35.2 C
Bogor
Friday, August 14, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 905

Kavling Kebun Makin Banyak

0

Pemerhati Lingkungan Pertanyakan Kinerja Dinas

Tanjungsari | Jurnal Bogor 

Kavling kebun marak di wilayah timur Kabupaten Bogor seperti di Tanjungsari. Kavling kebun ini diduga ilegal dan kerap jadi aji mumpung oleh instansi terkait karena tidak adanya tindakan tegas, baik peneguran ataupun pemberhentian kegiatan penjualan kavling ilegal tersebut.

Pemerhati lingkungan Mamat  yang merupakan warga Tanjungsari mengatakan, maraknya kavling kebun di wilayahnya seolah hanya jadi tontonan belaka, karena tidak adanya tindakan apapun, baik dari pemerintah setingkat desa, kecamatan maupun di tingkat Kabupaten Bogor.

“Merajalelanya jual beli kavling kebun ilegal ini sangat keterkaitan dengan pemerintah, kita lihat saja makin hari makin banyak yang membuka usaha kavling kebun dengan menjual lahan 100 sampai dengan 500 meter, dan mereka menawarkan lahan tersebut melalui agensi dan memamerkan di sosial media dan lainnya, sudah terang-terangan tapi cuma jadi tontonan,” papar Mamat kepada Jurnal Bogor di kediamannya, Selasa (05/07/22).

Dia menyebut usaha kavling ilegal seolah direstui oleh Pemerintah Kabupaten Bogor , karena tidak adanya tindakan aksi penertiban dari pemerintah. Bahkan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan masih mengeluarkan surat izin lokasi untuk kavling, meskipun sudah jelas kavling ini tidak ada izinnya karena Pemerintah Kabupaten Bogor belum punya Perda atau Perbup untuk usaha kavling kebun.

“Warga dibodohi dengan dalih izin urusannya Kabupaten, tahan dong dari tingkat desa dan kecamatan jika memang tidak mengizinkan usaha ilegal ini berkembang. Mereka itu orang cerdas yang paham aturan, tapi mereka sendiri yang melanggar dengan berbagai macam cara pembodohan,” paparnya lagi.

Sekarang kata dia, sama-sama lihat, Satpol PP Kabupaten Bogor sebagai penegak Perda bisakah menutup usaha kavling kebun ilegal, sedangkan pihak perusahaan menjual tahan kepada konsumen atas nama perusahaan namun melakukan balik nama surat atas nama pribadi.

“Itu faktanya, jangan tutup mata. Dampak lain yang nantinya akan timbul, bangunan liar, kavling kebun itu bisa saja disulap jadi perumahan, atau tempat tinggal permanen oleh pemiliknya karena memang tidak ada aturan yang mengikat antara penjual dengan pembeli. Pembeli bebas membangun apa saja di atas lahan yang dibelinya,” ujarnya.

Dan terbukti, beberapa lokasi kavling kata dia, sudah dipenuhi bangunan permanen bahkan bersertifikat. Kondisi ini disebutkan permainan bisnis tingkat tinggi usaha illegal karena bisa tampil sertifikat.

“Apa pantas instansi berkata bahwa saya tidak tahu? Atau berkata saya tidak survei?, Atau kita sudah melakukan teguran?. Dan kini, para pengusaha itu diiming – iming oleh Perda yang sedang diusulkan oleh Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, Propemperda yang belum digodok jadi Perda justeru jadi ajang jualan seolah oknum pengusaha kavling yang seolah – olah usahanya sudah direstui oleh Pemda,” paparnya.

Jadi untuk persoalan kavling ini dia mempertanyakan mengapa ilegal tapi menjamur karena ada keuntungan yang didapat oleh mereka yang punya kuasa. Mengapa usaha ilegal bisa tampil sertifikat  dan penegak perda hanya jadi penonton dan sekedar mengetahui, tapi tidak melakukan tindakan apapun.

“Dan siapa yang bertanggung jawab atas maraknya kavling kebun ilegal ini, mulai dari Kepala Desa, Camat, Dinas Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP), BPN yang punya produk sertifikat , dan Satpol PP yang cuma nonton kerjaannya. Lihatlah nantinya akan banyak perumahan yang dibangun di kavling kebun tersebut, mungkin Pemda memang lebih suka dirugikan oleh pengusaha,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

BPBD Relokasi Korban Bencana Alam

0

Pamijahan l Jurnal Bogor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor berencana merelokasi warga korban bencana alam seperti di Kampung Muara Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Namun sekarang ini BPBD masih melakukan pengawasan terkait keperluan kebutuhan warga terdampak banjir dan tanah longsor.

“Untuk mitigasi dan investigasi belum bergerak dan sekarang sedang melakukan pembahasan relokasi bagi warga Kampung Muara dan total ada 43 rumah,” kata Kepala BPBD Kabupaten Bogor Yani Hasan kepada wartawan, Selasa (5/7).

Dia menjelaskan pihaknya mendapat pilihan lahan dari Pemerintah Desa Cibunian dan secara sepintas tidak luas tapi aman, makanya akan dibagi tiga titik untuk relokasinya. “Jadi kami pecah, harus mau pindah dari desa itu karena keamanan paling utama karena khawatir kejadian terulang. Dan  rencana relokasi semua khusus Kampung Muara, dan konsep dipecah tidak terpusat lagi,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya masih support tentang pangan, kesehatan, dan sudah disiapkan bantuan untuk sewa rumah apakah sewa sekarang atau menempati rumah saudara mereka. “Untuk nominal relatif, tapi mungkin kita maksimalkan diangka Rp 300 sampai Rp 500 ribu per bulan,” kata Yani.

Ia menuturkan, pihaknya tidak mendirikan posko dan hanya memberdayakan posko di Pamijahan tepatnya di Desa Cibunian, sedangkan di Leuwiliang ada di Purasari dan Puraseda.

“Jadi memang kami berdayakan seperti itu, supaya mereka lebih cepat dan bisa langsung mengatur distribusi ke warga terdampak,” tukasnya.

** Arip Ekon

Soal Lahan Fasos Fasum Perum GAS Masuki Sidang Perdana 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Persoalan adanya penjualan lahan fasos fasum Perumahan Gria Alam Sentosa (GAS) di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor sudah memasuki sesi persidangan perdana di Pengadilan Negeri Cibinong , Selasa (05/07/22).

Kuasa Hukum warga Toto Ruhanto S.H menjelaskan, pada sidang pertama, masyarakat GAS menuntut hak yang  mana fasum dan fasos Perumahan GAS ini diperjualbelikan oleh oknum yang nanti dibuktikan di pengadilan.

“Sidang perdana ini hanya menghadirkan pihak-pihak dari tergugat dan penggugat serta saksi, dan karena pihak tergugat PT Gunung Hermon Permai tidak hadir dengan alasan PT tersebut sudah pindah kantor dan yang kedua Notaris Cahyo Subroto tidak hadir juga dengan alasan alamatnya sudah pindah maka sidang kedua akan dilanjutkan,” papar Toto biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Selasa (05/07/22). 

Menurutnya , yang datang dari kuasa 7 tergugat pembeli lahan, namun dari kuasa hukum tergugat ada yang harus dilengkapi surat kuasanya  dan waktu 3 pekan tersebut sambil menunggu kelengkapan kuasa hukum pihak tergugat.

Senada disampaikan Yudi Deki Purwadi SH, Ketua Tim Penyelamat Fasos Fasum GAS mengatakan, gugatan masyarakat yang dihadiri juga dikawal oleh masyarakat GAS yang hadir untuk memenuhi panggilan sidang.

“Sidang selanjutnya akan dilakukan pada 3 minggu kedepan, karena ada delegasi terkait dengan panggilan dari PT Gunung Hermon Permai dan juga notaris lama Cahyo Subroto yang sudah tidak diketahui lagi tempat atau kantornya dimana,” jelas Yudi.

Jadi, kata dia , sidang ditunda selama 3 pekan, dan sidang lagi pada Selasa, 26 Juli 2022, dan agenda sekarang hanya pemanggilan dan pemeriksaan dari berkas-berkas, termasuk surat kuasa dan kelengkapan sebagai advokat.

Sementara BPN Cileungsi bagian sengketa Henry mengatakan, dia juga memenuhi panggilan pengadilan untuk sidang perdana dan apa yang digugatkan nanti akan dibuktikan di persidangan

“Yang pasti BPN Cileungsi sudah mempersiapkan segala sesuatunya, jika dipertengahan jalan nanti akan dilakukan mediasi ya kita ikuti alur saja, apa mau damai atau lanjut, jadi apakah itu nanti masuk fasos fasum atau gimana ikuti persidangan saja,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

DPD Diminta Nonaktifkan Ketua DPK KNPI Ciawi

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor, diminta menonaktifkan Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Ciawi, Yoga. Permintaan sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dan para pengurus DPK-KNPI Kecamatan Ciawi itu muncul, setelah melaksanakan rapat pleno, Senin (04/06).

“Rapat pleno ini kami laksanakan, karena Ketua DPK-KNPI Kecamatan Ciawi, Yoga dianggap telah melanggar AD/ART organisasi. Dan hasil rapat ini, diantaranya meminta DPD KNPI Kabupaten Bogor untuk menonaktifkan Yoga sebagai Ketua DPK Ciawi,” ungkap Sekretaris DPK-KNPI Kecamatan Ciawi, Dicky Abdul Gofur kepada wartawan.

Menurutnya, bentuk pelanggaran yang dilakukan Ketua DPK-KNPI Ciawi, yakni paska dilaksanakan Muscam DPK sampai adanya SK perubahan pengurus, tidak pernah diperlihatkan SK awal dan SK perubahan yang saat ini beredar di group anggota maupun pengurus, sama sekali tidak pernah ada undangan resmi atau lisan untuk rapat pembahasannya.

“Berita acara rapat pleno SK perubahan yang disampaikan ke DPD KNPI Kabupaten Bogor oleh Ketua DPK Ciawi, itu cacat hukum. Karena tidak pernah ada rapat pleno, kami selaku pengurus DPK dan para OKP tidak pernah dilibatkan,” aku Dicky.

Oleh karena itu, lanjutnya, dalam rapat pleno  yang dihadiri sejumlah pengurus OKP dan pengurus DPK-KNPI Ciawi, hasil rapat mengajukan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Ketua DPK dan meminta DPD KNPI Kabupaten Bogor menonaktifkan yang bersangkutan.

“Saudara Yoga itu dianggap sudah melanggar AD/ART organisasi Bab VII pasal 33 tentang pergantian pengurus antar waktu, jadi harus ditindak dengan cara dinonaktifkan,” tambahnya.

Ha yang sama dilontarkan, Sekretaris Pemuda Pancasila PAC Kecamatan Ciawi, Ilham Nurjaman yang menuturkan, pergantian sekretaris dan bendahara DPK-KNPI Kecamatan Ciawi hasil Muscam yang tercantum dalam SK perubahan hasil akal-akalan Ketua DPK bukan berasal dari unsur OKP sehingga dianggap sebagai bentuk pelanggaran aturan organisasi.

“Ini sudah tidak benar, jadi DPD KNPI Kabupaten Bogor diminta segera memecat ketua DPK KNPI Ciawi saudara Yoga. KNPI adalah tempat bernaungnya OKP, jadi jangan seenaknya mengeluarkan SK perubahan tanpa ada undangan rapat pleno alias dibuat-buat,” kesalnya.

Terpisah, Sekretaris Jenderal KB-FKPPI Kabupaten Bogor, Syarif Hidayat menyampaikan rasa keprihatinannya atas perbuatan Ketua DPK-KNPI Kecamatan Ciawi yang sudah mengambil keputusan sepihak tanpa mengindahkan aturan berorganisasi. Karena itu, dia juga mendesak DPD KNPI Kabupaten Bogor segera mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Ketua DPK Ciawi.

“Dalam menjalankan organisasi, Ketua DPK Ciawi harus mengikuti aturan organisasi tidak bisa sewenang-wenang dalam mengambil keputusan. KNPI adalah organisasi yang mengedepankan aturan didalam berorganisasi,” singkatnya.

Hingga berita ini dimuat, Yoga selaku Ketua DPK-KNPI Kecamatan Ciawi saat dikonfirmasi via selulernya belum memberikan tanggapan atas adanya rapat pleno yang meminta DPD KNPI Kabupaten Bogor menonaktifkan dirinya.

Informasi yang dihimpun, hasil rapat pleno sejumlah OKP se-kecamatan Ciawi dan pengurus DPK Ciawi menunjuk Retno Vernando yang sebelum menjabat Wakil Ketua DPK menjadi Plt Ketua DPK sampai dilaksanakannya Muscalub DPK-KNPI Kecamatan Ciawi.

** Dede Suhendar  

Emak-Emak RW 05 Tarikolot Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, mengetuk berbagai elemen masyarakat untuk membantu sejumlah warga yang terdampak beberapa waktu lalu, salah satunya yang dilakukan emak-emak warga Rukun Warga (RW) 05 Kampung Babakan, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup.

Ketua RW 05 Saidal Khomis, menyebutkan sengaja menerjunkan emak-emak yang ada di wilayahnya untuk mengumpulkan bantuan untuk sejumlah warga yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di dua kecamatan di wilayah barat, Kabupaten Bogor.

“Meski bantuan ini tidak seberapa, namun kami warga Kampung Babakan ingin ikut serta membantu warga yang terdampak bencana kemarin,” ujarnya, Selasa (05/07).

Bantuan yang berhasil dikumpulkan dari sejumlah warga yang ada di RW 05, Kampung Babakan berupa kebutuhan sehari-hari seperti sejumlah makanan, pempers, hingga obat-obatan lainnya.

“Bantuan yang terkumpul ini langsung diberikan kepada warga disana, di lokasi pengungsian, tujuannya agar tepat sasaran penerima langsung ke warga yang terdampak,” jelasnya.

Ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat lainnya untuk saling membantu kepada warga yang terdampak banjir bandang dan longsor yang terjadi di dua kecamatan yakni Pamijahan dan Leuwiliang.

Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Rabu (22/06) lalu mengahancurkan ratusan rumah di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Akibat kejadian tersebut beberapa rumah yang ada nyaris rata dengan tanah, dan sebanyak tiga orang meninggal dalam kejadian tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun terjun langsung memantau kondisi lokasi bencana banjir bandang serta tanah longsor. Pemberian bantuan pun dilakukan Ridwan Kamil ke sejumlah warga setempat.

** Nay Nur’ain

Perayaan Pelepasan di SDN Parakanmuncang 02 Dibarengi Santunan

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Perayaan kenaikan kelas dan pelepasan siswa kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakanmuncang 02, Kecamatan Nanggung, tahun ini di gelar cukup meriah. Selain mengisi dengan berbagai kreasi siswa, pihak sekolah turut menyantuni puluhan anak yatim piatu.

Kepala Sekolah, Ondeng Sofwanudin mengatakan, acara tersebut merupakan agenda tahunan. Kali ini cukup meriah, setelah pandemi Covid-19 melonggar. “Di tahun ketiga sejak pandemi ini kami bisa mengisinya dengan berbagai kreasi siswa seperti pentas seni budaya Sunda, tari tradisional, tari modern, dan lainnya,” ujarnya.

Menurut Ondeng, pentas kreasi siswa untuk memotivasi siswa dan menarik perhatian masyarakat agar menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. “Sebanyak 73 siswa tahun ajaran 2021- 2022 telah lulus, dan 65 persen siswa melanjutkan sekolah di negeri sisanya swasta atau pesantren,” ujarnya, kemarin.

Sementara program kegiatan santunan anak yatim di sekolahnya bukan yang pertama kali dilakukan. Ondeng menjelaskan, sebagai bentuk kepedulian dengan sesama pihaknya menyantuni 33 orang siswa.

“Kita di tiga momen melakukan santunan, pertama perayaan pelepasan, bulan Muharram dan Idul Fitri,” jelasnya.

Puluhan anak yatim piatu selain diberikan uang tunai juga perlengkapan sekolah. Dana tersebut diperoleh dari donatur dan juga infak siswa yang bersekolah di SDN Parakanmuncang 02. “Saya berterimakasih kepada antusias siswa dan orang tua murid yang sangat luar biasa semangat mereka mensukseskan acara ini,” sebutnya.

Ondeng berharap selama di SDN Parakanmuncang 02 ilmu yang diberikan oleh para guru-guru dapat bermanfaat dan menjadi dasar untuk peserta didik sehingga lebih mudah melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

“Dari segi perilaku penanaman karakter yang sudah diberikan sekolah kepada mereka (peserta didik) itu akan tertanam kuat dan lebih kuat lagi nanti ketika di SMP. Semua guru itu ingin anak-anak tetap melanjutkan sekolah,” paparnya.

Dia berpesan, untuk peserta didik yang akan meninggalkan sekolah untuk tetap menjaga nama baik sekolah. “Belajar lah lebih giat lagi, kalau di sekolah SD ini baru dapat beberapa persen, tentu di SMP akan mendapatkan ilmu lebih banyak lagi. Terus belajar dan berkarya karena ilmu itu tidak akan pernah habis dan putus,” tukasnya.

** Andres

Desa Sukanegara Dapat Bantuan Sepeda Motor dari Elly Yasin

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor menerima bantuan hibah sepeda motor roda tiga dari Elly Yasin, Anggota DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Bantuan itu merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup RI untuk kebutuhan kegiatan pengangkutan sampah yang ada di Desa Sukanegara dengan petunjuk teknis penggunaan anggaran.

Kepala Desa Sukanegara, Ahmad Yani mengucapkan terima kasih kepada Elly Yasin. ”Kami berterima kasih pada Ibu Ely Yasin yang sudah memfasilitasi kami bisa menerima bantuan sepeda motor roda tiga,” ujar Ahmad Yani kepada Jurnal Bogor, Selasa (05/07/22).

Menurutnya, dengan adanya bantuan sepeda motor roda tiga ini merupakan suatu kebanggaan dan mempermudah mengangkut sampah di 18 RT yang ada di Desa Sukanegara.

“Semoga kedepan ada bantuan – bantuan lain yang disalurkan ke desa kami, mengingat mayoritas warga kami adalah petani,” paparnya.

** Ramses / Nay

Manfaatkan Pensi Kelulusan, Puluhan Pedagang di Sukaluyu Raup Keuntungan

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Perayaan pelepasan siswa-siswi yang berasal dari dua sekolah, yakni MI PUI Lamping dan MI Nurul Hidayah, di Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dimanfaatkan pedagang berjualan. Para pedagang asal warga sekitar dan luar wilayah itu mengaku bersyukur pendapatannya naik.

Salah satu pedagang pakaian bernama Angga menyebutkan, keuntungan hasil berjualannya bertambah. Selain ia berdagang di Pasar Leuwiliang ia juga  memanfaatkan momen keramaian acara perpisahan. Sebagai pedagang musiman di wilayah Desa Sukaluyu, Angga salah satu pedagang dari Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung mengaku setiap tahunnya menjadi pedagang musiman di acara pelepasan siswa. 

“Sekitar 70 persen pedagang warga sekitar, sedangkan 30 persennya itu pedagang dari luar. Setelah Covid -19 selama tiga tahun, alhamdulillah ada peningkatan, kami bisa kembali berdagang di acara pelepasan siswa tersebut. Tentu sangat menguntungkan, karena setahun sekali perayaan siswa  yang paling ramai itu hanya di Desa Sukaluyu,” ujar Angga kepada Jurnal Bogor, Selasa (5/7).

Selama empat hari kedepan, berbagai kreasi siswa di dua sekolah  ditampilkan. Pantauan Jurnal Bogor puluhan pedagang memadati dua sisi jalan dengan bermacam produk barang dagangannya. Hal serupa dirasakan pedagang sate dengan dibantu beberapa orang lainnya ia tengah  sibuk melayani pembeli.

Staf Desa Sukaluyu Mamad mengungkapkan momen seperti kelulusan siswa di wilayahnya  itu selalu dimanfaatkannya sejumlah pedagang. Menurutnya, kegiatan tersebut jelas berdampak positif,  ditengah kelesuan ekonomi pasca Pandemi Covid -19, mereka dapat berjualan  dari pagi hingga sore hari.

“Acara rutin tahunan ini dapat dimanfaatkan para pedagang  untuk dapat meraup keuntungan lebih banyak. Karena hasil keuntungan para pedagang tentu saja bisa membantu kebutuhan rumah tangga,” ujar Mamad.

** Arip Ekon

Hadir Saat Dibutuhkan Warga, Demokrat Salurkan Bantuan

0

Ketua DPD dan Ketua DPC Partai Demokrat Akan Kawal Proses Percepatan Penanganan Bencana

Pamijahan | Jurnal Bogor

Anggota Komisi I DPR-RI yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat H. Anton Sukartono Suratto mengunjungi camp pengungsi korban banjir yang ada di wilayah Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Senin (4/06/2022).

Dalam rombongan ikut hadir pula, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Candra Sasmita, Ketua Dewan Pertimbangan Cabang, Lulu Azhari Lucky (Ki Jalu), Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Demokrat, Ruhiyat Sujana dan didampingi juga unsur jajaran pengurus DPC, Srikandi Demokrat Kabupaten Bogor, Ketua DPAC dapil 4, Bacaleg Dapil 4 dan para relawan serta simpatisan Partai Demokrat.

Dalam kesempatan ini, pria yang akrab disapa Kang H. Anton bertemu langsung dengan masyarakat yang terkena bencana dan mendistribusikan langsung bantuannya.  “Alhamdulillah hari ini saya bisa bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat di kampung muara Desa Cibunian khususnya kepada 43 kepala keluarga di Kp. Muara satu RT 02 RW 01 yang rumahnya nyaris tidak bisa ditempati akibat dari bencana longsor Pamijahan. Adapun bantuan yang saya berikan 200 pack beras ukuran 3kg, 2 karung beras ukuran 50 Kg, 6 karung baju layak pakai, dan air mineral dan untuk yang terdampak di Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang, tidak dapat ditemui langsung akan tetapi sudah menugaskan satgas dan pengurus DPC untuk menyerahkan bantuannya,” ungkapnya.

Kang H. Anton juga juga dalam kesempatan ini berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi dari para korban, yang hasilnya akan ia jadikan sebuah gagasan untuk turut ambil bagian dalam percepatan penanganan terkait relokasi dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang rumahnya hancur terdampak bencana pergeseran tanah di Desa Cibunian.

“Jadi rencananya kami akan kawal terus realisasi relokasi dan pembangunan huntap yang ada di Kp Muara, Desa Cibunian, nantinya akan turut ikut ambil bagian Rajawali Rescue dan akan didampingi langsung oleh tokoh masyarakat yang juga ketua dewan pertimbangan DPC Demokrat,” jelas Anton.

“Insya Allah Partai  Demokrat akan hadir disaat dibutuhkan oleh masyarakat, dan akan berkoordinasi dengan Satgas BNPB Kecamatan Pamijahan dan Kades Cibunian,”sambung Kang Lulu Azhari Lucky yang akrab disapa  Ki Jalu.

Selain berdialog dengan masyarakat Kang Anton pun  berkesempatan menghibur serta memberikan support kepada anak-anak Kp Muara yang tengah mendapatkan trauma healing dari satgas bencana. Pria yang sudah tiga periode duduk sebagai wakil rakyat di Senayan, berpesan kepada seluruh kader Demokrat yang hadir agar peka atas apa terjadi di masyarakat terlebih bencana alam.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Candra Sasmita merasa perihatin melihat kondisi rumah-rumah warga yang rusak akibat pergeseran tanah dan banjir bandang di Desa Cibunian, serta turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Umar (42) dan Ibu Aam (40).

“Semoga almarhum dan almarhumah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran. Alhamdulllah kami berkesempatan berdialog langsung dengan keluaraga dan kami memberikan uang dukacita kepada masing-masing korban meninggal sebesar 2.500.000, semoga apa yang kami berikan dapat sedikit mengurangi beban keluarga,” ujarnya dengan mata yang berlinang.

Kang Decan’s mengaku dirinya akan mendorong para anggota DPDRD fraksi Demokrat untuk berperan aktif dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat Desa Cibunian pasca bencana terkait relokasi dan pembangunan huntap akan berkoordinasi dengan aparat setempat.

“Saat di lokasi saya intruksikan langsung  anggota DPRD fraksi Demokrat daerah pemilihannya agar betul-betul bisa menyerap dan mendengarkan keluh kesah masyarakat,” pungkasnya.

Sementara bantuan yang dikirimkan ke Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang berupa 150 paket sembako, dan 4 karung beras.

**gp

Pensi Warnai Pelepasan Siswa Nurul Hidayah

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Hidayah menampilkan pentas seni (pensi) menyambut kelulusan peserta didik kelas enam dan kelas sembilan. Suasana haru bercampur gembira, mereka menampilkan tari-tarian, drumband, paduan suara hingga di penghujung malam digelar api unggun.

Acara dipusatkan di halaman sekolah di Kampung Sawah RT 02 RW 04, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Senin (4/7).

Kepala Sekolah MI Nurul Hidayah Daman Huri mengatakan, dikemasnya pelepasan siswa dengan pensi untuk memberikan kemeriahan pada momen kelulusan. Diharapkan siswa-siswa kelas enam yang telah lulus bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Enam tahun bersama menurutnya, bukanlah waktu yang singkat. “Banyak hal yang sudah dilalui bersama saat mereka sekolah,” ujar Kepala Sekolah Mi Nurul Hidayah Daman Huri.

Ia juga menghaturkan terimakasih kepada  wali murid yang telah mempercayakan putra putrinya  selama sekolah di Madrasah Nurul hidayah dan mengharapkan para orang tua agar terus bisa memberikan dukungan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. “Kami harap siswa bisa melanjutkan ke MTs Nurul Hidayah,” harap Daman Huri.

Sejak lama sekolah yang dirintisnya, ia mengamanahkan agar para guru dan siswa yang telah lulus selalu memupuk loyalitas serta rasa memiliki. Pada acara itu hadir tokoh agama dan masyarakat serta pengawas madrasah  di lingkungan Kemenag yang meliputi wilayah Kecamatan Dramaga, Rancabungur dan Kecamatan Nanggung Mashudi.

Sementara, salah satu orang tua siswa Madrasah Nurul Hidayah Hendi mengaku selama enam tahun bersekolah banyak ilmu yang didapat dan bermanfaat bagi anak-anaknya. “Kami dididik penuh cinta kasih sayang, semoga pengorbanan guru selalu dibalas Allah SWT,” ungkap Hendi yang juga alumni MTs Nurul Hidayah.

** Arip Ekon