Marak Pungli, Pedagang Pasar Bogor Menjerit

0
29
Pasar Bogor

Bogor | Jurnal Inspirasi

Para pedagang yang berjualan di kawasan Pasar Bogor dan sekitarnya mengaku resah lantaran maraknya pungutan liar (pungli) di kawasan itu. Akibatnya, aktivitas jualan pedagang pun terganggu dengan maraknya pungli tersebut. Kendati sudah berlangsung lama, namun pedagang mengaku tak berani bertindak lantaran takut.

R, salah seorang pedagang mengaku bahwa setiap hari ia bisa 10 kali dipungut oleh orang-orang yang mengaku sebagai ‘pemilik jalur’. Pungutannya pun variatif  mulai dari Rp5 ribu, Rp10 ribu, bahkan Rp20 ribu.

“Kalau dihitung bisa sampai 10 orang yang minta uang, totalnya sampai Rp50 ribu, bahkan bisa lebih dari itu. Permintaan uang itu tidak ada retribusi apapun, katanya untuk uang jalur,” ucap R kepada wartawan, Minggu (14/2).

Menurut dia, pungutan biasanya dilakukan pada pukul 03.00 dini hari hingga pukul 06.00 WIB. Apabila pedagang tidak memberikan, mereka diancam tidak boleh berjualan di area tersebut. “Kita diancam kalau tidak memberikan uang,” katanya.

U, pedagang lainnya mengatakan, pungli sudah berjalan lama dan pedagang tak berani melawan lantaran pihak yang melakukan pungutan selalu membawa senjata tajam (sajam). Ia mengaku, sedikitnya ada 300 pedagang yang selalu dipungut.

“Pungutan ada yang setiap hari rutin, ada setiap minggu, bahkan satu bulan sekali. Kalau setiap hari bisa sampai Rp50 ribu, tapi mereka juga meminta uang mingguan antara Rp200 sampai Rp300. Ada juga yang diminta uang bulanan Rp1 juta untuk satu tempat berjualan. Pedagang semua sudah menjerit karena kondisi sedang susah,” ungkapnya.

Bahkan banyak pedagang yang akhirnya gulung tikar karena tidak memiliki uang untuk modal berjualan. “Pedagang banyak yang bangkrut karena tidak bisa jualan lagi, akibat maraknya pungli. Kadang-kadang kalau nggak ada duit, dagangan kita diambil,” katanya.

Pedagang berharap, tim Saber Pungli atau polisi segera bertindak untuk memberantas pungli yang meresahkan para pedagang. “Kami berharap polisi memberantas pungli dan premanisme di pasar, karena sudah merugikan dan meresahkan pedagang,” harapnya.

Terpisah, Dirut Perumda Pasar Oakuanr Jaya, Muzakkir mengaku bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan soal pungli di Pasar Bogor. Ia memastikan bahwa pungli yang dikatakan pedagang terjadi di luar Pasar Bogor.

“Kalau pungli terjadi di dalam Pasar Bogor, tentu sudah ditindak tegas oleh petugas Unit Pasar Bogor dilapangan dan ditangkap pelakunya. Jadi saya juga belum mendapatkan laporan soal pungli itu, terjadi di dalam pasar atau diluar pasar,” jelasnya.

Muzakkir juga meminta kepada para pedagang, apabila ada permintaan pungutan dilakukan bukan oleh petugas unit dari PPJ, untuk segera melaporkan ke petugas. “Informasi ini akan ditindaklanjuti oleh tim di lapangan, kami berharap pedagang melaporkan apabila ada pungutan yang tidak resmi. Kalau pungutan itu terjadi ke PKL, bisa melaporkan ke Satpol PP dan pihak kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Saber Pungli Kota Bogor, AKBP M. Arsal Sahban meminta para pedagang yang dirugikan untuk segera membuat laporan. “Laporkan saja, supaya lebih mudah kita ungkap,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here