27.9 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 907

3 Hari tak Pulang, Seorang Pria Ditemukan tak Bernyawa

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Warga Desa Sukadamai dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria yang mengambang di aliran kali kecil di Kampung Cimenyan, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Senin (16/5).

Saat ditemukan kondisi mayat dalam keadaan terlungkup, menggunakan baju lengan panjang berwarna hitam, dan menggunakan celana panjang bermotif loreng, serta kondisi mayat sudah membengkak.

Saat dievakuasi oleh pihak TNI Polri setempat, serta dibantu oleh warga mayat pria tersebut diketahui bernama Ridwan Jaelani usia (31) warga Kampung Waru RT 02 RW 03 Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur.

Kepala Desa Sukadamai Apud Syaripudin membenarkan bahwa pria yang ditemukan dalam keadaan meninggal yang ditemukan di aliran kali kecil tersebut benar warganya.

“Betul telah diketemukan mayat laki-laki di wilayah Sukadamai di sebuah kali kecil Sukadamai, dari atasnya pelebaran jalan jalur Cimenyan-Limusnunggal ke Cimenyan, ialah warga saya yang sudah 3 hari tidak pulang ke rumahnya,” ujarnya.

Apud menambahkan saat ini, mayat yang sudah diketahui indentitasnya tersebut langsung dibawa oleh pihak keluarga untuk dikebumikan lantaran menolak untuk diautopsi oleh pihak kepolisian.

“Jenazah langsung dimakamkan oleh pihak keluarga karena menolak untuk diautopsi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

UPT Pengelolaan Sampah Wilayah 2 Jonggol Lakukan Opsih

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

UPT Pengelolaan Sampah 2 Jonggol melakukan operasi bersih – bersih (opsih) di jalan area Kampung Bengkok RT 01 dan 02 RW 10 Desa Jonggol. Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan dan sosialiasi kepada masyarakat  usai perayaan Idul Fitri 1443 H supaya tidak membuang sampah sembarangan.

Operasi penanganan sampah dilakukan  menerjunkan 15 petugas pesapon  di sepanjang ruas jalan tersebut. Setiap  bertugas mengawasi warga yang membuang sampah sembarangan.

Kasubag TU UPT PS wilayah 2 Jonggol Eming Sutisna  mengatakan, operasi penanganan sampah sudah  berulang kali  dilaksanakam sebagian besar warga yang melanggar bukan berasal dari Desa Jonggol.

“Dalam operasi penanganan sampah ini terjaring puluhan orang , sebagian besar orang yang ingin melintas pergi ke pasar,” papar Eming Sutisna, akhir pekan kemarin.

Warga yang terjaring operasi, lanjut Eming  hanya didata dan diberi peringatan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. “Upaya ini juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat. Jika ternyata membandel, maka kami akan tegakan perda,” tegasnya.

Menurutnya, masih saja ada warga yang membuang sampah di pinggir jalan. Padahal setiap pagi mobil truk sampah melintas di ruas jalan tersebut. “Buang sampahnya nanti kalau mobil datang. Jangan buang di pinggir jalan, jadi terlihat kumuh,” pintanya.

Selain operasi penanganan sampah, kata dia,  pihaknya juga sudah memasang baliho peringatan tidak boleh membuang sampah sembarangan di sejumlah tempat. Upaya ini untuk mengubah sikap warga yang masih membuang sampah sembarangan.

“Ada baliho kami buat dan terpasang di sejumlah titik. Tujuannya agar memberikan kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, semoga tulisan – tulisan peringatan itu bisa menyadarkan kebiasaan buruk mereka,” pungkasnya.

** Nay / Ramses

Camat Jonggol Gelar Halal Bihalal Sekaligus Lepas Sambut

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kecamatan Jonggol menggelar halal bihalal sekaligus pisah sambut Kasie Pemberdayaan Masyarakat di aula kecamatan, akhir pekan kemarin. Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan, agenda ini merupakan acara rutin Kecamatan Jonggol yang diselenggarakan setiap tahun.

“Alhamdulillah, acara halal bihalal ini adalah kegiatan tahunan yang biasa diselenggarakan,” jelas Andri kepada Jurnal Bogor.

Dia menjelaskan, selain ajang silaturahmi, halal bihalal tahun ini sekaligus melangsungkan pisah sambut  Kasie Pemberdayaan Masyarakat, Durahman.

“Seperti yang kita ketahui bersama, Kasie PM Durahman sudah memasuki masa purna tugas, saya ucapkan terimakasih kepada Bpk Durahman yang telah memasuki purna tugas. Semoga segala kebaikan yang  bapak  lakukan selama menjalankan tugas di Kecamatan Jonggol mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Selanjutnya mari kita sama-sama tingkatkan kegiatan pelayanan kita di semua sector,” pinta Andri.

Acara tersebut turut dihadiri  Danramil, Kapolsek , Ketua MUI, Kepala KUA , DMI dan para Kades se-Kecamatan Jonggol.

“Saya berterimakasih kepada Kasie yang lama dan  tetap  bersemangat selama  menjalankan tugas yang ikut dalam membangun Jonggol dan saya ucapkan selamat bergabung untuk yang baru menduduki posisi Pak Durahman semoga bisa bersinergi untuk membangun Kecamatan Jonggol menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

** Nay / Ramses

Pertanyakan Izin, Warga Cibolang Ontrog PT BAP

0



Ciawi | Jurnal Bogor
Belum juga selesai permasalahan perusakan aset negara, karena saat melakukan perluasan lahan parkir, PT Balina Agung Perkasa (BAP) menutup saluran air Daerah Irigasi (DI) Cikereteg-Rancamaya. Kali ini giliran warga Kampung Cibolang RT 02 RW 07, Desa Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, ontrog perusahaan ekspedisi pengangkut air minum tersebut.

Warga bersama Ketua RT 02 RW 07 mendatangi PT BAP, Senin (16/5) pukul 14.00 WIB itu, diterima pihak security PT BAP dan ditengahi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Telukpinang.

Ketua RT 02 RW 07, Desa Telukpinang, Nurpajri mengatakan, kedatangan warga ini buntut dari kekesalan terhadap PT BAP yang ada di wilayahnya. Karena, semenjak ada pembangunan tidak pernah meminta izin kepada lingkungan.

Persoalan lain yang membuat warga mendatangi pengusaha ekspedisi perusahaan air minum terbesar di wilayah selatan Kabupaten Bogor itu, adanya lahan warga yang dijadikan tempat pembuangan bahan material seperti, bekas kayu, bambu dan pepohonan.
“Jadi ada beberapa tuntutan warga, yakni terkait izin pembangunan, izin pembuangan bahan material atau limbah pembangunan ke lahan warga tanpa izin dan masalah pematokan,” ungkapnya kepada wartawan saat mendatangi PT BAP, kemarin.

Nurpajri minta agar pihak perusahaan segera merealisasikan semua tuntutan warga tersebut. Sebab, apabila permasalahan ini tidak segera diselesaikan, kuatir warga akan kembali mendatangi perusahaan dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

“Kalau sampai tidak ada penyelesaian satu atau dua hari ini, kami takutkan warga akan datang lagi ke pihak PT BAP,” tegas Ketua RT 02 tersebut.

Usup Supriadi, warga RT 02 mengaku kesal terhadap pihak perusahaan yang seenaknya menyimpan atau membuang bekas bahan material proyek pembangunan ke lahannya, mulai dari potongan kayu, bambu maupun lainnya.

“Harusnya pihak PT BAP minta izin dulu ke saya kalau mau membuang bekas bahan material. Ini minta izin juga tidak, tahunya di lahan saya banyak potongan kayu, bambu dan pepohonan yang ditebang,” akunya.

Usup menegaskan, pihaknya akan meminta ganti rugi kepada pihak perusahaan yang sudah membuang bahan bekas material ke lahannya.

“Wajar saja kalau saya minta ganti rugi juga, toh banyak tanaman di lahan saya yang rusak akibat membuang bekas material proyek pembangunan lahan parkir PT BAP,” paparnya.

Sementara, security PT BAP, Andri menjelaskan kedatangan warga dan Ketua RT 02 Kampung Cibolang ini, yakni mempertanyakan izin pembangunan, izin penyimpanan bekas bahan material di lahan warga dan penutupan saluran irigasi.

“Tuntutan warga ini sudah kami sampaikan ke pimpinan. Mudah-mudahan segera ada penyelesaian,” tukasnya.

** Dede Suhendar 

Bibit Alpukat Untungkan Warga Karyasari

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Warga Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, membudidayakan berbagai jenis bibit alpukat, salah satunya bibit alpukat Miki yang cukup populer. Peluangnya juga menjanjikan karena potensi pasarnya masih terbuka lebar.

“Buah siap konsumsi seperti alpukat peluangnya masih bagus, sampai kapan pun tetap laku. Di lain sisi, perawatannya juga mudah,” ungkap Pembudidaya dan Pembibit Alpukat Joni saat ditemui wartawan di rumahnya, belum lama ini.

Joni menjelaskan, tanaman alpukat Miki bisa hidup dan tumbuh dengan baik di dataran tinggi atau rendah. Perawatannya juga cukup mudah, masa produktif pohon alpukat Miki juga tergolong lama. Dengan perawatan maksimal, pohon alpukat tetap produktif belasan hingga puluhan tahun lamanya.

“Pengalaman saya, dari bibit setinggi 50 sentimeter, hanya butuh dua tahun sampai tiga tahun sudah berbuah,” jelasnya.

Menurut dia, bahwa dalam satu musim pohon alpukat bisa dipanen hingga tiga kali asal nutrisi tanah bagus. Terlebih untuk pohon yang sudah berusia 5 – 6 tahun, satu pohon alpukat bisa menghasilkan hingga 4 kwintal buah dalam satu musim.

“Untuk saat ini harga satu kilogram buah alpukat berkisar dari belasan hingga puluhan ribu rupiah tergantung jenisnya, harga itu untuk jenis buah alpukat dengan varietas unggul,” paparnya.

Kata dia, dirinya memiliki ratusan bibit dari belasan jenis alpukat dengan varietas unggul dan populer. Diantaranya yang dia sebut yakni Miki, Aligator, Kendil, Markus, Non Biji, Hass Australia, Mentega, Mentega Jumbo, Red Vietnam, dan jenis Wurtz, California. 

“Harga bibit rata-rata mulai dari Rp 30 ribuan. Yang paling mahal Rp150 ribu yang jenis Hass. Bibitnya produksi sendiri dan semua sudah siap tanam,” ucapnya.

Dia menyebut agar pohon alpukat yang baru tanam bisa cepat berbuah yakni dengan pemberian pupuk kandang sebagai dasaran pohon diberikan dua kali dalam setahun. Selain itu juga diimbangi dengan pemberian pupuk kimia yang memiliki kandungan kalium dan phospat tinggi untuk disemprotkan. Itu untuk memancing buah agar cepat keluar.

“Kita di Desa Karyasari menanam bibit sebanyak 10 ribu yang terpecah penanamannya yang ada di masyarakat yang ada di kampung tamansari. Alpukat jenis Miki jadi perkiraan 2025 Desa Karyasari paling terbanyak alpukat Miki se- kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Andres

Band Tipe X dan Artis Dangdut KDI Meriahkan Gebyar Symphoni SMK Pesona Dywantara

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Puncak hari lahir atau harlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pesona Dywantara ke-10 melaksanakan beberapa rangkaian  kegiatan yang digelar di halaman sekolah di Desa Sibanteng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, kemarin.

Ketua Yayasan SMK Pesona Dywantara Budiantoro mengatakan, dengan mengangkat tema ‘Berprestasi Melalui Seni Untuk Berprestasi’, milad tersebut diisi beberapa rangkaian kegiatan diantaranya  turnamen futsal,  tabligh akbar, pengajian dan ditutup dengan pentas seni (pensi) siswa dan siswi.

“Untuk pentas seni taun sekarang  ini kita menghadirkan bintang tamu dari Tipe – X  dan artis dangdut KDI Asep Pantura,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya memaksimalkan ekstra kurikuler (Ekskul) agar anak-anak itu tidak lari ke kenakalan remaja yang terutama masalah tauran jadi anak-anak kita giring disekolah dan agar betah disekolah.

“Salah satu contoh kalau seni ekskul ada seni musik kemudian seni tari, dance itu kita fasilitasi sehingga anak-anak tidak akan sempat berpikir negatif di luar. Jadi waktunya lebih banyak di sekolah, termasuk olahraga,” jelasnya.

Ia berharap, dengan bertambah tahunnya SMK Pesona Dywantara bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang anak-anaknya menyekolahkan di sekolah tersebut.

“Kemudian outputnya nanti setelah keluar anak kita itu betul- betul bisa bekerja atau bisa melanjutkan dengan membuka lapangan usaha baru sesuai dengan visi misi SMK Pesona Dywantara dan bisa memberikan jawaban yang diberikan tantangan oleh kementrian atau dalam hal ini pemerintah Republik Indonesia,” pungkasnya.

** Andres

Tak Kunjung Pulang, Keluarga Afan Lapor Polisi

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Sudah hampir dua pekan M. Afan Maulana (12) belum ditemukan. Warga Kampung Liopabrik, RT 02 RW 03, Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor hilang sejak 4 Mei 2022 dan keluarga korban pun akhirnya melaporkan kepada pihak berwajib.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Setu, Aja Najarudin mengatakan, pihaknya yang mendampingi keluarga korban dan Ketua Rukun Warga (RW) melaporkan kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Jasinga Polres Bogor, Senin (16/5/2022).

“Iya atas instruksi Ibu lurah Esa Asmarini hari ini kita dampingi ibu Bedah membuat leporan anaknya yang hilang, semoga dengan adanya pelaporan dan bantuan dari Polsek Jasinga Afan dapat segera ditemukan,” ungkapnya.

Kata Aja, selepas pelaporan pihaknya akan terus mendampingi upaya pencarian anak Afan dengan menyebar foto Afan ditiap-tiap wilayah dan pusat keramaian.

“Kita sudah cetak tinggal kita perbanyak laku akan kita sebar dan tempel di tempat-tempat keramaian biar Afan lekas diketemukan dan pulang,” ujarnya.

Ditempat yang sama, ibunda Afan Maulana, Bedah Jubaedah menyampai dengan penuh harapan agar sesiapa pun yang melihat dan menemukan anaknya untuk segera menghubunginya melalui nomor 0857-7402-1367 atau membawanya ke kantor kepolisian terdekat.

“Mohon bantuan dari semuanya yang melihat atau menemukan Afan segera menghubungi atau bawa sja ke kantor polisi,” pungkasnya.

** Andres

Sebanyak 27 Nama Pemain Tim Kecamatan Cigudeg Bakal Berlaga di Piala Ade Yasin 2022

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Sebanyak 27 nama pemain dari tim Kecamatan Cigudeg akan berlaga di turnamen sepakbola  U-19  antarkecamatan se-Kabupaten Bogor dengan label Piala Ade Yasin Bupati Bogor 2022.

Hal tersebut, setelah Pemerintah Kecamatan (Pemcam) bersama Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Cigudeg, melaksanakan rapat evaluasi panitia dan pelaporan tim pemandu bakat di aula Kecamatan Cigudeg, belum lama ini.

Camat Cigudeg Pardi mengatakan, sebelum perekrutan pihaknya terlebih dulu melaksanakan Trofeo antardesa, dalam rangka pencarian bakat untuk membentuk satu tim Kecamatan Cigudeg U-19 yang akan berlaga di Piala Bupati Bogor yang akan digelar pada 3 Juni 2022 mendatang.

“Setelah melaksanakan Trofeo antar desa kita sudah mendapatkan 27 anak-anak U-19 yang akan kita seleksi untuk dilanjutkan dan menjalani pemusatan latihan selama kurang lebih dua Minggu untuk membentuk satu tim inti,” ungkapnya.

Dari 27 nama itu, kata Pardi semuanya perwakilan dari masing-masing desa, hal tersebut diambil untuk memberikan kekompakan dan kebersamaan. “Ini adalah tim kecamatan yang direkrut dari masing-masing desa, jadi semua desa ada kekompakan dan kebersamaannya,” ujarnya.

Pardi berharap kepada jajaran panitia yang sudah ditunjuk untuk bisa melaksanakan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab dan mengawal tim Kecamatan Cigudeg ini untuk mencapai target yang terbaik.

Dengan begitu, anak-anak yang terpilih menjadi skuad tim Kecamatan Cigudeg bisa memberikan kemampuan skil dalam pertandingan nanti secara maksimal.

“Kita ingin menunjukkan kemampuan anak-naka kita karena kejuaraan itu tidak menjadi segala-galanya,” paparnya.

Sementara, Sekretaris Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Cigudeg Andi Supriyadi menjelaskan, setelah melakukan seleksi melalui Trofeo saat ini telah diumumkan nama nama pemain yang terpilih sebanyak 27 orang dari seluruh desa yang ada di Kecamatan Cigudeg.

“Walaupun komposisi pemain yang diambil dari setiap perwakilan desa tidak merata, ada yang dua dan ada yang tiga orang dari masing-masing desa, tetapi ini adalah nama-nama yang memang kerangkanya dibutuhkan untuk tim KOK Cigudeg,” jelasnya.

Andi berharap, selama dua pekan ini bisa membuat program latihan dan bisa memberikan hasil yang maksimal. “Dari pengurus KOK Cigudeg mendukung sepenuhnya kepada panitia Tropeo U-19, yang akan melatih mereka,” pungkasnya.

** Andres

Pekik Perjuangan Buruh dari Kapolri Saat Puncak Peringatan May Day

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dalam acara puncak peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day Fiesta tahun 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (14/5).

Guyuran hujan tak menghentikan langkah Kapolri untuk ikut meninjau pengamanan dalam rangka memperingati May Day 2022, sekaligus menyapa serta melihat secara langsung semangat kelompok elemen buruh, yang terus berjuang demi keadilan serta kesejahteraan.

Sambutan hangat dari kelompok buruh bergemuruh menyambut kehadiran Kapolri. Semangat tersebut pun dibalas suara lantang Kapolri, dengan menyerukan pekik perjuangan dari kelompok buruh.

“Dalam kesempatan ini, izinkan saya untuk mengucapkan pekik perjuangan buruh. Hidup buruh!. Hidup buruh!. Hidup buruh!,” kata Sigit dengan suara lantang disambut gemuruh para buruh yang ‘membanjiri’ Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Usai menggemakan pekik perjuangan, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan harapannya agar seluruh elemen buruh di Indonesia dapat semakin sejahtera, sebagaimana yang terus dikawal dalam perjuangannya selama ini.

“Tentunya saya selaku Kapolri mewakili seluruh institusi Polri, dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan selamat ulang tahun untuk seluruh rekan-rekan buruh, baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Semoga buruh semakin sejahtera,” ujar Sigit.

Dihadapan puluhan ribu pasang mata, Sigit pun menyampaikan apresiasinya kepada elemen buruh yang telah berpartisipasi langsung dan aktif membantu Pemerintah Indonesia dalam penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19.

“Bagaimana rekan-rekan bersama dengan kami dan seluruh elemen bangsa lainnya melakukan dengan kerja keras menghadapi Pandemi Covid-19, dengan berbagai macam kegiatan yang kita laksanakan mulai dari mengikuti aturan prokes, mengikuti aturan PPKM bahkan buruh terlibat langsung dalam kegiatan vaksinasi untuk kepentingan masyarakat,” ucap Sigit.

Bahkan, kata Sigit, prestasi Negara Indonesia terkait jumlah vaksinasi yang mencapai 408 juta atau menjadi negara terbesar kelima di dunia, tidak lepas dari peran serta dan kerja keras dari kelompok buruh.

“Dan ini semua bisa terjadi karena kontribusi dan peran serta, rekan-rekan buruh di seluruh Indonesia. Tentunya, dengan penanganan laju Covid-19 bisa kita kendalikan. Saat ini Pemerintah memberikan kelonggaran. Sehingga aktivitas kegiatan masyarakat mulai bisa berjalan normal. Aktivitas rekan-rekan buruh juga mulai berjalan normal. Kita bisa bekerja kembali dan juga kita semua bisa ikut melaksanakan mudik pada saat hari raya Idul Fitri,” papar Sigit disambut gemuruh buruh.

Lebih lanjut, Sigit menekankan, berkat kerja keras buruh, di masa sulit Pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan perekonomian Indonesia terus membaik. Saat ini berada di atas angka lima persen.

“Angka ini jauh di atas pertumbuhan ekonomi negara-negara maju lainnya. Ini semua berkat partisipasi, kerja keras, keringat rekan-rekan buruh semua. Kami mewakili Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan buruh,” tutur Sigit.

Tak hanya itu, Sigit mengungkapkan, saat ini Indonesia sedang bergerak untuk menjadi negara produsen. Menurut Sigit, berbagai macam kegiatan terus dilakukan guna menciptakan lapangan pekerjaan terbaru untuk masyarakat. Tentunya hal itu, ditekankan Sigit, membutuhkan peran serta dari kelompok buruh.

Sementara itu, Sigit menegaskan, akan terus berkomitmen untuk mengawal dan menjaga ruang-ruang demokrasi yang digunakan buruh dalam menyampaikan aspirasinya demi mewujudkan cita-cita dan harapan yang diinginkan.

“Kita minta semua dilaksanakan sesuai aturan undang undang, sesuai aturan konstitusi. Dan Alhamdulillah hari ini semua bisa ditunjukkan. Buruh yang begitu besar bisa berkumpul dengan khidmat, damai, menggembirakan dan itu menunjukkan Indonesia adalah negara demokrasi yang sudah modern. Tunjukkan terus, jaga terus karena ini adalah modal bagi kita untuk terus maju,” jelas Sigit.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Sigit pun memimpin para buruh untuk menyanyikan salah satu lagu wajib nasional berjudul Bagimu Negeri. Kapolri dan buruh pun larut bernyanyi bersama di acara tersebut.

** Nay Nur’ain

Kementan Siapkan Tenaga Medis Terlatih Khusus Tangani PMK

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian (Kementan) siapkan tenaga medis terlatih yang tanggap tangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Untuk mendukung hal tersebut, Kementan melakukan transfer of knowledge atau transfer pengetahuan kepada SDM peternakan melalui pelatihan pengendalian PMK.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Pelatihan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ditegaskannya, masyarakat tidak perlu panik karena PMK bisa ditanggulangi.

“Pelatihan ini memiliki arti penting sebagai salah satu upaya dalam mengendalikan dan menangani PMK melalui peningkatan kualitas kompetensi SDM Pertanian/ Peternakan, para peserta pelatihan yang meliputi Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, Koordinator BPP, Penyuluh Peternakan, dan Pengelola P4S,” katanya saat membuka Pelatihan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Kamis (12/05/2022).

Mentan SYL menjelaskan PMK adalah penyakit menular pada hewan dan sangat ditakuti oleh hampir semua negara di dunia. Utamanya negara-negara pengekspor ternak dan produk ternak, termasuk Indonesia.

“Indonesia pertama kali tertular PMK tahun 1887 di daerah Malang, Jawa Timur. Upaya pemberantasan dan pembebasan PMK di Indonesia terus dilakukan sejak tahun 1974 hingga 1986. Pada tahun 1990, penyakit tersebut benar-benar dinyatakan hilang dan secara resmi Indonesia telah diakui bebas PMK oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia atau Office International des Epizooties (OIE),” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan Indonesia bebas dari PMK pada tahun 1990 merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, didukung kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan sehingga memudahkan dalam melokalisasi penyakit ini. PMK menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar, bukan hanya mengancam kelestarian populasi ternak di dalam negeri, tetapi juga mengakibatkan hilangnya peluang ekspor ternak dan hasil ternak.

“Oleh karena itu, peran aktif dari berbagai pihak diperlukan bagi pencegahan dan penanganan penyakit tersebut di Indonesia, melalui pengetahuan yang cukup tentang PMK dan langkah-langkah yang perlu diambil,”ujarnya.

Mentan menambahkan merebaknya kasus PMK di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur dan Aceh, memerlukan upaya nyata untuk segera mengendalikan, salah satunya dengan memanfaatkan transfer of knowledge  bagi petugas pendamping mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan PMK secara cepat dan masif.

“Untuk itu, kualitas pelatihan yang dilaksanakan di UPT harus lebih ditingkatkan. Sehingga, menghasilkan purnawidya-purnawidya yang berkualitas untuk dapat segera menangani dan mengendalikan PMK dan potensi kendala-kendala lainnya. Petugas pendamping peternakan juga harus dapat menambah wawasan pengetahuan dalam mengedukasi petani/peternak, serta meningkatkan kesejahteraan petani/peternak di wilayah binaannya,” katanya.

Mentan pun memberikan apresiasi secara maksimal terhadap langkah konkret dan jelas dalam penanggulangan PMK diantaranya upaya membentuk satgas dan gugus tugas, agenda sos atau darurat, langkah temporer, dan agenda recovery atau pemulihan. Mentan mendorong adanya tindakan penentuan 3 zona bagi wilayah terdampak, diantaranya zona merah, kuning dan hijau.

“Kita perlu terus waspada serta gerak cepat menanggulangi PMK ini jangan sampai timbul kepanikan di tengah masyarakat kita. Distribusi obat obatan serta vaksin harus terus digencarkan, supaya semuanya aman dan fenomena PMK ini semakin menurun,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4026/Kpts/OT.140/4/2013, PMK telah ditetapkan sebagai salah satu penyakit hewan menular strategis (PHMS) yang bersifat eksotik.

“Penyakit ini berpotensi muncul dan menimbulkan kerugian ekonomi yang disebabkan kematian ternak dan tingginya angka kesakitan, adanya hambatan perdagangan, terganggunya industri pariwisata, operasional pemberantasan penyakit, serta gangguan terhadap aspek sosial budaya dan keresahan masyarakat,” katanya.

Dedi juga menegaskan, BPPSDMP akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge untuk mendukung upaya penanggulangan PMK. Diharapkan melalui kegiatan ini

Dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam pengendalian dan pemberantasan penyakit mulut dan kuku (PMK), sekaligus mengurangi penyebaran PMK.

“Untuk menanggulangi PMK ada berbagai cara, ada berbagai teknik, ada berbagai pendekatan. Jadi pelatihan ini sangat penting dan urgent,” ujarnya.

Tata cara dan tahapan dalam menanggulangi PMK perlu diketahui pasti. wajib hukumnya memahami apa itu PMK, bagaimana cara dan tahapan menanggulanginya.

“Dengan pertimbangan itu, Kementan melaksanakan pelatihan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK). Pada saat ini kita harus bahu membahu bersinergi secara harmonis menanggulangi PMK,” katanya.

Tampil sebagai narasumber dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Aceh, Badan Karantina Hewan, serta Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara dan Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu.

** BPPSDMP/PPMKP