32.6 C
Bogor
Friday, August 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 908

Momen Pelepasan Siswa-siswi MI dan MTs PUI Lamping Disambut Baik Orangtua Murid

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Para orang tua siswa menyambut baik dengan dihelatnya pelepasan siswa-siswi setelah adanya kelonggaran pandemi Covid-19 yang mewabah selama tiga tahun terakhir. Seperti yang terlihat di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Persatuan Umat Islam (PUI) Lamping, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. 

Iwan Nasution

Setelah enam tahun dinanti, sejak pagi hari tampak hadir puluhan siswa-siswi mengikuti momen bahagia pada prosesi Paturay Tineung. Menariknya, pantauan Jurnal Bogor para pedagang dari warga sekitar maupun warga luar wilayah memadati lokasi untuk mengais rezeki, dan para pedagang pun seperti memanfaatkan momen keramaian pelepasan siswa  tersebut.

Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah PUI Lamping Iwan Nasution mengatakan, helaran kelulusan untuk mengapresiasi serta mengucapkan perpisahan kepada murid-murid yang selama enam tahun dibinanya.

Rasa terima kasih disampaikan pihak sekolah kepada anak-anak dan orangtua murid. “Bagi orang tua siswa, terimakasih atas kolaborasi yang baik serta kepercayaannya selama anak-anak bersekolah di jenjang ini,”  ujar Iwan Nasution kepada Jurnal Bogor, Minggu (3/7).

Sebagai wujud syukur,  setelah para siswa melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat Covid 19 kata dia, alhamdulillah pada tahun ajaran 2021 -2022 anak-anak bisa kembali melaksanakan pelepasan begitu meriah.

Semarak pelepasan dan kenaikan kelas berlangsung dua hari yang diikuti siswa- siswi MI dan MTs PUI Lamping. Bahkan juga digelar wisuda putra putri usia dini dari PAUD Darul Anwar. “Acara ini ditunggu karena menjadikan ajang untuk temu kangen anak-anak dengan para guru juga,” ungkapnya.

Diakuinya, guna mendukung suksesnya acara, masyarakat  sekitar dinilaunya sangat guyub. “Pak Kades, tokoh masyarakat serta orang tua murid kompak mendukung kegiatan yang digagas pihak sekolah,” imbuhnya.

Hadir pada acara tersebut, Pengawas Madrasah Mashudi, Kepala Desa Sukaluyu Aos Hermawan dan Babinsa Desa Sukaluyu Koptu Supriyadi.

Menurut Mashudi, jumlah murid di Madrasah PUI Lamping saat ini masih standar, karena  di wilayah Kecamatan Nanggung masih ada sekolah madrasah dengan jumlah siswanya dibawah seratus. “Antusiasme masyarakat tinggi menyambut perayaan pelulusan seiring  jumlah siswa madrasah PUI Lamping yang masih bagus,” ucap Uus, sapaan akrbanya.

Tak hanya itu, sekolah yang berada dibawah naungan Departemen Agama yang meliputi Kecamatan Dramaga, Rancabungur dan Kecamatan Nanggung ini mengapresiasi laporan administrasi yang dibuat pihak madrasah PUI Lamping.

“Administrasi seperti LPJ dana bos maupun laporan administrasi lainnya di madrasah PUI Lamping cukup baik dan  tersusun rapi,” kata dia mengakhiri.

** Arip Ekon

Forkopimcam Kerja Bakti Bersih-bersih di Lokasi Bencana

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Leuwiliang bersama Pemerintahan Desa (Pemdes) se-Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor melakukan kerja bakti di wilayah yang terdampak bencana banjir bandang Kampung Cisarua, Desa Purasari, belum lama ini.

Terlihat sejumlah kepala desa membawa anggotanya turun langsung membantu membersihkan puing-puing bekas banjir Sungai Cisarua.

“Kita hanya bisa mensuport bantuan yang sederhana dengan cara bekerja bakti bersama- sama. Selain itu kita juga memotivasi masyarakat,” kata Kepala Desa Leuwiliang Iman Nurhaiman.

Pihaknya juga berupaya menggeser bebatuan yang terbawa arus, namun harus menggunakan alat berat. 

“Saya berharap dari Pemda Kabupaten Bogor bisa membantu bencana ini untuk memperbaiki sungai Cisarua. Karena ini menyangkut masyarakat banyak,” paparnya.

Sekretaris Kecamatan Leuwiliang Iwan Darmawan juga mengatakan, bersama para kepala desa se-Kecamatan Leuwiliang,  dengan sukarela membantu membenahi saluran-saluran yang memang harus perlu penanganan.

“Ini harus segera ada penanganan seperti pemasangan bronjong. Sementara saat ini kita hanya membersihkan puing-puing bekas banjir bandang agar aliran sungai ini bisa lancar,” kata dia.

Menurut Iwan, pihak kecamatan sejauh ini belum mendapatkan data kerugian  lahan persawahan yang terkena dampak banjir bandang tersebut. “Saat ini  pihak kecamatan baru mendapatkan data rumah-rumah yang hancur saja, sedangkan untuk lahan pertanian seperti sawah itu belum,” ujarnya.

Dia memerintahkan pemerintah desa untuk segera mendata hal itu, dengan begitu pemerintah kecamatan akan mendata dan melihat. “Agar setelah ada data pihaknya bisa mengajukan ke pihak terkait supaya ada bantuan bagi petani,” tukasnya.

** Andres

Perumda  Pasar Tohaga Salurkan Bantuan

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Untuk meringankan kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah Kampung Tanjungsari, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang,  Perumda  Pasar Tohaga Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan.

Kedatangan mereka ke wilayah yang sempat terisolasi karena terputusnya akses utama disambut hangat oleh warga dan anak-anak sekitar. Mereka yang didampingi oleh relawan Tim Trabas, selain memberikan bantuan berupa perlengkapan anak sekolah demikian, juga pemberian makanan balita seperti susu dan cemilan dan memberikan trauma healing.

“Kegiatan ini disupport oleh para pedagang pasar se-Kabupaten Bogor, selain kita salurkan perlengkapan anak sekolah juga ada perlengkapan untuk pesantren diantaranya Al-Qur’an,” ungkap Kepala Pasar Leuwiliang Mulyadi kepada JurnalBogor belum lama ini.

Kebutuhan tersebut kata dia, termasuk yang diperlukan berdasarkan hasil pendataan pihaknya. “Walaupun jumlahnya tidak banyak yang kita salurkan, mudah-mudahan bisa  bermanfaat bagi korban banjir bandang,”  ujarnya.

Sementara, Ketua RW Asnim mengaku, sudah sepekan lebih pasca bencana longsor yang wilayah  meliputi dua RT dan ratusan Kepala Keluarga (KK) tersebut masih belum bisa dilalui oleh kendaraan. 

Kendati begitu kebutuhan logistik sandang pangan sudah tercukupi. Dia berterima kasih kepada para pedagang pasar yang sudah peduli bencana. “Kami mewakili masyarakat disini sangat berterima kasih, mudah mudahan diberikan kesehatan lahir dan batin,” tukasnya. **Andres

Polsek Leuwiliang dan Bhayangkari Polres Pulihkan Kepercayaan Diri

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Bertepatan hari ulang tahun Bhayangkara ke-76, Kepolisian Sektor (Polsek) Leuwiliang bersama dengan Bhayangkari Polres Bogor menghibur masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang di Kampung Cisarua, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang.

Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto menyatakan, disamping program trauma healing, pihaknya membawa tim kesehatan untuk pengobatan gratis dan vaksinasi bagi yang belum divaksin.

“Kita melakukan edukasi dan trauma healing untuk membangkitkan kembali rasa kepercayaan diri masyarakat, terutama anak-anak yang terdampak,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (1/7).

Menurutnya, dalam program tersebut ibu-ibu Bhayangkari berbagi kebahagiaan dengan cara hadir langsung menghibur anak-anak yang mengalami trauma dan rasa khawatir. Dalam kesempatan tersebut, anak-anak turut diberikan makanan dan perlengkapan sekolah.

“Saya berharap anak- anak ini timbul kembali rasa kepercayaan dirinya, tidak ada rasa takut lagi dan bisa normal kembali seperti biasa,” tukasnya.

** Andres

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, PPMKP Kementan Gencarkan Sosialisasi P4GN dan Tes Urine

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo secara konsisten dan berkomitmen mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Komitmen Mentan SYL dalam hal ini di antaranya memastikan seluruh pegawai Kementan bebas narkoba serta secara aktif melakukan edukasi bersama BNN (Badan Narkotika Nasional), merujuk hal tersebut, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Kementerian Pertanian gencarkan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sekaligus tes urine sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Obat Terlarang (Narkoba) di lingkup pegawai pada Jumat (01/07).

Menyadari besarnya dampak dari penyalahgunaan narkoba, Yusral Tahir, Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) kembali menegaskan pada seluruh jajaran dan pegawainya akan konsekuensi yang harus dihadapi dari penyalahgunaan narkoba.

“Teman-teman, seperti yang kita tahu dampak penyalahgunaan narkoba tidak hanya untuk jangka pendek tetapi juga jangka panjang. Oleh karena itu kita sepakat jika ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan pegawai maka konsekuensinya rehabilitasi hingga pemberhentian dengan tidak hormat”, tegas Yusral.

Sementara itu, Welly Riza Mukti, penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, menyebutkan menurut Presiden Joko Widodo, Indonesia dalam Status Darurat Narkoba.

“Presiden Joko Widodo pada Tahun 2014 di Universitas Gadjah Mada pernah menyatakan bahwa Indonesia Darurat Narkoba”, kata Welly.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya letak geografis, modus operandi, mesin pembunuh, lapas, hukum, kerugian, demografis, dan peredaran.

Benteng pertahanan menurut Welly yang pertama kali yang harus dibangun yaitu diri sendiri dan keluarga. Oleh karenanya, melalui sosialisasi P4GN ini diharapkan peserta mampu memahami bahaya dari penyalahgunaan narkoba dan cara pencegahannya. Peran serta masyakat juga memiliki andil dalam membantu pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika.

Giat sosialisasi P4GN merupakan wujud implementasi Rencana Aksi Nasional P4GN tahun 2020 – 2024 yang termuat dalam Instruksi Presiden No 2 Tahun 2020 dan juga dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional yang jatuh pada tanggal 26 Juni lalu, sekaligus bentuk dukungan terhadap Kementerian Pertanian yang baru-baru ini meraih penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Hari Anti Narkotika Internasional 2022.

Kementan dinilai sebagai Lembaga Pemerintah terbaik yang telah berperan aktif dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

** Nita/PPMKP

Kuatkan Kelembagaan P4S Ibu Kota, Kementan Berikan Banper

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Dua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) DKI Jakarta terima Bantuan Pemerintah (Banper) berupa sarana dan prasarana penunjang pembelajaran. Bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian Kementerian Pertanian melalui Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi dalam mendukung penguatan kelembagaan P4S sebagai pembaharu perdesaan. Hadir secara langsung menyerahkan banper, Kepala PPMKP, Yusral Tahir pada Kamis (30/06) di P4S Seruni Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Berlokasi di kebun hidroponik milik Eka Yulianti, Yusral menyebutkan banper P4S menjadi salah satu stimulan dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penguatan kapasitas SDM.

“P4S sebagai salah satu pusat pengembangan SDM pertanian yang strategis sekaligus pembaharu perdesaan harus terus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai guna menggenjot produktivitas pertanian kita”, sebut Yusral.

Ia pun mengajak pengelola P4S penerima untuk memanfaatkan banper sebaik mungkin.

“Ayo, manfaatkan bantuan ini guna meningkatkan produktivitas pertanian kita melalui penyuluhan dan pelatihan, minimal menjaga produktivitas hasil pertanian untuk kebutuhan pangan wilayah setempat”, ajak Yusral.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan keberhasilan pembangunan pertanian tak lepas dari peran semua pihak, utamanya SDM Pertanian yang memberikan kontribusi cukup baik dalam mendukung program pembangunan pertanian.

“BPPSDMP berada di garis terdepan dalam pembangunan SDM pertanian, itu berati segala sesuatu yang terkait peningkatan kapasitas SDM merupakan tugas BPPSDMP”, kata Dedi.

Sejurus dengan hal tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo meminta agar penguatan kapasitas SDM pertanian harus terus ditingkatkan. Syahrul juga menegaskan bahwa saat ini pihaknya terus mendorong pertanian yang maju, mandiri dan modern.

“Modern itu berarti di dalamnya kita bicara SDM. Bagaimana mau cepat kalau masih pakai kendaraan kemarin. Bagaimana mau maju kalau ilmunya, teknologinya, mekanisasinya masih seperti yang kemarin”, tutur Syahrul.

Sebagai informasi, P4S penerima banper kali ini yaitu P4S Mawar dan P4S Seruni Indah yang merupakan 2 dari 11 P4S terpilih dalam seleksi yang dilakukan oleh PPMKP beberapa waktu lalu. Sarana dan prasarana penunjang dalam banper tersebut meliputi laptop, external hard disk, printer, layar screen, proyektor, kursi, dan meja.

** Nita/Yudi/Osi PPMKP

Peduli Anak Korban Banjir Bandang, Ormawa FIKES UIKA Beri Bantuan dan Trauma Healing

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Bogor, membuat Organisasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UIKA Bogor tergerak rasa kemanusiannya. Diinisiasi Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan ( DPM FIKES ), mereka bersama-sama menggalang dana, menyalurkan bantuan bagi penduduk yang terkena bencana banjir dan longsor di Kp. Cisarua Desa. Purasari Kec. Leuwiliang Kab. Bogor, Kamis (30/06/2022).

Aksi kemanusian ini dikoordinatori oleh Ketua DPM FIKES, Sandi Kurniawan. Bantuan yang disalurkan berupa obat-obatan, kebutuhan bayi dan sembako seperti, mie instan, susu, gula, beras dan kebutuhan sebagainya yang dibutuhkan warga.

Selain memberikan bantuan berupa sembako dan obat-obatan, Ormawa FIKES serta melakukan trauma healing kepada para anak-anak korban banjir di Kp. Cisarua.

Menurut Sandi, hal ini perlu dilakukan buat mengembalikan rasa percaya diri dan menghilang rasa stress berat ketakutan terlebih pada anak-anak di pengungsian.

Terlihat di lokasi pengungsian, seluruh pengurus Ormawa Fikes yang hadir menaruh semangat dan memberikan hiburan kepada penduduk terlebih buat para anak-anak. 

” Saya sangat senang bisa ikut serta dalam penggalangan dan penyaluran bantuan untuk para korban banjir Desa Pusarasi dan Puraseda, Kecataman Leuwiliang. Dari titik kumpul, perjalanan menuju lokasi bencana bisa ditempuh sekitar 2,5 jam, lokasinya cukup jauh.” ujar Ketua BEM FIKES UIKA.

Wulan berharap, apa yang dilakukan mahasiswa dari Organisasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UIKA Bogor bisa bermanfaat bagi korban banjir bandang dan longsor di Kecamatan Leuwiliang.

“Saya dan teman-teman lainnya banyak belajar, utamanya adalah belajar untuk lebih bersyukur. Semoga yang terdampak bisa lekas pulih kembali, juga tidak lupa kami berterima kasih kepada para donatur, semoga menjadi amal kebaikan yang tidak terputus. ” tutupnya.

** Ical/mg-uik

Pengusaha Muda Sukajaya Lebarkan Jalan dan Bangun Turap untuk Warga

0


Jonggol | Jumal Bogor
Acep Supriadi putra asli Jonggol yang juga berprofesi sebagai pengusaha tak hanya berpangku tangan, Namun kerap membantu membangun desa yang menjadi tempat tinggalnya.

Acep Supriadi

Kali ini, pengusaha muda tersebut melakukan pelebaran jalan agar warga yang melintas yang notabene petani bisa turut menikmati jalan mulus dan lebar.


Jalan desa ini sudah dibeton oleh desa dengan lebar 2 meter, namun sering kali kejadian ada perwis mobil yang membuat jalan tidak bisa bergerak apalagi kanan kiri sawah tanpa turap cukup menghawatirkan juga jika si pengendara kurang lihai dalam berkendara pasti terperosok, tuturnya pria 29 tahun tersebut kepada Jumal Bogor, Kamis (30/06/22).

Dari kejadian itu dia berinisiatif untuk melebarkan jalan tersebut dan membuat turap di setiap pinggiran jalan. Selain untuk safety juga, agar turap jalan terlihat lebih lebar.

“Atas nama CV UMP Group saya coba untuk melakukan pelebaran jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut, beserta turap dari dana pribadi, dan al hamdulilah apa yang kami buat mendapat respon positif dari masyarakat, papar Acep biasa disapa.

Dia sebagai pengusaha lokal yang tinggal di Kampung Cisewu RT 01/03 mengaku peduli dengan
lingkungan dan jika saja semua pengusaha peduli dengan lingkungannya, dia juga yakin tidak akan
ada ketimpan gan di kampung tersebut.

“Semoga apa yang dilakukan oleh CV UMP ini bisa menjadi inspirasi bagi pengusaha yang ada di
Desa Sukajaya khususnya, dan bagi perusahan yang berdomisi di luar Desa Sukajaya yang memiliki
aset di Desa Sukajaya, dimohonlah untuk sedikit peduli dan peka terhadap kebutuhan masyarakat
Desa Sukajaya,” pintanya.

Apalagi, kata dia, pengusaha dari luar daerah yang memiliki aset di Desa Sukajaya cukup lumayan
banyak, namun kehadiran mereka belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.


“Saya juga mengucapkan terima kasih ke aparat setempat ketua RT dan RW, terutama Bapak Didi
Ketua RW 03 yang selalu mendukung kegiatan saya ini, karena setiap apa yang ingin saya keniakan
merupakan hasil musyawarah dengan tokoh masyarakat dan lainnya sehingga kegiatan ini bisa
terwujud dan insya Allah bermanfaat untuk masyakaat banyak,” pungkasnya.

** Nay Nurain

Kementan Gelar Pelatihan Cegah PMK

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyebar di sebagian wilayah Indonesia, 18 Provinsi dan 180 Kab/Kota. Berdasarkan data per 12 Juni 2022, dari 140.298 ternak yang sakit, sebanyak 36.924 dinyatakan sembuh.

Kementerian Pertanian melalui unit-unit kerjanya melakukan langkah solutif untuk mengatasi PMK. Di antaranya dengan mengadakan Posko, Tata Kelola lalu lintas ternak, bantuan obat, vitamin, vaksinasi, pelatihan-pelatihan dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta masyarakat tidak panik menanggapi kondisi tersebut. “PMK dapat ditangani, tidak perlu panik. PMK dapat disembuhkan dengan tingkat kematian yang relatif rendah. PMK tidak membahayakan manusia, dengan daging manusia bisa dikonsumsi dengan protokol pemotongan yang baik,” ujar Mentan Syahrul.

Langkah solutif dan antisipatif telah ditempuh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), yang secara teknis dilaksanakan oleh UPT Pelatihan dan Pendidikan Pertanian.

Seluruh komponen di bawah BPPSDMP wajib turun, terutama tenaga medik dan paramedik, untuk peran aktif menanggulangi penyebaran PMK. “Semua harus turun ke lapangan,” seru Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi.

Untuk segera memutus penyebaran PMK, sebanyak 86 kegiatan telah diselenggarakan BPPSDMP di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk Pelatihan, Bimbingan Teknis, Sosialisasi, Pendampingan, Webinar, Desinfektan Kandang, Vaksinasi, hingga Pengobatan Hewan Ternak.

Melalui UPT Pelatihan BPPSDMP khususnya yang bergerak di subsektor peternakan dan Kesehatan hewan, telah dilaksanakan berbagai pelatihan untuk pencegahan dan penanggulangan PMK dilakukan secara offline dan online, terutama di wilayah wabah PMK.

“Secara offline, Pelatihan Pengendalian dan Penanganan PMK telah dilaksanakan di wilayah Mojokerto Jawa Timur, Jawa Barat meliputi Depok, Bogor, Depok, dan Tangerang serta Bangka Tengah dengan total peserta mencapai 160 orang, “terang Dedi.

Pelatihan penanggulangan ini diberikan oleh dokter hewan dan medik veteriner yang dibantu oleh berbagai unsur mulai dari pemerintah, tokoh mayarakat, dan mahasiswa.

Sementara, Pelatihan Vaksinasi juga diselenggarakan di Kota Batu dengan sasaran peserta terdiri dari dokter hewan, paramedik, dan mahasiswa FKH Surabaya dan Malang. Diharapkan dengan pelatihan ini dapat memperlengkapi peserta pelatihan untik menjadi tenaga vaksinator cadangan yang berkompeten. Sedangkan di wilayah Mojokerto telah diselenggarakan pemberian Vitamin C dan perlakuan desinfektan total di 28 wilayah.

Pelatihan tidak hanya Jawa Barat dan Jawa Timur sebagai wilayah terdampak terbanyak, UPT Pelatihan Binuang dan Kupang bergerak menyelenggarakan Pelatihan dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian PMK untuk wilayah Kalimantan hingga Provinsi NTT, khususnya Kota Kupang.

“Sembilan UPT Pendidikan Pertanian juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengendalian penyebaran PMK. Mulai dari memberikan pelatihan pengendalian hingga menyediakan tambahan tenaga vaksinasi dengan melatih mahasiswa, serta pemberian vaksinasi dua gelombang dengan target 100 dan 200 ekor per hari di wilayah Dinas Peternakan Kota/Kab Malang,” kata Dedi lagi.

Dedi menambahkan jika BPPSDMP akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge untuk mendukung upaya penanggulangan PMK. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam pengendalian dan pemberantasan PMK sekaligus mengurangi penyebaran.

“Untuk menanggulangi PMK ada berbagai cara, ada berbagai teknik, ada berbagai pendekatan. Jadi pelatihan ini sangat penting dan urgent,” ujarnya.

Pelatihan secara online untuk pencegahan dan pengendalian PMK diantaranya melalui webinar. Sebanyak 22.278 orang mengikuti pelatihan melalui zoom dan Youtube, dan 12.478 orang mengikuti Pelatihan online Vaksinasi PMK. Sedangkan diseminasi pencegahan dan Pelatihan PMK melalui Program-program Utama BPPSDMP diantaranya melalui Bertani On Cloud, MSPP dan MAF yang diikuti sebanyak17.646 peserta.

**PPMKP/Kementan

Nasdem Beri Sinyal PKS dan Demokrat

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bogor, Benninu Argoebie mengaku masih menunggu instruksi DPP untuk menjalin ikatan di daerah dengan Partai Demokrat dan PKS. Hal itu menyusul dengan adanya Silaturahmi Kebangsaan antara Nasdem, Demokrat dan PKS, beberapa waktu lalu.

“Silaturahmi Kebangsaan itu tentunya kami sambut baik di daerah namun dari itu kami di daerah masih menunggu instruksi dari DPP,” ujar Benninu kepada wartawan, Kamis (30/6).

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Benn itu meyakini bila Nasdem, PKS, dan Demokrat Kota Bogor memiliki hubungan yang baik.

“Jadi Insya Allah, ketika DPP menginstruksikan terkait membangun koalisi. Kami akan segera tindak lanjuti,” kata Benn.

Benn juga menegaskan bahwa saat ini pihaknya sudah membuka komunikasi dengan Ketua PKS dan Demokrat ‘Kota Hujan’. “Sudah mulai dibuka channelnya,” singkat dia.

Lebih lanjut, Benn berharap, kedepannya baik Nasdem, PKS, dan Demokrat mempunyai niat baik bersama untuk membangun Indonesia yang lebih baik, dan Kota Bogor pada khususnya.

“Insya Allah, kita bisa bersama-sama membangun Kota Bogor,” ucapnya.** Fredy Kristianto