Pelaku Usaha Agribisnis, Yuk Kenali Laporan Rugi Laba

0
73

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Dalam dunia usaha sebut saja agribisnis dan perdagangan, istilah rugi laba sudah tidak asing lagi di telinga. Laporan rugi laba (RL) dalam akuntansi menjadi salah satu hal penting dalam periode akuntansi. Laporan rugi laba adalah laporan keuangan perusahaan yang dibuat oleh pelaku usaha.

“Menurut standard nya laporan rugi laba disusun setiap akhir bulan. Isi dari laporan ini ialah data pendapatan dan beban yang yang dia alami selama periode tertentu, “ ungkap Dr. Miko Harjanti SE.,MSE.,MA Widyaiswara muda Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor saat menjadi narasumber dalam program Brokoli (Ngobrol Asyik Via Online), volume IV edisi Rabu, (21/10).

Pada program Brokoli edisi ini, pelaku usaha agribisnis diajak mengenal dan membuat laporan rugi laba. Ia melanjutkan rugi adalah jika pendapatan lebih kecil dari beban dan laba yakni jika pendapatan lebih besar dari beban. “Ketika pendapatan lebih besar dibandingkan beban, maka akan terjadi laba. Sementara pendapatan total yang lebih kecil daripada beban, maka rugi,” terangnya.

Kata Miko laporan rugi laba berfungsi untuk mengevaluasi kinerja. Setelah satu periode bekerja keras bermanfaat atau tidak usaha terebut bisa dilihat dari laporan rugi laba. “Sebagai evaluasi, artinya kita sudah bekerja keras dalam satu periode kita ingin tahu apakah yang kita lakukan sudah ada manfaat atau tidak, kita bisa melihatnya dari laporan rugi laba,“ jelasnya.

Fungsi lain sebagai deteksi perkembangan usaha, yakni untuk membandingkan usaha sekarang dengan periode sebelumnya. Dan sebagai dasar keputusan strategi, jika untung dilanjutkan jika rugi berarti haus menyusun strategi sampai bisa untung.

Mengingat laporan ini sangat penting kata Miko, maka laporan ini harus dibuat dengan baik. Jangan sampai terjadi kesalahan dalam penulisan angka.

“ Dapat disimpulkan jika laporan rugi laba ini harus dibuat dengan baik , karena jika ada kesalahan dalam penulisan angka, tentu arah kebijakan ke depan juga salah. Karena bisa jadi kerugian lebih banyak dibandingkan keuntungan yang diraih, “ tuturnya.

Miko berharap pelaku usaha mencoba mempraktekan membuat laporan rugi laba ini penting untuk menentukan apakah usaha yang dijalankan rugi atau laba. Secara keseluruhan episode ini menyedot 83 participants. Antusiasme peserta ditunjukan dengan banyaknya pertanyaan yan muncul dari peserta.

Takdir Ali pelaku usaha swasta, menunjukkan antusiasnya dalam mengikuti topik bahasan ini dengan bertanya tentang penyusutan asset. Pertanyaan lain datang dari penyuluh di Kabupaten Agam Sumatera Barat, Juven yang menanyakan penghapusan asset. Tidak ketinggalan Aep petani alumni Ikamaja.

Menteri Pertanian, (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) ingin meningkatkan usaha pertanian yang ada di Indonesia menjadi berskala bisnis. Karena sektor pertanian merupakan sektor yang mampu bertahan saat kondisi perekonomian Indonesia atau dunia mengalami perlambatan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian mengatakan aktivitas pelatihan virtual akan memberikan peningkatan kapasitas dari SDM pertanian. Ia berharap peserta dapat mengimplementasikan apa yang diperoleh dari kegiatan tersebut.

** Miko/Regi/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here