27.5 C
Bogor
Thursday, July 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 84

Pelaku Curanmor di Sukajaya Diamankan dari Amukan Massa

0

Sukajaya | Jurnal Bogor
Sebuah aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terjadi di area parkir Alfamart, Kampung Kiray Cucuk, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor pada Sabtu (24/1/2026) malam. Satu pelaku berhasil diamankan berkat kewaspadaan korban dan peran aktif warga.

Korban, M. Abdul Rozak, yang merupakan asisten kepala toko Alfamart, melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Beat Street silver (2022) dengan nomor polisi F-3925-FHM. Kejadian berlangsung sekitar pukul 21.45 WIB saat korban sedang melakukan penutupan toko (closing).

“Alarm motor berbunyi, saya langsung keluar dan motor sudah hilang dari tempat parkir,” ujar Rozak.

Bersama seorang saksi, Rozak langsung mengejar menggunakan motor lain. Sekitar satu kilometer dari lokasi, mereka melihat motornya dikendarai orang tak dikenal. Korban dan saksi lantas berteriak meminta bantuan warga.

Mendapat tekanan, pelaku meninggalkan motor dan berlari ke arah perkebunan kelapa sawit. Warga setempat membantu mengejar hingga satu pelaku berinisial EG berhasil diamankan. Satu pelaku lainnya, berinisial MR, masih dalam pengejaran petugas.

Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, mengkonfirmasi insiden tersebut. Ia menyebut tim Reskrim segera turun ke lokasi dan mengamankan pelaku EG dari amukan massa.

“Peran aktif masyarakat sangat membantu aparat kepolisian dalam mengungkap tindak kriminal. Namun kami menekankan agar terduga pelaku tetap diserahkan kepada pihak berwenang agar proses hukum berjalan sesuai aturan dan tidak terjadi tindakan main hakim sendiri,” tegas AKP Budi pada Minggu (25/1/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan membiasakan penggunaan kunci ganda saat memarkirkan kendaraan untuk meminimalisir risiko kejahatan.

Peristiwa ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara masyarakat dan polisi dalam mempercepat penanganan tindak pidana serta menjaga keamanan lingkungan.

** Rahman Efendi

Warga Batutulis Berterimakasih Antam Bangun MCK

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Warga di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor serentak mengucapkan terimakasihnya atas di bangunnya fasilitas MCK melalui CSR PT Antam Tbk, UBPE Pongkor, Minggu (25/1/2026)

Dari sekian penerima manfaat MCK, Asimi (65) Entin (47) Elih (57) mengungkapkan rasa bersyukurnya atas terwujudnya bangunan MCK dan toilet yang sangat bermanfaat bagi warga.

“Atas dibangunnya MCK, sebagai warga bentuk rasa syukur ini kami sampaikan rasa terimakasihnya ke perusahaan PT Antam Pongkor. Kini masyarakat, apalagi seperti kami ini di usia sudah tua tak mesti repot harus ke kali lagi karena MCK yang ada sudah bisa digunakan. Dibangunnya MCK tersebut kami sangat bersyukur,” kata Asimi kepada Jurnal Bogor.

MCK itu sendiri dibangun ditengah antara perbatasan di lingkungan RW 03 dan RW 04 di Desa Batutulis. Hadirnya MCK, secara nyata bisa memudahkan kebutuhan masyarakat.

Masyarakat di lingkungan apalagi masyarakat yang belum memiliki MCK, kini bangunan MCK dan toilet tersebut telah bisa digunakan.

Sebelumnya diberitakan, warga sekitar bergotong royong dengan membuat septictank hingga malam hari mengingat ada saja yang masih BAB ke kali.

“Maka MCK terutama toilet salah satu fasilitas penting untuk kesehatan dan kebersihan masyarakat di lingkungan,” pungkas masyarakat sekitar, Dede.

** Arip Ekon

Camat Megamendung Terjun Langsung Evakuasi Material Pohon Tumbang

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Meskipun di hari libur, Camat Megamendung Ridwan S.Sos, beserta seluruh anggota Trantib menyadari daerahnya rawan bencana alam. Mereka pun tetap masuk kerja dengan fokus melakukan pemantauan ke semua desa yang ada di wilayahnya untuk bergerak cepat melakukan penanganan terhadap berbagai bencana alam yang sejak tiga hari terus terjadi.

Yang terpantau pada hari Minggu (25/1/2026), dimana di wilayah Megamendung terjadi beberapa titik terjadi longsor di ruas ruas jalan milik kabupaten, mereka bergerak cepat ke setiap lokasi yang terjadi bencana.

Di ruas jalan Coblong Sukakarya, beberapa pohon aprika dan rumpun bambu bertumbangan menutupi badan jalan. Agar tidak menghambat para pengendara, camat terjun langsung ke lokasi berjibaku turut mengevakuasi pepohonan bersama trantib dan linmas Desa Sukakarya.

“Setiap ruas jalan yang ada di Desa di Megamendung merupakan jalan alternatif yang selalu dilalui warga Jakarta dan sekitarnya. Terlebih ini merupakan hari Minggu, dimana para wisatawan beraktivitas di wilayah kita. Untuk memberikan pelayanan kepada mereka, pemerintahan kecamatan dan desa harus bergerak cepat melakukan penanganan terhadap berbagai bencana. Mulai dari pohon tumbang, material yang menutup badan jalan, itu harus ditangani dengan cepat dan sigap,” ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh penerintahan desa, harus tetap waspada di masing-masing wilayahnya.

“Cuaca masih belum bersahabat, untuk itu kita minta para kepala desa untuk tetap siaga. Kendaraan siaganya harus benar-benar dijaga. Kita berikan rasa nyaman kepada masyarakat setempat juga para wisatawan,” pungkas Camat.

** Dadang Supriatna

Jembatan Pasir Ipis Putus Diterjang Banjir, Dua Desa Terisolasi

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Akibat diterjang banjir pada Jumat (23/1/2026) malam Sabtu (24/1/2026), jembatan Pasir Ipis di Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor terputus diterjang derasnya air yang mengalir dari wilayah hulu.

Akibat terputusnya jembatan yang menghubungkan Desa Batulayang dan Desa Tugu Utara mengakibatkan warga dua desa itu tidak bisa melintas. Untuk pergi ke desa Batulayang atau sebaliknya, warga harus mencari jalan lain.

Sumantri, salah seorang warga Tugu Utara mengatakan, pada malam Sabtu itu hujan turun cukup deras. Dari Sungai Pasir Ipis terdengan suara bergemuruh.

“Sangat menakutkan itu aliran sungai bergemuruh yang disertai suara bebatuan yang beradu. Saking derasnya arus air, jembatan Pasir Ipis putus dan hanyut. Beton penyangga jembatan tidak mampu menahan derasnya air. Dan setelah jembatan itu tidak ada, untuk melintas ke Batulayang harus mencari jalan lain, ” tuturnya.

Pascakejadian yang tidak ada korban jiwa ini, Sekda Kabupaten Bogor, juga Muspika Kecamatan Cisarua melakukan peninjauan ke lokasi.

“Ada dua titik longsor yang terjadi kali ini, yaitu di Desa Citeko dan di Batulayang. Untuk penanganannya, kunjungan kami bersama Pak Sekda, juga dari UPT JJ, akan dilakukan penanganan secepatnya, ” tandas Camat Cisarua, Heri Risnandar.

Pengawas dari UPT JJ Ciawi, Yanto, menjelaskan, jembatan Pasir Ipis statusnya jembatan milik Desa Batulayang yang dibangun menggunakan dana bantuan keuangan beberapa tahun lalu.

“Statusnya jembatan milik desa yang dibangun oleh dana bantuan keuangan. Untuk penanganannya, sesuai instruksi pimpinan kita akan berusaha semaksimalnya untuk melakukan penanganan, ” pungkas Yanto.

** Dadang Supriatna

Pol PP dan Kades Sigap Tangani Longsor di Megamendung

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) hingga Minggu (25/1/2026), membuat trantib dan linmas di masing masing desa di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor bekerja keras hingga 24 jam.

Titi titik longsoran kali ini untuk wilayah Kecamatan Megamendung terjadi hampir di semua ruas jalan desa dan jalan milik Kabupaten Bogor.

Kasi Trantib Kecamtan Megamendung Momo menjelaskan, selama satu pekan wilayahnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Untuk pemukiman warga tergolong aman dari bencana banjir dan longsor. Tetapi, dua hari ydng lalu longsoran terjadi di tebing tebing khususnya di tepian jalan.

“Longsor terakhir yang terjadi yaitu di jalan alternatif Cikopo Selatan. Tepatnya di depan Kantor Desa Gadog, ” ujarnya.

Akibat longsoran dari tebing setinggi lima meter itu, ditambahkan Momo, badan jalan tertutup hingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan. “

Longsoran yang terjadi di depan Kantor Desa Gadog yang terjadi Sabtu malam Minggu itu materialnya menutupi badan jalan Cikopo Selatan. Supaya jalan bisa cepat dilalui kembali, dikerahkan semua anggota trantib yang ada di Kecamatan Megamendung.

“Dengan dibantu linmas Desa Gadog, BPBD dan para petugas dari UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciawi, hampir satu hari material longsoran bisa dibersihkan, hingga lalulintas bisa
kembali normal, ” imbuhnya.

Sementara itu, diungkapkan salah satu anggota Trantib Megamendung Bayu, dalam kurun waktu satu minggu ini mereka benar-benar selalu berada di titik bencana. Mulai penanganan di wilayah Paseban, Cipayung dan Pasirangin.

“Longsor yang terjadi mendominasi di pinggiran jalan. Karena akses jalan sangat penting bagi mobilisasi warga, kita dan teman-teman sesuai perintah pimpinan, titik demi titik material yang menimbun badan jalan bisa terselesaikan. Memang lelah, tetapi bisa terobati melihat warga bisa normal kembali berlalulintas, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Tujuh Rumah di Cijeruk Rusak Akibat Cuaca Ekstrem, PMI dan Relawan Siaga Bencana

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan longsor yang melanda Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, selama sepekan terakhir mengakibatkan sedikitnya tujuh rumah warga mengalami kerusakan. Selain merusak rumah, bencana tersebut juga berdampak pada sawah, kebun, serta aliran air milik warga.

Menanggapi kejadian tersebut, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama relawan bencana, Satpol PP Kecamatan Cijeruk, serta unsur terkait lainnya langsung bergerak melakukan pendataan korban dan kerugian akibat bencana alam.

Pengurus PMI Kabupaten Bogor Bidang Relawan, Suganda, menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan menjadi faktor utama terjadinya bencana di sejumlah wilayah Cijeruk.

“Selama sepekan ini intensitas hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan tiga rumah ambruk, serta beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan. Tiga rumah berada di Desa Cipelang, satu rumah di Desa Cibalung, satu rumah di Desa Warung Menteng, dan dua rumah di Desa Sukaharja,” ujar Suganda, Minggu (25/01/26).

Selain kerusakan rumah, lanjut Suganda, longsor juga terjadi di Desa Tanjung Sari dan Cipelang, termasuk di kawasan perbukitan Blok Picung Celeng, Desa Cijeruk. Longsoran tersebut memiliki panjang sekitar 70 meter dengan ketinggian mencapai 250 meter, yang berdampak pada akses dan aliran air warga.

“Setelah dilakukan pendataan dan dilaporkan ke pimpinan serta dinas terkait, para korban bencana alam akan mendapatkan bantuan baik dari PMI maupun instansi lain seperti Dinas Sosial, Baznas, dan DKPP Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Suganda menegaskan, dalam peristiwa bencana tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian bersifat materiil. Untuk memastikan data yang dihimpun akurat, PMI Kecamatan Cijeruk bersama Satpol PP dan relawan bencana terus berkeliling desa-desa terdampak.

“Sesuai instruksi PMI Kabupaten Bogor, seluruh relawan PMI bersama Kencana, Destana, dan Satpol PP diminta untuk tetap siaga bencana, mengingat hujan diperkirakan masih akan terus mengguyur wilayah Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kecamatan Siaga Bencana (Kencana) Cijeruk, H. M. Farullah, mengatakan pihaknya telah menyiagakan seluruh relawan bencana, termasuk relawan tingkat desa (Destana), menyusul meningkatnya kejadian bencana dalam beberapa hari terakhir.

“Tim Kencana sudah siaga sejak beberapa waktu lalu. Seperti kejadian Kamis (22/01), dapur rumah warga di Desa Tanjung Sari roboh akibat longsor, dan hari ini terjadi pohon tumbang di Desa Cipelang. Alhamdulillah semuanya sudah kami tangani,” ujarnya.

Ia menambahkan, Tim Kencana Kecamatan Cijeruk melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, organisasi kepemudaan (OKP), hingga lembaga desa, sehingga setiap laporan bencana dapat segera ditindaklanjuti.

“Setiap ada laporan dari masyarakat, kami pasti langsung menuju lokasi untuk membantu evakuasi material longsoran dan melakukan penanganan awal, kemudian melaporkannya ke tingkat Kabupaten Bogor untuk tindak lanjut,” pungkasnya.

** Yudi

12 Desa di Kecamatan Caringin Diterjang Longsor dan Pohon Tumbang

0

Caringin | Jurnal Bogor
Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang mengakibatkan bencana tanah longsor dan pohon tumbang di 12 desa di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, sejak Jumat hingga Sabtu, 24 Januari 2026.

Desa-desa yang terdampak di antaranya Desa Tangkil, Pasir Muncang, Muarajaya, Caringin, Cimande Hilir, Ciherang Pondok, Ciderum, Cimande, Pancawati, Lemah Duhur, dan beberapa wilayah lainnya.

Salah satu kejadian menonjol terjadi di Kampung Cibeling RT 02 RW 07, Desa Cinagara, di mana tanah longsor disertai pohon tumbang menutup akses jalan warga. Beruntung, dalam seluruh kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Pihak desa yang dibantu BPBD Kabupaten Bogor serta Satpol PP Kecamatan Caringin bergerak cepat melakukan evakuasi. Jalan yang sempat tertutup material longsor kini telah kembali dapat dilintasi pada Sabtu (24/1/2026).

Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Caringin, Andriansyah, mengungkapkan bahwa bencana terjadi merata di hampir seluruh desa sejak Kamis hingga Sabtu akibat hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang.

“Semua desa mengalami kejadian berbeda-beda, baik longsor maupun pohon tumbang, sejak Kamis hingga Sabtu,” ujar Andriansyah, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, kejadian paling menonjol terjadi di Desa Cinagara, di mana longsor membawa rumpun bambu hingga menutup badan jalan.

“Yang paling menonjol di Desa Cinagara, tanah longsor membawa rumpun pohon bambu menutup badan jalan. Namun alhamdulillah Satpol PP Kecamatan Caringin, dibantu pihak desa, Linmas, dan BPBD langsung melakukan evakuasi sehingga kondisi kembali normal dan bisa dilintasi,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Cinagara, Burhanuddin. Ia membenarkan adanya longsor dan pohon tumbang yang sempat menutup jalan kabupaten di wilayahnya.

“Sabtu pagi di Kampung Cibeling terjadi tanah longsor yang membawa rumpun bambu hingga menutup badan jalan milik Kabupaten Bogor. Alhamdulillah kami bersama Linmas, Satpol PP, dan BPBD segera melakukan evakuasi sehingga jalan kembali dapat dilintasi dengan aman,” ujar Burhanuddin.

Pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

** Yudi

Saan Minta NasDem Kota Bogor Bangun Pengurus di Level RT

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Bogor resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kota Bogor pada Sabtu (24/1).

Agenda ini menjadi momentum krusial bagi partai untuk memperkuat infrastruktur hingga level akar rumput demi menyongsong kontestasi politik mendatang.

Acara pelantikan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, serta Ketua DPW NasDem Jawa Barat.

Dalam arahannya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem menekankan pentingnya pembangunan struktur partai yang solid hingga ke tingkat unit terkecil.

Ia menginstruksikan agar pengurus DPC yang baru dilantik segera membentuk Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) di tingkat kelurahan dengan basis Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kita harapkan mereka mampu membangun kepengurusan yang berbasis TPS. Hal ini untuk memudahkan Partai NasDem ke depan terkait persoalan saksi, baik saat Pemilu maupun Pilkada,” ujar Saan.

Ia juga memberikan tenggat waktu selama 6 bulan kepada DPD untuk memastikan seluruh infrastruktur partai di tingkat kelurahan (DPRt) telah terbentuk sempurna di seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Bogor.

Menilik rekam jejak di Kota Bogor, NasDem mengalami tren positif dengan kenaikan signifikan dari 1 kursi menjadi 4 kursi pada pemilu terakhir. Untuk tahun 2029, target ambisius telah ditetapkan yaitu, minimal 6 hingga 8 kursi DPRD Kota Bogor, mengisi kekosongan di satu Dapil yang belum mendapatkan kursi serta mempertahankan kursi yang sudah ada, memetakan potensi wilayah yang bisa menghasilkan dua kursi per dapil.

“Politik itu adalah persepsi. Jika NasDem dipersepsikan positif oleh publik Kota Bogor karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat, insyaallah target itu akan tercapai,” tambahnya.

Senada dengan pusat, Ketua DPD NasDem Kota Bogor, Benninu Argoebie, menyatakan optimismenya. Saat ini, pembentukan pengurus tingkat kelurahan (DPRt) di Kota Bogor sudah mencapai angka 70%.

“Kami pastikan sebelum tenggat waktu habis, 68 kelurahan sudah terbentuk semua. Kehadiran Waketum dan Ketua DPW hari ini menjadi penambah semangat bagi kami untuk terus bekerja,” kata Benninu

Lebih jauh, Beninu menegaskan bahwa perintah partai bukan sekadar menambah perolehan kursi legislatif, melainkan juga menargetkan eksekutif.

“Partai NasDem diperintahkan tidak hanya bersiap menambah kursi, tapi ke depan harus ambil kursi Wali Kota Bogor,” tegasnya.

Ia berpesan kepada seluruh pengurus DPC agar bekerja maksimal dan menjaga soliditas internal.
“Masalah besar dikecilkan, masalah kecil dihilangkan. Kerja bersama-sama akan sangat efektif untuk membawa kemenangan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Longsor di Gunung Guruh Diduga Akibat Ulah Penambang Ilegal, Camat Cigudeg Koordinasi Pihak Terkait

0

Cigudeg l Jurnal Bogor

Terkait terjadinya longsor di lokasi dimana tempat aktivitasnya para penambang ilegal di Gunung Guruh di kawasan Perum Perhutani,Camat Cigudeg Ade Zulfahmi akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Ini yang kita khawatirkan adanya penambang emas illegal, selain taruhannya nyawa juga merusak alam. Atas kejadian longsor tersebut nanti kita koordinasikan lebih lanjut,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026)

Sebelumnya diwartakan, longsor terjadi di lokasi Gunung Guruh di kawasan hutan Perum Perhutani wilayah administratif Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Informasi di lapangan, salah satu penyebab longsor di Gunung Guruh itu diduga karena maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di lokasi tersebut.

Lokasi tebingan di Gunung Guruh kerap terjadi longsor dan telah merenggut nyawa korban penambang di lubang di kawasan hutan Perhutani Gunung Guruh.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Cigudeg AKP Budi Sehabudin menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi perihal informasi terkait adanya longsor di Gunung Guruh tersebut.

“Meski baru mengetahui, informasi longsor di Gunung Guruh itu akan segera koordinasikan dengan pihak Kecamatan Cigudeg. Segera dikoordinasikan, karena di Kecamatan itu ada Satgasnya,” kata AKP Budi kepada Jurnal Bogor, Sabtu (24/1/2026).

Lebih jauh Kapolsek Cigudeg menjelaskan, terkait permasalahan di Gunung Gunung di lokasi tambang tanpa izin telah dilaporkan serta dalam penanganan Polres Bogor.

“Sudah lama, semenjak adanya korban penambang meninggal di lubang Gunung Guruh permasalahan ini telah ditangani tim Tipidter Polres Bogor,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Jakarta Waspada Kebanjiran, Puncak Mulai Diterjang Bencana

0

Hujan Turun Tiada Henti di Puncak


Cisarua | Jurnal Bogor
Sejak Kamis hingga Sabtu (24/1/26, wilayah Puncak terus diguyur hujan tanpa henti. Hal ini mengakibatkan terjadinya longsir dan pohon tumbang di beberapa desa. Termasuk pohon tumbang di tikungan Pinus, Tugu Utara, Jumat (23/1/2026) siang.

Meskipun tidak ada korban jiwa, tumbangnya pohon pinus tersebut sempat menimpa sebuah mobil minibus Suzuki AVV warna hitam.

Begitu juga, di Desa Cipayung sebuah jembatan Pasir Angin terputus hingga tudak bisa dilalui kendaraan sampai saat ini. Untuk arus lalu lintas di wiatah itu terpaksa dialihkan ke jalan lain.

Tim Pol PP dan Kecamatan Megamendung dan BPBD terjun ke lokasi untuk melakukan efakuasi material longsiran.

“Iya terjadi lingsor. Tidak ada korban jiwa, kita Pol PP Kecamatan Megamendung terus melakukan pembersihan material longsoran, ” ujar Bayu.

Untuk berjaga jaga, Tim Trantib Megamendung hingga kini terus siaga. “Hujan yang turun tanpa henti selama dua hari ini membuat kita siaga. Kita terus berkomunikasi dengan linmas yang ada di setiap Desa,” imbuh Bayu.

Sementara itu, tingginya turun hujan di wilayah Puncak membuat semua sungkan ke kali karena volume airnya meluap. Hal ini bisa menimbulkan banjir kiriman ke arah hilir Depok dan Jakarta.

“Jika turun hujan seperti ini, wilayah Depok dan Jakarta benar-benar harus siaga. Semua kali dan sungai-sungai yang ada di Puncak mengalirkan air yang cukup deras dan besar, ” pungkas Manut, relawan Cisarua.

** Dadang Supriatna