33 C
Bogor
Wednesday, September 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 87

Ribuan Pengelola Dapur MBG Ikuti Bimtek Higiene Sanitasi di Tangerang

0

Tangerang | Jurnal Bogor
Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada 7–8 Maret 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di delapan wilayah Kantor Koordinasi Program Pemenuhan Gizi (KPPG) yaitu KPPG Jakarta, KPPG Bogor, KPPG Bandung, KPPG Cirebon, KPPG Semarang, KPPG Sleman, KPPG Surabaya, dan KPPG Jember, dengan jumlah peserta mencapai 500 orang setiap harinya.

Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur yang terlibat langsung dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), antara lain Kepala SPPG, Mitra/Yayasan pengelola, Pengawas Gizi, Asisten Lapangan (Aslap), serta Juru Masak. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para penjamah makanan dalam menerapkan standar higiene dan sanitasi pangan, sekaligus mempercepat proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur-dapur SPPG yang menjadi bagian penting dari implementasi Program MBG.

Kegiatan dibuka secara hybrid oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa makanan bergizi merupakan hak seluruh anak di Indonesia, sehingga kualitas penyediaan makanan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pelaksanaan bimbingan teknis ini sangat strategis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi nasional melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan para penjamah makanan.

Sony Sonjaya juga menyampaikan bahwa Program MBG saat ini telah berkembang pesat dengan keterlibatan masyarakat yang sangat besar, yang ditunjukkan dengan berdirinya lebih dari 25 ribu SPPG di seluruh Indonesia, sebagian besar diinisiasi oleh mitra atau yayasan dari masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat di dapur SPPG menjadi langkah penting untuk memastikan standar keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga.

Di Tangerang kegiatan berlangsung di Grand Serpong Hotel, Sabtu-Minggu (7-8/3/2026) yang diikuti seribuan peserta dari perwakilan SPPG, relawan, mintra/yayasan yang terlibat aktif dalam penyaluran program MBG untuk melakukan sertifikasi SPPG.

Sony Sonjaya juga mengatakan setelah beberapa waktu tidak melaksanakan kegiatan, hari ini pihaknya memulai kembali pelatihan penjamah makanan dan percepatan SLHS.

“Pelatihan penjamah makanan ini, salah satu persyaratan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan dengan SLHS ini kegiatan Program Makan Bergizi gratis (MGB) atau produksi-produksi makan bergizi dilaksanakan pada satu tempat yang memang sarana-prasarananya itu sudah terjamin kebersihannya, kesehatannya. Makanya disebut laik higiene sanitasi kesehatan,” paparnya, Sabtu (7/3/2026).

Disampaikannya, poin tersebut sangat penting, karena itu pihaknya mengarahkan kepada seluruh KSPPG untuk mengingatkan mitra-mitranya dari sejak dinyatakan operasional sampai 30 hari harus segera mendaftar untuk proses SLHS.

“Apabila 30 hari daftar saja belum, maka BGN akan suspend atau hentikan operasional SPPG,” tegasnya.

Menurutnya, sampai tadi malam sudah ada 25.061 SPPG yang sudah kami lakukan pemeriksaan atau inspeksi-inspeksi ke lapangan oleh jajaran Direktur Pemantauan dan Pengawasan.

“Langsung disana diketahui ada beberapa SPPG yang tidak memenuhi persyaratan. Baru kemudian langsung diberi SP, surat peringatan kesatu, surat peringatan kedua, dan ada juga yang langsung dihentikan,” katanya.

“Contoh pada waktu saya langsung datang ke satu tempat di satu Provinsi, melihat sarana prasarana ini benar-benar memang tidak layak dan langsung saat itu juga dihentikan, karena memang saranannya betul-betul tidak layak. Kita cek itu dari mulai sirkulasi udara, suhu ruangan seperti apa pada saat produksi, termasuk ipalnya.Ipal, ada yang ipal hanya berupa septic tank,” sambung Sony.

“Disamping itu, acara ini juga untuk meningkatkan persentase TPP yang memenuhi persyarakatan administratif dan teknis SLHS. Kami juga memfasilitasi pemenuhan syarat mandiri inspeksi kesehatan lingkungan minimal 80 persen. Serta, mempercepat penertiban SLHS melalui pendampingan pendaftaran di sistem OSS,” ungkapnya.

Sony juga menekankan Bimtek SLHS fokus pada penerapan prinsip higiene sanitasi pangan siap saji. “Yang meliputi 6 prinsip Higiene Sanitasi Makanan, Higiene Perorangan, Sanitasi Tempat dan Bangunan, Sanitasi Peralatan, dan Standar Baku Mutu,” ujarnya.

“Dengan demikian program MBG ini dapat dilakukan dengan peningkatan mutu atau kualitas sehingga akan menjadi MBG yang berdampak positif bagi generasi kita,” tegasnya.

Untuk itu, Sony mengimbau kepada KSPPG untuk memiliki 3 media sosial ini wajib dimiliki, fungsi dari media sosial itu sebagai sarana komunikasi antara KSPPG dengan masyarakat.

“Jadi SPPG wajib menginformasikan hari ini menunya apa, kandungan, gizinya termasuk harganya berapa. Misalkan hari ini nasi, kemudian ayam teriyaki, lalu steam wortel dan buncis, buahnya pisang, nah Itu harus ada harganya,” beber Sony.

Ia pun meminta, silakan masyarakat memonitor bagaimana dilapangan, sesuaikan dengan harga yang memang betul-betul real dan fakta. “Misalkan pisang, pisang itu berapa? Misalkan Rp1.500 satu biji pisang ya, satu putih,” lanjut Sony.

Jika dilapangan menemukan yang tidak sesuai, katanya, langsung protes ke media sosial yang dimiliki SPPG tersebut. Atau bisa juga menghubungi hotline di 127 atau ada juga nomer WhattApp dan telepon.

Pada kesempatan pembukaan di KPPG Cirebon, Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan Badan Gizi Nasional, Brigjen (Purn) Suardi Samiran, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga oleh cara pengolahan, penyimpanan, dan penyajiannya.

Menurutnya, standar keamanan pangan harus diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan operasional dapur SPPG. Ia juga menekankan bahwa melalui kegiatan Bimbingan Teknis Penjamah Makanan dan Percepatan SLHS, pemerintah ingin memastikan seluruh petugas yang terlibat memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran yang memadai dalam menjalankan tugasnya di masing-masing SPPG.

“Selain itu, percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi salah satu prioritas penting sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban SPPG dalam menyediakan makanan bergizi yang aman, higienis, dan memenuhi standar sanitasi,” tandasnya.

** Wawan Hermawanto

Desa Kopo Masih Dikotori Sampah

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Wilayah Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang merupakan desa paling luas wilayahnya masih kesulitan menangani sampahnya. Di wilayah ini masih masih banyak warga yang membuang sampahnya ke kali.

Bahkan hasil penelusuran, di sebuah kampung yang berbatasan dengan Cijulang, Desa Sukakarya terdapat pembuangan sampahnya yang kondisinya cukup memprihatinkan.

Selain menimbulkan bau busuk, tempat pembuangan sampah itu tepat di bibir sungai Cisarua. Hal ini menyebabkan gunungan sampah itu sering tumpah ke badan sungai yang akhirnya terbawa hanyut ke hilir.

“Jika sampahnya terlalu banyak dan menggunung tinggi biasanya suka tumpah ke sungai. Lokasi tersebut kini menjadi tempat pembuangan sampah dari beberapa kampung, ” ujar Adi, seorang pemulung, Senin (9/3/2026).

Adanya hal tersebut, salah seorang warga yang merasa tidak nyaman dengan kondisi itu mengunggah video ke media sosial terkait kotornya wilayah itu.

“Penangan sampah di Desa Kopo harus benar-benar ditangani secara serius. Karena penanganan selama ini belum maksimal. Terbukti, di lokasi dekat jembatan sungai Cisarua kini menjadi tempat pembuangan sampah, ” tutur Karim.

Sementara itu dikatakan warga lainnya, Dodi, wilayah Desa Kopo terlalu luas. Pemerintahan desa harus bekerja lebih keras untuk melakukan penangan sampahnya.

“Kita perhatikan, angkutan DLH hanya mengambil sampah yang sudah disiapkan di tepi jalan utama saja. Sementara sampah yang jauh dari jalan utama tidak tertangani, akhirnya ditempat penampungan sampah itu kondisi sampahnya semakin bertambah. Dengan demikian, diperlukan langkah-langkah lebih serius oleh pemerintah desa untuk menangani sampah di sini, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Persiapan Penanganan Sampah Menjelang Hari Raya Idulfitri

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Menjelang Hari Raya Idulfitri, petugas kebersihan melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi meningkatnya volume sampah.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, para pekerja kebersihan akan libur pada H-2 sebelum Lebaran, namun akan kembali bekerja pada hari H untuk membersihkan sampah yang menumpuk, terutama sampah organik dari sisa makanan dan ketupat di lingkungan Pemda dan sekitarnya.

Saat ini, titik pembersihan sampah juga semakin bertambah karena sudah banyak wilayah yang berlangganan layanan kebersihan, seperti perumahan, jalan raya, serta lingkungan Pemda.

Kasubag UPT TPU, Mamad, mengungkapkan bahwa sebenarnya perlu ada aturan tegas terkait pelanggaran membuang sampah sembarangan, namun hal tersebut bukan menjadi kewenangannya.

Selain itu, untuk mendukung kegiatan pengangkutan sampah, saat ini juga tersedia bantuan empat unit mobil dari PCR yang digunakan untuk operasional kebersihan.

Ke depan diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta memilah sampah, seperti memisahkan sampah organik dan sampah basah, agar pengelolaannya lebih mudah dan lingkungan tetap bersih.

** Leonita

Di Balik Bersihnya Ruang Kerja: Dedikasi Ayla Arief, Rangers Clean Sheet Indonesia

0

Bogor | Jurnal Bogor – Kebersihan sebuah lingkungan kerja sering kali dianggap sebagai hal yang biasa. Namun di balik ruang kerja yang bersih, rapi, dan nyaman, ada peran orang-orang yang bekerja dengan penuh tanggung jawab menjaga semuanya tetap terawat. Salah satunya adalah Ayla Arief, Rangers B2B Clean Sheet Indonesia yang bertugas di Kantor Purnomo Yusgiantoro Center, Jakarta Selatan.

Perempuan muda ini mulai bergabung dengan Clean Sheet Indonesia pada akhir tahun 2024. Selain bekerja, Ayla juga tengah menempuh pendidikan di Universitas Terbuka (UT) jurusan Akuntansi sejak semester dua. Baginya, bekerja sambil kuliah merupakan tantangan sekaligus kesempatan untuk terus berkembang.

Dalam kesehariannya, Ayla memiliki tanggung jawab memastikan area kerja tetap bersih dan nyaman. Salah satu tugas rutinnya adalah melakukan kontrol kebersihan toilet, memastikan lantai tetap kering, bersih, dan wangi, serta memastikan perlengkapan seperti tisu dan sabun selalu tersedia.

“Menjaga kebersihan itu bukan hanya soal terlihat rapi, tapi juga memastikan lingkungan tetap sehat dan nyaman bagi semua orang,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Menurut Ayla, tantangan di lapangan kerap muncul ketika beberapa area membutuhkan penanganan secara bersamaan. Dalam kondisi seperti itu, ia harus pandai menentukan prioritas pekerjaan agar semua tugas dapat terselesaikan dengan baik.

Permasalahan yang paling sering ditemui biasanya adalah debu ringan di area terbuka serta kondisi toilet yang memerlukan pengawasan lebih rutin agar tetap kering dan bersih. Untuk mengatasinya, Ayla secara berkala melakukan pembersihan serta pengecekan agar standar kebersihan tetap terjaga.

Meski demikian, interaksi dengan masyarakat atau pengguna area kerja umumnya berjalan baik. Ayla mengatakan sebagian besar orang merespons pekerjaannya dengan sikap kooperatif.

“Mereka biasanya memahami pekerjaan yang saya lakukan. Jika ada area yang belum tertangani, mereka memberi kesempatan kepada saya untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang dikerjakan terlebih dahulu,” katanya.

Namun, dalam pekerjaannya Ayla juga pernah menghadapi situasi ketika ada pihak yang kurang memahami kondisi di lapangan. Dalam situasi seperti itu, ia memilih untuk menjelaskan secara baik-baik mengenai kondisi dan kendala yang dihadapi serta menawarkan solusi yang memungkinkan.

“Kalau belum ada kesepakatan, saya mengikuti arahan dari atasan agar keputusan tetap sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tambahnya.

Bagi Ayla, dukungan dari pimpinan dan manajemen perusahaan menjadi hal penting dalam menjalankan tugas. Ia merasa bersyukur karena pimpinan tidak hanya mendengarkan kendala yang dihadapi di lapangan, tetapi juga memberikan solusi serta memahami kondisi kerja para pegawai.

Tidak hanya itu, manajemen Clean Sheet Indonesia juga memberikan kesempatan bagi Ayla untuk mengembangkan diri melalui pendidikan. Ia mendapatkan dukungan berupa kesempatan dan beasiswa untuk melanjutkan kuliah.

Sebagai pegawai lapangan, Ayla menyadari bahwa peran Rangers sangat penting dalam keberhasilan program Clean Sheet Indonesia. Para petugas lapangan menjadi garda terdepan dalam menjaga standar kebersihan dan kenyamanan area kerja.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi dan tanggung jawab kami di lapangan,” ujarnya.

Ke depan, Ayla berharap Clean Sheet Indonesia dapat terus berkembang menjadi perusahaan yang semakin solid dan profesional, serta dikenal luas karena kualitas pelayanan dan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia juga berharap komunikasi antara manajemen dan pegawai lapangan dapat terus ditingkatkan agar informasi dapat diterima dengan lebih jelas oleh seluruh anggota tim.

Di balik rutinitas menjaga kebersihan, Ayla Arief menunjukkan bahwa pekerjaan yang dijalani dengan tanggung jawab dan semangat dapat memberikan dampak besar bagi kenyamanan banyak orang. Bagi Ayla, setiap lantai yang kering, setiap ruangan yang bersih, adalah bagian dari kontribusinya menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik. Yudi

Kepala Desa Rawa Panjang Bojonggede Diduga Korupsi Dana Desa Rp724 Juta

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Inspektorat Kabupaten Bogor mengungkap dugaan korupsi dana desa di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede. Hasil audit investigatif menemukan adanya kerugian negara mencapai Rp724 juta dalam pengelolaan dana desa selama tiga tahun, yaitu 2022 hingga 2024.

Audit tersebut dilakukan setelah adanya aduan masyarakat terkait pengelolaan anggaran desa. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara laporan pertanggungjawaban dengan kondisi di lapangan.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor, Arif Rahman, mengatakan bahwa dugaan penyimpangan tersebut berkaitan dengan anggaran ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa.

“Selama tiga tahun, anggaran ketahanan pangan ditemukan ketidaksesuaian antara laporan pertanggungjawaban dengan fakta di lapangan,” ujar Arif, Minggu (8/3/2026).

Inspektorat juga telah meminta Kepala Desa Rawa Panjang, Muhammad Agus, untuk mengembalikan kerugian negara. Namun imbauan tersebut tidak diindahkan.

Kasus ini kemudian ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Metro Depok yang melakukan penyelidikan hingga penyidikan. Saat ini, berkas perkara dugaan korupsi tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk proses hukum lebih lanjut.

Desa Rawa Panjang sendiri berada di wilayah Kecamatan Bojonggede, yang berbatasan langsung dengan kawasan Citayam, Kota Depok.

** Leonita

Polsek Caringin Berikan Bantuan kepada Korban Rumah Ambruk di Cinagara

0

Caringin | Jurnal Bogor – Kapolsek Caringin AKP Jajang didampingi Bhabinkamtibmas memberikan bantuan kepada korban rumah ambruk milik Ibu Yuyun, warga Kampung Cinagara RT 002 RW 005, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/3/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang tertimpa musibah. Diketahui, bagian rumah yang ambruk merupakan dapur, sementara kamar dan ruangan lainnya masih dalam kondisi baik sehingga masih dapat ditempati oleh keluarga pemilik rumah.

Kapolsek Caringin AKP Jajang mengatakan, pihaknya hadir untuk memberikan dukungan moril sekaligus bantuan kepada korban agar dapat meringankan beban yang dialami.

“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa warga. Semoga bantuan yang kami berikan dapat sedikit membantu dan meringankan beban keluarga korban,” ujar Kapolsek, Senin (9/3/2026).

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini, warga sekitar bersama aparat setempat turut membantu membersihkan puing-puing bangunan yang ambruk.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di musim hujan, karena kondisi cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan kerusakan bangunan maupun bencana lainnya. Yudi

Pengabdian Masyarakat ITB Dewantara Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Penghafal Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

0

Bogor Jurnal Bogor
Dalam semangat berbagi dan kepedulian di bulan suci Ramadhan, mahasiswa dan dosen dari Institut Teknologi dan Bisnis Dewantara (ITB Dewantara) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Qur’an Yatim & Dhuafa Tholabul Ilmi yang berlokasi di Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini diikuti oleh lebih dari 50 anak yatim dan dhuafa, yang sebagian besar merupakan santri penghafal Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, mahasiswa bersama para dosen berupaya menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberikan dukungan moral dan spiritual bagi para santri dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh dosen pembimbing kegiatan, Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., MM, serta sejumlah dosen ITB Dewantara yang memberikan dukungan langsung, di antaranya Mujito, SE., MM, Wawan S., MM, Dr. Erna Herlina, dan Eidelweijs Adririnjani Putri, S.P., MSM., M.Eng.

Dalam sambutannya, Dr. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para mahasiswa serta para donatur yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini.

“Terima kasih kepada para mahasiswa dan para donatur yang telah memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan dan memberikan kebahagiaan bagi adik-adik kita para penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.

Para mahasiswa memberikan al Qur’an, sajadah, peci dan sarung untuk para santri di Rumah Qur’an Yatim & Dhuafa Tholabul Ilmi.

 Kegiatan pengabdian masyarakat ini diisi dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, materi motivasi, hingga dongeng inspiratif yang dibawakan oleh Kak Meydi yang berhasil menghibur dan mengundang tawa para anak yatim dan dhuafa.

Suasana haru juga terasa saat sesi pemberian santunan dan pembagian Al-Qur’an kepada para santri. Salah satu santri penghafal Al-Qur’an, Saskia, mengungkapkan rasa terharunya saat menerima Al-Qur’an tersebut.

“Terima kasih atas Al-Qur’annya. Semoga Al-Qur’an ini menjadi penyemangat kami untuk terus menghafal,” ungkap Saskia dengan penuh haru.

Melalui kegiatan ini, ITB Dewantara berharap nilai-nilai kepedulian sosial, ukhuwah, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh di kalangan mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan dan pembinaan generasi Qur’ani di tengah masyarakat.

Acara ditutup dengan doa bersama, foto bersama, serta kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa yang semakin mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa, dosen, dan para santri di Rumah Qur’an Tholabul Ilmi.

(Wawan Hermawanto)

Lebaran Sebentar Lagi, Jalan Cikopo Semakin Hancur

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Arus mudik Lebaran tinggal menghitung hari, jalan alternatif Cikopo Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor merupakan jalur yang cukup tinggi mobilitasnya dilewati pemudik. Namun pantauan di beberapa lokasi, kondisi badan jalannya kini mengalami kerusakan yang cukup parah. Lubang-lubang bertebaran di sepanjang jalan menyebabkan rawannya kecelakaan di kawasan tersebut.

Seperti di kawasan Kampung Cidokom, Desa Kopo, sepanjang 200 meteran badan jalannya kini hancur. Aspalnya mengelupas hingga saat musim hujan seperti sekarang ini jalannya digenangi air. Dengan kondisi tersebut, warga juga para pengendara merasa terganggu.

“Akibat badan jalan yang berlubang dan hancur, rumah kita menjadi kotor terus. Kendaraan yang melintas mencipratkan air bercampur lumpur mengotori bagian teras rumah kita, ” tutur Said, warga Kopo.

Untuk menghindari terjadi kecelakaan akibat jalan berlobang, sebagian warga memberi tanda oleh ember atau kardus. Hal ini dilakukan supaya para pengendara mengetahui di lokasi tersebut banyak lubang.

“Sering terjadi kecelakaan sepeda motor yang tergelincir dan jatuh. Mereka terjebak oleh genangan air yang ternyata ada lubangnya, ” ungkap Edi.

Ia berharap, menjelang Lebaran ini Pemkab Bogor melakukan perbaikan terhadap kerusakan badan jalan tersebut.

“Sangat terganggu warga atau pengendara jika kondisi ini dibiarkan. Kami berharap ada upaya perbaikan terhadap kerusakan jalan tersebut. Terlebih, sebentar lagi akan mengadapi Idul Fitri, ” pungkas Edi.

** Dadang Supriatna

Buka Puasa Bersama, Iluni SMA Negeri 1 Parung Santuni 380 Anak Yatim

0

Parung | Jurnal Bogor
Kegiatan santunan anak yatim kembali digelar oleh Ikatan Alumni (Iluni) SMA Negeri 1 Parung dalam acara Santunan Yatim dan Buka Puasa Bersama yang ke-17, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan sosial ini menjadi salah satu agenda rutin yang terus dilaksanakan setiap tahunnya, khususnya pada saat bulan Ramadhan.

Menariknya, kegiatan ini telah berlangsung secara konsisten selama 17 tahun, sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2009 hingga tahun 2026 ini. Tradisi berbagi telah menjadi bukti kepedulian serta komitmen para alumni dalam menebarkan manfaat bagi sesama.

“Selain sebagai kegiatan sosial, acara ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antaralumni SMA Negeri 1 Parung dari berbagai generasi. Tercatat, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 37 angkatan alumni yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut,” ujar Ketua Panitia Santunan ke -17, Rayhan.

Dalam kegiatan ini, panitia menyalurkan santunan berupa paket sembako dan uang tunai kepada anak-anak yatim. Sasaran penerima santunan meliputi siswa dan siswi yatim SMA Negeri 1 Parung, anak yatim dari warga sekitar, serta anak yatim dari keluarga alumni sebanyak 380 paket santunan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan para penerima sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial para alumni terhadap lingkungan sekitar.

Selain kegiatan santunan, acara juga dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan lainnya. Di antaranya penampilan bernyanyi solo yang menghibur para tamu undangan serta tausiyah yang memberikan ilmu dan motivasi.

Melalui kegiatan Santunan Yatim dan Buka Puasa Bersama ke-17 ini, Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Parung berharap tradisi berbagi yang telah berjalan selama belasan tahun tersebut dapat terus dilanjutkan di masa mendatang, sekaligus memperkuat kebersamaan dan rasa kekeluargaan antaralumni.

** Wawan Hermawanto

Tarawih Keliling Peringati Nuzulul Quran, Polsek Ciomas Ajak Warga Tingkatkan Keamanan Lingkungan

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Quran di bulan suci Ramadan, Polsek Ciomas bersama unsur Forkopimcam melaksanakan kegiatan tarawih keliling di Masjid Jami Nurul Islam, Kampung Bojongsari, Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Sabtu malam (7/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia, Camat Ciomas, Danramil yang diwakili Babinsa, Kepala Desa Ciapus, Ketua MUI Desa Ciapus, Ketua BPD, para kiai, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Ciapus.

Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tarawih keliling ini merupakan upaya mempererat silaturahmi antara aparat pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat di wilayah Kecamatan Ciomas.

Menurutnya, kehadiran unsur Forkopimcam dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga.

“Kegiatan tarawih keliling ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar kembali meningkatkan kegiatan siskamling dengan mengaktifkan ronda malam guna mencegah terjadinya tindak pencurian maupun gangguan keamanan lainnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi kerawanan kamtibmas yang sering terjadi selama bulan Ramadan, seperti tawuran remaja, geng motor, hingga perang sarung.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya, khususnya yang masih remaja, agar tidak terlibat dalam aksi tawuran, geng motor maupun tindak kriminalitas lainnya.

“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak menjadi pelaku maupun korban dari tindakan kriminalitas,” pungkasnya. Yudi