26.8 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1036

Menyasar ke Pelosok Kampung Jangkar, Polsek Nanggung Jemput Bola Vaksinasi

0

JURNAL INSPIRASI – Kapolsek Nanggung AKP Achamd Budi Santoso dan para petugas kesehatan dari Puskesmas setempat bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Besar Pemuda Jangkar, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan vaksinasi Covid-19 di pelosok kampung.

Kegiatan vaksinasi tersebut merupakan hasil kerjasama antara pihak kepolisian dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Pelaksanaan vaksinasi di Kampung Jangkar dinilai salah satu titik wilayah  yang masih rendah vaksinasi.

BACA JUGA: Gerai Vaksin di Koramil Leuwiliang Layani Masyarakat Hingga Malam Hari

“Karena menjadi dasar alasan masalah tranportasi,  sehingga kami dengan para Nakes dan dibantu tokoh masyarakat Desa Cisarua untuk menggelar vaksinasi masal. Dengan cara  jemput bola menyasar ke daerah pelosok kampung,” ujar Kapolsek Nanggung AKP Achmad Budi Santoso saat dihubungi Jurnal Bogor, Rabu (10/11).

Sebanyak 200 masyarakat mengikuti vaksinasi massal di Kampung Jangkar. Menurutnya, dimasa pandemi Covid-19 ini program vaksinasi akan terus dilakukan sampai masyarakat sadar akan pentingnya menjaga imun dengan mengikuti pelaksanaan vaksinasi.

BACA JUGA: Tanjungsari Harus Sudah Dibangun Koramil

“Sesuai perkembangan data yang diterima, masyarakat wilayah Kecamatan Nanggung sudah mencapai 62 % yang telah divaksin. Ini mendekati target dan akan terus melakukan program vaksinasi lagi,” tukasnya.

**aripekon

Kendaraan Sering Terperosok, Warga Minta Pekerja Proyek PLN Perhatikan Bekas Galian

0

JURNAL INSPIRASI – Proyek galian pemasangan kabel Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang saat ini sedang dikerjakan di wilayah selatan Kabupaten Bogor, persisnya mulai dari Jalan Raya Sukabumi-Ciawi sampai Jalan Alternatif Telukpinang-Seuseupan, Kecamatan Ciawi, diawasi masyarakat terutama para pemilik warung makan dan toko.

Sebab, hampir setiap kali selesai pengerjaan galian, banyak kendaraan yang amblas saat menepi di bahu jalan. Rosita, pemilik warung makan di wilayah Caringin membenarkan sering terjadi kendaraan amblas setelah adanya proyek galian.

 “Pernah kendaraan truk yang mau makan di warung saya amblas. Saat itu ban belakangnya terperosok ke lubang bekas galian,” akunya kepada wartawan.

BACA JUGA: Gerai Vaksin di Koramil Leuwiliang Layani Masyarakat Hingga Malam Hari

Terperosoknya kendaraan terutama yang kondisinya sedang membawa muatan, kata Rosita, lantaran para pekerja galian saat menutup kembali bekas pekerjaannya, tidak padat dan terkesan asal.

 “Beban kendaraan berat dan bekas galian tidak ditutup atau diperbaiki dengan baik, akhirnya terperosok,” paparnya.

Mengaca pada kejadian tersebut, lanjutnya, pihaknya minta agar para pekerja galian kabel PLN, untuk memperbaiki bekas galiannya dengan baik dan padat.

 “Biar tidak ada lagi kendaraan terperosok saat menepi,” tegas Rosita yang diamini para pedagang lainnya di sekitar Pasar Caringin.

BACA JUGA: Tanjungsari Harus Sudah Dibangun Koramil

Tidak hanya itu, galian kabel yang sebagian tanahnya berserakan di jalan, membuat para pengguna jalan terganggu. Selain kotor, tanah bekas galian yang sebagiannya masih dibiarkan di jalan dan belum dimasukan karung, membuat kondisi jalan licin.

 “Iya tuh, masih banyak tanah bekas galian berserakan di jalan dan tidak dimasukkan kedalam karung,” jelas Hermawan, pengendara roda dua yang bekerja sebagai kurir paket.

Ia minta agar dari pihak PLN ada pengawasan terhadap pelaksanaan pengerjaan proyek galian kabel tersebut.

 “Jangan sampai adanya galian ini, merugikan masyarakat, seperti terjadi kecelakaan akibat jalan licin karena tanah bekas galian ke jalan dan lainnya,” tukas Hermawan.

*dedesuhendar

Gerai Vaksin di Koramil Leuwiliang Layani Masyarakat Hingga Malam Hari

0

JURNAL INSPIRASI – Koramil 2116/Leuwiliang membuka gerai vaksin untuk masyarakat umum di Kantor Koramil Leuwiliang. Bagi warga di wilayah Kecamatan Leuwiliang maupun Leuwisadeng yang hendak disuntik vaksin COvid-19. Bahkan, gerai vaksin ini dibuka setiap hari sampai malam.

“Ternyata di sekitar dekat sini banyak juga yang belum divaksin, sehingga kita setiap hari bahkan sampai malam lakukan vaksinasi untuk pemecah massal,” ungkap Kapt Inf Koswara kepada Jurnal Bogor, Rabu (10/11).

Kalau untuk target, Kapt Inf Koswara menyampaikan, sesuai dengan pembagian wilayah, target minimal di gerai vaksin Koramil 2116/Leuwiliang ini sebanyak 344 orang per-hari.

BACA JUGA: Gercep Respon Keluhan Masyarakat, Rizki Akbar Tinjau Ruas Jalan Cikereteg

“Tetapi kadang-kadang bisa lebih kadang juga kurang, bagaimana juga menjaring warga yang berjualan di Pasar Leuwiliang,” katanya.

Untuk sosialisasi vaksinasi kepada masyarakat, baik di Kecamatan Leuwiliang maupun Leuwisadeng yang masuk dalam wilayah Koramil 2116/Leuwiliang itu gencar dilakukan melalui grup RT/RW di aplikasi perpesanan (WhatsApp).

Dalam setiap rapat juga melalui Komunikasi Sosial (Komsos) oleh anggota Babinsa yang disampaikan kepada warga tentang vaksinasi. “Alhamdulilllah ini sampai juga nih ke wilayah Puraseda terus yang dari Karyasari pada datang ke sini,” ucapnya.

Untuk tenaga kesehatannya, Danramil menyampaikan, pihaknya bekerjasama dengan wisma Atlet Jakarta.

BACA JUGA: Miliki Banyak Anak SMP, Warga Kalong Satu Antusias Divaksin Sinovac

“Alhamdulillah kita punya dua tim di Koramil ini dan satu tim lagi di Leuwisadeng sebayak 7 orang satu timnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, kini masyarakat mulai menyadari pentingnya vaksin, selain untuk menjaga kesehatan, kartu vaksin juga kini sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.

“Maka harapan kita sebelum bulan Desember sudah tuntas 80 persen, makanya gerai ini kita yang tadinya satu titik setiap hari kita buka di tiga titik lokasi,” pungkasnya.

**andres

Gercep Respon Keluhan Masyarakat, Rizki Akbar Tinjau Ruas Jalan Cikereteg

0

JURNAL INSPIRASI – Keluhan masyarakat terkait kondisi Jalan Cikereteg, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, sering rusak meski sudah dilakukan perbaikan, direspon Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah 3, Rizki Akbar.

Dengan program Gerak Cepet (Gercep), pejabat yang sebelumnya bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor itu, langsung turun ke lokasi jalan yang menuju akses ke kawasan wisata alam pegunungan di Desa Pancawati tersebut.

Didampingi para pengawas jalan, Rizki Akbar yang akrab dipanggil Bombom itu, berjalan kaki menyusuri ruas Jalan Cikereteg untuk mengetahui pangkal dari permasalahan kerusakan.

BACA JUGA: Miliki Banyak Anak SMP, Warga Kalong Satu Antusias Divaksin Sinovac

Rizki Akbar mengatakan, setelah melihat secara langsung ke lokasi ruas Jalan Cikereteg, kerusakan jalan ini akibat kondisi drainase yang ditutup para pemilik bangunan.

 “Kalau drainase nya sih ada, tapi sudah tertutup bangunan. Tidak tahu apa masih berfungsi atau sudah tertutup beton,” ungkapnya sambil menunjuk ke beton drainase dekat masjid Cikereteg, Rabu (10/11).

Menurutnya, melihat kondisi drainase seperti itu, cepatnya kondisi jalan rusak dinilai wajar. Sebab, keberadaan drainase jalan sudah tertutup semua bangunan yang ada disepanjang jalur ini.

 “Jadi keberadaan drainase jalan adanya dibelakang plafon atap bangunan. Begitu hujan, air dari plafon atap bangunan ruko-ruko ini langsung ke jalan bukan ke drainase,” jelas Rizki Akbar.

BACA JUGA: Gunungsari Kampiun Pordes 2021

Kepala UPT Jalan dan Jembatan yang juga menjadi Ketua Cabang Olahraga Golf di Kabupaten Bogor itu mengaku, penanganan kerusakan jalan di ruas ini, tidak bisa dilaksanakan dengan cara pemeliharaan.

 “Yang ada uang pemeliharaan di kami, habis untuk memperbaiki jalan disini,” paparnya.

Rizki Akbar menegaskan, pihaknya akan mengajukan perbaikan jalan ini untuk dimasukan kedalam proyek tahun anggaran 2022.

Didalam perencanaan proyek nanti, sambungnya, pembangunan jalan ini tidak menggunakan aspal, melainkan betonisasi.

 “Biar tidak cepat rusak, harus dibeton. Mudah-mudahan ada anggarannya dan bisa terealisasi tahun 2022. Saya juga minta dukungan dari masyarakat disini untuk saling menjaga dan merawat jalan,” tegas Rizki Akbar.

BACA JUGA: Tanjungsari Harus Sudah Dibangun Koramil

Sementara, Ketua RW 04 Desa Ciderum, Acep Rohendi mengapresiasi Kepala UPT Jalan yang secara langsung turun ke lokasi. Tidak hanya melihat kondisi jalan yang rusak, pegawai kepanjangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor tersebut pun, mencari tahu penyebab seringnya jalan rusak.

 “Cepatnya jalan rusak, karena drainase disepanjang jalan ini tertutup bangunan ruko,” akunya.

Acep menyatakan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama para pemilik bangunan, untuk memfungsikan kembali drainase jalan yang tertutup.

 “Terlepas pemilik bangunan mau mendengarkan atau tidak, yang penting saya sudah memberitahukan,” tukasnya.

**dedesuhendar

Miliki Banyak Anak SMP, Warga Kalong Satu Antusias Divaksin Sinovac

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Kalong Satu, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor melaksanakan vaksinasi Covid-19 Sinovac untuk usia 12 tahun keatas disambut antusias masyarakat yang banyak memiliki anak Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal itu terlihat digerai Vaksinasi Covid-19 yang sudah difasilitasi oleh pemerintahan desa setempat, di halaman Sekolah SDN Cigarung. Anak usia 12 tahun ke atas semuanya terlayani vaksin dan dapat pendampingan tiga pilar desa Kalong satu.

“Pada dasarnya disini banyak anak SMP, yang tidak bisa mengikuti vaksinasi di sekolahnya. Sehingga kita memfasilitasi itu dan disambut sangat antusias oleh warga juga,” kata Kepala Desa Kalong Satu Yenih Permana kepada Jurnal Bogor, Rabu (10/11).

BACA JUGA: Gunungsari Kampiun Pordes 2021

Jadi kata dia, jenis Vaksin Sinovac yang disuntikan sebanyak 450 orang, akan tetapi banyak yang gagal sehingga tidak divaksin dengan alasan mempunyai riwayat penyakit.

Jenis vaksin Sinovac kata Kades perempuan itu untuk 450 orang, namun antusiasnya masyarakat terlihat dalam satu hari ini akan mencapai target.

BACA JUGA: Bedah Rumah Jabar Bergerak, Pemdes Tajur: Terimakasih Bantuannya

“Secara keseluruhan dari 3.732 orang sebanyak 2.500 orang di Desa Kalong Satu sudah divaksin,” jelasnya.

 “Kita mengajak masyarakat dengan kesadaran sendiri, Alhamdulillah, saya berharap warga Kalong Satu selalu sehat semua dan ada kemajuan masyarakat yang sekian ribu harus sehat semua,” paparnya.

**andres

Bedah Rumah Jabar Bergerak, Pemdes Tajur: Terimakasih Bantuannya

0

JURNAL INSPIRASI – Salah satu program sosial Jabar Bergerak melakukan bedah rumah. Program ini digawangi oleh bidang sosial yang bekerja sama dengan Baznas dimulai pada Agustus. Setiap bulannya ada 2 rumah yang dibedah di kota dan kabupaten yang berbeda.

Kabid Sosial Jabar Bergerak Provinsi Jawa Barat, Ricka mengatakan, upaya ini wujud kesetiakawanan sosial dan membangkitkan lagi gotong royong yang ada di lingkungan.

“Intinya tidak ada biaya upah untuk program ini, kita lebih fokus untuk mendayagunakan gotong-royong warga yang ada disini,” katanya, Rabu (10/11/21).

BACA JUGA: Mayat Bayi Laki-laki Terbungkus Plastik Ditemukan di Bale Binarum

Adapun anggaran maksimal yang dikeluarkan untuk renovasi satu rumah sebesar Rp25 juta. “Program yang sudah terlaksana sejak bulan Agustus ini sudah mengerjakan 6 rumah yang dibantu, dan 8 diluar kerjasama dengan Baznas,” jelasnya.

Harapannya di tahun depan makin banyak rumah yang direnovasi, karena banyak sekali pengajuan bedah rumah di Provinsi Jawa Barat dan makin banyak lembaga-lembaga yang bekerjasama dengan Jabar Bergerak.

BACA JUGA: Tanjungsari Harus Sudah Dibangun Koramil

Terpisah, Pemerintah Desa (pemdes) Tajur diwakili TPK, Muhammad Hasyim mengatakan, dengan adanya program ini, pihaknya berterimakasih kepada Jabar Bergerak.

“Saya mewakili Pemerintah Desa Tajur, mengucapkan banyak terimakasih kepada Jabar Bergerak yang turut membantu pembangunan dengan Program Bedah Rumah. Harapannya semoga kedepannya program ini terus berjalan demi rasa sosial dan kemanusiaan untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.

**nay/wisnu

Mayat Bayi Laki-laki Terbungkus Plastik Ditemukan di Bale Binarum

0

JURNAL INSPIRASI – Sesosok mayat bayi lelaki ditemukan warga dalam kondisi terbungkus plastik merah dibawah Jembatan Bale Binarum, Kampung Sukasari 3 RT 05 RW 06, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur pada Rabu (10/11) sekitar pukul 07.00 WIB.

Jenazah bayi tersebut, pertama kali ditemukan oleh Ujang Mahmudin (52) saat tengah BAB di pinggir Sungai Ciliwung.

“Saya lagi BAB, kemudian nemu keresek merah. Waktu mau dibuka kirain sampah. Ternyata itu mayat bayi,” ujar Ujang kepada wartawan, Rabu (10/11).

BACA JUGA: Tanjungsari Harus Sudah Dibangun Koramil

Menurut dia, saat ditemukan kondisi tubuh mayat tersebut mengalami luka pada bagian kepala belakang.

“Saya kira sampah, pas mau dibuang. Pas dibuka kresek merahnya, ternyata kepalanya ada luka. Sepertinya baru lahir,” ungkapnya.

Sementara itu, warga lainnya Rosyid mengatakan, sebelum bayi itu ditemukan terlihat dua orang lalu lalang di kawasan tersebut.

“Hanya ada dua orang yang bolak balik di jembatan itu,” pungkasnya.

**fredykristianto

Tanjungsari Harus Sudah Dibangun Koramil

0

JURNAL INSPIRASI – Sejak dimekarkan pada tahun 2006  menjadi kecamatan sendiri, Kecamatan Tanjungsari masih dibawah kendali Koramil Cariu. Menurut Angga Dita Erlangga, salah seorang warga Tanjungsari, keberadaan kantor Koramil di Tanjungsari penting.

“Keberadaan Koramil sangat didambakan masyarakat. Ini penting agar dapat membantu pihak kepolisian dalam menjaga kamtibmas di Kecamatan Tanjungsari, ” ujar Erlangga yang juga sebagai Lembaga Pemerhati Nasional.

Kecamatan Tanjungsari kata Erlangga, adalah wilayah  yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA: Gunungsari Kampiun Pordes 2021

“Kalau Koramil sudah ada di Kecamatan Tanjungsari berdiri otomatis akan ada penambahan personil TNI untuk membantu aparat kepolisian guna menjaga situasi keamanan bersama-sama dengan masyarakat,” jelasnya.

Ditempat  terpisah, Beben Suhendar SH MH yang juga mantan Camat Tanjungsari saat dihubungi melalui telepon seluler mengungkapkan, saat menjabat  Camat Tanjungsari untuk wacana pembangunan gedung Koramil  sudah ada, namun  sehubungan dia dipindah tugaskan menjadi Camat Cileungsi rencana tersebut tertunda.

BACA JUGA: Pemkab Respons Positif Aspirasi Jamaah Haji

“Gedung Koramil bisa dibangun dan untuk mewujudkan itu  kantor kecamatan  yang lama di Gunung Haur, Desa Tanjungsari harus dipindakan ke areal Masjid Agung Raudatul Faizin,” jelas Beben.

Dia menyatakan akan mendukung upaya tersebut sebagai  mantan camat dan juga anggota DPRD  Kabupaten Bogor yang diusung oleh Gerindra.

**nay/ramses

Gunungsari Kampiun Pordes 2021

0

JURNAL INSPIRASI – Tim sepakbola Desa Gunungsari sukses meraih juara pertama pada Pekan Olahraga Desa (Pordes) 2021 di lapangan Stadion Mini KONI Citeureup KONI, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor. Pada partai final, Gunungsari mengalahkan Desa Karang Asem Barat dengan skor 1-0.

Hasil ini disambut gembira Pemdes Gunungsari. Turnamen lingkup desa ini dilaksanakan setiap tahun khusus dalam bidang olahraga.

“Alhamdulillah Desa Gunungsari bisa meraih juara 1 Pordes tahun ini, karena ini menjadi sejarah dalam kejuaraan sepak bola. Rata rata (juara) diambil desa yang berada di bagian barat wilayah Kecamatan Citeureup dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi desa dan warga,” ujar Sekretaris Desa Gunungsari Abdillah Arif kepada Jurnal Bogor, Selasa (09/11/21).

BACA JUGA: Dewan Sebut Pemkot Gegabah

Ia bersama kepala desa, staf desa dan ofisial tim, serta pemain mengaku bersyukur Desa Gunungsari bisa meraih juara pertama Pordes. “Kami berharap hasil ini bisa berkelanjutan kedepannya dan tidak berhenti sampai disini,” ujarnya.

Dia meyakini, Desa Gunungsari memiliki potensi jika terus dibina dengan baik. “Insya Allah akan menjadi sesuatu kedepannya,” tandasnya.

**nay/wisnu

Dewan Sebut Pemkot Gegabah

0

Lelangkan Proyek Jelang Akhir Tahun

JURNAL INSPIRASI – DPRD Kota Bogor menyoal langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang tetap melelang sejumlah proyek, jelang akhir tahun. Diantaranya, pedestrian di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah. Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyebut, pemkot terlalu gegabah melakukan pekerjaan fisik pada sisa waktu yang relatif mepet. Sebab, lelang di akhir tahun, berisiko gagal lelang.

Atang Trisnanto

“Ya, sangat riskan, sisa waktu satu setengah bulan kedepan. Sebab, baru masa sanggah, belum mulai pekerjaan akan banyak hal yang dikorbankan,” ujar Atang kepada wartawan, Selasa (9/11). 

Atang mengatakan, alokasi anggaran proyek pedestrian sepanjang 1 kilometer itu bernilai Rp5 miliar. Ia pun menyampaikan, beberapa catatan, yakni dari sisi kualitas, masalah keamanan administrasi, pengawasan baik dari masyarakat atau DPRD akan mengalami permasalahan karena terburu-burunya pekerjaan.

BACA JUGA: Pemkab Respons Positif Aspirasi Jamaah Haji

Ia meminta agar tata kelola manejemen pemerintah harus diperbaiki pada 2022. Hal itu lantaran semua program yang akan dilaksanakan sebenaranya sudah diketahui enam bulan sebelum tahun berjalan.

“Sebenarnya tiap SKPD sudah mengetahui soal kegiatannya sejak September lalu. Jadi OPD sudah dua bulan menyiapkan admninistrasi dan lain-lain,” katanya.

Seharusnya, kata Atang, hal tersebut dapat dilaksanakan pada awal tahun. Sebab, Kota Bogor mempunyai curah hujan tinggi,” imbuhnya.

Atang menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan agar melakukan penguatan pengawasan pada masing-masing komisi. Khususnya mengenai pembangunan yang menjadi ranah Komisi III. “Pemerintah jangan terbiasa untuk melakukan semua pekerjaan pada triwulan terakhir. Sebab, kita tidak bisa memastikan kejadian alam yang menyebabkan tertundanya pekerjaan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Rusak Diterjang Banjir, Jembatan Garisul di Kalongsawah Mulai Dibangun

Lebih lanjut, kata Atang, banyaknya proyek fisik yang sedang dibangun di akhir tahun menunjukkan manejemen tata kelola pemerintahan yang tak baik.

Diketahui, Pemkot Bogor akan membangun kembali pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah. Area tersebut, nantinya akan dilengkapi jalur sepeda dari Air Mancur hingga Denpom III/1  Bogor.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Chusnul Rozaqi mengatakan, nantinya pedestrian Sudirman akan terintegerasi dengan pedestrian SSA. “Jadi kedepan akan ada pelebaran Jalan Sudirman 1,5 meter. Tapi lajur di jalannya tetap empat,” pungkasnya.

**fredykristianto