JURNAL INSPIRASI – Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian Erdiriyo melakukan Gerakan Tanam Padi Program Makmur di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Rabu (24/11). Gerakan itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memakmurkan petani Bogor, terlebih saat ini memasuki puncak penanaman padi untuk wilayah timur yakni Cariu, Jonggol dan Tanjungsari.
Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan gerakan tanam bersama memang November-Desember ini merupakan waktu yang tepat untuk menanam padi dan ini adalah salah satu program percontohan makmur yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tanjungsari.
“Program Makmur ini ternyata mampu menaikkan 40% produktivitas dari hasil petani yang saya kira baik untuk diimplementasikan disini dan mudah-mudahahan ini juga dapat memperbaiki dan menambahkan penghasilan petani,” ungkapnya.
Menurutnya, kenaikan 40% merupakan kenaikan dari hasil panen pendampingan yang dilaksankan oleh petani gabungan, baik dari BUMN, Kemenko bidang Perekonomian, juga pihak swasta yang dinamakan Program Makmur di tiga kecamatan yakni Tanjungsari, Jonggol dan Cariu.
“Mudah-mudahan Insya Allah meningkat, tapi jangan lupa setelah ada jangan beli dimana-mana, pokoknya beli di petani Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Selanjutnya, Deputi Keuangan Syariah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erdiriyo berharap Kabupaten Bogor menjadi percontohan karena Bupati Bogor memiliki program Bogor Gercep yang melibatkan anak-anak milenial yang langkah dan aksinya sangat cepat. Bahkan di daerah lain belum ada yang mengimplementasikannya dan baru di Kabupaten Bogor dengan sangat cepat aksinya.
“Saya sangat berterima kasih, kami ucapkan selamat atas peluncuran Program Makmur, mari kita majukan usaha rakyat,” ajaknya.
JURNAL INSPIRASI– Bupati Bogor, Ade Yasin meresmikan Kampung Herbal di Villa Permata Mas, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Rabu (24/11/2021). Dalam kesempatan tersebut, Ade Yasin memberikan apresiasi kepada warga setempat yang memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungannya.
Halimatu Sadiyah Iwan
Turut hadir pada peresmian tersebut, Ketua PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan, perwakilan PT. Bintang Toedjoe, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Ikatan Keluarga Istri Anggota Dewan (IKIAD) beserta jajaran Pemkab Bogor dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Ade Yasin bersyukur bisa launching Kampung Herbal dan panen perdana jahe merah di Desa Bojong Nangka. Dia melihat sekeliling desa dan masyarakat sudah menanam di masing-masing pekarangan rumahnya ada tanaman herbal seperti jahe merah, sereh, terus ada lengkuas dan lain-lain. Ada sayuran juga, seperti sayuran hidroponik, selada, tomat, cabai, dan lain-lain.
“Ini luar biasa, warga di kampung ini semuanya punya kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungannya, dengan menanam tanaman yang bermanfaat untuk keluarga maupun bisa bernilai ekonomis,” ungkap Ade.
Ade menerangkan, ada kerjasama juga dengan PKK Kabupaten Bogor dan PT. Bintang Toedjoe. Mereka berikan support berupa bibit tanaman, lalu ditanam dan dirawat oleh ibu-ibu. Nah tanaman ini nantinya setelah jadi, dipanen dan dijual kembali ke PT. Bintang Toedjoe. Bupati menilai, ha ini suatu kolaborasi yang ada manfaatnya.
“Kemudian saya lihat, kampung ini kan rapi, ada warna-warni pagarnya juga, terus ditanam tanaman yang bermanfaat, seperti sayuran dan herbal. Jadi saya kira kampung herbal ini bisa juga jadi destinasi wisata sehat bugar. Karena selain ada tanaman itu, juga ada minuman-minuman khas disini, dari hasil tanaman pekarangan,” terang Ade.
Ade menjelaskan, ada keripik daun kelor, ada minuman jahe, lemon, sereh dan lain-lain. Daerah ini bisa jadi objek wisata juga karena kondisi kampungnya juga rapi dan bersih. Dia mencontohkan, kalau di Tamansari ada wisata tanaman hias, di sini juga ada wisata tanaman herbal, sehingga semakin memperkaya pilihan wisata, bahkan bisa menjadi percontohan, orang-orang dari luar Kabupaten Bogor akan datang ke sini untuk studi banding.
“Artinya kita punya tambahan kampung produktif, sehingga ini bisa diduplikasi oleh kampung-kampung lainnya di seluruh Kabupaten Bogor, khususnya di Gunung Putri,” tandas Ade.
Selanjutnya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan menjelaskan, pada dasarnya proses pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, melainkan seluruh pihak. Salah satunya dilaksanakan melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau PKK. Kegiatan-kegiatan PKK secara nyata dan bertahap telah menunjukan keberhasilan, serta pengakuan yang luas dari berbagai kalangan.
“Tim penggerak PKK Kabupaten Bogor bekerja sama dengan PT. Bintang Toedjoe untuk membentuk pembina dan membina Kampung Herbal di Kabupaten Bogor. Kami memilih Desa Pamekarsari Kecamatan Parung dan Desa Bojong Nangka Kecamatan Gunung Putri sebagai proyek percontohan,” ujar Halimatu Sadiyah.
Ia menerangkan, Program Kampung Herbal yang disponsori oleh PT. Bintang Toedjoe merupakan program yang tepat guna dan berdaya guna di tengah-tengah situasi dan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi pandemi Covid-19. Tanaman herbal bukan hanya untuk sekedar koleksi atau penghias halaman rumah. Akan tetapi, merupakan alternatif lain dalam hal pengobatan serta memiliki nilai ekonomi yang sangat baik untuk dikembangkan.
“Saya mengajak kepada seluruh kader PKK agar senantiasa menjaga dan memelihara warisan nenek moyang kita dengan memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar kita, sebagai pengobatan alternatif selain penggunaan obat berbahan kimia. Mudah – mudahan kedepan, kerjasama ini bisa berkembang hingga merambah ke desa-desa yang lain yang ada di wilayah Kabupaten Bogor,” ajaknya.
JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa (Pemdes) Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, terus melakukan berbagai inovasi agar vaksinasi Covid-19 semakin masif diterima masyarakat Cigudeg.
Seperti pada Rabu 24/11, upaya yang dilakukan Pemdes Cigudeg mendatangi satu persatu rumah warga mengajak vaksinasi.
Kepala Desa Cigudeg Andi Supriandi mengatakan, terobosan kali ini pihaknya melakukan dengan cara mendatangi dari satu rumah ke rumah warga lainnya.
“Sekarang kita melakukan strategi jemput bola, menyisir ke semua lingkungan kampung yang ada di Desa Cigudeg,” ungkapnya.
Selain didatangi oleh tenaga kesehatan dari Korem dan Puskesmas serta relawan, penyisiran itu dilakukan agar bisa memaksimalkan vaksinasi di wilayahnya.
“Saat ini sudah mencapai 51,8 persen dari target kita 70 persen itu sampai dengan akhir tahun,” paparnya.
Andi berharap masyarakat mengikuti aturan dari pemerintah sehingga perogram vaksinasi tersebut bisa berjalan dengan baik.
Sementara itu, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Cigudeg, Serma Dedi Suhendi menjelaskan, banyaknya kendala saat mengajak warga untuk divaksinasi dengan alasan takut jarum suntik.
“Masih banyak warga yang takut jarum suntik, sehingga begitu kita datang ke rumah warga menghindar sehingga kita harus lebih ekstra lagi untuk sosialisasi ke warga bahwa gunanya vaksin ini berguna untuk menjaga imun tubuh kita,” jelasnya.
Jadi kata dia, program tersebut akan berlangsung hingga akhir Desember dengan dilaksanakan sistem door to door.
“Saya mengimbau kepada masyarakat bahwa vaksin ini sangat berguna untuk menjaga imun tubuh kita. Sehingga tak perlu takut. Karena vaksin ini adalah program pemerintah dan pemerintah tidak akan menjerumuskan kepada rakyatnya,” imbaunya.
JURNAL INSPIRASI – Warga Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor tak sedikit menjadi pembuat batu bata merah.
Namun semakin merambahnya hebel, kini berdampak pada omset penjualan bata merah di Sadengkolot.
Salah satu pengusaha batu bata, Saepudin mengaku adanya persaingan usaha menjadikan hal biasa. Seperti adanya pengusaha hebel, meski tidak begitu berdampak secara drastis bagi usahanya, namun sebagai pembuatan batu bata di Sadengkolot kini mengalami penurunan pesanan.
“Ada penurunan beberapa persen saja, di tambah saat ini masih pandemi Covid-19,” ujar Sepudin, kemarin.
Akan tetapi, menurutnya, semua rezeki sudah ada yang mengatur. “Namanya juga usaha ya, dijalani saja,” imbuhnya.
Dia mengaku usaha yang digelutinya sudah lama, selain untuk pembedayaan masyarakat dan pengembangan usahanya di bidang pembuatan batu bata, juga agar bisa bertahan ditengah sulitnya ekonomi.
“Berupaya tidak terjadi kebangkrutan, maka itu kami pertahankan usaha yang ada. Alhamdulillah sejauh ini pembuatan batu bata masih berjalan,” ungkapnya
Saepudin menerangkan, dalam sehari ia bisa memproduksi delapan ribu batu bata, bahkan dan proses pembuatannya bisa mencapai satu bulan.
“Kalau tidak adanya kendala setiap harinya terus memproduksi batu bata. Masalahnya harga penjualan yang tidak stabil hingga kebutuhan bahan pokoknya juga ikut mahal,” tuturnya.
Saepudin menyebut, soal orderan batu bata ada saja, namun masalah harga bahan produksi yang menjadi mahal.
Dia menjelaskan, sekitar 12 pekerjaan dalam sehari yang terlibat dalam produksi pembuatan batu bata. Disamping dengan kebutuhan bahan baku yang semakin hari harganya semakin melonjak, dampak dari itu bisa terjadi pada pengurangan tenaga kerja.
Untuk itu, diharapkan peran pemerintah agar bisa memberikan solusi terkait harga bahan pokok yang semakin mahal.
Sementara itu, Kaur Perencanaan Desa Sadengkolot Suhartono mengatakan, ada sekitar 20 kartu keluarga yang hidup dalam usaha batu bata. “Industri pabrik bata tidak banyak. Namun yang lebih mendominasi di sektor pertanian ada sekitar 70% warga yang hidup di bidang pertanian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, adanya beberapa perusahaan batu bata tidak begitu berpengaruh terhadap kontribusi untuk desa. “Jadi untuk pemasukan ke desa itu tidak ada karena dalam Perdes aturannya tidak ada,” tukasnya.
JURNAL INSPIRASI – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor merencanakan pembangunan UIKA kampus II. Hal ini dicanangkan Rektor UIKA Bogor Prof. Dr, H. E. Mujahidin, M.Si yang disampaikannya dalam pidato Wisuda UIKA Bogor yang ke-79, di Auditorium Prof Abdullah Siddiq, SH., Selasa (23/11/2021).
Humas UIKA Bogor Aziz membenarkan pembangunan UIKA kampus II ini sudah menjadi salah satu agenda untuk kedepannya yang direncanakan oleh rektor. Perencanaan pembangunan UIKA Kampus II ini akan berkerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.
” Ide awalnya itu dari kita, ternyata diapresiasi dan di sambut dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Bu Ade Yasin yang juga kebetulan alumni UIKA Bogor peduli dengan pendidikan. Dan ikut berinisiatif dengan adanya UIKA Kampus II ini, sekaligus mendungkung program Pemkab Bogor yaitu Pancakarsa,” ujar Aziz, Rabu (24/11).
Sesuai dengan perencanaan, pembangunan UIKA Kampus II akan dibangun di Kabupaten Bogor di lahan milik Pemkab Bogor yang sebelumnya difungsikan Fasos Fasum untuk unit – unit bisnis di Kabupaten Bogor. Lahan tersebut sudah tidak terpakai maka dibuatlah perencanaan pembangunan kampus ini.
Sedangkan status kerja sama tentang lahan, antara UIKA Bogor dan Pemkab Bogor bukan peminjaman tapi Hak Guna Pakai. Sampai saat ini UIKA kampus II ini masih dalam proses perizinan. Rencananya UIKA Kampus II akan difungsikan untuk program studi baru.
“Untuk menjawab kebutuhan – kebutuhan masyarakat akan dihadirkannya program studi baru. Dan untuk menunjang itu salah satunya adalah adanya kampus baru sebagai perkembangan baru kita,” jelasnya.
Salah satu hal yang memicu dibangunnya UIKA Kampus II ini adalah melihat jumlah mahasiswa yang berkuliah di UIKA Bogor lebih banyak yang tingal di daerah Kabupaten Bogor dengan harapan kedepannya bisa menambah minat warga Kabupaten Bogor kuliah.
JURNAL INSPIRASI – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mendapatkan sorotan publik.
Setelah sebelumnya sejumlah pembangunan tersebut mendapatkan sorotan lantaran dikerjakan di pertengahan hingga akhir tahun. Kali ini sorotan tertuju lantaran sejumlah proyek pembangunan infrastruktur tergolong hanya dilakukan di pusat kota saja.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri menilai, saat ini fokus pembangunan infrastruktur di Kota Bogor hanya terpusat di kota.
Padahal, di pelosok Kota Bogor masih banyak wilayah yang belum terjamah oleh pembangunan infrastruktur yang memadai bagi masyarakat. Kampung Rambay dan Kampung Tarikolot di Kelurahan Ciluwer misalnya.
Di sana sarana infrastruktur bagi masyarakat belum semuanya terpenuhi. Bahkan sarana moda transportasi publik pun belum ada yang mengaspal di daerah tersebut.
“Pembangunan yang ada terlalu fokus di pusat kota, sementara warga yang tinggal di batas Kota Bogor belum merasakan pembangunan infrastruktur. Bukan kah mereka juga warga Kota Bogor,” katanya, Rabu (24/11/2021).
ASB menilai, seharusnya fokus pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemkot Bogor harus memiliki keberpihakan kepada masyarakat serta memberikan manfaat besar bagi warga.
“Penanganan banjir yang terjadi di Kelurahan Tanah Baru, Kelurahan Cibuluh, Kampung Bebek di Kelurahan Kedunghalang misalnya. Seharusnya itu yang menjadi titik fokus pemerintah. Bukan justeru membangun infrastruktur di pusat kota,” ketusnya.
Pihaknya juga mempertanyakan, apakah anggaran puluhan miliar yang digunakan Pemkot Bogor untuk melakukan pembangunan infrastruktur memberikan manfaat besar bagi kelangsungan masyarakat Kota Bogor atau justru sebaliknya.
“Di sini kami pertanyaan apakah puluhan miliar pembangunan itu berdampak besar bagi masyarakat? Paling hanya dirasakan oleh sebagian besar masyarakat saja. Apalagi saat ini pembangunan yang ada tergolong tersentral di pusat kota saja. Sementara wilayah pinggiran kurang diperhatikan,” tutupnya.
JURNAL INSPIRASI – Sebagai upaya meningkatkan kapasitas perencana dalam menetapkan strategi untuk mencapai tujuan organisasi, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian bekali para fungsional perencana lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian dengan Pelatihan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra), Senin (22/11/2021).
Sejalan dengan hal ini, Yusral Tahir, Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, mengajak peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai forum untuk bertukar informasi dan strategi dalam mencapai tujuan organisasi.
“Jadikanlah forum ini sebagai media bertukar informasi dan strategi di antara teman – teman perencana di lingkup BPPSDMP. Renstra kita jangan sampai hanya sebatas buku yang setelah disusun tetapi tidak pernah dibuka atau dibaca, Renstra ini harus bisa kita implementasikan sehingga program menteri pertanian di tahun 2020 – 2024 dapat terealisasi”, tutur Yusral.
Rencana strategi (Renstra) merupakan dokumen perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai, di dalamnya terdapat visi, misi, tujuan, sasaran strategi, arah kebijakan dan strategi, kerangka regulasi dan kerangka kelembagaan, serta target kinerja, target tujaun, dan kerangka pendanaan.
Lebih lanjut Yusral menjelaskan dengan adanya pelatihan penyusunan renstra ini juga diharapkan para perencana dapat belajar satu sama lain dan berbagi pengalaman terkait dengan penyusunan rencana kegiatan organisasi agar dapat memenuhi target yang juga merupakan acuan bahwa organisasi tersebut bekerja efektif dan berkinerja.
“Di forum ini perencana bisa berbagi pengalaman, dengan melihat laporan – laporan yang ada, kita bisa melihat UPT mana dengan serapan anggaran tinggi, yang sudah mencapai target, bagaimana cara atau strateginya, bagaimana penyusunan Renstranya agar ke depan kita bisa capai bersama – sama sehingga apa yang diharapkan Kepala BPPSDMP kepada masing – masing UPT, bisa tercapai”, jelas Yusral di depan 30 orang perencana lingkup BPPSDMP.
Dalam menetapkan strategi, Perencana harus memahami rencana strategis Kementerian Pertanian Tahun 2020 – 2024, sehingga Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern seperti yang dicitakan Mentan SYL dapat tercapai, melalui pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian.
“Pertanian yang maju, mandiri, dan modern berarti kita bicara SDM. Maka perlu ada penguatan kapasitas SDM pertanian kita,” ujarnya.
Selanjutnya, BPPSDMP menetapkan visi Terwujudnya Sumber Daya Manusia Pertanian yang Profesional, Mandiri, Berdaya Saing, dan Berjiwa Wirausaha dalam Mewujudkan Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern.
Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP menekankan salah satu pendorong peningkatan produktivitas yang digerakkan oleh SDM yang handal di bidangnya, “Agen yang paling besar perannya dalam peningkatan produktivitas adalah sumber daya manusianya. Berbicara peningkatan produktivitas berarti peningkatan SDM-nya”.
JURNAL INSPIRASI – Angga Sulistiono S.E., M.M., CSM., CPM pendiri sekaligus pengurus komunitas pelestari budaya bernama Saung Kujang mengatakan bahwa salah satu warisan budaya kebanggaan Indonesia adalah Kujang dari Jawa Barat. Dia memiliki kurang lebih 1500-an koleksi pusaka dari berbagai jenis seperti keris dan tombak.
Tak hanya itu, Saung Kujang juga mengupayakan pusaka Kujang menjadi world heritage sebagaimana pusaka keris yang sudah lebih dulu menjadi world heritage Indonesia, dan ada sekitar 6 jenis Kujang yang akan di daftarkan.
“Kujang sedang kita ajukan juga, tapi memang variannya terbatas, paling ada 5 atau 6 varian yang kita ajukan ke UNESCO, kita dengan para budayawan ” ucapnya.
Baginya, Kujang memiliki bentuk yang cukup unik, terlebih pada saat ini Kujang sudah jarang beredar di masyarakat luas. Generasi milenial akan cukup kesulitan untuk mencari informasi tentang keberadaan Kujang.
“Berbeda dengan keris-keris Jawa, temen-temen cukup ke Jawa Tengah atau Jawa Timur aja cukup bisa untuk mendapatkan itu dan bisa membelinya dalam jumlah banyak. Tapi kalo Kujang , temen-temen agak susah karena Kujang di awal abad ke-16 sudah tidak boleh muncul lagi. Pada saat runtuhnya kerajaan Padjadjaran di akhir abad ke 15,” sambunganya.
Dia juga mengharapkan warisan budaya ini tidak ditinggalkan begitu saja oleh generasi muda, oleh karena itu Saung Kujang menginisiasi program pengenalan lebih dalam tentang pusaka tersebut dimulai dari rumahnya yang menjadi tempat koleksi pusaka Kujang dan dengan terus mengupayakan terbentuknya Istana Kujang yang bisa dilihat oleh masyarakat umum nantinya.
“Saat ini kita memang masih ada di rumah, makanya kita konsepnya Saung Kujang, (mengambil) prinsip kesederhanaan, (namun) dibalik itu ada artefak yang begitu luar biasa. Tapi begitu proyek ini dirintis, ini akan menjadi Istana Kujang, bukan Saung kujang lagi,” kata dia.
Istana Kujang sendiri dikonsep dengan balutan teknologi agar pembelajaran tentang pusaka dan budaya Indonesia dapat dinikmati seiring berkembangnya zaman.
“Konsep Istana Kujang itu juga jauh dari perkiraan orang, karena kita akan membuat sesuatu yang modern, mewah, seperti itu. Di situ nanti konsepnya juga digital, kalau biasa ke museum itu ada sejarahnya, perbuatannya dan segala macem, nanti kita juga akan membuat seperti itu tapi dalam bentuk QR Code,” lanjutnya dengan antusias.
Pihak Saung Kujang sendiri berharap bahwa tidak hanya bentuk fisik yang dilestarikan, namun juga sejarah dari Kujang itu sendiri.
“Karena kalo di Jawa sana Keris itu jadi kurikulum (di sekolah) jadi mereka mengenal dekat Keris. Bagi mereka Keris itu bukan sesuatu yang aneh. Inilah kesempatan kita mungkin nanti memperkenalkan, mungkin lewat kurikulum,” harap Dosen Biokewirausahaan STIE Kesatuan Bogor.
JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan revitalisasi atau perbaikan Jalan Margonda, Depok dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp17,5 miliar.
Perbaikan tersebut dilakukan di sepanjang jalan dari simpang Siliwingai sampai fly over Universitas Indonesia. Namun perbaikan itu dibagi menjadi 3 segmen dengan setiap segmen memiliki biaya yang berbeda-beda.
Dadan mengatakan, segmen 1 menghabiskan dana sekitar Rp 3 miliar, segmen 2 Rp7,5 miliar dan segmen 3 sebesar 7 miliar.
“Ketiga segmen itu akan dikerjakan tahun ini, tapi saat ini yang sudah masuk dalam tahap sosilisasi baru segmen 1 senilai 3 miliar,” ujar Dadan, Selasa (23/11/2021).
Pembangunan revitalisasi ini akan dikerjakan sepanjang 2,2 kilometer dan membentang dari simpang Siliwangi hingga simpang Ramanda. Segmen 2 akan dilakukan pekerjaan sepanjang 3 kilometer dari simpang Ramanda hingga simpang Juanda, dan segmen 3 sepanjang 3 kilometer dari simpang Juanda sampai fly over Universitas Indonesia.
“Keseluruhan segmen tersebut diperkirakan selesai di tahun 2022,” kata Dadan.
Dadan menegaskan, revitalisasi Jalan Margonda Raya tahun ini juga untuk jalur sepeda dan perbaikan trotoar di sepanjang Margonda tersebut.
Menurutnya, revitalisasi yang dilakukan di sepanjang Jalan Margonda Raya tersebut hanya sebatas insfrastruktur utama, sementara infrasturktur pendukung seperti halte dan bangku taman, merupakan kewenangan dinas lain.
“Kalau Dinas PUPR fokus pada revitalisasi infrastruktur,” tandas Dadan.
Sekarang ini Jalan Margonda Raya kata dia, masih dalam tahap mencari konsultan yang akan melakukan supervisi terhadap segmen 1. Pencarian konsultan tersebut dengan skema seleksi dengan anggaran yang diajukan sebesar Rp 200 juta.
JURNAL INSPIRASI – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-73. Sidang tersebut dilaksanakan pada Selasa-Kamis (23-25/11/2021) di Auditorium Prof. Abdullah Siddiq, SH dan juga secara online yang dibagi ke dalam 6 sesi bagi total 955 wisudawan-wisudawati Ahli Madya, Sarjana, Magister dan Doktor.
Pada Selasa (23/11) hari ini, telah dilangsungkan sidang terbuka bagi 133 wisudawan program pascasarjana di sesi pertama yaitu pagi hari dan untuk program Sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan jumlah lulusan 108 wisudawan.
Besok hari akan dilangsungkan sidang terbuka sesi ketiga dan keempat untuk program Sarjana Fakultas Agama Islam dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Lalu di hari berikutnya untuk Fakultas Kesehatan dan Fakultas Hukum dan di sesi terakhir untuk Fakultas Teknik dan Sains.
Dalam sambutannya, Rektor UIKA Bogor Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si mengajak para wisudawan-wisudawati agar senantiasa bersyukur atas karunia Allah karena di tengah berbagai persoalan bangsa mereka dapat menyelesaikan pendidikannya untuk bekal melanjutkan hidup dalam membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.
“Saudara patut bersyukur karena di tengah berbagai persoalan bangsa, saudara mampu menyelesaikan satu tahapan penting untuk bekal melanjutkan perjuangan hidup dalam membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.”
Dalam sambutannya dia juga menyampaikan beberapa poin lain, diantaranya mengenai kerjasama antar UIKA dengan Pemkab Bogor dalam perizinan dan pembangunan kampus UIKA II, kerjasama dengan universitas-universitas dari berbagai negara, salah satunya Universiti Kebangsaan Malaysia yang semester ini akan mengirimkan 10 mahasiswanya untuk belajar di UIKA, dan juga kerjasama dengan DPRD tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota dalam penyelenggaraan Bimtek (Bimbingan Teknis) bagi pimpinan dan anggota DPRD.