27 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 905

Pemdes Sukahati Dapat Bantuan dari PT Indocordsa

0

Citeureup | Jurnal Bogor

PT Indocordsa menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan membarikan bantuan satu set CCTV (4 spot device+DVR+monitor) dan bantuan dana infrastruktur kantor desa sebesar Rp.11.000.000  kepada Desa Sukahati, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor.

Sekretaris Desa Sukahati Antoni mengatakan, bantuan yang diberikan PT Indocordsa cukup membantu desanya.

“Alhamdulilah hari ini CSR PT Indocordsa selalu mendukung kegiatan Desa Sukahati baik dalam bidang penyelenggaraan pemerintahan, sosial, ekonomi, pendidikan juga kesehatan, dan saat ini PT Indocordsa memberikan 1 set CCTV dan uang sebesar 11 juta guna belanja 2 kusen pintu dan 4 pintu kusen jendela aluminium untuk desa,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (19/5).

Antoni mengucapkan banyak terima kasih  kepada PT Indocordsa yang telah memperhatikan Desa Sukahati dan berharap bisa bekerjasama dan berkesinambungan.

“Ucapan banyak terimakasih kepada PT Indokoordsa yang sudah membantu, memperhatikan masyarakat dan pemerintahan di sekitar wilayah perusahaan, dan saya berharap kerjasama ini dapat berjalan berkesinambungan dan berkelanjutan,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

Baru Diperbaiki, Jalan Cibucil Rusak Lagi

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Baru beberapa minggu  diperbaiki, jalan raya Cibucil -Cibarusah kembali rusak dan berlubang. Kerusakan itu sangat membahayakan pengendara saat melintasi jalan itu. Dadang, sopir angkot jurusan  Cibuci Jonggol-Cikarang mengeluhkan perbaikan jalan yang baru saja dilakukan sudah mengalami kerusakan.

“Kerusakan dengan lubang mencapai kedalaman 5 hingga 15 cm yang berada di bagian kanan badan jalan raya,” cetus Dadang kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/5).

Ia menjelaskan, akibat jalan berlubang, belum lama ini ada seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan akibat terjebak masuk dalam lubang dan mengakibatkan luka parah di kepala. Ia  menilai, kerusakan jalan karena adanya kendaraan yang melintasi melebihi ketentuan tonase.

“Kami mengharapkan agar instansi terkait seperti Dinas PUPR  Provinsi  Jawa Barat segara memperbaiki jalan rusak dengan tambal sulam, begitupun Dinas Perhubungan untuk lebih serius menertibkan mobil yang bermuatan melebihi tonase di jalan tersebut,” paparnya.

Hal senada dikatakan Hasanudin, warga sekitar yang mengaku prihatin karena baru beberapa minggu  diperbaiki, kini jalan tersebut kembali. “Mungkin sebaiknya dalam perbaikan jalan itu bisa lebih serius jangan asal – asalan agar jalan yang ditambal sulam awet dan bisa tahan lama,” cetus Hasan

Hasan juga heran dan mempertanyakan pengerjaan seolah asal – asalan dan bahkan saat hujan pun pengaspalan tambal sulam dilakukan sehingga wajar jika usai tambal sulam ini hanya berumur 1 sampai 2 minggu rusak lagi.

“Kerjanya harus lebih serius ya, sayang dengan anggaran yang sudah dikeluarkan tapi kerja asal – asalan , ngaspal saat hujan itu pasti awur – awuran , jangan dipaksakan , ini seolah kerjanya hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja. Heran, tapi ini kan Bogor,” pungkas lalu senyum.

** Nay / Ramses 

UPT IJJ Wilayah II Gercep Evakuasi Dua Titik Longsor

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Pascabencana alam longsor tanah yang terjadi di dua titik, yakni di Ruas Jalan Gadog-Pasir Angin, Kecamatan Megamendung dan Gadog-Kopo Selatan Cisarua, pada 28 April 2022 lalu, petugas dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan (IJJ) Kelas A Wilayah II, langsung melakukan penanganan.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) UPT IJJ Kelas A Wilayah II, Ade Sa’ban mengatakan, setelah terjadinya bencana alam longsor tanah di dua titik, yakni di Ruas Jalan Gadog-Pasir Angin Kecamatan Megamendung dan Ruas Jalan Gadog-Cikopo Selatan Cisarua, pihaknya langsung melakukan penanganan.

“Pegawai lapangan kami langsung melakukan evakuasi di Ruas Jalan Gadog-Pasir Angin, karena saat itu kondisi longsor tanah tebingan menutup ruas jalan,” akunya kepada wartawan.

Penanganan evakuasi sendiri, lanjutnya, dilakukan satu hari setelah terjadinya bencana longsor. Sehingga, tanah longsor yang menutup akses jalan di wilayah Pasir Angin tersebut, tidak menggangu aktivitas warga.

“Evakuasi selesai kami lakukan dengan waktu yang tidak begitu lama. Kami kerjakan secara gerak cepat (Gercep),” akunya.

Selain di Ruas Jalan Gadog-Pasir Angin, sambung Ade, pihaknya pun langsung melakukan koordinasi dengan pihak Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Megamendung terkait penanganan di Ruas Jalan Gadog-Cikopo Selatan Cisarua, persisnya di Kampung Cihanjawar, Desa Sukagalih.

“Alhamdulillah, hasil dari koordinasi itulah akhirnya Forkopimcam Megamendung terutama jajaran Kepolisian turut serta dalam mengatur arus lalulintas di lokasi longsor,” paparnya.

Ade pun mengakui, untuk penanganan sementara di lokasi longsor di Kampung Cihanjawar, harus dengan cara memasang beronjong agar tidak terjadi longsor susulan. “Salah satu upaya kami agar tidak terjadi longsor susulan yakni, memasang beronjong,” akunya.

Ade mengungkapkan, kondisi longsor di Ruas Jalan Gadog-Cikopo Selatan Cisarua STA 6700, harus dilakukan penanganan dengan memasukkannya kedalam anggaran proyek tahun 2023.

“Berhubung biaya penanganan longsor di Kampung Cihanjawar itu cukup besar, maka kami masukkan kedalam usulan proyek di tahun 2023. Mudah-mudahan bisa langsung dilakukan penanganan,” tukasnya.

** Dede Suhendar 

Beben Perjuangkan PTN di Bogor Timur

0

Jonggol  | Jurnal Bogor 

Anggota DPRD Kabupaten Bogor H Beben Suhendar SH,MH menyatakan siap untuk  memperjuangkan agar di wilayah Bogor Timur ada perguruan tinggi negeri (PTN). Upaya ini kata wakil rakyat dari Komisi I ini agar tidak perlu jauh-jauh kuliah ke Kota Bogor, Jakarta bahkan hingga Bekasi.

“Kami dari Presidium Bogor Timur  konsisten memperjuangkan pembangunan di bidang pendidikan, salah satunya agar berdiri perguruan tinggi negeri di wilayah Bogor Timur khususnya di Kecamatan  Tanjungsari. Kami akan desak agar Pemerintah Kabupaten Bogor  bersinergi dengan Gubernur Jawa Barat untuk mengadakan universitas ,” kata Beben saat dihubungi melalui WA, Rabu (18/5).

Perlu diketahui, kata dia, salah  satu penyebab kemiskinan adalah terbengkalainya pendidikan. Selain berobsesi mewujudkan PTN, dia mengupayakan wajib belajar sembilam tahun  agar tuntas, menyusul wajib belajar 12 tahun sehingga generasi muda  di wilayah Bogor Timur lebih cerdas dan bermartabat.

“Nantinya di wilyah Bogor Timur tidak ada lagi yang terbengkalai persoalan pendidikannya mulai dari jenjang SD, tidak ada alasan siswa berhenti sekolah, begitu juga di SMP dan SMA. Siswa yang terlanjur berhenti sekolah di jenjang SD, SMP dan SMA telah disediakan program kejar paket A, paket B, dan paket C. Tamatan kejar paket C, juga bisa kuliah,” paparnya. 

Oleh karena itu , PTN itu nantinya mesti membuka jurusan yang cocok dengan kondisi dan kebutuhan warga dan sekitarnya dalam visi dan misi  Presidium Bogor Timur dia telah sampaikan program untuk mendirikan PTN bisa cepat terlaksana.

“Dan para kepala desa yang ada di wilayah Botim  sudah membuat pernyataan  mendukung berdirinya universitas negeri,” pungkasnya optimis.

** Nay / Ramses 

Rumah Restorative Justice di Pasir Mukti Disambut Baik Pemkab

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyambut baik hadirnya Rumah Restorative Justice, di Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin saat menghadiri peresmian Rumah Restorative Justice oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bogor, Rabu (18/5).

Burhanudin mengungkapkan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, menyambut baik dan turut berbangga atas didirikannya Rumah Restorative Justice, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, di Desa Pasir Mukti, sebagai pilot project di wilayah hukum Kabupaten Bogor.

“Kami apresiasi upaya Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk membantu penyelesaian berbagai perkara di tengah masyarakat, diluar jalur hukum formal, demi memenuhi rasa keadilan dengan mengedepankan mediasi perdamaian, serta musyawarah antara pihak tersangka dan korban, yang disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat,” ungkap Burhanudin.

Sehingga diharapkan, sambung Burhan, resistensi tidak terjadi, serta keharmonisan tetap terjalin di tengah masyarakat. Kami yakin masyarakat Kabupaten Bogor juga turut menyambut baik hadirnya Rumah Restorative Justice ini.

“Yang bukan hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat, juga sebagai tempat musyawarah dan urun rembug berbagai lapisan masyarakat,” cetus Burhan.

Menurutnya , dirinya percaya, bahwa seluruh petugas di Rumah Restorative Justice ini dapat memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat Kabupaten Bogor.

“Saya harap Rumah Restorative Justice ini nantinya hadir di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bogor untuk mendukung terwujudnya visi Kabupaten Bogor termaju, nyaman, dan berkeadaban,” harapnya.

Senada disampaiakan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Agustian Sunaryo menjelaskan, Rumah Restorative Justice ini sesuai dengan Peraturan Jaksa Agung, kita akan canangkan beberapa Rumah Restorative Justice di Kabupaten Bogor.

“Sebetulnya ini adalah bagian dari budaya kita, yang selama ini sudah kita laksanakan namun demikian kita lembagakan,” kata Agustian.

Restorative Justice, tutur Agustian,  adalah penyelesaian perkara pidana dengan melibatkan beberapa pihak yakni pelaku, korban, keluarga, maupun masyarakat atau pihak-pihak lain sehingga terjadi pemulihan keadaan yang memperhatikan kepentingan-kepentingan dari pihak pelaku dan korban.

“Kita melihat di Desa Pasir Mukti ini lingkungannya kompleks, sehingga potensi-potensi persinggungan dan perbedaan pendapat sangat tinggi,” ujarnya.

Menurut Agustian, tidak semua kasus bisa dilakukan restorative justice, Kejaksaan Agung sudah menentukan yakni untuk kasus dengan hukuman pidana dibawah lima tahun saja, dan bukan residivis. Ketika tersangka mendapatkan restorative justice nantinya akan dihentikan penuntutannya. Ini adalah penyelesaian perkara pidana dengan sebuah metode restorative justice, dan tentunya kita lakukan secara selektif.

“Kedepannya akan terus kita tambah Rumah Restorative Justice di Kabupaten Bogor secara bertahap, dan tentunya dengan berkoordinasi dan difasilitasi oleh Pemkab Bogor,” tandas Agustian Sunaryo.

** Nay Nur’ain

‘Bank Emok’ di Cibungbulang Meresahkan

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor 

Keberadaan bank keliling atau ‘bank emok’ di wilayah Cimanggu Dua, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor meresahkan masyarakat. Keberadaannya merajalela, memanfaatkan kondisi kesulitan ekonomi warga.

Tak tanggung-tanggung, puluhan warga yang berada di kampung tersebut terjerat pinjaman sehingga memaksa gali lobang tutup lobang dalam pembayaran.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku, ada belasan bank keliling dan ‘bank emok’  yang menyasar ibu-ibu dalam transaksinya tanpa sepengetahuan suami.

“Saya sangat resah keberadaan ‘bank emok’ atau bang keliling ini yang menyasar ibu-ibu, apa lagi saat ini di tengah Covid-19 usaha belum lancar yang membuat saya pusing,” ungkapnya sambil mengelus dada.

Dia bercerita, ada tetangganya hingga menjual rumah dan rumah tangganya berantakan akibat ‘bank emok’ tersebut.

Selain itu ada juga yang menggunakan data pribadi warga, dari praktik itu ada puluhan warga yang menjadi korban diduga belasan juta itu dibawa kabur. 

“Dari belasan bank keliling dan ‘bank emok’ ini diduga ada yang bodong. Atas nama saya juga ada di tangan orang yang tidak bertanggung jawab tanpa sepengetahuan saya digunakan untuk meminjam dan orangnya kabur, sekarang bank keliling itu nagih terus ke saya,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/05).

Meski demikian, kejadian itu belum dia laporkan kepada pihak yang berwajib dan dia bersama warga lainnya menolak kehadiran ‘bank emok’ yang meresahkan ini. “Saya berharap ada tindakan dan solusinya, baik dari pemerintah desa maupun pihak terkait,” pungkasnya.

Sementara saat dihubungi melalui telepon, Kepala Desa Cimanggu Dua Senan membenarkan, keberadaan ‘bank emok’ maupun bank keliling di wilayahnya merajalela.

“Sejauh ini masyarakat belum ada aduan ke desa terkait keluhan ini, tapi memang keresahannya sudah lama dan keberadaan bank emok maupun bank keliling ini di setiap kampung wilayah saya banyak,” katanya.

Dengan begitu, dia menyebut kesulitan untuk menjegat keberadaan bank emok maupun bank keliling tersebut. Bahkan termasuk yang mempunyai bantuan BPNT maupun PKH ada juga yang terlibat dalam praktek pinjaman itu.

“Susah kita mau jegat nya juga, masyarakat yang kadang-kadang nggak ngomong padahal kita sudah memberikan solusi, dulu waktu masih ada program di desa masyarakat sendiri yang nggak kooperatif,” ungkapnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk jangan sampai terlena oleh pinjaman pinjaman tersebut. “Padahal dulu saya tawarin buat kelompok usaha kalau masalah biaya dari desa yang modalin, saat itu kebanyakan masyarakat yang tidak mau diajak yang baik,” pungkasnya

** Andres

Shabby Mommy Custom Cake Ajak Kaum Ibu Mahir Bikin Kue

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Shabby Mommy custom cake merupakan baking private class yang diinisiasi oleh seorang ibu muda asal Bogor Fanny Eka Prasetya.

Berawal dari hobi, Shabby Mommy menjelma menjadi sebuah komunitas baking yang memiliki member sebanyak 300 orang lebih yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Sukabumi.

Fanny, sapaan akrab founder Shabby Mommy, menceritakan, komunitas yang ia jalani hingga saat ini, berawal dari niatnya untuk belajar kelas baking atau membuat kue. Dari referensi yang ada, diketahuinya untuk kelas terbaik pembuatan kue berada di Jakarta dan Bandung.

“Iya aku awalnya membuat kue karena hobi. Aku cari kelas terbaik karena ingin belajar, bagaimana membuat kue yang baik juga enak, karena lidah orang kan berbeda. Sempat ambil kelas di Jakarta dan Bandung, luar biasa perjuangannya,” ujar Fanny kepada.

Setelah proses panjang belajar ke berbagai kota dari pembuat kue yang berpengalaman. Lulusan S1 IPB jurusan manejmen ekonomi ini pun membuat kue untuk anak, saudara serta keluarga dengan rasa yang dinilai enak serta berbagai bentuk yang unik.

“Ya awalnya keluarga, terus berkembang mulai ada order. Rasa dan bentuknya yang bisa sesuai permintaan juga kan,” tuturnya.

Hasil kue customnya ia promosikam melalui media sosial. Alhasil Fanny yang alih-alih kebanjiran order kue pun mulai diminta oleh para ibu-ibu yang ingin belajar membuat kue melalui dirinya.

“Aku bilang sama mereka, lebih baik ke ahlinya saja. Tapi temen” bilang waktu dan lainnya jadi kendala. Mereka bilang aku juga cukup jadi pengajarnya. Jadilah Shabby Mommy sekarang ini,” beber lulusan S2 Universitas Mercu Buana bidang Coorporate Comnunication.

Honk | *

Petani di Kalongliud Senang Dibangun Irigasi

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Program irigasi pertanian membantu para petani di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Salah satu lokasi  pembangunan irigasi tersier yang berlokasi di Kampung Liud- Pasirmanggu RT 01 RW 02 Desa Kalongliud beberapa hari terakhir sudah  rampung pengerjaan.

Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Cibongas, Asoni menerangkan, bantuan pembangunan irigasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS-SCC) guna mengairi  blok persawahan Pasir Manggu seluas 10 hektare serta terdapat lahan palawija 3 hektare.

Mengingat masyarakat desa sangat membutuhkan irigasi itu dibangun, maka saluran irigasi menjadi salah satu kunci keberhasilan suksesnya swasembada pangan, khususnya di wilayah Desa Kalongliud dan sekitarnya.

“Apabila pesawahan  terhambat aliran airnya tentu akan menghambat produktivitas hasil panennya,” kata Asoni kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/5).

Kendati demikian, kata Asoni, keterlibatan semua pihak dalam mendukung proses percepatan swasembada pangan sangat diharapkan warga petani.

Dalam pengembangan budidaya disektor pertanian  tidak akan berkembang ketika saluran air yang dihasilkan tidak berjalan maksimal.

Dengan begitu, sistem bangunan irigasi menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sektor ketahanan pangan.

Pembangunan irigasi di Desa Kalongliud  untuk mengairi  pesawaan disambut gembira warga petani.

Seperti dikatakan Malik yang merupakan penerima manfaat pembangunan irigasi tersier. Menurutnya, bahwa saluran irigasi dari bendungan ini dapat dimanfaatkan untuk mengairi areal pesawahan dan lahan palawija.

dengan adanya bantuan bangunan irigasi yang berasal  dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS-CC) maka kebutuhan air untuk pengairan sawah petani tentu saja akan terbantu,” tukasnya.

** Arip Ekon

Kemendes PDTT RI Adakan Pelatihan Pengelolaan Bumdes

0

Cigombong | Jurnal Bogor
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Replubik Indonesia (Kemendes PDTT RI) melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Bumdes angakatan III tahun 2022 yang diikuti oleh 30 pengelola Bumdes, tiga Kecamatan tersebut yaitu, Cigombong, Cijeruk dan Caringin di ruang aula Kantor Kecamatan Cijeruk.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Cigombong RE.Irwan Somantri, dan kepala Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat desa(BBPPMd) jakarta, Lalu Syamsul Hakim. Pelatihan selama 6 hari dari mulai Rabu hingga Selasa pekan depan (18 hingga 23 Mei 2022).

Syamsul Hakim, Kepala BBPPMd PPDTT Jakarta menjelaskan, pelatihan pengelolaan Bumdes bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan Bumdes, maka peserta yang mengikuti pelatihan adalah merupakan manager dan juga bendahara Bumdes,dengan materi pelatihan bagai mana cara pengelolaannya dengan baik.

“Pada hari ini, kita adakan pelatihan Bumdes bagi manager dan juga bendahara Bumdes, pelatihan berupa materi bagaimana cara penguatan regulasi, pendiriannya dan mengelola Bumdes dengan baik,juga regestrasi unit usaha yang berbadan hukum. Jika bumdes sudah berbadan hukum tentunya kedepan bisa bekerja sama dengan pihak ketiga. Selain itupun bisa memberikan materi pembukuan yang baik dan benar, paparnya.

Pelatihan dilaksanakan selama 6 Hari, dimulai pada hari Rabu kemarin dan berakhir pada Selasa pekan depan, pelatihan selama enam hari sehingga seluruh peserta dapat mengelola Bumdes dengan baik, dan dapat merangkul pihak ketiga. Hasil pelatihan dapat menyampaikan atau memberikan ilmu pengelolaan Bumdes kepada pengelola lainnya.

“Bagi mereka telah mengikuti pelatihan tentunya dapat menyampaikan ke Bumdes lain, jadi tidak perlu lagi adanya studi banding ke luar daerah, karena semua itu akan mengeluarkan biaya yang cukup tinggi. Makanya dipelatihan ini akan kita angkat juga Sumber Daya Manusianya dan sumber alamya yang ada disekitar kita, dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Camat Cigombong R.E Irwan Somantri berharap, dengan adanya pelatihan pengelolaan Bumdes, semua peserta mendapatkan ilmu dan pengalaman bermanfaat sebagai modal mereka mengelola Bumdes, sehingga kedepannya Bumdes dapat lebih maju dan lebih baik.

“itukan perusahaan badan usaha milik Desa, jadi managerial dan tata kelola harus  baik, jika manajerial kuat tentunya dapat memajukan Bumdes yang ada di Desa, dan pengalaman iniakan menambah pengetahuan mereka dalam mengelola Bumdes untuk kesejahteraan dan kemajuan Desa,” pukasnya.

** Deni Pratama 

PT BAP Berbuntut Panjang, Warga Minta Diselesaikan di Mapolsek Ciawi

0



Ciawi | Jurnal Bogor
Permasalahan antara warga Kampung Cibolang RT 02 RW 07 dengan PT Balina Agung Perkasa (BAP), berbuntut panjang. Sebab, warga yang merasa dirugikan akibat lahannya dijadikan tempat pembuangan bahan material pembangunan pemagaran area pembatas perusahaan, minta diselesaikan di Mapolsek Ciawi.

Usup Supriadi, warga Kampung Cibolang RT 02 RW 07 yang lahannya dijadikan tempat pembuangan bahan material proyek pembangunan  PT BAP mengakui, jika sudah ada yang datang ke rumahnya dari pihak perwakilan PT BAP, namun dalam pertemuan tersebut tidak ada penyelesaian apapun. Sehingga, pihaknya meminta agar penyelesaian permasalahan ini dilakukan di Mapolsek Ciawi.

“Adanya kerusakan di lahan saya akibat bekas potongan kayu, bambu dan pepohonan yang dibuang oleh pihak PT BAP, tentunya merugikan saya. Apalagi, tidak ada izin dari saya selaku pemilik lahan,” akunya kepada wartawan melalui pesan singkatnya.

Menurutnya, saat pertemuan penyelesaian nanti antara pihaknya dengan PT BAP, sejumlah warga dan pengurus RT, RW serta Pemerintah Desa (Pemdes) Telukpinang akan ikut hadir. Selain kaitan lahannya yang mengalami kerusakan, selama pengerjaan pembangunan pemagaran area perusahaan maupun perluasan, pihak perusahaan tidak pernah melibatkan masyarakat.
“Selama ini tidak ada komunikasi apapun dengan warga. Makanya perizinan yang dikantongi pihak perusahaan pun menjadi pertanyaan kami sebagai warga,” ujar Usup.

Ketua RT 02 RW 07, Nurpajri mengungkapkan, perwakilan dari pihak perusahaan ekspedisi pengangkut air minum sudah ada turun ke lingkungan dan mendatangi rumah pemilik lahan yang dijadikan tempat pembuangan bekas bahan material.
“Dalam pertemuan pertama itu, perwakilan PT BAP meminta maaf kepada pemilik lahan,” jelasnya.

Namun, Nurpajri menyayangkan saat pertemuan pertama tersebut, belum mencapai kesepakatan atau penyelesaian antara pihak perusahaan dengan warga.

“Ya nanti akan ada pertemuan lanjutan atau kedua. Untuk tempatnya bisa di Polsek Ciawi atau dimana saja. Kemungkinan pertemuan kembali dilakukan dalam minggu-minggu ini,” kata Ketua RT 02 itu.

Sementara, perwakilan PT BAP, Dayat saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, penyelesaian di Mapolsek Ciawi kaitan persoalan dampak dari pemagaran area perusahaan merupakan keinginan warga yang harus dihormati dan dipenuhi pihaknya.
“Itu bagian dari permintaan warga yang harus kami hormati,” singkatnya.

Kapolsek Ciawi, Kompol Asep Triyono membenarkan adanya permintaan dari warga untuk penyelesaian permasalahan dengan PT BAP dilakukan di Mapolsek Ciawi.

“Kami hanya menengahi masalah warga dengan pihak perusahaan agar selesai secara damai dan tidak ada yang dirugikan. Waktunya sendiri kalau tidak hari Senin mungkin Selasa depan,” imbuhnya.

** Dede Suhendar