25.2 C
Bogor
Friday, April 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1061

Posyandu Jalak Desa Gunung Putri Wakili Kabupaten Bogor Go Tingkat Provinsi

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Posyandu Jalak yang berada di RW 11 RT 02 Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor dibawah binaan Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengikuti lomba tingkat Provinsi Jawa Barat dengan membawa nama Kabupaten Bogor.

Daman Huri sangat apresiasi sekali semangat warganya, mengingat desa ini tak henti-hentinya mengadakan kegiatan, namun warga selalu mendukung penuh tanpa memikirkan biaya yang harus mereka keluarkan.

“Saat ini baru ada 6 Posyandu yang mandiri, dan saat ini Posyandu Jalak maju ke tingkat provinsi mewakili Kabupaten Bogor. Ini adalah satu kebanggan besar bagi saya,” jelas A Heri biasa disapa, Rabu (13/10).

Baginya, Posyandu merupakan garda terdepan karena dari posyandulah data – data itu diperoleh perkembangan mulai dari anak usia 0 – Lansia, ada dalam catatan Posyandu, termasuk BNN dan masih banyak lagi peran Posyandu.

“Yang selama ini masyarakat tahu posyandu hanya nimbang anak, suntik, tambahan makanan, polio, ternyata lebih dari itu dan itu belum merambah semuanya dan bisa dibilang banyak warga yang mungkin belum faham akan peran pentingnya Posyandu,” jelasnya.

Menurutnya, jika nanti Desa Gunung Putri kembali menjadi juara maka setiap Posyandu yang ada di desa akan ditingkatkan lagi kapasitasnya  dan Posyandu Jalak yang akan menjadi acuannya nanti agar semua terintegritas.

“Dalam persiapan lomba yang singkat, saya masih optimis bisa menyabet juara karena sisi administrasi yang sudah lengkap dan kami siap untuk dilihat kondisi di lapangannya,” cetusnya.

Sekedar diketahui, keberangkatan tim Posyandu Jalak ke Sukabumi turut didampingi oleh Ketua PKK, Dinas DPMD, Kades Gunung Putri, Camat Gunung Putri, CSR PT Indocement dan beberapa staf desa untuk mendukung Posyandu Jalak menjadi juara.

** naynur’ain

Hari Ini, Budayawan Unjukrasa Tutup Wisata Glow KRB

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat akan kembali berunjukrasa menuntut penutupan wisata malam Glow Kebun Raya Bogor (KRB) pada Rabu (13/10). Unjukrasa rencananya akan dipusatkan di pintu masuk KRB, Balai Kota Bogor dan Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanahsareal.

Penanggung jawab aksi Ki Iman Sobari mengatakan bahwa demonstran akan menyuarakan sedikitnya sepuluh poin tuntutan antaralain, maminya keluarkan pihak swasta dan investor dari KRB. Tuntutan kedua, kembalikan fungsi KRB ke fungsi semula, yaitu sebagai area penelitian, area edukasi dan area rekreasi alam bagi seluruh lapisan masyarakat yang terjangkau oleh semua kalangan

Budayawan juga menolak keras segala bentuk komersialisasi yang berkaitan dengan eksploitasi KRB karena akan berdampak terhadap tatanan originalitas yang telah terbentuk sejak berabad-abad. “KRB sebagai hutan kota serapan air, jantung oksigen kota, jaga kelestarian ekosistem 15 ribu jenis tumbuhan dan pohon. Selain itu, juga tidak boleh ada hotel atau homestay didalam KRB, karena kawasan sakral ada makam leluhur orangtua Bogor,” ungkapnya.

Selain itu, budayawan juga mendesak Pemkot Bogor dan DPRD untuk menerbitkan Perda agar merawat, menata dan mensakralkan patilasan leluhur, Raja Kolot Sunda di Kota Bogor agar tidak boleh diambil alih oleh pihak manapun. “Kembalikan fungsi KRB sebagai lahan hijau dan situs lahan hijau. KRB adalah milik warga Bogor, berikan fasilitas kepada warga Bogor,” tandasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor HM Zaenal Abidin menolak keras komersialisasi KRB. Karena konsep wisata GLOW dinilai merusak jenis-jenis hewan yang ada juga akan merusak nilai sejarah dari KRB itu sendiri. “Saya dukung penuh upaya masyarakat dalam menjaga marwah kebun raya sebagai tempat edukasi dan observasi, seperti awal didirikan. Sistem moderenisasi dapat merusak ekosistem serta kesakralan KRB,” ujar H Zenal.

Politisi Gerindra itu menegaskan, KRB merupakan peninggalan sejarah sebagai hutanisasi yang didalamnya terdapat berbagai jenis tanaman, flora dan fauna. Ia berpendapat, untuk menjaga pengelolaan KRB  tidak perlu melibatkan pihak ketiga sebagai sumber keuntungan. “Saya Fraksi Gerindra secara tegas menolak Wisata Malam GLOW di KRB,” tegasnya.

H Zaenal menegaskan, KRB itu menjadi ring satu, dengan begitu maka sentra keamana serta kenyamanan presiden harus dijaga. “Bagai mana keamanan Presiden jika KRB di komersialisasi, disitu jadi tempat wisata, ada cafe, restoran serta hotel,” ungkapnya.

Ia berpesan, agar budayawan yang hingga saat ini memperjuangkan untuk mempertahankan agar tetap berkomitmen, menjaga marwah KRB. “Karena modernisasi kalau dibiarkan akan merusak tradisi serta budaya, maka itu jangan dibiarkan terjadi. Artinya KRB harus tetap dijaga,” tandasnya.

**fredykristianto

Atlet Kota Bogor Terus Sumbang Emas Untuk Jabar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Atlet Kempo Jawa Barat, yang merupakan atlet binaan Pengcab Perkemi Kota Bogor, yakni Tirza, Firza, Akbar, Hagies, berhasil menambah satu medali perak untuk Kontingen Jawa Barat, dan nomor Embu beregu mix, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Selain cabang olahraga Kempo, dua atlet Kota Bogor lainnya, yakni Yuda Firmansyah dan Cherina Maharani juga berhasil menyumbangkan dua medali perak dari cabor dayung, nomor TBR 200 meter putra 12 cruw, dan dari nomor TBR 200 meter putri 12 cruw.

“Kita bangga, atlet-atlet Kota Bogor, masih terus meraih medali untuk Jawa Barat disisa pertandingan PON 2021. Dan kali ini atlet Kota Bogor, berhasil menambah tiga medali perak Jawa Barat, dari cabor kempo dan dayung,” kata Ketua Umum KONI Kota Bogor, Moch Benninu Argoebie, Selasa (12/10/2021).

Pria yang akrab sapa Benn ini menjelaskan, bahwa perolehan medali dari atlet Kabupaten Bogor, bisa bertambah, karena ada beberapa atlet lagi yang masih bertanding di babak final.

“Atlet tinju masih akan bertanding di final, dan beberapa atlet lainnya. Jadi besar harapan atlet Kota Bogor bisa menambah pundi-pundi medali emas untuk Jawa Barat pada sisa nomor pertandingan PON 2021,” pungkasnya.

**as.pangrango

Lima Pejudo Kota Bogor Sabet Lima Emas

0

Yudi Wahyudi: Bukti Pembinaan Serius

Bogor | Jurnal Inspirasi

Keberhasilan atlet judo Kota Bogor, meraih lima medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 untuk Kontingen Jawa Barat, merupakan bukti pembinaan yang serius dilakukan jajaran Pengurus Cabang Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kota Bogor terhadap atlet-atlet binannya.

Bahkan capain tersebut, nantinya akan jadi modal utama PJSI ‘Kota Hujan’ dalam menatap Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) XIV Jawa Barat 2021, sekaligus misi mempertahankan gelar juara umum cabor judo, pada Porprov 2022 mendatang.

Sekretaris Umum Pengcab PJSI Kota Bogor, Yudi Wahyudi menegaskan, capaian lima medali yang diraih judoka, adalah buah dari kerja keras atlet yang selama ini intens menjalani program latihan, sehingga mereka mampu meraih yang terbaik dipentas olahraga paling akbar di Indonesia ini.

“Capaian ini, akan jadi modal utama kami untuk mempersiapkan atlet-atlet andal yang bakal diturunkan pada BK Porprov 2021, dan Porprov 2022,” ujar Yudi Wahyudi, Selasa (12/10/2021).

Yudi menjelaskan, bahwa di ajang PON 2021, empat atlet judo Kota Bogor memperkuat tim judo Jawa Barat, dan keempatnya berhasil meraih medali, satu di antaranya raih Dewa Kadek Rama Warma dari kelas -66 kilogram, satu medali perak dari I Kadek Pasek Karisna (perak kelas -81 kilogram), Deden Setiadi (perak kelas -100 kilogram), Mia Mauludini (mendali Perunggu kelas +78 kilogram), dan satu medali perunggu dari empat atlet yang turun di nomor beregu mix.

Jadi sambung Yudi, tim judo Kota Bogor yang dipersiapkan untuk BK Porprov, akan berjuang keras guna meraih tiket sebanyak-banyaknya. Agar misi mempertahankan gelar juara umum dapat dipertahankan dengan maksimal di ajang Porprov 2021.

**as.pangrango

Istri Peraih Tiga Emas Gantole PON Papua Ingin Ayat Jadi ASN

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Berhasil menyabet tiga keping medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dari cabang olahraga gantole. Ayat Supriyatna (35 tahun) disambut layaknya pahlawan oleh masyarakat Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Ayah dua orang anak yang merupakan kelahiran Desa Tugu Selatan itu diarak dulu keliling wilayah Kecamatan Cisarua terlebih dahulu, sebelum diterima oleh Penari Tari Srikandi, pengurus Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Kepala Desa Tugu Selatan, keluarga dan masyarakat Puncak.

Manajer Tim Gantole Kontingen Jawa Barat dan juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Hikal Kurdi mengaku sangat bangga dan berterima kasih atas pengorbanan dan prestasi Ayat, ia atas nama masyarakat Kabupaten Bogor mengucapkan banyak terima kasih.

“Dalam penyambutan Ayat hari ini, saya mewakili masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya Puncak dan Desa Tugu Selatan mengucapkan terima kasih karena telah mengharumkan nama Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional,” ucap Wawan kepada wartawan, Selasa, (12/10/2021).

Politisi Partai Golkar ini berharap, pasca ajang PON XX Papua 2021, Ayat konstentrasi menuju Porda Jawa Barat ke XXII pada Tahun 2022 mendatang di Kabupaten Tasikmalaya.

“Tugas Ayat selanjutnya mengharumkan nama baik Kabupaten Bogor di ajang Porda Jawa Barat ke XXII pada Tahun 2022 mendatang di Kabupaten Tasikmalaya, oleh karena itu, saya hanya memberikan waktu 10 hari untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga,” harapnya.

Kades Tugu Selatan Eko Windiana berterima kasih setinggi-tingginya atas raihan prestasi Ayat Supriyatna, selain itu ia menceritakan ada peran keluarga dan Sulistiowati Hikal Kurdi dalam mengharumkan nama baik Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat.

“Saya tahu Ayat sempat galau karena anaknya yang baru lahir mengalami infeksi usus hingga harus dirawat di RSPG Cibeureum, Kecamatan Cisarua. Namun, karena Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dan istrinya Sulistiowati Hikal Kurdi menjamin kesehatan anak dan keluarganya Ayat, maka ia bisa berkonsentrasi meraup seluruh medali emas di cabang olahraga Gantole,” kata Eko.

Kepada seluruh masyarakat Desa Tugu Selatan, mantan Ketua Karang Taruna Kecamatan Cisarua ini menghimbau agar mencontoh usaha hingga  pengorbanan Ayat Supriyatna menuju raihan prestasi-prestasinya.

“Terjun di cabang olahraga gantole itu tidak  mudah, bahkan bisa mengorbankan nyawanya kalau ia tidak selalu waspada dan konsentrasi. Semoga warga Tugu Selatan lainnya, bisa mencontoh Ayat untuk berprestasi setinggi-tingginya, di bidang apapun yang kalian geluti,” tambahnya.

Ayat Supriyatna yang pada PON XX Papua meraih medali tiga keping emas pada nomor ketepatan mendarat perorangan dan ketepatan mendarat beregu dan race to goal (RTG) membenarkan awalnya ia tidak semangat bertanding, karena menjelang keberangkatan ke Papua, anak keduanya yang baru 10 hari lahir sakit infeksi usus hingga perlu dirawat di IGD RSPG, Cibeureum, Kecamatan Cisarua.

“Alhamdulillah, di saat saya sedang turun semangat, bapak Wawan dan istri menyemangati saya dan menjamin perawatan anak saya yang saat itu sedang sakit setelah dirawat kurang lebih selama 5 hari. Prestasi yang saya raih ini, saya persembahkan untuk Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dan khususnya  Ketua PGPI Kabupaten Bogor bapak Wawan Hikal Kurdi, ibu Sulistiowati serta masyarakat Desa Tugu Selatan,” kata Ayat.

Desi Pridayanti (25 tahun) istri Ayat Supriyatna berharap raihan prestasi suaminya bisa menjadi jalan menuju naiknya status pegawai honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Bogor.

“Saat ini, suami masih pegawai honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor. Semoga dengan raihan 3 keping medali emas ini, ia mendapatkan beasiswa menuju jenjang pendidikan strata 1 (S1) dan statusnya bisa naik menjadi ASN,” tukas Desi.

**as.pangrango

Rudy Susmanto: Investasi SDM Harus Dilakukan

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Ketua  DPRD  Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengaku bangga dan kagum atas capaian semua atlet-atlet Kabupaten Bogor yang mampu memberikan konstribusinya kepada Kontingen Jawa Barat di Arena PON XX Papua 2021.

Rudy menegaskan,  semua  atlet dan pelatih  asal Kabupaten Bogor yang memberikan konstribusi dan membela Jabar di Arena PON XX Papua 2021 adalah para patriot-patriot olahraga  dan jadi aset penting olahraga Kabupaten Bogor .

Sudah seharusnya,  kata politisi Partai Gerindra , Pemerintah Kabupaten Bogor  hadir dan mencari solusi ideal untuk  masa depan atau kesejahteraan para atlet tersebut.

“ Saat ini investasi yang paling ideal dilakukan pemerintah adalah investasi soal Sumber Daya Manusia ) SDM ) termasuk SDM dalam keolahragaan dalam hal ini mencetak para atlet handal, potensial dan bisa berprestasi di kancah nasional dan internasional,” tegas Rudy Susmanto kepada Selasa, 12 Oktober 2021.

Selanjutnya, kata Rudy, mencetak, membina  atlet serta memberikan perhatian soal kesejehtaraan dan masa depan para atlet  adalah tanggung jawab pemerintah .

“ Ketika banyak atlet binaan Kabupaten Bogor meraih  prestasi di kancah nasional seperti PON XX Papua 2021, maka Pemerintah Kabupaten Bogor harus hadir dan harus bisa mencarikan  solusi buat masa depan para atlet tersebut,” beber Rudy .

Terkait banyaknya atlet Kabupaten Bogor yang mendulang emas di PON XX Papua 2021, Rudi berharap Pemkab Bogor hadir dan bisa menjadi jembatan masa depan para atlet tersebut.

“ Minimalnya para atlet yang sudah berprestasi itu bisa ditempatkan di instansi-instansi atau BUMD  milik Kabupaten Bogor. Ketika ada  penerimaan CPNS kan bisa diperjuangkan oleh Pemerintah daerah,” paparnya

Selanjutnya, sambung Rudi, semua atlet Kabupaten Bogor yang mendulang prestasi emas di PON XX Papua 2021 adalah aset penting olahraga nasional.

“ Tidak menutup kemungkinan para atlet binaan cabor yang ada di Kabupaten Bogor kedepannya ada yang meraih emas di event Sea Games, Asian Games dan Olimpiade ,” tambahya

Ia mencontohkan, pada saat Orde Baru, prestasi olahraga Indonesia sangat merajai di Asia Tenggara dan juga bisa berbicara di Asia.

“Karena saat itu Pemerintah benar benar memperhatikan kesejahteraan  para atlet , hingga  banyak atlet  berprestasi di berikan kesempatan kerja di instansi instansi  milik pemerintah, BUMN ataupun jadi ASN,”  pungkasnya.

**as.pangrango

Rehab Total BPP di Banten Bawa Berkah Bagi Warga

0

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Pembangunan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang Banten oleh Kementerian Pertanian (Kementan) membawa berkah tidak hanya bagi penyuluh diwilayah tersebut tetapi juga bagi warga tetangga kecamatan Pagelaran yakni kecamatan Patia.

Didi, warga Desa Patia Kecamatan Patia mengaku kecipratan rejeki dengan menjadi buruh bangunan pada proyek tersebut. Lahan sawah Didi adalah lahan tadah hujan yang pada kemarau ini tak bisa ditanami sehingga Ia tak bisa bekerja disawahnya. Kata Didi menjadi buruh bangunan saat ini adalah pekerjaan yang sangat membantu memberikan pendapatan.

“Sawah saya tadah hujan, jadi karena sekarang belum turun hujan tak bisa ditanami. Bersyukur ada pembangunan BPP, bisa bekerja jadi tukang ada pendapatan,“ ujarnya.

Tak hanya Didi petani lain Amad mengalami hal serupa. Ia bekerja memasang instalasi listrik pada proyek yang ditargetkan selesai pada November 2021 tersebut. “Saya bekerja dari awal, sejak bangunan ini dibongkar, alhamdulilah lancar – lancar saja baik pengerjaan maupun pembayarannya, “ ucapnya.

Sementara itu para Penyuluh wilayah kecamatan Pagelaran yakin dengan diperbaikinya kantor BPP akan memberikan banyak manfaat untuk penyuluh dan bagi warga sekitar. Pasalnya dengan dibangunnya BPP tersebut selain mendorong semangat dan motivasi para penyuluh,  juga sangat representative untuk menjalankan fungsinya sebagai Kostratani. Selain itu dengan dibangunnya kantor tersebut dapat dimanfaatkan pula untuk kegiatan kemasyarakatan warga sekitar.

Dari pantauan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor selaku pendamping program utama Kementan di wilayah Pandeglang pembangunan BPP Pagelaran sudah mencapai 50%. Kepala PPMKP Yusral Tahir mengharapkan pembangunan dapat seleai tepat waktu sehingga penyuluh bisa kembali berkantor dibangunan tersebut.

Pembangunan BPP merupakan upaya transformasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi BPP Kostratani. Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), ini menjadi bukti keseriusan Kementerian Pertanian dalam menggenjot Kostratani yang akan mengawal program-program utama Kementan.

“Kostratani menjadi yang terdepan dalam mengawal program-program utama Kementan. Oleh karena itu, Kostratani kita perkuat. Karena kita ingin fungsi-fungsi Kostratani bisa dijalankan dengan maksimal untuk mendukung kemajuan pertanian di Tanah Air,” kata Syahrul.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyatakan, penguatan sarana dan prasarana serta kapasitas penyuluh akan berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas pertanian. Menurut Dedi, negara maju di berbagai belahan dunia diawali oleh kemajuan di sektor pertanian. Syaratnya, kata dia adalah Indonesia harus memiliki penyuluh yang hebat didukung teknologi yang baik. Hal itu juga berlaku untuk Indonesia.

Untuk itu BPPSDMP terus membenahi  penyuluh dan petaninya yang menjadi pengungkit terbesar produktivitas  Untuk mencapai itu pemberdayaan penyuluh dimulai dari BPP di Kecamatan di sebut dengan kostratani.

** Regi/PPMKP

Ada Kesalahan Informasi, PT BBL Jelaskan Proses Alih Kelola dengan PNP

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Manajemen PT Buana Barokah Lestari (BBL) memberikan penjelasan perihal adanya pemberitaan sepihak dalam proses alih kelola antara PT BBL dengan PT Panorama Nusa Properti (PNP) dalam Proyek Bukit Marhamah 1 yang terletak di Desa Sukarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

Menurut Direktur PT BBL, Sunaryo, alih kelola dari PT PNP ke PT BBL tersebut bukan berbentuk alih pengelolaan dana investasi seperti yang diberitakan oleh sebagian pemberitaan online. Akan tetapi, alih kelola pelaksanaan pekerjaan pembangunan dari semula harus dikerjakan dan diselesaikan oleh PT BBL, dialihkan untuk dikerjakan dan diselesaikan oleh PT PNP.

“Alih kelola tersebut semata-mata bertujuan meningkatkan kinerja dalam rangka percepatan pencapaian target pemenuhan kewajiban PT. BBL terhadap konsumen proyek Bukit Marhamah 1 dan tidak mempengaruhi status kepemilikan konsumen PT. BBL pada proyek Bukit Marhamah,” kata Aryo sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (12/10/21).

Aryo mamaparkan, sampai Oktober 2021 pihak PT. PNP belum dapat menunjukan progress yang signifikan terkait penyelesaian kewajiban kepada konsumen PT. BBL tersebut sebagaimana yang dijanjikan oleh PT. PNP kepada PT. BBL.

“Sehingga akhirnya PT. BBL dalam waktu dekat ini akan segera melakukan evaluasi dan tidak menutup kemungkinan untuk mengambil alih kembali pekerjaan tersebut,” paparnya.

Senada, Humas PT BBL, Anton menyampaikan terkait adanya pemberitaan mengenai 24 konsumen proyek Bukit Marhamah I yang akan melakukan langkah hukum berupa somasi kepada pihak PT BBL, pihaknya secara resmi belum menerima somasi tersebut.

“Terkait adanya 24 konsumen yang akan memberikan somasi, perusahaan baru menerima melalui pesan singkat WhatsApp dan belum bisa merinci siapa saja ke-24 konsumen proyek Bukit Marhamah I yang dimaksud,” ungkapnya.

Sementara itu, Legal Coorporate PT BBL, Kostaman menambahkan, pihaknya sangat terbuka untuk menyampaikan informasi terkait hal yang menyangkut peralihan antara BBL dan PNP kepada para konsumen maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan permasalahan yang saat ini sedang ramai diperbincangkan.

“Mudah -mudahan dengan adanya penjelasan ini tidak menjadi polemik yang berkepanjangan dan agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran berita yang diakibatkan oleh adanya kesalahan informasi,” pungkasnya.

**naynur’ain

RST Dompet Dhuafa Raih Penghargaan dari Kemenkes

0

Tak Gunakan Alkes Bermerkuri

Kemang | Jurnal Inspirasi

Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa menjadi satu dari dua sumah sakit di Kabupaten Bogor yang menerima penghargaan rumah sakit yang tak gunakan alat kesehatan (alkes) bermerkuri dari Kementerian Kesehatan. Manajer Pelayanan dan Penunjang Medis RST Dompet Dhuafa dr Jumpa Utama mengatakan, penghargaan yang didapat merupakan ikhtiar bersama seluruh insan RST dalam menjalankan kewajiban yang sudah dirilis oleh Kemenkes pada tahun 2020 mengenai tidak menggunakan alat-alat bermerkuri untuk layanan kesehatan.

“Pertama terimakasih betul kepada Kemenkes melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang sudah memperhatikan kami dalam memberikan layanan kesehatan kepada pasien,” ucap dr Jumpa kepada wartawan, Selasa (12/10).

Sementara itu dr. Esther M. M.Kes, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor berharap tahun 2022 prestasi ini dapat dipertahankan dan bisa semakin banyak lagi rumah sakit yang meninggalkan penggunaan alat-alat kesehatan yang mengandung merkuri. “Mudah-mudahan tahun depan semakin banyak rumah sakit yang mendapatkan penghargaan ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui penghapusan alat kesehatan ini bertujuan untuk mewujudkan Fasyankes yang bebas dari alkes bermerkuri dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pada Oktober tahun lalu, Jelsi Natalia Marampa selaku Kepala Subdirektorat Pengamanan Limbah dan Radiasi, Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan menargetkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) tidak lagi menggunakan alat-alat kesehatan bermerkuri pada akhir Desember 2020.

Satu tahun kemudian, tepatnya pada Oktober tahun 2021, Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan kepada 567 Fasyankes yang terdiri dari 92 RS, 397 Puskesmas, dan 78 Fasyankes lainnya (klinik dari TNI dan klinik swasta) dari 34 kabupaten/kota di 16 provinsi.

**cepikurniawan

Harapkan Bantuan, Rumah Pasangan Lansia Ludes Terbakar

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Rumah pasangan lanjut usia (lansia), Sukarta (70) dan Tati (60) warga Kampung Hegarsari, Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor  ludes dilahap si jago merah. Tidak ada korban jiwa, namun pensiunan guru itu harus merelakan rumah dan seisinya bahkan surat-surat berharga seperti ijazah dan surat pensiunan PNS ikut terbakar.

Peristiwa kebakaran itu terjadi pukul 13.00 WIB saat anggota keluarga lainnya berada di luar rumah. “Bapak saya saat kejadian lagi terbaring sakit, sampai merangkak keluar rumah saat api mulai besar dan baru diketahui warga,” kata anak pemilik rumah, Tati Susilawati kepada wartawan, Selasa (12/10).

Lanjut Tati hanya kurang dari 15 menit, api menyebar hingga menghanguskan seluruh material rumah yang kebanyakan terbuat dari kayu. “Beruntung, warga setempat sigap  berjibaku untuk memadamkan api sampai akhirnya Damkar Sektor Leuwiliang datang untuk membantu,” katanya.

Tati pun berharap atas kejadian itu rumah orang tuanya yang terbakar ada perhatian dan bantuan pemerintah. “Mudahan mudahan ada bantuan dari pemerintah karena rumah orang tua saya habis terbakar tak tersisa,” katanya.

Sementara itu Wakil Komandan Regu Damkar Sektor Leuwiliang, Agus mengaku menerjunkan satu unit mobil damkar untuk melakukan pendinginan pasca kebakaran. “Selesai penanganan sekitar pukul 15.00 WIB, tidak ada korban dan penyebabnya korsleting listrik,” pungkasnya.

**cepikurniawan