JURNAL INSPIRASI – Berbagai inovasi dilakukan sekolah untuk meningkatkan kreativitas anak. Demikian yang dilakukan TK Islam Fatmawati dengan mengadakan Market day di Sekolah, Kamis (23/12/2021) yang beralamat di Jl. Sukadamai Raya, Kec. Tanah Sareal, Kota Bogor. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa Islam fatmawati yang didampingi orangtua dan guru dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Market day ialah kegiatan anak-anak untuk belajar jual beli yang didampingi oleh mamanya. Terlihat antusias dari anak-anak sehingga berbagai produk diperjualkan seperti coklat pelangi, es kul kul, baslok, pisang keju, pitza, dan berbagai jualan menarik lainnya dengan ketentuan harga tidak lebih dari Rp.5000.
Anak-anak sudah dibagi oleh guru kelas menjadi penjual dan pembeli. Setelah diberi arahan, anak-anak dipersilahkan untuk membeli jajanan teman-temannya. Hal ini bertujuan untuk mengenal penjumlahan dan pengurangan kepada anak-anak. “Ini harganya 2 ribu”, ujar sizar salah seorang siswa saat menjelaskan harga coklat pelangi yang dijualnya.
Kegiatan ini mengenalkan matematika dasar kepada anak. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah TK Islam Fatmawati Siti Wiwi Marwiyah S.Pd.I “ Kegiatan market day ini bertujuan memberikan pengalaman baru, praktek belajar menjadi penjual dan pembeli. Banyak ilmu yang akan didapat anak seperti mengenal nominal uang, mengenal penjumlahan, pengurangan, yang secara tidak langsung mengenalkan matematika dasar kepada anak”, ujar Wiwi saat memantau aktivitas anak saat market day.
Kegiatan market day sering dilakukan dipenghujung semester. TK Islam Fatmawati berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan banyak kreativitas dan menumbuhkan jiwa wirausaha anak-anak. “ Semoga kegiatan ini dapat terus dikembangkan karena selain respon yang luar biasa baik dari anak-anak maupun orangtua, manfaatnya pun sangat banyak bagi perkembangan anak usia dini”, lanjut Wiwi.
JURNAL INSPIRASI – Proyek penataan Jalan Suryakencana senilai Rp30 miliar yang berasal dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), terus menuai sorotan. Kali ini, Anggota DPRD Kota Bogor, Pepen Firdaus angkat bicara.
“Saya sudah prediksi dari awal kalau pembangunan ini tidak mungkin selesai tepat waktu. Apalagi selama pembangunan konsepnya berubah-ubah,” ujar Pepen kepada wartawan, Rabu (23/12).
Selain itu, kata dia, selama proses pembangunan ada keberatan dari warga hingga pedagang sekitar. Atas dasar itu, Pemkot Bogor wajib bertanggungjawab atas permasalahan tersebut.
“Pemkot harus tanggung jawab, jangan masyarakat yang disuruh tanggung jawab,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Suryakencana Dadan Hamdani mengatakan bahwa proyek tersebut masih jauh dari harapan. Ia pun mengaku khawatir akan lewat dari batas kontrak kerja atau lewat tahun anggaran.
Apalagi, kata Dadan, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan memberikan kesempatan untuk memperpanjang kontrak kerja atau tidak.
“Pemberian kesempatan itu harus ada rekomendasi dari konsultan pengawas maupun kajian PPK sehingga nanti kalau misalkan kita kasih, kalau masih belum selesai, nanti saya yang kena dampaknya. Nah, pengkajian itu yang harus kita perhatikan,” ucapnya usai mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah sidak di kawasan Suryakencana, Rabu (22/12).
Kata dia, selain harus ada rekomendasi dari berbagai pihak terkait, juga harus berkonsultasi terlebih dahulu ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait Peraturan Menteri Dalam Negeri (PMDN) Nomor 77 Tahun 2020.
“Kalau ada yang lewat tahun anggaran harus ada review inspektorat. Jadi nanti kita ke Kemendagri untuk konsultasi seperti apa sih kalau kita lanjut, dianggarannya nanti seperti apa. Karena kita tidak bisa langsung bayar, mekanismenya kalau di APBD mungkin dianggaran perubahan kalau lanjut,” ungkapnya.
Kata Dadan, progres keseluruhan proyek Suryakencana baru 51 persen, dan itu belum termasuk pembangunan pedestrian di Jalan Kampung Cincau dan Jalan Roda.
Apabila pembangunan pedestrian di Jalan Kampung Cincau dan Jalan Roda sudah rampung saat ini, tentu progresnya sudah mencapai 75 persen.
“Tapi sekarang belum beres pembangunannya di Jalan Kampung Cincau dan Jalan Roda, baru mulai. Kita liat nanti apakah sesuai seperti itu atau tidak,” jelasnya.
Dadan mengaku, pihaknya akan segera melakukan kajian karena pekan depan harus sudah dipastikan tindaklanjut dari progres pembangunan di kawasan Suryakencana.
“Apakah harus diberikan kesempatan atau putus kontrak. Jadi kajiannya harus tepat, karena ada presentasi Kemendagri, kajian konsultan, kajian PPK, ada kesanggupan mereka dan metode dan sebagainya,” tegasnya.
JURNAL INSPIRASI – inas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bogor menggelar Diskusi Virtual Perhumas dengan tema peran Influencer di program kehumasan yang digelar secara zoom meeting, Rabu (23/12).
Kegiatan ini merupakan giat rutin dalam rangka berbagi informasi dan memberikan motivasi kepada rekan-rekan kehumasan di Kota Bogor, baik di instansi pemerintah maupun swasta.
“Diskusi ini juga untuk meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dalam memberikan informasi yang terbaik ke masyarakat,” ujar Kepala Diskominfo Kota Bogor, Rahmat Hidayat.
Rahmat mengatakan, tema diskusi perhumas ini mengintip peran Influencer di program kehumasan. Tema ini dipilih mengingat di era media sosial saat ini pengguna handphone atau gadget di Indonesia sudah hampir mencapai 98 persen dan peran Influencer dinilai cukup berpengaruh untuk penyebaran informasi ke masyarakat.
“Sebelumnya Influencer ini banyak digunakan di dunia usaha, kami mencoba membawanya ke ranah pemerintah, bagaimana peran Influencer dapat membantu pemerintah menyebarkan informasi ke masyarakat,” terang Rahmat.
Diskominfo Kota Bogor baru saja mendapatkan tiga penghargaan bidang kehumasan di Humas Jabar Award 2021. Tiga penghargaan tersebut sebut saja untuk ketiga kalinya Kota Bogor mempertahankan terbaik satu dalam pengelolaan medsos tingkat Jabar, Kecamatan Bogor tengah menjadi terbaik kedua di kategori tingkat kecamatan se-Jabar dan kelurahan Mulyaharja menjadi terbaik kedua tingkat kelurahan/desa se-Jawa barat.
“Prestasi ini hadiah akhir tahun 2021 dan merupakan hasil kerja keras teman-teman bidang IKP yang sering berkeliling ke wilayah. Semoga tahun depan bisa juga jadi terbaik satu kecamatan dan kelurahan tingkat Jabar,” imbuhnya.
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, ini merupakan tema penting dan menarik. Pasalnya, saat ini dihadapkan pada satu tren dimana jika tidak piawai mengelola kehumasan bisa tenggelam. Di sisi lain, banyak yang sudah sadar tapi lebih banyak lagi yang tidak tahu caranya.
“Saya sampaikan teori saya tentang kehumasan yang efektif. Kehumasan yang efektif itu ditentukan dari 5K,” ujarnya.
Bima Arya mengatakan, pertama yang paling penting dan basik adalah konten. Kalaupun medianya canggih tapi konten tidak ada, tidak akan bisa. Namun, seringkali menjadi persoalan jika kebanyakan konten, sehingga harus dipilih konten mana yang menarik.
“Substansi konten itu penting, kita mau mencitrakan kota seperti apa. Kehumasan harus memancarkan realita yang ada,” ujarnya.
Kemudian, kedua yakni kanal. Kanal apa yang digunakan itu penting, mainstream, non mainstream, media sosial, cetak, online dan radio semua punya segmennya masing-masing. Ketiga yakni kemasan. Menurutnya, kehumasan perlu terus menimba ilmu dan terus belajar agar bisa mengemas konten secara menarik.
“Keempat yakni komunikator. Harus hati-hati dengan selebgram yang banyak follower belum tentu citranya positif dan kelima kolaborasi. Kolaborasi ini bisa dalam bentuk sharing ide,” katanya.
JURNAL INSPIRASI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor menggelar Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Bogor 2021 di Hotel Pajajaran Suites, Bogor Nirwana Residence (BNR), Kota Bogor, Kamis (23/12/2021). Pada raker ini KONI membahas berbagai hal termasuk menemukan program dan formula terbaik untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan membawa 90 medali emas di Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2022.
“Hari ini Kota Bogor meskipun di anggaran ada di enam besar tapi prestasinya terpantau ada di tiga besar,” ujar Ketua KONI Kota Bogor, Benninu Argoebie.
Ben sapaannya mengatakan, Wali Kota Bogor sudah memberikan kado luar biasa yakni bonus PON yang sudah diterima dan naik dari PON lalu. Hal yang juga luar biasa peraih medali emas di Porda mendatang akan mendapatkan Rp 100 juta. Sekaligus mendeklarasikan pelatih Kota Bogor mendapatkan bonus tertinggi di Jabar yakni Rp 75 juta untuk satu keping medali.
“Ini merupakan mimpi saya saat menjadi atlet, akhirnya hari ini sudah memastikan atlet dan pelatih merupakan aset berharga untuk Kota Bogor,” jelasnya.
Pada kesempatan itu ia menyampaikan, Kota Bogor boleh berbangga dan bisa bersaing dengan daerah-daerah besar. Pasalnya, Pengurus Cabang (Pengcab) terus bekerja dan membina cabor serta para atlet. Beberapa Cabang Olahraga (Cabor) ada yang sudah mandiri, terus latihan meskipun anggaran belum ada.
“Kempo punya Dojo baru, judo punya Dojo dan asrama baru. Ini yang mau kita bawa ke depan, Kota Bogor menuju 90 medali emas,” tegasnya.
Benninu Argoebie
Ben menerangkan, sesuai visi KONI Jabar, Jabar untuk Indonesia dan Kota Bogor akan menyumbangkan yang terbaik untuk SEA Games dan Asian Games.
“Kami akan antarkan atlet Kota Bogor ke SEA Games dan Asian Games dan mimpi besar kita di 2024 memberangkatkan anak Kota Bogor ke olimpiade Paris dan pulang membawa emas olimpiade,” jelasnya.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menekankan, kegiatan olahraga jangan berhenti dan harus terus didorong. Mengingat Kota Bogor mempunyai target-target, sehingga pembinaan tidak boleh berhenti dan segala macam persiapan harus terus berjalan mulai dari fasilitas, logistik dan pembinaan mengingat waktu tidak lama lagi.
“Saya titip pesan agar kebersamaannya tetap terjaga dan semangatnya tidak kendor. Saya senang ketika mendengar atlet-atlet kita tidak tergoda untuk pindah sekalipun banyak iming-iming, tetap setia membela Kota Bogor. 90 medali emas sudah ditetapkan, jadi tiga besar semuanya harus mendukung,” jelasnya.
JURNAL INSPIRASI – Persoalan penatakelolaan aset daerah khususnya berupa lahan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) dari pengembang perumahan, diakhir tahun 2021 ini ternyata tak kunjung beres. Data Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Perumahan (DPKPP) ada 230 pengembang yang belum menyerahkan PSU.
“Data di kami (DPKPP) jumlah pengembang ada 841, namun yang sudah menyerahkan PSU baru 611 pengembang, jadi sisanya ada 230 lagi yang belum,” kata Kepala Bidang PSU Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Nunung Toyibah, Rabu (23/12/2021).
Nunung menegaskan, DPKPP masih berupaya melacak keberadaan PSU dari 230 pengembang, namun sedikit terkendala karena pengembang tersebut sudah tak lagi berkantor di Kabupaten Bogor.
“Kita masih terus melakukan proses identifikasi tersebut, dan penelusuran dengan teliti. Karena, menduga banyak di antara pengembang berpindah dengan membangun perumahan baru di daerah lain,” ujarnya.
Nunung menjelaskan, penyerahan PSU akan sangat bermanfaat bagi pemerintah. Selain adanya kepastian hukum, PSU ini akan mendatangkan nilai manfaat sebagai aset daerah. “Termasuk ketika ada bantuan daerah nantinya tidak akan tumpang tindih, tidak ada halangan seperti SamiSade,” cetusnya.
Nunung mengklaim sejauh ini sudah berupaya untuk meminimalisir kelonggaran melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2012 tentang Prasarana Sarana dan Utilitas. “Jadi lewat Perda ini kami kunci pengembang perumahan akan kewajiban penyerahan PSU. Ini syarat sebelum izin mendirikan bangunan,” katanya.
Anggota Komisi III Achmad Fatoni meminta DPKPP khususnya Bidang PSU agar lebih serius mengejar aset-aset yang belum diserahkan 230 pengembang. Caranya gampang, Bidang PSU tak perlu mencari kantor pengembang, tapi data PSU dari pengembang itu ada di siteplan.
“Kalau terus mencari pengembang akan sulit, kan ada dokumen siteplan. Itu bisa jadi pegangan bagi Bidang PSU untuk menarik aset PSU pengembang yang sudah tak berkantor di Kabupaten Bogor,” tegas politisi PKS asal Kecamatan Gunungputri itu.
Fatoni menyebut, persoalan aset dari pengembang yang belum diserahkan mendapatkan perhatian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Makanya, DPKPP harus secepatnya menyelesaikan masalah aset PSU yang belum diserahkan pengembang, kami (DPRD-red) siap membantu, termasuk merevisi Perda Nomor 7/2012 yang akan jadi payung hukum bagi DPKPP bertindak,” tutupnya.
JURNAL INSPIRASI – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor yang bergerak di bidang penyediaan air bersih tak pernah berhenti untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Di era digital saat ini menjadi pemantik Perumda Tirta Pakuan menyesuaikan pemenuhan kebutuhan kinerja perusahaan dan juga peningkatan pelayanan kepada pelanggan dengan membangun command center. Command center ini dibangun di area kantor pusat Perumda Tirta Pakuan, Jalan Siliwangi, Kota Bogor.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan mengatakan, saat ini ada kegiatan seperti pemantauan Perumda Tirta Pakuan tersebar di beberapa tempat, antara lain di Katulampa, Dekeng, Palasari hingga Rancamaya. Sehingga nantinya yang terpisah tersebut akan terfokus satu tempat, yakni di command center.
“Sekarang mau kita tarik ke sini, kita akan buat command center ini dengan sembilan layar monitor utama, dengan enam layar disampingnya. Kita bisa memonitor langsung berkaitan dengan produksi, transmisi hingga distribusi air bersih,” kata Rino, belum lama ini.
Lebih lanjut dikatakan Rino, dari command center ini juga nantinya akan terlihat berbagai persoalan yang ada. Oleh karenanya diipilihnya command center di ruangan yang biasa digunakan rapat. Sehingga dari ruang command center bisa langsung diambil keputusan untuk mengatasi dari suatu masalah tersebut.
“Kita bisa ambil keputusan sambil lihat data di sana. Misalnya gini, coba kita lihat zona satu, ada masalah apa di sana, nah itu langsung kelihatan secara real time. Kita bisa langsung ambil keputusan untuk solusinya seperti apa,” tandas Rino.
Perumda Tirta Pakuan sendiri menargetkan pembangunan command center rampung dan diluncurkan pada Desember 2021. Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf mengatakan, pembangunan command center saat ini sudah masuk tahap struktur dengan progres hampir 100 persen.
Disamping itu juga saat ini tengah digarap desain interior untuk layar monitor yang dilengkapi teknologi informasi. Selain interior, lanjut Ardani, pihaknya juga tengah membangun berkaitan dengan sarana prasarana teknologi informasi.
“Saat ini pengerjaan command center sudah tahapan struktur. Artinya pekerjaan struktur sudah hampir 100 persen. Kita sedang desain interiornya. Selain itu juga kita mulai bangun kaitan IT-nya. IT kemungkinan besar tahun ini juga kita lakukan pengadaannya,” ujarnya.
Ia mengatakan kehadiran command center ini cukup penting terlebih pada bidangnya, sehingga pemantauan informasi yang selama ini secara manual akan beralih berbasis teknologi informasi. Misalnya berkenaan pengolahan air bersih, dari mulai intake masuk ke transmisi, kemudian water treatment dan reservoir hingga ke pelanggan, kedepannya secara real time dan online terpusat di command center.
“Jadi kita bisa menggambarkan dari hulu hingga hilir. Berkaitan dengan kekeruhan, debit dan kualitas air, juga sampah itu bisa diketahui secara real time, sehingga kita bisa mengantisipasi apabila terjadi kejadian-kejadian itu,” paparnya.
“Di reservoir juga, terkait level, pembubuhan, disinfektan berapa PPM-nya yang selama ini pengecekan itu dilakukan tiga shift, nanti secara real time bisa mengetahui setiap jam, sehingga tidak perlu adanya pengecekan di reservoir. Ini sebagai bentuk efisiensi sumber daya manusia jadi bisa dialihkan ke yang lain,” tambahnya.
Lebih jauh Ardani mengatakan, command center juga akan terintegrasi dengan SIMOTIP (Sistem Informasi Mobile Tirta Pakuan). Command center ini rencananya akan beroperasi selama 24 jam dengan operator empat orang setiap satu shift. Sehingga jika diterapkan tiga shift akan membutuhkan sebanyak 12 orang.
“Kita harapkan (command center) bisa selesai segera sebelum tanggal 24 Desember dan sudah bisa diluncurkan tahun ini. Tentunya hal ini di-support dengan pengembangan IT dari hulu maupun hilir,” tandas Ardani.
JURNAL INSPIRASI – Perumda Tirta Pakuan terus melakukan sosialisasi air bersih, aplikasi Simotip dan promo diskon 40 persen sambungan baru kepada warga Kota Bogor di Posyandu Cempaka RW 009 Kel Situgede Bogor Barat pekan lalu.
Hal itu dilakukan Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan Perumda Tirta Pakuan Sonny Hendarwan saat menyampaikan sosialisasi didampingi Asisten Manager Humas Dewi Puspitasari dan Asisten Manager Pemasaran Nita Dwiyanti.
Selain menyampaikan promo diskon 40 persen yang masih dibuka hingga akhir Desember 2021, kepada warga, Sonny mengingatkan efek samping penggunaan air bawah tanah yang digunakan tanpa kontrol. Salah satunya adalah bakteri jahat yang bisa menyebabkan penyakit berbahaya. Selain itu, Sonny juga menjelaskan hak dan kewajiban pelanggan Tirta Pakuan.
“Penurunan kualitas air bawah tanah dapat terjadi karena kepadatan penduduk yang semakin tinggi dan pembangunan septitank yang kurang baik. Hal ini mengakibatkan adanya indikasi air bawah tanah yang tercemar oleh bakteri Ecoli. Bakteri Ecoli sendiri merupakan bakteri yang mengakibatkan disentris pada manusia,” ungkap Sonny, Senin (13 Desember 2021).
Dalam kesempatan tersebut Sonny Hendarwan menjelaskan pula tentang aplikasi yang dimiliki oleh Perumda Tirta Pakuan yaitu SIMOTIP (Sistem Informasi Mobile Tirta Pakuan) beberapa fitur yang terdapat pada SIMOTIP adalah pembacaan meter mandiri dan pengecekan tagihan air, pengembangan aplikasi ini terus dilakukan agar pelanggan mendapatkan pelayanan terbaik dari Tirta Pakuan.
“Untuk mempermudah akses informasi Tirta Pakuan. Saya imbau pelanggan agar segera mengunduh aplikasi Simotip,” tandasnya.
JURNAL INSPIRASI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan para menteri saat melakukan peninjauan kegiatan gebyar vaksinasi Presisi Polres Bogor, di parkiran bus Taman Safari Indonesia (TSI), di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kamis (23/12).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, peninjauan pelaksanaan vaksinasi di wilayah Kabupaten Bogor ini, dilakukan untuk mengecek secara langsung kegiatan anggota Polri dalam pelaksanaan vaksinasi, pagelaran Pospam dan Posyan dalam rangka persiapan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kapolri menyatakan, kedatangannya ke wilayah Kabupaten Bogor, sekaligus melakukan langkah-langkah dalam rangka mengantisipasi kenaikan Covid-19. Karena beberapa tahun lalu, paska Nataru terjadi kenaikan Covid-19 mencapai 2,5 kali lipat, sehingga ada beberapa strategi yang harus dilaksanakan. Terlebih, tahun ini ada beberapa kelonggaran terhadap aktivitas kegiatan masyarakat, tentunya nanti akan berdampak terhadap terjadinya lonjakan apabila tidak diantisipasi.
“Kurang lebih ada 11 juta yang akan melaksanakan kegiatan mobilitas, khususnya di wilayah-wilayah yang menjadi tujuan wisata, tujuan mudik juga yang memiliki tradisi-tradisi pada saat Nataru. Termasuk juga kegiatan-kegiatan ibadah yang akan dilaksanakan. Ini tentunya memerlukan berbagai macam strategi,” ungkap Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya, kegiatan vaksinasi hari ini, dilaksanakan secara serentak di seluruh provinsi, bekerjasama dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, unsur kesehatan, unsur terkait lainnya yang selama ini bekerjasama dengan Polri dan TNI. Untuk target vaksinasi serentak yang dilaksanakan di seluruh provinsi, minimal mencapai 1,2 juta per hari.
“Kita terus mengejar target walaupun secara nasional vaksin pertama saat ini sudah tembus diangka 72% atau mungkin 73%, dan vaksin kedua secara rata-rata sudah diangka 40%. Tapi kita ingin pencapaian ini betul-betul bisa lebih ditingkatkan lagi. Karena kita tahu, saat ini sudah ada jenis varian baru Omicron yang harus kita antisipasi. Ini jadi tugas kita semua,” tegas Kapolri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, sudah menyiapkan Pospam dan Pos Pelayanan dalam rangka mendukung strategi vaksinasi. Ia siapkan gerai-gerai vaksin di rest area dan Pospam, sehingga pada saat aplikasi peduli lindungi, mendetect ada masyarakat yang masih belum vaksin, atau yang baru vaksin sekali, dan mungkin terkonfirmasi positif, tentunya akan langsung diberikan langkah-langkah.
“Yang belum vaksin, kita vaksin. Kemudian yang terkonfirmasi kita tempatkan di tempat isolasi sementara untuk kemudian kita tidak lanjuti, apakah kemudian kita bawa ke rumah sakit rujukan atau tempat isolasi yang sudah dipersiapkan. Jadi seluruh rangkaian itu kita laksanakan sehingga disatu sisi, aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan baik, pertumbuhan ekonomi kita harapkan meningkat. Namun di sisi lain kita tetap harus waspada menjaga agar laju Covid bisa kita kendalikan dengan menegakkan aturan Protokol Kesehatan secara ketat, secara kuat, mengakselerasi percepatan vaksinasi dan tentunya memperkuat langkah-langkah 3M dan 3P. Sehingga tambah Kapolri, itu semua menjadi satu bagian yang harus dilaksanakan di dalam operasi Nataru kali ini,” bebernya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, apresiasi atas kerja keras dari Kapolri, Panglima TNI dan seluruh jajarannya. Sesuai dengan perintah presiden, akhir tahun harus sudah 70% seluruh Indonesia. Hari ini, ada 5.000 titik yang diprakarsai TNI dan Polri di seluruh Indonesia.
“Saya sangat optimis, target dari bapak presiden akan tercapai. Untuk pelaksanaan vaksinasi di wilayah Cisarua ini semuanya berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyatakan, ada ribuan titik kegiatan vaksinasi serentak diseluruh Indonesia, yang dilakukan secara masif.
“Ini patut diapresiasi dari kita Ini patut diapresiasi dari kita semuanya. ini ada satu massage dari bapak presiden bahwa memang TNI, Polri ditugaskan untuk melaksanakan vaksinasi agar jumlah yang tervaksinasi lebih besar, ini juga ada hubungannya bagaimana Nataru di jadikan satu massage bahwa mereka yang akan berpergian harus melaksanakan vaksinasi dua kali dan sudah melakukan antigen di hari yang sama,” paparnya.
Menhub menerangkan, adanya varian baru Omicron yang semakin membahayakan, sebaiknya di rumah saja dan mengurangi mobilitas aktivitas diluar. Andaipun harus keluar harus divaksin dua kali dan antigen.
“Kami tentunya bersama sama TNI dan Polri, akan melakukan random check di beberapa titik termasuk di mall,” tukasnya.
JURNAL INSPIRASI – Sejumlah penghargaan diberikan Bupati Bogor, Ade Yasin kepada para wajib pajak (WP) yang telah disiplin membayar pajak, tepat jumlah dan tepat waktu. Penghargaan itu diberikan orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman, pada Anugerah Pajak Daerah Kabupaten Bogor tahun 2021, di Pullman Hotel, Ciawi, Rabu (22/12) malam.
Dimalam penganugerahan tersebut, hadir pula Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Perwakilan Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong, Ketua Pengadilan Agama, Perwakilan Danlanud ATS, Sekda Kabupaten Bogor, Pimpinan Bank Jabar, Pimpinan Bank BNI, Ketua IPPAT, jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, para camat, kepala desa dan lurah serta para wajib pajak.
Bupati Bogor menjelaskan, kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dicerminkan oleh kemampuan keuangan daerah dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan. Hingga saat ini, pajak daerah merupakan komponen terbesar kontribusinya terhadap PAD Kabupaten Bogor, yakni sebesar 63,53%.
“Untuk mewujudkan semua cita-cita Kabupaten Bogor, yakni menjadi kabupaten termaju, nyaman dan berkeadaban melalui program Pancakarsa, tentunya diperlukan sumber pendanaan yang besar, perhitungan yang cermat dan penggunaan anggaran yang efektif serta efisien,” kata Ade Yasin dihadapan para tamu undangan dalam acara tersebut.
Ade Yasin mengungkapkan, banyak program pembangunan yang dijalankan dan harus kita biayai, pertama ada Samisade, pembangunan jalan dan jembatan, penataan kota, rehabilitasi sekolah, beasiswa Pancakarsa, kebutuhan penanganan pandemi Covid-19, termasuk kesehatan, BPJS, pemulihan ekonomi dan sebagainya.
“Semua bisa terlaksana berkat kontribusi para wajib pajak yang taat membayar pajak. Untuk itu kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor menghaturkan banyak terima kasih dan mengapresiasi kepada pihak yang sudah berkontribusi mendukung pembangunan di Kabupaten Bogor melalui pembayaran pajak yang tepat jumlah dan tepat waktu,” tandas Ade.
Disebutkan Bupati Bogor, ada perusahaan-perusahaan besar yang sudah membayar pajak tepat jumlah dan tepat waktu, namun masih ada juga perusahaan yang belum membayar pajak tepat jumlah. Hal ini butuh kesadaran, kejujuran dan transparansi dalam membayarkan pajaknya tepat jumlah.
Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor, Arif Rahman mengatakan, Anugrah Pajak Daerah Kabupaten Bogor ini, dalam rangka meningkatkan dan memotivasi kesadaran wajib pajak serta meningkatkan peran serta wajib pajak berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Bogor.
“Kami secara rutin melaksanakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahunnya, yaitu pemberian penghargaan kepada wajib pajak dari 10 jenis pajak yang dikelola oleh Bappenda, serta memberikan penghargaan kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Desa dan Kelurahan, Kecamatan serta instansi vertikal dan pihak lain yang telah mendukung optimalisasi penerimaan pendapatan daerah di Kabupaten Bogor,” terang Arif.
Arif menuturkan, Pemkab Bogor merasa perlu memberikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya terhadap pencapaian target penerimaan pajak daerah Kabupaten Bogor.
JURNAL INSPIRASI – Memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bupati Bogor, Ade Yasin luncurkan aplikasi elektronik PBB. Peluncuran e-PBB mobile bersamaan dengan acara Anugerah Pajak Daerah Kabupaten Bogor tahun 2021, di Pullman Hotel, Ciawi, Rabu (22/12) malam.
Hadir pada acara penganugerahan tersebut, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Perwakilan Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong, Ketua Pengadilan Agama, Perwakilan Danlanud ATS, Sekda Kabupaten Bogor, Pimpinan Bank Jabar, Pimpinan Bank BNI, Ketua IPPAT, jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, para camat, kepala desa dan lurah serta para wajib pajak.
Bupati mengatakan, aplikasi elektronik PBB (e-PBB) mobile yang malam ini diluncurkan, bertujuan untuk memudahkan masyarakat saat akan melakukan pembayaran PBB. Pada e-PBB mobile terdapat fitur untuk pendaftaran e-SPPT, pengecekan pembayaran, serta pengecekan berkas pelayanan.
“Selain itu e-PBB mobile merupakan langkah awal persiapan pendistribusian SPPT secara online untuk masyarakat Kabupaten Bogor pada tahun 2023. Pada tahun tersebut, kita akan fokus pada pendataan, dimana akan dilakukan pemutakhiran basis data pajak daerah. Salah satu langkahnya melalui aplikasi e-PBB mobile,” kata Ade Yasin.
Menurutnya, di era digitalisasi ini, masyarakat tidak bisa menunggu, tapi harus terus mengejar ketertinggalan karena dengan digitalisasi. Melalui digitalisasi, pekerjaan-pekerjaan yang sulit akan mudah dan pekerjaan lama pun akan menjadi cepat.
“Upaya tersebut diharapkan target pendapatan daerah dapat tercapai, khususnya sektor pajak daerah sehingga dapat mewujudkan misi Kabupaten Bogor, yakni terwujudnya kabupaten termaju, nyaman dan berkeadaban,” jelas politisi PPP tersebut.
Namun, diungkapkan Bupati Bogor, di saat daerah lain kekurangan uang atau finansial untuk membangun karena terkena refocusing, Kabupaten Bogor over target dengan capaian pajak 114,77 %.
Ade Yasin mengakui, capaian 114,77 % ini tidak mudah diraih, terlebih di saat kondisi pandemi seperti saat ini. Tetapi, pihaknya berterimakasih kepada jajaran Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor, disaat daerah lain kekurangan uang atau finansial untuk membangun, karena anggarannya terkena refocusing, harus berbagi antar anggaran Covid dan pemulihan ekonomi, BLT dan lain-lain, tetapi Bappenda Kabupaten Bogor malah over target.
“Dengan kelebihan target 308,7 milyar rupiah, akhirnya kami bisa menutup kekurangan-kekurangan yang seharusnya diterima pada tahun 2021. Contohnya bagi hasil pajak dari provinsi dipotong dari Rp.900 milyar jadi Rp.200 milyar,” ujar Ade.
Ade Yasin menuturkan, ini membuatnya bingung di akhir tahun anggaran, bagaimana menutupi program yang sudah jalan tapi uangnya tidak ada. Tapi dengan over targetnya Bappenda, Alhamdulillah bisa tertangani dengan baik.
“Kemudian di saat daerah lain berhutang untuk menjalankan roda pemerintahan, untuk membangun infrastruktur dan lain-lain, Alhamdulillah Kabupaten Bogor tidak pernah berhutang. Insyaallah sampai kapanpun kita akan bisa mendanai pembangunan dengan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Bogor, selain dari potensi APBD provinsi maupun APBN,” tutur Ade.
Ade menambahkan, dengan pajak, dan inovasi-inovasi di bidang perpajakan yang dijalankan oleh Bappenda, seperti menghapus biaya administrasi, menghapus denda, menerapkan diskon pajak, dan lain sebagainya, membuat wajib pajak yang menunggak akhirnya mau membayar.
“Ini suatu inovasi baik yang tentunya disaat pandemi sekarang sangat kita butuhkan,” tukasnya.