27.9 C
Bogor
Friday, April 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 97

Hari Santri Nasional: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

0

jurnalinspirasi.co.id – Setiap 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai momen penting untuk mengenang peran santri dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan negara. Tanggal ini diambil dari Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, sebuah seruan yang membangkitkan semangat perlawanan terhadap ancaman penjajah Belanda yang berusaha merebut kembali tanah air pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

Tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” untuk peringatan Hari Santri 2025, yang tercantum dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 04 Tahun 2025.

Seperti kata KH. Hasyim Asy’ari, “Santri bukan hanya penjaga kitab, tapi juga penjaga peradaban.” Pernyataan ini menggambarkan esensi santri yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjaga kedaulatan bangsa. Pada masa itu, situasi pasca-proklamasi masih genting dengan kedatangan pasukan asing.

Resolusi Jihad bukan sekadar fatwa agama, melainkan panggilan jihad fi sabilillah—berjuang di jalan Allah—untuk mempertahankan kemerdekaan. Santri dan kiai turun ke medan perang, seperti dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, di mana mereka berjuang mati-matian melawan penjajah. Tanpa semangat mereka, sejarah Indonesia mungkin berbeda.

Peran santri tidak berhenti di masa lalu. Di era modern, santri telah berkembang menjadi sosok multidimensi: guru inspiratif, penulis, dosen, pengusaha, hingga pejabat negara. Mereka tetap menjaga akhlak Islam seperti kejujuran, kesederhanaan, dan kemandirian, sambil menguasai teknologi, bahasa asing, dan ilmu pengetahuan kontemporer. Tema “Santri Siaga Jiwa Raga” yang sering digaungkan mencerminkan kesiapsiagaan santri dalam membela bangsa dan agama.

Prinsip “Hubbul Wathan Minal Iman” (cinta tanah air bagian dari iman) mendorong mereka terlibat dalam program pendidikan gratis di desa, gerakan anti-korupsi, dan inisiatif sosial lainnya. Semangat pesantren ini tetap relevan di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan ketimpangan sosial.

Hari Santri Nasional bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari doa, keringat, dan darah santri yang ikhlas. Ini juga ajakan untuk mengintegrasikan nilai-nilai pesantren—toleransi dan solidaritas—dengan kemajuan bangsa, menghasilkan generasi muda yang cerdas, berkarakter kuat, dan berakhlak mulia.

Tahun ini, logo Hari Santri 2025 bukan sekadar gambar, melainkan pernyataan sikap, doa, dan arah peradaban. Dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, logo ini merepresentasikan tekad santri untuk menjaga bangsa di garda terdepan sambil menatap cakrawala global.

Filosofi logo mencerminkan perjalanan santri dari Resolusi Jihad 1945 hingga era digital saat ini. Bentuk pita cakrawala yang membentang melambangkan keterbukaan santri dalam merengkuh dunia, tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai pesantren.

Warna logo dipilih dengan makna mendalam: hijau mewakili kesucian, kedamaian, dan identitas santri; biru dan merah menyiratkan keberanian serta optimisme untuk maju di kancah internasional. Slogan “Mengawal Indonesia Merdeka” menegaskan peran santri sebagai benteng moral dan spiritual bangsa, sementara “Menuju Peradaban Dunia” menunjukkan visi jauh ke depan—santri tidak hanya fokus pada isu domestik, tetapi juga berkontribusi dalam peradaban global melalui pemikiran, karya intelektual, dan aksi nyata di berbagai bidang.

Desain tipografi modern logo ini menyatukan tradisi dan modernitas, menunjukkan bahwa santri bukan sosok ketinggalan zaman, melainkan generasi yang siap berdialog dengan era baru, berkompetisi secara internasional, sambil menjaga nilai keindonesiaan.

Selamat Hari Santri Nasional 2025! Semangat santri sebagai jiwa ikhlas, sederhana, mandiri, dan cinta belajar terus menjadi inspirasi untuk membangun Indonesia dan dunia. Mari kita jaga dan lanjutkan tradisi ini bersama.

Penulis: Alfi, Mahasiswa UIKA Bogor
(Dilansir dari Kompas dan Kemenag)

Tb Nasrul Nilai DPUPR Lamban Respons Dampak Penutupan Tambang

0

jurnalinspirasi.co.id – Pinisepuh Bogor dari kalangan pengusaha konstruksi Tb Nasrul Ibnu HR menilai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor lamban merespons keluhan penyedia jasa konstruksi dalam penutupan tambang yang berdampak pada krisis kelangkaan material alam untuk pembangunan jalan dan jembatan.

“Dinas PUPR setahu saya sudah mengetahui kesulitan para penyedia jasa saat ini yang mengalami kelangkaan bahan material alam untuk ready mix beton karena tambang batunya ditutup Gubernur. Tapi kenapa Dinas PUPR lambat merespons kesulitan itu,” ujar Tb Nasrul Ibnu HR kepada Jurnal Bogor, Rabu (22/10/2025).

Tb Nasrul menilai harusnya DPUPR merespons cepat dengan menerbitkan kebijakan yang pro pada pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Bogor. Meskipun sudah berkonsultasi dengan berbagai pihak seperti LKPP, Inspektorat dan bagian hukum Setda, hingga kini DPUPR belum menerbitkan kebijakan atas krisis yang terjadi.

“Kalau sudah konsultasi ke berbagai pihak kan sudah bisa diketahui bahwa saat ini sedang ada krisis bahan baku material. Sudah hampir sebulan belum ada kebijakan terobosan atas krisis ini,” tegas Ketua BPD Gapensi Jawa Barat.

Seharusnya DPUPR proaktif melakukan inspeksi dan meninjau setiap lokasi pekerjaan dengan memberdayakan konsultan pengawas pekerjaan untuk meneliti apakah pada lokasi tersebut terdampak atau tidak paska penutupan tambang.

“Dan apabila terdampak, maka harus ada langkah-langkah antisipatif untuk menyelamatkan pekerjaan yang notabene merupakan program pemerintah daerah,” ujar pria yang akrab disapa Ngkong di kalangan jurnalis senior Bogor.

Tb Nasrul menilai, para pekerja di DPUPR memiliki kelemahan dalam memahami kontrak pekerjaan yang mereka buat sendiri. Di dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak tertulis sejumlah ketentuan termasuk kondisi saat krisis seperti saat ini.

“Di SSUK sudah tertulis bahwa jika ada kondisi tertentu yang berakibat pada pelaksanaan pekerjaan ada status yang bisa dikenakan yakni kompensasi waktu karena ada kelangkaan material alam,” ujar mantan Ketua Kadin Kabupaten Bogor.

Masalahnya saat ini DPUPR kurang paham dokumen kontrak pekerjaan. “Kontrak pekerjaan itu jelas. Tinggal pejabatnya mau baca nggak dokumen kontrak yang tertuang dan ditandatangani kedua pihak. Itu dokumen hukum lho,” tegas pria yang akrab disapa Ayah di kalangan pengusaha konstruksi Jawa Barat.

Selain itu, Nasrul mengungkap saat sudah melaksanakan pekerjaan dan menagih progres juga dipersulit. Padahal itu adalah hak penyedia jasa.

“Sepertinya DPUPR tidak pernah melakukan evaluasi berjenjang atas pelaksanaan pekerjaan yang sedang berjalan sampai pada pembayaran. Mereka semua nggak dikasih uang muka, tapi saat penagihan pembayaran progres jangan dipersulit dong. Kinerja PUPR ini musti dievaluasi terus menerus agar ada perbaikan lebih baik lagi,” tegas ayah 4 anak ini.

(Herry Setiawan)

Ratusan Santri Meriahkan Peringatan Hari Santri Nasional ke-X di Cijeruk

0

Jurnal Bogor – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-X tahun 2025 tingkat Kecamatan Cijeruk berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan kantor Kecamatan Cijeruk itu diikuti oleh ratusan santri dari berbagai pondok pesantren yang tersebar di wilayah Cijeruk.

Acara dimulai dengan pawai para santri yang berbaris rapi bersama perangkat desa dan ibu-ibu PKK dari sembilan desa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan upacara peringatan HSN yang dipimpin langsung oleh Camat Cijeruk, Rabu (22/10/25).

Ketua Panitia HSN Kecamatan Cijeruk, Dani Wirya Pratama, menjelaskan bahwa peringatan HSN tahun ini tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga berbagai kegiatan seperti ceramah, pengajian, serta penampilan kreatif para santri yang menunjukkan keterampilan dan bakat mereka.

“Kegiatan HSN kali ini sangat berbeda. Para santri dan masyarakat bergabung memeriahkan acara. Seluruh lembaga pemerintahan dan elemen masyarakat turut berkontribusi, sehingga kegiatan berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.

Dani menambahkan, momentum HSN tahun ini menjadi ajang refleksi penting di tengah berbagai pemberitaan yang dinilai menyudutkan dunia pesantren. Menurutnya, isu tersebut justru menjadi pelajaran berharga untuk membuktikan bahwa lulusan pesantren memiliki kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

“Sebagai lulusan pesantren, saya tentu tidak terima dengan framing negatif tersebut. Tapi kami buktikan bahwa banyak lulusan pesantren yang berperan penting dan berkontribusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain menjabat Ketua Panitia, Dani juga merupakan Ketua GP Ansor Kecamatan Cijeruk. Ia menilai pentingnya penyebaran informasi yang benar tentang pesantren agar masyarakat memahami nilai-nilai yang diajarkan di dalamnya.

“Di pondok pesantren, santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga adab dan etika terhadap guru serta masyarakat. Kami berharap santri yang telah lulus dapat menjadi pribadi yang bermanfaat dan mampu membangun negeri,” pungkasnya. Yudi

Peringati Hari Santri, Rudy Susmanto Sampaikan Pesan Santri Harus Berilmu, Berakhlak, Dan Berdaya

0

jurnalinspirasi.co.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan pesan Menteri Agama Republik Indonesia agar santri harus berilmu, berakhlak, dan berdaya. Pesan tersebut disampaikan Rudy saat memimpin upacara peringatan Hari Santri tahun 2025, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (22/10).

Hari santri tahun 2025 mengusung tema “mengawal indonesia merdeka menuju peradaban dunia.” Ini tema yang sangat tepat. Tema ini mencerminkan tekad dan peran santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan. Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman.

Upacara diikuti para santri perwakilan Pondok Pesantren se-Kabupaten Bogor beserta jajaran ASN Pemkab Bogor. Hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Bogor, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ketua Baznas Kabupaten Bogor, beserta para alim ulama, pimpinan pondok pesantren.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan amanat Menteri Agama, bahwa hari Santri Harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia. Santri sekarang tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital juga harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri.

“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman,” kata Rudy.

Rudy melanjutkan, bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton. Terus berjuang bersama untuk mengawal indonesia yang merdeka ini menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.

“Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, menjadi pembawa nilai-nilai islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” tandas Rudy Susmanto. (*)

PJU Mati di Jalur Pisang–Ciapus Dikeluhkan Warga Tamansari

0

Jurnal Bogor – Warga Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Pisang menuju perempatan Ciapus yang sudah lama tidak berfungsi.

Minimnya penerangan membuat kawasan tersebut gelap gulita saat malam hari dan dinilai berbahaya bagi pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor serta pejalan kaki. Selain itu, warga khawatir kondisi itu dapat dimanfaatkan oleh pelaku tindak kejahatan.

Salah satu warga Rahman mengatakan, lampu PJU tidak nyala, hanya lampu rumah warga saja yang menyala. Saya khawatir rawan kejahatan.

“Iya, beberapa bulan lampu penerangan jalan ini tidak berfungsi. Kami berharap instansi terkait segera memperbaikinya, karena jalan ini rawan kejahatan dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Rahman, warga setempat, Rabu (22/10/2025).

Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera menindaklanjuti permasalahan tersebut agar kenyamanan dan keamanan masyarakat saat melintas pada malam hari dapat terjaga. Yudi.

Terkait Anggaran Bankeu 1,5 Miliar untuk Desa, Sastra Winara: Kita Hitung Ulang

0

jurnalinspirasi.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara akan membahas kembali terkait program Bupati Bogor, dana Bantuan Keuangan Desa (Bankeu) menjadi 1,5 miliar.

Hal tersebut diungkapkan setelah Kabupaten Bogor mengalami pemangkasan Dana Transfer Ke Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp623 miliar atau sekitar 22,9 persen dari total anggaran yang diterima sebelumnya

Sastra menyebut, bahwa pihaknya akan melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor terlebih dahulu untuk di hitung ulang.

“Nanti, insyaallah awal bulan depan kita akan membahas APBD Kabupaten Bogor anggaran tahun 2026,” ujarnya kepada, Rabu (22/10/25).

Namun, Sastra Winara juga mengatakan, bahwa dirinya belum bisa memastikan program Bupati Bogor, Bankeu desa senilai 1,5 miliar itu bisa dilaksankan.

“Apakah 1,5 miliar itu masih memungkinkan untuk dilaksanakan, kalau iya nanti kita akan hitung dan bahas bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyebut, akibat dari pemangkasan dana TKD, semuanya terkena dampak termasuk program prioritas.

“Tentunya semua akan ada dampak, makanya kita penyusunan kedepan untuk 2026 skala priritas itu,btetep kita menginginkan adanya perbaikan di kesehatan, pendidikan, dan pembangunan,” ungkapnya.

“Dari desa juga di kedepankan, seperti infrastruktur di desa itu sendiri, itu yang kira-kira jadi prioritas kita,” lanjutnya.

Namun, kata Ajat, pihaknya harus meninta persetujuan kepada DPRD Kabupaten Bogor terkait program Bankeu untuk desa senilai 1,5 miliar.

“Kita harus mendapat persetujuan dari DPRD, tapi program itu tetep ada, apakah itu 1,5 miliar atau satu miliar kalau memang sangat turunnya cukup banyak,” tutupnya.

(**)

Menteri Hanif Janji Cabut Sanksi KSO di Puncak

0

Jurnal Bogor – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq memastikan akan segera mencabut sanksi administratif terhadap belasan Kerja Sama Operasional (KSO) usaha ekowisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sebagaimana yang disampaikan langsung dalam audiensi bersama Anggota DPR RI Mulyadi serta perwakilan pengusaha dan masyarakat Bogor Selatan, Sabtu (18/10/2025) di Jakarta.

Langkah tersebut merupakan bentuk perhatian menteri LH terhadap aspirasi masyarakat dan dunia usaha di Bogor yang selama ini terdampak oleh kebijakan penghentian sementara kegiatan ekowisata.

“Kementerian Lingkungan Hidup akan terus mendukung investasi di Kabupaten Bogor, selama selaras dengan pelestarian lingkungan. Kami mendorong para pelaku usaha untuk melakukan penanaman pohon, penataan limpasan air, dan langkah nyata agar tidak terjadi banjir di kawasan Puncak,” ujar Hanif.

Menteri LH juga menegaskan bahwa KLH tidak menutup usaha, melainkan melakukan penghentian sementara untuk memberikan efek jera sekaligus memastikan kepatuhan terhadap aturan lingkungan. “Kami tidak menutup usaha, hanya menghentikan sementara untuk mendorong pembenahan dan kesadaran bahwa ekonomi harus memperhatikan daya dukung lingkungan,” lanjutnya.

Menteri LH mengharapkan kolaborasi yang efektif antara penggiat usaha dan kementerian dalam menjaga lingkungan bersama, serta menginstruksikan para pengusaha KSO untuk segera melaporkan langkah penataan lingkungan yang telah dilakukan dan mengarahkan PTPN membenahi perizinan sesuai ketentuan undang-undang.

Perihal izin, Menteri LH juga mengarahkan para pihak pengusaha untuk memberikan laporan terkait penataan lingkungan yang sudah dilakukan dan mengarahkan PTPN untuk segera membenahi perizinan sesuai undang-undang yang berlaku.

Langkah-langkah tersebut diharapkan menjadi dasar bagi Menteri LH dalam memberikan kepastian pencabutan sanksi dalam waktu dekat, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk menegakkan keadilan lingkungan secara proporsional.

Anggota DPR RI Mulyadi memberikan apresiasi tinggi atas sikap cepat dan terbuka Menteri LH dan jajaran KLH dalam merespons aspirasi masyarakat Bogor.

Mulyadi juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri LH yang telah mendengar suara rakyat dan bersedia untuk segera mencabut sanksi demi kepastian usaha yang selaras dengan keberlangsungan lingkungan hidup dan mendukung kolaborasi hijau di kawasan Puncak.

“Saya mengapresiasi aksi cepat Bapak Menteri dan KLH yang akan memberikan kepastian pencabutan sanksi sebelum akhir bulan ini. Ini langkah nyata pemerintah yang berpihak kepada rakyat, sekaligus menunjukkan bahwa penegakan lingkungan bisa berjalan berdampingan dengan investasi,” ujar Mulyadi.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan terhadap pelaku usaha agar mampu menerapkan praktik ekowisata berkelanjutan, yang bukan hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga menjaga keseimbangan alam di kawasan Puncak.

Suara senada datang dari Ketua Masyarakat Adat Puncak (MAP), Chaidir Rusly atau akrab disapa Mang Iding. Dengan nada optimistis, ia mengingatkan semua pihak agar menjaga momentum baik ini.

“Kita perlu menjaga kelestarian alam Puncak sekaligus menghidupkan kembali ekonomi masyarakat. Karena itu, kami berharap ada kepastian dan langkah konkret dari KLH. Masyarakat Puncak akan terus mendukung dan mengawal agar komitmen yang disampaikan Menteri LH bisa ditepati secepat mungkin.” tegasnya

Keputusan ini menegaskan posisi KLH sebagai lembaga yang pro-investasi dan pro-rakyat, tanpa mengabaikan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dengan semangat kolaborasi, KLH berupaya menjadikan kawasan Puncak Bogor sebagai model ekowisata berkelanjutan yang inklusif, produktif, dan ramah lingkungan.

** Fredy Kristianto | *

Siswa SMP IT BBS Ukir Prestasi di Berbagai Ajang Olahraga

0

Jurnal Bogor – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa dan siswi SMP IT Bina Bangsa Sejahtera (BBS). Dalam sepekan terakhir, mereka berhasil meraih sejumlah gelar juara di berbagai cabang olahraga tingkat daerah hingga nasional.

Beragam capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa lingkungan pendidikan di SMP IT BBS turut mendukung pengembangan potensi siswa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga olahraga dan karakter.

Adapun daftar prestasi yang diraih siswa-siswi SMP IT BBS antara lain:

  1. Juara 1 Boxing kelas 55 kg yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor atas nama Al Muqaddim Adham Agasatya.
  2. Juara 3 Kejuaraan Taekwondo Internasional Piala Panglima TNI di Jakarta atas nama Athaya Kayla Sora.
  3. Juara 2 dan Juara 3 Panahan kategori Barebow, masing-masing diraih oleh Muhammad Ali Baharuddin dan Najya Saffa Raihanah.
  4. Juara 1 putra dan putri cabang handball pada kejuaraan BHC-2.
  5. Juara 2 putra dan putri handball pada ajang Bogor Open Champions X Hari.

Kepala Sekolah SMP IT BBS, Syabar Suwardiman, mengungkapkan rasa syukurnya atas deretan prestasi yang dicapai para siswa.

“Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi sekolah. Prestasi ini menjadi bukti kerja keras para siswa, guru, dan pelatih dalam membangun semangat juang dan kedisiplinan. Kami berharap pencapaian ini dapat dipertahankan dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya,” ujarnya, Selasa (21/10/25).

Syabar menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses pembinaan dan latihan yang terarah serta dukungan lingkungan sekolah yang positif.

“Kami berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem belajar yang seimbang antara akademik, spiritual, dan pengembangan bakat,” tambahnya.

Dalam waktu relatif singkat sejak berdirinya, SMP IT BBS telah menempatkan diri sebagai salah satu sekolah yang konsisten mencetak prestasi di berbagai bidang, sekaligus menjadi wadah bagi tumbuhnya generasi muda berprestasi, disiplin, dan berakhlak mulia. Yudi

Pemkab Bogor Tutup Mata, SDN Rimba Kencana Rusak Berat

0

jurnalinspirasi.co.id – Meski telah disurvei beberapa tahun lalu, SDN Rimba Kencana yang rusak berat itu tak kunjung dibangun. Sekolah SDN Rimba Kencana  berada di pelosok kampung yang jauh dari keramaian kota  di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kini luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kepala Sekolah SDN Rimba Kencana  Suryana Kusmayadi membenarkan, sekolah SDN Rimba Kencana telah mengalami kerusakan yang cukup berat.

“Sudah lama mengalami kerusakan, namun  belum juga dibangun. Apalagi kondisi SDN Rimba Kencana saat ini sangat memprihatinkan,” kata kepala SDN Rimba Kencana Suryana Kusmayadi saat dihubungi Jurnal Bogor, Senin (21/10/2025).

Suryana menerangkan, pada tahun 2022 SDN Rimba Kencana sempet disurvei oleh pihak terkait namun setelah itu tidak  ada kabarnya lagi. Sampai saat ini kondisi SDN Rimba Kencana cukup parah lantaran belum juga dibangun Pemkab Bogor.

“Setelah disurvei waktu itu, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” paparnya.

Tak hanya SDN Rimba Kencana, sebelumnya diberitakan SDN Cisarua 01 Nanggung, Kabupaten Bogor  kondisi bangunan sekolahnya juga nyaris ambruk.

Kepala Sekolah SDN Cisarua 01 Yedih mengaku setelah ambruknya SDN Nangela di Desa Nanggung, ia juga khawatir bangunan sekolahnya yang sudah tua itu sewaktu-waktu bisa ambruk.

“Satu ruangan sudah sangat tua, khawatir  bisa ambruk juga seperti di SDN Nangela waktu itu,” kata Yedih kepada Jurnal Bogor, Senin (8/9/2025).

Kekhawatirannya memang cukup beralasan dimana usia sekolah sejak dibangun tahun 1982 belum pernah dibangun lagi dan hanya saja pernah rehab ringan saja. Kini sejumlah guru dihantui ketakutan karena usia bangunan sekolah yang menahan beban berat genteng itu bisa saja seketika ambruk.

Pihak sekolah juga mengakui jaringan listrik  sudah diputus, sebab pihak sekolah tak mau mengambil risiko ketika sewaktu-waktu sekolah itu ambruk. Disaat hujan dan genteng bocor pun, sejumlah guru tak ada yang berani  memperbaikinya .

“Tak ada yang berani memperbaiki, karena kondisi bangunan sekolah yang sudah tua itu membahayakan. Serta adanya keterbatasan ruangan, terpaksa kegiatan belajar terbagi dua sift,” ungkap Yedih.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera membangun sekolah yang nyaris ambruk itu, karena tidak menutup kemungkinan sekolah yang dibangun 1982 itu  bisa saja terjadi ambruk.

(Arip Ekon)

Antam Respons Ponpes yang Terbakar, Pemdes Parakan Muncang Segera Ajukan Perbaikan

0

jurnalinspirasi.co.id – PT Antam Tbk, UBPE Pongkor menyatakan akan membantu Pondok Pesantren Darul Iptida yang terbakar di Kampung Blok Paris di Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor pada Senin (20/10/2025).

“Setelah dicek, Antam siap membantu ponpes yang hangus terbakar,” kata Manajer CSR PT Antam Arif Rahman Shaleh saat dihubungi Jurnal Bogor, Selasa (21/10/2025).

Terbakarnya pondok pesantren yang biasa digunakan para santri itu, Antam meminta  pihak desa segera untuk mengajukan perbaikan.

“Karena pondok pesantren yang terbakar itu merupakan fasilitas untuk kegiatan keagamaan, untuk itu Kepala Desa segera mengajukan untuk perbaikan ke PT Antam,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, bangunan  Ponpes Darul Iptida ludes terbakar. Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin menjelaskan, Ponpes Darul Iptida yang dibangun menggunakan material kayu dan bambu membuat api mudah membesar membakar bangunan.

Informasi dari lingkungan pesantren, sebelumnya tidak ada yang mengetahui api muncul hingga cepat membesar dan memporakporandakan ponpes tersebut.

Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik, sejumlah santri dan masyarakat bergerak cepat memadamkan kobaran api tersebut hingga Satpol PP, Babinsa dan pihak kepolisian mendatangi lokasi ponpes.

“Bangunan yang terbakar itu yang biasa digunakan santri atau yang biasa disebut kobong,” ujar Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin kepada Jurnal Bogor, Senin (20/10/2025).

Kades menjelaskan, kejadian tersebut  sekitar pukul 09.00 WIB. Pihaknya berupaya untuk melakukan penanganan perbaikan ponpes yang terbakar dimana kerugian ditaksir puluhan juta.

“Sekarang ini bagaimana caranya agar fasilitas keagamaan pondok bisa dibangun lagi. Termasuk akan mengajukan bantuan perbaikan ke PT Antam. Dari musibah kebakaran yang menimpa pondok pesantren, kami akan mengajukan bantuan ke PT Antam,” jelasnya.

(Arip Ekon)