28.3 C
Bogor
Thursday, October 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 97

Seleksi OSN SD 2026 se-Kecamatan Tamansari Dipusatkan di SDN Sukamantri 01

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Tamansari digelar di SDN Sukamantri 01, Selasa (24/2/2026).

Ajang seleksi ini mempertandingkan tiga mata pelajaran, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh sekolah dasar di wilayah Kecamatan Tamansari.

Ketua Panitia OSN tingkat SD se-Kecamatan Tamansari, Jaenal Abidin, mengatakan seluruh sekolah diminta mengirimkan siswa terbaiknya untuk mengikuti seleksi tingkat kecamatan.

“Setiap sekolah mengirimkan siswa terbaiknya. Pendaftaran dilakukan melalui sistem registrasi online untuk OSN tingkat Kabupaten Bogor. Hari ini kita melaksanakan seleksi untuk mencari yang terbaik, dan seluruh sekolah ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Jaenal menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan lomba Olimpiade Sains di tingkat Kecamatan Tamansari untuk menjaring siswa terbaik pada mata pelajaran IPA, IPS, dan Matematika.

“Dari seleksi ini akan dipilih siswa terbaik tingkat kecamatan yang nantinya mewakili Tamansari pada OSN tingkat Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Ia berharap, para siswa yang terpilih mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain di tingkat kabupaten. Rencananya, lomba OSN tingkat Kabupaten Bogor akan dilaksanakan pada 8 Juni 2026 mendatang secara daring.

Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Tamansari, Adang Suhendar, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan lomba OSN tingkat kecamatan ini sebagai upaya meningkatkan motivasi, prestasi, dan daya saing siswa. Semoga siswa yang terpilih dapat memberikan hasil terbaik saat mengikuti OSN di tingkat Kabupaten Bogor,” pungkasnya. Yudi

Gratis Cek AC, Gratis Jasa Ganti Oli, Gratis Fogging Hanya di Sentral AC Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Pada bulan suci Ramadhan, Sentral AC, bengkel resmi AC mobil Denso mengadakan promo 3 In 1  untuk mendukung kenyamanan dalam berkendara yang tidak lepas dari performa AC mobil yang optimal.

AC yang berfungsi baik tidak hanya memberikan udara sejuk di dalam kabin, tetapi juga mendukung keseluruhan pengalaman berkendara. Saatnya waktu yang tepat untuk melakukan servis AC mobil, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja AC, dan memberikan panduan mengenali tanda-tanda bahwa AC memerlukan perhatian khusus.

Manager Operasional Sentral AC , Yuke menjelaskan, Sentral AC sangat peduli dan mensupport customer dengan mengadakan promo AC special  di bulan suci Ramadhan untuk  customer yakni 3  In 1 (Gratis Cek AC, Gratis Fogging Disinfektan dan Gratis Jasa Ganti Oli).

“Promosi special  di bulan suci Ramadhan sebagai bagian dari pelayanan Sentral AC untuk customer dalam rangka  upaya perawatan AC,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Senin (23 /2/2026).

Yuke mengingatkan AC harus dirawat, faktor seperti freon yang berkurang, filter yang kotor, atau kebocoran sistem dapat mempengaruhi efisiensi AC. Dengan memahami perubahan-perubahan ini, pemilik mobil dapat menjaga performa AC dalam kondisi prima.

AC mobil termasuk salah satu kebutuhan agar kita merasa nyaman pada saat perjalanan jarak jauh maupun jarak dekat. Jika AC mobil kita rusak, pastinya akan sangat berbahaya bagi kita yang setiap harinya melakukan perjalanan dengan mobil.

Banyak dari kita yang sudah sering merasakan kerusakan AC mobil, seperti AC tidak dingin, AC hanya mengeluarkan angin panas, AC mobil kita bau dan masih banyak lagi gejala-gejala pada kerusakan AC mobil.

Maka dari itu, anda harus rutin melakukan perawatan AC mobil agar AC mobil anda dalam keadaan prima dan siap untuk digunakan dalam segala cuaca. Perawatan meliputi beberapa hal yang harus di periksa ataupun harus dilakukan.

Berikut ini perawatan berkala AC mobil untuk menghindari kerusakan mahal

Rutin membersihkan filter udara
Filter yang bersih memastikan aliran udara yang lancar dan mengurangi beban kerja pada kompressor. Bersihkan atau ganti filter setiap hari 10.000 – 15.000 kilometer.

Periksa dan bersihkan kondensor
Kondensor yang kotor dapat menyebabkan tekanan tinggi dan mengurangi efisiensi pendinginan. Bersihkan kondensor secara berkala dari debu dan kotoran yang menempel.

Pastikan dan cek level refregeran (freon) dalam sistem AC selalu optimal
Kekurangan refrigeran dapat menyebabkan kerusakan pada kompressor. Isi ulang jika diperlukan oleh tekhnisi profesional.

Periksa komponen AC secara berkala
Lakukan pemeriksaan rutin pada komponen AC seperti selang, sambungan dan kompressor untuk mendeteksi kebocoran atau kerusakan sebelum menjadi masalah besar.

Gunakan AC secara bijak
Hindari penggunaan AC saat mesin mobil mati dan kurangi penggunaan AC pada suhu yang sangat rendah secara terus menerus untuk mengurangi beban kerja kompressor.

Lakukan service  AC mobil secara berkala
Servis di bengkel resmi atau spesialis AC mobil, mencakup pemeriksaan menyeluruh dan penggantian komponen yang sudah aus.

Dalam melakukan perawatan berkala pada AC mobil, anda dapat memastikan sistem AC tetap berfungsi dengan baik. Untuk memilih bengkel AC mobil terbaik, bisa datang langsung ke bengkel Sentral AC Denso di Jalan Sholeh Iskandar, RT 01/RW 11, Kedungbadak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Sentral AC memberikan Promo 3 In 1 di bulan suci Ramadhan, anda sudah bisa melakukan perawatan AC mobil Anda.

** Wawan Hermawanto

Kenalkan Panca Indra Sejak Dini, RSUD R Moh Noh Nur Gelar ”SIKANCIL”

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor kembali melaksanakan program SIKANCIL (Edukasi Anak Kecil) dengan tema “Mengenal Panca Indra” di area bermain anak rumah sakit. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif yang rutin dilakukan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, Jumat (20/02/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Promotor Kesehatan RSUD R Moh Noh Nur menyampaikan materi secara interaktif dengan pendekatan belajar sambil bermain. Anak-anak diajak mengenal lima panca indra beserta fungsinya melalui tanya jawab dan praktik sederhana agar lebih mudah dipahami.

Narasumber menjelaskan bahwa pengenalan panca indra sejak dini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ia menyampaikan bahwa dengan memahami fungsi dasar tubuhnya, anak-anak akan lebih peduli terhadap kesehatan dan keselamatan diri dalam aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Lina Marlina, S.KM selaku Promotor Kesehatan RSUD R Moh Noh Nur menyampaikan bahwa edukasi kesehatan untuk anak perlu dikemas secara sederhana dan menyenangkan agar mudah dipahami.

“Kami ingin anak-anak merasa senang saat belajar tentang kesehatan. Dengan suasana yang nyaman, materi akan lebih mudah diterima dan diingat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program SIKANCIL akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan melalui edukasi sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, RSUD R Moh Noh Nur berharap dapat menumbuhkan kesadaran kesehatan sejak dini serta membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan dirinya dan lingkungan sekitar.

(yev/cc)

Sulut Petasan di Bulan Puasa Picu Kemarahan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Di sejumlah desa di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor suara petasan yang disulut oleh anak-anak, baik itu di siang maupun di malam membuat suasana menjadi berisik. Ledakan demi ledakan dari petasan yang kadang dilempar kian kemari dinilai sangat membahayakan bagi orang-orang yang lewat. Tidak jarang, banyak pengendara sepeda motor turun dan memarahi kerumunan anak-anak yang tengah asyik menyulut petasan tersebut.

Seorang lelaki paruh baya yang mengendarai sepeda motor di jalan Kelurahan Cisarua, nyaris mengalami kecelakaan. Tepat melintasi kerumunan anak-anak sekitar pukul 19.00, petasan meledak tepat di bawah sepeda motor yang tengah dikendarainya. Disaat kondisi kaget tersebut, pengendara motor bernama Ilham ini nyaris tersungkur ke sebuah parit.

“Bulan puasa kali ini tidak nyaman dengan suara petasan. Bahkan akibat petasan itu saya nyaris masuk ke parit. Ada yang iseng petasan meledak di bawah sepeda motor yang sedang dikendarai, untung kita reflek pegang rem, jika tidak pasti saya jatuh ke selokan yang ada di pinggir jalan, ” tuturnya.

Apa yang dikatakan Ilham benar adanya. Pantauan di beberapa desa, suara petasan terdengar dimana-mana, habis buka puasa atau bubar sholat tarawih jadi aktivitas anak-anak.

“Kalau mau ke warung dan melintasi anak-anak yang sedang asyik bermain dengan petasan di tangannya kita suka takut. Anak-anak terkadang melemparkan petasan yang sudah dibakarnya cukup membahayakan. Beberapa hari lalu ada anak yang terluka tangannya akibat petasan, ” ujar Erni.

Dengan kondisi tersebut, warga berharap kepada aparat tingkat kecamatan supaya melakukan penertiban terhadap para pedagang petasan tersebut.

“Bulan puasa kali ini, petasan sangat mudah didapatkan oleh anak-anak. Mereka tinggal membeli ke pasar atau pinggir jalan raya. Disana banyak penjual kembang api yang menyediakan petasan,” pungkas Erni.

** Dadang Supriatna

Polisi Tetapkan AS Tersangka Kecelakaan Maut Cibinong

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Satuan Lantas Polres Bogor menetapkan seorang tersangka, AS (24) dalam kasus kecelakaan adu banteng roda dua yang menewaskan MMA (22 tahun), pada Minggu 22 Februari 2026 dini hari di Jalan Raya Bogor KM 45, Pakansari, Cibinong.

Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif mengatakan, bahwa AS ditetapkan tersangka atas kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa meninggal dunia.

“Kami menetapkan AS sebagai tersangka dengan Pasal 310 ayat 4 dan Pasal 312 Undang – Undang nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dengan maksimal hukuman 6 tahun kurungan penjara karena akibat kelalaiannya mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Iptu Afif kepada Wartawan, Senin (23/2)

Ia menambahkan, bahwa kendaraan bermotor roda dua yang dikendarai AS dengan plat nomor polisi B 6872 TPA melaju melawan arus dari arah Jakarta ke arah Bogor bertabrakan dengan kendaraan bermotor roda dua milik korban dengan nomor polisi B 6511 ZSM yang melaju dari arah Bogor menuju Jakarta.

“Kesalahan atau pelanggaran lalu lintas yang dilakukan tersangka AS adalah berkendara dengan melawan arus lalu lintas, apalagi ia tidak melaporkan kejadian kecelakaan lalu lintas kepada pihak yang berwajib, tidak menolong korban bahkan kabur dari lokasi kejadian,” terangnya.

Ia mengungkapkan, tersangka AS yang sempat kabur, berhasil diamankan oleh Kepolisian Polres Bogor yang saat kejadian sedang melaksanakan patroli.

“Kami bersama masyarakat berhasil mengamankan tersangka AS, 500 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Sejak saat itu, kami pun menahan tersangka AS di Ruang Tahanan Mako Polres Bogor,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia pun mengimbau, agar pengendara kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat untuk tidak melawan arus lalu lintas dan mematuhi rambu – rambu serta Undang – Undang Lalu Lintas.

“Dari banyak kasus kecelakaan lalu lintas, didominasi oleh karena adanya kendaraan bermotor yang melawan arus lalu lintas,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Cabang Jasa Raharja Bogor, Luh Made Ernayani memaparkan, pihaknya memberikan santunan terhadap keluarga korban puluhan juta.

“Kami serahkan bantuan sebesar 50 juta rupiah terhadap keluarga korban. Bantuan ini dari pemerintah terhadap korban,” papar Erna. n Noverando H

Sembako Terus Naik, Pemkab Perlu Lakukan Operasi Pasar

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Baru beberapa hari menjalani ibadah puasa, harga-harga kebutuhan pokok di pasar dan di warung-warung kini terus mengalami kenaikan. Mulai dari minyak goreng, bawang merah, telur dan kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan dua sampai lima ribu rupiah. Bahkan untuk daging sapi kini satu kilogramnya dijual 140 ribu rupiah.

Adanya kenaikan harga harga tersebut, dirasakan oleh masyarakat yang berpenghasilan pas-pasan sangatlah memberatkan. Terlebih, di bulan puasa ini cuaca yang terus turun hujan menjadi hambatan bagi sebagian orang. Untuk kawasan Puncak sebagai tempat pariwisata, bulan puasa merupakan istirahatnya tempat-tempat wisata. Dengan demikian, penghasilan para pekerja turun drastis.

“Kebutuhan pokok terus baik, sedangkan penghasil kita sangat pas-pasan. Kerja di tempat pariwisata dikurangi job masuk kerjanya. Penghasil kita yang berstatus pekerja harian menjadi berkurang, ” tutur Susi.

Di tengah kondisi seperti ini, masyarakat berharap adanya langkah dari Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab) untuk membantu menurunkan harga-harga kebutuhan pokok.

“Pemerintah harus turun tangan dan melakukan operasi pasar di setiap daerah pedesaan atau di tingkat kecamatan. Ini diperlukan, selain untuk meringankan beban masyarakat, juga untuk menghentikan para pedagang yang semena=mena menaikan harga kebutuhan pokok tersebut, ” kata Engkos.

Sementara itu, dikatakan salah satu Kepala Desa di Kecamatan Cisarua, operasi pasar memang harus segera dilakukan oleh Pemkab Bogor.

“Di bulan puasa tingkat kebutuhan bagi warga mengalami kenaikan. Jika adanya operasi pasar khususnya untuk kebutuhan pokok itu akan sangat tepat, ” pungkas Kades Hasan S.

** Dadang Supriatna

Miliki Kebijakan Terukur, LPKP Apresiasi Kinerja Rudy-Jaro

0

Pamijahan l Jurnal Bogor
Beragam organisasi kepemudaan maupun unsur masyarakat lainnya di Bogor Barat mengapresiasi kepemimpinanan Rudy Susmanto-Jaro Ade yang baru satu tahun menjabat sebagai Bupati Bogor banyaknya gebrakan serta kebijakan terukur yang memberikan warna perubahan untuk kemajuan Kabupaten Bogor.

Kali ini apresiasi datang dari Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Rahmatullah atau yang akrab disapa Along. Dia menilai, wilayah Kabupaten Bogor yang amat luas yang dihuni padatnya penduduk, namun kebijakan Rudy Susmanto satu tahun ini dinilai secara nyata membangun gebrakan baru.

“Di lapangan kami memotret telah mengalami kemajuannya seperti pelayanan publik baik di Bapenda tempat pembayaran payar pajak hingga berjalan di setiap kecamatan, termasuk pelayanan administrasi di Disduk, Damkar hingga pelayanan kebencanaan BPBD telah mengalami kemajuan,” kata Along kepada Jurnal Bogor, Senin (23/2/2026).

Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama wakilnya Ade Ruhandi (Jaro Ade) yang dilantik pada 20 Februari 2025 itu, selain berkolaborasi dengan instansi Aparat Penegak Hukum (APH) TNI, KPK termasuk pihak kepolisian, ia juga gercep menangani bencana yang terjadi di Babakan Madang, Cisarua, Tajur Halang maupun di tempat bencana lainnya.

Terwujudnya pembangunan disetiap sektor, baik infrastruktur maupun pembangunan SDM, telah berkolaborasi dengan para alim ulama, pengusaha serta membangun sinergitas di beberapa kementerian pemerintah pusat.

Pembangunan infrastruktur, alun- alun, betonisasi jalan, jembatan, drainase hingga pembangunan kantor kecamatan dan Masjid Nurul Wathon.

“Penguatan ekonomi dan pemberdayaan pelaku usaha UMKM dan Koperasi dan para pedagang juga dilakukan dengan dibangunnya Pasar Leuwiliang pascakebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu,” jelas Along.

Dalam mendukung ekonomi masyarakat terutama masyarakat berpenghasilan rendah, Pemkab Bogor juga menghadirkan dengan digelarnya bazar pasar pangan murah.

Begitu juga pengelolaan lingkungan hidup dengan penanaman hutan kota berikut kebersihan sampah di daerah aliran sungai bagian dari program keinginan masyarakat. Meski demikian, ada beberapa kekurangan yang harus dievaluasi kedepannya agar pelayanan di dinas-dinas agar lebih prima dan terukur dalam menjalankan kebijakan pimpinannya.

** Arip Ekon

Ketua Katar Nanggung, Hamdan Yuwafi Dorong Pembangunan Alun-alun

0

Nanggung | Jurnal Bogor – Jembatan Lukut yang berada di perbatasan antara Desa Parakanmuncang dan Desa Kalongliud, wilayah administratif Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kerap dijadikan lokasi nongkrong dan tempat berkumpul para remaja saat momen ngabuburit di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Setiap sore, kawasan Jembatan Lukut tampak ramai dipadati warga, didominasi kalangan pemuda dan pemudi yang berkumpul sambil bercengkerama menunggu waktu berbuka puasa. Ramainya pengunjung tersebut kerap membuat arus lalu lintas di sekitar jembatan tersendat.

Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melambat karena banyaknya warga yang memadati sisi jalan dan bahu jembatan.

Selain menjadi tempat nongkrong, area tersebut juga dipenuhi pedagang musiman yang menjajakan aneka takjil dan makanan berbuka puasa. Suasana sore hari pun berubah layaknya pasar dadakan.

“Kalau Ramadan hampir setiap sore pasti ramai. Banyak yang datang hanya untuk melihat sungai dan menunggu Magrib bersama teman-teman,” ujar Pardi, warga sekitar, Senin (23/2/2026).

Warga lainnya, Siti (34), mengaku senang dengan suasana tersebut, namun berharap ada penataan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Seru, jadi ada hiburan gratis. Tapi kadang macet juga, apalagi kalau sudah mendekati waktu berbuka,” katanya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggung, Hamdan Yuwafi, mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, seperti pembangunan alun-alun kecamatan.

Menurut Hamdan, keberadaan alun-alun sangat penting sebagai wajah Kecamatan Nanggung.

“Pertama, alun-alun bisa menjadi ikon kecamatan. Kedua, bukan hanya sebagai monumen, tetapi juga harus dilengkapi taman rekreasi untuk anak-anak dan masyarakat umum,” ujarnya.

Ia menambahkan, ruang terbuka tersebut juga dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang.

“Alun-alun bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat, ruang budaya, sekaligus mengakomodasi UMKM di Nanggung. Jadi tidak hanya ramai saat Ramadan, tetapi dapat dimanfaatkan sepanjang waktu,” katanya.

Hamdan menilai, pembangunan ruang terbuka publik sudah menjadi kebutuhan mendesak, seiring dengan semakin padatnya penduduk yang berdampak pada menyusutnya ruang sosial masyarakat.

“Sudah semestinya dibangun alun-alun sebagai fasilitas ruang terbuka di Kecamatan Nanggung. Bukan hanya untuk kaum milenial, tetapi dapat dimanfaatkan secara luas, termasuk sebagai sarana bermain anak-anak,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor agar segera menyusun perencanaan pembangunan alun-alun tersebut.

“Dengan begitu, aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat bisa terpusat tanpa mengganggu akses jalan utama,” pungkas Hamdan. Arip Ekon

Cibinong Miliki Hutan Kota

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bogor melalui instruksi Bupati Rudy Susmanto mendorong pembangunan hutan kota di setiap kecamatan dengan luas minimal satu hektare. Program ini bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan akibat aktivitas pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas udara bagi masyarakat.

Di Kecamatan Cibinong, program tersebut sudah mulai berjalan dengan tiga titik penanaman yakni area sekitar Stadion Pakansari, Kelurahan Cibinong dan Pabuaran Mekar

Titik Pertama di Sekitar Stadion Pakansari
Di kawasan hutan kota sekitar Stadion Pakansari, tersedia lahan sekitar 2,7 hektare. Namun hingga saat ini belum seluruh lahan tertanami. Baru sekitar 650 pohon yang ditanam, di antaranya jenis pohon akasia, mahoni, dan beberapa tanaman lainnya.

Titik Kedua di Kelurahan Cibinong (Bekang Baru)
Pada lokasi ini tersedia lahan sekitar 2.000 meter persegi yang telah ditanami berbagai pohon buah-buahan.

Titik Ketiga berada di Pabuaran Mekar
Titik ketiga berada di wilayah Pabuaran Mekar atau bantaran Kali Baru, yang juga menjadi bagian dari pengembangan hutan kota di Cibinong.

Camat Cibinong, Acep Sadikin, saat ditemui di kantor Kecamatan Cibinong oleh Jurnal Bogor menjelaskan bahwa setiap kecamatan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), para pemangku kepentingan (stakeholder), Koramil, MUI, para lurah, serta Polsek dan jajaran lainnya.

Kerja sama ini mencakup penyediaan bibit, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman agar program hutan kota dapat berjalan berkelanjutan.

Anggaran dan Harapan ke Depan
Terkait anggaran, kegiatan ini masih mengandalkan swadaya kedinasan (pemerintah) mengacu pada partisipasi aktif dan swadana masyarakat untuk menanam tanaman, baik berupa tenaga yang seringkali didampingi oleh program pemerintah (swadaya penunjang). Bibit tanaman diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup, sementara pendanaan khusus dari pemerintah daerah belum sepenuhnya terealisasi.

Camat Acep Sadikin berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang. “Ke depan, yang akan menikmati hasilnya adalah anak cucu kita. Mereka bisa menghirup udara yang lebih segar dan merasakan bertambah luasnya hutan kota di Cibinong,” ujarnya.

** Leonita

Fenomena Ledakan Orang Kaya, Tapi Miskin Spiritual, Ini Respons Muhsinin Club

0

Jakarta | Jurnal Bogor – Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor, Irfan Syauqi Beik, menyoroti dua fenomena yang dinilainya memprihatinkan di tengah masyarakat saat ini, yakni banyak orang kaya namun miskin secara spiritual, serta kelompok masyarakat yang miskin materi sekaligus miskin spiritual.

“Yang pertama adalah fenomena banyak orang kaya tapi miskin spiritual. Yang kedua adalah sudah miskin materi, miskin pula spiritualnya. Yang kedua itulah yang disebut miskin kuadrat,” ujar Prof. Irfan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Muhsinin Club Conference yang digelar oleh Muhsinin Club di Aston Priority Simatupang, Jakarta.

Menurut Prof. Irfan, kemiskinan spiritual hingga kini belum menjadi perhatian serius, baik oleh pemerintah maupun publik. Padahal, kondisi tersebut berpotensi memicu hilangnya keharmonisan hidup, meningkatnya kecurigaan antarsesama, serta melemahnya kepedulian sosial.

Ia mencontohkan sejumlah fenomena sosial, termasuk tingginya rasa saling curiga di tengah masyarakat dan kasus bunuh diri pada anak usia sekolah, sebagai indikasi adanya persoalan kemiskinan spiritual.

Guru besar IPB itu juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kemiskinan spiritual, selain kemiskinan materi. Berdasarkan data pemerintah, jumlah penduduk miskin secara materi di Indonesia saat ini mencapai 23,85 juta jiwa atau sekitar 8,47 persen dari total penduduk.
“Namun, sampai hari ini belum ada catatan berapa jumlah penduduk Indonesia yang miskin spiritual,” ujarnya.

Sementara itu, pendiri Muhsinin Club, Dewa Eka Prayoga, menyambut baik gagasan pengukuran kemiskinan yang turut memasukkan unsur spiritual.

Sejak berdiri pada 2022, Muhsinin Club secara aktif mengajak para pengusaha dan individu yang memiliki kelebihan harta untuk meningkatkan kepedulian sosial. Pada awalnya, setiap anggota didorong untuk bersedekah minimal Rp10 juta per bulan atau Rp120 juta per tahun.

Dana tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai program sosial, di antaranya penyediaan makanan bergizi bagi santri, pembangunan masjid dan pesantren, pembagian daging sapi dalam jumlah besar, pembangunan hunian di wilayah terdampak bencana, serta pemberangkatan 158 santri penghafal Al-Qur’an untuk menunaikan ibadah umrah. Hingga kini, total dana yang telah disalurkan mencapai Rp22 miliar.

“Kita butuh lebih banyak orang kaya yang peduli pada sesama,” ujar Dewa.

Pada bulan Ramadan ini, Muhsinin Club menggelar kegiatan konferensi tersebut bekerja sama dengan Yayasan Kampoong Ecopreneur yang berbasis di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Dewa juga membagikan pengalaman pribadinya saat mengalami koma selama beberapa hari hingga hampir meninggal dunia. Peristiwa itu, menurutnya, menjadi titik balik yang menumbuhkan kesadaran untuk memperbanyak amal sosial.
“Perbanyak wakaf sebelum wafat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, menegaskan pentingnya kolaborasi antarindividu dan komunitas dalam menebarkan kebaikan.

Ia menyampaikan bahwa salah satu program unggulan Kampoong Ecopreneur adalah One Family One Ecopreneur (satu keluarga, satu pebisnis berbasis lingkungan). Melalui program tersebut, masyarakat akan didorong menanam ubi dan kopi untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor ke Malaysia dan Singapura.

“Tahun ini kami menargetkan program itu sudah berjalan,” ujar Jamil, Minggu (22/02/2026).
“Doakan agar program ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik secara materi maupun spiritual. Kami ingin melahirkan ‘Nabi Sulaiman’ versi manusia biasa, yang kaya dan memiliki pengaruh untuk kebaikan.” Yudi