25.7 C
Bogor
Sunday, April 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1018

Korban Rumah Ambruk di Desa Pandansari Tempati Pos Kamling

0

JURNAL INSPIRASI – Satu bulan sudah Dwi Cahyo Bagus Prakoso dan adiknya Muhamad Hapit Riyansah Saputra, warga Kampung Gadog RT 04/01, Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, harus tinggal di Pos Kamling dan Posyandu setelah rumah satu-satunya peninggalan orangtua mereka ambruk saat hujan lebat.

Adik kaka yang sudah ditinggal ibunya 4 tahun lalu karena meninggal dan ditinggal pergi ayahnya itu, tidak ada perhatiannya sama sekali dari pemerintah, baik desa, kecamatan maupun kabupaten.

Keluarga korban, Aji Setiawan mengatakan, pasca ambruknya rumah yang ditempati adik kaka satu bulan lalu, mereka tinggal di Pos Kamling dan Posyandu yang berada didepan rumahnya tersebut.

BACA JUGA Hampir Rampung, Pekerjaan Jalan Mekarsari Diamini Warga

Menurutnya, menempati Pos Kamling dan Posyandu, karena Dwi Cahyo Bagus Prakoso hanya bekerja dibengkel dan adiknya Muhamad Hapit Riyansah Saputra, masih bersekolah di SMA Amaliah.

 “Sekolah juga sambil berjualan cilok. Lantaran tidak ada biaya untuk mengontrak rumah, akhirnya mereka menempati Pos Kamling dan Posyandu,” ungkapnya kepada wartawan.

Aji pun mengungkapkan, setelah kejadian rumah keluarganya ambruk, dirinya langsung memberitahukan kepada Camat Ciawi, namun tidak respon atau tanggapan.

 “Kalau ke kepala desa sih tidak saya beritahukan. Masa sih kepala desa tidak tahu kalau ada rumah warganya ambruk. Terus jarak antara rumah yang ambruk dengan kantor desa tidak jauh dan hanya beberapa meter saja,” jelasnya.

BACA JUGA Pengumpulan PBB Desa Sukamanah Capai 75 Persen

Aji merasa bersyukur setelah ada gerakan dari anggota Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS) yang ikut membantu dengan mengumpulkan donasi. “Dari awal kejadian, tidak ada tuh bantuan apapun juga dari pemerintah,” ujarnya.

Dwi Cahyo Bagus Prakoso (25), pemilik rumah ambruk hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialaminya. Sebab, kondisi rumahnya yang sudah masuk kategori tidak layak huni, tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.

 “Padahal saya sudah mengajukan bantuan ke pemerintah agar mendapat perbaikan,” imbuhnya.

Donasi untuk membantu kedua korban bencana alam itu, agar bisa tinggal di rumah kontrakan tanpa harus tidur di Pos Kamling dan Posyandu.

BACA JUGA Paguyuban RW Kecamatan Jonggol Santuni Anak Yatim

 “Kami hanya ingin membantu saja dengan meminta donasi kepada semua anggota PMBS yang ada didalam group,” jelas Syarif Kampleng, anggota PMBS yang berdomisili di Desa Banjarwaru.

Syarif mengaku pihaknya sudah menghubungi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, untuk meminta bantuan agar rumah yang ambruk itu mendapatkan bantuan perbaikan.

 “Tapi sayangnya anggaran untuk membantu rumah korban bencana alam, sudah habis. Tapi secara pribadi sih, Kepala BPBD mau memberikan bantuan atau berdonasi,” tukasnya.

**dedesuhendar

Hampir Rampung, Pekerjaan Jalan Mekarsari Diamini Warga

0

JURNAL INSPIRASI – Pekerjaan peningkatan jalan Mekarsari – Ragamanunggal yang dikerjakan oleh CV.Arafah dan  PT.Bumi Madani sebagai konsultan pengawas hampir rampung dan sudah mencapai 90% dengan memakan anggaran APBD sebesar Rp3.175.432.000. Pekerjaan ini diamini warga agar segera rampung.

Pelaksana kegiatan, Doni menjelaskan pekerjaan ini sudah mencapai 90% tinggal merapikan bagian TPT yang tebing beberapa meter lagi. Menurutnya, untuk kendala di lapangan sendiri pasti ada karena gambar tidak sama dengan kondisi lapangan, misalnya untuk pemasangan TPT ada yang memiliki tinggi mencapai 2,8 M ternyata di lapangan tidak setinggi itu.

“Hingga untuk memenuhi volume kami mencari lokasi lain untuk pemasangan TPT,” ucap Doni kepada Jurnal Bogor, Selasa (23/11).

BACA JUGA: Pengumpulan PBB Desa Sukamanah Capai 75 Persen

Sedangkan jika awal pekerjaan minus, kata dia karena mengalami beberapa faktor salah satunya material yang telat datang dan kondisi cuaca yang sering hujan. Namun saat ini digeber hingga yang tadinya minus itu menjadi plus.

“Maka kita geber pekerjaan siang dan malam untuk mencapai target tersebut. Pusing ya pasti, karena jika tidak sesuai target kan kita kena pinalti, tapi kami berupaya semaksimal mungkin agar selesai tepat waktu, insya Allah bulan ini target selesai 100 % sesuai yang diharapkan,” jelasnya.

Untuk kualitas beton sendiri kata dia, menggunakan kualitas sesuai dengan yang ada di spek yang sudah ditentukan. Beton sendiri merupakan pabrikasi dan pihaknya tidak membuat sendiri tapi memesan sesuai dengan yang tertera dalam spek. Jika tidak sesuai, sudah pasti akan fikembalikan ke pabrikannya karena di lapangan bukan hanya ada kontraktor, tapi juga ada konsultan pengawas dan pengawas dari Dinas PUPR yang turut mengawasi pekerjaan ini.

BACA JUGA: Paguyuban RW Kecamatan Jonggol Santuni Anak Yatim

“Ini kan APBD ya sudah pasti pengawasannya berlapis, dan kita bekerja dalam pengawasan serta mengerjakan apa yang tertera dalam gambar. Jadi jika ada temuan pasti ditampilkan nantiny. “Kalau kita sih kerja  yang sesuai aja , apalagi ini masa pandemi banyak proyek yang dibatalkan karena sebagian anggarannya dialihkan untuk Covid – 19,” paparnya.

Terpisah disampaikan Rahmat (42) salah satu pengguna jalan mengatakan apresiasi dengan pekerjaan jalan yang saat ini sedang dikerjakan mengingat saat melintasi jalan tersebut sebagian sudah dibeton sebagiannya masih rusak parah, ditambah kurangnya penerangan yang juga menjadi PR pemerintah.

“Rumah saya dibelakang sana, saya setiap hari melintasi jalan sini, dan ketika tau jalan ini akan dibeton kami senang mendengarnya semoga awet jalannya , dan pemborong mengerjakan sesuai dengan spek yang diberikan oleh pemerintah,” cetus Rahmat (42).

BACA JUGA: Baru Pertama Kali, Sekdes Citaringgul Apresiasi Kegiatan Donor Darah

Dia menambahkan, awalnya jalan cukup parah dan berlobang, apalagi jika malam hari kurang penerangan. Namun dia bersyukur saat jalan sudah bagus tinggal penerangannya saja ditambah upaya warga yang melintasi jalan ini malam hari tidak hanya mengandalkan lampu kendaraan tapi terbantu juga dengan lampu jalan.

” Pada intinya saya senang bisa merasakan jalan bagus dan saya aminkan supaya jalan ini awet dan gak cepet rusak, serta tambah dong lampu jalannya , cetus Rahmat dengan senyuman manisnya.

**naynur’ain

Pengumpulan PBB Desa Sukamanah Capai 75 Persen

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor dalam rangka percepatan realisasi Pajak Bumi Bangunan (PBB) Tahun 2021 dari total  SPPT sampai tanggal 23-11-2021 sudah masuk realisasi pencapaian sebesar Rp. 1.200.000.000

Petugas Lapangan Desa (PLD) Entis mengatakan, semua pencapaian ini bagian dari wujud nyata wajib pajak yang ada di Desa Sukamanah yang sudah memiliki kesadaran untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak.

” Upaya dalam pencapaian target pajak ini  menggunakan sistem monitoring kemasyarakat melalui semua tingkatan,” jelas Entis  saat ditemui, Selasa (23/11).

BACA JUGA: Paguyuban RW Kecamatan Jonggol Santuni Anak Yatim

Menurutnya, untuk pengumpulan PBB diDdesa Sukamanah pihaknya dibantu oleh ketua RT dan RW yang selalu terjun ke kemasyarakat mengingatkan untuk membayar pajak agar mencapai target pajak tahun 2021.

“Saya apresiasi dengan kinerja RT dan RW pemerintah Desa Sukamanah yang sudah mendongkrak percapian target pajak tahun ini , karena pembayaran pajak akan berpengaruh dengan pembangunan yang ada di Desa Sukamanah, semakin banyak yang membayar pajak maka semakin besar pula BHPRD yang akan didapat ” paparnya.

BACA JUGA: HUT Korpri ke-50, PMI dan Pemerintah Kecamatan Babakan Madang Aksi Donor Darah

Dia menjelaskan, kesadaran warga Desa Sukamanah untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) cukup tinggi. Hal  ini dapat dilihat pada saat pengumpulan PBB, salah satunya seperti warga komplek perumahan Angkatan Laut (AL) yang patut diacungi jempol.

” Alhamdulilah dari semua pencapaian pajak tersebut Desa Sukamanah sudah menembus 75% untuk pencapaian pajak, lebih dari cukup yang sudah ditargetkan,” pungkasnya. Nay / Ramses

Paguyuban RW Kecamatan Jonggol Santuni Anak Yatim

0

JURNAL INSPIRASI – Paguyuban Rukun Warga (RW) se-Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor mengadakan santunan anak yatim, baru-baru ini. Kegiatan santunan ini  bersinergi dengan RT dan tokoh masyarakat sekitar.

Sekretaris Paguyuban RW Hasanudin, yang juga menjabat Ketua RW 03 di Desa Sukamanah saat ditemui, Senin (23 /11 ) mengatakan, bahwa untuk saling berbagi tidaklah hanya mereka yang memiliki usaha besar ataupun harta yang berlebihan, karena berbagi itu dilandasi oleh keinginan dan kepedulian terhadap sesama.

“Walaupun hanya menjabat RW bila memiliki kepedulian untuk berbagi terhadap sesama, mereka pun dapat melakukannya, ditengah pandemi Covid-19, kita bisa saling berbagi dengan  25 anak yatim piatu serta makan bersama, meski sebagian masyarakat mengalami kesulitan ekonomi,” tambah Hasanudin.

BACA JUGA: HUT Korpri ke-50, PMI dan Pemerintah Kecamatan Babakan Madang Aksi Donor Darah

Hasanudin  juga menyampaikan, bahwa kegiatan santunan sudah berjalan untuk ketiga  kalinya, dan rencana akan kembali diagendakan sebulan dua kali. “Seperti saat ini,  kita gelar santunan anak yatim piatu di Desa Sukamanah semoga dengan kita berbagi, dapat membantu dan mengurangi beban  anak yatim,” tandasnya.

Ditempat yang sama disampaikan Rian, perwakilan masyarakat mengapresiasi kegiatan santunan yang dilaksanakan oleh Paguyuban RW. Santunan diharapkan bisa menjadi motivasi tersendiri dimana sekelas pejabat RW saja bisa menyisihkan sebagian rezekinya untuk memperhatikan mereka yang kekurangan.

BACA JUGA: Rehabilitasi Ruang Kelas di SMPN 2 Pamijahan Tuntas

“Masa diatas mereka tidak bisa. Jika semua berpikir untuk berbagi kepada sesama mungkin orang miskin di Bogor ini berkurang, dan anak putus sekolah juga bisa terselamatkan. Saya sangat apresiasi untuk siapapun yang memperhatikan anak yatim dan fakir miskin, bukan dari nilainya tapi dari niat dan kepedulian mereka itu sudah cukup diapresiasi,” pungkas Rian.

**nay/ramses

HUT Korpri ke-50, PMI dan Pemerintah Kecamatan Babakan Madang Aksi Donor Darah

0

JURNAL INSPIRASI – Di Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang ke-50, Pemerintah Kecamatan Babakan Madang bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan aksi donor darah khususnya bagi ASN dan pegawai negeri dan umumnya untuk masyarakat. Kegiatan diadakan di aula Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan, Kabupaten Bogor, Selasa (23/11/21).

Ketua PMI Kecamatan Babakan Madang, Wahyudin mangatakan, HUT Korpri  senhaja dilakukan kegiatan aksi donor darah dimana selain memang PMI kekurangan stok darah , juga mengajak warga untuk membantu sesama dengan sedikit menyumbangkan darahnya.

“Kegiatan ini dimulai dari pukul 8.00 wib  sampai jam 14.00 wib, kuota kita berharap bisa mencapai 100 kantong, oleh karena itu kegiatan ini diwajibkan untuk Pegawai Negeri/ASN, semoga dengan waktu yang ditetapkan bisa mencapai kuota yang di harapkan,” tuturnya kepada wartawan Jurnal Bogor.

BACA JUGA: Baru Pertama Kali, Sekdes Citaringgul Apresiasi Kegiatan Donor Darah

Ia berharap kegiatan donor darah ini tidak hanya dilaksanakan saat hari – hari tertentu saja , tapi juga dilaksanakan secara rutinitas atau berkala , karena dengan mendonorkan darah kita membantu menyelamatkan nyawa sesama.

“Karena kantor Kecamatan Babakan Madang masih dalam tahap pembangunan, maka kami meminjam aula Desa Citaringgul mengingat posisinya berada di tengah – tengah Kecamatan Babakan Madang agar mudah dijangkau,” jelasnya.

Senada disampaiakan Camat Babakan Madang yang juga sebagai penasihat PMI Kecamatan Babakan Madang, Cecep Imam Nagarasid. Dia mengatakan, donor darah akan berkelanjutan, mengingat  stok darah mulai sedikit dan ia mengajak untuk masyarakat mendonorkan darahnya karena untuk kesehatan.

BACA JUGA: Rawan Kecelakaan, Pengguna Jalan di Leuwiliang Minta Dipasang Cermin Cembung

“Kepada warga masyarakat Babakan Madang khususnya, dan Kabupaten Bogor untuk mendonorkan darah selain untuk meningkatkan kesehatan tubuh kita, juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang terbaring di rumah sakit. Jadi kita bisa menolong sesama bisa mendapatkan pahala juga,” pungkasnya. Wisnu / Tedy

Baru Pertama Kali, Sekdes Citaringgul Apresiasi Kegiatan Donor Darah

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Citaringgul mengapresiasi kegiatan donor darah yang diadakan Kecamatan Babakan Madang dalam rangka HUT Korpri.  

Sekretaris Desa Citaringgul Ayi Iskandar mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan pertama kalinya diadakan di Desa Citaringgul.

“Semua jajaran staf, BPD, karang taruna, RT/RW yang memungkinkan kesehatannya untuk mengikuti kegiatan ini maka kami wajibkan, begitupun untuk warga Desa Citaringgul yang ingin ikut partisipasi dalam kegiatan ini,” ucap Ayi.

BACA JUGA: Rawan Kecelakaan, Pengguna Jalan di Leuwiliang Minta Dipasang Cermin Cembung

Pihaknya menginstruksikan RT / RW untuk mengajak warga datang ke aula desa untuk mengikuti kegiatan yang baru pertama ada di desa. Bahkan muda-mudi juga diajak bisa menyumbangkan darahnya untuk PMI yang saat ini sudah sangat kekurangan stok darah.

“Mari kita bantu sesama dengan mendonorkan sedikit darah kita untuk menyelamatkan nyawa saudara kita yang membutuhkan di luar sana karena darah kita bisa menyelamatkan mereka,” jelas Ayi.

BACA JUGA: Rehabilitasi Ruang Kelas di SMPN 2 Pamijahan Tuntas

Dia berharap, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan berkelanjutan, karena mendonorkan darah juga bisa membantu kita untuk menstabilkan kesehatan dengan adanya pergantian reproduksi darah yang baru. “Saya mewakili warga Citaringgul sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kegiatan donor darah ini jadi kegiatan rutin di desa kami,” pungkasnya.

**nay/wisnu

Rawan Kecelakaan, Pengguna Jalan di Leuwiliang Minta Dipasang Cermin Cembung

0

JURNAL INSPIRASI – Pengguna jalan yang melintas  di Jalan Raya Setu Lebak, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memasang traffic mirror atau cermin cembung di beberapa titik tikungan jalan.

Bahkan pihak desa sudah beberapa kali mengusulkan pemasangan cermin cembung melalui UPT Perhungan IV Leuwiliang, namun hingga saat ini tak kunjung ada realisasinya.

“Beberapa tahun lalu sudah kami usulkan, tetapi tetapi belum juga memasang cermin cembung itu,” kata Sekretaris Desa Leuwimekar Ade Umyana kepada Jurnal Bogor, Selasa (23/11).

BACA JUGA: Rehabilitasi Ruang Kelas di SMPN 2 Pamijahan Tuntas

Beberapa tikungan tajam yang tidak jauh dengan kantor Desa Leuwimekar, jelas Sekdes, rawan kecelakaan karena belum terpasangnya cermin cembung.

Di setiap tikungan  jalan Raya Setu idealnya harus terpasang sebanyak 3 titik pemasangan cermin cembung. “Keinginan adanya pemasangan cermin cembung di setiap  tikungan memang atas usulan masyarakat,” kata dia.

Musababnya penggunaan jalan yang melintas di jalur itu harus ekstra hati- hati  karena sulit melihat kendaraan  dari arah berlawanan. “Kami anggap keberadaan cermin cembung itu sangat penting karena untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalulintas,” jelasnya.

BACA JUGA: Naas, Gubuk Tua di Batutulis Ambruk

Bagaimana pun juga kata dia, warga ingin ada kenyamanan dalam berkendara. Oleh karena itu,  diharapkan Pemkab Bogor untuk segera merealisasikan pemasangan cermin cembung di setiap tikungan.

Saat dikonfirmasi, Kepala UPT Pengelolaan Prasarana dan Perlengkapan Perhubungan Wilayah IV Leuwiliang Ika Sobariah tak merespon.

**ekon/andres

Rehabilitasi Ruang Kelas di SMPN 2 Pamijahan Tuntas

0

Kepsek: Masih Ada Fasilitas Belum Terbangun

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor disidak Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

Sidak tersebut sekaligus kunjungan kerja yang mana sekolah SMPN 2 Pamijahan sudah selesai dalam rehabilitasi ruang kelas dan dalam pembangunan tersebut dinilai telah sesuai dengan perencanaan.

Kabid Sapras Disdik Kebupaten Bogor Rameni mengatakan, kunjungan kerja ini salah satunya untuk melihat secara langsung hasil pengerjaan dari pihak pelaksana.

BACA JUGA: Nurodin Dorong Wilayah Terisolasi Jaringan Telekomunikasi Segera Dibangun

“Hasil dari pembangunan tersebut sesuai dengan spek dan sangat bagus sekali, tentunya kita berharap agar seluruh pembangunan sekolah di Kabupaten Bogor sesuai dengan spek dan sesuai progres,” ujar Rameni, Selasa (23/11/2021).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Pamijahan Suprapti Kustariyah mengatakan, sudah terbangunnya tiga ruang kelas tentunya pembelajaran akan lebih ditingkatkan.

“Alhamdulillah tiga ruang sudah bagus, untuk rehab ini sudah beres dan ditinjau langsung oleh Kabid Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan, masih banyak fasilitas sekolah yang belum terbangun dan ia meminta agar sarana prasarana bisa sesegera dibangun.

BACA JUGA: Naas, Gubuk Tua di Batutulis Ambruk

“Ruang kelas yang sekarang ada 20 ruangan, kemudian ruangan kelas masih kekurangan 3 kelas. Kalo harus dilengkapi harus ada sekitar 23 ruang kelas, kemudian ruangan komputer, laboratorium dan ruangan OSIS,” jelasnya.

SMPN 2 Pamijahan kata dia memiliki 819 dan ia berharap agar segala fasilitas yang dibutuhkan oleh sekolah bisa terealisasi.

“Tentu saja saya berharap ke Pak Kabid bisa melengkapi sarana prasarana yang diperlukan oleh SMPN 2 Pamijahan, kalo dilihat masih banyak sekali kekurangan-kekurangan yang ada, baik ruang kelas maupun ruang-ruang lainnya sehingga harus segera dilengkapi,” pungkasnya.

**andres

Nurodin Dorong Wilayah Terisolasi Jaringan Telekomunikasi Segera Dibangun

0

JURNAL INSPIRASI – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nurodin bakal mendorong wilayah yang masih terisolasi jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor bagian barat.

“Data list yang sudah masuk di kami, sebanyak 12 desa yang keadaannya blank spot (tidak ada jarigan sinyal),” kata Nurodin dihubungi Jurnal Bogor, Selasa (23/11).

Guna mempercepat adanya menara telekomunikasi di wilayah pelosok desa, pihaknya sudah melakulan komunikasi dengan pihak provider. Bahkan kata dia,  pihaknya sudah mendapatkan informasi  yang menggembirakan dari pihak perusahaan.

BACA JUGA: Naas, Gubuk Tua di Batutulis Ambruk

“Namun sejauh ini kami masih menunggu progresnya. Mudah-mudahan keberadaan bangunan tower telekomunikasi pada Desember bisa terealisasi,” harapnya.

Sebetulnya kata dia, dari Komisi III bersama Diskominfo sudah berkali-kali telah membahas perihal rencana penyediaan bangunan menara telekomunikasi. Akan tetapi yang  menyiapkan bangunan telekomunikasi itu adalah pihak ketiga.

Ketiadaan akses jaringan telekomunikasi, sambung Nurodin, berpengaruh terhadap kemajuan desa. Terlebih di zaman teknologi seperti saat ini transaksi jual beli online jelas itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

Bahkan sekarang ini kata dia, pemerintah desa diminta  harus update mengenai laporan kegiatan dengan sistim online sehingga desa menjadi salah satu sasaran pembangunan dari APBN.

BACA JUGA: Khas Bontang, Sambal Gami Ma’Uwo Buka di Bubulak

“Kami tidak sepakat jika ijin bangunan tower tersebut  dipersulit yang akhirnya investasi di bidang telekomunikasi sebagian masyarakat  tidak secara luas bisa memanfaatkan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dinas terkait hal ini Kementerian Komunikasi diharapkan memberikan kelonggaran terkait izin komunikasi dengan catatan bukan di perkotaan melainkan di pedesaan.

“Pemerintah harus  welcome dan lebih memprioritaskan pelosok – pelosok daerah  yang sulit dijangkau jaringan sinyal,” pungkasnya.

**andres

Naas, Gubuk Tua di Batutulis Ambruk

0

JURNAL INSPIRASI – Naas dialami pasangan suami istri Darjat Sudarjat (51) dan Herianih (51), warga  Kampung Pasirgintung RT 02 RW 04 Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor lantaran gubuk tua miliknya ambruk karena lapuk termakan usia.

Darjat mengaku rumah yang ditempati bersama kelurganya memang sudah cukup lama. “Keadaan rumah sebelumnya memang sudah miring, tiba tiba ambruk,” ujar Darjat, Selasa (23/11).

Pantauan Jurnal Bogor, bangunan rumah yang roboh itu, hampir seluruhnya  menggunakan  material kayu, bambu serta bilik bambu yang keadaanya telah keropos.

BACA JUGA: Khas Bontang, Sambal Gami Ma’Uwo Buka di Bubulak

Dengan melihat keadaan rumahnya dengan kondisi mengkhwatirkan, bapak 2 anak ini yang berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan, tak bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan ekonomi.

Terpisah, Ketua  LPM Desa Batutulis Jaja Subagja  atau yang akrab diapanggil Sanim menerangkan, rumah korban yang ambruk itu termasuk kategori warga miskin yang layak mendapat bantuan.

BACA JUGA: SMART Ekselensia Buka Seleksi Nasional Beasiswa

Namun masalahnya, program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tidak bisa meng-cover jumlah RTLH yang ada. “Masih tinggi angka data base RTLT di Batutulis. Kami harap pihak Pemkab Bogor hal ini BPBD segera turun langsung melakukan survei ke lokasi,” harapnya.

**aripekon