27.5 C
Bogor
Thursday, July 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 85

Marak PETI, Gunung Guruh Longsor

0

Cigudeg l Jurnal Bogor
Longsor terjadi di lokasi Gunung Guruh di kawasan hutan Perum Perhutani wilayah administratif Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Informasi di lapangan, salah satu penyebab longsor di Gunung Guruh itu diduga karena maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di lokasi tersebut.

Lokasi tebingan di Gunung Guruh kerap terjadi longsor dan telah merenggut nyawa korban penambang di lubang di kawasan hutan Perhutani Gunung Guruh.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Cigudeg AKP Budi Sehabudin menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi perihal informasi terkait adanya longsor di Gunung Guruh tersebut.

“Meski baru mengetahui, informasi longsor di Gunung Guruh itu akan segera koordinasikan dengan pihak Kecamatan Cigudeg. Segera dikoordinasikan, karena di Kecamatan itu ada Satgasnya,” kata AKP Budi kepada Jurnal Bogor, Sabtu (24/1/2026).

Lebih jauh Kapolsek Cigudeg menjelaskan, terkait permasalahan di Gunung Gunung di lokasi tambang tanpa izin telah dilaporkan serta dalam penanganan Polres Bogor.

“Sudah lama, semenjak adanya korban penambang meninggal di lubang Gunung Guruh permasalahan ini telah ditangani tim Tipidter Polres Bogor,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Jalanan Tebing Malasari Kerap Longsor, Pengendara Mesti Berhati- Hati

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Selama tiga hari terakhir hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor bagian barat mengakibatkan akes jalan di Desa Malasari, Nanggung, longsor.

Longsor tersebut menutup akses jalan menuju tempat wisata perkebunan teh Nirmala di Desa Malasari.

“Badan jalan tertutup akibat longsor, sementara pengendara tak bisa melintasi jalur itu,” ujar Kepala Dusun O4 Desa Malasari Ubun kepada Jurnal Bogor, Jumat (23/1/2026).

Kepala Dusun yang akrab dipanggi Abah Ubun menjelaskan, longsor yang melanda di wilayahnya itu terjadi pada Jumat (23/01/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Pengendara menjadi kesulitan saat melintas disebabkan tebingan itu longsor menutup badan jalan.

Agar mobilitas masyarakat tetap berjalan, maka material longsoran yang menutupi jalan tersebut akan segera dibersihkan.

“Sudah dikoordinasikan melalui para ketua RT dan RW agar dilakukan gotong royong membersihkan material tanah longsoran itu,” tandasnya

Para ketua RT dan RW telah diminta untuk membawa peralatan ke lokasi longsor tersebut agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Abah Ubun meyebut jalanan di sekitaran tebing di Desa Malasari kontur tanahnya labil dan rawan longsor hingga disarankan kalau tidak adanya kepentingan mendesak lebih baik ditunda.

“Musik penghujan jalanan di sepanjang tebing di Malasari kerap terjadi longsor, kami imbau bagi pengendara untuk berhati-hati,” pungkasnya.

**Arip Ekon

Jaga Ketahanan Pangan, Perpadi Targetkan Bangun Sentra Beras

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kota Bogor periode 2025–2030 resmi dilantik di Gedung Serbaguna DPRD Kota Bogor oleh Ketua DPD Perpadi Jawa Barat, Carmin Sanjaya, Kamis (22/1/2026).

Diketahui, Fitri Wita resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPC Perpadi Kota Bogor. Sebanyak 32 orang pengurus dilantik, yang mayoritas berasal dari kalangan pengusaha beras.

Kepada wartawan, Fitri Wita mengatakan bahwa DPC Perpadi Kota Bogor sejatinya telah dibentuk sejak 2025, dan pelantikan ini menjadi peresmian kepengurusan secara formal.

Ia menjelaskan, Perpadi adalah asosiasi yang menaungi penggilingan padi dan pengusaha beras, meski Kota Bogor memang bukan daerah penghasil padi, tetapi bisa jadi pusat distribusi beras untuk Bogor Raya.

“Perpadi berdiri sejak 1968 dan mengalami perkembangan signifikan pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2001, ketika organisasi ini memperluas perannya hingga sektor hilir dengan menaungi para pengusaha beras,” ujar Fitri.

Menurut dia, rantai pangan tidak berhenti di penggilingan, tetapi harus sampai ke tangan konsumen. Atas dasar itu, Perpadi Kota Bogor akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan sejumlah program strategis. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah yang digagas Badan Pangan Nasional bersama Dinas Ketahanan Pangan.

“Perpadi Kota Bogor telah meluncurkan produk Beras Petani, sebagai alternatif beras berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” ungkapnya.

Fitri menuturkan bahwa Perpadi juga mendorong upaya menghidupkan kembali penggilingan padi lokal yang masih ada di wilayah Bogor Selatan dan Bogor Barat.

“Kami ingin merangkul petani, menggerakkan kembali penggilingan, hingga menghasilkan beras yang dikemas dan didistribusikan untuk masyarakat,” jelas dia.

Lebih lanjut, sambung dia, Perpadi Kota Bogor menargetkan penguatan rantai pasok beras dengan mendatangkan langsung pasokan dari daerah penghasil ke Kota Bogor serta membentuk Sentra Beras yang akan melayani wilayah Bogor Raya.

Hal itu, kata dia, lantaran potensi pasar beras di Kota Bogor dinilai sangat besar. Meski jumlah penduduknya sekitar satu juta jiwa, volume perdagangan beras di Kota Bogor tercatat mencapai 1,3 juta ton per tahun, mendekati Kabupaten Bogor yang mencapai 1,6 juta ton. Kondisi ini menempatkan Kota Bogor sebagai pusat perdagangan dan distribusi pangan bagi wilayah sekitarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, H Zenal Abidin mendukung penuh keberadan Perpadi. Menurutnya, organisasi itu akan berperan sangat strategis dalam menjaga ketahanan pangan, stabilitas harga, hingga ketersediaan barang.

Selain itu, ia juga mengapresiasi peluncuran produk Beras Petani serta mendukung rencana revitalisasi penggilingan padi lokal dan pembentukan Sentra Beras di Kota Bogor.

“Kalau dikelola secara sinergis bersama BUMD, sektor pangan berpotensi besar berkontribusi terhadap peningkatan PAD. Kami berharap Perpadi berkontribusi menjaga ketahanan pangan Kota Bogor,” harapnya.

** Fredy Kristianto

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Minta APH Tindak Praktik Penambangan Emas Ilegal

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor, Sastra Winara, berharap penegak hukum tidak membiarkan praktik penambangan emas ilegal terus berlangsung. Pasalnya, aktivitas tersebut tidak memenuhi standar keselamatan atau safety first.

“Kami bisa pastikan saudara-saudara kita yang melakukan itu tidak sesuai keselamatan. Ini perlu jadi perhatian bersama,” kata Sastra dikutip dari instagram @bogorekspose, Jumat (23/1/2026).

Pernyataan Sastra menyusul maraknya penambangan emas tanpa izin di Bogor Barat, khususnya di  Pongkor, Kecamatan Nanggung, dan Gunung Guruh, Kecamatan Cigudeg. Aktivitas penambangan ilegal itu menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Bogor.

Sastra menyatakan dukanya atas insiden yang menimpa para penambang liar dalam tragedi kepulan asap di tambang emas PT Aneka Tambang (Antam). Ia mengakui persoalan tambang emas ilegal ini bagaikan benang kusut yang sulit diurai.

“Kami tidak menutup mata soal maraknya kembali tambang emas ilegal, baik di Pongkor area PT Antam maupun kawasan Gunung Guruh Cirangsad,” ujar Sastra.

Sastra menegaskan pentingnya memberikan pemahaman kepada para penambang liar mengenai bahaya yang mengancam keselamatan mereka. (*)

Kapolda Jabar Akan Cegah Masyarakat jadi Gurandil

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan akan mendorong perubahan perilaku masyarakat yang selama ini memilih menjadi penambang emas tanpa izin (PETI) atau gurandil.

Dorongan tersebut seiring terjadinya peristiwa meninggalnya para penambang emas tanpa izin (PETI) dalam insiden asap di kawasan PT ANTAM UBPE Pongkor, Nanggung menyisakan duka yang mendalam bagi semua pihak.

Kejadian ini menjadi catatan bagi para pemangku kebijakan termasuk kepolisian dalam menangani praktik tambang ilegal.

“Kita akan melakukan bagaimana merehabilitasi masyarakat sekitar tambang yang ada di 4 kecamatan supaya mereka tidak mengulangi kembali,” ucapnya usai mengunjungi kawasan ANTAM Pongkor, Kamis (22/1).

Empat kecamatan yang dimaksud di antaranya Nanggung, Sukajaya, Cigudeg, dan Leuwiliang.

Dari kejadian tersebut, Rudi Setiawan, pihaknya juga masih melakukan pendalaman terkait penyebab munculnya asap sehingga menelan korban.
Termasuk bagaimana agar praktek penambangan emas ilegal tidak kembali terjadi khususnya di wilayah Nanggung dan sekitarnya.

“Sehingga mereka tidak lagi memenuhi kebutuhan hidupnya melalui upaya-upaya penambangan ilegal yang sangat berbahaya bagi dirinya sendiri, yang berakibat pada keluarganya,” tuturnya.

Sementara dalam kunjungannya, Kapolda Jabar mengaku telah melihat lokasi yang diduga menjadi titik sumber munculnya asap.

Meski demikian, masih adanya kepulan asap yang masih di ambang batas aman membuat petugas masih harus berhati-hati dan diperlukan alat yang memadai.

“Sampai hari ini masih relatif tinggi atau belum aman sepenuhnya untuk dimasuki oleh orang tanpa alat dan melakukan kegiatan-kegiatan,” tukasnya.

** Arip Ekon

Akibat Jalanan Sempat, Kecelakaan Terjadi Lagi di Turunan Panjang Malasari

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Dua kendaraan mengalami kecelakaan, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 10: 30 WIB akibat jalan sempit disertai turunan panjang di Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Akibat kecelakaan itu, sopir pengangkut hebel mengalami luka-luka hingga di bawa ke Puskesmas terdekat. “Sopir truk engkel dilakukan pengobatan medis di Puskesmas,” kata warga sekitar, Uya.

Kecelakaan terjadi, ketika truk engkel pengangkut material bata hebel saat melaju berhadapan dengan kendaraan jenis L300. Namun, lepas kendali, sopir truk engkel mengalami rem blong hingga terperosok dan terguling.

“Di jalan turunan panjang itu, seringkali terjadi kecelakaan baik pemotor maupun pengendara roda empat,” ungkap Uya.

Salah satu pengendara, Andriwan menyebut, di jalan tersebut seringkali terjadi Lakalantas, pemicunya selain sang sopir mengalami rem blong dan jalanan sempit juga bisa menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

“Salah satu penyebab sering terjadinya kecelakaan, karena jalan itu sempit,” kata pengguna jalan Adriawan yang kerap menggunakan jalur tersebut.
Menurutnya, jalan milik Kabupaten Bogor yang merupakan akses Destinasiwisata di Malasari sudah semestinya dilebarkan. Jalan menuju Malasari lebarnya hanya sekitar 2,5 meter sehingga pelebaran jalan tersebut menjadi bagian kebutuhan masyarakat.

Sesuai kebutuhan jalan itu layak dilebarkan, menyusul Bupati Bogor Rudy Susmanto berencana akan melaksakan tugasnya dengan berkantor di Pendopo eks Bupati pertama di Malasari.

** Arip Ekon

Insiden Pongkor, Kapolda Sebut Telah Evakuasi 11 Penambang.

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menyebut ada total 11 korban meninggal dalam insiden asap di dalam lubang tambang emas kawasan PT ANTAM UBPE Pongkor.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Mako Polsek Nanggung, Kamis (22/1).

“Alhamdulillah untuk Nanggung sudah tiga orang yang kami selamatkan, dan dari beberapa desa lagi sudah kita selamatkan itu kurang lebih kurang lebih berjumlah sebelas orang dari semuanya,” ungkap Rudi Setiawan.

Sejak insiden asap itu terjadi pada Selasa (13/1) lalu, kata Rudi, jajaran kepolisian langsung merespons dengan melakukan upaya evakuasi para korban.

Sebagai tindaklanjut, posko siaga juga didirikan di Mako Polsek Nanggung untuk menerima laporan atau informasi dari keluarga yang menjadi korban insiden tersebut.

“Kami dari Polda Jabar, Polres bogor dan jajaran TNI berikut Pemda, ketika mengetahui ada peristiwa atau bencana di seputaran Gunung Pongkor itu kami langsung melaksanakan evakuasi, itu yg utama dilakukan,” katanya.

Sementara dari sebelas korban yang ditemukan, sambung Kapolda Jabar, semuanya telah diserahkan kepada masing-masing keluarga dan telah dikebumikan.

Pihak kepolisian pun masih membuka ruang bagi masyarakat jika merasa masih ada anggota keluarganya yang hilang dalam insiden asap di dalam lubang tambang emas.

Namun berdasarkan hasil operasi tim gabungan, kondisi area yang menjadi sumber munculnya asap dari dalam lubang masih dinilai berbahaya.

“Masih ada asap yang mengandung CO2 dan itu masih di ambang batas aman. Kita belum tahu (korban lainnya) karena memang ada beberapa lorong atau beberapa lubang yabg belum bisa dimasuki karena cukup berbahaya bagi yang menolong,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Jabar juga menemui sejumlah perwakilan keluarga korban. Sejumlah bantuan juga diberikan untuk meringankan beban keluarga korban yang ditinggalkan.

Setelah kunjungan ke Mako Polsek Nanggung, Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi melanjutkan kunjungan ke Kantor PT ANTAM UBPE Pongkor.

**Arip Ekon

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Minta Pemprov Jabar Kaji Ulang Penutupan IUP Tambang

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengkaji ulang kebijakan penutupan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di tiga wilayah Kabupaten Bogor.

Sastra mengatakan, kewenangan pembukaan dan penutupan IUP di tiga wilayah tersebut berada di tangan pemerintah provinsi. Ia berharap jika IUP kembali dibuka, tidak ada pihak yang dirugikan.

“Ketika tambang dibuka, masyarakat tidak boleh dirugikan, pengusaha juga tidak boleh dirugikan. Saya kira Gubernur dan jajaran harus mengkaji supaya semua bisa berjalan dengan baik,” kata Sastra, Kamis (22/1/2026).

Sastra mengakui pihaknya belum menjalin komunikasi langsung dengan Pemprov Jabar terkait persoalan IUP. Namun, ia meyakini Bupati Bogor dan Pemprov Jabar akan segera memberikan solusi.

“Belum, karena itu kami percayakan kepada Pak Bupati untuk berkomunikasi dengan Pak Gubernur supaya bisa mencari jalan terbaik buat tambang,” jelasnya.

Selain itu, DPRD Kabupaten Bogor juga masih menunggu informasi terkait penyaluran bantuan untuk warga terdampak penutupan IUP.

“Itu kewenangan Pak Gubernur dan memang itu kewenangan di provinsi. Tentu kita akan menunggu informasi lebih lanjut,” ujarnya. (*)

Polsek Ciomas Gencarkan Patroli KRYD Dini Hari, Cegah Gangguan Kamtibmas

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Ciomas terus menggencarkan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada jam-jam rawan, khususnya pada dini hari.

Patroli KRYD tersebut dilaksanakan secara rutin setiap malam mulai pukul 00.00 hingga 05.00 WIB, dengan menyasar wilayah perbatasan kabupaten dan kota, serta kawasan permukiman warga yang dinilai rawan gangguan keamanan.

Kapolsek Ciomas, AKP Hendra Kurnia mulai bertugas pada tanggal 5 Januari 2026 berdinas di Kecamatan Ciomas mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program kepolisian yang bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal, seperti pencurian, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta aksi geng motor.

“Patroli ini kami lakukan secara konsisten setiap malam dengan melibatkan personel Polsek Ciomas dan para Bhabinkamtibmas,” ujar AKP Hendra Kurnia, Rabu (21/01/26).

Selain patroli rutin dini hari, Polsek Ciomas juga menggelar patroli skala besar yang dilaksanakan setiap Sabtu malam hingga Minggu dini hari, mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB. Patroli tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Polmas, serta Linmas.

Adapun sasaran patroli skala besar difokuskan pada titik-titik keramaian, lokasi nongkrong, serta tempat berkumpulnya masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Kapolsek Ciomas menegaskan, kegiatan patroli ini merupakan bentuk komitmen Polsek Ciomas dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Ciomas.

** Yudi

Dikira King Kobra, Damkar Ciawi Evakuasi Ular di Atap Rumah Warga Cipelang

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Warga Kampung Pasir Pogor RT 01 RW 07, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, dihebohkan dengan kemunculan seekor ular di atap rumah warga, Rabu (21/1/2026). Ular tersebut sempat dikira berjenis King Kobra yang berbahaya, sehingga warga segera meminta bantuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Ciawi.

Komandan Tim Penyelamatan Damkar Sektor Ciawi, Khaerudin atau yang akrab disapa Zotim, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga yang ketakutan.

“Pada hari ini kami menerima dua laporan evakuasi ular. Laporan pertama berada di Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, namun ular tersebut kabur saat akan dievakuasi. Selanjutnya kami langsung menuju lokasi kedua di Desa Cipelang,” ujar Zotim melalui pesan WhatsApp.

Ia menjelaskan, rumah warga di Desa Cipelang tersebut dihuni oleh seorang lansia yang merasa khawatir karena mengira ular di atap rumahnya adalah jenis King Kobra.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ular tersebut ternyata bukan King Kobra, melainkan ular Sawo Kopi yang tidak berbisa. Meski tidak berbahaya, kami tetap mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan segera menghubungi petugas apabila menemukan ular,” jelasnya.

Sementara itu, Lastri, anggota tim Redcar Damkar Cipelang, menuturkan pemilik rumah bernama Eruk, seorang lansia, langsung menghubungi petugas karena merasa terancam dengan keberadaan ular tersebut.

“Informasi awal yang saya terima ularnya King Kobra, sehingga langsung dilaporkan ke Damkar. Setelah berhasil dievakuasi, ternyata ular tikus hitam. Saya mengapresiasi kesigapan tim Damkar Ciawi yang tetap datang dengan cepat meskipun hujan dan langsung melakukan evakuasi,” ungkap Lastri.

Damkar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mencoba menangani sendiri jika menemukan ular atau hewan berbahaya, demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.

** Yudi