Terpanggil Turut Gempur Covid 19 Petani Cianjur Siap Pasok Sayuran Segar

0
159

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Wabah Covid 19 yang tengah melanda Indonesia tak menyurutkan semangat petani untuk beraktivitas dilahan. Bahkan mereka merasa terpanggil untuk turut melindungi masyarakat dari paparan virus yang telah menelan banyak korban di dunia ini dengan cara terus melakukan aktivitas pertanian di lahan agar produksi terus berjalan, sehingga kebutuhan pangan terpenuhi dan berupaya memasok sayuran segar agar bisa dikonsumsi untuk mendukung daya tahan tubuh.

“Meski Covid 19 melanda, aktivitas petani dan pertanian berjalan seperti biasa. Hanya aktivitas berkumpul di saung saja yang dikurangi, “ ujar Santoso petani Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Agro Farm Cianjur Rabu, (1/4).

Ia melanjutkan Covid 19 bisa ditaklukan dengan daya tahan tubuh yang kuat, salah satunya dengan banyak mengkonsumsi makanan bergizi seperti sayur mayur.
Namun dengan mewabahnya virus ini menjadikan masyarakat tidak leluasa bergerak seperti biasa. Anjuran social distancing mengharuskan masyarakat membatasi diri datang ketempat – tempat keramaian salah satunya pasar.

Hal ini menimbulkan kesulitan untuk bisa mendapatkan sayur mayur. Santoso mengatakan ini moment bagi petani seperti dirinya untuk turut berperan meringankan kesulitan masyarakat mendapatkan sayuran sebagai makanan bergizi untuk daya tahan tubuhnya.

“Disinilah petani turut mengambil peran , bagaimanapun caranya sebagai petani kami mencoba untuk bisa memasok sayuran ini ke masyarakat agar mereka tetap bisa mengkonsumsi sayuran tanpa harus datang ke pasar, “ ucapnya.

Santoso menuturkan P4S Agro Farm menginisiasi pembentukan Fast Mart yang memudahkan penjualan para petani di Cianjur dan memudahkan pembeli mendapatkan produk segar.

“Fast Mart adalah salah satu bentuk modernisasi sektor pertanian, memudahkan petani untuk menjual produknya dan masyarakat mudah mendapatkan produk pertanian segar langsung dari kebun,” terangnya.

P4S Agro Farm kata Santoso saat ini sudah menjalin kerjasama dengan banyak mitra salah satunya Koperasi Agro Humaniora Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP). Kerjasama ini merupakan wujud pengabdian dari petani yang tetap bersemangat menjalani aktivitas pertanian.

Santoso yakin produksinya terjamin higienis dan layak untuk dikonsumsi serta memberi manfaat. “ Sayuran dan tanaman rempah seperti jahe, kunyit, temulawak dll saat ini dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, “ pungkasnya.

RG/PPMKP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here