Karyawan Positif, Yogya Junction Ditutup

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Penyebaran Covid-19 di Kota Bogor masih mengkhawatirkan. Pasalnya, belum reda klaster Mitra 10, kini seorang karyawan supermarket di Yogya Junction terkonfirmasi positif virus corona. Hal itu diketahui usai swab test di RSUD Kota Hujan pada 10 Juli lalu.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim membenarkan hal tersebut. Iapun menegaskan, bila Tim Surveilance Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Tim Deteksi Wilayah akan segera melakukan pemetaan.

“Karena belum bisa dikategorikan sebagai klaster, makanya harus dilakukan pemetaan terlebih dahulu,” ujar Dedie kepada wartawan, Minggu (12/7).

Menurut dia, pihaknya akan melakukan tracing terhadap pengunjung yang datang ke supermarket tersebut dalam 14 hari terakhir, termasuk mereka yang kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif di lingkungan kerja, keluarga dan lingkaran pergaulan lain.

“Ya, kurang lebih upaya akan sama seperti saat kejadian di Mitra 10. Tapi kita akan lihat dulu seperti apa kejadiannya,” ucapnya.

Dedie menegaskan bahwa seorang karyawan tersebut berstatus sebagai SPG salah satu produk, dan merupakan warga Kota Bogor. “Jadi mereka yang kontak erat otomatis jadi ODP yang terdaftar, nantinya akan dilakukan swab test, ungkapnya.

Kata dia, pihaknya akan terus melakukan monitoring bersama Tim Pemantau Dinas Komunkasi, Informasi, Statistika dan Persandian (Diskominfostandi). “Selama pemberlakuan PSBB Yogya tetap buka. Tapi terbatas hanya untuk bahan pokok kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Dedie, pihaknya akan melaksanakan penanganan terhadap Yogya sesuai dengan SOP, dan mengedepankan unsur kehati-hatian agar tidak menimbulkan kepanikan. “Mudah-mudahan tidak ada tanda-tanda klaster baru,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syah mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penutupan sementara terhadap Yogya Junction pada Senin (13/7). “Kami sudah kirim surat pemberitahuan pada Minggu (12/7) malam. Besok (hari ini, red) akan ditutup sesuai instruksi Pak Walikota,” ucapnya.

Agus menegaskan bahwa pada Senin (13/7), Dinkes akan melaksanakan swab test terhadap seluruh karyawan Yogya Junction, yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah. “Semua karyawan di swab test. Penutupan akan dilakukan hingga hasil swab keluar,” imbuhnya.

Kata dia, apabila nantinya tidak ada penambahan kasus positif lagi, artinya karyawan tersebut tidak tertular di dalam supermarket. “Kalau tertular di luar, Yogya bisa kembali dibuka, dan bukan menjadi klaster baru,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 DPRD, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mengatakan bahwa Pemkot Bogor harus segera melaksanakan audit K3 terhadap pusat perbelanjaan, hotel, cafe dan restoran, yang saat ini sudah kembali beroperasi.

“Sudah berulang kali, DPRD selalu menekankan agar audit K3 dilakukan. Bila tidak, kami khawatir, klaster lain akan bermunculan. Tapi kan sampai sekarang tak didengar,” ucapnya.

Politisi PPP ini menyatakan bahwa apabila audit K3 merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), maka Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) harus segera berkoordinasi dengan Jabar.

“Masalah audit K3 ini jangan dianggap remeh. Ada pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati. Pemerintah harus serius, karena ini menyangkut keselamatan warga,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here