31.7 C
Bogor
Monday, August 17, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 969

Tawuran Saat Sahur, Delapan Remaja Diciduk

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak delapan remaja yang tengah tawuran di kawasan Loji, Kecamatan Bogor Barat ditangkap Polresta Bogor Kota, Selasa (12/4) dinihari pukul 03.52 WIB.

Dalam kesempatan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa satu bilah parang dari salah seorang remaja yang digunakan untuk melukai lawannya.

“Yang terlibat ada puluhan. Tetapi yang berhasil ditangkap ada delapan orang,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Doni Erwanto dalam keterangannya.

Menurut dia, sebelum tertangkap, para remaja ini mengaku memang mengadakan perjanjian dengan calon lawannya untuk tawuran. Aksi tawuran dilakukan menjelang waktu sahur.

“Beruntung, tim kami yang sedang patroli langsung mengamankan mereka saat sedang tawuran,” ucapnya.

Hingga kini, sambung dia, para remaja tersebut masih menjalani pemeriksaan, polisi juga akan memanggil orang tuanya masing-masing untuk pembinaan.

Ia pun mengimbau, agar orangtua untuk turut memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya terutama pada waktu malam sampai jelang sahur. “Biasanya, mereka janjian tawuran menjelang sahur, sekitar jam 02.00-03.00 WIB,” katanya.

Selama Ramadhan sampai hari ini, polisi telah mengamankan 43 orang pelaku tawuran. Dengan barang bukti berupa sarung yang berisikan batu, tiga buah senjata tajam, lima unit sepeda motor.** Fredy Kristianto

Komisi III Minta Pemkot Perhatikan Kebutuhan Masyarakat

0

JURNAL INSPIRASI – Komisi III DPRD Kota Bogor, telah selesai melakukan pembahasan Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bogor untuk tahun anggaran 2021. Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Iwan Iswanto secara tegas meminta agar di tahun 2022 ini, Pemerintah Kota Bogor lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat dari sektor pembangunan.

Sebab, berdasarkan LKPJ yang diterima olehnya, program RTLH dinilai belum maksimal dan pembangunan infrastruktur masih belum berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Kami melihat program yang sudah dijalankan ini hanya untuk pencitraan saja, bukan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Makanya kami minta agar pembangunan yang ada di Kota Bogor mulai diratakan di berbagai wilayah, tidak hanya di pusat kota,” kata Iwan, Senin (11/4).

Selain itu, Iwan juga mengaku Komisi III DPRD Kota Bogor, menyoroti perihal pengembangan aplikasi Sosial Integrasi Data (Solid) dan Sistem Administrasi Hibah Bansos Terpadu (Sahabat). Iwan menekankan kepada Diskominfo Kota Bogor, untuk meningkatkan kinerja aplikasi tersebut.

Sebab, berdasarkan laporan yang ia terima dari masyarakat, aplikasi tersebut masih bermasalah dalam hal pendataan dan verifikasi data pencairan serta pendaftaraan program RTLH.

“Pemkot Bogor jangan hanya membuat aplikasi saja lalu lepas tangan. Saya meminta agar aplikasi ini bisa dikembangkan agar masyarakat yang menerima manfaat bisa merasakaan kehadiran aplikasi tersebut,” tegas Iwan.

Untuk itu, hasil rapat pembahasan LKPJ ini, disebutkan oleh Iwan akan dibuat menjadi rekomendasi komisi III dan nantinya akan diserahkan kepada tim Pansus LKPJ agar bisa dirumuskan menjadi rekomendasi bersama DPRD Kota Bogor.** Fredy Kristianto

Mahasiswa Bogor Kembali Demo Turunkan Harga

0

Ada Kepentingan Oligarki

Bogor | Jurnal Bogor

Gelombang unjukrasa kembali terjadi di Kota Bogor, Selasa (12/4). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor menggeruduk Istana Kepresidenan Bogor.

Sebelumnya, mereka sempat melakukan long march dari Jalan Jenderal Sudirman. Tetapi, saat hendak mendekati istana, langkah mereka terhenti akibat barikade kawat berduri polisi.

Ketua HMI Cabang Kota Bogor, Sofwan Ansori mengatakan bahwa kondisi perekonomian negara mengalami kenaikan harga bahan pangan secara menyeluruh, efek tersebut terdampak pada kelangkaan dan mahalnya bahan pangan.

“Kenaikan harga bahan pangan merugikan masyarakat menengah kebawah. Terjadinya kenaikan harga yang signifikan terhadap beberapa kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan bahan bakar minyak,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut dia, disinyalir adanya kepentingan oligarki dibalik kenaikan harga minyak goreng yang  terjadi di Indonesia. “Mengapa demikian? banyaknya pengusaha serta distributor yang menerapkan dua harga berbeda untuk produksi Crude Palm Oil (CPO) serta produk turunannya,” katanya.

Tentunya, kata dia, kebijakan tersebut sangat menguntungkan bagi produsen CPO sehingga lebih memilih menjual minyak sawit untuk biodiesel daripada minyak goreng. Hal tersebut dapat dilihat dari data yang dirilis oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dimana tercatat alokasi CPO untuk kebutuhan biodiesel lebih besar jika dibandingkan untuk konsumsi atau minyak goreng.

“Selain itu juga, terdapat permasalahan berdasarkan penyelidikan pemerintah bahwa pasokan minyak goreng telah sengaja ditimbun oleh oknum produsen dan ddistributor,” katanya.

Kemudian, sambungnya, pengusaha melakukan pemasaran ke luar negeri secara besar-besaran dibandingkan ke dalam negeri. Meskipun dikenakan biaya pajak untuk ekspor. Namun, pengusaha tetap memilih pemasaran ke luar negeri karena harga jual yang lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Bogor, M Riaz Syafariqi mengatakan, berdasarkan penjabaran tersebut, kenaikan harga minyak goreng juga berdampak terhadap salah satu faktor pendorong inflasi pada Maret 2022.

“Sejak akhir tahun 2021, harga komoditas minyak goreng terus mengalami kenaikan secara signifikan hingga sekarang. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), di tingkat nasional, harga minyak goreng curah pada 29 Desember 2021 hanya Rp 18.400 per liter,” ungkapnya.

Sedangkan, per 8 April 2022, harga komoditas minyak goreng ini menyentuh Rp19.950 per liter. Apabila ditinjau dari aspek perdagangan internasional, kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh harga (CPO) dunia yang naik menjadi US$ 1.340/MT.

“Namun, selain CPO juga terdapat faktor lain yakni kenaikan harga minyak nabati dunia akibat adanya gangguan cuaca yang menekan tingkat produksi minyak nabati dunia,” katanya.

Ia menjelaskan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan inflasi pada bulan Maret 2022 sebesar 0,66 persen (mttm) sehingga secara tahunan mengalami kenaikan menjadi 2,64 persen.

“Hal tersebut terjadi akibat pemerintah mencabut Peraturan Kementerian Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022 tentang Harga Eceran Tertinggi. Sementara itu, deflasi pada bulan Februari sebesar 0,02 persen (mtm) juga dipengaruhi harga minyak goreng yang mengalami deflasi -0,11 persen,” jelasnya.

Hal ini, kata dia, disebabkan adanya kebijakan harga minyak goreng satu harga, minyak goreng curah Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium sebesar Rp14.000 per liter. Kemudian, pada April 2022 pemerintah akan memberikan bantuan untuk 3 bulan sekaligus yaitu April, Mei, dan Juni yang dibayarkan di muka pada bulan April 2022 sebesar Rp 300.000.

“Menurut Katadata, kenaikan harga komoditas, seperti minyak brent, gas alam, CPO, batubara, dan nikel disebabkan oleh terbatasnya tenaga kerja, adanya gangguan cuaca di beberapa lokasi produksi komoditas, invasi Rusia terhadap Ukraina, dan permintaan komoditas energi dan pangan meningkat di tengah pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Berdasarkan analisis menggunakan teori ekonomi permintaan dan penawaran, dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga komoditas berkorelasi positif terhadap permintaan dan penawaran yang ada.

“Pusat Penelitian Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI mengeluarkan isu sepekan bidang ekonomi dan kebijakan publik yang berisi tentang kenaikan harga (CPO) akibat permintaan CPO dari China untuk pengembangan bahan bakar biodiesel dan permintaan konsumsi masyarakat Indonesia setelah pandemi, sedangkan pasokan CPO dari Malaysia terbatas. Pada teori ekonomi supply and demand, ketika permintaan melebihi penawaran, maka harga akan melonjak,” bebernya.

Persoalan kenaikan harga bahan pangan tidak terlepas dari adanya polemik isu penundaan masa jabatan presiden tiga periode. Penundaan tersebut, diinisiatori secara langsung oleh lingkaran istana dan partai-partai besar di Indonesia. Secara data survey yang dirilis oleh litbang kompas menyatakan bahwa 66,7 persen masyarakat penundaan pemilu adalah kepentingan politik.

“Secara tegas harusnya Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk tidak membuat gaduh dalam mewacanakan isu tiga periode tersebut, karena perkembangan perekonomian dalam negeri sedang mengalami kesulitan untuk bangkit,” ucapnya.

“Kenaikkan harga bahan pangan dan pokok juga bersinggungan dengan kebijakan kementerian keuangan dalam meningkatkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen ke 11 persen. Kebijakan kenaikan PPN diawal bulan April memberikan dampak terhadap harga bahan pokok nasional dan masyarakat menengah kebawah yang kesulitan dalam mendapatkan bahan pokok,” katanya.

Ia menegaskan bahwa jeritan rakyat menengah kebawah terlihat jelas dengan adanya antrian panjang dalam mendapatkan minyal goreng dan kebutuhan pokok.

9 Tuntutan HMI kepada Jokowi:

1. Menuntut pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok
2. Menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas mafia minyak goreng
3. Menuntut pemerintah untuk mengevaluasi program Bantuan Langsung Tunai (BLT)
sebagai solusi untuk kelangkaan minyak goreng dengan menggunakan program subsidi.
4. Menuntut pemerintah untuk mengevaluasi distribusi pangan di setiap daerah.
5. Menuntut dan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
6. Mendesak Presiden RI untuk menindak tegas bagi para pejabat publik atau elit-elit politik yang mengusulkan perpanjangan masa jabatan presiden karena telah membuat kegaduhan di kalangan masyarakat.
7. Mendesak Presiden untuk mencabut kebijakan pemerintah terkait kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% karena akan semakin membebani ekonomi masyarakat.
8. Mendesak presiden untuk tidak memprioritaskan pembangunan ibu kota baru negara dan fokus pada pemulihan serta percepatan perekonomian pasca pandemi.
9. Meminta pemerintah untuk tidak terus memperbesar hutang negara.

** Fredy Kristianto

Harga Minyak Goreng Curah Lampaui HET

0

JURNAL INSPIRASI – Wakil Menteri Perdagangan (Mendag), Jerry Sambuaga mendatangi Pasar Bogor pada Selasa (12/4). Dalam kesempatan itu, ia masih menemukan harga minyak goreng curah masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Masih ada beberapa harga yang ada selisih dengan HET. Kami akan coba pastikan agar kedepannya sesuai HET Rp14 ribu per liter dan Rp15.500 per kilogram,” ujarnya kepada wartawan.

Ia mengatakan, rata-rata oedagang masih menjual minyak goreng curah Rp16 ribu ke atas. Atas dasar itu, ia meminya agar Pemkot Bogor memastikan harga yang dijual distributor bisa terjangkau masyarakat dan sesuai HET.

“Harga masih ada selisih Rp500 dari HET yang telah ditentukan. Ini menjadi catatan kami untuk memastikan ke depannya alur distribusinya tertata baik,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan komunikasi dengan distributor agar menjual minyak goreng sesuai HET.

“Kami akan melakukan pemantauan setiap hari, agar harga minyak dapat sesuai HET,” tandansya.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI, M Sarmuji mengatakan, jika pihaknya melihat ada beberapa yang mengalami kenaikan seperti bahan pangan terigu

“Kenaikannya 2000 per kilogram. Jadi ini kenaikan yang signifikan.
Kalau bahan yang lain naik. Itu ada faktor, seperti daging harganya naik sedikit ada juga harganya yang turun. Mungkin jumlah stok nya melimpah,” katanya.

Politisi Golkar ini menyebut, bila kenaikan harga terigu harus diantisipasi, karena permintaan terigu jelang Lebaran akan melonjak.

“Karena masyarakat akan banyak yang membuat kue dan lain sebagainya,” imbuhnya.** Fredy Kristianto

Banyak Wilayah Minim Penerangan, Sulaeman Pertanyakan Program Bogor Caang

0

Bogor Timur | Jurnal Bogor

Program Bogor Caang yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dipertanyakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor. Pasalnya, anggaran yang diajukan Pemkab, dalam hal ini Dinas Perhubungan, menurun dibanding tahun sebelumnya.

Sulaeman

“Banyak titik jalan yang minim penerangan, seperti di wilayah Bogor Timur, ujung Bogor Barat dan beberapa wilayah di perkotaan juga masih ada yang minim penerangan,  tapi anggaran malah semakin mengecil,” ucap Sulaeman, Selasa (12/4).

Anggota Badan Anggaran DPRD ini menyarankan agar Pemkab serius menjalankan program pembangunan. Menurutnya, minimnya penerangan di jalan Kabupaten Bogor berdampak pada keselamatan pengguna jalan.

“Jalan yang gelap berpotensi pada kecelakaan dan tindak kejahatan. Ditambah lagi banyak jalan yang rusak,” tambahnya.

Ia menuturkan, saat ini banyak tindak kejahatan maupun tawuran warga di titik yang minim penerangan.

“Tahun lalu anggaran untuk perawatan PJU senilai 8,5 miliar, tahun ini malah hanya 1,5 miliar,” ucap politikus PKS dari Dapil II ini.

Oleh karena itu pihaknya mendorong agar Pemkab bisa menyesuaikan kebutuhan anggaran melalui anggaran perubahan. Ini demi berjalannya program yang dicanangkan Pemkab, juga keselamatan bagi warga.

Dalam kesempatan yang sama, pihaknya menyampaikan apresiasi atas respons Dinas Perhubungan yang telah melakukan perbaikan PJU di beberapa titik di Jonggol.

“Terima kasih atas responnya, semoga titik lain pun mendapat penanganan yang cepat pula,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tunanetra di Yayasan Cahaya Al Anshor Rajin Tadarus dengan Alquran Braille

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Keterbatasan penglihatan tidak menghalangi sejumlah tuna netra di Kabupaten Bogor untuk melaksanakan tadarus Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan ini, Mereka masih bisa bertadarus dengam menggunakan Alquran Braille.

Dedi Supriyadi

Sembilan tunanetra dan satu Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ)  di Yayasan Cahaya Al Anshor di Kampung Pasirangin, Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup, tampak tekun saat bertadarus menggunakan Al-Qur’an braille. Mereka terlihat menghubungkan jari-jari tangan untuk meraba ayat-ayat Al-Qur’an.

Kepala Yayasan Cahaya Tunanetra, Dedi Supriyadi mengatakan bahwa kemampuan penerima manfaat beragam, ada yang sudah bisa membaca tulisan braille namun ada pula yang belum bisa.

“Kalau dirata-ratakan,  disini kebanyak yang belum bisa baca makanya ada pelatihan khusus baca tulis Al-Qur’an Braille, ada guru tersendiri,” katanya kepada Jurnal Bogor , Selasa (12/4/22).

Menurutnya, pada bulan Ramadhan ada waktu khusus untuk tadarus Al-Qur’an, yakni usai shalat Ashar dan Tarawih.

“Pagi shalat sunah, setelah itu menjemur badan, kemudian shalat Dzuhur. Selain itu, disini ada kegiatan merajut yaitu membuat kain lap yang dijual 10.000 untuk satu kain lapnya, dan itu untuk penghasilan mereka pribadi kita tidak ambil apapun, dan itu uang bersih diluar yang kita tanggung,” jelas Dedi.

Ditempat yang sama, salah satu tunanetra Rizky mengatakan, dia sudah 2 tahun dan bisa mengajarkan kepada sesama santri.

“Saya mondok sudah 2 tahun, saya dari Cisarua r, dibulan Ramadhan ini kita bertadarus menggunakan braille, Alhamdulillah walaupun agak susah lama-lama kita bisa,” ucapnya semangat.

** Nay /wisnu

Desa Pasir Mukti Rutin Cek Balita dan Ibu Hamil

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Pasir Mukti, Citeureup, Kabupaten Bogor rutin melaksanakan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan pengecekan kesehatan kepada balita dan ibu hamil.

Kepala seksi Pemerintahan Abdul Muthalib mengatakan, Posyandu ini dilakukan keliling di setiap RW dan sekarang jadwalnya di Desa Pasirmukti

“Kita punya posyandu 9 di masing masing wilayah kebetulan sekarang jadwal di Pasir Mukti di desa kita,” ungkap Abdul kepada Jurnal Bogor di ruang kerjanya, Selasa (12/04/2022).

Ia menyebut, kegiatan Posyandu setiap wilayah di 9 posyandu itu sebulan sekali dan targetnya untuk anak-anak dari umur 0-10 tahun.

“Target sasarannya bukan kepada  anak-anak saja, melainkan ke lansia dan ibu hamil juga,” ucapnya.

Di Posyandu, kata dia, masyarakat selain bisa melakukan timbang berat badan, juga mendapatkan makanan tambahan.

“Kita cek dari timbangan berat badan, cek darah, lalu diberi vitamin juga dan untuk  anak-anak kami beri PMT (Pemberian Makan Tambahan) tetapi  karena ini  bulan puasa kita gak berikan itu,” bebernya.

** Nay / Wisnu

Pemdes Singajaya Bagikan BLT – DD untuk Beli Kebutuhan Pokok

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Pemerintahan Desa Singajaya membagikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT – DD) kepada 133 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) sebesar Rp 300.000/ bulan untuk Januari sampai dengan Maret 2022.

Kepala Desa Singajaya H. Lili saat memberikan BLT-DD melakukan arahan bagi para penerima BLT- DD agar menggunakan uang untuk membeli kebutuhan pokok bukan untuk digunakan untuk kepentingan lainnya

.”Uang bantuan ini digunakan untuk membeli  kebutuhan pokok, jangan dipake bayar utang bang emok , apalagi pake beli rokok,” ucap Hj.Lily biasa disapa, Selasa (12/04/22).

Hj Lili meminta penerima bantuan BLT-DD  selalu menjalankan aktivitas dengan tetap protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Mencegah Covid-19 ini dengan patuhi prokes. Ingat keluar rumah harus gunakan masker,” imbuhnya.

Menurutnya, penerima BLT-DD mendapat Rp. 300,000,00 / bulannya , dan dicairkan untuk 3 bulan terhitung dari Januari – Maret, sehingga KPM langsung menerima sebesar Rp900.000,00 ,” paparnya.

Ia menyampaikan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga miskin yang terdampak Covid-19. Ia juga berpesan agar warga menggunakan uang bantuan ini sesuai dengan peruntukkannya.

“Gunakan uang untuk membeli kebutuhan pokok. Terakhir saya pesan, jangan lupa terapkan prokes dimana pun  berada, guna memutus rantai penyebaran Covid 19,” pungkasnya.

** Nay / Ramses

Ramadhan Penuh Makna, 1200 Siswa SMK Cendikia Muslim Gelar Doa Bersama

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Sejumlah siswa siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cendikia Muslim di Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar doa bersama.

Kepala sekolah SMK Cendikia Muslim Awaludin memaparkan bahwa tradisi tahunan mengirimkan doa bersama pada bulan Ramadhan 1443 Hijriah berjalan selama dua pekan kedepan.

Bertempat di halaman sekolah SMK Cendikia Muslim yang diikuti 1200 siswa, tak mau ketinggalan  para dewan guru hadir pula di acara tersebut.

“Kegiatan Ramadhan ini diisi dengan penumbuhan di bidang budi pekerti,” ujar Muslim, Selasa (12/4).

Usai melaksanakan Shalat Duha bersama dilanjutkan dengan tausiyah Ramadhan kemudian ditutup rangkain doa bersama.

Di setiap datangnya bulan Ramadhan, tradisi tahunan dengan digelar kegiatan keagamaan kini masih  terpelihara di SMK Cendikia Muslim.

Terlebih, kegiatan tersebut sejalan dengan  program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bertemakan Milenial Smarttren Ramadhan.

“Dengan ini bisa menumbuhkan nilai – nilai luhur Ramadhan serta penguatan karakter pendidikan dimasa  Covid-19,” kata Muslim.

Selama kegiatan berjalan diharapkan seluruh siswa dapat menambah dan memperluas wawasan keislaman. “Semoga dibulan Ramadhan ini bisa meningkatkan juga nilai amaliah. Selain itu, tentu  dapat mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, serta berkesinambungan antara pihak sekolah dengan orang tua murid,” tukasnya.

** Arip Ekon

Pembangunan Lahan Ekspedisi Pengangkut Air Galon Aqua Tutup Saluran Irigasi

0

Ciawi|Jurnal Bogor

Proyek pembangunan lahan parkir kendaraan ekspedisi pengangkut air minum galon merk Aqua, di Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, dikeluhkan warga. Sebab, pembangunan lahan parkir yang dilakukan PT. Balina Agung Perkasa (BAP) tersebut, diduga menutup saluran Daerah Irigasi (DI) Cikereteg-Rancamaya.

Ahmad Rifai Sogiri, warga Kampung Vulkanin, Desa Teluk Pinang menyayangkan adanya penutupan saluran irigasi yang dilakukan pihak pengusaha ekspedisi pengangkut prodak air minum galon PT. Tirta Investama atau Aqua.

 “Saya tidak tahu kenapa saluran DI Cikereteg-Rancamaya yang ada dibawah lahan parkir perusahaan ekspedisi itu ditutup,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (12/4).

Rifai panggilan sehari-hari warga Kampung Vulkanin tersebut menjelaskan, keberadaan irigasi yang ditutup, merupakan saluran air dari wilayahnya yang melintas ke Desa Bitungsari hingga Rancamaya Kota Bogor.

 “Irigasi ini berfungsi untuk menampung saluran air tadah hujan yang berasal dari perkampungan warga sampai wilayah Kota Bogor,” paparnya.

Rifai kuatir penutupan yang dilakukan pengusaha ekspedisi, bisa berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan bencana alam, terutama terjadinya banjir.

 “Kalau saluran irigasi ditutup, nanti air akan mengalir kemana, pastinya akan terjadi banjir. Ini yang saya takutkan,” jelasnya.

Sementara, Dedi Junaedi, pengawas irigasi Kecamatan Ciawi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A wilayah III mengaku, pihaknya tidak tahu adanya penutupan DI Cikereteg-Rancamaya yang berada di Desa Teluk Pinang oleh perusahaan ekspedisi PT BAP.

 “Belum ada laporan atau informasi ke kami, baik itu dari pelaksana proyek maupun pihak perusahaan ekspedisi,” akunya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

H. Alek, perwakilan PT BAP menjelaskan, penutupan saluran irigasi hanya bersifat sementara, karena untuk perlintasan kendaraan saat masuk ke lahan parkir.

 “Saluran irigasi ini juga sudah belasan tahun tidak berfungsi,” tukasnya.

** Dede Suhendar