32.5 C
Bogor
Thursday, July 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 86

Kontradiksi Kinerja Rudy Susmanto-Jaro Ade

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Penilaian terhadap kepuasan kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dari DPRD Kabupaten Bogor bertolak belakang terhadap Posko Perjuangan Rakyat (Pospera).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor apresiasi capaian kinerja eksekutif jelang satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Rudy Susmanto-Jaro Ade.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengatakan, bahwa kebijakan dan kinerja Rudy Susmanto-Jaro Ade tak hanya menyentuh ibu kota Kabupaten Bogor, Cibinong.

“Pembangunan bukan hanya dilakukan di Cibinong saja, tetapi juga ke 39 kecamatan lainnya. Sejauh ini, Pak Rudy dan Pak Jaro Ade juga bisa mengatasi semua permasalahan yang muncul di tengah-tengah masyarakat Bumi Tegar Beriman,” ujar Sastra kepada Wartawan, Rabu (21/1).

Anggota DPRD yang telah menjabat dua periode itu menambahkan, bahwa legislatif menilai kinerja eksekutif selama kurang lebih setahun ini nyaris disangka sempurna.

“Bupati-Wabup Bogor saat ini gercep (gerak cepat). Saya cukup puas akan kinerja mereka dan memberi nilai 90 dari total nilai 100 atas kepemimpinannya,” kata Sastra.

Ia mengungkapkan, bahwa pencapaian dari program-program kerja Rudy Susmanto-Jaro Ade pun terlaksana pada akhir 2025 kemarin, tak terlepas dari semangat dan etos kerja mereka dalam membangun Kabupaten Bogor yang diibaratkan raksasa yang sedang tertidur tersebut.

“Jam kerja Bupati-Wabup Bogor luar biasa, setelah jam kerja yaitu pagi hingga sore, malamnya mereka pun melanjutkan dengan rapat rencana dan evaluasi kerja. Waktu kerja yang luar biasa itu, mungkin karena Kabupaten Bogor terlalu lama tertinggal dari kabupaten dan kota lainnya,” ungkapnya,

Lebih lanjut politisi Partai Gerindra itu juga memuji pasangan pemimpin Kabupaten Bogor tersebut, karena berkordinasi dengan para kepala desa (Kades) untuk menjadi mata dan telinga Bupati-Wabup Bogor.

“Kabupaten Bogor ini sangat luas dan Bupati-Wabup Bogor butuh Kades untuk menjadi mata dan telinganya, kami pun menyepakati memperbesar bantuan keuangan desa karena membangun Kabupaten Bogor itu dilakukan dari desa,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Korwil Pospera Dapil IV, Ali Taufan Vinaya (ATV) menegaskan, pihaknya tak sepemahaman dengan legislatif Pemkab Bogor terkait kinerja masa kepemimpinan Rudy Susmanto dan Jaro Ade, yang hampir genap setahun.“Pembangunan belum merata, masih terkesan banyak di Cibinong. Salah satu contoh 

Jalan Raya Cikampak-Gunung Bunder yang sampai saat ini belum terselesaikan. Jalan tersebut akses jalan menuju sejumlah tempat wisata di Pamijahan,” tegas ATV.

ATV mengatakan, pihaknya tak memungkiri adanya media sosial (Mesos) yang menjadi jembatan atas gercepnya respon pemerintah daerah terhadap keluhan masyarakat.

“Gercep belum tentu menjawab keluhan masyarakat itu secara konkret. Seperti hal nya persoalan penutupan tambang di Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang, meskipun kewenangan operasional itu ada di Pemprov Jabar tetapi yang terdampak langsung itu jelas masyarakat Kabupaten Bogor,” kata ATV.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya memberikan penilaian yang cukup rendah terhadap sejumlah fenomena yang telah terjadi jelang satu tahun kepemimpinan Rudy dan Jaro Ade.

“Negara harus hadir di dalam persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh rakyatnya. Berdasarkan penilaian kami dalam kurang dari setahun ini ada pada angka 30 dari 100 pion,” tandasnya. 

** Noverando H

Bagian Program Pembinaan, Koramil Nanggung Turun Langsung Dukung Pencak Silat di Batutulis

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Koramil 2117 Nanggung merespons positif latihan pencak silat di Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor yang telah berlangsung lima kali pertemuan di setiap satu pekan sekali.
Anggota Koramil Nanggung Sertu Mariono yang terlibat aktif bersama kedua pelatih mendampingi puluhan anak-anak dan remaja dalam mengikuti latihan pencak silat di Lapangan Pemersatu di Desa Batutulis.
Menurut Sertu Mariono, kegiatan tersebut bagian dari program pembinaan dalam membentuk karakter terutama anak-anak di usia dini dan remaja.
“Tentu Koramil Nanggung mendukung latihan pencak silat yang tengah berjalan di Batutulis,” kata Sertu Mariono, Rabu (21/1/2026).
Program latihan pencak silat yang digagas masyarakat bersama Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Nanggung dan PT Antam, menurutnya agar olahraga pencak silat dapat terus berkembang dan bisa diterima masyarakat sehingga perlu dukungan semua pihak agar berkelanjutan.
“Perlunya dukungan semua pihak, termasuk penataan fasilitas lapangan dimana tempat tersebut yang biasa digunakan beragam kegiatan masyarakat. Juga perlu tatakelola lapangan agar kegiatan masyarakat salah satunya latihan pencak silat diharapkan bisa lebih baik,” pungkasnya .
Sebelumnya disebutkan, kegiatan latihan tersebut sekaligus pengenalan olahraga beladiri sejak dini dengan menghadirkan tiga pelatih dari kaum hawa yang tergabung di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Bogor Barat, yakni Rena Zaqiah, Serly Maelani dan Eneng Faizah.
“Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap gerakan dasar pencak silat yang dikenalkan. Latihan ini untuk menanamkan nilai-nilai bela diri dan karakter luhur sejak dini,” ujar pelatih pencak silat Rena Zaqiah, baru baru ini.
Rena Zaqiah salah satu pesilat asal Desa Nanggung terbilang cukup lama menjadi pembimbing atau pelatih pencak silat mulai di pondok pesantren hingga di sekolah -sekolah.
Ditengah terik matahari, tak menyurutkan semangat anak-anak mengikuti arahan pembimbing yang diawali dengan melakukan pemanasan mengelilingi dua kali putaran lapangan.
Rena menuturkan, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi bagian dari warisan budaya Indonesia yang sarat nilai.
Karena itu, ia ingin anak-anak memahami bahwa pencak silat mengajarkan disiplin, keberanian, serta perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuannya untuk memperkenalkan pencak silat sebagai budaya bangsa Indonesia, serta mendidik anak-anak agar berkarakter, aktif, produktif, dan berprestasi,” katanya.
Jadi kata dia, lewat latihan yang bakal rutin ini diharapkan tumbuh generasi yang berbudi pekerti luhur, memahami makna benar dan salah, beriman, serta mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Latihan usia dini yang diselenggarakan PSHT ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam melestarikan warisan budaya pencak silat,” jelasnya.

** Arip Ekon

Gagal Bayar Dituding Ketidakcermatan Perencanaan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Legislatif dan akademisi akhirnya angkat bicara terkait adanya gagal bayar sejumlah proyek senilai ratusan milyar rupiah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 kemarin.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winata mengatakan, adanya ketidakcermatan dalam perhitungan belanja daerah yang berimbas terhadap penyedia jasa alias kontraktor.

“Gagal bayar itu akibat salah hitung, dan memang ada potensi pendapatan pemerintah daerah yang berkurang,” ujar Sastra kepada Wartawan, usai mengikuti dialog di kantor Visi Nusantara, Cibinong, Rabu (21/1).

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, bahwa pihaknya maupun eksekutif mesti ambil langkah terhadap adanya gagal bayar pada tahun anggaran kemarin.

“Tahun kemarin ada beberapa mitra pemerintah yang belum terselesaikan, tentu ini menjadi bahan evaluasi kami bersama. Ketika merencanakan sesuatu, membuat apa pun itu betul-betul harus bisa melihat sumber pendapatan dan anggaran,” kata Sastra.

Mantan Ajudan Presiden Prabowo itu mengungkapkan, pihaknya juga mendorong Sumber Daya Manusia (SDM) terkait di lingkup pemerintahan yang bekerja dengan lebih baik.

“Ini jadi pembelajaran bagi semua, mudah-mudahan tidak terjadi lagi. Orang-orang yang mungkin bertanggung jawab terhadap masalah anggaran juga perlu dibenahi, supaya kedepan hal-hal seperti ini tidak terulang,” ungkap Sastra.

Ia menjelaskan, persoalan yang melibatkan para penyedia jasa itu telah dibuatkan formulasi penyelesaian oleh lembaga eksekutif dalam waktu dekat.

“Pak Bupati dan Pak Sekda menyampaikan insyallah Februari, penyedia jasa yang belum dibayar itu akan dibayar oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Pendiri atau Founder Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) Yusfitriadi mengungkapkan, fenomena gagal bayar mencerminkan ketidakcermatan dalam perencanaan pemerintah daerah.

“Ketika terjadi gagal bayar itu berarti, apakah perencanaan tidak matang atau ada ASN yang main-main? Tetapi keuangan daerah bukan Silpa tapi defisit, berarti salah dalam penganggaran,” ungkap Yusfitriadi.

Yusfitriadi menerangkan, bahwa dua lembaga penyelenggara pemerintahan daerah bertanggung jawab atas adanya gagal bayar yang merugikan mitranya tersebut.

“Melihat hal ini siapa yang salah, ya tentu eksekutif dan legislatif. Tim Angaran Pemerintah Daerah (TAPD) itu berkoordinasi dengan legislatif, dan DPRD harusnya melakukan kalkulasi ketika sebelum ketuk palu anggaran,” terangnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, bahwa para pembantu pimpinan eksekutif wajib menjalankan tugas dan fungsi dengan optimal dalam perencanaan dan penganggaran.

“Ketika kesalahan anggaran, disitulah kurang ketelitian. Para ASN juga harus bekerja dengan baik sesuai tipikalnya, jangan asal iya terhadap perintah Bupati atau pimpinan,” tandasnya. n Noverando H

Cibungbulang Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur

0

Cibungbulang l Jurnal Bogor
Menjelang Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cibungbulang, isu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama pembangunan di Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Camat Cibungbulang, Ali S. Agung, menyampaikan bahwa pihaknya baru saja menggelar agenda Pra-Musrenbang sebagai langkah awal sebelum acara puncak yang dijadwalkan pada 3 Februari mendatang.
”Kegiatan hari ini adalah Pra-Musrenbang sebagai persiapan. Kami menyusun kisi-kisi mengenai program mana saja yang menjadi skala prioritas dan mana yang tidak. Tujuannya agar saat Musrenbang nanti, pembahasan sudah matang,” ujar Ali, Rabu (21/1/2026).
Ali memaparkan, bahwa rencana pembangunan masih bertumpu pada beberapa sektor krusial. Selain pendidikan dan kesehatan, sektor pekerjaan umum atau infrastruktur juga mendapat perhatian serius.
”Tema utamanya tetap pada prioritas dasar, yaitu pendidikan dan kesehatan. Selain itu, kami fokus pada infrastruktur dasar seperti pekerjaan umum, perhubungan termasuk Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu),” tambahnya.
Meski demikian, rincian titik pembangunan belum ditentukan secara final. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor, pemetaan lokasi prioritas masih dalam tahap penggodokan.
”Untuk saat ini, jumlah titik prioritasnya belum diputuskan. Semuanya akan terlihat jelas setelah pelaksanaan Musrenbang nanti,” tandasnya.
Ali mengungkapkan, bahwa pagu anggaran dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk wilayah Kecamatan Cibungbulang ditaksir mencapai angka Rp10 miliar guna mengoptimalkan pembangunan di wilayah tersebut.

** Arip Ekon

Waspada Bagi Pengendara, Puncak Terus Diselimuti Kabut

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Sudah satu pekan ini kawasan jalan raya Puncak, khususnya mulai dari Puncak Pas hingga di res area Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor selalu ditutupi kabut tebal. Di dekat Masjid Atta’awun misalnya, kabut itu mengganggu jarak pandang hingga cukup membahayakan bagi para pengendara. Jarak pandang di wilayah itu hanya mencapai 20 meteran.
Selama bertahun tahun, kabut di musim hujan kali ini, merupakan kabut yang yang dinilai ekstrem.
“Di setiap musim hujan, baru saat ini kabut turun cukup tebal dengan waktu yang lama. Untuk ini kepada para pengendara yang melintasi kawasan Puncak, harus ekstra hati hati. Lampu kabut atau sen azar wajib dinyalakan. Karena dengan lampu tersebut akan memberi tanda kepada para pengendara lain dan melihat keberadaan kita,” ujar Sumarno, Geri, salah satu anggota lalulintas.
Selain jalan yang ditutupi kabut, kawasan Puncak yang kini tidak ada lagi kios-kios PKL menjadikan kondisi di musim hujan kali ini terasa seram. Terlebih jika waktu malam yang disertai turun hujan cukup rawan bagi para pengendara sepeda motor. Guna memberikan rasa aman bagi para pengendara, warga mengharapkan pemerintah mendirikan pos-pos di titik yang dinilainya rawan.
“Dengan kondisi sekarang ini, kawasan Puncak tidak lagi ramai oleh manusia. Di beberapa tikungan benar benar sepi. Kita selalu pengendara menggarapkan selalu adanya pos-pos pejaga. Ini diperlukan supaya memberi rada aman bagi para pengendara yang melintas Puncak di waktu malam, ” tutur Irfan.

** Dadang Supriatna

Bareskrim Terbitkan SPDP Kasus Mafia Tanah di Cijeruk, Diduga Libatkan Oknum Kades

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Kasus sindikat mafia tanah di kawasan lereng Gunung Salak, Cijeruk, Kabupaten Bogor, menemui babak baru. Direktorat Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Kepolisian RI (Polri) telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dalam kasus tersebut.

Terbitnya SPDP sesuai Surat bernomor B/83.4a//XI/RES.1.9/2025/Dirtipidum tertanggal 27 November 2025 lalu telah dikirimkan Bareskrim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bandung, Jawa Barat.

Dengan terbitnya SPDP tersebut menandai keseriusan Bareskrim Polri dalam menangani laporan pemilik lahan atas nama Suhendro, yang merasa haknya dicaplok oleh sindikat mafia tanah.

Dokumen kepemilikan tanah milik Suhendro seluas 3,2 hektare di Kampung Pasir Pogor, Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, diduga telah dipalsukan oleh sindikat mafia yang diduga didalangi oknum Kepala Desa (Kades) ASR.

Suhendro kemudian telah melaporkan terduga pelaku atas nama Jimy Lianto warga keturunan yang berdomisili di Pantai Indah Kapuk yang diduga bekerjasama dengan oknum Kades ASR.

Selain itu, terindikasi pula ada keterlibatan oknum BPN Kabupaten Bogor di dalamnya karena telah terbit sertifikat secara kilat nomor 623 dan 624 atas nama sembilan (9) orang. Kedua sertifikat tersebut kini dalam status telah diblokir Bareskrim Polri.

Menurut Kuasa Hukum Suhendro, Amirulah SH, dengan dikirimnya surat SPDP sejak akhir November 2025 silam kepada Kejati Jabar menandakan Dirtipidum Mabes Polri sudah menetapkan calon tersangka.

“Namun saat ini dengan berlakunya KUHP baru perlu adanya penyempurnaan BAP para calon tersangka mafia tanah,” ujar Amirulah SH kepada awak media ini, Sabtu, 19 Januari 2026.

“Siang ini kami datangi PTSP Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk meminta informasi tentang perkembangan SPDP yang telah dikirim ke Kejati Jabar per tanggal 27 Nopember 2026. Ibu Jeje, petugas PTSP, menyampaikan bahwa berkasnya sudah dikirim balik ke Subdit II Bareskrim Polri karena ada kesetaraan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, dengan berlakunya KUHP dan KUHAP yang baru sah dipergunakan per tanggal 2 Januari 2026, dimungkinkan ada penyesuaian dan penyempurnaan dalam pasal-pasal yang diberlakukan dalam dugaan tindak pidana.

“Sehingga penyidik Bareskrim Polri harus lebih cermat dan teliti dalam proses lidik dan sidiknya, agar tidak ada peluang di praperadilankan oleh terlapor. Bahwa tugas penyidik dan jaksa penuntut umum adalah bukan mencari-cari kesalahan orang untuk dijadikan tersangka, namun tugasnya adalah untuk membuka dengan terang benderang bahwa calon tersangka tersebut memang disengaja dan mengulang-ulang dalam perbuatan tersebut, dan bisa membuktikan barang bukti dan alat bukti kepada Majelis Hakim,” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Garis Sempadan Sungai di Puncak Masih jadi Target Pembangunan

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Kondisi kali kecil dan sungai yang ada di dua kecamatan, Cisarua dan Megamendung terus mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat garis sempadan sungainya kini terus jadi target pendirian bangunan sebagian orang yang tanahnya berbatasan langsung dengan pinggir sungai atau kali. Bahkan lebih parahnya lagi, ada sebagian warga yang menutup saluran kali oleh bangunan permanen.

Terjadinya perambahan terhadap garis sempadan sungai atau saluran irigasi, selain rendahnya kesadaran dari sebagian masyarakat, juga tidak adanya pilihan lagi untuk memperluas banguan. Selain itu, lemahnya kinerja dari instansi pengairan yang ada di unit-unit tingkat kecamatan, hingga para pelanggar yang memanfaatkan garis sempadan sungai merasa nyaman tanpa memikirkan dampak yang akan timbul.

“Di setiap tahunnya garis sempadan sungai terus menyusut. Saluran sungai menjadi kecil. Jika ini terus dibiarkan, bencana banjir di wilayah hilir sulit untuk diatasi. Tidak hanya bagi warga yang bermukim dihilir saja yang akan terkena dampak. Tetapi, mereka juga akan terancam keselamatannya. Suatu saat banjir bandang bisa saja terjadi yang bisa menghanyutkan rumah atau bangunan yang menjorok ke badan sungai, ” tutur Zaenal, warga Megamendung.

Tanggapan dari warga lainnya, mereka meminta intansi pengairan supaya melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap para pelanggar tersebut.

“Kepada petugas yang berwenang menangani masalah ini, harus terjun ke lapangan. Karena, kita amati kondisi sungai dan saluran irigasi yang ada di wilayah hulu kini terus terancam. Selain terus menyempitnya akibat bangunan, juga hampir di setiap irigasi terjadi sedimen hingga jika turun hujan saluran itu airnya meluap ke badan jalan atau ke pemukiman warga, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

MUI Caringin Dikukuhkan, Diminta Aktif Berantas Judi dan Prostitusi Online

0

Caringin | Jurnal Bogor
Majelis Ulama Desa (MUD) se-Kecamatan Caringin bersama kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Caringin resmi dikukuhkan oleh MUI Kabupaten Bogor.

Dalam pengukuhan tersebut, MUI diminta berperan aktif memberantas praktik judi online dan prostitusi online yang marak di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Pengukuhan yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja (Muker) MUI Kecamatan Caringin masa khidmat 2026–2031 ini digelar di Tjapung Resort, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Rabu (21/1/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bogor H. Irvan Awaludin, Camat Caringin Ramdan Firdaus, Kapolsek Caringin AKP Jajang, Danramil Ciawi–Caringin Mayor Inf. Budi Racmat, serta para kepala desa se-Kecamatan Caringin.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bogor, H. Irvan Awaludin, menyampaikan bahwa MUI Kecamatan Caringin menjadi satu-satunya MUI kecamatan di Kabupaten Bogor yang telah memiliki kendaraan operasional.

“MUI Caringin ini luar biasa karena satu-satunya MUI kecamatan yang memiliki kendaraan operasional. Dengan adanya fasilitas ini, kami berharap MUI Desa semakin giat menjalankan tugas amar makruf nahi mungkar,” ujarnya kepada wartawan di sela kegiatan.

Ia menyoroti maraknya persoalan sosial di kalangan anak muda, mulai dari pinjaman online, judi online, hingga prostitusi berbasis aplikasi. Bahkan, menurutnya, praktik tersebut kerap dilakukan secara terbuka tanpa rasa malu.

“Masalah judi online dan prostitusi online kini menjadi penyakit sosial yang serius. Ini menjadi tugas kita bersama, terutama MUI Desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, fenomena masyarakat yang lebih mementingkan tampilan dan popularitas di media sosial membuat tantangan MUI semakin berat. Oleh karena itu, peran majelis taklim dan pengajian dinilai sangat penting dalam memberikan pemahaman keagamaan, termasuk terkait kesehatan, pendidikan, serta bahaya judi dan prostitusi online.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kecamatan Caringin KH. Entis Sutisna menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi yang telah dibangun akan mempermudah tugas MUI, baik di tingkat kecamatan maupun desa.

“Pemberantasan judi online dan prostitusi bukan hanya tugas MUI, tetapi tanggung jawab semua pihak. Namun MUI sudah pasti menjadi garda terdepan,” katanya.

Camat Caringin Ramdan Firdaus dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MUI dan MUD yang telah dikukuhkan. Ia mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara MUI dengan pemerintah kecamatan dan desa.

“Kami mengajak seluruh pengurus untuk terus meningkatkan sinergitas dalam membangun masyarakat di berbagai bidang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya kepedulian sebagian warga terhadap kebersihan lingkungan serta masih adanya angka putus sekolah. Menurutnya, imbauan yang disampaikan tokoh agama melalui pendekatan keagamaan dinilai lebih efektif dibandingkan imbauan pemerintah semata.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kami berharap kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan pembangunan dapat terus meningkat,” pungkasnya.

** Yudi

Hujan Lebat Berpotensi Landa Bogor, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

0

Bogor | Jurnal Bogor
Hujan lebat diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten dan Kota Bogor. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sepanjang hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat menyampaikan, pada pagi hari (07.00–13.00 WIB) berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kabupaten Pangandaran, Rabu (21/1/2026).

Sementara itu, pada siang hingga sore hari (13.00–19.00 WIB), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, serta Kabupaten dan Kota Sukabumi.

Sedangkan hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut, serta Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Pada malam hari (19.00–01.00 WIB), cuaca umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, serta Kabupaten Pangandaran.

Sedangkan pada dini hari (01.00–07.00 WIB), cuaca masih berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, serta Kabupaten Indramayu.

BMKG juga mencatat suhu udara berkisar antara 18 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 60–98 persen, serta arah angin dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5–50 kilometer per jam.

BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang yang dapat terjadi dari pagi hingga malam hari di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati, mengantisipasi kemungkinan genangan air, banjir, longsor, serta gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.

** Yudi

Tirta Kahuripan Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatra

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap krisis kemanusiaan akibat banjir dan longsor yang menyebabkan terganggunya akses air bersih dan sanitasi.

Bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan berbagai pihak terkait, bantuan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berupa sarana logistik hingga sembako dan alat penjernih air portable untuk mendukung penanganan darurat di lokasi bencana.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad menyampaikan bahwa partisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, sekaligus wujud solidaritas antar daerah dalam menghadapi bencana alam di Indonesia.

“Ada 13 desa dan kecamatan yang sudah menerima bantuan logistik dan sembako dengan nilai total bantuan sebesar Rp. 107.500.000,- dan juga 30 unit alat penjernih air portable berkapasitas 25 liter/menit yang akan didistribusikan ke rumah sakit, pesantren, dapur umum dan tempat pengungsian lainnya.” ujar Abdul Somad.

Fokus utama bantuan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan diarahkan pada pemulihan akses air bersih bagi masyarakat terdampak, mengingat air merupakan kebutuhan dasar yang sangat krusial dalam kondisi bencana.

“Sebagai perusahaan penyedia jasa layanan air minum, kami memahami bahwa ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak saat terjadi bencana. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak,” tutupnya.

Untuk diketahui, di musim penghujan tahun ini wilayah Kabupaten Bogor masuk ke dalam status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, serta tanah longsor di daerah Provinsi Jawa Barat. Tentunya hal tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pengaliran air bersih, terutama akibat tingginya kekeruhan air baku dan longsor yang memutus pipa distribusi air bersih milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.

Oleh karena itu, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mengimbau kepada seluruh pelanggan agar turut serta melakukan langkah antisipatif, antara lain dengan menyiapkan cadangan air bersih di rumah melalui penampungan air, serta menggunakan air secara bijak terutama saat proses normalisasi pengaliran dilakukan.

Pelanggan juga diharapkan aktif memantau informasi terkait ganguan pengaliran melalui aplikasi myKahuripan, website (www.tirtakahuripan.co.id) dan media sosial resmi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, serta segera melaporkan apabila terjadi gangguan pengaliran di wilayah masing-masing melalui kanal pengaduan yang telah disediakan (Call Center 1500-862 atau WhatsApp 0821-1996-9008).
Dengan semangat kepedulian dan kesiapsiagaan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi pelangganya, sekaligus berperan aktif dalam aksi kemanusiaan di tingkat nasional.

**rls/yev