30.4 C
Bogor
Friday, April 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 98

Ikhtiar TP PKK Kota Bogor Bangun Kesehatan Mental

0

Kesehatan mental warga Kota Bogor menjadi perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Tak heran bila TP PKK Kota Bogor gencar menyosialisasikan kesadaran kesehatan mental, khususnya bagi anak-anak dan remaja melalui peran orangtua, dalam hal ini ibu. Seperti apa?

Isu kesehatan mental masih belum banyak tersosialisasi di masyarakat. Empati terhadap penderita gangguan mental sering terabaikan, berbeda dengan perhatian yang lebih mudah diberikan kepada mereka yang sakit secara fisik.

Terlebih saat ini, banyak orang lebih peduli pada kondisi fisik, tetapi kurang memberi perhatian saat seseorang mengalami gangguan mental. Untuk menjawab tantangan itu, program TP PKK Kota Bogor memberikan wadah ekspresi kreatif bagi remaja.

Namun lebih penting dari itu, yakni mengajak ibu-ibu di Kota Bogor untuk kembali gemar membaca dan menulis. Aktivitas ini dipandang dapat memberikan output yang baik untuk tumbuh kembang anak saat memberikan pengasuhan. Terlebih saat ini, anak-anak saat ini terkontaminasi konten negatif di media sosial yang merusakan mental anak-anak dan remaja.

Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim berpandangan aktivitas membaca dan menulis belakangan ini sudah mulai banyak ditinggalkan. Masifnya kemajuan teknologi dan informasi disebut jadi salah satu pemicunya.

“Sekarang hampir semua orang beralih ke smartphone. Budaya baca yang ada tidak lagi di buku, tapi di media sosial, sebagai Bunda Literasi, saya berusaha menumbuhkan kembali minat membaca dan menulis yang sudah agak bergeser,” ujar Yantie.

Budaya membaca akan banyak masuk pengetahuan dan wawasan dalam memori. Ini bisa menjadi cerita yang baik untuk bisa disampaikan kepada anak dan cucu. Baiknya, aktivitas ini ditularkan pula kepada mereka.

“Apalagi ibu-ibu PKK yang memang dekat dengan masyarakat. Harus bisa mengalokasikan waktu untuk membaca Alquran maupun buku apapun, sehingga bisa memberikan dampak positif,” terang Yantie.

Aktivitas membaca perlu diiringi dengan tulisan-tulisan. Langkah ini dinilai penting untuk memberikan ruang ekspresi pada diri sendiri. Serta berguna untuk menjaga kondisi emosional.

“Menulis juga dapat menjadi sarana evaluasi diri ketika membaca kembali tulisan-tulisan yang pernah dibuat. Jika tulisan berisi nilai-nilai kehidupan, pengalaman, dan kebijaksanaan ini akan berguna untuk generasi berikutnya,” bebernya.

Program kesehatan mental PKK berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan dan edukasi, pemberdayaan kader sebagai ujung tombak, serta dukungan psikologis bagi keluarga dan remaja. Program ini terintegrasi dalam Program Pokok PKK, terutama pada program Kesehatan, namun juga meluas ke program lain seperti Penghayatan dan Pengamalan Pancasila serta Pendidikan dan Keterampilan.

Dirinya mengajak seluruh kader untuk terus berinovasi dan berkreasi dalam setiap kegiatan agar PKK dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Yantie Rachim menjelaskan pada kegiatan evaluasi 10 Program Pokok PKK terdapat beberapa kategori utama yang menjadi fokus penilaian, antara lain Tertib Administrasi, P4 dan Gotong Royong, Galeri Pelangi, Aku Hatinya PKK, serta Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).

Menurutnya, melalui kegiatan ini Yantie Rachim dapat menilai berbagai capaian dan kendala yang dihadapi di lapangan untuk kemudian dijadikan dasar dalam menyusun langkah-langkah perbaikan.

Bentuk dan Tujuan Program Kesehatan Mental PKK

  1. Peningkatan kesadaran dan edukasi: Melalui penyuluhan, seminar, dan lokakarya, PKK mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali tanda-tanda masalah mental, dan menumbuhkan lingkungan yang empatik.
  2. Pemberdayaan kader: PKK melatih kader untuk menjadi sumber daya manusia yang mampu meningkatkan kesehatan mental masyarakat, termasuk dalam pencegahan dampak masalah seperti pasca pandemi.
  3. Dukungan untuk remaja: Melibatkan psikolog klinis untuk memberikan edukasi dan menjadi ruang aman bagi remaja untuk berbagi masalah, serta mencegah perundungan (bullying).
  4. Fokus pada keluarga: PKK menekankan peran keluarga dalam membentuk karakter dan kesehatan mental anak. Ada juga program yang memberdayakan perempuan dan meningkatkan ekonomi keluarga untuk mendukung kesehatan mental.
  5. Terintegrasi dengan program pokok PKK: Meskipun tidak selalu tertera sebagai “program kesehatan mental” secara spesifik, program ini masuk dalam kerangka kerja Program Pokok PKK, seperti:
  • Kesehatan: Menjangkau edukasi kesehatan mental.oPendidikan dan Keterampilan: Menggabungkan edukasi kesehatan mental dalam sosialisasi di sekolah.
  • Penghayatan dan Pengamalan Pancasila: Termasuk pembinaan karakter keluarga dan anak, yang berkaitan erat dengan kesehatan mental. Manfaat
  • A.Membantu masyarakat memahami pentingnya kesehatan mental setara dengan kesehatan fisik.
    • B.Menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan mendukung, baik di keluarga, sekolah, maupun komunitas.
    • C.Memberikan solusi untuk masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan kasus tragis akibat tekanan sosial.

Alumni SSJ (sekolah sepak bola Jawa Barat) TAHUN 1988 1992, yg pernah memperkuat PSB Bogor pada jamannya Gelar Reuni dan silaturahmi

0

Karawang |Jurnalbogor Pemain sepak bola profesional jebolan SSJ menggelar pertandingan reuni di lapangan STADION singa perbangsa,Karawang , Sabtu (09/10/2025).


Pertandingan ini digelar sebab beberapa pemain yang dulu jebolan PSB mengadakan Silaturahmi yang di organise oleh Kang Rahmat sebagai sosok yang seslau antusias terhadap tiap pertandingan

Wajah pemain Alumni PSB seperti Irmawan.(nano karno), Barnas(Dian yudiantara) tampak terlihat dalam gim saat alumni PSB menggelar sparing Silaturahmi di Karawang.

Selain itu, mantan pemain PSB Mindrajat. yang kini Tinggal di Karawang serta beberapa mantan pemain yang juga pernah merasakan atmosfer liga profesional seperti Irmawan dan lain-lain, antusias terlibat dalam reuni kali ini. Bahkan jebolan PSB yang pernah merumput di jamannya juga turut hadir.

“Kebetulan saya pas Silaturahmi, lalu teman-teman semasa di SSJ ngajak reunian. Saya senang bertemu dan bisa kembali main bola bersama teman-teman,” kata Wahyuna Bugusta kepada Jurnalbogor ( Wawan Hermawanto)

Pengganti Paul Bonehead dalam Tur Dunia OASIS Live’25

0

jurnalinspirasi.co.id – Gitaris OASIS Paul Bonehead Arthurs tidak bisa mengikuti tur dunia OASIS karena kesehatannya. OASIS pun langsung mengumumkan gitaris additional untuk menggantikan posisi Paul. 

Dia adalah Mike Moore, yang pernah menjadi bagian dari proyek solo Liam Gallagher sejak 2017. Moore akan manggung bareng OASIS dibeberapa kota termasuk Tokyo, Melbourbe dan Sydney. dikutip dari laman times indonesia.

Pengumuman Mike Moore ini membuat penggemar makin bersemangat. Karena Moore bukan ‘orang baru’ bagi OASIS. 

Demikian dengan Paul Bonehead yang sangat mendukung Mike Moore sebagai penggantinya. Dia juga meminta maaf pada penggemar karena tidak bisa ikut dalam tur duni OASIS Live’25. 

Diketahui, Paul Bonehead tengah berjuang melawan kanker prostat. Ia minta doa penggemar agar dirinya bisa sembuh dan bisa tampil maksimal. “Jika semuanya berjalan dengan lancar, dan kesehatan ku kembali saya berjanji akan tampil untuk tur di Amerika Selatan,” terangnya. 

Tur OASIS live’25 menjadi ajang reuni band asal Inggris itu. Tur dibuka pada dimulai 4 Juli 2025 di Cardiff, mencakup konser di berbagai negara hingga 23 November 2025, dengan jadwal terakhir di Sao Paulo, Brasil. Tur ini akan mengunjungi Inggris, Irlandia, Amerika Utara (Kanada, AS), Meksiko, Korea Selatan, Jepang, Australia, Argentina, dan Chili. Tur ini berakhir di São Paulo, Brasil, pada 22-23 November. ded

Tak Hanya di Perkotaan, Bupati Bogor Genjot Pembangunan Infrastuktur Hingga Perbatasan Timur Kabupaten Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor Rudy Susmanto, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata di berbagai wilayah. Kali ini, upaya pembangunan tersebut semakin meluas hingga ke wilayah timur Kabupaten Bogor, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan.

Beragam proyek strategis tengah dilaksanakan, meliputi pembangunan dan peningkatan Jalan Sukamakmur–Arca yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur, Jalan Puncak Dua Sukawangi, Jalan Lingkar Singajaya–Cibodas, serta Jalan Cibucil Sukamaju dan Jalan Poj Perum Asabri di Kecamatan Jonggol.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pembuatan drainase Jonggol–Sukamakmur, pembangunan Jembatan Ciranjaya di Tanjungsari, serta rekonstruksi Jalan Weninggalih–Balekambang di Kecamatan Jonggol. 

Proyek-proyek tersebut menjadi bagian penting dari program percepatan pembangunan infrastruktur Kabupaten Bogor yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pemerataan pembangunan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.

Bupati Bogor ingin seluruh masyarakat, merasakan manfaat pembangunan secara merata, Infrastruktur yang baik akan membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik yang lebih luas.

Dengan terus bergeraknya pembangunan infrastruktur di wilayah timur, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur terus meluas hingga ke wilayah timur Kabupaten Bogor. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung percepatan pembangunan demi kemajuan Kabupaten Bogor,” tandasnya. (*)

Pemkab Bogor Bersama Ditjen Bea Cukai Jabar dan Forkopimda Musnahkan 1,8 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Kerugian Negara Rp1,4 Miliar

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Jawa Barat, Finari Manan dan jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor memusnahkan lebih dari 1,8 juta batang rokok ilegal dan sejumlah minuman keras (miras) hasil penindakan. 

Total nilai barang yang dihancurkan diperkirakan mencapai Rp2,8 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sekitar Rp1,4 miliar. Kegiatan dilaksanakan di area Stadion Pakansari, Cibinong, dikutip lewat kanal resmi Pemkab Bogor, Selasa (21/10).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang kuat antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Jawa Barat, Satuan Polisi Pamong Praja, Linmas, Organisasi Kemasyarakatan, dan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, keberhasilan operasi ini bertujuan utama melindungi masyarakat dan generasi muda Bogor. Upaya pemerintah belum mencapai titik sempurna.

“Memang langkah-langkah yang kami ambil belum sempurna, belum tuntas semuanya. Kalau kita ingin tuntas, kita ingin selesai, kuncinya satu, bukan hanya pemerintah, tetapi butuh dukungan dan peran serta aktif dari seluruh masyarakat,” tandas Rudy Susmanto.

Rudy menjelaskan bahwa barang bukti yang dimusnahkan hari ini merupakan hasil dari operasi yang berkelanjutan, bukan hanya satu kejadian. Penindakan tersebut menyasar dua komoditas utama, toko-toko yang menjual minuman beralkohol tanpa izin dan toko-toko yang menjual rokok tanpa cukai.

“Pemusnahan barang bukti ini bukan dari satu kejadian operasi, tapi dari beberapa kali pemeriksaan dan penindakan. Di Kabupaten Bogor, untuk minuman beralkohol, kami tidak mengeluarkan izin secara bebas. Dan terkait rokok tanpa cukai, tentu kita punya semangat yang sama untuk memberantasnya,” jelas Rudy.

Bupati Rudy mengungkapkan, semangat penindakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, semangat Menteri Keuangan, adalah melakukan langkah-langkah yang sama, dan kita berjuang bersama-sama, menempatkan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Yang terpenting adalah, kita juga melindungi generasi-generasi muda kita, masyarakat Kabupaten Bogor, membangun bangsa dari wilayah masing-masing, dari Bogor untuk Indonesia,” ungkap Rudy Susmanto.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Jawa Barat, Finari Manan membeberkan, hari ini, kita menyaksikan pemusnahan sebanyak 1.887.812 batang rokok ilegal, sejumlah minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal, dan juga tembakau iris. Ini adalah wujud nyata sinergi dan kolaborasi bersama.

“Total barang yang dimusnahkan pada hari ini diperkirakan bernilai kurang lebih Rp2,8 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar Rp1,4 miliar,” beber Finari..

Menurutnya, penindakan Khusus untuk Kabupaten Bogor, penindakan rokok ilegal yang telah kami lakukan sepanjang tahun 2025 sudah mencapai sekitar 10 juta batang rokok. Secara keseluruhan di Jawa Barat, Bea Cukai menargetkan penindakan sebesar 78,5 juta batang rokok ilegal.

“Sampai dengan hari ini, realisasi penindakan kita sudah mencapai 78 juta batang. Perkiraan kita, sampai Desember 2025 nanti, total penindakan bisa mencapai kurang lebih 90 juta batang,” ujar Finari.

Ia menuturkan, rokok-rokok ini umumnya rokok lokal yang kami cegah saat melintas dari Madura, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Jadi, perlu kami tegaskan bahwa Kabupaten Bogor atau Jawa Barat bukan tempat produksi, tetapi merupakan tempat perlintasan dan pemasaran.

“Peredaran rokok ilegal marak karena harganya yang murah, yang memicu konsumen beralih dari rokok legal. Pemasaran rokok ilegal ini ditemukan di toko-toko dan warung-warung, dengan daerah rawan meliputi Cirebon, Purwakarta, Bogor, dan Bandung,” tuturnya.

Finari menghimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam peredaran rokok ilegal. Sesuai Pasal 54 Undang-Undang Cukai, setiap pihak yang mengedarkan, menimbun, membeli, bahkan mengkonsumsi rokok ilegal, dapat dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara paling lama 1 tahun sampai 5 tahun atau denda Rp200 juta sampai Rp5 miliar.(*) DR

Wujud Rasa Syukur, RSUD Raden Mohamad Noh Nur Gelar Pengajian dan Santuni Yatim

0

jurnalinspirasi.co.id – Dalam rangka memperkuat nilai spiritual serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan kerja, keluarga besar RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menggelar kegiatan pengajian bertema “Syukur Bi Ni’mah atas Umur yang Barokah” di Masjid Hj. Fatimah RSUD R. Moh. Noh Nur, pada Senin (20/10/2025).

Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas limpahan nikmat Allah SWT, sekaligus momentum untuk berbagi kebahagiaan melalui santunan anak yatim.

Hadir mewakili manajemen rumah sakit, Anang Sujana, S.KM., M.KM., selaku Plt. Wakil Direktur Administrasi RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang. Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, serta mengajak seluruh pegawai untuk menanamkan nilai syukur dan semangat berbagi dalam setiap langkah pelayanan.

“Kegiatan ini menjadi cermin rasa syukur kita atas nikmat yang Allah berikan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, insya Allah pelayanan kita kepada masyarakat akan semakin bernilai ibadah dan penuh berkah,” ujarnya.

Tausiah dalam kegiatan ini disampaikan oleh K.H. Ilham Kholid, Pimpinan Pondok Pesantren Nurussalam, Sadeng, yang memberikan pesan mendalam tentang pentingnya mensyukuri nikmat Allah, menjaga keikhlasan dalam bekerja, serta memanfaatkan usia dengan amal kebaikan.

Dalam ceramahnya menegaskan bahwa keberkahan hidup lahir dari hati yang penuh syukur dan dari amal yang membawa manfaat bagi orang lain.

Suasana pengajian berlangsung khidmat dan hangat. Seluruh peserta mengikuti dzikir dan doa bersama, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial keluarga besar RSUD.

Salah satu perwakilan anak yatim turut menyampaikan rasa terima kasih dan doa bagi seluruh keluarga besar rumah sakit.

“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu di RSUD R. Moh. Noh Nur. Kami senang bisa ikut acara ini. Semoga semuanya diberi umur panjang, kesehatan, dan rezeki yang barokah,” ungkapnya penuh haru.

Melalui kegiatan “Syukur Bi Ni’mah atas Umur yang Barokah” ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi rumah sakit yang unggul dalam pelayanan, kuat dalam nilai spiritual, dan hadir membawa manfaat bagi masyarakat.

(yev/rls)

Beri Ketenangan, RSUD Raden Mohamad Noh Nur Ajak Keluarga Pasien Doa dan Dzikir

0

jurnalinspirasi.co.id – Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memberikan ketenangan batin bagi keluarga pasien, Tim Pelayanan Rohani RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang mengadakan kegiatan Doa dan Dzikir Bersama Keluarga Pasien, bertempat di Masjid Hj. Fatimah RSUD R. Moh. Noh Nur.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh keluarga pasien dari ruang rawat inap serta unit intensif seperti ICU, NICU, dan PICU. Acara diawali dengan tausiah yang disampaikan oleh Anoegrah Sutrisna, perwakilan dari Tim Pelayanan Rohani RSUD R. Moh. Noh Nur. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian kesehatan, serta mengingatkan bahwa setiap doa dan usaha yang tulus akan selalu mendapat jalan terbaik dari Allah SWT.

Setelah tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Yosep Andriana, juga perwakilan dari Tim Pelayanan Rohani RSUD R. Moh. Noh Nur. Dzikir dan doa yang dibaca bersama keluarga pasien berlangsung penuh kekhusyukan, menghadirkan suasana yang menenangkan serta memberikan semangat spiritual bagi keluarga dalam mendampingi anggota keluarganya yang tengah berjuang untuk sembuh.

Salah satu keluarga pasien turut menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan tersebut.

“Kami merasa lebih tenang setelah mengikuti doa dan dzikir ini. Ada ketenangan hati dan kekuatan baru untuk terus mendampingi keluarga yang dirawat. Terima kasih kepada pihak rumah sakit yang telah menghadirkan kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur menyampaikan apresiasi kepada Tim Pelayanan Rohani atas konsistensinya dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan di lingkungan rumah sakit. Menurut beliau, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen RSUD R. Moh. Noh Nur dalam memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan keseimbangan mental dan spiritual pasien serta keluarganya.

Dengan suasana yang hangat dan penuh makna, kegiatan Doa dan Dzikir Bersama ini diharapkan dapat terus menjadi wadah pembinaan rohani sekaligus mempererat silaturahmi antara rumah sakit dan masyarakat.

(yev/rls)

Damai KLH dan Pengusaha, AMBS Tetap Lakukan Pengawasan Lingkungan Puncak

0

jurnalinspirasi.co.id – Rujuknya para pengusaha pariwisata yang ditindak oleh Kementerian Lingkungan Hidup yang sempat menjadi konsumsi publik kini sudah memasuki tahap penyelesaian.

Melunaknya KLH setelah adanya desakan dari Aliansi Masayarakat Bogor Selatan (AMBS) yang terus menyuarakan terhadap kinerja KLH yang dinilai mengancam terhadap kelangsungan mata pencaharian para pekerja di tempat tempat wisata yang ditindak oleh KLH.

“Beberapa hari lalu Kementerian Lingkungan Hidup sudah mengundang para pengusaha yang disegel tersebut. Berbagai ketentuan yang diperintahkan KLH kepada pengusaha, yakni menjaga kelestarian wilayah Puncak itu harus dipatuhi. Dalam pertemuan antara pengusaha dan pihak KLH adalah mencabut sangsi yang selama ini diterapkan oleh pihak KLH. Meskipun demikian, kita selalu warga Puncak akan tetap melakukan  pengawasan dan menjaga lingkungan Puncak tidak semakin rusak,” tandas Ketua AMBS Muksin.

Kata juga mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan oleh H. Mulyadi anggota DPRI dari Fraksi Gerinda yang terjun ke tengah-tengah masyarakat dalam agenda resepnya beberapa waktu yang lalu.

Bahkan, H. Mulyadi meminta kepada menteri LH Faisol Nurofiq  supaya berpihak kepada para pekerja yang kondisinya terancam di PHK.

“Adanya langkah H. Mulyadi terhadap KLH itu sangat berdampak. Dan sekarang para pekerja kembali bisa bernapas lega. Dan kita meminta kepada PTPN Regional satu dan dua untuk bisa menjaga kebunnya dari hal-hal yang sifatnya akan merusak alam di Puncak. Terkait segel-segel yang dipasang oleh KLH tersebut secara bertahap segel-segel itu akan segera dicabut. Hanya satu tujuan, AMBS akan terus melakukan pengawalan dan pengawasan untuk keselamatan alam Puncak dan nasib para pekerja,” pungkas Muhksin.

(Dadang Supriatna)

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kawal Program MBG di Sukajaya

0

jurnalinspirasi.co.id – Personil Polsek Cigudeg- Polres Bogor Bripka Asep dan anggota Koramil 0621-18  Cigudeg Kopka Donald melaksanakan monitoring program makan bergizi (MBG), Senin (20/10/2025).

Kedua anggota TNI dan Polri yang merupakan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Desa Sukajaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor turun langsung hal ini memastikan makanan yang distribusikan dapat berjalan tertib dan tepat sasaran.

Program MBG bagi sekolah SMAN 1 Sukajaya 625 dan SMPN 1 Sukajaya 566 siswa  tercatat sebanyak 1.161penerima paket makanan bergizi.

Kehadiranya  di lapangan selain distribusi MBG tepat sasaran, tetapi ini bentuk pengawasan dan makanan yang diberikan dipastikan telah sesuai standar kesehatan.

“Agar kualitas makanan yang diberikan  sesuai standar gizi apa yang sudah ditentukan,” ujar Bhabinkamtibmas Desa Sukajaya Bripka Asep kepada Jurnal Bogor.

Lanjut dikatakannya, kolaborasi ini sebagai bentuk jalinan kerjasama antara pemerintah penyedia MBG begitu juga pihak sekolah sama mengawasi agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Dengan begitu, diharapkan program MBG tersebut dapat  memberikan dampak positif terutama bagi peningkatan kualitas pendidikan di Sukajaya,” tukasnya.

(Arip Ekon)

Ponpes Darul Iptida Nanggung Ludes Terbakar, Pemdes Parakanmuncang Minta Bantuan ke Antam

0

jurnalinspirasi.co.id – Bangunan  Pondok Pesantren Darul Iptida di Kampung Blok Paris di Desa Parakanmuncang,  Nanggung, Kabupaten Bogor ludes terbakar.

Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin menjelaskan, Ponpes Darul Iptida yang dibangun menggunakan material kayu dan bambu membuat api mudah membesar membakar bangunan.

Informasi dari lingkungan pesantren, sebelumnya tidak ada yang mengetahui api muncul hingga cepat membesar dan memporakporandakan ponpes tersebut.

Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik, sejumlah santri dan masyarakat bergerak cepat memadamkan kobaran api tersebut hingga Satpol PP, Babinsa dan pihak kepolisian mendatangi lokasi ponpes.

“Bangunan yang terbakar itu yang biasa digunakan santri atau yang biasa disebut kobong,” ujar Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin kepada Jurnal Bogor, Senin (20/10/2025).

Kades menjelaskan, kejadian tersebut  sekitar pukul 09.00 WIB. Pihaknya berupaya untuk melakukan penanganan perbaikan ponpes yang terbakar dimana kerugian ditaksir puluhan juta.

“Sekarang ini bagaimana caranya agar fasilitas keagamaan pondok bisa dibangun lagi. Termasuk akan mengajukan bantuan perbaikan ke PT Antam. Dari musibah kebakaran yang menimpa pondok pesantren, kami akan mengajukan bantuan ke PT Antam,” jelasnya.

Babinsa Desa Parakanmuncang Serda Supriadi juga menginformasikan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu. Diketahui api itu muncul dari atap kobong, warga sekitar dan para santri langsung berjibaku memadamkan kobaran api menggunakan air seadanya.

(Arip Ekon)