27.2 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 961

Persikabo Berduka, Pemain Mudanya Alami Kecelakaan

0

JURNAL INSPIRASI – Publik Bogor dikejutkan dengan meninggalnya pemain muda Tira Persikabo Raychan Adji Pangestu akibat kecelakaan mobil operasional tim yang ditumpanginya dalam perjalanan ke Bali jelang laga kontra Arema FC pada paruh kedua atau putaran 4 Liga 1 2021/2022. Ucapan duka mengalir di grup perpesanan WhatsApp dan mendoakan almarhum seperti di grup WA Humas KONI Kabupaten Bogor.

“Mohon doanya teman teman untuk almarhum. Persikabo berduka. Pemain muda Persikabo U-18 (Raychan Adji) dan satu personil dari tim transportasi Persikabo (Amirulloh) wafat dalam kecelakaan lalu lintas di Banyuwangi  pada Senin pagi (03/1/2022) saat akan perjalanan menuju Bali. Mari kita panjatkan doa, agar almarhum mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah SWT, Amiin. Al-fatihah,” ungkap Kabid Humas KONI Kabupaten Bogor, Sugiarto Otray.

BACA JUGA: Butuh Rp2 M untuk Operasikan Biskita Selama Sebulan

Media Officer Persikabo Nandang Permana Sidik membenarkan peristiwa kecelakaan yang terjadi di Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur itu. “Dalam mobil operasional tim, Avanza. Ada tiga orang, meninggal 2 orang. Sopir sama Raychan,” kata Pepe, sapaan akrab Nandang seperti dimuat Antara.

Sampai dengan saat ini, belum diketahui kronologi lengkap kecelakaan tersebut, namun yang pasti mobil operasional itu dikemudikan Amirulloh dari personel tim transportasi dan ditumpangi pemain Persikabo Raychan dan Bintang Yudha.

Kedua korban tewas adalah Raychan dan Amirulloh, sedangkan Bintang Yudha dikabarkan selamat dan mengalami luka ringan. Saat ini, manajemen Persikabo berada di Banyuwangi untuk mengurus jenazah Raychan dan Amirulloh.

Rencananya, jenazah Raychan dibawa ke rumah duka yang beralamat di Jalan Perjuangan No 9 RT 013/05, Kebon Pala, Kecamatan Makassar, DKI Jakarta. Demikian juga jenazah Amirulloh yang dibawa dan dikebumikan di kampung halamannya.

**ass

Butuh Rp2 M untuk Operasikan Biskita Selama Sebulan

0

Dana Talangan Tunggu Persetujuan BPTJ

JURNAL INSPIRASI – Pemberhentian sementara pengoperasian Biskita Transpakuan yang merupakan program Buy The Service (BTS) oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ternyata bukan hanya berimbas terhadap tidak beroperasinya armada bis, tetapi juga gaji sebanyak 121 karyawan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan bahwa pihaknya bersama BPTJ dan KSO Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) selaku operator Biskita Transpakuan telah melaksanakan rapat untuk membahas perihal tersebut pada Senin (3/1).

Menurut dia, KSO PDJT juga mempertanyakan kepada BPTJ mengenai penggunaan dana talangan agar dapat menggaji paramudi serta tetap mengoperasikan Biskita untuk sebulan kedepan.

“Tapi itu belum ada jawaban resmi dari BPTJ, karena harus ada pembahasan lebih mendalam. Mengingat BTS ini dilaksanakan di seluruh Indonesia, sehingga setiap kebijakan harus dipikirkan secara matang, supaya tak ada kecemburuan antar daerah,” ujar Eko kepada wartawan, Senin (3/1).

Eko menegaskan bahwa penggunaan dana talangan merupakan kewenangan KSO PDJT. Apabila dalam aturan main BTS diperbolehkan, maka dana talangan akan digunakan.

“KSO sendiri siap menggunakan dana talangan, artinya bis bisa jalan lagi. Asalkan nanti bisa dirembes,” kata pria yang hobi sepakbola itu.

Kata dia, berdasarkan pembicaraan dengan KSO, kurang lebih dibutuhkan dana sebesar Rp2 miliar untuk mengoperasikan Biskita dan menggaji karyawan selama satu bulan. “Itu sudah termasuk operasional dan gaji,” tegas Eko.

Lebih lanjut, sambung dia, penghentian sementara BTS dimulai sejak 1 Januari dan akan berlangsung hingga evaluasi menyeluruh yang dilakukan BPTJ selesai.

“Ya, maksimal sebulan. Soalnya kan evaluasi menyeluruh sebulan, seperti sistem lelang e-katalog yang saat ini sedang dibahas pusat. Kemudian, mengenai pelaksanaan dari single years menjadi miltiyears begitu juga subsidinya,” jelasnya.

Selain itu khusus Kota Bogor, BPTJ sedang berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk penentuan tarif Biskita. “Sebab, tarif bukan ditentukan oleh pemerintah daerah,” ucapnya.

Eko juga mengaku telah melakukan sosialisasi kepada warga terkait penghentian sementara Biskita. Bahkan, petugas Dishub langsung melakukannya di shelter-shelter yang ada.

Sementara itu, Wali Kota Bima Arya mengatakan, apabila BPTJ memberikan lampu hijau mengenai dana talangan, kemungkinan dalam beberapa hari kedepan, Biskita akan kembali mengaspal.

Bima menuturkan, BTS adalah kerjasama antara BPTJ dengan PDJT. Dalam hal ini BPTJ memberikan bantuan mensubsidi rupiah per kilometer.

Pemkot Bogor dalam hal ini memegang peranan penting yakni melakukan pengkondisian untuk rute, trayek dan koridor. Termasuk mengkomunikasikan dengan Organda dan semua stakeholder.

“Ini bagian yang sangat tidak mudah, yang didaerah lain tidak bisa dicapai kesepakatan. Kemudian pemkot bersama-sama dengan BPTJ menyiapkan shelter-shelternya,” kata Bima.

Sebelumnya, Direktur PDJT Kota Bogor, Lies Permana Lestari pemberhentian operasional angkutan massal berskema BTS ini dilakukan secara serentak se-Indonesia. Dimana untuk di Kota Bogor diputuskan oleh BPTJ.

Lies menjelaskan, momen pemberhentian operasional Biskita akan dilakukan pihaknya sebagai ajang pembenahan administrasi dan evaluasi, untuk meningkatkan kualitas layanan Biskita Transpakuan ke depan. Apalagi pemberhentian layanan ini diperkirakan bisa berjalan selama sebulan lamanya.

“Waktu satu bulan ini kami akan mengevaluasi Biayanya Operasional Kendaraan (BOK). Termasuk melakukan perawatan, pembenahan, servis kendaraan dan hal lainnya sebagai data bagi kami untuk meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Kata dia, sebanyak 109 pramudi dan 12 karyawan PDJT, Lies mengaku sudah melakukan sosialisasi tersebut sesegera ia menerima surat keputusan dari BPTJ, terkait pemberhentian sementara layanan bus ini.

**Fredy Kristianto

Begal Tetangga Sendiri, Tiga Pemuda Diciduk

0

JURNAL INSPIRASI – Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota menciduk sebanyak tiga pemuda berinisial APP, AS dan SP lantaran membegal SAF, yang merupakan tetangganya sendiri pada Sabtu (1/1).

Diketahui, aksi begal tersebut dilakukan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, sekitar pukul 02:00 WIB. Awalnya, korban yang merupakan warga Kebon Kelapa ini tengah berkendara melintasi TKP.

“Tiga pelaku memepet kendaraan korban hingga SAF terjatuh bersama sepeda motornya. Kemudian, ketiganya memukuli korban berkali-kali pada bagian kepala. Saat SAF sudah tak berdaya, mereka mengambil dompet dan handphone,” ujar Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto, Senin (3/1).

Menurut dia, usai kejadian korban beserta orangtuanya langsung membuat laporan polisi. Kemudian, sambungnya, pada hari yang sama, polisi berhasil mengamankan ketiga pelaku pada sebuah rumah yang dijadikan tempat berkumpul di sekitar Kebon Kelapa.

Kompol Dhoni menjelaskan, bila pihaknya juga mengamankan dua unit sepeda motor yang digunakan untuk melakukan pembegalan.

“Sekarang para pelaku ada di Mako Polresta Bogor Kota untuk diperiksa lebih mendalam,” katanya.

Kata dia, ketiganya dipersangkakan dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 12 tahun penjara.

** Fredy Kristianto

Seng Gedung Kemuning Gading Timpa Kendaraan Dinas

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak tiga seng Gedung Kemuning Gading menimpa kendaraan dinas milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor yang sedang terpakir pada Senin (1/3). Akibatnya, spion mobil patah dan body mobil mengalami baret-baret.

Satpam DPMPTSP Kota Bogor yang kebetulan sedang berjaga, Adi Yusuf mengungkapkan bahwa saat kejadian angin sedang kencang di bagian atap dan sempat memutar serta terdengar gemuruh.

“Sempet panik, sampai pada mau keluar, cuma engga diizinkan,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, warga yang melihat kejadian tersebut, Kiki terkejut dan kaget. Karena suasananya sedang cerah.

“Saya pikir dari pembangunan sebelah ternyata dari atap gedung gedung kemuning gading jatuhnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto yang langsung meninjau lokasi mengatakan, Gedung Kemuning Gading merupakan bangunan tua, dan Pemkot Bogor sendiri sudah membahas keberlangsungan bangunan itu.

“Kami sudah bahas Kemuning Gading, apakah dipertahankan menjadi gedung kesenian atau mau dibongkar. Eh ternyata setelah dibahas malah terjadi sesuatu disini,” ucap Bima.

Bima mengaku akan memimta dinas terkait untuk mengecek kelaikan bangunan tersebut. Sekaligus memastikan rencana penataan aset seputar balaikota seperti apa ke depan termasuk masa depan gedung.

**fredyk

Ferrari Ditabrak Sepeda Motor di Lampu Merah Toll BOR

0

JURNAL INSPIRASI – Satu unit mobil mewah bermerek Ferrari ditabrak pengendara sepeda motor, pada minggu (2/1) malam.  Saat itu mobil Ferrari tersebut sedang  berada di Lampu Merah Toll BOR. Akibatnya, dua pengendara sepeda motor mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas)  Polresta Bogor Kota, Kompol Galih Apria mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat motor yang dikendarai oleh Yusuf Ikhwan(21) bersama dengan Hilman Nazwan(16) tengah melaju dari arah talang menuju Warung Jambu.

Lantaran terburu-buru mereka menerobos lampu merah dan menabrak mobil Ferrari yang dikendarai oleh Ben Ukraina (48).

“Dua orang pengendara motor mengalami luka ringan.Sedangkan untuk mobil Ferrarinya mengalami kerusakan di bagian depan,” pungkasnya.

**fredyk

Ditjen Dikti Ristek Danai LPPM Unpak Bangun Ikon Situ Tunggilis Sebagai Obyek Wisata Desa Situsari

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Ditjen DIkti Riset) melalui  program “Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa Tahun Anggaran 2021”, memberikan pendanaan kepada LPPM Unpak dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “ Penataan Ruang Situ Tunggilis Untuk Pengembangan Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan”.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini berlokasi di Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang melibatkan 5 orang dosen dan 10 orang mahasiswa dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan Bogor. 

Dr. Ir. Janthy T Hidayat, MSi, sebagai ketua tim menyatakan bahwa pembangunan Ikon Situ Tunggilis merupakan salah satu bentuk hasil kegiatan pengabdian masyarakat dijadikan sebagai penanda dan pengarah  keberadaan obyek wisata Situ Tunggilis di Desa Situsari yang akan menarik perhatian masyarakat atau wisatawan untuk datang serta menjadi pemicu pengembangan wisata di Situ Tunggilis.

Pengabdian masyarakat ini dikaitkan dengan kebijakan Pemda Kabupaten Bogor yaitu pembinaan desa wisata, dimana telah dihasilkan master plan dan animasi kawasan wisata Situ Tunggilis akan dijadikan sebagai modal fisik untuk mengembangkan obyek wisata serta pelaksanaan pelatihan keuangan, SDM dan pemasaran digital bagi masyarakat sebagai modal sosial  dalam pengelolaan dan pengembangan desa wisata.

Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini merupakan ajang mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, pemanfaatan hasil kerja dosen dan mahasiswa, pelibatan praktisi dan masyarakat, merupakan perwujudan kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan “Merdeka Belajar Kampus Merdeka” yang mendorong fleksibilitas kampus dalam kolaborasi  dan sinergi bersama dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat umum.

Kepala Desa Situsari , H. Dahlan dan Direktur BUMDes Wijaya Kusumah, Arif Suratman menyatakan bahwa masyarakat Desa Situsari menyambut baik kegiatan ini dan berharap  akan terus bersinergi serta bersemangat mewujudkan program ini untuk meningkatkan perekoniman desa dan kesejahteraan masyarakat.

**rls-un

Usai Dilantik, Camat Cigombong Lakukan Silaturahmi

0

JURNAL INSPIRASI – Usai dilantik menjadi Camat Cigombong beberapa hari lalu oleh Bupati Bogor, Ade Yasin di Ruang Rapat 1 Sekda, Rabu (29/12/2021), Raden Eman Irwan Somantri, langsung melakukan silaturahmi dengan para kepala desa, Koramil 0621-12 Cigombong-Cijeruk, Kapolsek Cigombong-Cijeruk dan para tokoh masyarakat.

Kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar roda pemerintahan setelah memimpin di Kecamatan Cigombong tersebut, dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Cigombong, Senin (3/1/2022).

Raden Eman Irwan Somantri, Camat Cigombong mengatakan, setelah dilantik dirinya langsung bersilahtuhrami dengan para kepala desa beserta Ketua PKK. Hal ini bertujuan untuk memperlancar roda pemerintahan sesuai arahan dari pimpinan, yaitu Bupati Bogor.

“Tidak ada kata untuk berleha-leha, langsung tancap gas agar lancarnya pelayanan kepada masyarakat dan roda pemerintahan. Sesuai arahan dari Bupati Bogor terutama bagai mana caranya mensukseskan program vaksinasi. Lalu terkait PPKM agar selalu mengingatkan masyarakat jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan (Prokes),” katanya kepada wartawan.

Setelah libur Natal dan Tahun baru, lanjut mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cibinong tersebut, kedepannya jangan sampai Covid-19 menjadi gelombang ke 3. Terlebih adanya varian baru Virus Omicron, sehingga perlu adanya kehati-hatian dari masyarakat agar jangan sampai tertular akibat mengabaikan Prokes.

“Situasi masih pandemi, kita harus waspada, apa lagi muncul varian baru yaitu Omicron. Kita tidak akan bosen terus mengingatkan masyarakat, selanjutnya kita berbenah. Artinya mempersiapkan pembangunan yang skala prioritas, karena awal tahun sudah ada didalam Musrenbang 2023 dan RKPDes tahun 2022,” ungkapnya.

Maka dari itu, setelah bersilahtuhrami dengan para kepala desa, Camat Cigombong akan memetakan wilayahnya terlebih dahulu serta berkenalan dengan masyarakat setempat, agar tahu kondisi dan keadaan di wilayah.

“Satu atau dua bulan saya adaptasi dulu. Bekerja sesuai tugas dan fungsi saya. Saya berharap agar semua pihak yang terlibat di pemerintahan untuk saling kordinasi, ini untuk kelancaran pembangunan yang ada di Kecamatan Cigombong,” tukas Raden Eman Irwan Somantri.

** Deni Pratama

Dikerjakan CV. Mandosi Jaya, Proyek SDN 2 Cipelang Molor

0

JURNAL INSPIRASI – Kembali, proyek Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor yang pengerjaannya belum selesai alias molor ditemukan di wilayah selatan. Kali ini, proyek rehabilitasi ruang kelas bertingkat SDN 2 Cipelang yang dikerjakan CV. Mandosi Jaya belum rampung pengerjaannya.

Dari pantauan Jurnal Bogor, proyek yang bersumber dari Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor senilai 735 juta lebih itu, dimulai dari tanggal 12 Oktober hingga 28 Desember 2021.

Cilung, warga Kecamatan Cijeruk mengaku heran dengan pekerjaan proyek di SDN 2 Cipelang yang sampai saat ini belum selesai pembangunannya. Padahal, sesuai dengan kontrak, batas waktu pengerjaan sudah terlambat.

“Kalau batas waktu sampai tanggal 28 Desember 2021, berarti pengerjaan sudah molor selama 6 hari,” katanya kepada wartawan tidak jauh dari lokasi proyek, Senin (3/1/2022).

Menurutnya, melihat kondisi bangunan yang belum mencapai tahap finishing atau akhir, tentunya menghambat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang sebentar lagi sudah diperbolehkan PTM (Pelajaran Tatap Muka).

“Ini kan bisa menghambat kegiatan PTM yang akan dilaksanakan pihak sekolah,” ujar Cilung.

Cilung mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Disdik jangan melakukan pembiaran terhadap pelaksana proyek yang sudah merugikan, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Masyarakat jelas dirugikan, lantaran menghambat kegiatan belajar. Makanya pemerintah harus menindak tegas pelaksana proyek,” paparnya.

Selain pelaksana, lanjutnya, konsultan pengawas yang mengawasi pelaksanaan proyek rehabilitasi SDN 2 Cipelang, harus ikut bertanggungjawab dengan molornya pengerjaan tersebut.

“CV. Rorompok Raos Dimensi selaku konsultan pengawas, harus diberikan sanksi tegas juga. Lantaran tidak melaksanakan fungsinya dengan baik dan benar,” tegas Cilung.

Ditemukannya proyek rehabilitasi ruang kelas bertingkat SDN 2 Cipelang, menjadi rentetan tiga proyek dibawah Disdik Kabupaten Bogor yang gagal dalam pengerjaannya. Sebelumnya, proyek pembangunan unit gedung baru (UGB) SMPN 3 Megamendung yang dikerjakan CV. Ratu Zalva juga pengerjaannya molor, bahkan masih dibawah 60 persen progres pembangunan nya.

Begitu juga dengan proyek proyek pembangunan unit gedung baru (UGB) atau unit sarana baru (USB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Caringin, Kecamatan Caringin yang dikerjakan CV. Oryano, Dimana, proyek yang menghabiskan duit rakyat sebesar 5,8 miliar tersebut, hingga batas waktu pengerjaan tanggal 22 Desember 2021 belum juga selesai.

** Dede Suhendar/Deni Pratama

Soal PKL Pasar Citeureup, Firdaus: Saya Buat Perjanjian Saat Itu, TJU Untuk Parkir Bukan Untuk PKL

0

JURNAL INSPIRASI – Menanggapi persoalan Pasar Citeureup, dimana Tepi Jalan Umum (TJU) yang kini sudah dipenuhi PKL, membuat Firdaus Nurrohim yang saat itu menjabat sebagai Kepala UPT Parkir PKB Terminal Wilayah II Ciawi pernah membuat perjanjian dengan Nurlela sebagai Direktur PT. Barisan Baraya Hiraya angkat bicara perihal isi perjanjian yang pernah dibuatnya dahulu.

Firdaus Nurrohim

Firdaus mengatakan, perjanjian tersebut dibuat untuk menertibkan parkir, sehingga  area TJU yang ada di Pasar 1 dan Pasar 2 Citeureup untuk parkir pengunjung pasar, baik mobil maupun motor, dan jika saat ini TJU berubah jadi PKL, dia mengaku tidak tahu karena perjanjian saat itu hanya berlaku ketika dia menjabat.

” Secara otomatis perjanjian itu sudah tidak berlaku lagi, dulu memang pernah kami tegur dan kami tertibkan hingga bersih dari PKL dan saya pun pernah menegur Bu Lela karena isi perjanjian itu TJU untuk parkir bukan untuk PKL,” paparnya, Senin (03/01/22).

Menurutnya, selama dia menjabat sebagai UPT Parkir saat itu, semua lancar baik setoran maupun fungsinya, setiap bulannya ke Pemda.  PT.BBH menyetor sebesar 600.000 per bulannya untuk parkir di area TJU.

“Saya nyatakan jika masih ada yang jual surat perjanjian itu, saya nyatakan itu sudah tidak berlaku secara otomatis, karena saya sudah tidak menjabat lagi sebagai KA UPT Parkir , dan saat itu TJU untuk parkir kendaraan bukan untuk PKL,” jelasnya.

Terpisah disampaiakn oleh Hedi Heriyadi, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. Dia menegaskan, jika dengan aturan yang baru ini perjanjian itu sudah tidak berlaku lagi, karena sudah ada aturan yang baru sehingga setiap perjanjian yang menggunakan aset Pemda harus diperbaharui lagi.

” TJU itu kan tugasnya Pol PP, untuk menertibkan, kami hanya mengurus parkir, memang benar saat itu ada kesepakatan yang mungkin dibuat oleh UPT Parkir, tapi secara otomatis semuanya sudah tidak berlaku lagi, apalagi peruntukan TJU dalam perjanjian itu untuk parkir bukan untuk PKL,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ibu-ibu di Gunung Sari Kaget, Belasan Anak Ular Kobra Masuk Rumah

0

JURNAL INSPIRASI – Penemuan belasan anak ular di sebuah rumah warga di Kampung Tonggoh RT 5/1 Desa Gunung Sari, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, Senin (3/1/22), membuat warga dan pemilik rumah geger.

Kronologi berawal pada pukul 06.00 WIB, saat ibunya Anis ingin mengambil paku di bawah wastafel kemudian ia kaget yang ia pegang ternyata anak ular.

“Penemuan ular jenis Kobra Jawa kata Damkar, ibu saya yang menemukan, pertama ditemukan pagi di satu kantong plastik pas mau ngambil paku eh diketemuinnya malah anak ular 3 ekor,” ujar Anis, pemilik rumah kepada Jurnal Bogor, Senin ( 03/01/22).

Menurutnya, kemungkinan ular masuk dari saluran pipa belakang rumah yang terbuka dari kejadian itu membuat Anis  dan ibunya menjadi syok.

“Menurut tim Damkar ular lewat dari saluran pipa air di belakang, tembusannya ke samping rumah, ada kaya paralon gitu, kemungkinan masuknya dari situ dan sampai sekarang sudah ditemukan 17 anak ular. Indukan belum ketemu, yang ditemukan juga sisiknya aja untuk indukan,” katanya dengan raut cemas.

Sementara itu petugas Damkar regu dua dalam video yang diunggah di Instagram Bogor24update mengatakan, ular yang ditemukan yaitu ular Kobra dan ditemukan belasan ular di tempat berbeda.

“Ini Kobra ini, ini yang ke-13 anak ular di Citeureup, Kampung Tonggoh dan masih proses pencarian,” kata dia dalam video.

Dari penelusuran Jurnal Bogor, ular tersebut sebanyak 17 ekor yang sudah didapat dan 2 ekor dibawa oleh Tim Damkar dan sisanya sudah dimatikan warga.

** Nay / Wisnu