Miliki Lahan Luas, Ponpes di Pandeglang Potensial Kembangkan Talas Beneng

0
115

Pandeglang | Jurnal Inspirasi

Potensi  pesantren yang umumnya memiliki lahan luas  di daerah pedesaan dengan SDM Santri Milenial membuat peluang untuk mengembangkan pertanian terbuka lebar. Hal inilah yang menggugah Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten melakukan kolaborasi dengan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Pandeglang untuk perluasan pertanaman talas beneng.

Sekretaris Umum  FSPP Muh. Irfan mengatakan kolaborasi ini merupakan angin segar bagi ponpes yang tergabung dalam FSPP, untuk pengembangan ekonomi bidang pertanian. “ Bagi kami ini merupakan angin segar untuk pengembangan potensi ekonomi di bidang pertanian. Karna saat ini kami sedang fokus pengembangan pemberdayaan dan kemandirian ekonomi pondok pesantren salahsatu nya melalui sektor pertanian,“ ungkapnya, Selasa (27/10).

Muh Irfan mengatakan kolaborasi yang ditawarkan Distan bertepatan dengan dibangunnya koperasi syariah yang nantinya akan dijadikan media untuk memasarkan hasil talas beneng baik segar maupun olahan. “ Kebetulan kami sedang membangun gedung koperasi syariah, yang nantinya bisa dijadikan outlet untuk memasarkan hasil talas beneng, segar maupun olahan,” terangnya.

Ia mengaku FSPP sudah membantu group Sarekat Petani Talas Beneng yang anggota nya adalah para pimpinan/pengurus pondok yang siap membudidayakan tanaman talas beneng, data sementara kurang lebih ada 130 pondok.

Dihubungi terpisah, Budi  S Januardi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang menuturkan menindaklanjuti kerjasama perluasan pertanaman talas beneng, pihaknya sudah membagikan 7,500 bibit talas beneng. Mengenai ponpes mana saja yang melaksanakan penanaman dikatakannya FSPP yang menentukan.  “ Yang menentukan ponpes mana saja yang diberdayakan untuk perluasan penambahan pertanaman, FSPP yang menentukan, “ jelas Budi.

Lanjut Budi di  35 kecamatan ada 800 ponpes di Pandeglang Untuk tahap awal kolaborasi, Ia menyebut baru ponpes di 12 kecamatan yang akan  mengembangkan talas beneng. Dalam pelaksanaan pendampingan kata Budi, Distan melibatkan para penyuluh di BPP (Kostratani Komando Strategis Pembangunan Pertanian ). Sementara  untuk mengelola hasil pertanaman talas beneng berupa daun dan umbi FSPP bermitra dengan asosiasi pelaku usaha talas beneng.

Dalam kunjungan di sebuah ponpes di hadapan para kian dan santri ponpes tersebut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan negara agraris yang memiliki kesuburan lahan Ia berharap para kiai, santri dan, ulama mengambil peran lebih besar dalam membangun kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa melalui sektor pertanian.

Potensi besar  Ponpes mendukung produktivitas pertanian diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi. Ia menuturkan akses pertanian berbasis pesantrensudah dibuka dan  katalisnya (Kostratani).  Kostratani didesain untuk menjawab semua kebutuhan produktivitas pertanian. Siapapun bisa ikut berperan aktif di dalam Kostratani, termasuk pesantren. Dedi mempersilakan para santri belajar pertanian dari Kostratani.

** Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here