30.7 C
Bogor
Thursday, April 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 87

Kehadiran dr. Nia Nurfabiyanti, Sp.P di RSUD R. Moh. Noh Nur Perkuat Layanan Paru

0

jurnalinspirasi.co.id — Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bogor bagian barat, RSUD R. Moh. Noh Nur resmi menghadirkan dr. Nia Nurfabiyanti, Sp.P. sebagai Dokter Spesialis Paru. Kehadirannya menjadi langkah strategis rumah sakit dalam menjawab tren meningkatnya kasus penyakit paru di wilayah ini.

dr. Nia mulai aktif melayani masyarakat sejak 1 November 2025, dengan jadwal praktik di Poli Paru setiap Senin, Kamis, dan Sabtu. Layanan ini diharapkan mempermudah akses pasien yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan penyakit paru tanpa harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih jauh.

Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS, menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan kasus ISPA dan gangguan paru kronik di wilayah Bogor Barat. “Kehadiran dokter spesialis paru ini kami harapkan dapat mempercepat diagnosis, memperluas layanan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa ISPA dan penyakit paru kronik masih termasuk dalam lima besar penyakit terbanyak. Faktor lingkungan, kepadatan penduduk, dan kebiasaan merokok turut memperparah kondisi tersebut.

Dengan hadirnya dr. Nia Nurfabiyanti, Sp.P., RSUD R. Moh. Noh Nur berkomitmen memperkuat layanan pemeriksaan, edukasi pencegahan, hingga tata laksana penyakit paru secara terpadu. Rumah sakit juga terus berkoordinasi dengan puskesmas di wilayah barat Kabupaten Bogor untuk mempercepat sistem rujukan pasien dan penanganan kasus secara menyeluruh.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi RSUD R. Moh. Noh Nur dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

(yev/rls)

Dua Kampung di Sukamanah Terbebas dari Air Kotor

0

jurnalinspirasi.co.id – Dua kampung di Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor yaitu Kampung Selaawi dan Kampung Munjul, masyarakatnya kini merasa gembira. Hal ini karena sebelumnya di dua kampung itu kerap mengalami permasalahan kondisi air yang kurang bersih. Melalui program sanitasi air bersih dari Pemkab Bogor, kini dua kampung itu terbebas dari penggunaan air kotor.

Kepala Desa Sukamanah, Hj Irmayani SH menjelaskan, program sanitasi tersebut merupakan program yang sejak lama direncanakan mengingat di dua kampung untuk keberadaan air bersihnya sangatlah dibutuhkan.

“Kami sebelumnya suka mendengar guyonan airnya kaya kapucino. Dengan adanya hal itu, kita pemerintahan desa respons terhadap keluhan masyarakat yang sangat penting. Keberadaan air sangatlah penting. Dan melalui program pipanisasi ini, pekerjaan sudah terselesaikan. Disana terdapat masjid-masjid yang sangat membutuhkan air yang bersih, ” ujarnya.

Lebih lanjut kades menerangkan, sumber air yang dijadikan sebagai sarana pipanisasi adalah sumber dari mata air yang berada di kaki Gunung Pangrango. Sumber air itu merupakan sumber air yang dipergunakan pam desa atau BUMDes.

“Ya kondisi air yang disalurkan ke pipanisasi warga ini  merupakan sumber dari mata air pegunungan Pangrango. Dengan demikian, kualitas airnya dijamin bersih dan jernih, ” imbuhnya.

Melimpahnya sumber mata air yang bersih, menjadikan Badan Usaha Milik Desa Sukamanah ke depannya dinilai akan terus berkembang maju karena Sukamanah memiliki penduduk yang hampir 7000 orang.

“Warga di kita tidak perlu khawatir,  sumber air bersih kedepannya bisa terlayani secara bertahap,” pungkas Kades.

(Dadang Supriatna)

Pecah..1000 Peserta Memeriahkan Fun Trail 5k Puncak Runner Di Telaga Warna Puncak Bogor.

0

Cisarua |JurnalBogor Lari Adalah Salah Satu Olahraga Yang Mudah,Murah Serta Bila Dilakukan Bersama- sama Akan Menjadi Meriah

Untuk Itu Salah Satu Komunitas Lari Yang Ada Di Bogor Dengan Nama Puncak Runner Menyelenggarakan Event Fun Run Trail 5K Puncak Runner Feat Telaga Warna Resort Secara Gratis Minggu (9/10/2025)

Bertempat Di Puncak Bogor Acara Ini Terselenggara Sangat Meriah,Dimana Peserta Fun Run Berasal Dari Puluhan Komunitas,Baik Itu Yang Ada Di Bogor Maupun Yang Ada Di Cianjur,Dan Banyak Juga Masyarakat Umum Yang Ikut Berpartisipasi

Menurut Daliyah Captain Puncak Runner Acara Ini Terselengara Berkat Kerjasama Antara Puncak Runner,Telaga Warna Resort, Kormi Serta Para Sponsor Yang Turut Serta Memeriahkan Acara Fun Trail Run Ini.

Menurut Yusuf Komunitas Puncak Runner Sangat Kreatif Walaupun Usia Mereka Masih Sangat Muda Yaitu Baru Satu Tahun,Tapi Event-eventnya Luar Biasa Hebat,Yang Mana Bisa Berkolaborasi Bersama Lintas Sektor Baik Itu Pemerintah,Kormi,Sponsor Serta Venue Acara Ada Taman Safari,Rest Area Gunung Mas dan Kemaren Telaga Warna Resort,Ini adalah bukti Loncatan nyata Bahwa Anak Muda Saat Ini Bisa Kreatif Seperti Puncak Runner.

H Gugun Selaku Pemilik Telaga Warna Resort,Ke Depan Beliau Berharap kerjasama dengan puncak runner bisa dilaksanakan terus menerus,mengingat beliau memiliki beberapa aset yang sama seperti telaga warna resort yang bisa dijadikan venue acara fun run. ( Wawan Hermawanto)

Dampak Ekstrem Perundungan, Sekolah dan Orangtua Perlu Sinergi Ciptakan Lingkungan Aman

0

jurnalinspoirasi.co.id – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan praktik perundungan di lingkungan sekolah adalah fenomena yang serius dan tidak dapat ditoleransi, terlebih karena dampaknya bisa sangat ekstrem, termasuk memicu trauma psikologis hingga balas dendam dari korban, sebagaimana yang diduga terjadi dalam insiden di SMAN 72 Jakarta.


“Ketika seorang siswa menjadi korban bullying, dampak psikologisnya bisa sangat dalam sehingga mendorong tindakan yang tidak rasional,”katanya melalui rilis, Senin (10/11). 


Sekolah, lanjut Hetifah seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membentuk karakter positif, bukan justru melahirkan trauma bagi peserta didik. Karenanya, guna  mencegah praktik perundungan, diperlukan langkah komprehensif dari semua pihak.


Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan, sebenarnya telah menginisiasi program pencegahan yang berfokus pada pemberdayaan siswa untuk menjadi agen perubahan dan pemimpin dalam menciptakan iklim anti-perundungan di sekolahnya sendiri.
“Kemudian, para orang tua juga memiliki peran kritis dalam menciptakan komunikasi yang terbuka dengan anak, memantau perilaku mereka, dan menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat. Kerjasama dan sinergi antara sekolah, orang tua, dan program pemerintah, diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa,” pungkas legislator Fraksi Partai Golkar itu. (dr73)

Ketua DPRD Kabupaten Bogor di Hari Pahlawan Ajak Rawat Lingkungan Lewat Penanaman Pohon

0

jurnalinspirasi.co.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan penanaman pohon di area Istana Negara Bogor, Senin (10/11/2025). Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional sekaligus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan.

Sastra mengatakan, penanaman pohon di area istana menjadi simbol sinergi antara Kabupaten dan Kota Bogor dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Momentum Hari Pahlawan ini tidak hanya untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa, tetapi juga menjadi pengingat agar kita terus berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi generasi mendatang. Salah satunya dengan menjaga lingkungan,” ujarnya.

“Melalui penanaman pohon ini, seluruh elemen pemerintah daerah ingin menunjukkan bahwa semangat kepahlawanan dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata untuk bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” kata dia.

Ia menambahkan, penanaman pohon merupakan tanggung jawab moral untuk mewariskan kegiatan positif kepada generasi berikutnya.

“Menanam pohon adalah warisan kebaikan. Ini wujud kepedulian kita terhadap masa depan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi budaya bersama,” ujar Sastra.

(**)

Sanksi Penjara 10 Tahun Menanti Pengepul Umroh Mandiri

0

jurnalinspirasi.co.id – Maraknya fenomena pengepul umroh mandiri, rupanya membuat gerah perusahaan travel umroh dan haji. Pengusaha yang tergabung dalam Komunitas Pengusaha Tour and Travel Kota Bogor (KPTTB) menyambangi Kantor Pusat Pelayanan Haji dan Umroh Terpadu Kementerian Agama Kota Bogor di Jalan Sumper Kaler, Kecamatan Bogor Tengah, baru-baru ini.

Ketua KPTTB, Umar Toha mengatakan bahwa banyak masyarakat yang belum memahami apa itu umroh mandiri. Sehingga ada saja oknum yang menggunakan kesempatan tersebut untuk menjadi koordinator atau pengepul.

“Umroh mandiri itu bukan umroh sebebas-bebasnya. Tapi umroh untuk keluarga. Untuk bisa melaksanakannya, harus mendaftar menggunakan akun peibadi melalui aplikasi,” ujarnya kepada wartawan.

Namun yang terjadi, kata dia, umroh mandiri banyak disalahgunakan oknum untuk menjadi pengepul, dan itu jelas menyalahi aturan.

“Koordinator berlaku seolah-olah sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU). Sedangkan menjadi PPIU harus punya izin dari pemerintah,” kata Umar.

Menurut Umar, umroh mandiri yang dikoordinir menimbulkan kerugian bagi jamaah. Karena tidak ada perlindungan apabila terjadj masalah di tanah suci.

“Seperti paspor hilang, sakit, dan meninggal dunia. Siapa yang akan bertanggungjawab mengurus. Kalau menggunakan jasa PPIU, semua itu akan diperhatikan,” jelasnya.

Sebenarnya, sambung dia, dengan adanya umroh mandiri tidak berdampak signifikan dari sisi bisnis pengusaha travel.

“Sebelum ada umroh mandiri, kami sudah biasa bersaing dari sisi bisnis. Jadi tidak terlalu signifikan dampaknya dengan adanya unroh mandiri. Kita hanya tidak tega, apabila ada warga negara Indonesia yang terlantar jika terjadi masalah di negeri orang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Kota Bogor, Indra Karmawan menegaskan bahwa umroh mandiri memang diperbolehkan, dengan syarat mampu berbahasa asing, menguasai IT, dan manasik umroh.

“Memang diperbolehkan. Tapi bukan berarti bisa mengkoordinir orang. Risikonya terlalu tinggi, karena tak ada perlindungan dari negara, karena perjalanan umroh mandiri tak terdaftar di PPIU,” ungkap dia.

Untuk para pengepul umroh mandiri, kata Indra, dapat terancam 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, apabila terciduk sesuai dengan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh.

Atas dasar itu, ia meminta agar pengusaha travel umroh segera melaporkan hal tersebut, apabila mendapati adanya pengepul umroh mandiri.

“Kami akan laporkan ke Kanwil Kemenag untuk ditindaklanjuti ke Kementerian Umroh dan Haji. Sebab, ini tak bisa dibiarkan karena merugikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Indra menginbau agar warga yang ingin melaksanakan umroh tidak mudah diiming-imingi. Karena itu, sebelum mendaftar lebih baik melakukan pengecekan terhadap mereka yang menawarkan jasa perjalanan umroh.

“Lebih baik dicek dulu, ada izinnya atau tidak. Baiknya, cari travel yang punya kantor cabang dan kantor pusat,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Petani Muda dari Sukajadi yang Menanam Harapan di Kebun Strawberry Rancage

0

Jurnal Bogor – Di balik hamparan perbukitan hijau Tamansari, berdiri sebuah kebun kecil yang penuh kehidupan. Namanya Strawberry Rancage. Di tempat ini, ribuan daun strawberry meneduhkan tanah yang tak pernah kehilangan harap. Kebun itu dirawat oleh tangan seorang pemuda bernama Irfan, warga Desa Sukajadi, yang tiga tahun lalu harus memulai segalanya dari awal.

Sebelum menjadi petani, Irfan adalah seorang tukang jahit. Jarum dan mesin jahit menjadi kesehariannya. Namun pandemi Covid-19 mengubah arah hidup. Pelanggan mulai sepi, dan pendapatan kian menurun. Dalam kebingungan mencari jalan baru, Irfan memutuskan mencoba bercocok tanam strawberry, tanaman yang waktu itu hanya ia tahu dari pasar dan toko buah.

“Awalnya saya benar-benar belajar dari nol. Tidak tahu cara tanam, tidak tahu cara rawat. Tapi saya yakin harus coba,” kenangnya. Ia tersenyum kecil, seolah mengingat masa-masa penuh perjuangan, Senin (10/11/25).

Dengan luas lahan sekitar 300 meter persegi, Irfan menanam 3.000 pohon strawberry. Setiap tangkai, setiap daun, setiap buah yang tumbuh seakan menjadi bab baru dalam perjalanan hidupnya. Yah, kebun ini bukan sekadar kebun, ia adalah guru, sekaligus harapan.

Hasilnya kini tak lagi main-main. Dari kebun tersebut, Irfan mampu memanen 30 hingga 80 kilogram strawberry per bulan. Tidak hanya menjual buah segar, ia juga memproduksi bibit dan membuka paket edukasi pertanian. Kampus-kampus seperti IPB, Universitas Pakuan, hingga Universitas Pancasila pernah mengirim mahasiswanya untuk belajar dan melakukan penelitian. Bahkan anak-anak TK dan PAUD datang untuk merasakan pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya.

“Kalau pas musim liburan, ramai sekali. Sebulan bisa sampai 500 orang datang ke sini,” ujarnya sembari menunjuk deretan tanaman yang berbuah merah cerah.

Harga buah pun terjangkau. Pada hari biasa, strawberry dijual Rp 80.000 per kilogram. Sementara akhir pekan, pengunjung dapat menikmati sensasi petik sendiri dengan harga Rp 100.000 per kilogram. Paket edukasi Rp 10.000 hingga Rp25.000, termasuk bibit dan buah yang bisa dipetik langsung.

Jenis strawberry yang ditanam pun beragam: Sagahonoka yang menjadi favorit, Seolhyang dari Korea, California, Jumbo Bali, hingga varietas lokal seperti Mencir. Bibit pohon berbuah dijual Rp5.000 hingga Rp 10.000, tergantung jenisnya.

Meski terlihat indah, merawat strawberry bukan tanpa tantangan. Kelembaban media tanam harus dijaga, daun tua harus dipangkas rutin, dan pemupukan tidak boleh terlambat. Media tanam yang digunakan adalah tanah yang dicampur sekam bakar dan pupuk kandang resep sederhana yang ia dapatkan dari para petani senior dan percobaan berulang.

“Bertani itu yang penting sabar. Kita rawat dulu, baru hasilnya mengikuti,” ucapnya pelan.

Kini Strawberry Rancage bukan hanya kebun. Ia adalah ruang belajar. Ruang tumbuh. Ruang untuk kembali berharap.

Dalam hening kebun yang dipeluk udara sejuk Tamansari, Irfan telah menumbuhkan lebih dari sekadar buah, ia menanam keberanian untuk memulai kembali. Yudi

SDN Gadog 01 Salurkan Bantuan di Momen Hari Pahlawan

0

Jurnal Bogor – Memperingati Hari Pahlawan, SDN Gadog 01 Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, menyalurkan bantuan dari Bupati Bogor kepada warga kurang mampu, anak yatim piatu, dan para lanjut usia (lansia) yang berada di lingkungan sekitar sekolah, Senin (08/11/25). Kegiatan ini menjadi wujud nyata penanaman dan penguatan nilai-nilai kepahlawanan di tengah masyarakat.

Kepala SDN Gadog 01, Dudu Kurnia, menjelaskan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari program bantuan Bupati Bogor. Pihak sekolah hanya berperan menginisiasi pelaksanaan agar bantuan dapat tersampaikan secara tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.

“Dengan memperingati Hari Pahlawan, mari kita tumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan secara nyata. Berempati dan bersimpati kepada sesama adalah bentuk kepahlawanan masa kini. Melalui pemberian bantuan ini, semoga masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasarnya,” ujar Dudu.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk memahami bahwa pahlawan tidak hanya hadir dalam catatan sejarah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan kebaikan dan kepedulian sosial.

Penyaluran bantuan berlangsung secara tertib dengan melibatkan unsur sekolah, komite, serta tokoh masyarakat. Warga penerima manfaat pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah daerah bersama pihak sekolah yang turut memperhatikan kondisi sosial masyarakat setempat.

Salah satu warga penerima bantuan, Ade (40) mengaku bersyukur atas kepedulian yang diberikan pemerintah daerah melalui penyaluran pihak sekolah. Ia mengatakan bantuan tersebut sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Terutama bagi kami yang sudah tidak memiliki penghasilan tetap. Terima kasih kepada Bupati Bogor dan pihak sekolah yang sudah peduli kepada kami,” ujar, Ade.

Selain warga, salah satu murid SDN Gadog 01, Siti Nabila mengatakan bahwa kegiatan berbagi ini memberikan pelajaran berharga bagi para siswa tentang pentingnya saling membantu.

“Guru-guru sering mengajarkan kami untuk peduli kepada orang lain. Hari ini kami melihat langsung bagaimana kita bisa membantu dan membuat orang lain senang. Rasanya bangga bisa ikut kegiatan ini,” ujar Aisyah. Yudi

Juara Turnamen Badminton Kesehatan Kabupaten Bogor Diraih RSUD R. Moh Noh Nur Leuwiliang

0

jurnalinspirasi.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menggelar Turnamen Badminton antar insan kesehatan, Sabtu (08/11/25). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di GOR King Badminton dan GOR Elana ini menjadi ajang sportivitas dan silaturahmi tenaga kesehatan se-Kabupaten Bogor, sekaligus mempererat kekompakan antar instansi.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Irman Gapur, dan diikuti oleh 16 tim peserta yang terdiri dari Dinas Kesehatan (1 tim), 4 RSUD, 6 Korwil Kesehatan, IDI, IAI, ARSSI (2 tim), serta Asklin (1 tim). Masing-masing tim beranggotakan 14 orang yang mewakili instansi kesehatan di Kabupaten Bogor.

Kepala Sub Bagian Umum RSUD R. Moh Noh Nur, Muhtar Lintang Komarul Hadi, SKM., M.Kes., selaku penanggung jawab kegiatan, mengapresiasi semangat seluruh peserta.

“Partisipasinya luar biasa, semangat dari seluruh RSUD dan instansi kesehatan sangat terasa. Sukses untuk semua demi Kabupaten Bogor yang semakin maju,” ujarnya.

Pertandingan berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga partai final yang mempertemukan RSUD R. Moh Noh Nur Leuwiliang melawan RSUD Cileungsi. Dalam laga seru tersebut, RSUD R. Moh Noh Nur Leuwiliang berhasil keluar sebagai Juara 1, disusul RSUD R.H. Satibi sebagai Juara 2.

Juri turnamen, Junaedi dari PBSI Kabupaten Bogor, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan.

“HKN tahun ini alhamdulillah berjalan lancar. Semoga ke depan bisa lebih berkolaborasi lagi dengan semua pihak agar Kabupaten Bogor terus maju dan sukses,” katanya.

Sementara itu, dr. Andi dari RSUD R.H. Satibi, yang turut menjadi peserta, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada tim pemenang.

“Terima kasih untuk panitia dan semua peserta atas semangatnya. Permainan dari semua tim luar biasa, terutama RSUD R. Moh Noh Nur Leuwiliang yang tampil sangat solid. Selamat atas raihan Juara 1,” ungkapnya.

Acara ditutup oleh Direktur RSUD R. Moh Noh Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., yang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta.

“Selamat kepada para juara dan semua peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat. Semoga kebersamaan ini terus terjalin di momentum berikutnya,” ujarnya.

Penutupan berlangsung hangat dengan penyerahan sertifikat kepada wasit dan para juara, disusul foto bersama penuh keakraban, menandai eratnya silaturahmi antar tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor.

(yev/rls)

Fashion Kebaya “Stapak Kain” Masih Jadi Buruan Konsumen di Akhir Tahun

0

jurnalinspirasi.co.id – Menjelang akhir tahun banyak pusat perbelanjaan menawarkan beragam diskon produk secara besar – besaran seperti salah satunya butik ‘Stapak Kain” yang berada di Thamrin City lantai 1/F12 No.3 Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2025).

Stapak Kain yang terkenal mendisain dan memproduksi sendiri produk-produk seperti kebaya, gamis dan gaun pesta, diakhir tahun ini menawarkan diskon besar sampai 50%.

Budi salah satu staff Stapak Kain mengatakan karena banyaknya permintaan akan produk – produk Stapak Kain pihaknya harus memproduksi lebih banyak lagi untuk memenuhi keinginan pelanggan hingga dibuatkan diskon hingga 50% biar semua pelanggan bisa dapat produk yang diinginkan disini.

“iya Stapak Kain lagi diskon besar hingga 50% dan kita juga lagi produksi banyak untuk memenuhi permintaan pelanggan diakhir tahun,  biar semua bisa ke bagian aja,” ucapnya.

Stapak Kain sejak berdiri pada tahun 2007 lalu hingga kini tetap berkomitmen menciptakan produk fashion yang mencerminkan Indonesia mulai dari Batik, Kebaya, Gamis dan Gaun Pesta untuk meningkatkan kecintaan terhadap seni dan budaya indonesia disela-sela serangan produk-produk asing.

Budi menambahkan kecintaan pada produk lokal harus terus ditingkatkan agar generasi saat ini lebih mencintai produk hasil karya bangsa sendiri.

“Generasi sekarang harus lebih diperkenalkan tentang produk-produk hasil karya bangsa sendiri di tengah serangan produk asing.” ujarnya

Stapak Kain mulai dari pemilihan bahan dan design lebih mengutamakan bahan lokal dan design original karya sendiri serta memproduksinya dengan tenaga jahit yang profesional orang indonesia.

“Di Stapak kita lebih mengutamakan bahan lokal dan design original jadi mulai dari awal hingga produksi dikerjakan sendiri oleh tenaga kerja yang asli orang Indonesia,” pungkasnya.

Jadi buat pencipta fashion dan pemburu diskon akhir tahun, segera datang ke Stapak Kain di Thamrin City lantai 1/F12 No.3 Jakarta Pusat.

(Win)