Pemkab Bogor Jadi “Sangkuriang”?

0
107

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Masih dalam proses pematangan lahan, pembangunan ratusan Hunian Tetap (Huntap) korban bencana alam di wilayah barat Kabupaten Bogor terancam lewat dari Idul Fitri 1441 Hijriah yakni bulan Mei.

Kabag Program dan Pengendalian Pembangunan pada Setda Kabupaten Bogor, A.R Jatnika mengatakan, proses pembangunan Huntap yang akan dilaksanakan pada Tahun 2020 sekarang, masih panjang.

“Tahun 2020 akan dibangun Huntap kurang lebih 200 lebih unit diatas lahan 3,8 hektar. Lokasi sekarang itu tidak semudah yang dibayangkan, karena ada kajian terlebih dahulu dari Badan Geologi. Kajian Geologi tersebut baru keluar hasilnya akhir Februari,” ujar Jatnika kepada Jurnal Bogor, Kamis (12/3).

Ia menerangkan, Pemkab Bogor memiliki tugas dalam pematangan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PN) VIII Cikasunka yang masih menjadi perkebunan kepala sawit.

“Proses pencabutan pohon kelapa sawit itu menjadi tugas Pemkab Bogor, untuk pembiayaan Huntap dari Kementrian PU. Sempai sekarang, kami belum melakukan pencabuta pohon kelapa sawit itu,” terangnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pihaknya kembali mengajukan anggaran ratusan miliar rupiah untuk pembangunan lanjutan Huntap pada tahun 2021 depan.

“Sebenarnya kebutuhan Huntap itu untum relokasi 5000 rumah tapi 2021 itu, Pemkab Bogor mengusulkan Rp150 miliar untuk 2000 unit Huntap di wilayah Cigudeg dan Sukajaya,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin menargetkan pembangunan Huntap untuk para korban bencana di wilayah barat Kabupaten Bogor itu, selesai sebelum bulan Ramadhan yang jatuh pada bulan depan alias April 2020. 

Noverando H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here