33.6 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 893

GPN Desak DLH Laporkan Pelaku Pungutan ke Polisi

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Terkait sengkarut permasalah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor menuai sorotan dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Gerakan Pemuda Nasional (GPN) yang mendesak Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor agar melaporkan ke pihak kepolisian.

Ketua GPN Robby Faisal juga meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan tindakan tegas kepada para pelaku pungutan jikalau memang pungutan di TPAS Galuga tersebut itu tidak dibenarkan.

“Agar menjadikan itu efek jera buat mereka (pelaku pungutan) terutama agar tidak ada lagi yang namanya pungutan liar di TPAS Galuga,” ungkap Robby Faisal saat dihubungi, kemarin.

Selain itu, Bang Botol sapaan akrab Robby Faisal juga mendesak DLH Kabupaten Bogor jika memang tidak pernah menyetujui para oknum melakukan pungutan untuk melaporkan kepada pihak kepolisian agar dilakukan tindakan tegas.

“Dan untuk Kabid DLH kalau memang tidak pernah menyetujui langkah para oknum pungutan liar di TPAS Galuga alangkah lebih baiknya anda (Kabid DLH) juga melaporkan atas pencatutan nama atau pencemaran nama baik di dinas anda,” kata dia.

Sebelumnya sengkarut permasalah di TPA Galuga tidak kunjung henti mulai dari permasalah kompensasi, dan saat ini terkait pungutan sebesar Rp 5 ribu per mobil truk sampah oleh Forum Komunikasi Masyarakat Galuga (FKMG) dengan dalih pemberdayaan masyarakat menjadi kontroversi. Pasalnya hal itu diduga menjadi pungutan liar.

Kapolsek Cibungbulang, Polres Bogor menyoroti adanya dugaan pungutan sebesar Rp 5000  yang diklaim sebagai pemberdayaan masyarakat di Galuga. Bahkan pihaknya akan menindaklanjuti dugaan pungutan yang dibebankan kepada ratusan sopir truk sampah, baik dari Dinas Lingkungan Kota maupun Kabupaten. 

** Andres

Kesal Jalan Bak Kubangan Kerbau, Pengusaha Bogor Timur Uruk Jalan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Geram karena jalan yang dilintasi setiap hari rusak parah dan berlubang, Ketua Asosiasi Pengusaha Besi Tua Bogor Timur Edy Rohman, pada Hari Jadi Bogor (HJB) ke-540 tahun 2022 melakukan penambalan dengan bahan seadanya agar jalan tersebut tidak terlalu parah bak kubangan kerbau.

Edy Rohman

“Dalam rangka Hari Jadi Bogor, saya pecut Pemerintah Kabupaten Bogor untuk melihat kondisi jalan yang amat sangat buruk ini. Bertahun – tahun kami menikmati jalan bak kubangan kerbau,” papar Edy Rohman kepada Jurnal Bogor, Minggu (5/6).

Dia mempertanyakan peran pemerintah, mengingat PAD Bogor Timur berkontribusi besar untuk Kabupaten Bogor, tetapi pembanguan infrastruktur jalan di Bogor Timur banyak yang memprihatinkan.

“Jangan dulu bicara mekar menjadi Kabupaten Bogor Timur, jalan yang dekat dengan banyak perusahaan saja nasibnya memprihatinkan. Jalan Lapangan Kapuk ini sudah diabaikan bertahun – tahun tanpa sentuhan baik peningkatan maupun pemeliharaan jalan, dimana peran pemerintah ini,” paparnya.

Menurutnya ,tindakan yang dilakukan dirinya bersama pengusaha di Bogor Timur adalah bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Kabuapaten Bogor dimana tidak bisa memilah mana yang harusnya menjadi prioritas.

“Saya berinisiatif dengan menggandeng rekan – rekan pengusaha lain kita lakukan pengurukan Jalan Lapangan Kapuk ini. Kami kesal jalan parah begini pemerintah gak melek – melek,” paparnya kecewa.

Terpisah disampaikan oleh Achmad Fathoni Anggota DPRD Kabupaten Bogor yang mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Edy Rohman dan kawan – kawan pengusaha besi tua, dimana sudah memberikan contoh sekaligus mencambuk Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Untuk jalan tersebut, saya sudah pernah mengajukan dan mengusulkan dari tahun 2019, kemudian terhalang oleh pandemi Covid – 19 , hingga terjadi recofushing dan jalan yang dianggaran ini akhirnya dialihkan ” ucap Fathoni.

Namun, dia pun menyayangkan pada tahun 2021 jalur yang tidak terlalu memprihatinkan dibenahi, tetapi jalur yang parah dengan lubang dalam malah diundur-undur hingga membuat jalan tersebut semakin parah.

“Wajar jika masyarakat kecewa dan kesal karena memang sudah sangat lama menunggu tak jua terlihat tanda – tanda untuk diperbaiki. Tapi dengan adanya tindakan dari para warga tersebut saya sudah sampaikan ke UPT Pak Zulkifli dimana dia mengatakan bahwa jalan tersebut sudah dilelang dan sudah ada pemenangnya. Rencananya pekan depan akan cek lokasi,” pungkas Fathoni.

**Nay Nur’ain

Sabet 3 Juara Sekaligus, Kang Denz: Ini Untuk Warga Leuwinutug

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Desa Leuwinutug dengan slogannya ‘Leuwinutug Ngahiji’ sukses menyabet 3 juara sekaligus pada Hari Jadi Bogor (HJB) ke-540 tahun 2022. Keberhasilan ini seiring dengan keinginan yang muda yang berkarya impian pemuda Desa Leuwinutug yang merajut asa untuk merubah desa dan bermimpi untuk membangun Indonesia berawal dari desa.

Deden Saipul Hamdi, pria asal Desa Leuwinutug yang kini menjabat sebagai Kepala desa Leuwinutug makin gencar mencapai impian – impiannya dengan meraih berbagai penghargaan dalam membangun desa seperti Penghargaan Desa Terbaik dalam Lomba Desa se-Kecamatan Citeureup, juara 2 lomba video pendek tingkat Kecamatan Citeureup , dan  juara pertama lomba tumpeng tingkat Kecamatan Citeureup . 

“Ini merupakan kebanggan untuk kami, di Hari Jadi Kabupaten Bogor yang ke-540 Desa Leuwinutug berhasil menyabet 3 penghargaan sekaligus,” papar Deden Saipul Hamdi kepada Jurnal Bogor, Minggu (5/6).

Atas keberhasilan ini, dia berterimakasih atas sumbangsih pemikiran seluruh staf Pemerintahan Desa Leuwinutug, RT / RW, Kadus, Babinsa, Babinmas, tokoh masyarakat, alim ulama yang sudah bersedia memberikan support serta sarannya kepada Pemerintahan Desa Leuwinutug hingga bisa menjadi seperti sekarang ini.

“Terbentuknya ‘Leuwinutug Ngahiji’ tak lepas dari keinginan warga Desa Leuwinutug yang selalu bergotong – royong dan bekerja sama baik dalam pembangunan maupun bidang sosial sehingga apa yang sudah direncanakan bisa terwujud dan membuahkan hasil yang maksimal,” jelas Kang Denz biasa disapa.

Selain itu, sambung Kang Denz, setiap program dan kegiatan yang ada di Desa Leuwinutug selalu dalam perencanaan yang matang karena menurutnya salah merencanakan sama dengan merencanakan yang salah.

“Saya ucapakan terimakasih kepada Pemerintah Kecamatan Citeureup, juga DPMD Kabupaten Bogor atas bimbingannya. Dia berharap apa yang dicapai oleh Pemerintahan Desa Leuwinutug ini bisa dipertahankan dan bisa lebih baik lagi.

“Semoga kedepannya saya bisa mewujudkan dan bisa merealisasikan apa yang menjadi impian – impian warga Desa Leuwinutug. Penghargaan ini saya berikan untuk seluruh warga Desa Leuwinutug. Kang Denz bukan siapa – siapa tanpa dukungan seluruh warga Desa Leuwinutug,” pungkasnya pria tinggi tegap tersebut.

** Nay Nur’ain .

Operasi Lodaya 2022, Polsek Cileungsi Amankan Pemuda Berpesta Miras

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Polsek Cileungsi mengamankan dua sepeda motor karena tak dilengkapi surat-surat dan turut menggiring empat remaja yang kedapatan sedang mengkonsumsi minuman keras (miras) serta tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor dalam Operasi Lodaya 2022,  Sabtu dini hari (4/6).

Kapolsek Cileungsi, Kompol Andry Fran Ferdyawan mengatakan, patroli dimulai dari wilayah jalur utama Transyogi, Metland, Mekarsari, Gandoang dan Narogong. Pihaknya menyisir lokasi-lokasi yang rawan terjadinya tindak kriminal. 

“Kita lakukan kegitan patroli skala besar dalam rangka Operasi Libas yang sudah berjalan sekitar seminggu ini. Operasi ini dilakukan untuk menekan angka kriminalitas. Ini juga perintah langsung dan kita lakukan itu,” ujar Andry. 

Menurutnya, saat patroli ia bersama jajarannya mendapati selompok pemuda yang tengah asik minum-minuman keras. Saat diperiksa, mereka juga tak bisa menunjukan identitas diri dan surat-surat kendaraan bermotor yang mereka bawa. 

“Kita bubarkan kerumunan anak-anak muda yang sedang nongkrong di pinggir jalan sambil minum-minuman keras. Kita periksa identitasnya kemudian kita dapati mereka tidak membawa identitas, tidak membawa STNK dan motornya kita bawa untuk kita amankan ke Polsek,” paparnya.

Patroli ini, kata dia akan lebih digiatkan lagi ke depannya untuk menekan angka kriminalitas dan menciptakan suasana yang aman bagi masyarakat. “Ke depan kita akan rutin lakukan operasi seperti ini untuk menekan angka kriminalitas di wilayah Cileungsi,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

Sabet Juara 1, Kades Daman Huri Terpacu Tingkatkan Ketahanan Pangan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mendapatkan penghargaan juara pertama dalam lomba Pembina Ketahanan Pangan tingkat Kabupaten Bogor yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah saya mendapatkan penghargaan juara pertama Pembina Ketahanan Pangan Tingkat Kabupaten Bogor yang sudah diberikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor,” ucap Daman Huri kepada Jurnal Bogor, Minggu (5/6).

Dengan adanya penghargaan itu, kata dia menjadi semangat kembali bagi dirinya dan warga Desa Gunung Putri agar terus untuk membangun ketahanan pangan dan kedepannya program terus ditingkatkan.

“Sehingga sejengkal tanah yang ada di Desa Gunung Putri mempunyai nilai tambah untuk kesejahteraan warga Gunung Putri. Juga untuk meningkatkan gizi masyarakat lewat program pekarangan lestari P2L yang memang sudah kita garap mulai tahun 2020, dan di 2022 kami mendapatkan apresiasi yang tinggi dari DKP,” paparnya A Heri biasa disapa

Namun begitu, lanjut A Heri, penghargaan yang diraih bukan semata-mata dihasilkan oleh ia sendiri, melainkan berkat kekompakan warganya sehingga menjadikan Desa Gunung Putri menjadi juara pertama.

“Terimakasih untuk warga Gunung Putri, stakeholder yang ada lalu perangkat desa yang ada RT/RW yang demikian luar biasa sehingga penghargaan ini saya anugrahkan untuk warga Desa Gunung Putri,” ucapnya.

Ia berharap, dengan diberikannya penganugrahan sebagai Pembina Ketahanan Pangan tingkat Kabupaten Bogor, agar ketahanan pangan khususnya di Desa Gunung Putri terus ditingkatkan di setiap pekarangan warga untuk kemudian dapat dimanfaatkan untuk ketahanan pangan agar permasalahan kekurangan gizi masyarakat dan kemanfaatan dari tanah yang ada dimaksimalkan dan memiliki nilai ekonomi.

“Kedepannya mudah-mudahan masyarakat Gunung Putri terus terpacu semangatnya sehingga mereka terus bergerak kedepan membangun ketahanan pangan di desa. Walaupun lahannya sangat sempit dan banyak yang sudah dibeton, tapi bukan berarti ini akan memutus semangat tapi justru terpacu untuk terus membangun ketahanan pangan dari berbagai bidang,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

Petani Kopi di Sukamakmur Diminta Bentuk Koperasi

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

UPT BPP (Badan Penyuluhan pertanian) wilayah X Jonggol  mendorong para petani kopi di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor untuk membentuk koperasi. Hal ini agar para petani tidak terjebak dengan permainan oleh para tengkulak sehingga adanya koperasi mampu membuat kesejahteraan para petani lebih terjamin dan mudah dalam mengakses permodalan.

“Harga kopi terus naik tapi kesejahteraan para petani kopi tidak meningkat ini karena terlalu banyak mata rantai distribusi dan petani yang belum mandiri. Banyak yang terjebak dengan permainan tengkulak,” ujar Kepala UPT BPP Jonggol wilayah X Jajang kepada Jurnal Bogor, Jumat (3/6).

Menurutnya, koperasi juga bisa melakukan pengadaan pupuk bagi petani, serta melakukan pemasaran produk yang dihasilkan. Apalagi jika yang dibentuk adalah koperasi produksi, akan membuat produk-produk kopi yang dihasilkan berkualitas dan bernilai tambah tinggi.

“Adanya koperasi nantinya bisa mempermudah akses permodalan untuk para petani yang menjadi anggota koperasi ” terangnya . 

Adanya koperasi, kata dia, akan menjadi langkah yang paling tepat bagi petani, karena prinsip keadilan dan gotong royong  untuk memfasilitasi dan memudahkan kelompok-kelompok petani untuk mendirikan koperasi.

“Petani harus diberdayakan dalam bentuk koperasi, jangan sampai petani kopi ini cape-cape tapi yang banyak untung pihak lain, semua harus adil antara harga di hulu dan hilir,” pungkasnya.

** Nay / ramses 

Asyanti Adakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Sebagai wujud penguatan kepada masyarakat, Hj.Asyanti Rozana Thalib, SE, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dapil Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Demokraai Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar  Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Jonggol.

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar juga dilakukan, dalam  rangka memperingati hari lahirnya Pancasila. Dalam pelaksanaannya kali ini, peserta dari  Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Jonggol ,beserta kader, relawan dan simpatisan yang turut menghadiri kegiatan tersebut.

Asyanti mengatakan, kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini merupakan kegiatan yang sangat penting bagi penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara khususnya terhadap masyarakat dan para kader partai.

” Pilar adalah tiang penguat (bangunan). Pilar juga sebagai dasar (yang pokok) atau induk serta tiang penyangga. Pentingnya pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,” papar Asyanti, Jumat (3/6).

Sedangkan, dasar hukum Sosialisasi Empat Pilar MPR RI adalah UU Nomor 17 Tahun 2014 jo UU Nomor 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD Pasal 5 huruf a dan b, Pasal 11 C. Selain itu juga Peraturan MPR RI Nomor 1 Tahun 2014 Tentang tata Tertib MPR RI Pasal 6 huruf a dan b, Pasal 13 huruf C ,  yang terakhir Inpres No.6 Tahun 2005 tentang dukungan kelancaran pelaksanaan sosialisasi UUD NRI Tahun 1945 yang dilakukan oleh MPR.

“4 pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara sesunggguhnya diluar itu masih banyak pilar-pilar kehidupan lainnya seperti bendera, bahasa, lambang negara,” paparnya.

Menurutnya,  tantangan kebangsaan menurut TAP MPR No.VI Tahun 2001 Tentang Etika Kehidupan Berbangsa dibagi dua, ada internal dan eksternal. Selain itu juga kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa. 

Sementara untuk yang eksternal ada dua yakni globliasi. Menurutnya pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam. “Poin kedua kapitalsime, dimana makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakannasional,” ujarnya.

Senada disampaikan Tumpal Sihite, pemangku PDIP Kecamatan Jonggol yang berharap apa yang disampaikan kepada para kader PDIP PAC Jonggol dapat bermanfaat dan dapat disampaikan minimal di lingkungan masyarakat sekitarnya dalam upaya membuat para masyarakat paham terkait apa itu empat pilar kebangsaaan serta implementasinya.

“PDIP mengucapkan terimakasih kepada Pemerintahan Kecamatan Jonggol yang sudah bersedia aula kecamatan dijadikan acara untuk tempat sosialisasi kepada para kader. Semoga kerjasama ini dapat berlanjut,” pungkasnya.

** Nay / Ramses 

Anton Suratto Ikut Mengarak Pahlawan Olahraga Nasional

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua Umum Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Bogor, Anton Sukartono Suratto, memberikan penghargaan kepada empat atlet dayung, yang berhasil mengharumkan Indonesia pada SEA Games 2021 di Hanoi-Vietnam, dengan kontribusi empat medali emas dan satu medali perunggu.

Keempat atlet yang menerima penghargaan atau Kadeudeuh, dari Ketum PODSI Kabupaten Bogor, Anton Sukartono Suratto, atas prestasi yang diraih empat atlet dayung, di ajang SEA Games 2021 di Hanoi-Vietnam di antaranya Kakan Kusmana, Denri Mualizar, Ferdiansyah, dan Reski Wahyuni.

Namun, sebelum pemberian penghargaan, keempat atlet ini, diarak oleh jajaran Pengurus PODSI, atlet serta perwakilan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, melalui Bidang Prestasi, Dedi Budi Sumardi, Ketua Bidang Humas, Sigiarto, dan Bidang Rumah Tangga KONI, Isak Masduki, mulai dari titik awal di Masjid Baitul Faidzin menuju Jalan Raya Tegar Beriman, dilanjut mengelilingi Kawasan Stadion Pakansari, menuju Tugu Pancakarsa, dan finis di salah satu rumah makan di Jalan Raya Tegar Beriman.

Selain penghargaan dari PODSI, para atlet dayung ini juga menerima Kadeudeuh dari KONI Kabupaten Bogor, yang diserahkan langsung oleh Ketua Bidang Prestasi, Dedi Budi Sumardi.

Sementara Ketua Umum PODSI Kabupaten Bogor, Anton Sukartono Suratto, dalam sambutannya, disela-sela penyerahan Kadeudeuh mengatakan, bahwa apa yang dilakukan dan diberikan Pengcab PODSI, merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas prestasi yang diraih empat atlet untuk Indonesia dan khususnya Kabupaten Bogor di ajang SEA Games 2021 di Vietnam.

“Kegiatan arak-arakan dan pemberian Kadeudeuh tersebut, bentuk apresiasi kami kepada atlet. Apalagi ini juga tujuannya untuk memotivasi para atlet-atlet junior, supaya lebih giat berlatih. Karena prestasi itu tidak hanya untuk nama daerah, tapi juga untuk bangsa dan negara Indonesia,” kata Politisi Partai Demokrat itu, Minggu (5/6/2022).

Selain itu, kata Anton, raihan empat medali emas dan satu medali perunggu dari empat atlet di ajang SEA Games 2021, sudah melabih dari target yang dicanangkan Pengcab PODSI. Bahkan torehan empat medali emas dan satu perunggu tersebut sekaligus juga menjadikan atlet dayung sebagai atlet penyumbang medali emas terbanyak dari atlet Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, atlet cabang dayung Kabupaten Bogor, tercatat sebagai atlet peraih medali emas perwakilan Kabupaten Bogor di ajang SEA Games 2021,” kata Anton menjelaskan.

Tidak itu saja, Anton berharap, prestasi yang telah diraih empat atlet ini, nantinya bisa menjadi daya gedor bagi atlet-atlet dayung lainnya, didalam meraih target juara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022.

Untuk diketahui, Ketua Umum PODSI Kabupaten Bogor, Anton Sukartono Suratto memberikan penghargaan dan apresiasi berupa uang sebesar Rp 75 juta rupiah untuk empat atlet peraih medali di ajang SEA Games 2021 di Vietnam.

** Asep Syahmid

Siswa SMAN 7 Lulus 100 Persen

0

JURNAL INSPIRASI – SMAN 7 Kota Bogor gelar acara pelepasan siswa siswi kelas 12 angkatan 31 tahun pelajaran 2021-2022 secara tatap muka, Sabtu (4/6). Kegiatan itu tercatat sebagai kegiatan pertama kalinya yang digelar secara tatap muka setelah 2 tahun dilanda Pandemi covid-19

Kepala SMAN 7 Bogor Muhammad Amir mengatakan, saat ini dunia sudah berada pada masa transisi dari pandemi menjadi endemi, hal itu dengan melandainya angka kasus terinfeksi covid-19.

Dengan situasi saat ini kata dia, lembaga pendidikan sudah dihimbau untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka sepenuhnya.

“Kebijakan ini menjadi pijakan kami untuk menyelenggarakan acara pelepasan siswa siswi secara tatap muka atau format luring namun tetap dilengkapi dengan protokol kesehatan ketat,” katanya

Lebih jauh dia menjelaskan, tahun ini pihaknya berhasil meluluskan 295 siswa yang terdiri dari kelas MIPA sebanyak 192, dan kelas IPS sebanyak 103 siswa.
“Alhamdulillah angka itu angka kelulusan 100 persen,” katanya.

Dari jumlah tersebut kata dia, sebanyak 63 siswa berhasil lolos SMPTN di sejumlah perguruan negeri dan satu siswi berhasil lolos di University Of Sydney, Australia, dan satu siswa di University Of Teheran Iran.

Kata dia, angkatan 31 ini selama dua tahun ini menerima pembelajaran secara jarak jauh (PJJ) atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring akibat Pandemi covid-19, namun mereka tetap mampu mencatatkan berbagai prestasi baik secara akademik maupun non akademik baik secara lokal maupun nasional

Menurut dia, satu siswa terbaik ditambah dengan 3 peringkat teratas di setiap kelas yang tercatat berjumlah 9 kelas. Khusus non akademik sebanyak 35 siswa siswi menorehkan prestasi diberbagai bidang diantaranya bidang seni, sain, olahraga, kepramukaan, paskibraka dan kewirausahaan

“Generasi suatu bangsa sangat bergantung pada tersedianya potensi anak bangsa yang kelak akan memainkan peranan penting dalam kehidupan bernegara dan berbangsa,” ujarnya.

Ia menuturkan, lulusan SMAN 7 Bogor adalah bagian dari potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Bertolak dari hal itu lanjut dia, pihaknya sungguh berharap kualitas hidup alumni SMAN7 menjadia bagian penting dalam ketersediaan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang mumpuni, yang mampu mewarnai kualitas generasi masa depan Indonesia.** Fredy Kristianto

Warga tak Mampu Dalam Kasus Pencurian Rongsokan Rp 50 Ribu Dapat Perhatian Arun dan LBH Tri Darma

0

Jasinga | Jurnal Bogor

DPD Arun (Advokasi Rakyat Untuk Nusantara) Lebak bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tri Darma Indonesia mendampingi warga tak mampu di Polres Serang dan Polsek Jasinga dalam kasus pencurian rongsokan Rp50 ribu. “Kami meminta agar ada penangguhan penahanan dikabulkan,” ujar Ketua DPD Arun Lebak, Suganda dalam keterangan persnya, Sabtu (4/6).

Arun dan LBH Tri Darma melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang tidak mampu untuk mendapatkan kepastian hukum pada Jumat (3/6). Pendampingan tersebut terhadap warga Kecamatan Maja atas nama Supriyadi alias Aceng di Mapolres Serang dan atas Nama Ubaeni warga Kecamatan Jasinga di Mapolsek Jasinga, Kabupaten Bogor.

Wakil Ketua Bidang Advokasi Hukum dan Ham DPD Arun Lebak Tono Martono mengatakan, masyarakat yang buta hukum, miskin, dan termarjinalkan perlu dibantu dan jangan sampai terabaikan sehingga masyarakat Indonesia mendapatkan kepastian hukum yang diatur oleh peraturan perundang undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga menambahkan masyarakat jangan pernah takut dan tetap semangat untuk menyampaikan kebenaran dan keadilan di muka bumi ini hingga langit akan runtuh sekalipun.

Hal Senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Hukum LBH TI, M. Yunus. SH. “Dalam penegakan hukum di negara tercinta ini perlu adanya pendekatan emosional sehingga masyarakat yang nantinya melakukan perbuatan hukum dapat memperbaiki diri untuk tidak mengulanginya lagi, sehingga kondusifitas wilayah bisa kita jaga bersama yaitu NKRI Harga Mati,” harapnya.

Sementara kronologis kasus tersebut yakni Ubaeni, seorang laki-laki berstatus sebagai terlapor  bekerja bersama Ua dari istrinya bernama Murti (pelapor).

Ubaeni dalam keterangannya tidak bermaksud mencuri rongsokan. Namun karena tidak punya uang dia mengambil tanpa izin rongsokan dan dijualnya seharga Rp50 ribu. Ubaeni ketahuan mau mengambil lagi dan barang tersebut belum terjual.

Namun dalam kasus ini, Murti telah merampas sepeda motor Ubaeni dan uang Rp 1 juta dengan alasan untuk cabut perbal dari pihak kepolisian. Kejadian kasus ini pada 20 April 2022 dan Ubaeni terpaksa membuat surat pernyataan bayar kerugian sebesar Rp 30 juta  dan diancam harus dibayar paling lambat pada 20 Mei 2022. Namun Ubeni tidak bisa memenuhi uang sebesar itu dan hanya bisa menyiapkan uang Rp 5 juta rupiah dan kemudian ditolak Murti dan melaporkan Ubaeni ke Polsek Jasinga.

**ass/rls