Cegah Kerusakan Jalan, UPT Akan Ajukan Anggaran Pemeliharaan Drainase

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Sejumlah ruas jalan yang ada di wilayah selatan Kabupaten Bogor, mengalami rusak parah akibat tidak berfungsinya drainase dan tingginya curah hujan beberapa hari ini. Seperti ruas Jalan Cikereteg-Pancawati, jalur yang merupakan ke kawasan wisata itu, saat ini kondisinya rusak parah gara-gara tidak adanya drainase.

Harun, warga Desa Ciderum mengatakan, kerusakan jalan di ruas Cikereteg-Pancawati terjadi di beberapa titik, mulai dari Pasar Cikereteg sampai ke pertigaan arah Citapen, Kecamatan Ciawi dan Pancawati Tapos.  “Titik jalan yang paling parah rusaknya di Cikereteg. Karena buruknya drainase, membuat air tidak mengalir dan menggenang di ruas jalan itu,” ungkapnya kepada wartawan.

Tidak hanya itu, kerusakan jalan juga terjadi di ruas Banjarsari-Bojongmurni. Permasalahan drainase menjadi salah satunya penyebab kerusakan jalan tersebut.  “Kalau drainasenya berfungsi dengan baik, tidak mungkin kerusakan jalan secepat ini,” ucap Aab, warga Desa Bojongmurni.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Rizki Akbar mengungkapkan, pihaknya sudah menerima informasi terkait kerusakan-kerusakan yang ada di ruas jalan tersebut. “Nanti akan kita tindaklanjuti. Kita akan lakukan perbaikan di anggaran pemeliharaan,” katanya.

Selain melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak, mantan Kasubag TU UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah I ini pun akan mengajukan anggaran untuk perbaikan atau pembuatan drainase.

Menurutnya, salah satu faktor sering rusak nya ruas jalan, karena buruknya drainase. Sehingga, saat kondisi hujan air tumpah ke jalan, karena drainase tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk itu, pria yang akrab dipanggil Bombom ini pun akan mengajukan anggaran ke dinas, terkait pemeliharaan drainase yang selama ini tidak pernah dialokasikan.

 “Saya akan coba memasukan anggaran pemeliharaan drainase. Kalau pemeliharaan jalan sudah pasti ada setiap tahun nya,” papar pria yang akrab dipanggil Bombom itu.

Bombom pun berharap ada peran serta masyarakat dalam menjaga kondisi jalan di wilayah masing-masing, yakni dengan tidak mencuci kendaraan di jalan dan melarang membuat tanggul dengan diameter besar.  “Tanggul juga bisa membuat jalan rusak. Makanya saya larang warga agar tidak membuat tanggul jalan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here