31 C
Bogor
Thursday, April 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 83

Imbas Polemik K3 Mila Kencana, Dewan Desak Dispora dan Kontraktor Dievaluasi

0

jurnalinspirasi.co.id – Komisi III DPRD Kota Bogor mengaku kecewa dengan beberapa kontraktor yang saat ini tengah mengerjakan proyek strategis, yang tak menerapkan K3. Di antaranya, revitalisasi Kolam Renang Mila Kencana.

Ketua Komisi III, Heri Cahyono menyebut bahwa DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah ‘mati-matian’ memutar otak mencari tambahan anggaran di tengah penerapan instruksi pemerintah pusat soal efisiensi anggaran. Namun, upaya yang dilakukan tersebut seolah-olah seperti tidak dihargai lantaran pelaksana proyek terkesan main-main di lapangan.

“Upaya mencari anggaran ini kan dilakukan karena kami ingin rakyat dapat yang terbaik. Tapi realisasi di lapangan malah seperti itu. Sama saja tak mengharagi jerih payah kamj, rapat sampai pagi sambil berdebat. Kenapa kontraktor seperti itu masih diberi konsesi. Blacklist saja, mereka yang bandel, nggak perlu diberi kerjaan lagi,” tegas Heri kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).

Menurut dia, seharusnya dinas terkait dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) lebih proaktif dalam melakukan pengawasan hingga melayangkan teguran.

“Kepala daerah harus melakukan evaluasi terhadap dinas. Contohnya, saat kami mensidak revitalisasi Gor Indoor B, para pekerja lagi tidur, ditanya siapa pimpinannya malah bingung. Ini kan main-main,” ucap dia.

Sementara itu, Anggota Komisi III, Subhan menegaskan bahwa dalam Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), kontraktor harus memiliki tenaga ahli K3.

“Ya minimal tenaga ahli K3 umum. Pada saat lelang idelanya ada yang memeriksa apakah benar kontraktor punya K3, dan pada saat pelaksanaan proyek, PPK harus melihat apakah SOP k3 diterapkan,” tegasnya.

Kata dia, dengan adanya temuan tersebut seharusnya dilakukan evaluasi terhadap PPK dan konsultan pengawas.

“Temuan tidak diterapkannya SOP K3 kan saat dewan sidak kesana. Berarti ini nggak bener. Harus ada punishment yang jelas, sebab pekerja tidak menggunakan helm, rompi, dan safety shoes. PPK nggak boleh lepas tangan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kota Bogor, Irfan Zacky Faizal mengatakan bahwa seseuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), setiap kontraktor wajib memiliki tenaga ahli K3, dan menjadi persyaratan wajib.

“K3 itu seharusnya menjadi hal yang wajib. Artinya harus ada penerapan prosedur tersebut,” ujar Irfan.

Irfan mengakui bahwa pihaknya telah beberapa kali mendatangi lokasi proyek Mila Kencana, namun belum menemui adanya tenaga ahli K3. Padahal, sambung dia, secara administratif itu persyaratan yang mesti dipenuhi.

Menurut dia, penerapan K3 di lokasi proyek oleh kontraktor harusnya menjadi concern PPK dan pengawas pembangunan di dinas terkait.

“Harusnya PPK dan pengawas menanyakan hal itu (penerapan K3). Karena sekecil apapun pekerjaan konstruksi wajib ada K3,” ungkap Irfan.

Sebab, sambung dia, perlengkapan K3 beserta tenaga ahli pada sebuah proyek sudah dianggarkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebuah proyek.

“Rompi dan helm sudah ada dalam RAB. Sebetulnya kami sudah beberapa kali memberikan masukan khusus untuk k3 ini tetap harus dievaluasi. Ini menjadi kewajiban pelaksana di lapangan dan pengawas proyek,” katanya.

Irfan menegaskan bahwa dalam permasalahan ini PPK harus proaktif karena setelah menandatangani kontrak sudah menjadi ranah PPK.

“Kalau kami, khususnya di proyek strategis pada saat penandatanganan kontrak selalu menekankan soal K3,” katanya.

Lebih lanjut, kata Irfan, kontraktor dan PPK wajib memperhatikan K3 karena itu merupakan salah satu persyaratan wajib dalam kegiatan konstruksi

“Ke depan memang semua pekerjaan kontruksi di Kota Bogor di wajibkan memiliki petugas K3 dan tenaga ahli K3, saat proses pelelangan,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

MIN 1 Bogor Kembali Berprestasi, Kali Ini Meraih Perak dan Perunggu Kompetisi Sains Tingkat Nasional

0

jurnalinspirasi.co.id – Kabar membanggakan datang dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bogor, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Ernestia Putri Adimantara, salah satu siswi di madrasah itu telah berhasil meraih prestasi  dalam Kompetisi Sains Pelajar Delta Tingkat Nasional, baru-baru ini.

Ernestia siswi MIN 1 Bogor meraih medali perak untuk mata pelajaran matematika, juara ke-2 pengetahuan umum dan medali perunggu untuk pelajaran IPA.

Sebelumnya, pada Februari 2025 MIN 1 Bogor berhasil memboyong tiga trofi dari turnamen futsal yang diadakan di empat kecamatan berbeda (Leuwisadeng, Leuwiliang, Nanggung, dan Jasinga). Mereka juga pernah meraih Juara Piala Pelajar.

Dikompetisi di HUT RI ke-80 tingkat kecamatan, siswa-siswi MIN 1 Bogor meraih beberapa penghargaan, termasuk Juara 2 Futsal Tingkat SD/MI dan Juara Harapan 2 Gerak Jalan Putra dan sejumlah prestasi lainnya.

MIN 1 Bogor selain memprogramkan kegiatan literasi baca bagi siswanya hal ini bagian dari upaya dalam peningkatan kualitas pendidikan, juga pada ekstrakurikulernya.

Upaya ini sebagai komitmen dan  dedikasi yang kuat dalam  mendukung bakat dan kemampuan siswa di berbagai bidang sehingga tak heran jika MIN 1 Bogor dikenal karena konsistensi dalam meraih penghargaan di berbagai kompetisi.

Kepala Sekolah MIN 1 Bogor  Ating, M. Pd .I menyatakan, sejumlah peserta didiknya di sekolahnya tak hanya diajarkan pengetahan ilmu agama saja, namun juga literasi baca dalam melihat kemampuan anak yang harus didukung untuk terus berkembang.

“Selain  pembelajaran pengetahuan agama dan umum, bagian penting  dalam memahami potensi anak agar bisa diarahkan sesuai bakatnya,” jelasnya, Kamis (13/11/2025).

(Arip Ekon)

Kolam Busa Hingga Mini Zoo, Semua Ada di Zam Zam Tirta Water Park, Tiketnya Cuma 20 Ribuan!

0

jurnalinspirasi.co.id – Liburan singkat tak harus jauh-jauh atau mahal. Di kawasan Ciomas, Kabupaten Bogor, ada tempat rekreasi air bernama Zam Zam Tirta Water Park yang menawarkan keseruan dengan harga tiket yang ramah di kantong, sekitar 20 ribuan per orang.

Tempat ini menjadi salah satu tujuan favorit warga sekitar, terutama untuk kegiatan rombongan sekolah. Seperti yang terlihat pada Rabu (13/11), belasan siswa kelas tiga dari SDN Sukamantri 01 datang bersama guru dan orang tua untuk bermain dan berlibur bersama.

Suasana di lokasi tampak ramai dan penuh tawa. Anak-anak berlarian di kolam busa, sebagian lagi mencoba perosotan spiral dan kolam arus. Di tepi kolam, orang tua sibuk memotret sambil sesekali ikut tertawa melihat keceriaan anak-anak mereka.

Salah satu orang tua murid, Pipit, mengatakan dirinya senang bisa menemani anaknya berlibur di Zam Zam Tirta.

“Anak-anak seneng banget, soalnya kolamnya banyak dan bersih. Harganya juga murah, jadi enggak mikir dua kali buat ikut nemenin ke sini,” ujar Pipit.

Zam Zam Tirta Water Park memiliki sembilan kolam dengan berbagai wahana, mulai dari kolam pantai yang landai untuk anak kecil, hingga spiral slide dan jump slide bagi yang suka tantangan. Selain itu, tersedia juga kamar mandi bilas, musholla, kolam ikan, dan mini zoo kecil yang menambah daya tarik tempat ini.

Fasilitasnya cukup lengkap untuk ukuran tempat wisata dengan harga terjangkau. Banyak pengunjung datang bersama keluarga besar atau rombongan sekolah, karena selain murah, tempatnya juga mudah dijangkau dari pusat Kota Bogor.

Zam Zam Tirta Water Park buka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 16.30 sore. Dengan harga tiket yang bersahabat dan suasana yang menyenangkan, tempat ini bisa jadi pilihan pas untuk mengisi akhir pekan bersama keluarga atau teman-teman.

(Putri.D/mg)

Yama Sumbodo: Pemimpin Masa Depan Harus Bermoral, Visioner, dan Mampu Hadirkan Perubahan Nyata

0

jurnalinspirasi.co.id — Dosen Komunikasi Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor sekaligus Kandidat Doktor Komunikasi Politik Universitas Padjadjaran, Yama Sumbodo, menilai bahwa masyarakat Indonesia kini semakin kritis dan menuntut figur pemimpin yang bermoral, visioner, serta mampu menghadirkan perubahan nyata bagi publik.

Pandangan tersebut disampaikan Yama menanggapi pernyataan Anies Rasyid Baswedan dalam unggahan YouTube resminya berjudul “Kenapa Kita Masih Macet, Masih Miskin, Masih Marah?” yang diunggah pada 11 November 2025.

Dalam video itu, Anies menekankan bahwa kepemimpinan di masa depan harus berlandaskan nilai-nilai keadilan dan integritas.

“Pemimpin masa depan harus punya kompetensi, integritas, dan prinsip keadilan. Bukan sekadar memerintah, tapi menggerakkan,” ujar Anies dalam video tersebut.

Menanggapi pernyataan tersebut, Tim Jurnal Bogor mengajukan pertanyaan kepada Yama Sumbodo mengenai relevansi nilai-nilai kepemimpinan itu dalam konteks sosial-politik saat ini.

“Apakah nilai integritas dan keadilan masih menjadi faktor utama yang dicari publik dalam figur pemimpin Indonesia ke depan?” tanya Tim Jurnal Bogor.

Yama menjawab bahwa publik kini semakin selektif terhadap figur politik.

“Saat ini, masyarakat semakin kritis dan mengharapkan pemimpin yang transparan, konsisten dalam perkataan dan tindakan, serta mendukung keadilan sosial,” ujarnya dalam wawancara bersama Jurnal Bogor, Rabu 12 November 2025.

Ia menegaskan, integritas dan keadilan menjadi ukuran utama untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap elite politik nasional.

“Kedua nilai tersebut menjadi ukuran utama untuk membangun kepercayaan publik di tengah berbagai masalah ketidakadilan dan krisis kepercayaan terhadap para pemimpin politik,” lanjutnya.

Selain bermoral, menurut Yama, pemimpin masa depan harus memiliki kapasitas strategis untuk menghadapi isu-isu global yang semakin kompleks.

“Masyarakat juga mengharapkan pemimpin yang memiliki kemampuan dan visi yang jelas, yang dapat menangani isu-isu kontemporer seperti ekonomi digital, energi, dan perubahan iklim,” tegasnya.

Ia menilai, kepemimpinan ideal harus menggabungkan integritas moral dengan kecakapan teknokratis agar mampu menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar retorika politik.

“Pemimpin masa depan yang ideal adalah seseorang yang tidak hanya memiliki moral tinggi, tetapi juga mampu melaksanakan ide-ide dan menghadirkan perubahan yang nyata bagi komunitas,” pungkasnya.

(fauzan/mg)

Keikutsertaan pada Upacara HKN ke-61 Kabupaten Bogor, Wujud Komitmen Kesehatan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang

0

jurnalinspirasi.co.id – Semangat Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61!, Dalam rangka memperingati HKN tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor melaksanakan upacara peringatan di lapangan upacara Kantor Dinkes Kabupaten Bogor, pada Rabu (12/11/2025).

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat, diikuti oleh seluruh insan kesehatan dari Puskesmas, Rumah Sakit se-Kabupaten Bogor, serta organisasi profesi kesehatan.


Upacara dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor, Bapak Zaenal Ashari, S.Sos., M.M., sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan tema HKN ke-61 tahun ini:

“Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.”

Dalam kegiatan tersebut, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang turut mengikuti upacara dengan penuh semangat sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain hadir sebagai peserta, perwakilan dari RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Rina Herayanti, Kasubag Verifikasi dan Pelaporan, juga mendapat kehormatan sebagai pembaca naskah Pancasila.

Sebagai penutup, dilakukan pemotongan kue bersama sebagai simbol rasa syukur atas peringatan HKN ke-61. Prosesi dilakukan oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor Bapak Zaenal Ashari, S.Sos., M.M., bersama dr. Fusia Novalina, MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dan dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang.

Peringatan HKN ke-61 ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mempertegas komitmen seluruh insan kesehatan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, cepat, dan berkeadilan bagi masyarakat.

Mari terus bersinergi membangun masyarakat Bogor yang sehat, kuat, dan bahagia!

(yev/rls)

Desa Sukamahi Junjung Tinggi Transparansi dan Kualitas Fisik Kegiatan Pembangunan

0

jurnalinspirasi.co.id – Kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran dari pemerintah, baik itu yang bersumber dari DD, Bankeu, Banprov maupun yang bersumber dari Pemkab Bogor di tahun 2025 ini hampir berakhir. Desa-desa di berbagai kecamatan, termasuk di Kecamatan Megamendung kini tengah menunggu acara musrenbang di tingkat kecamatan yang akan dilaksanakan pada Januari 2026 nanti.

Pantauan di sepanjang tahun 2025 ini, berbagai kegiatan pembangunan di desa-desa di Kecamatan Megamendung berjalan tanpa hambatan yang bersifat mengarah  terganggunya proses selama pekerjaan sedang dilaksanakan. Untuk terciptanya kondusifitas tersebut, setiap kepala desa sebelum melaksanakan kegiatannya, mereka secara nyata melaksanakan berbagai tahapan yang harus ditempuh.

Seperti yang dituturkan Kepala Desa Sukamahi, Mamat Budi SE, musyawarah dan menampung berbagai aspirasi dari masyarakat itu sangat diperlukan untuk suksesnya pembangunan di tingkat desa.

“Melalui musyawarah bersama para tokoh masyarakat untuk pembangunan di tingkat desa itu sangat penting. Melalui musyawarah itu, kita akan mengetahui  berbagai hal yang dibutuhkan oleh warga di masing-masing masing lingkungan, ” ujarnya.

Tidak kalah penting lanjut dia, transparansi atau keterbukaan di semua kegiatan pembangunan perlu dikedepankan hingga masyarakat bisa turut mengawasi.

“Segala bentuk program pembangunan kita pampang di reklame papan kegiatan yang berada di depan kantor desa. Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahuinya. Tidak hanya itu, untuk kualitas fisik bangunan, tim teknis dari instansi PUPR memiliki tugas untuk melakukan pengawasan terhadap spek yang dilakukan oleh pelaksana kegiatan, ” imbuhnya.

Menjelang akhir tahun 2025 ini, Desa Sukamahi salah satu kegiatan pembangunan yakni betonisasi jalan lingkungan yang tembus ke Desa Sukamaju dan menjalankan instruksi bupati untuk penghijauan di lahan-lahan kritis.

(Dadang Supriatna)

Dua Guru Luwu Utara Dapat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo

0

jurnalinspirasi.co.id – Raut lega dan haru terpancar dari wajah dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Drs. Abdul Muis dan Drs. Rasnal, M.Pd, setelah menerima langsung surat rehabilitasi yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Bagi keduanya, keputusan tersebut bukan sekadar pemulihan nama baik, tetapi juga penegasan bahwa perjuangan panjang mereka akhirnya menemukan keadilan.

Usai menerima surat rehabilitasi oleh Presiden Prabowo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis, 13 November 2024. Keduanya menyampaikan ungkapan terima kasih dan rasa syukur atas perhatian Kepala Negara terhadap nasib guru di daerah.

“Saya pribadi dan keluarga besar saya sampaikan setulus-tulusnya terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan rasa keadilan kepada kami, yang di mana selama lima tahun ini kami merasakan diskriminasi, baik dari aparat penegak hukum maupun dari birokrasi atasan kami yang seakan-akan tidak pernah peduli dengan kasus kami yang kami hadapi,” ujar Abdul Muis, Guru Sosiologi SMA Negeri 1 Luwu Utara, dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Rasnal, mantan Kepala SMA Negeri 1 Luwu Utara yang kini mengajar Bahasa Inggris di SMA Negeri 3 Luwu Utara, mengaku perjalanan yang ia dan rekannya tempuh untuk mencari keadilan bukanlah hal mudah. Ia menggambarkan perjuangan mereka sebagai perjalanan yang sangat melelahkan.

“Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat melelahkan. Kami telah berjuang dari bawah, dari dasar sampai ke provinsi. Sayangnya kami tidak bisa mendapatkan keadilan,” ujar Rasnal.

Rasnal juga mengungkapkan rasa syukur yang mendalam usai bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto dan menerima keputusan rehabilitasi. Ia menyebut langkah tersebut sebagai anugerah besar yang memulihkan nama baiknya serta menjadi bukti nyata kepedulian Presiden Prabowo terhadap keadilan bagi para guru.

“Setelah kami bertemu dengan Bapak Presiden, alhamdulillah Bapak Presiden telah memberikan kami rehabilitasi. Saya tidak bisa mengatakan sesuatu kepada Bapak Presiden, terima kasih Bapak Presiden,” ucapnya penuh syukur.

“Saya bersyukur kepada Allah Swt. dengan jalan ini kami telah memperoleh keadilan sekarang dan direhabilitasi kami punya nama baik,” lanjut Rasnal.

Rasnal pun menyampaikan harapannya agar peristiwa serupa tidak lagi terjadi pada para pendidik di Tanah Air. “Semoga ke depan tidak ada lagi kriminalisasi terhadap guru-guru yang sedang berjuang di lapangan. Sekarang ini teman-teman guru selalu dihantui bahwa kalau sedikit berbuat salah, selalu ada hukuman-hukuman yang tidak pantas,” tuturnya. (*)ded

Kepsek SMPN 1 Gunung Putri  Berharap Pakansari jadi Venue Utama Bupati Cup

0

jurnalinspirasi.co.id – Perhelatan olahraga bertajuk Bupati Cup 2025 mendapatkan perhatian serius dari para kepala sekolah  SMP  yang ada di Kabupaten Bogor.

Ajang Bupati Cup 2025 merupakan salah satu event olahraga yang dilaksanakan oleh MGMP PJOK SMP Kabupaten Bogor pada tanggal 11 dan 12 November 2025 di Sport Hall Indocement, Citeureup, Kabupaten Bogor.

Kepala Sekolah SMPN 1 Gunung Putri, Omay Komara menilai event olahraga Bupati Cup 2025 adalah salah satu terobosan yang sangat bagus dilakukan oleh MGMP PJOK SMP Kabupaten Bogor.

” Dari ajang Bupati Cup 2025 ini sudah muncul atmosfir positif dari para kepala sekolah dan pelajar SMP di Kabupaten Bogor yang sangat mendukung pembinaan dan prestasi olahraga para pelajarnya,” ujar Omay Komara, Kamis (13/11/2025)

Omay berharap Bupati Cup 2025 yang  menggelar dua cabor yakni Sepakbola dan Bola Voli ( Putra dan Putri) harus jadi agenda tahunan.

Selain itu, kata Omay,  berharap tahun depan semua final Bupati Cup bisa digelar di Pakansari Sport Center dan tentunya harus ada kolaborasi dengan Dispora yang punya leading sector bidang olahraga

” Ada kebanggaan tersendiri bagi para atlet  pelajar  jika bisa bermain atau bertanding pada laga final di Stadion Pakansari ataupun Laga Tangkas Pakansari,”  ucap Omay.

Intinya, tambah Omay, Venue utama akan lebih punya bobot dan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Bogor  jika memainkan laga  final event olahraga berskala Kabupaten Bogor bisa dilakukan di Pakansari Sport Center. (**)

Pol PP Tamansari Gelar Pembinaan dan Koordinasi Pengisian Laporan SIM Linmas

0

Jurnal Bogor – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kecamatan Tamansari menggelar kegiatan koordinasi dan pembinaan bagi anggota Linmas terkait pengisian laporan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Linmas. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tamansari, Kamis (13/11/25).

Acara tersebut dihadiri oleh para anggota Linmas dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Tamansari. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan arahan langsung dari Kanit Pol PP Tamansari, Loly Hidayat, mengenai pentingnya pelaporan kegiatan Linmas melalui sistem SIM Linmas yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Menurut Loly, sistem tersebut menjadi sarana untuk memantau aktivitas Linmas di setiap wilayah secara digital dan terintegrasi.

“Tujuannya supaya anggota Linmas membuat laporan kegiatan pada SIM Linmas agar bisa terpantau di tingkat Kabupaten Bogor. Dengan begitu, akan terlihat Linmas mana yang aktif maupun yang tidak,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui sistem ini diharapkan koordinasi dan pembinaan terhadap Linmas di tingkat kecamatan hingga kabupaten menjadi lebih efektif, transparan, dan terukur.

Kegiatan pembinaan ini juga menjadi ajang evaluasi serta peningkatan kapasitas anggota Linmas agar dapat menjalankan tugas perlindungan masyarakat dengan lebih baik, terutama dalam hal kedisiplinan administrasi dan pelaporan.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Pol PP Tamansari berharap seluruh anggota Linmas di wilayahnya dapat memahami dan mengoptimalkan penggunaan SIM Linmas sebagai bagian dari upaya memperkuat ketertiban dan keamanan lingkungan. Yudi

Efisiensi Bisnis, Fuso dan Hino Merger Jadi Archion

0


jurnalinspirasi.co.id – Mitsubishi Fuso dan Hino Motors bakal merger dengan nama baru Archion mulai April 2026. Peleburan ini diyakini bakal mengubah skema bisnis keduanya tetapi hingga saat ini dikatakan belum ada perubahan untuk Indonesia.


Aji Jaya, Sales and Marketing Director Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), menjelaskan pihaknya belum mendapat informasi detail terkait perubahan operasional yang akan dijalankan Fuso di Indonesia terkait merger.

“Jadi belum ada informasi detail impact-nya secara langsung operasional di Indonesia itu seperti apa, terhadap Fuso dan juga Hino, sampai sekarang,” tuturnya dikutip cnn Indonesia, Kamis (13/11).

Ia mengatakan kolaborasi saat ini masih berada di tingkat induk perusahaan dengan fokus mewujudkan efisiensi bisnis.

“Sejauh ini kami mendapatkan informasi bahwa kolaborasinya kan di prinsipal ya, jadi mereka ada kerja sama terkait dengan development produk, procurement, dan lain-lain, yang tujuannya untuk efisiensi,” jelasnya.

Menurut Aji konsolidasi di tingkat induk perusahaan saat ini belum menimbulkan dampak operasional bagi manufaktur Fuso di Indonesia.

“Tapi impact kepada operasional di Indonesia sampai saat ini kita belum ada,” ujarnya.

“Jadi kayaknya walaupun nanti brand-nya kolaborasi ya, Hino sama Fuso, tapi sepertinya operasional di Indonesia itu akan berjalan seperti yang saat ini ada,” jelasnya.

Proses merger Fuso dan Hino menjadi Archion sudah dimulai sejak pertengahan tahun ini. Konsolidasi ini juga berarti menggabungkan Toyota sebagai induk Hino dan Daimler induk Fuso.

Penggabungan Fuso dan Hino ini kabarnya bakal mengurangi lokasi produksi truk domestik di Jepang dari lima menjadi tiga, dengan fokus operasi di Pabrik Kawasaki di Prefektur Kanagawa, Pabrik Koga di Prefektur Ibaraki dan Pabrik Nitta di Prefektur Gunma.

Lalu, sebagai bagian dari restrukturisasi, Fuso akan menutup pabrik Nakatsu di Aikawa, dan Hino mengalihkan pabrik Hamura di Tokyo kepada Toyota.

Integrasi ditargetkan selesai pada April 2026. Archion akan dipimpin Karl Deppen dari Fuso sebagai CEO. (ded)