Wow! Ada Menu Berbahan Baku Serangga dari Bali di Amerika

0
42

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Serangga mulai dilirik menjadi makanan sehat. Negara – negara di Amerika Utara dan Amerika Tengah  sudah menyajikan menu menggunakan bahan baku serangga, yang ternyata diperoleh dari Bali. “Jadi Bali sudah mengekspor serangga dalam bentuk bubuk, dan menjadi bahan baku menu serangga, “

Demikian disampaikan Atase Pertanian KBRI di Wahington DC Amerika Serikat (AS) Hari Edi Soekirno dalam Brokoli (Ngobrol Asyik Via Online ) Volume 5, webinar besutan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor beberapa waktu lalu.

Hari menuturkan pertumbuhan konsumsi exotic food (serangga) di AS mencapai 43 persen. Begitu pula pertumbuhan majemuk perusahaan yang memproduksi juga sangat cepat. Namun karena ini adalah trend baru,  pesaing untuk perusahaan produsen exotic food masih sangat sedikit dan relatif masih aman dari mafia.

“Karena ini adalah trend baru, maka pesaingnyapun masih sedikit, tidak ada pemain yang besar, mereka masih individual, belum punya kongsi yang luas, belum ada mafianya, masih berdiri sendiri untuk menjual dari masing – masing negara, “ tuturnya.

Hal ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh petani Indonesia. Mengingat Indonesia adalah negara tropis budidaya serangga tidak akan memerlukan biaya besar. Lebih jauh Ia mengatakan di Amerika Serikat saat ini sudah beredar luas berbagai produk makanan yang berasal dari serangga seperti kumbang, ulat, belalang, lebah, rayap dalam bentuk permen, kue dan minuman smoothie.

Kata Hari konsumsi protein yang sehat  di AS sangatlah besar. Orang AS sudah terdidik untuk mengkonsumsi sesuatu yang sehat. Hal ini memberi pengaruh pada  pertumbuhan konsumsi exotic food seperti serangga. Mengapa serangga? Serangga diyakini memiliki protein yang tinggi bahkan lebih tinggi  bila dibandingkan dengan sumber protein seperti telur yang hanya 13 gram/100gr. Serangga mencapai 77 gram/100grnya.

 “Di Amerika, program diet jargon yang ditayangkan di TV – TV selain olahraga. Serangga telah lama menjadi bagian utama dari diet di Amerika Serikat,“ ungkapnya.

Menurut PBB, ada 1.900 spesies serangga yang dapat dimakan. Meski tidak terlalu populer, serangga merupakan bagian dari makanan tradisional untuk dua miliar orang di seluruh dunia.

Dalam acara yang sama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi menekankan agar petani melakukan ekspor produk pertanian dalam bentuk olahan. Dedi menegaskan ekspor produk olahan lebih penting daripada raw material. Karena dengan produk olahan keuntungan yang didapatkan akan maksimal.

Peningkatan  ekspor pertanian sebanyak tiga kali lipat di gongkan Kementerian Pertanian melalui program GraTiEks. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut, melalui program ini, sektor pertanian diharapkan menjadi penopang kemajuan ekonomi.

Berdasarkan data di Kementan, 544 kabupaten/kota sudah teridentifikasi memiliki potensi untuk ekspor.

Pada periode Januari-Agustus 2020, kata SYL, ekspor pertanian Indonesia meningkat 8,82 persen mencapai Rp258 triliun. Peningkatan nilai ekspor turut disumbang oleh sejumlah komoditas unggulan baru seperti porang, sarang burung walet, daun ketapang, sarang semut hitam, serta sarang semut putih.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here