27.9 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 906

Kembalikan Kebersamaan, Pemdes Cikahuripan Gelar BBGRM

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanuggal, Kabupaten Bogor bersama masyarakat melaksanakan kegiatan rutin tahunan yaitu Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang dilaksanakan di Desa Cikahuripan, Rabu (18/05).

Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Cikahuripan Aji mengatakan, kegiatan BBGRM ini merupakan kegiatan rutin yang telah dilaksanakan tiap tahunnya demi terciptanya lingkungan sehat.

“BBGRM ini harus terus dipertahankan demi terciptanya lingkungan sehat dan bersih  dari sampah,” ujarnya kepada Jurnal Bogor.

Ia menyebut, kesadaran warga yang sekarang mulai hampir hilang untuk menjaga lingkungannya, maka BBGRM untuk membangkitkan kesadaran warga kembali betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Maka dari itu dengan dibangkitkan kembali kegiatan BBGRK ini timbulah rasa gotong royong diantara warga sehingga membangkitkan kembali jiwa kebersamaan,” jelasnya.

Dia berharap, kegiatan ini diterapkan di setiap rumah, bukan hanya sekedar program yang sifatnya tahunan, tapi ini memang harus diterapkan di rumah setiap harinya.

“Dan emang khusus di Desa Cikahuripan, alhamdulilah masih berjalan kegiatan-kegiatan kerja bakti bersih-bersih, saya harapkan warga seterusnya bisa menjaga lingkungan agar tetap bersih terutama di rumahnya sendiri,” pungkasnya penuh harap.

** Nay / Wisnu 

Penuhi Kebutuhan, Pemdes Bojong Nangka Tambah 1 Mobil Ambulance

0


Gunung Putri  | Jurnal Bogor

Dengan jumlah penduduk yang begitu banyak, Pemerintah Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menambah satu unit mobil kesehatan memakai Anggaran Dana Desa (ADD) pada April lalu.

Kepala Desa Bojong Nangka, H. Amir Arsyad mengatakan, Pemerintah Desa Bojong Nangka kembali menambah 1 unit kendaraan kesehatan untuk masyarakat dengan memakai ADD tahun 2022.

“Alhamdulillah Pemerintahan Desa Bojong Nangka bertambah lagi satu unit mobil kesehatan untuk masyarakat Desa Bojong Nangka, khususnya warga Kampung Bojong Nangka, Sanding 1 dan Sanding 2, dan ini kita beli menggunakan Anggaran Dana Desa tahun 2022,” ucap Amir Arsad kepada Jurnal Bogor via WhatsApp, Rabu(18/05).

Ia memaparkan, mengingat  jumlah penduduk Desa Bojong Nangka yang banyak, dengan 6 dusun, maka perlu adanya penambahan kendaraan kesehatan untuk masyarakat.

“Mengapa kita menyiapkan 1 mobil ambulance lagi, bahwa masyarakat Desa Bojong Nangka yang jumlah penduduknya kurang lebih 28.000 jiwa maka dibagi dengan 6 dusun, maka dari itu butuh kendaraan kesehatan, semoga kedepannya  setiap kampung mempunyai mobil ambulance,” papar Amir.

Menurutnya,  Pemerintahan Desa Bojong Nangka sampai hari ini sudah mempunyai 3 mobil ambulance, 1 mobil jenazah, 1 mobil Siaga dan 1 mobil Maskara.

“Karena Desa Bojong Nangka di bagi 3 kampung, Kampung Cikuda, Kampung Bojong Nangka dan Kampung Sanding, juga termasuk warga yang ada di perumahan Desa Bojong Nangka, dan ditambah satu unit mobil khusus jenazah dan seluruhnya Desa Bojong Nangka mempunyai 6 kendaraan untuk kebutuhan masyarakat Desa Bojong Nangka. Saya berharap semoga dengan kita membeli dan menambah agar semuanya bisa terpenuhi dan bermanfaat untuk warga,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

Siswa SDN Karyasari 01 Diperkenalkan Alpukat Miki

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Untuk menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan, siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karyasari 01 Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor di luar jam belajar bercocok tanam biji Alpukat.

Wali Kelas VI Ayan Suryana menyatakan bahwa perlunya mengenalkan mereka tentang tumbuh-tumbuhan yang menyehatkan, siswa juga diajarkan menanam dan merawat tumbuhan tersebut salah satunya alpukat, dengan begitu nanti hasilnya siswa-siswi bisa merasakan.

“Siswa-siswi sedang diajarkan praktik tematik yang bertemakan Bersahabat dengan Alam. Tema tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap alam di lingkungan sekitar,” ungkapnya, kemarin.

Menariknya lagi, domisili sekolah berada di Kampung Tamansari, Desa Karyasari yang kini menjadi salah satu wilayah yang membudidayakan bibit alpukat Miki.

“Saya berharap kedepannya siswa-siswi SDN Karyasari 01 ini bisa jadi generasi penerus di bidang pertanian sehingga bisa mengatasi ketahanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Leuwiliang Supendi mengapresiasi langkah pihak sekolah di jalur pendidikan yang dekat dengan alam dan masyarakat.

Dengan begitu siswa-siswi ini bisa menjadi media sosialisasi kepada orang tua mereka, terutama untuk masyarakat diluar lingkungan sekolahnya. 

“Kegiatan ini menjadi pemahaman baru bahwasanya lingkungan sekolah bukan hanya warung sekolah tapi juga kebun sekolah yang bisa diaplikasikan dengan wawasan,” paparnya.

Menurut dia, tidak hanya sayur mayur tapi juga penanaman alpukat Miki yang saat ini sedang digalakan di Karyasari.

“Semoga ini bisa jadi contoh sekolah-sekolah lain khususnya di wilayah Kecamatan Leuwiliang,” pungkasnya. 

** Andres

Tepati Janji, Galih Gelar Program Ijazah Kesetaraan Paket A, B dan C

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, membuat program kejar paket A,B dan C yang bekerja sama dengan PKBM Setya Dharma.

Kepala Desa Limusnunggal, Galih Rakasiwi mengatakan, program kejar paket ini merupakan program beasiswa ijazah, yang mana merupakan program kampanye dirinya saat mencalonkan sebagai kepala desa.

“Program ini merupakan program beasiswa  dibuat khusus untuk warga Desa Limusnunggal dan program beasiswa ijazah ini adalah program saya waktu kampanye dulu dan sekarang baru bisa berjalan, semoga berjalan lancar,” ucapnya kepada Jurnal Bogor , Rabu (18/05/22).

Ia menegaskan, karena ini adalah program kampanye dirinya maka semua gratis tidak dipungut biaya apapun. Adapun untuk persyaratan, mengikuti ujian paket A, B dan C antara lain mengisi formulir pendaftaran, fotokopi KTP, KK dan akta kelahiran, foto berwarna 3X4, mengisi surat pernyataan kontrak belajar, dan materai 10.000.

“Yang membedakan adalah fotokopi ijazah sebelumnya, kalo paket A kan untuk SD itu tidak perlu melampirkan fotokopi  ijazah dan maksimal usia 19 tahun, sedangkan paket B setara SMP  harus menyertakan fotokopi ijazah SD/MI, dan untuk paket C setara dengan SMA wajib juga melampirkan fotokopi ijazah SMP/MTs/ atau paket B ini minimal usia yang 19 tahun,” beber Galih 

Dia berharap program ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan dan tepat sasaran, karena dengan memiliki generasi yang berpendidikan akan membawa desa Limusnunggal yang agamis dan bermartabat.

“Selain itu program ini turut membantu warga yang putus sekolah karena terkendala bisa menyetarakan dengan ijazah paket yang sudah dilegalkan oleh pemerintah,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

Hari Hipertensi, UPT Puskesmas Leuwisadeng Beri Layanan Gratis

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Peringati Hari Hipertensi Sedunia 2022 atau dikenal sebagai World Hypertension Day yang dihelat jatuh pada 17 Mei, UPT Puskesmas Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor menggelar pelayanan kesehatan secara gratis.

Salah satu petugas kesehatan UPT Puskesmas Kecamatan Leuwisadeng Bidan Puspa Kencana mengatakan, kegitan tersebut bertujuan guna menyadarkan masyarakat bahwa  pentingnya mengenali gejala, faktor risiko dan cara pencegahan seperti tekanan darah tinggi.

Momentum  program bulan gerakan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi masyarakat yang digelar di Aula Kecamatan Leuwisadeng.

Pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi warga Kecamatan Leuwisadeng tersebut dalam rangka memperingati Hari Hipertensi Sedunia.

“Dengan sasaran ada 200 orang dibawah UPT Kesehatan Leuwisadeng diantaranya warga Desa Kalong 1, Kalong 2 dan Sibanteng,” ungkap Bidan Puspa Kencana kepada wartawan disela kegiatannya.

Bidan Puspa Kencana mengatakan, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi,  pengecekan tinggi badan, tensi darah maupun pengecekan gula darah dengan melibatkan beberapa tenaga kesehatan dan 7 dokter Puskesmas UPT Leuwisadeng.

“Kalo hipertensi dampaknya kami melihat tekanan darah nya bermasalah atau tidak, banyak atau tidak, atau gula darahnya yang tinggi. Serta, disini juga ada bu dokter nanti kami konsul dan kami akan melakukan secara rutin per satu minggu jadi tidak momentum tertentu saja, nanti kami akan berikan penyuluhan apa sih pola makanya yang diubah untuk masyarakat agar lebih sehat,” katanya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Kecamatan Leuwisadeng Hendarsyah mengatakan, bahwa program uji kesehatan dari UPT Kesehatan Leuwisadeng tentu sangat berguna bagi masyarakat.

“Apalagi ini berkelanjutan dijalankan sehingga kesehatan warga bisa terjaga, ini sangat berguna bagi masyarakat, ini gratis dan kita jadi tau jangan ada asumsi di masyarakat itu takut kalau diperiksa nanti kita ketahuan dalam tubuh kita,” ungkapnya.

Hendarsyah mengatakan, kegiatan pemeriksaan kesehatan secara gratis tersebut sudah disosialisasikan sebelumnya kepada masyarakat, baik melalui pihak Pemerintahan Desa maupun melalui media sosial.

“Kedepan, kami akan mengadakan penyuluhan kegiatan ini di setiap desa se-Kecamatan Leuwisadeng,” ucapnya.

Salahsatu warga Desa Sadengkolot, Cecep Masyudi (40) mengungkapkan,  digelarnya pelayanan pemeriksaan kesehatan secara geratis tentu kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Pelayanan kesehatan, apalagi inikan gratis, itu yang kami tunggu. Tadi saat periksa darah normal dan tensi pun semua normal, dan saya juga harus lebih waspada dalam menjaga kesehatan,” tukasnya.

** Arip Ekon

UPT Perhubungan Respon Cepat Perbaiki PJU di Jalan Ace Tabrani

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Petugas Dinas Perhubungan melalui UPT Perhubungan  V Jasinga merespon cepat lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam yakni di Desa Batutulis dengan Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tepatnya di Jalan Ace Tabrani.

Erwin Jamaludin salah satu anggota LPM Desa Batutulis memaparkan bahwa  penerangan umum di jalan Ace Tabrani terkadang padam kemudian menyala. 

Warga mengkhawatirkan kondisi jalan yang gelap akibat lampu PJU padam yang dapat membahayakan bagi pengguna jalan 

Erwin yang merupakan warga sekitar menghaturkan terima kasih atas respon cepat dari pihak UPT Perhubungan V Jasinga dengan diperbaikinya PJU di Jalan Ace Tabrani.

“Sekarang sudah terang karena petugas UPT Perhubungan turun langsung melakukan perbaikan,” ujar Erwin dengan nada syukur kepada Jurnal Bogor, Selasa (17/5).

Saat di lokasi perbaikan PJU, petugas dari UPT perhubungan V Jasinga bagian teknisi, Khoerudin menyatakan upayanya itu berdasarkan laporan masyarakat mengenai beberapa penerangan umum yang tak menyala di wilayah Kecamatan Nanggung.

“Kami senantiasa berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang tersebar di delapan kecamatan. Berikut penambahan jaringan lampu, sebanyak 29 PJU di dua desa di sepanjang Jalan Ace Tabrani dipastikan sudah menyala,” kata Khoirudin.

** Arip Ekon

Hari Hipertensi, Puskesmas Jonggol Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Memperingati Hari Hipertensi Dunia, Puskesmas Jonggol  menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan  yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Jonggol.  Kepala Puskesmas dr. Adi Nurayadin menjelaskan, kegiatan tersebut difokuskan pada deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular dan pemeriksaan kesehatan secara umum, khususnya pengukuran tekanan darah.

“Untuk kegiatan  hari ini dilakukan  kepada ASN, kades staf desa dan ormas. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat khususnya yang berusia 15 tahun ke atas untuk mengetahui tekanan darahnya dan mencegah hipertensi lebih dini. Saat ini kata dia, hipertensi menjadi salah satu jenis penyakit yang banyak menyerang masyarakat. Pencegahan tentu saja lebih baik dibandingkan mengobati penyakit. Penyakit hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada penderitanya,” papar dr. Adi kepada Jurnal Bogor di sela – sela kegiatan.

 Menurutnya, hipertensi dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat, mengendalikan prilaku berisiko dan rajin mengecek kesehatan secara berkala. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan rajin aktivitas fisik dan banyak mengkonsumsi sayur dan buah.

“Acara ini terselengggara atas kolaborasi program Penyakit Tidak Menular (PTM), program Gizi dan program Tuberculosis. Kegiatan diawali registrasi, wawancara yang berkaitan dengan prilaku dan riwayat PTM, pengukuran dan pemeriksaan faktor risiko PTM seperti cek tekanan, tensi darah, cek gula darah dan kolesterol serta pengukuran kadar Karbon Monoksida dalam tubuh yang dilanjutkan dengan edukasi dan konseling gizi PTM.”

“Mereka yang terdeteksi berisiko hipertensi dikonseling oleh program gizi dan dengan kadar gula tinggi dilanjutkan dengan skrining TB untuk lebih lanjut dirujuk ke Puskesmas,” bebernya .

Hingga pukul 10.00 WIB, kata dia, terdapat sekitar 120 orang yang terdeteksi dan untuk pemeriksaan berikutnya masih tetap dilanjutkan di Posbindu setiap desa serta Puskesmas. Peserta yang datang memeriksakan diri berasal dari kepolisian, TNI dan masyarakat umum yang telah berusia 15 tahun ke atas. 

“Saya berharap kedepan warga lebih sering melakukan pengecekan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali agar gejala – gejala penyakit tidak menular bisa dideteksi sejak dini,” pungkasnya.

Senada disampaiakan Endang (50), warga yang mengikuti kegiatan pemeriksaan mengatakan turut senang adanya kegiatan ini. Apalagi di usianya yang sudah tidak muda lagi banyak tanda – tanda gejala kesehatan yang kadang diabaikan karena keterbatasan biaya.

“Senang ya dapet kabar ada pengobatan saya dateng aja ke sini, mau ikut diperiksa apalagi usia saya sudah tidak muda lagi dan udah banyak gejala – gejala,” jelasnya.

** Nay / Ramses 

Kecamatan Klapanunggal Optimis Juara di Bupati Cup 2022

0


Klapanunggal | Jurnal Bogor

Manajer Sepakbola Kecamatan Klapanunggal, Ade Endang menyatakan sudah siap juara di ajang Piala Bupati Cup 2022. ” Persiapan kita sudah mencapai seleksi, sudah maraton terus sampai sekarang, sore juga latihan,dan pelatih kita yaitu mantan pelatih Persija Isman Jasulmei,” ujar Ade Endang Jurnal Bogor, Selasa (17/5).

Ia mengatakan, pemain di Kecamatan Klapanunggal tidak ada pemain naturalisasi, dan pemainnya murni asli asal Klapanunggal.

 “Kita tidak ada pemain naturalisasi, dan masing-masing dari desa itu ada, minimal satu sampai 2 pemain yang dikirimkan oleh masing – masing kepala desa,” jelas Ade yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Klapanunggal.

Dia berharap , dengan semua persiapan yang telah dilalui, dan bisa terus konsisten, kompak, dan Kecamatan Klapaunggal bisa menjadi juara di Bupati Cup tahun 2022 ini. 

” Kita berada di grup A, bersama Citeureup, Gunung Putri, Sukamakmur dan harapannya insya Allah kalo kita selalu kompak Klapanunggal bisa juara. Karena mulai dari persiapan pelatih hingga pemain, kami sudah siap, kami siap juara, harus optimis,” pungkas Gonon sapaan akrabnya.

** Nay / Wisnu

Cairan Biru Dibuang ke Sungai

0

PPLH: Walau Berwarna Jika Sesuai dengan Baku Mutu Tidak Bermasalah 

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor,  menelusuri perusahaan yang membuang limbah ke aliran Sungai Cileungsi, di Kampung Cikuda, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang diduga limbah dari perusahaan CV DAS Laundry.

Kepala Bidang DLH Kabupaten Bogor Cholid Mawardi mengatakan, tim dari DLH Kabupaten Bogor bersama Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) turun langsung dan menelusuri saluran air. Ternyata aliran cairan berwarna biru berhulu di CV DAS Laundry.

“Dengan ada salah satu perusahaan yang membuang limbah cair dengan warna biru kita sudah telusuri saluran-saluran pembuangan limbah. Alhamdulillah ketemu, dan ada salah satu perusahaan yang kita duga membuang air limbah cair yang berwarna biru, dan bersumber dari CV DAS Laundry,” tuturnya kepada Jurnal Bogor, akhir pekan kemarin.

Lebih lanjut ia memaparkan, berdasarkan penyampaian tim dari PPLH, mengenai ukuran warna tidak bisa menjadi patokan dasar, bahwa perusahaan tersebut mencemari atau tidak, karena semua ada di Permen LHK.

“Berdasarkan penyampaian tim dari DLH selaku PPLH Gakum, ukuran warna tidak menjadi patokan dasar dia mencemari atau tidak karena semuanya akan kembali kepada Permen LHK 16 tahun 2019. Ada baku mutunya jadi semuanya tidak bisa mengatakan bahwa dia mencemari atau dia tidak mencemari, jadi tidak bisa kita sebutkan seperti itu, nanti kita akan ambil kembali sampel tersebut,” paparnya.

Untuk secara pasti, DLH belum bisa menemukan perusahaan mana saja yang membuang limbah cair tersebut, dan untuk perusahaan yang diduga sudah ada, tapi belum bisa untuk disebutkan.

“Untuk secara pasti kita belum menemukan perusahaan mana saja yang membuang limbah tersebut, dan untuk dugaan kita sudah ada, dan belum bisa kita sebutkan, hanya perusahaan tersebut bergerak di bidang pencucian,” ucapnya.

Menurutnya,  untuk perusahaan sendiri sebenarnya sudah memiliki Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Namun kenapa tidak digunakan oleh perusahaan itu masih akan didalami lagi. “Ada indikasi kemungkinan IPAL ada tapi tidak difungsikan atau Ipal rusak sehingga tidak bisa digunakan, dan apa ini sengaja atau kelalaian, nanti akan beda tindak lanjutnya,” pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) pada DLH Kabupaten Bogor, Uli Sinaga mengatakan, cairan limbah berwarna biru dan dialirkan ke Sungai Cileungsi oleh perusahaan laundry jika sesuai dengan baku mutu Kementrian Lingkungan Hidup tidak menjadi permasalahan.

“Laundry ini adalah turunan dari tekstil, baku mutunya mengacu ke Permenmen LH Nomor 16. Kalau memenuhi baku mutu sesuai parameter dengan Permen LH tidak masalah,” kata Uli.

Uli sapaan akrabnya itu menjelaskan, sesuai dengan hasil penelusuran DLH Kabupaten Bogor, perusahaan laundry yang terletak di Kampung Cikuda, Desa Wanaherang, Kecamatan Cileungsi ini diharapkan mengikuti aturan yang ada.

“Yang bikin baku mutu kan pemerintah yaitu Kementrian Lingkingan Hidup, jadi kita mengacu sesuai dengan Peraturan Kementrian,” ujarnya.

Soal warna yang dikeluarkan, sambung wanita yang bertubuh berisi itu, tidak menjadi soal jika memang sesuai dengan baku mutunya tidak bermasalah. “Seperti minuman coca cola, kopi dan sejenisnya itu kan berwarna. Karena baku mutunya sesuai dan ketika diminum tidak terjadi reaksi apa apa kan. Coba sianida yang tidak berwana, tapi bisa mematikan kan,” paparnya.

Meski begitu, pihak DLH akan terus melakukan pengawasan secara rutin terkait laporan dari warga dan lingkungan dan sangat mengapresisasi itu. Dengan sesuai aturan pihaknya akan melakukan tindakan jika mereka melakukan pelanggaran. 

“Kami akan memberikan sanksi jika perusahaan keluar dari aturan. Sesuai UU 32/2009, PP 22/2021 sanksi itu sesuai Permen LH 3 Tahun 2012, disesuaikan dengan ketidak taatannya. Jadi ada namanya sanksi teguran tertulis, sanksi paksaan pemerintah, ada namanya sanksi administrasi pembekuan izin, pencabutan izin dan bertahap. Sanksi tersebut berlaku sesuai dengan ketidaktaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan,” tegasnya.

Dengan adanya aduan masyarakat terkait adanya aliran pembuangan limbah yang mengeluarkan cairan berwarna biru ke Sungai Cileungsi, pihak DLH turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran dari mana asal limbah tersebut.

“Kami juga sudah melakukan fungsi kita dengan pengawasan, dan bila dalam pengawasan kami menemukan ketidaktaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan maka akan dikenakan sanksi,” ungkapnya.

Meski nanti jika hasil laboratoriun sesuai aturan, ia menegaskan kejadian air limbah berwarna ini tidak bisa dikatakan tidak berbahaya. Namun kembali lagi, jika sudah sesuai dengan aturan bakumutu, maka limbah tersebut sudah mengikuti peraturan Kementrian Lingkungan Hidup.

“Tidak boleh dibilang tidak berbahaya, tapi jika warna dan bakumutunya sesuai dengan Permen LH P 16, berarti dia memenuhi baku mutu karenalLaundry adalah turunan dari tekstil. Apabila semua limbah yang memenuhi baku mutu ya sesuai aturan. Akantetapi jika ada satu parameter yang diluar ketentuan maka akan kita kenakan sanksi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tertarik Desa Digital, Desa Galuga Siap MoU dengan Desa Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, kedatangan tamu dari Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang dalam rangka Studi Banding Program Desa Digital yang digelar di Aula Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (15/5).

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengatakan, dalam acara tersebut ada beberapa hal untuk ditindak lanjuti dan mulai bekerja sama diantara dua desa. “Kerja sama di beberapa bidang, terutama bidang telekomunikasi, Desa Galuga akan membuat desa digital di tahun 2023,” papar Daman Huri kepada Jurnal Bogor di kantornya, Minggu (15/5/22).

“Insya Allah Desa Gunung Putri akan mensuport kegiatan dari Pemerintah Desa Galuga ini, untuk menjadikan Desa Galuga menuju desa digital, dan bukan hanya desa digital tapi juga di bidang Posyandu, PKK dan BUMDes. Ini juga akan dikerjasamakan kedepannya, nanti BPD beserta Sekdes akan merumuskan pemerintah Desa Gunung Putri dalam MoU dua desa ini,” jelasnya.

Ia berharap dalam waktu dekat diantara kedua desa ini sudah tercapai kata sepakat, dan Desa Gunung Putri akan terus mensupport Desa Galuga.

“Insya Allah di bulan depan sudah tercapai kata sepakat untuk melaksanakan kerjasama lebih lanjut antara Desa Gunung Putri dengan Desa Galuga dan saya harapkan Desa Gunung Putri bisa saling belajar antara dua desa ini, karena kita juga banyak kekurangan dan ada kelebihan demikian pun dengan Desa Galuga, kita sama sama belajar untuk saling mensuport di beberapa bidang program yang memang nanti bisa dikerjasamakan,” papar A Heri biasa disapa.

Sementara itu Kepala Desa Galuga, Endang Sujana memaparkan, Pemerintah Desa Galuga mengadakan kunjungan ke Desa Gunung Putri untuk melaksanakan Studi Banding Program, yang sudah direncanakan sejak pertemuan di Sekolah Desa di IPB.

“Saya lihat di Desa Gunung Putri ini salah satu desa yang sangat berpotensi, terutama desa digitalisasi, termasuk kami juga ingin mempererat tali silaturahmi dengan Pemerintahan Desa Gunung Putri beserta jajarannya dan kami juga akan berbagi pengalaman,” papar Endang Sujana kepada Jurnal Bogor.

Ia menyebutkan akan membuat regenerasi kepada teman dan jajarannya, untuk belajar dari Desa Gunung Putri, karena Desa Gunung Putri ini bisa membangun dan berprestasi sangat hebat, dan ia mengatakan kepada kepala desa se-Kabupaten Bogor bila ingin Studi Banding jangan jauh-jauh dahulu karena di Bogor masih banyak desa yang berpotensi.

“Jadi kalau mau studi banding jangan keluar wilayah dulu , utamakan yang ada di wilayah kita dulu, jadi kearifan lokal dulu ini salah satu desa yang mempuni kalau menurut kami, penilaian kami pemerintahan Desa Galuga, karena di Kabupaten Bogor ini Desa Gunung Putri yang baru direalisasi desa digital, dan saya juga sudah melihat ruang kerja beliau sangat terpantau sekali CCTV di semua wilayah,” pungkasnya.

Lanjut Endang Sujana, kedepan kami akan membuat satu MoU kerja sama, antara Desa Galuga dengan Desa Gunung Putri. 

“Kami juga sering berkomunikasi dengan beliau, dan beliau juga terkendala dengan pembuangan sampah dan pengelolaan sampah, dan kami alhamdulillah memang salah satu desa di Kabupaten Bogor yang notabene diperuntukkan untuk pengelolaan sampah salah satunya sampah dari Kota dan Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Ia berharap,  kedepannya akan memperbanyak lagi kegiatan kegiatan yang ada di desa, karena makin kesini seorang Kepala Desa dituntut untuk lebih membuat terobosan – terobosan lagi kedepannya, supaya desanya maju, karena indeks itu yang dilihat dari Kepala Desanya dan LKD-nya.

“Dari kemarin juga kami mengadakan kegiatan desa tangguh bencana termasuk penyusunan admistrasi dari mulai RPJMD, RKP, APBDes, Simpeldes, kebetulan kemarin juga kami mengundang tiga instansi dinas dari DPMPD,  BPBD, termasuk dari pendamping, kami juga mengadakan kegiatan ini dari hari Jumat dan terakhir di Desa Gunung Putri, untuk menjalin silaturahim dengan kepala desanya,” bebernya.

** Nay / Wisnu