JURNAL INSPIRASI – Seorang perempuan yang diduga depresi nekat meloncat dari atas Jembatan Darul Qur’an, Kecamatan Bogor Barat, Senin (25/10).
Beruntung perempuan berusia 38 tersebut selamat, dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi Bogor.
“Ya, kejadiannya pukul 06.30 WIB, dan korban sekarang ada di rumah sakit,” ujar Komandan Regu (Danru) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Maruli Sinambela kepada wartawan.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Saat ini petugas dikabarkan tengah melakukan pendalaman terhadap wanita yang hendak melakukan percobaan bunuh diri itu.
JURNAL INSPIRASI – Pelatihan Tematik Peternakan oleh BBPP tanggal 25 s.d 27 Oktober 2021 diselenggarakan di Balai Benih Ikan Kabupaten Soppeng dengan mengangkat tema “Menyusun Ransum Pakan Unggas Ayam Petelur” yang diikuti oleh 30 peserta dari Aparatur (petugas tenis, penyuluh), 16 peserta Non Aparatur (peternak) dan pelatihan budidaya kelinci dan penyamaan kulit kelinci.
Pembukaan dihadiri oleh Bupati Soppeng, H.Andi Kaswadi Razak, SE, Kepala BBPP Dr. Wasis Sarjono S.Pt M.Si, Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Kab. Soppeng Ir. Erman Asnawi, M.Si, dan jajarannya.
Dr. Wasis Sarjono S.Pt M.Si
Dalam sambutanya Kepala Dinas menyampaikan Kabupaten Soppeng punya potensi namun Sumberdaya Manusia kami kurang mendukung nah itulah kesenjangan kami, untuk itulah pada kesempatan ini kami mengangkat tema pelatihan tersebut, ungkapnya”.
Pada kesempatan yang sama Dr, Wasis Sarjono juga menyampaikan bahwa dalam menjalankan usaha biasanya peternak dihadapkan dengan harga pakan yang tinggi, dan sebagian besar biaya pengeluaran digunakan untuk memberi bahan baku pakan. Hal inilah yang sering menjadi persoalan kebanyakan peternak dan pada akhirnya akan mengalami kegagalan dalam beternak akibat kenaikan harga biaya pakan yang tidak sebanding dengan produksi telur pada ayam petelur.
Dengan fenomena diatas Kabupaten Soppeng beserta jajaranya segera menindak lanjuti permasalahaan tersebut dengan menyelenggarakan suatu bentuk pelatihan bagi petugas/peternak, dan ini disambut baik oleh BBPP Batu yang mempunyai tupoksi menyelenggarakan pelatihan Aparatur maupun Non aparatur.Ungkapnya”.
H.Andi Kaswadi Razak, SE Bupati Soppeng dalam arahanya menyampaikan saat ini peternakan ayam petelur menempati urutan kedua se Propinsi Sulawesi Selatan, ini tentu saja tidak serta merta di raih begitu saja berbagai upaya telah kita lakukan salah satunya mengadakan pelatihan, studi banding dan mengundang praktisi.
Namun ternyata upaya tersebut tidak akan berhasil kalau hanya dilakukan sekali, kita harus mengadakan kegiatan tersebut secara terus menerus dan terhadap, setelah upaya tersebut dilakukan sekarang timbul masalah klasik yaitu harga telur rendah, namun harga pakan naik, tentunya ini menjadi persoalan yang harus segera di selesaikan, kita harus segera mengambil langkah – langkah konkret salah satunya melatih peternak untuk menyusun formasi pakan dengan berbahan baku lokal, dengan harapan peternak dapat menekan biaya produksi.
Bupati juga berharap semoga kerjasama dengan Kementerian Pertanian melalui BBPP Batu akan terus berlanjut, tidak saja pelatihan tentang unggas namun pelatihan teknis yang lain imbuhnya”.
JURNAL INSPIRASI- Petani milenial didorong untuk memanfaatkan peluang pasar digital yang berkembang pesat di Indonesia dan dunia sejak masa pandemi Covid 19. Pasar digital Indonesia ini menjadi tertinggi di ASEAN dengan menyumbang angka 42 persen.
“Pandemi Corona (Covid-19) telah meningkatkan penggunaan teknologi digital untuk berbagai aktivitas masyarakat Indonesia, “ ujar Budhy Setiawan Anggota Komisi IV DPR RI, Minggu (24/10/2021) di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor.
Dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani di Kota Bogor bertema Digitalisasi Promosi Hasil Pertanian Budhy mengungkapkan Pasar ekonomi digital di Indonesia pada masa Covid 19 menciptakan ekonomi menembus angka hampir 600 Trilyun. Diproyeksi sampai dengan 2025 akan terus berkembang hingga menembus angka 1800 Trilyun. Hal ini hendaknya dimanfaatkan oleh para petani milenial untuk mulai bergerak di pasar digital dalam memasarkan produknya.
“Silakan manfaatkan. Karena dunia digital adalah dunia para milenial, usia yang paling dominan. Usia sampai dengan 39 tahun akan menjadi usia paling banyak dipenduduk kita, bayangin pasarnya tambah lagi. Usia temen – temen ini kan pasar semua ini,“ ucapnya.
Tantangan Indonesia dalam menciptakan ekonomi digital ini adalah harus memiliki daya inovasi dan daya literasi. Tingkat literasi Indonesia ada pada tingkat sedang bawah. Sementara tingkat inovasinya ada di posisi ke 85 dari 133 negara. Didukung kemampuan teknologi hal tersebut bisa didongkrak dengan meningkatkan minat membaca, karena tak mungkin ada inovasi jika tidak rajin membaca.
“Mustahil ada inovasi jika tidak memiliki literasi. Untuk meningkatkan inovasi ini mulailah membiasakan membaca dimulai dari yang ringan. Dengan yang ringan inilah kemampuan teman – teman menciptakan inovasi itu sangat mungkin, karena kemampuan anda sudah didukung teknologi, sudah peka terhadap perkembangan teknologi tinggal disentuh dengan kebiasaan membaca, “ tuturnya.
Itulah sebabnya kata Budhy dalam bimtek ini peserta dibekali dengan materi yang akan membuka wawasan terkait dunia ekonomi digital.
Dalam sebuah kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan era digital saat ini semakin mendorong percepatan pembangunan pertanian Indonesia.
“Kita berada pada adanya perubahan era. Di era ini, pertanian kita bisa lebih baik dibandingkan era-era sebelumnya karena semua sudah terfasilitasi secara digital,” tuturnya.
Kata Syahrul teknologi digital memberikan banyak informasi. Dengan pemanfaatan teknologi digital, bertani menjadi lebih mudah dan efisien. Untuk itu, Syahrul meminta generasi milenial untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian..
“Bertani sekarang bisa dengan gadget, robot construction, dan artificial intelligence. Dengan peralatan modern, bertani bisa dilakukan secara otomatis,” katanya.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menyampaikan, masa depan sektor pertanian nasional tergantung kepada para petani milenial saat ini. Sebab, mereka memiliki kemampuan yang jauh lebih baik, melek teknologi, dan sangat adaptif terhadap perubahan.
Indonesia saat ini membutuhkan petani milenial yang memang memiliki jiwa wirausaha tinggi untuk mendorong peningkatan produksi pangan nasional ke depan. “Petani yang seperti itu yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk kita bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional,” kata Dedi.
JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengevaluasi hasil pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Senin (25/10). Evaluasi akan melibatkan pengawas korwil dari setiap kecamatan. “Senin (25/10) baru mau evaluasi dengan pengawas,” ujar Kepala Bidang SD di Disdik Kota Bogor, Rudy Suryanto kepada wartawan, Minggu (24/10).
Menurut dia, khusus pelaksanaan ujicoba PTM SD, kegiatan sudah dilaksanakan sejak Senin (18/10) berlangsung dengan aman. Hal itu lantaran hingga kini, Disdik belum mendapatkan informasi terkait adanya kejadian luar biasa akibat pelaksanaan ujicoba PTM. Dengan demikian, sambungnya, PTM dapat dilaksanakan bertahap bagi seluruh sekolah.
“Ya, alhamdulillah sampai saat ini tidak ada laporan kejadian luar biasa terhadap anak selama di sekolah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi mengatakan, rapat evaluasi hasil ujicoba PTM dilakukan untuk menentukan apakah pelaksanaan PTM yang sudah dilaksanakan untuk tingkat SMP dan SD dapat dilanjutkan dan diperluas. “Kami ingin tahu hasilnya seperti apa,” tegasnya.
Seperti diketahui, ujicoba PTM pada SMP diikuti 44 sekolah sejak Senin (4/10). Sementara SD diikuti 36 sekolah sejak Senin (18/10). Dalam ujicoba itu, hanya dilaksanakan oleh kelas 4 hingga kelas 6.
JURNAL INSPIRASI – Kasus positif Covid-19 di Kota Bogor terus melandai, sehingga membuat status PPKM ‘Kota Hujan’ turun ke level dua. Hal itu rupanya berdampak terhadap meningkatnya okupansi hotel.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay mengatakan bahwa pertumbuhan bisnis perhotelan masuk kategori sangat baik. Kondisi demikian, tak terlepas dari kasus Covid-19 yang melandai.
“Penurunan status PPKM juga jadi indikator membaiknya bisnis perhotelan. Karena banyak sektor dilonggarkan, ada peningkatan kunjungan sebesar 20 persen,” jelasnya.
Ia berharap kondisi seperti saat ini dapat terus bertahan bahkan bisa membaik lagi. “Kami tetap ingatkan ke teman-teman pengusaha agar jaga prokes. Jangan sampai omzet turun lagi karena kurang bisa jaga syarat prokes,” pungkasnya.
JURNAL INSPIRASI – Setelah ditunda sejak April lalu, semifinal dan final Ade Yasin Bogor Junior League (BJL) 2020/2021 bisa dipertandingkan di Stadion Pakansari, Senin (25/10).
Total ada delapan tim yang akan berlaga di semifinal. Yakni Siaga Pratama vs Gapura Academy dan Bojong Kulur Raya vs Cibinong Raya di kelompok usia (KU) 13 tahun. Sedangkan Saradan FC vs Cibinong Raya serta Siaga Pratama vs Cipoet di KU 15 tahun.
Direktur Teknik BJL, Cakra Dedi Baidilah mengatakan, semifinal dan final Ade Yasin BJL 2020/2021 bisa dilaksanakan karena terjadi penurunan kasus Covid-19. Apalagi Kabupaten Bogor kini berada di level 3.
“Kami telah mendapat restu dari pemerintah untuk kembali melanjutkan kompetisi yang sudah masuk babak penentuan,” ujarnya, Minggu (24/10).
Bupati Bogor, Ade Yasin dijadwalkan bakal menghadiri langsung laga final BJL 2020/2021, untuk memberikan trofi kepada tim pemenang. “Iya, bupati sudah memastikan diri untuk datang di laga puncak,” sebut Cakra.
Sebelumnya, Panitia pelaksana Ade Yasin BJL U-13 dan U-15 2020/2021 menunda pertandingan babak semifinal dan final.
Penundaan tersebut berdasarkan surat pemberitahuan dari Panitia Pelaksana BJL nomor 023/BJL/ PSSIASKAB/IV/2021, perihal pemberitahuan babak semifinal Ade Yasin BJL 2020-2021 kepada semua tim yang lolos ke partai semifinal. Ini berdasarkan intruksi langsung dari Bupati Ade Yasin.
“Awalnya babak semifinal akan digelar pada 7 April 2021, dan partai final 11 April 2021. Namun karena ada instruksi dari Bupati. Maka kami wajib untuk mematuhi dan mengindahkan intruksi tersebut,” ujarnya.
Cakra menjelaskan, bahwa para peserta yang lolos ke babak semifinal, sudah diberitahukan oleh panitia melalui surat pemberitahuan resmi, dan surat yang dilayangkan panitia tersebut, mengacu dengan intruksi Bupati Ade Yasin.
“Saya ingin semua kontestan babak semifinal Ade Yasin BJL usia-13 dan usia-15 bisa memahami kondisi ini,” tegasnya.
JURNAL INSPIRASI – Savero Hotels Group ingin berkontribusi kepada bangsa dan negara melalui jalur pendidikan dalam program SMK Pusat Keunggulan bekerjasama dengan SMK Negeri 1 Depok, Jawa Barat.
Savero Hotels Group menjadi salah satu manajemen hotel yang dipercayai untuk memenuhi program SMK Pusat Keunggulan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antar kedua belah pihak pada Kamis, 7 Oktober 2021 di Hotel Grand Savero Bogor.
Dalam sambutannya, General Manager Savero Hotels Group Mustafa Rahmatono menyampaikan bahwa Savero Hotels Group menaruh perhatian khusus dan serius terhadap kesuksesan program ini.
“Program ini sebagai perwujudan dari salah satu Core Value bagi perusahaan kami yang berada di industri perhotelan dan sangat berkepentingan dalam program ini untuk berbagi ilmu dan pengetahuan terkini mengenai dunia perhotelan demi membantu meningkatkan kualitas siswa/I SMK menjadi terampil dan kompeten di bidangnya,” ucap Mustafa.
Untuk mengimplementasikan kerjasama yang telah disepakati, Savero Hotels Group akan memberikan fasilitas dan ilmu kepada para siswa/I SMK yang mengikuti program PKL seperti pembinaan karakter, mengenalkan produk hotel dan budaya perusahaan serta seragam dan makan.
“Kerjasama ini sangat sejalan dan semakin kuat karena merupakan wujud dari Intruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 mengenai Revitalisasi SMK tentang peningkatan kualitas SMK,” ungkap Yulia Rossa selaku Kepala Hubin SMKN 1 Depok.
Selain siswa/I SMK, para guru juga dapat melakukan program training/magang di hotel sehingga dapat mengetahui perkembangan sekaligus ilmu di industri perhotelan.
“Kami akan memberikan sertifikat untuk siswa/I maupun guru yang melakukan program PKL/Magang. Pihak hotel akan memberikan update informasi, perkembangan pengetahuan dan keterampilan yang menyangkut tentang tata kelola perhotelan. Harapannya, agar terjadi sinkronisasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja nyata sehingga para siswa/I SMK dapat berkompetisi secara global,” ucap Mustafa.
Acara penandatanganan MoU diakhiri dengan kegiatan foto bersama antara pihak Savero Hotels Group dengan SMK Negeri 1 Depok.
JURNAL INSPIRASI – Kepolisian Sektor (Polsek) Nanggung, Polres Bogor, terhitung sejak Jumat (22/10) telah resmi dijabat oleh AKP Budi Santoso.
Saat ditemui usai monitoring pelaksaan vaksinasi Covid-19 di Kampung Pasirpeuteuy, Desa Nanggung, AKP Budi Santoso dalam dekat ini secara berkala akan melakukan upaya persuasif dengan mengunjungi tokoh agama dan masyarakat yang ada di wilayah hukum Polsek Nanggung.
“Sebagai pengayom masyarakat kami harapkan wilayah Nanggung bisa lebih harmonis dan kondusif,” kata Kapolsek Nangung AKP Budi Santoso kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Tak hanya itu, bahkan pihaknya akan menjalin kerjasama dengan masyarakat hal ini guna meningkatkan kesejahteraan dimasa Pandemi Covid-19 kaitan mendukung program kesehatan.
“Kita sudah bentuk Forum Bogor Sehat. Nanti kita akan bersinergi dengan stakeholder yang ada, baik dari Dinas Kesehatan, pendidikan tentunya untuk mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
Intinya, kata dia, Kamtibmas itu tidak bisa dilaksanakan oleh polisi sendiri melainkan tentu harus dibantu oleh seluruh lapisan masyarakat. “Dengan melihat situasional dinamika kegiatan di Kecamatan Nanggung tentu kami akan lakukan silaturahmi, anjangsana door to door. Sistemnya nanti kita akan upayakan seperti itu,” imbuhnya.
Langkah awal jelasnya, akan konsultasi kedalam dulu merapatkan barisan dan setelah solid baru diagendakan kegiatan keluar dengan cara komunikasi ke seluruh lapisan masyarakat. “Terutama kepada tokoh agama tokoh masyarakat juga tokoh pemuda yang ada di Kecamatan Nanggung,” jelasnya.
Kapolsek Nanggung juga akan memberikan imbauan perihal kendaraan yang tidak bersurat alias bodong. Dengan pemasangan banner, kata dia, pihaknya akan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak membeli kendaraan yang tidak dilengkapi surat kepemilikan yang sah.
“Memiliki kendaraan tanpa surat itu adalah suatu perbuatan yang melanggar hukum serta ada sanksi pidananya,” tutupnya.
JURNAL INSPIRASI – Bukan hanya anggota DPRD Kabupaten Bogor saja yang menyoroti pembangunan bendungan Kali Cibongas yang berlokasi di Kampung Babakanliud, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Bahkan akibat terjadinya pada perubahan gambar bangunan sehingga terjadi mangkraknya pengerjaan bendungan Kali Cibongas yang cukup lama, aktivis Bogor Barat Rahmatullah menyebut masalah ini jadi salah satu kebiasaan buruk dengan tidak matangnya perencanaan dari awal sebelum bendungan itu dibangun.
Pembangunan bendungan itu karena sudah mangkrak satu bulan, tidak menutup kemungkinan pengerjaannya terkesan diburu-buru sehingga khawatir berdampak pada kualitas bangunan,” kata Rahmatullah kepada Jurnal Bogor, Minggu (24/10).
Rahmatullah yang merupakan Direktur Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) menyatakan mendukung Pemkab Bogor dalam program ketahanan pangan bagi warga petani. Akan tetapi kalau kualitas bangunan bendungan untuk mengairi kepesawahan tidak maksimal, maka yang rugi warga petani itu sendiri.
Untuk itu, kata Rahmatullah, karena bangunan bendungan selain mangrak, adanya perubahan pada gambar bendungan diminta pada Dinas PUPR untuk turun ke lokasi kegiatan bendungan tersebut.
“Termasuk konsultan pengawas dari PT Dutagraha Cipta Enjinering harus proaktif mengawasi jalannya pembangunan bendungan tersebut,” beber Rahamatullah.
Sebelumnya, pelaksana pembangunan bendungan dari CV Haskar Persada Pahru mengaku selain mangkrak, pembangunan bendungan juga terjadi pada perubahan gambar dari sebelumnya. “Yang menjadi kendala di perencanaan awalnya, itu diperkirakan yang berlubang pada bangunan bendungan hanya 5 meter tetapi faktanya sepanjang 21 meter. Itulah yang menjadi permasalahan sampai terjadi mangkrak lama,” ujar Pahru.
Akibat konsultan perencanaan yang kurang matang sehingga bangunan bendungan terjadi mangkrak. “Kalau hasil konsultasi sama semua, bahwa bangunan yang jebol itu tidak dikerjakan dulu. Progresnya lebih kepada bangunan pada saluran air seperti pengerjaan sodetan. Musababnya kalau dipaksakan pada pengerjaan bangunan yang jebol dikhawatirkan anggarannya tidak maksimal,” kata dia.
“Dengan anggaran Rp 1.035.450.250,00 kalau misalkan kami paksakan kesitu, anggarannya belum mencukupi. Kalau nilai anggaran berikut volumenya tetap segitu,” tandasnya.
Sebelumnya anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin juga menilai terlambat pengerjaan menjadi kebiasaan buruk dari oknum pihak ketiga dengan mengabaikan waktu pelaksanaan. “Setelah Pengecekan Lapangan Bersama (PLB) terus kemudian sudah keluarnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), seharusnya segera gaspol (cepat) lakukan pembangunan bendungan Kali Cibongas,” kata Nurodin.
Jadi kata dia, enggak boleh ada alasan lain lagi karena sudah konsekuensi apa yang harus dilakukan oleh pihak ketiga. Persoalan nanti apa mereka kurang sumber daya dan lain lainya adalah urusan internal pihak ketiga. “Ngapain juga ngeborong,” tukasnya.
JURNAL INSPIRASI – Kepala Desa Gunung Putri bersama bersama warga didampingi Polsek Gunung Putri kembali menemukan oknum pembuang limbah diduga B3. Kali ini, lokasi berada di Gang Asem RT 03 / 12 dan langsung diberi police line bersama barang bukti limbah kering seperti semen kering yang mengeluarkan bau menyengat, 1 unit mobil truck beserta muatan limbah dan 1 unit alat berat turut di-police line, Jum’at malam (23/10) sekitar pukul 20.00 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri Iptu Didin Komarudin saat dimintai keterangan via telepon mengatakan, berdasarkan informasi dari warga pihaknya langsung mengamankan lokasi tersebut sambil koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor terkait jenis limbahnya.
“Belum tahu asalnya dari mana dan jenis limbahnya apa masih dalam tahap Lidik,” jelas Iptu Didin Komarudin.
Kades Gunung Putri, Daman Huri juga mengatakan dirinya baru mengetahui adanya pembuangan limbah di lokasi tersebut karena sebelum- sebelumnya melintas di lokasi yang berdekatan dengan bantaran kali tersebut tidak menemukan adanya tempat pembuangan limbah.
“Baru malam ini, dan saya juga belum tahu lahan ini milik siapa dan apa jenis limbah yang sudah dibuang di lokasi yang berdekatan dengan bantaran kali tersebut,” jelas A Heri biasa disapa.
Ia menejelaskan, sudah ada dari pihak kepolisian dan lokasi juga sudah diamankan dengan dilakukannya police line dan pihaknya menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
“Harapan saya jika memang ditemukan hal – hal yang melanggar aturan, maka diharapkan agar ditindak tegas supaya oknum pembuang limbah ini diberikan efek jera dan agar hal serupa tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
Sebelumnya pada 2021 ini ditemukan 2 kali ulah oknum pengusaha transporter yang membuang limbah kategori B3 dengan cara menimbunnya dalam tanah, namun tak ada tindakan tegas dari pihak kepolisian maupun DLH hingga hal serupa kini terulang lagi.