Pemkab Akhirnya Respon Pembangunan Irigasi

0
81

Nanggung l Jurnal Inspirasi
Keinginan warga petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sejahtera di Kampung Pasirgintung Atas, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung yang sebelumnya meminta pihak terkait untuk membangun saluran irigasi di wilayah persawahan mereka, akhirnya direspon Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Insfrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V Jasinga Handri mengatakan, pihaknya akan berupaya membantu para petani membuat saluran irigasi untuk mengairi areal pesawahan mereka.

Untuk perencanaan pembangunan irigasi tersebut, pihak kepala desa harus membuat usulan disertai foto lokasi saluran air dan foto areal peswahannya dan ditujukan ke Kepala Dinas PUPR dengan tembusan Kabid Insfrastruktur dan Sumber Daya Alam (Isda) dan Kasi Perencanaan. “Dalam hal ini saya tidak janji, tapi saya berusaha untuk membantu,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna, merespon  apa yang menjadi arahan pihak  UPT  mengenai ajuan dengan perencanaan akan dibangunnya saluran irigasi untuk kebutuhan warga petani.” Secepatnya kami akan segera buat surat pengajuan tersebut. Dipastikan ajuan tersebut hari Selasa kami sampaikan  ke Dinas PUPR dan pihak lainnya,” ujar Kades.

Sebelumnya diwartakan Jurnal Bogor, area persawahan warga yang terletak di Blok Sawah Landeuh itu sering dilanda kekeringan setiap tahunnya. Ketua Kompok Tani Sejahtera, Rozak  mengaku masyarakat setempat meminta saluran irigasi untuk mengatasi kekeringan karena tiap tahun terkendala masalah air sehingga berdampak ke perekomomian warga.

Dikatakannya, luas lahan pertanian warga mencapai 15 hektar lebih itu hanya mengandalkan saluran air dari Kali Cihoream yang mengerucut menjadi saluran drainase. “Kurun waktu satu minggu saja pesawahan sudah mengalami kekeringan dan sering mengalami gagal panen,” kata Rozak.

Dia meminta Pemkab serius memperhatikan nasib petani dan segera membangun irigasi tersier. Rozak yang akrab dipanggil Dola menyebutkan, dari satu periode tanam saja selama 6 bulan  warga petani tidak menanam padi  karena minimnya sumber air. “Saluran air memang ada cuma sering terputus karena belum adanya pembangunan irigasi,” ucapnya.

Menurut Dola, kelompok tani sering mengusulkan ke pihak terkait soal  pembangunan irigasi, namun belum ada realisasi. “Saluran air dari Cihoream menuju Cicaung dan pemanfaatan ke sawah kurang teraliri,” tukasnya. Lebih lanjut dikatakan Dola,  lokasi yang harus dibangun titik lokasinya tidak jauh dari Masjid Jami di lingkungan RT 02 RW 02.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here