Kopi Daong Tingkatkan Protokol Kesehatan Kepada Pengunjung

0
269

Caringin | Jurnal Inspirasi

Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi memperpanjang PSBB tahap IV dari tanggal 1 sampai 27 Oktober akibat Covid-19, pengusaha Kopi Daong yang berada di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, semakin ketat dalam menerapkan protokol kesehatan kepada para pengunjung. Itu terlihat dengan adanya peraturan jaga jarak kepada para pengunjung dan disediakannya tempat cuci tangan serta handsanitezer di pintu masuk.

Direktur Kedai Kopi Daong, Eko M. Restoe Boemi mengatakan, usai mendapat informasi terkait perpanjangan PSBB yang dilakukan Pemkab Bogor, pihaknya langsung menerapkan protokol kesehatan lebih ketat lagi kepada para pengunjung.  “Kami mengapresiasi kebijakan Pemkab Bogor yang cepat tanggap didalam penanganan penyebaran virus corona,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, memperketat penerapan protokol kesehatan untuk menghindari adanya penyebaran Covid-19 terutama yang diakibatkan kontak fisik diantara para pengunjung, mulai diterapkan di Kopi Daong. “Kami himbau kepada para pengunjung agar jaga jarak (physical distancing),” paparnya.

Selain itu, protokol kesehatan di Kopi Daong seperti tempat cuci tangan, handsanitezer dan alat pendeteksi suhu tubuh pengunjung semakin banyak disediakan, mulai dari pintu masuk, di tempat duduk dan di lokasi antre saat memesan menu.

 “Kalau masker, itu kami wajibkan kepada siapa pun. Tidak hanya pengunjung, pegawai kami juga harus menggunakan masker dan selalu menerapkan protokol kesehatan,” jelas Eko.

Eko pun mengungkapkan, untuk menghindari kontak fisik pengunjung, pengelola Kopi Daong pun memberlakukan satu pintu. Dimana, bagi para pengunjung yang mau masuk, pintu masuknya berada dibawah persisnya dekat area parkir.

 “Jadi pengunjung yang baru datang dan mau masuk, tidak akan bertabrakan dengan pengunjung yang akan pulang, karena pintunya kita pisahkan,” paparnya.

Eko mengaku, di tengah kondisi sekarang yang belum pulih dari masalah Covid-19, pengelola Kopi Daong membatasi jumlah pengunjung agar tidak terlalu membludak. “Intinya kami mendukung program pemerintah dengan mentaati aturan. Makanya tidak hanya menerapkan protokol kesehatan saja, tetapi jumlah pengunjung juga kami batasi,” imbuhnya.

Sementara, Heni (45), salah seorang pengunjung Kopi Daong mengaku merasa aman ketika datang ke lokasi wisata yang saat ini sedang viral. Karena, mulai dari masuk sampai di tempat duduk Kopi Daong, alat-alat protokol kesehatan banyak tersedia.

 “Kami merasa aman dan tidak takut terkena penyakit. Pengusaha Kopi Daong benar-benar memperhatikan protokol kesehatan,” tukas wanita asal Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi tersebut.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here