Program Pembangunan Jalur Pedestrian Terkesan Lamban

0
115

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Program  Pembangunan  Jalur  Pedestrian  Jalan  Kandang  roda  –  Pakansari  yang  menelan  anggaran  sebanyak  Rp 23 miliar  dengan  nomor kontrak  630/F.001.22.1012/PJKRP/PJJ.t/SPMK/DPUPR, Tgl 05 September  2020 ,  dengan  masa  pelaksana   110  hari  kerja  dan  PT.Vanca  Utama  Perkasa  sebagai  penyedia  jasa dinilai lamban.

Jalan  yang  membentang  lebih  dari  100 meter  dari  Kantor  Badan  Pengelola  Pendapatan  Daerah (BAPPENDA)  hingga Stadion Pakansari  saat  ini  sedang  dalam  penataan. Akibatnya, aktivitas  jual-beli  pedagang  yang  sebelumnya  mengisi  di sepanjang  jalur  tersebut  mengeluh.

Tatang,  salah seorang  pedagang  kuliner  yang  membuka  kios  di lokasi  sepanjang  jalur pedestrian  tersebut  mengaku  agak  terganggu,  apalagi  saat ini  musim hujan,  becek  dan  berpengaruh  terhadap  penghasilannya.

“Ini  kan  sudah  hampir  1 bulan  pengerjaan  pedestrian  ini  tapi  kayanya  agak  lambat  dan  sepertinya  kurang  personil  hingga  pekerjaan  yang  dilaksakan  baru  segitu  gitu  saja,  saya  sih  berharap  pekerjaan  ini  cepat  karena  sangat  berdampak  kepada  kami  yang  mencari  nafkah  dan  membuka  kios  disini,  Karena  pembayaran  kios  kan  tetap  harus  dibayar  walaupun  ada proyek  sedangkan  dengan  adanya  proyek  ini  membuat  pembeli  yang  biasa  mampir  jadi  males  karena  kotor  dan  becek, “  keluhnya.

Saat  Jurnal  Bogor  menyambangi  proyek  tersebut  terlihat  dua  alat  berat  yang  sedang  dioperasikan  dengan  personil  pekerja  kurang  lebih  20  orang. Namun  saat  hendak  dikonfirmasi  perihal  proyek  tersebut  tidak  ada  yang  bersedia  memberikan  keterangan. “Gak  berani,  nanti  sama  bos aja,”  kata  salah  seorang  pekerja  singkat.

Ditempat  berbeda,  Anggota  Komisi  3  Ferry  Roveo  Chechanova   turut  angkat  bicara  perihal  proyek  pedestrian  yang  terkesan  lambat  tersebut. Menurutnya, harus ditambah alat berat dan tenaga pekerja nya. “Mengingat intensitas curah hujan mulai meningkat, namun tidak juga mengabaikan kualitas pekerjaan dan para pekerja tidak mengabaikan protokol kesehatan,” kata dia.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here