Gunung Munarah Rumpin Darurat Sampah

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi
Situs Gunung Munarah, salah satu situs di Kabupaten Bogor memiliki keunikan tersendiri, di Tanah Sarumpun Sapamimpin. Dengan sejuta, sepenggal kisah cerita ini, namun ada yang sangat mengkhawatirkan dengan banyaknya sampah di sepanjang jalur pendakian.

Sampah bermacam jenis banyak ditemukan di area situs Gunung Munarah. Keprihatinan tersebut, membuat sekolompok masyarakat pun ikut prihatian. Mulya Diva, selaku penggiat lingkungan mengaku, sangat prihatin dengan banyaknya sampah berserakan. Terlebih, Gunung Munarah, salah satu ikon Kecamatan Rumpin.

“Lima tahun lalu kita pernah lakukan opsih (operasi bersih) sampah, sedikitnya 4 ton kita turunkan. Namun hingga lima tahun terakhir sampah itu numpuk lagi,”kata Ketua Panitia Acara, Ozos sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, baru -baru ini.

Ozos menambahkan, acara yang bertepatan Hari Jadi Bogor (HJB) Ke-538 serta Hari Lingkungan Hidup seDunia. Berhasil diturunkan bermacam sampah di situs Gunung Munarah tersebut. Kegiatan tersebut dilakukan beberapa komunitas seperti Silaturahmi Warga Rumpin dan komunitas lainnya. “Acara dengan tema Munarah Darurat Sampah, melibatkan beberapa penggiat lingkungan di Kecamatan Rumpin,” ucap Ozos.

Sampah non organik, maupun organik berhasil diturunkan. Di lokasi, peserta mulai bergerak dari loket pembayaran, hingga menyisir celah bebatuan. Banyak, sampah plastik dan botol bekas, yang ditinggal para pengungjung di situs Gunung Munarah.

Acara yang dilakukan pada 6 Juni 2020, melibatkan sekitar dua ratus peserta itu terus bergerak memungut sampah yang berserakan di celah bebatuan. Pembersihan sampah, terus dilakukan di area puncak satu, sekitaran batu bintang, dan sekitaran goa petilasan Presiden Sukarno. “Selanjutnya, peserta melakukan pembersihan di area batu adzan, dan celah semak belukar di kawasan Situs Gunung Munarah,” ucapnya.

Sampah kemudian dibungkus plastik trasbek mulai dipikul dari puncak Munarah. Komunitas mulai melakukan penyisiran hingga terus menorobos celah semak dan akar yang melilit pada bebatuan. “Jam sepuluh pagi, peserta langsung turun ke loket, memikul sampah dengan hasil buruannya. Semoga dalam kegiatan ini bisa memotisivasi bersama untuk terus melakukan kegiatan yang positif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Sawah, Edi Riyadi merespon cepat dengan adanya gerakan ofsih sampah. Karena, Situs Gunung Munarah, salah satu tempat wisata alam yang terpavorit bagi warga Jabodetabek. “Saya ucapkan banyak terima kasih, dengan adanya kegiatan ini. Para peserta tetap mengikuti protokoler kesehatan,” kata  Ugan sapaan akrabnya.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here