33.3 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1005

Serapan Anggaran Pemkot Bogor Baru Capai 63 Persen

0

JURNAL INSPIRASI – Memasuki penghujung tahun 2021 serapan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih tergolong minim yakni baru mencapai 63 persen. “Hingga kemarin, realisasi serapan anggaran belanja daerah Kota Bogor baru mencapai 63 persen dari totol Rp2,84 miliar,” kata Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Evandhy Dahni, Selasa (30/11/2021).

Untuk belanja modal, sambung Evand Pemkot Bogor baru melakukan serapan anggaran sekitar 26,56 persen dari target Rp477.9 miliar. “Kalau untuk belanja transfer daerah 0 persen dari target Rp1,7 miliar,” ujarnya.

Tak sampai disitu, realisasi Belanja Tidak Terduga juga masih tergolong rendah. Berkisar di angka 55,34 persen dari target Rp32,3 miliar. “Realisasi belanja operasional 70,92 persen dari target Rp2,32 miliar,” kata Evandhy.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto meminta kepada Pemkot Bogor agar sesegera mungkin melakukan serapan anggaran. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir besarnya sisa lebih perbelanjaan (Silpa). “Anggaran kan sudah ada, cobalah dipercepat jangan ditunda-tunda. Jangan sampai Silpa negatif membengkak,” ujarnya.

**ahmad solehudin/mg-uika

Sosok Amer Azikkra, Putra Ustad Arifin Ilham yang Cerdas

0

JURNAL INSPIRASI – Kabar meninggalnya Ameer Azzikra meninggalkan luka mendalam bagi civitas akademika Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Pasalnya, putra kedua almarhum Ustad Arifin Ilham itu saat ini tengah mengenyam pendidikan di UIKA Bogor. Tepatnya semester 5, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam.

Salah satu dosen Fakultas Agama Islam, Dr. H. Fahmi Irfani mengaku sempat kaget saat menerima kabar duka atas kepergian salah satu mahasiswanya itu.

“Saya sempat kaget saat mengetahui almarhum meninggal dunia pagi tadi. Karena setahu saya, baru Selasa pekan kemarin almarhum masih ikut kuliah,” katanya, Selasa (30/11/2021).

BACA JUGA Pemcam Cigombong Berikan Penghargaan Kepada Anak Berprestasi

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor ini menilai, Ameer Azzikra merupakan sosok yang sangat bersahaja kepada siapapun.

“Sekitar 2019 lalu, saya pernah mengisi mata kuliah almarhum tentang Sejarah Islam dan Bahasa Arab. Almarhum adalah sosok yang low profile, tidak sombong, santun dan sopan,” ujarnya.

Almarhum juga tidak pernah sekalipun membedakan-bedakan kawan dalam bergaul. Ia juga sama sekali tidak pernah menunjukan jika dirinya putra dari seorang pemuka agama besar.

“Sama siapapun bergaul. Tidak pernah pilih-pilih. Sama seperti mahasiswa biasa pada umumnya saja,” akunya.

Fahmi bercerita, jika saat di dalam kelas dan sedang mengikuti proses pembelajaran. Mendiang Ameer Azikkra merupakan sosok yang cerdas dan memiliki kemampuan pemahaman di atas rata-rata rekan sekelasnya.

BACA JUGA Katar Cibarengkok Dorong Perdes Larangan Buang Sampah ke Sungai

Tak hanya itu, mendiang Ameer Azikkra juga tergolong sebagai siswa yang sopan dan santun terhadap guru.

“Kalau di dalam kelas, almarhum itu punya kemampuan di atas rata-rata temannya dalam menangkap pemahaman dan pelajaran. Ia juga mahasiswa sangat hormat kepada dosennya, layaknya seorang santri kepada kiyai,” ungkapnya.

Fahmi berharap agar anak didiknya itu bisa ditempatkan di sisi-Nya, dan diampuni segala dosa dan kesalahannya semasa hidupnya.

“Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga mendapatkan ketabahan. Saya atas nama pribadi mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” tutupnya.

**ahmad solehudin/mg-uika

Selesaikan Pembangunan TPT, Kinerja Kades Cibedug Dipuji Warga

0

JURNAL INSPIRASI – Kinerja Kepala Desa (Kades) Cibedug, Kecamatan Ciawi, Deni Setiawan,  menjadi perbincangan warga di Kampung Cibedug Turki. Itu setalah Kades yang baru periode ini menjabat, sudah menyelesaikan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di kampung tersebut.

Endang, warga Kampung Cibedug Turki memuji kinerja kades yang baru menjabat, namun sudah melakukan pembangunan TPT yang selama ini diinginkan warga. “Saya sangat kagum dengan kades sekarang,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, pembangunan TPT yang selama ini tidak diselesaikan kades terdahulu, membuat warga satu kampung resah. Lantaran, kondisi tebing jalan setapak menuju perkampungan warga ini rawan longsor. “Lihat saja hampir sepanjang jalan setapak ini banyak bekas longsor,” ujar Endang.

BACA JUGA Pemcam Cigombong Berikan Penghargaan Kepada Anak Berprestasi

Endang mengungkapkan, kades dulu sebelum yang sekarang, hanya membangun TPT tebing sepanjang beberapa meter saja dengan ketinggian hanya sedikit. “Kades sekarang menuntaskan semua tebing dengan panjang sekitar 40 meter dan ketinggian 8 meter,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk membuat jalan setapak menjadi lebar, pembangunannya pun dilakukan penambahan, terutama dalam pelebaran jalan. “Makanya kami semua ikut membantu dalam pengurukan,” jelas Endang.

Sementara, Kades Cibedug Deni Setiawan mengatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) Cibedug, sudah mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2021 untuk pembangunan TPT di Kampung Cibedug Turki.

Deni mengaku, di Kampung Turki ada dua titik pembangunan infrastruktur, mulai dari pembangunan TPT dan pemasangan betonnya. “Jadi TPT berikut betonnya,” imbuhnya.

BACA JUGA Kerusakan Jalan Cikereteg Meluas

Untuk membangun dua titik, sambung Deni, Pemdes Cibedug mengalokasikan anggaran DD sebesar kurang lebih 200 juta. “Selebihnya dialokasikan untuk penanganan Covid-19 dan program kerja lainnya,” jelasnya.

Deni berharap, pembangunan TPT ini dapat memberikan manfaat besar terhadap warga yang ada di Kampung Cibedug Turki, terutama memperlancar aktivitas warga. “Saya harapkan juga agar ekonomi warga bisa meningkat setelah akses jalan ini dibangun,” tukasnya.

**dede suhendar

Pemcam Cigombong Berikan Penghargaan Kepada Anak Berprestasi

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cigombong memberikan penghargaan kepada lima anak berprestasi, baik tingkat Kabupaten Bogor maupun Provinsi Jawa Barat. Penghargaan itu diberikan Pemcam Cigombong dalam rangka memperingati HUT ke-50 Korpri, Selasa (30/11).

Hadir dalam acara penyerahan piagam penghargaan tersebut diantaranya para kepala desa serta guru pembimbing sekolah. Penghargaan diberikan kepada Juara 1 Pekan Olahraga dan Seni (Pensi) Diniyah tingkat Kabupaten Bogor perwakilan Kecamatan Cigombong, yaitu Muhamad Gibran Alfarizi, asal Madrasah DTA Nurul Falah Tugujaya, cabang lomba Puisi Islami putra, Dimas Hadi Syandana

Asal Madrasah DTA Al-Kahfi Srogol, cabang lomba Pidato Bahasa Indonesia putra, Muhammad Ihsan Abdulhayyun, asal Madrasah DTA Nurul Ilmi Ciburuy, cabang lomba Murottal Wal Imla putra.

BACA JUGA Kerusakan Jalan Cikereteg Meluas

Berikutnya siswa SMPN 1 Cigombong, Efeilyen Loadika Rose lolos ke babak kualifikasi pekan olahraga Provinsi Jawa Barat, cabang Olahraga Selam,  dan Muhamad Nazril Tamam juara 1 Pencak Silat BAPOPSI CUP tingkat Kabupaten Bogor.

“Pada hari ini kami memberikan piagam penghargaan dan juga uang kadedeuh kepada lima anak yang berprestasi. Karena mereka sudah mengharumkan Kecamatan Cigombong dan juga Kabupaten Bogor,” ujar Asep Achadiat Sudrajat, Plt Camat Cigombong.

Asep meyakini, usia yang masih muda bisa terus berprestasi. Namun hal itu perlu pembinaan yang baik dari semua pihak, mulai dari pelatih, guru pembimbing atau dari pihak pemerintah itu sendiri, sehingga prestasi mereka akan terus dapat dipertahankan.

BACA JUGA 18 Pabrik Danone-AQUA Raih Sertifikasi dan Penghargaan Industri Hijau 2021

“Anak yang sudah berprestasi jangan kendur dalam pembinaanya. Apalagi atlet selam kita masih umur 12 tahun, sehingga perlu latihan yang cukup buat anak tersebut. Karena pada tahun depan anak tersebut akan memperkuat tim Selam Kabupaten Bogor dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov),” paparnya.

Plt Camat Cigombong mengaku, pihaknya sudah menghimbau kepada kepala sekolah, maupun kepala diniyah untuk memberikan dukungan berupa pembinaan agar anak-anak tersebut bisa mempertahankan prestasinya. “Kalau prestasi nya dipertahankan, sudah pasti mengharumkan nama Kecamatan Cigombong khususnya dan Kabupaten Bogor umumnya,” tukas Asep.

**dede suhendar

Kerusakan Jalan Cikereteg Meluas

0

JURNAL INSPIRASI – Belum adanya penanganan perbaikan dari Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah III pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), membuat volume kerusakan Jalan Cikereteg, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, semakin meluas.

Kamaludin, ojek Pasar Cikereteg, Desa Ciderum Kecamatan Caringin mengatakan, rusaknya jalan ini akibat tidak ada drainase atau saluran air. Ditambah, cuaca hujan yang kerap terjadi setiap hari, membuat aspal jalan terbawa air. “Tadinya jalan ini hany rusak sedikit. Karena musim hujan akhirnya kerusakan jalan semakin parah,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, kondisi jalan rusak menjadi salah satu faktor terjadinya kemacetan arus lalu lintas. Sebab, jalan yang rusak ini menjadi akses utama para pengunjung berwisata alam ke wilayah Desa Pancawati.

BACA JUGA 18 Pabrik Danone-AQUA Raih Sertifikasi dan Penghargaan Industri Hijau 2021

“Apalagi kalau masuk hari libur, mulai dari hari Jumat hingga Minggu antrean kendaraan sudah panjang hingga ke Jalan Raya Sukabumi-Ciawi,” ujar Kamaludin.

Kamaludin pun mempertanyakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini dinas terkait yang sampai sekarang belum juga melakukan perbaikan. “Ini jalan menuju kawasan wisata, harusnya menjadi skala prioritas pembangunan. Bukan dibiarkan rusak seperti ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah III, Rizki Akbar  didampingi para pengawas jalan, berjalan kaki menyusuri ruas Jalan Cikereteg untuk mengetahui pangkal dari permasalahan kerusakan.

Rizki Akbar mengungkapkan, setelah melihat secara langsung ke lokasi ruas Jalan Cikereteg, kerusakan jalan ini akibat kondisi drainase yang ditutup para pemilik bangunan. “Kalau drainase nya sih ada, tapi sudah tertutup bangunan. Tidak tahu apa masih berfungsi atau sudah tertutup beton,” paparnya sambil menunjuk ke beton drainase dekat Masjid Cikereteg, Rabu (10/11).

BACA JUGA Kopdar Jabar, Ridwan Kamil: Kita Hijaukan Lagi Lahan Kritis

Melihat kondisi drainase seperti itu, lanjut Rizki Akbar, cepatnya kondisi jalan rusak dinilai wajar. Sebab, keberadaan drainase jalan sudah tertutup semua bangunan yang ada disepanjang jalur ini. “Jadi keberadaan drainase jalan adanya dibelakang plafon atap bangunan. Begitu hujan, air dari plafon atap bangunan ruko-ruko ini langsung ke jalan bukan ke drainase,” jelasnya.

Kepala UPT Jalan dan Jembatan yang juga menjadi Ketua Cabang Olahraga Golf di Kabupaten Bogor itu mengaku, penanganan kerusakan jalan di ruas ini, tidak bisa dilaksanakan dengan cara pemeliharaan. “Yang ada uang pemeliharaan di kami, habis untuk memperbaiki jalan disini,” tegasnya.

Rizki Akbar menegaskan, pihaknya akan mengajukan perbaikan jalan ini untuk dimasukan kedalam proyek tahun anggaran 2022. Didalam perencanaan proyek nanti, sambungnya, pembangunan jalan ini tidak menggunakan aspal, melainkan betonisasi.

“Biar tidak cepat rusak, harus dibeton. Mudah-mudahan ada anggarannya dan bisa terealisasi tahun 2022. Saya juga minta dukungan dari masyarakat disini untuk saling menjaga dan merawat jalan,” tukasnya.

**dede suhendar

18 Pabrik Danone-AQUA Raih Sertifikasi dan Penghargaan Industri Hijau 2021

0

JURNAL INSPIRASI – Danone-AQUA mendapatkan Sertifikasi Industri Hijau dan Penghargaan Industri Hijau 2021 melalui 18 pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas pencapaian Danone-AQUA yang secara aktif dan bijak menggunakan sumber daya dan teknologi yang ramah lingkungan, sehingga menciptakan efektivitas dan efisiensi untuk keberlanjutan operasional pabrik.

Penghargaan ini diberikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita kepada perwakilan dari pabrik-pabrik Danone-AQUA dari berbagai daerah di Indonesia pada hari ini di Jakarta.

Pabrik Danone-AQUA yang mendapatkan Sertifikasi Industri Hijau 2021 adalah Pabrik AQUA Mekarsari dan Ciherang, sedangkan yang meraih Penghargaan Industri Hijau 2021 adalah Pabrik AQUA Ciherang, Pabrik AQUA Bekasi, Pabrik AQUA Subang, Pabrik AQUA Cianjur, Pabrik AQUA Mekarsari, Pabrik AQUA Babakan Pari, Pabrik AQUA Citeureup, Pabrik AQUA Sentul, Pabrik AQUA Klaten, Pabrik AQUA Wonosobo, Pabrik AQUA Pandaan, Pabrik AQUA Kebon Candi, Pabrik AQUA Mambal, Pabrik AQUA Airmadidi, Pabrik AQUA Tanggamus, Pabrik AQUA Solok, Pabrik AQUA Berastagi, dan Pabrik AQUA Langkat – 12 dari pabrik-pabrik tersebut bahkan meraih Penghargaan Industri Hijau 2021 level tertinggi (level 5).

BACA JUGA Kopdar Jabar, Ridwan Kamil: Kita Hijaukan Lagi Lahan Kritis

Keberhasilan ini didasarkan pada hasil audit dan verifikasi oleh tim Auditor Industri Hijau Kementerian Perindustrian RI yang dilakukan sejak bulan Agustus 2021.

Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sejalan dengan program Making Indonesia 4.0. Prinsip ini mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat untuk masyarakat.

“Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong seluruh sektor manufaktur di Indonesia untuk menerapkan industri hijau. Langkah strategis ini akan mendukung penciptaan industri ramah lingkungan dan berdaya saing di kancah global. Green economy, green technology dan green product harus diperkuat agar kita bisa semakin berdaya saing di kancah internasional. Saatnya, kita semua bersama-sama menjadi bagian transformasi menuju pembangunan industri berkelanjutan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara penyerahan Sertifikasi Industri Hijau dan Penghargaan Industri Hijau 2021 di Jakarta (30/11).

Ditambahkan oleh Menteri Perindustrian RI, penerapan industri hijau merupakan upaya  dalam mengurangi emisi dan limbah melalui penerapkan sistem industri yang lebih efisien dalam mengubah bahan baku menjadi produk, serta pemanfaatan limbah menjadi produk ikutan yang lebih berguna.

BACA JUGA Pengurus DPC MHKI Bogor Raya Dilantik

“Proses penilaian industri hijau ini dilakukan oleh tim auditor industri hijau terhadap knerja perusahaan yang terukur, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara keseluruhan industri hijau bisa meningkatkan nilai tambah industri nasional,” jelasnya.

Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, sejak tahun 2010 Kementerian Perindustrian menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi dan Penghargaan Industri Hijau, sebagai salah satu upaya mendorong perusahaan industri manufaktur melakukan efisiensi penggunaan sumber daya material, energi dan air dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Saat ini industri hijau sudah menjadi tuntutan pasar seiring dengan semakin tingginya kepedulian pasar akan kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan. Penerapan konsep industri hijau bertujuan untuk mendorong berbagai perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi melalui penghematan biaya dan sumber daya alam.

Perusahaan-perusahaan, termasuk Danone-AQUA, yang mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2021 ini membuktikan sebagai pelaku industri yang terus bertransformasi menuju industri berkelanjutan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Hal ini membuat dunia industri dalam negeri sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi nasional terusterus berkembang menuju kinerja yang lebih baik dan mempunyai daya saing di kancah global.

BACA JUGA Pascabanjir, Dua Rumah Dekat Bendungan Kali Cisarua Nyaris Ambruk

“Seluruh pabrik AQUA di Indonesia telah memberikan upaya terbaiknya untuk menerapkan prinsip industri hijau dalam menjalankan kegiatan operasional sehari-hari, yaitu melalui efisiensi produksi dan peningkatan efektivitas serta penggunaan sumber daya alam secara bijak. Hal itu didasarkan pada visi yang diemban Danone-AQUA — One Planet One Health — melalui suatu pemahaman bahwa kesehatan masyarakat dan kesehatan bumi memiliki hubungan yang sangat erat untuk menjaga agar bumi sehat dan lestari,” kata Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh.

Selanjutnya Vera Galuh menambahkan bahwa Danone-AQUA yang lahir dan besar di Indonesia akan terus berupaya untuk tetap mengalirkan kebaikan untuk bangsa Indonesia. Upaya tersebut diwujudkan melalui kehadiran produk-produk berkualitas yang diolah melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. Selain itu Danone-AQUA pun terus menjalankan program-program pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Sementara itu Water, Resources, Nature and Process Technology Director Danone-AQUA Muhammad Azwar mengatakan, dalam kegiatan operasional Danone-AQUA menerapkan Planet Sirkular, yang terdiri dari yaitu sirkular air, sirkular karbon, dan sirkular kemasan.

Sirkular air diimplementasikan melalui pengelolaan dan konservasi sumber daya air secara terpadu, sirkular karbon diwujudkan melalui kebijakan kenetralan karbon yang dicapai melalui pengurangan emisi karbon dan efisiensi energi, sirkular kemasan dijalankan melalui penggunaan kemasan ramah lingkungan dan pengelolaan sampah plastik.

“Saat ini AQUA telah berhasil menggunakan kemasan daur ulang 100% dengan aman sesuai peraturan BPOM. Semua itu terangkum dalam program Blue Operations sebagai konsep operasional ramah lingkungan di semua pabrik Danone-AQUA di Indonesia,” tukas Muhammad Azwar.

**dede suhendar

Desa Citaringgul Lanjutkan TPT Samisade Tahap 2

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Citaringgul , Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur Tanggul Penahan Tanah (TPT) tahap 2 untuk 3 titik dengan mengunakan anggaran Dana Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

Sekretaris Desa Citaringgul Ayi Sofyan mengatakan, Program Samisade Citaringgul diprioritaskan untuk TPT, dan melanjutkan 3 titik pembangunan sebelumnya di tahap pertama.

“Samisade ini kita bangun TPT semua, untuk yang tahap 2 kita bangun TPT untuk melanjutkan tahap 1 adapun volume untuk yg tahap kedua di Kp. Citaringgul RT. 02/02 volume : Panjang 39meter, Lebar 0,60meter  dan tinggi 5 meter pengerjaan sudah 100%, Kp. Citaringgul RT. 01/03 volume : Panjang 49meter,Lebar 0,80meter dan Tinggi 3 Meter juga sudah 100%, dan tinggal TPT Kp. Banceuy RT. 01/05 dengan volume : Panjang 47,Lebar 0,60meter dan Tinggu 7meter baru  70%-80%,” katanya, Selasa (30/11/21).

BACA JUGA Pengurus DPC MHKI Bogor Raya Dilantik

Ia melanjutkan, alasan Pemdes Citaringgul membuat TPT karena Desa Citaringgul sendiri tidak memiliki jalan desa.

“2 titik pembangunan TPT sudah 100%, tinggal yang 1 titik lagi baru 70%, kita membuat TPT karena di Desa Citaringgul tidak ada jalan desa dan jalan lingkungan pun tidak sampai memakan anggaran 300 juta,” paparnya.

Melalui Ayi, Pemdes Citaringgul menyampaikan rasa terimakasih atas program kerja Bupati Bogor yang banyak membantu percepatan infrastruktur di desa-desa.

“Terimakasih untuk ibu Bupati Bogor Ade Yasin atas program Samisade untuk mengembangkan infrastruktur desa, semoga bisa benar-benar menjadi manfaat bagi semua masyarakat desa di kabupaten Bogor khusunya di desa Citaringgul,” pungkasnya.

**nay/wisnu

Pengurus DPC MHKI Bogor Raya Dilantik

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua Umum DPP Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) dr Mahesa Paranadipa, MH, Selasa (30/11), melantik kepengurusan DPC MHKI Bogor Raya. Pelantikan dilakukan secara virtual, bersamaan dengan pelantikan kepengurusan DPC Kediri dan Malang. Dewan Pimpinan Cabang MHKI Bogor Raya diketuai oleh dr Zainal Arifin, Sp.S, MHKes.

Ketua DPC MHKI Bogor Raya dr Zainal Arifin, Sp.S, MHKes dalam sambutannya usai pelantikan mengatakan, hukum kesehatan harus diimplimentasikan dalam kerangka pembangunan di sektor kesehatan. Implimentasi hukum kesehatan ini adalah tanggungjawab bersama.

“MHKI sebagai salah satu organisasi memiliki concern dalam implementasi hukum kesehatan tersebut. Dan karena Bogor Raya adalah sebagai penyangganya Ibukota, maka kami pengurus DPC MHKI Bogor Raya  bertekad sebagai parameter dan barometer implementasi hukum kesehatan dan pelayanan kesehatan di Indonesia,” katanya.

BACA JUGA Kopdar Jabar, Ridwan Kamil: Kita Hijaukan Lagi Lahan Kritis

Dalam kesempatan itu, dr Zainal Arifin, Sp.S, MHKes juga menyampaikan terima kasih kepada semua pengurus DPC MHKI Bogor Raya yang telah bersedia bersama-sama mengawal implementasi hukum kesehatan di Indonesia dalam wadah MHKI, mengembangkan hukum kesehatan  dan meningkatkan peran dalam memberikan kontribusi atau solusi bagi kebijakan-kebijakan yang terkait kesehatan, advokasi hak-hak publik dan perlindungan hukum profesi kesehatan.

“Saya yakin dengan kepengurusan DPC MHKI Bogor Raya yang terhimpun dari berbagai profesi, di antaranya tenaga kesehatan, praktisi hukum, manajerial, akademisi, maupun pejabat struktural di RS dan Dinas kesehatan dan Perguruan Tinggi dapat menjawab tantangan, mewujudkan maksud dan tujuan berdirinya organisasi MHKI sebagai mana diamanatkan dl AD/ART,” tegasnya.

Struktur Kepengurusan DPC MHKI Bogor Raya

Pembina: dr. Agnes Anastasia, SH, MH, dr. Gioseffi Purnawarman, Sp.OG, M.HKes
Ketua: dr. Zainal Arifin, Sp.S, M.Hkes
Wakil Ketua: dr Abdul Farid Patutie, dr Rudi Agung Wahono, M.HKes, dr. Santody Hasan, SKM, MKK, MARS
Sekretaris: dr. Putu Lohita Rahmawati, M.Hlth&MedLaw, Sp.N
Wakil Sekretaris: Ns. Redy Fadillah, S.Kep, dr. Rohman Anda Rosmala, SKM
Bendahara: dr Anita Eka Prasty, M.Kes
Wakil Bendahara: dr Irma Rosalina
Bidang Organisasi, Pusat Data dan Humas: Prahardian Priatama, SH, M.Kes (Ketua), Desy Herawati, SKM, M.HKes (Sekretaris), dr. Vitrie Winastri, SH, MARS,dr. Encep Abdul Wahab, MARS (Anggota)
Bidang Kajian Hukum Pelayanan Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat: dr. Widya Wirawan, Sp.PD, MH (Ketua), Dr. dr. Mira Dewi, M.Si (Sekretaris), dr. Aris Syahrial, Jani Ginting, SE, MM, Ns. Arif Rahman, S.Kep (Anggota)
Lembaga Konsultasi dan Pendampingan Hukum: dr. Syamsunahar, M.HKes (Ketua), dr. Dewi Amalia (Sekretaris), dr. Agus Ariyanto, SH, MH, dr. Nirma Nurniza (Anggota)
Lembaga Mediasi Sengketa Kesehatan (LMSK): dr.  Karolina Margareta, SpN, MH (Ketua), dr. Isniani Ramadhani, MH (Sekretaris), dr. Fusia Meidiawaty, SH, M.HKes, MARS, Greggorius B. Djako, SE, SH, CLA (Anggota)

**nay nur’ ain

Kopdar Jabar, Ridwan Kamil: Kita Hijaukan Lagi Lahan Kritis

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersama Astrazeneca bekerjasama dalam Program AZ Forest untuk penanaman 20 juta pohon di seluruh Indonesia dan ingin menghijaukan kembali lahan kritis.

Dalam Kopdar tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjelaskan, Astrazeneca telah menyumbangkan 20 juta pohon untuk seluruh Indonesia dan 10 jutanya untuk Jawa Barat.

“Saya mendapatkan kabar bahwa Astrazeneca ini punya program menanam 50 juta pohon dan 40% alias 20 juta pohonnya akan ditanamkan di Indonesia dan 10 jutanya alhamdulillah untuk Jawa Barat,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Selasa (30/11/21).

BACA JUGA Warga Miskin di Jonggol Bertambah

Pemrov Jabar menargetkan 50 juta pohon dalam 2 tahun, berkat sumbangan Astrazeneca dan sekarang ini sudah melewati target.

“Alhamdulilah berkat Astrazanca sekarang sudah melewati 50 juta yaitu 52 juta pohon. Saya mengucapkan terimakasih kepada Astrazeneca yang telah memberikan jutaan pohon dalam program AZ Forest ini,” tandasnya.

**nay/wisnu/tedy

Warga Miskin di Jonggol Bertambah

0

JURNAL INSPIRASI – Pandemi Covid – 19 yang menimpa dunia, khususnya di Indonesia berdampak signifikan karena efek dari pandemi mengakibatkan jumlah orang miskin bertambah dengan banyak faktor sebagai pemicunya salah satunya tidak memilikinya pekerjaan.

Seperti halnya yang terjadi di Kecamata Jonggol. Efek pandemic, sebanyak 3.000 ribu orang di Kecamatan Jonggol  masuk golongan warga miskin baru di tahun 2021. Jumlah warga miskin ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Real warga miskin tidak mampu tiga ribu KK , warga berkatagori miskin ini merupakan data baru yang masuk di TKSK,”  kata TKSK Kecamatan Jonggol Dudi Kusniadi.

BACA JUGA Wujudkan Kekebalan Masyarakat, Gebyar Vaksinasi Sasar Warga Desa Sukagalih

Menurut Dudi, adanya kenaikan warga miskin di Kecamatan Jonggol telah mendapatkan bantuan perlindungan sosial dan masuk ke data non-TKSK, namun perlindungan sosial itu untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi saja.

“Alhamdulillah Pemkab Bogor mengeluarkan anggaran yang bisa dimanfaatkan, walaupun efek dari pandemi ini menjadikan 3000 orang miskin baru di Kecamatan Jonggol,” pungkas Dudi.

**nay/ramses