021 ini. “Bulan Oktober merupakan bulan penuh makna terutama bagi pemuda. Dimana pemuda itu sebagai calon leader agent of chage (AOC). Jika merujuk pada hajat-hajat kepemudaan, salah satunya adalah perhelatan  muscam Komite Nasional Pemuda Indonesia(KNPI),” kata Rizki Muhamad, kemarin.

Ia mengaku yakin esensi dari penyelenggaraan muscam selain dari program kerja DPD KNPI tingkat  Kabupaten Bogor dapat berjalan sukses,”  tutur Rizki, Rabu (6/10).

Menurutnya, turun edaran pemberitahuan dari tingkat dewan hingga kepengurus daerah (DPD) KNPI Kabupaten Bogor, pelaksanaan teknis penyelenggaraan pemilihan ketua KNPI tingkat kecamatan, kata dia, sudah jelas terjabar acuan maupun aturan.

Dimana semua harus menjadi dasar pelaksanaan yang mutlak dan menjadi pegangan yang objektif di tataran tim pengadil adalah panitia sebagai pelaksana. “Guna terjaringnya aktivis di tataran kecamatan yang berkompetensi adanya  kesempatan dalam memberikan ruang agar mempunyai arena pengembangan suatu potensi bisa bermanfaat di wilayah,” jelasnya.

Sementara deadlock atau terjadinya chaos di tempat lain, menurutnya ada beberapa faktor kemungkinan pertama diduga sikap “by order”dari pendahulu yang biasa kita kenal dengan bahasa senior, sehingga panitia pelaksana penyelenggara melaksanakan hanya ceremony saja.

“Kedua tidak menutup kemungkinan provokasi dari satu pihak yang memaksakan kehendak sehingga bagaimanapun caranya harus sampai di tujuan. Namun terlepas dari itu, harus kita perhatikan bersama kunci dari suksesnya hajat pemuda ini tidak terlepas dari 3 kunci, pertama adab, silaturahmi dan berjalannya komunikasi dengan baik,” ungkapnya.

Kecamatan Cigudeg sendiri kata dia tidak akan seperti di tempat lain yang pernah terjadi chaos, asalkan tidak meremehkan tiga hal tersebut. “Bagaimana pun kontestan yang terhimpun nanti di arena Muscam KNPI adalah saudara,  yang pasti memiliki integritas tinggi dan teruji secara kompetensi. Yang penting adalah menjunjung tinggi sportivitas,” pungkasnya.

**aripekon

Wawan Welo Sabet Medali Perak Cabor Balap Motor PON Papua

0

Merauke | Jurnal Inspirasi

Pebalap Kabupaten Bogor, Wawan Wello yang berpasangan dengan pebalap perwakilan dari Kabupaten Bekasi Rio Andrianto, sukses mempersembahkan satu medali perak untuk Jawa Barat, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di Sirkuit Fregeb Waninggap Sai Gau, Kabupaten Marauke, Papua, Rabu (6/10/2021).

Satu medali perak tersebut, berhasil sumbangkan Wawan Wello dan Rio dari cabang olahraga balap motor road race nomor Modifikasi Beregu Up 20, finis P4 dan P8 dengan total 12 poin. Sementara medali perunggu direbut pebalap Jawa Tengah, Muhammad Erfin Firmansyah dan Reza Hanum Subentra yang finis P5 dan P9.

Sementara medali emas diraih pebalap tuan rumah atas nama Gupita Kresna dan Boy Arbi yang memiliki akumulasi poin terkecil yakni delapan, sehingga berhak naik podium teratas dari nomor Modifikasi Beregu Up 20 pada PON 2021 ini.

Ketua Umum IMI Korwil Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom, mengaku puas dengan dengan torehan medali perak yang telah dipersembahkan Wawan Wello bersama pebalap perwakilan Kabupaten Bekasi dari cabor balap motor road race nomor Modifikasi Beregu Up 20 di ajang PON yang berlangsung di Bumi Cendrawasih tahun 2021 ini.

“Wawan Wello sudah berjuang dengan maksimal, dan telah menyumbangkan medali perak untuk Jawa Barat di ajang PON Papua 2021. Sehingga hasil ini patut kita apresiasi atas perjuangan mereka,” ujar Aan Triana Al Muharom.

Prai yang akrab disapa Aan ini menambahkan, pada PON 2021 kali ini melombakan empat kelas yakni, Standar Perorangan dan Beregu serta Modifikasi Perorangan dan Beregu. Motornya menggunakan Yamaha MX King 150 dengan penggantian footstep dan monoshock pakai produk RCB serta ban memakai Pirelli Diablo Rosso Corsa 2.

“Kita pasti berikan apresiasi kepada pebalap perwakilan Kabupaten Bogor Wawan Wello. Karena atas perjuangannya Wawan dan Ria bisa menambah koleksi medali perak untuk Jawa Barat di ajang PON 2021,” pungkasnya.

**as.pangrango