Korea Selatan Alami Resesi

0
65

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Korea Selatan masuk ke jurang resesi. Ekonomi Korsel mengalami kontraksi di kuartal II 2020 ini. Dikutip dari CNBC dari laman Trading Economics, PDB secara kuartalan pada kuartal-II 2020 turun 3,3%. Sebelumnya di kuartal-I, ekonomi turun 1,3%.

Ekonomi terbesar keempat di dunia ini memasuki resesi teknis dengan kontraksi terburuk sejak 1998. Ekspor barang dan jasa di mana ekonomi yang bergantung, anjlok 16,6%, terburuk sejak kuartal terakhir 1963. Sementara secara tahunan, PDB negara ini di kuartal-II minus 2,9% dari periode yang sama tahun lalu. Namun YoY, ekonomi masih tumbuh di kuartal-I 1,4%.

Sebelumnya, Bank sentral Korea Selatan menunjukkan data ekonomi terbaru negara itu. Di mana ekonomi K-pop mengalami penyusutan di kuartal pertama 2020.

Pandemi Corona (Covid-19 memukul permintaan konsumen dan aktivitas ekonomi. Diberitakan AFP, Bank of Korea (BOK) memaparkan ekonomi terbesar ke-12 di dunia itu berkontraksi atau tumbuh -1,3% pada Januari-Maret jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (QoQ).

Namun data tersebut sedikit lebih baik dari perkiraan sebelumnya, di mana kontraksi triwulanan diperkirakan -1,4%. Meski demikian, ini adalah data PDB terburuk sejak krisis keuangan global 2008.

Konsumsi swasta juga turun 6,5%. BOK menjelaskan ini diakibatkan pengeluaran untuk barang dan jasa menurun. BOK memperkirakan pekan lalu bahwa ekonomi akan berkontraksi atau tumbuh -0,2% (YoY) 2020). Ramalan ini juga membuat BOK memangkas suku bunga ke rekor terendah.

Dana Moneter Internasional (IMF) sudah memperkirakan ekonomi Korsel bakal menyusut di 2020. Bahkan hingga 1,2% (YoY). IMF juga memperkirakan ekonomi dunia akan mengalami kontraksi atau tumbuh -3% tahun ini. Bahkan menyebut, bakal resesi terburuk sejak “Depresi Hebat” karena pandemi tersebut.

Korsel merupakan salah satu negara dengan penyebaran wabah awal virus corona terburuk di luar daratan China di awal 2020 lalu. Meskipun demikian, pemerintah Korsel tidak pernah memberlakukan aturan kuncian (lockdown) wajib secara nasional.

Negeri ginseng tersebut hanya menerapkan pengetesan massal kepada warganya dan memberlakukan aturan jarak sosial yang ketat. Korsel termasuk negara yang berhasil mengendalikan COVID-19.

Menurut data Worldometers, Korsel pada bulan lalu berada di posisi ke-50 negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Di mana ada  11.541 kasus terjangkit, 272 kasus kematian, dan 10.446 pasien berhasil sembuh.

ASS |*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here