Biskita Ramah Penyandang Disabilitas

0
Biskita dihadirkan Pemkot Bogor untuk memberikan pelayanan transportasi yang nyaman bagi warga.

JURNAL INSPIRASI – Biskita Transpakuan akhirnya mengaspal di koridor 6 jurusan Parung Banteng – Air Mancur pada Minggu (28/11). Berbeda dari 10 bus yang disuguhkan di koridor ini, 1 unit diantaranya merupakan bus dengan akses ramah penyandang disabilitas pada bagian pintu belakang.

Selain bisa untuk kursi roda, space ini juga bisa dimanfaatkan untuk sepeda maupun stroller bayi. Terdapat juga kursi khusus pada kabin belakang. Kursi memanjang ini untuk pendamping penyandang disabilitas atau pembawa stroller bayi.

Bahkan, untuk mengakomodir penumpang disabilitas supaya tetap dapat melihat pemandangan di jalan raya, kaca bagian belakang dibuat luas. Fasilitas lainnya sama dengan model yang sudah mengaspal sebelumnya di koridor 5 (Stasiun Bogor – Ciparigi), seperti AC, CCTV, kotak P3K, palu pemecah kaca, APAR, jam digital, serta tombol untuk menginformasikan penumpang hendak turun.

BACA JUGA DLH Mau Bangun Tempat Sampah, Warga dan Mahasiswa Rumpin Kompak Menolak

“Saya cek aplikasi ada CCTV bisa dicek, saya melihat sistemnya jalan. Bisa monitor kondisi di dalam bus, termasuk juga sopirnya jika ngantuk bisa lihat di sini, kalau terdeteksi ngantuk berkurang poin sopir busnya. Kalau CCTV ini pengawasan kita saja. Tapi kalau untuk mengetahuinya busnya sudah sampai mana, jadwalnya jam berapa, warga bisa mendownload aplikasi Biskita,” beber Bima Arya.

Menurut Bima, hadirnya Biskita Transpakuan ini merupakan era era baru penataan transportasi di Kota Bogor. Ke depan, kata Bima, masih ada koridor-koridor lain yang diluncurkan untuk memberikan pelayanan transportasi yang nyaman bagi warga.

“Ada 10 bus yang beroperasi di koridor 6 ini. Beberapa hari kedepan nambah lagi koridor lainnya. Jadi,Insya Allah sesuai rencana sampai akhir tahun ini akan beroperasi 49 bus,” kata Bima.

Bima Arya juga mengaku bangga melihat antusias warga untuk menikmati layanan tersebut.

“Antusiasmenya luar biasa. Untuk koridor 5 (Stasiun Bogor – Ciparigi) per hari rata-rata 2 ribu penumpang, akhir pekan rata-rata 3 ribu. Kalau di Jakarta, Transjakarta itu akhir pekan sepi, tapi kalau Kota Bogor akhir pekan justru lebih ramai,” terangnya.

BACA JUGA Dewan Selatan Tidak Ditanggapi Satpol PP

“Sampai hari ini di koridor 5, sudah 52 ribu warga yang naik Biskita Transpakuan. Ada yang mau bekerja, ada yang mau olahraga dan lain-lain. Jadi bus ini bukan saja untuk keperluan sehari-hari juga untuk liburan dan berwisata, mudah-mudahan ke depan tidak berkurang dan terus tahun depan akan semakin banyak bertambah, memudahkan warga,” tambah Bima.

Bima juga mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi dari Kemenhub, BPTJ, konsorsium dari PT Kodjari dan Lorena, PDJT serta Dishub yang terus memastikan semua tahapan-tahapan berjalan dengan baik dan lancar.

Titik Pemberhentian Biskita Transpakuan Koridor 5 antara lain Parung Banteng 2, Baranangsiang Indah 2, Simpang Bogor Baru, Bratasena, Taman Corat Coret 1, Jambu Dua 1, SMPN 8, BPJS, Dinkes dan Air Mancur 1.

Lalu arah sebaliknya dari Air Mancur 2, GOR Pajajaran, Gedung DPRD, SMPN 5, Jambu Dua 2, Villa Citra Bantarjati, Taman Corat Coret 2, Simpang Cimahpar, Baranangsiang Indah 1, Griya Bogor Raya dan Parung Banteng.

BACA JUGA Vini Vidi Vici Suara Junsam Tak Terbendung

Hingga akhir tahun 2021, tarif layanan bus ini masih gratis. Cukup dengan menempelkan kartu uang elektronik (non-tunai) di pintu masuk sebelum menaiki bus.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, dengan hadirnya Biskita Transpakuan, pihaknya sedang merampungkan konsep rerouting angkot untuk diusulkan menjadi feeder atau pengumpan bus BTS. “Sekarang kita sedang lakukan rerouting, minggu besok tahap akhir. Dari evaluasi rerouting trayek itu akan diusulkan jadi feeder BTS. Pertengahan Desember kita usulkan ini ke BPTJ. Ini jadi kesepakatan ini untuk menata transportasi. Feeder ini pengumpan ke Biskita. Jumlah feeder atau angkot feeder ini menyesuaikan koridor BisKita,” ujar Eko.

Ia juga menambahkan, proses rekrutmen pengemudi angkot menjadi pengemudi Biskita masih terus dilakukan. “Namun ada kendala teknis yaitu di SIM. Prosesnya harus, SIM A SIM B1 umum dan B1 biasa. Ini saya sampaikan ke teman-teman Organda dan sopir angkot untuk mengikuti proses karena mereka juga akan diterima,” katanya.

BACA JUGA Perketat Kehadiran THM

Dalam kesempatan yang sama, Plt Direktur Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT), Eko Wibisono mengatakan bahwa setiap koridor akan dilengkapi satu unit bus khusus yang bisa mengangkut difabel dan sepeda. “Bisa masuk dua kursi roda, dan tiga sepeda,” ucapnya.

Jadwal waktu kedatangan antar bus satu dengan lainnya, kata Eko, masing-masing delapan hingga 10 menit. “Itu estimasi waktu ketika tidak macet,” katanya.

**fredy kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here